Aloha semuanya! Disini Author~ Sori semuanya karena UPDATE-nya lama. Hehehe...soalnya Author banyak urusan. Asist.R juga, lagipula Author belum ngasih dokumen Chapter 8 nya. Jadi, Author mau blasa Review yang ada dulu~
~Yamato Kikyo
Iya~ Gak papa donk, kan yang buat ane :p #digebuk Kikyo-san. Thanks ya~ Oke, ini dia Chappie 8, the Last Chapter. Eh, si Lacki di dapur gak tahu. Itu urusan dia. Maksudnya, pas liat dia di dapur, dia sedang bersama sebungkus Pocky(?). Udah biarlah, yang penting, nikmati Chappie 8-nya (emang makanan?)
~Rhikame
Oooooooo~ Oke! Iya dong! Tapi nanti pas umur mereka 20 tahun. Iya, seru-seru aja lah.
Oke~ Itulah Review yang Author baca! Oke, kita lanjut ke ceritanya, Chappie 8! Oke, ini dia, hope you like it!
.
.
Team Nashi: First Mission
.
.
Disclaimer of Fairy Tail
Hiro Mashima
.
.
Serangan itu mengarah ke arah Regret. Lalu terjadi ledakan cukup besar di skeitar Regret. "Regret!" seru Miya. "REGRET!" teriak Alex. Regret yang tadi menyilangkan tangannya dan memejamkan mata-nya sekarang membuka matanya. Mata nya terbelalak kaget, "NASHI!". Didepannya terdapat Nashi dengan Api-api nya yang melindungi dirinya.
"Kau tidak apa?" tanya Nashi melirik ke arah Regret.
Regret mengangguk pelan.
"Kalau gitu, bantu Miya dan Alex keluar dari cairan hijau itu!"
"Lalu bagaimana dengan mu?"
"Aku akan kalahkan monster ini!"
"Sendirian?"
"Iya!"
"Eh? Ma..mana mungkin bisa menang! A..aku akan bantu kamu!"
"Aku akan menang!"
"Ta...tapi bagaimana kalau nanti, kamu terluka parah? Salah satu anggota mu hilang? Kau kehilangan banyak darah, dan..banyak hal lainnya?"
"Aku pasti akan menang!"
"Tapi, Na—"
"Percayalah, aku pasti akan menang!"
Regret diam sebentar. Dia bingung harus melakukan perintah Nashi atau tidak. Seharusnya dia tidak membiarkan seorang perempuan bertarung sendirian. Itulah yang ada di benaknya. Lalu dia menatap mata Nashi. Mata Nashi mengatakan 'Percayalah, aku kan baik-baik saja dan menang!'. Regret mengambil napas cukup panjang dan menghembuskannya. Lalu mengangguk, Nashi tersenyum kecil.
Regret berlari menuju Miya dan Alex yang terjepit oleh cairan hijau itu. "Apa yang kau lakukan disini Regret!? Kamu seharusnya membantu Nashi disana!" seru Miya. "Iya, aku membantu nya!" jawab Regret enteng. "Apa maksudmu?" tanya Alex tidak mengerti. "Nashi menyuruhku untuk membebaskan kalian dari tuh cairan lengket!" jawab Regret. "Lalu bagaimana dengan Nashi? Dia tidak mungkin mengalahkan monster itu sendirian kan?" seru Miya. "Aku tahu..." Regret tertunduk dan sedikit merasa bersalah karena meninggalkan Nashi sendirian, "tapi aku percaya padanya! Aku yakin dia bisa melakukannya!".
Miya dan Alex kurang yakin akan hal itu. Lalu menoleh ke arah Nashi yang sedang bertarung. Lalu keduanya tersenyum. "Eh, ada apa?" tanya Regret bingung. "Tidak apa, cepat bantu kami bebas dari cairan lengket ini!" seru Alex. "Aye!" Regret segera menghampiri keduanya. Lalu mencoba membeku kan cairan lengket itu. Tapi tidak berhasil. Lalu Regret mencoba mantra-mantra lainnya. Tapi tak kunjung berhasil. "Ada apa sih!? Kenapa sihirku tidak bekerja!?" seru Regret sewot. "Mungkin karena lingkaran sihir ini ya?" tanya Miya menunduk agar bisa melihat sebuah kata-kata pada lingkaran sihir yang ada di bawah kaki mereka. Alex dan Regret pun menunduk. "Aku kalah dari nya lagi! Ternyata dia tidak sebodoh Ibu-nya!" teriak Alex dalam hatinya. "Kalau gitu akan ku coba dari luar lingkaran ini!" Regret pun berjalan mundur keluar dari lingkaran mantra itu.
Lalu ia mencoba membekukan cairan lengket itu. Tapi, saat es-es nya memasuki wilayah lingkaran itu, es-nya meleleh. Dan kejadian itu terus menerus terulang. "Argh! Aku benci lingkaran ini! Tidak adakah cara untuk menghilangkan lingkaran ini!?" seru Regret frustasi. Dia sangat dongkol karena lingkaran sihir itu. "Mungkin Alice bisa mencari nya di komputernya!" usul Alex. "Kalau komputernya rusak, kamu yang ganti!" seru Regret. "Eh...gak!Gak!Gak! Biaya nya terlalu MA-HAL" tolak Alex.
Mari kita beralih ke Nashi. Nashi sendiri sedang bertarung dengan Monster bodoh itu. Nashi terus melawan dengan sekuat tenaga. Monster itu, kesakitan? Yup! Monster itu kesakitan. Tapi, Monster itu tak kunjung bisa dikalahkan. "Agh!" Nashi terlempar ke sebuah gedung yang cukup tinggi. Semua mata menghadap ke arah Nashi. "Nashi!" seru Miya. "NASHI!" teriak Alex. Asap tadi mengelilingi Nashi sekarang telah menghilang. "NASHI! KAU DENGAR AKU!? NASHI!" teriak Regret.
Nashi POV
Nashi, kau dengar aku? Nashi...bukan saat nya untuk tidur! Bangun sekarang! "Ugh..." sayup-sayup ku buka mataku. Aku mendengarnya lagi, suara yang membantuku mengalahkan Goar. Sayup-sayup ku lihat...seseorang? Bukan, sebuah cahaya yang sangat terang. "WUAAAA!" teriakku kaget dan langsung menjauh dari arah cahaya itu. Gelap...dimana ini? Semuanya gelap! Sangat-sangat gelap. Tapi cahaya dari nya membuat...ruangan ini menjadi terang. Siapa sih dia? "Jangan takut, aku tidak mungkin menyakiti mu, Nashi!" kata suara itu mendekat. AKu panik, panik sekali! Keringat dingin bercucuran, apa yang harus ku lakukan!? Dia memegang pundak ku, "kau harus memakai kekuatan itu, walaupun efek nya, mungkin menyakitkan!". "A..apa..maksudmu!?" tanyaku tidak mengerti, tapi aku masih panik. "Hanya sihir itu yang bisa mengalahkan Monster itu!" kata nya. Aku semakin tidak mengerti! Sihir apa? Aku bingung, lagipula siapa dia? Aku bingung bagaimana dia bisa tahu aku!? "Sihir..apa?" tanyaku. "Hanya sihir itu yang bisa mengalahkan Monster itu! Sekarang buka mata mu dan kembali ke alam nyata! Akan ku bantu kau mengaktifkan sihir itu!" kata nya. "Eh, a..apa maksudmu!?" tanyaku bingung.
Blush...semua ini menghilang. Aku membuka mata ku perlahan. Aku bisa melihat dengan jelas Monster itu sedang menghancurkan benda yang ada di sekeliling nya. Itu berarti...bentar lagi Miya,Alex dan Regret kena serangannya! Lalu, aku merasakan ada yang aneh denagn tubuhku. Tubuhku, mengeluarkan cahaya! Cahaya apa ini? Sihir yang ku bilang. Aku bisa mendengar suaranya, tapi tidak melihat wujudnya lagi, "sihir?". Iya, waktunya menghancurkan Monster itu, Nashi!. "Eh, wa..waktunya!?" aku cukup kaget. Lalu, tubuhku mengeluarkan cahaya yang makin terang. Dari mata, mulut, semuanay mengeluarkan cahaya. Hanya ada satu pertanyaan di benakku sekarang, Sihir apa ini?
Normal POV
"Ca..cahaya apa itu?" tanya Miya. "Entahlah, tapi sepertinya, cahaya itu datang dari Nashi!" jawab Alex. "Nashi?" Regret langsung menoleh ke arah cahaya itu. Cahaya yang dibicarakan mereka pun semakin terang. "Cahayanya..semakin..terang!" seru Miya menyipitkan matanya. "Sangat terang!" Alex juga menyipitkan matanya. "AKu tidak bisa melihat apa-apa!" Regret menyilangkan tangannya. Cahaya itu lalu menyebar ke seluruh dunia. Dan, dalam 1-2 menit, cahaya itu menghilang. Seketika, lingkaran cahaya itu menghilang. Cairan lengket itu juga menghilang. "Akhirnya, aku bebas!" seru Alex senang. Regret sweatdrop melihatnya. "Nashi!" Miya berlari ke arah Nashi yang terkapar di tanah.
"Aduh..." Nashi memegang kepalanya. "Kau tidak apa?" tanya Miya membantu Nashi berdiri. Nashi mendongak kan kepalanya ke arah Miya, "siapa kamu?". "Eh? A..aku Miya, Miya Fernandes! Masa sih kamu gak tahu?" seru Miya kaget atas pertanyaan teman se-tim nya itu. Nashi menggeleng, "aku tidak tahu". "Bagaimana dengan...mm...Fairy Tail?" tanya Miya. "Apa itu Fairy Tail? Peri berekor? Cukup aneh..." gumam Nashi. "Eh...tu..tunggu dulu! Kamu ingat apa saja?" tanya Miya. "Etto..." pikir Nashi, "namaku...Nashi..", "Oh ya! Sama kucing putih yang lucu! Kalau gak salah, namanya...Alice!". Miya mematung mendengar jawaban Nashi, badannya bergetar. "Ada apa Miya?" tanya Alex yang baru sampai di tempat Miya berada bersama Regret. Miya menoleh ke belakang dengan kaku, "Na..Nashi...di..dia...". "Kenapa Nashi?" tanya Regret penasaran. "Di..dia...Am..ne..si..a..." jawab Miya gemetar. "Eh, APA!?" teriak Alex dan Regret bersamaan.
HaHaHa...akhirnya Chapter 8 selesai juga! Setelah berabad-abad, akhirnya cerita ini selesia juga! HAHAHHAHA!~
Asist.R: Kau gila, Thor!
Author: Suka-suka aku dong mau gila apa gak! BWAHAHAHAHHAHAHAH~
Asist.R: Gila...*sweatdrop*
Author: Ja, gue pergi dulu ye
Asist.R: Kemana?
Author: HaWaIi
Readers: Wait Wait Wait!
Author: Apa lagi sih? *nenteng koper ma pake baju pantai*
Readers: Lanjutin dulu ceritanya!
Author: Apa maksud lo? Nih cerita dah siap, FINISH!
Readers: Apa yang dah siap Bego!? Nashi-nya Amnesia! Apa kelanjutannya!?
Asist.R: *colek-colek Readers*
Readers: Apa!? *sewot*
Asist.R: Author nya dah pergi! *nunjuk nunjuk Taksi yang melaju kencang*
Readers: What!? WOI! AUTHOR! SINI DOLO! LANJUTIN CERITANYA! HOLIDAYNYA NANTI AJA! WOI! Author sialan!
Asist.R: Nunggu aja sih Author, nanti dia balik sendiri kok!
Readers: Gak bisa *nunduk* KITA BAKAL DEMO! *berapi-api*
Asist.R: Eh, a..apa!? *kaget*
Team Nashi: First Mission is Completed
NO COMMENT!
