"Aigoo Donghae hyung, kau baik-baik saja?" tanya Kyuhyun penuh dengan kecemasan. Ia memegang kedua bahu Donghae dan membawa hyung nya itu untuk menghadap kearahnya.

"K-kyu?" Donghae bersuara dengan parau dan bergetar.

"Ne, ini aku… Kyuhyun, hyung" ucap Kyuhyun sambil menganggukan kepala nya mantap tidak peduli Donghae tak mampu melihat nya.

Grep!

Kyuhyun tersentak kaget saat Donghae tiba-tiba memeluk nya dengan erat. Menyembunyikan wajahnya dalam dada Kyuhyun. Tangisan itu kembali pecah dan air mata kembali mengalir deras.

Kyuhyun tak mampu berbuat apapun saat ini. Ia hanya terdiam dan membalas pelukan Donghae. Mengelus lembut punggung Donghae untuk menenangkan. Kyuhyun memejamkan matanya dan setetes air mata mengalir dari sudut mata kanan nya. Entah mengapa ia bisa merasakan seberapa besar kesedihan yang di rasakan Donghae saat ini. Walaupun ia sendiri tak mengerti apa yang membuat Donghae seperti ini.

Untuk pertama kali nya, aku melihat sisi terlemah dan terapuh mu. Kau menangis terisak dan menumpahkan seluruh kesedihan mu yang terpendam. Aku tidak tahu apa yang terjadi tapi aku bisa merasakan kesedihan itu. Aku hanya bisa memohon, jangan pernah bulir menyedihkan itu membasahi pipi mu lagi. Karena… melihat mu seperti ini sangat menyesakan hati ku.

.

.

PRECIOUS EYES

.

Main Cast :

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

.

Genre : Friendship, Drama, Angst

.

Rated : T

Warning : Typo(s), bad plot, bored, OOC

Disclaimer : All Cast isn't mine but this plot story is mine!

.

LyELF

-Enjoy Reading!-

.

.

PART 2

ooOOoo Eyes ooOOoo

Gelap…

Satu kata itu yang menggambarkan situasi rumah kecil tersebut. Seluruh pencahayaan dalam rumah telah di padamkan. Hanya ada seberkas cahaya dari luar menyelusup masuk lewat ventilasi rumah. Tak ada suara berarti yang terdengar. Suara detik jam yang menunjukan pukul 1 lewat 15 menit dinihari itu lebih mendominasi terdengar dalam ruangan tersebut.

Jika kalian mengira bahwa penghuni rumah itu sudah tertidur berarti perkiraan kalian salah besar. Nyatanya dua penghuni rumah itu masih tersadar.

Kedua nya terduduk di atas ranjang dengan punggung bersandar di mahkota bed tersebut. Helaan napas kembali keluar dari salah satu di antara mereka. Kyuhyun melirik kearah Donghae yang terdiam di samping nya. Hyung nya itu tengah memeluk kedua lututnya.

Setelah tadi Donghae puas menangis terisak yang Kyuhyun tidak tahu alasan nya, Kyuhyun memaksa Donghae untuk berpindah ke ranjang karena udara malam yang semakin mendingin. Kyuhyun juga mematikan seluruh lampu berharap mereka akan segera terlelap dan esok hari ia bisa bertanya alasan Donghae menangis.

Namun harapan Kyuhyun tidak terkabul. Donghae masih diam seribu bahasa dan enggan untuk merebahkan tubuhnya. Namja itu hanya terduduk dan sibuk dengan pikiran nya sendiri. Tentu saja melihat itu Kyuhyun tak mungkin bisa tertidur walau mata nya sudah memerah dan terasa berat untuk di buka.

Kyuhyun mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan berharap rasa kantuk itu menghilang. Kembali ia lirik kepada Donghae yang masih bergeming.

"Beginikah rasanya berada di dalam kegelapan?" Kyuhyun mulai membuka suara memecah keheningan yang terjadi.

"Hanya ada warna hitam dimana-mana. Terasa begitu sendirian dan hampa" ucap Kyuhyun lagi walau Donghae tak menanggapi ucapan nya.

"Rasanya pasti tidak enak. Apa begitu yang kau rasakan, Hae hyung?" tanya Kyuhyun sambil menatap Donghae penuh harap agar merespon ucapan nya.

Kyuhyun sedikit menyipitkan mata nya untuk melihat dalam kegelapan ini. Retina mata nya sudah sedikit terbiasa dengan kegelapan ruangan di tambah berkas cahaya yang masih masuk, membantu Kyuhyun untuk menangkap sosok Donghae.

"Lebih dari itu. Rasanya sangat mengerikan" lirih Donghae yang masih dapat di dengar oleh Kyuhyun.

Senyuman getir pun mulai terlihat di wajah Kyuhyun ketika mendengar pernyataan itu.

"Hidup mu bagai terisolasi. Terkadang dada mu juga terasa sesak, terhimpit oleh sesuatu. Berusaha berlari hanya untuk mendapatkan setitik cahaya namun tetap saja tak mendapatkan nya" gumam Donghae tanpa merubah posisi nya.

Kyuhyun memutuskan untuk diam, memberikan waktu bagi Donghae untuk bercerita lebih banyak lagi.

"Mampu membuka mata tapi rasanya sia-sia karena tak akan mendapatkan apa pun. Tak ada bedanya saat mata mu terbuka atau tertutup. Keindahan dunia yang selalu menyapa pendengaran mu hanya bisa kau lihat di dalam mimpi" Hae terus berucap dengan nada sangat pelan seakan seirama dengan detik jarum jam.

"Tak bisa melakukan apa pun. Bagai orang bodoh yang hanya mampu berdiam seperti patung" Donghae tersenyum sinis pada dirinya sendiri.

"Ejekan, hinaan dan cibiran sudah menjadi bagian biasa dalam kegelapan ini" gumam Donghae setelah memberikan jeda pada ceritanya.

"Aku tidak pernah bisa melakukan apapun seorang diri. Selalu menjadi beban dan menyusahkan orang lain"

Keputusasaan itu terdengar sangat jelas dalam setiap kata yang di lontarkan oleh Donghae. Tanpa Donghae sadari, ekspresi Kyuhyun berubah menjadi mengeras. Ia mengepalkan kedua tangan nya sangat erat membuka buku-buku tangan nya mata Kyuhyun berubah menjadi tajam, menatap lurus ke depan, menembus kegelapan yang ada.

Kesal…

Satu kata itu yang menggambarkan suasana hati Kyuhyun sekarang. Dia kesal pada orang-orang yang mengejek dan menghina Donghae. Namun di sisi lain dia juga kesal pada keputusasaan Donghae yang seolah-olah tak mampu berbuat apapun hanya karena kebutaan nya.

"Sudah selesai bicaranya? Apa ada keluhan lain nya?" ucap Kyuhyun datar setelah Donghae terdiam.

Mendengar nada aneh dari ucapan Kyuhyun membuat Donghae cukup terhenyak. Ia menundukan kepala nya semakin dalam tanpa niat membalas pertanyaan Kyuhyun.

"Berapa umur mu sebenarnya? Cih kau berlagak seperti balita cacat yang tidak punya niatan hidup"

Hati Donghae langsung berdenyut sakit mendengar rangkaian kata kasar yang begitu tajam dari Kyuhyun. Sungguh Donghae tak yakin jika Kyuhyun mampu mengucapkan kata-kata seperti itu. Kata-kata itu sama saja seperti hinaan yang ia dapat dari orang di luar sana.

Napas Donghae mulai memburu dan tangan nya beralih meremas selimut nya. Entah apa yang lucu, Kyuhyun tertawa pelan namun terdengar begitu sinis. Donghae tidak suka mendengar nya. Mendengar tawa Kyuhyun membuat dirinya bergidik ketakutan.

"Bukankah hanya mata mu yang tidak bisa di pergunakan? Masih ada tangan, kaki, telinga bahkan suara mu masih terdengar. Tapi kau terlihat lebih menyedihkan daripada orang yang tidak memiliki semua nya" ejek Kyuhyun lalu menghela napas nya.

"Kalau kau hanya bisa mengeluh dan tidak berniat melanjutkan hidup, lebih baik akhiri saja hidup mu. Mudah bukan?"

Deg!

Ukh…

Hati Donghae semakin tertohok mendengar pernyataan Kyuhyun. Bulir bening itu pun kembali meluncur dari sudut mata nya.

Kyuhyun melirik kearah Donghae dengan ekor mata nya. Tak ada respon apa pun dari Donghae membuat dirinya geram. Kyuhyun pun beranjak dari tempat tidurnya.

"Ash! Kyu~"

Donghae meringis saat Kyuhyun menarik lengan nya dengan kuat dan kasar. Tanpa mempedulikan ringisan itu, Kyuhyun sedikit menyeret Donghae menuju kamar mandi.

Bruk!

"Kyu, Appo…" lirih Donghae saat Kyuhyun mendorong tubuhnya begitu saja.

Donghae terduduk di lantai kamar mandi dan Kyuhyun berdiri di hadapan nya. Donghae terlihat bingung, ia sedikit meraba sekitar mencari tahu dimana dirinya terjatuh saat ini.

"Lee Donghae-ssi" desis Kyuhyun sambil menatap Donghae tajam.

Sontak Donghae menghentikan aktivitas meraba nya. Ia terdiam terpaku di tempat. Pandangan nya hanya lurus ke depan searah menatap kaki Kyuhyun.

Tak ada suara…

Donghae mulai mendongakan wajahnya dan mungkin kesengajaan manik mata nya yang terselaputi itu langsung menatap lurus ke onyx coklat Kyuhyun yang berkilat marah namun tersirat kesedihan disana. Donghae tak mampu melihatnya, namun ia tahu bahwa Kyuhyun tengah marah pada dirinya.

"Orang lemah, cacat, tidak berguna, bodoh, menyebalkan, benalu, tak punya semangat dan putus asa" geram Kyuhyun.

Tangan Donghae mencengkram kaus bagian dada nya sendiri mendengar hinaan dari Kyuhyun.

Sakit…

Bukankah semua hinaan seperti itu sudah biasa di dengar nya dari orang lain? Bahkan tanpa sadar Donghae sering mengatai dirinya sendiri.

Namun…

Saat Kyuhyun mengatakan nya, kenapa rasa sakit nya bertambah ratusan kali? Sangat sakit! Orang yang pertama kali di temui nya dan ia yakini sebagai orang baik itu kini menghina nya. Hatinya sungguh berdenyut sangat sakit.

"Bukankah begitu, Donghae-ssi?" tanya Kyuhyun dingin.

Donghae tak segera menjawab, lidahnya terasa kelu. Ia kembali menundukan kepala nya.

"N-ne. Itu ke-nyata-an" jawab Donghae akhirnya dengan suara gagap dan bergetar. Kyuhyun kembali tertawa meremehkan.

"Ya benar, jadi apa guna nya kau hidup di dunia ini?" desis Kyuhyun. Donghae hanya bisa terdiam seribu bahasa saat ini.

"Apa…" Kyuhyun menggantung ucapan nya.

Sadar atau tidak sejak tadi Kyuhyun terus masih terus mengepalkan tangan nya. Bahkan telapak tangan nya mulai terluka akibat tancapan kuku nya sendiri.

Kyuhyun mendekati Donghae dan mencondongkan tubuhnya, mengarahkan bibirnya ke samping telinga Donghae.

"Bagaimana jika kau… Menyusul kedua orang tua mu saja? Bukankah itu lebih baik?" bisik Kyuhyun membuat tubuh Donghae langsung menegang seketika.

"K-kyu…" Donghae hanya mampu menggumamkan nama Kyuhyun.

Donghae tidak sanggup lagi. Dia takut…. Sangat takut! Donghae menggigit bibir bawahnya keras membuat luka di sana kembali mengeluarkan darah segar. Ia memejamkan mata nya begitu erat.

"Cih!" dengus Kyuhyun.

Benci…

Entah mengapa Kyuhyun sangat benci melihat sosok Donghae yang seperti ini. Sosok penuh keputusasaan dan kepasrahan. Entah apa yang di pikirkan Kyuhyun, namja itu mulai mundur dari Donghae.

Kyuhyun beralih menuju kran air di dekat dinding. Dan tanpa membuang waktu, Kyuhyun memutar kran itu ke tanda cold. Air dengan suhu dingin pun langsung mengucur keluar dari shower yang berada tepat di atas Donghae.

Tubuh Donghae langsung bergetar saat air dingin itu mulai mengaliri tubuhnya dan turun membasahi tubuhnya.

Waktu menunjukan pukul 01:45 dinihari. Bisakah kalian bayangkan sedingin apa udara di tengah malam pada musim dingin seperti ini?

Dan sebuah tindakan gila bahkan bunuh diri jika mengguyur tubuh dengan air dingin dalam situasi seperti ini. Entah karena bodoh atau pasrah, Donghae tak bergerak dari tempatnya. Membiarkan air dingin itu terus membasahi tubuhnya di tambah udara dingin yang berhembus menusuk tulang. Alhasil dalam waktu kurang dari 5 menit, tubuhnya sudah bergetar menggigil hebat. Seluruh persendian nya terasa membeku dan mati rasa.

"Bodoh!" gumam Kyuhyun yang masih berdiri di samping kran air.

Tubuh Kyuhyun juga bergetar sama seperti Donghae. Air mata pun sudah membasahi wajah namja itu sekarang. Menyaksikan kepasrahan dari seorang Lee Donghae—orang yang sudah menemani nya beberapa hari ini.

Hatinya tersayat sakit hingga isakan yang sedaritadi ia tahan pun akhirnya keluar. Ini pertama kali nya Kyuhyun menangis untuk orang lain selain dirinya sendiri dan orang tua nya dulu.

"Kau orang terbodoh yang pernah ku temui, hyung" gumam Kyuhyun lagi di tengah isakan.

Tangan Kyuhyun yang masih mencengkram kran air itu pun langsung memutar kran kearah tanda medium hot. Setelah itu Kyuhyun langsung berhambur kepada Donghae dan memeluk tubuh yang sudah menggigil itu.

"Hae hyung… hiks aku membenci mu. Aku sangat membenci sosok mu yang pasrah seperti ini" isak Kyuhyun sembari mengeratkan pelukan nya pada Donghae.

Air dingin berganti menjadi air hangat, keluar dari shower dan mengguyur dua tubuh yang berada di bawahnya.

"K-kyu" lirih Donghae dengan suara bergetar. Bibirnya terasa membeku dan sulit untuk di buka.

"Hae hyung pabbo! Jeongmal pabbo-ya!" pekik Kyuhyun sambil terus menangis. Air mata nya sudah tersamarkan oleh guyuran air.

Sedikit demi sedikit tubuh Donghae tidak menggigil seperti sebelum nya. Pelukan Kyuhyun di tambah air hangat itu membuat nya cukup menghangat.

Setelah merasa tubuh Donghae tidak menggigil hebat lagi, Kyuhyun langsung menarik Donghae untuk berdiri. Ia segera mematikan kran air dan membawa Donghae keluar kamar mandi. Dengan cepat Kyuhyun mengganti pakaian Donghae juga pakaian nya yang sudah basah.

Kyuhyun langsung menuntun Donghae untuk kembali ke ranjang dan menyelimuti tubuh yang masih kedinginan itu dengan selimut double. Kyuhyun menggosok telapak tangan nya sendiri untuk membuat kehangatan dan menyalurkan nya lewat pipi Donghae yang sangat dingin. Berulang kali ia melakukan hal tersebut. Donghae hanya terdiam sambil memejamkan mata nya.

"Masih dingin?" tanya Kyuhyun dengan nada cemas. Hanya anggukan lemah yang Donghae berikan sebagai jawaban.

Tanpa pikir panjang, Kyuhyun langsung beranjak dari kasurnya. Ia menyalakan seluruh lampu ruangan dan segera mengambil kompor gas kecil yang memang di sediakan rumah ini. Segera ia memasak air untuk membuat segelas susu hangat.

"Hyung, kka minum susu ini dulu"

Kyuhyun membantu Donghae untuk terduduk di ranjang lalu menyerahkan mug bergambar snoopy yang berisi susu coklat hangat. Donghae tak berucap apapun. Ia hanya menurut dan mulai meminum susu itu perlahan.

Kyuhyun beralih mengambil kotak obat. Secara perlahan, ia mengusap wajah Donghae dengan handuk kecil hangat. Ia tersenyum karena tubuh Donghae tidak sedingin tadi.

Donghae meringis saat Kyuhyun membubuhkan obat pada luka di sudut bibir nya yang sempat ia gigit berulang kali tadi. Kyuhyun hanya tersenyum geli.

"Jangan melukai dirimu seperti ini lagi" ucap Kyuhyun dengan nada pelan. Donghae hanya mengangguk sekali mendengar perhatian dari Kyuhyun.

Perasaan kacau Donghae beberapa saat lalu sudah sirna seketika, berubah menjadi perasaan tenang dan hangat. Semua perhatian, pelukan dan sentuhan Kyuhyun sungguh membuat nya terenyuh. Pemikiran nya pun seakan terbuka setelah guyuran air super dingin yang membasahi kepala nya tadi.

Kyuhyun…

Masih banyak misteri dari orang di hadapan nya ini. Anak itu bisa berubah menjadi mengerikan tapi seketika juga menjadi sangat baik dan perhatian. Masih banyak hal yang tidak Donghae ketahui. Namun ia yakin inilah sosok Kyuhyun yang sebenarnya. Sosok yang baik dan lembut dengan senyuman manis seperti saat ini.

Donghae mengangkat tangan nya, meraba udara kosong hingga batin nya seperti menuntun tangan tersebut menyentuh permukaan pipi Kyuhyun yang cukup chubby.

Dingin…

Pipi Kyuhyun tak kalah dingin dari milik nya. Donghae menghela napas, sungguh ia merasa bersalah.

Donghae menyodorkan gelas mug yang tinggal terisi setengah itu kepada Kyuhyun. Tentu Kyuhyun mengernyit bingung. Seakan bisa melihat kebingungan di wajah Kyuhyun, Donghae tersenyum sebelum membuka suara nya.

"Minumlah" ucap Donghae.

"Ah? Aniyo. Hyung saja yang minum. Cepat habiskan agar tubuhmu hangat" balas Kyuhyun menolak tawaran Donghae.

Donghae menggembungkan pipi nya lucu.

"Kyu harus minum susu ini! Kau bisa sakit!" titah Donghae tegas tanpa celah penolakan. Kyuhyun meringis, ternyata Donghae bisa berkata tegas juga.

Dengan ragu, Kyuhyun mengambil gelas itu namun tak meminum nya.

"Cepat minum!" Donghae kembali berucap membuat Kyuhyun menautkan alisnya bingung. Bagaimana Donghae tahu dirinya belum meminum susu ini?

"Kau melihat ku hyung?" Pertanyaan bodoh itu keluar dari mulut Kyuhyun membuat Donghae tersenyum geli.

"Aku melihat nya dengan mata batin ku" balas Donghae membuat Kyuhyun memutar bola mata nya malas, "Ajaib" celetuknya.

Kyuhyun mulai meminum susu sisa Donghae itu sedikit demi sedikit. Sama seperti yang di lakukan Kyuhyun, Donghae mencoba menggosokan kedua telapak tangan nya. Ia hendak menyalurkan kehangatan untuk Kyuhyun tapi sepertinya ia kesulitan. Bingung dimana wajah Kyuhyun.

Kyuhyun yang sedaritadi memperhatikan gerak gerik Donghae pun tersenyum geli. Ia meletakan mug yang sudah kosong di kasur begitu saja. Tangan Kyuhyun beralih meraih tangan Donghae dan mulai meletakan telapak tangan yang hangat itu di pipi nya. Donghae pun tersenyum puas.

"Apa kau masih tidak berniat hidup, hyung? Masih putus asa heum?" tanya Kyuhyun memulai pembicaraan. Kyuhyun memejamkan mata nya menikmati kehangatan tangan hyung nya itu.

Tatapan Donghae berubah menjadi sendu, "Mianhae" gumam nya pelan.

Kyuhyun tersenyum lalu membuka mata nya kembali. Ia mengambil tangan Donghae dan menggenggam nya erat.

"Apa kau sudah sadar?" tanya Kyuhyun sambil menatap Donghae lembut.

"Ne, mianhae. Aku lepas kontrol" Donghae menghela napasnya, "Tadi aku mengingat kedua orang tua ku lalu mengenang semua yang sudah ku jalani selama ini. Dan…" Donghae tersenyum getir. Matanya yang semakin terlihat sayu, menatap kosong apapun yang ada di hadapan nya.

"Maafkan aku, Kyunie" sesal Donghae lagi.

"Apa kau masih merasa hidup mu tidak berguna?" tanya Kyuhyun lagi setelah Donghae terdiam.

"Aku…"

Donghae terlihat ragu untuk menjawab. Kyuhyun kembali tersenyum tipis walau ia tahu Donghae tak akan melihatnya. Dengan seksama ia memperhatikan setiap lekukan wajah hyung nya itu.

"Hidup mu sangat lah berharga, hyung. Tuhan tidak akan membuang tenaga nya hanya untuk menciptakan manusia yang tidak berguna" ucap Kyuhyun dengan penuh pengertian.

"Semua manusia memiliki kelebihan dan kekurangan nya" Donghae mengangguk membenarkan pernyataan itu. Kyuhyun mengeratkan genggaman tangan nya.

"Kelemahan mu ada pada mata mu. Tapi seperti yang aku katakan tadi. Kau masih memiliki telinga, mulut, suara, tangan dan kaki yang berfungsi dengan baik. Kau tidak sendirian. Masih banyak orang seperti mu di luar sana. Dan masih banyak hal yang pasti bisa kau lakukan"

Kyuhyun terus berucap. Dalam hati Kyuhyun sedikit mempertanyakan bahwa saat ini bukan dirinya lah yang berbicara. Berbicara bijak dan dewasa seperti ini bukan lah style nya namun percaya atau tidak, ia tengah melakukan nya sekarang.

"Mungkin selama ini kau memilih berjalan di zona aman dan enggan mencoba melakukan banyak hal baru. Tapi Tuhan masih memberikan waktu. Hyung bisa merubah semua nya. Kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan. Aku akan membantu mu" ucap Kyuhyun membuat hati Donghae kembali terenyuh. Kyuhyun menghela napas nya sejenak sebelum melanjutkan ucapan nya lagi.

"Dan jika Donghae hyung masih belum menemukan arti dari hidup mu, maka ingatlah apa yang akan ku katakan padamu saat ini"

Kyuhyun bisa melihat ekspresi Donghae yang masih menanti setiap ucapan nya dengan penuh rasa penasaran. Kyuhyun mengambil tangan kanan Donghae dan meletakan nya pada dada Kyuhyun sendiri. Donghae bingung namun tidak protes. Ia bisa merasakan detak jantung Kyuhyun yang seirama saat ini.

"Lee Donghae hadir di dunia ini untuk bertemu dan menemani Cho Kyuhyun. Donghae adalah hyung dari Kyuhyun. Apapun yang terjadi Donghae akan menemani, mendukung, menegur, melindungi dan menghibur Kyuhyun"

Donghae terhenyak mendengar penuturan Kyuhyun. Motivasi dan semangat yang di berikan Kyuhyun itu langsung terserap dalam hati dan pikiran nya tanpa di perintah. Kalimat itu tidak akan terhapus dari memory nya lagi.

Kyuhyun sendiri hanya bisa tersenyum. Tanpa Donghae sadari, mata anak yang ada di hadapan nya itu sudah berkaca-kaca.

"Kyuhyunie" gumam Donghae pelan.

"Dan Cho Kyuhyun akan berjanji pada Lee Donghae untuk menjadi dongsaeng yang baik. Tidak akan meninggalkan Donghae sendirian. Kyuhyun berjanji akan berada di samping mu sebagai penopang, penyemangat bahkan Kyuhyun rela menjadi mata bagi Donghae untuk melihat dunia mulai detik ini"

Tangisan haru Donghae langsung pecah saat Kyuhyun mengucapkan janji nya. Donghae terisak, tangan kiri nya yang terbebas membungkam mulutnya sendiri. Air mata kembali mengalir dari kedua manic mata nya. Untuk pertama kali nya dalam hidup Donghae, ada orang yang mengucap janji seperti ini. Kegembiraan seperti meletup-letup dalam hati nya. Begitu pula yang di rasakan oleh Kyuhyun yang menangis dalam diam.

"hiks, K-Kyunie~" gumam Donghae yang suadh kehilangan semua kata-kata nya selain satu nama itu.

"Kyu serius hyung" ucap Kyuhyun dengan lembut namun penuh penegasan.

"Aku sendirian sekarang. Aku sudah menganggap mu sebagai kakak kandung ku sendiri" lanjut Kyuhyun lagi. Ia tersenyum lalu menghapus jejak air mata di pipi nya lalu beralih menghapus air mata Donghae.

"Aku menyayangi Donghae hyung, sungguh" ucap Kyuhyun penuh penekanan.

Donghae terdiam lalu memejamkan mata nya beberapa saat. Kemudian Donghae merentangkan kedua tangan nya ke samping memanggil Kyuhyun ke dalam pelukan nya.

Kyuhyun dan mengerti pun segera mendekat pada Donghae dan kembali memeluk hyung nya itu. Kedua nya mengulas senyuman lega.

"Kyuhyunie… nae dongsaeng" ucap Donghae pelan. Kyuhyun hanya terdiam sembari memejamkan mata nya menikmati kehangatan dalam pelukan itu. Pelukan hangat yang sudah lama tidak ia rasakan, sama seperti pelukan dari kedua orang tua nya.

"Hanya kau yang ku miliki juga sekarang. Aku berjanji akan berubah menjadi lebih kuat untuk mu, Kyu" tekad Donghae membuat Kyuhyun melebarkan senyuman nya.

"Aku juga sangat menyayangi mu Kyunie"

Donghae mengeratkan pelukan nya pada tubuh Kyuhyun.

"Gomawo Kyunie, jeongmal gomawo" bisik nya lembut.

Malam bersalju ini menjadi saksi kita. Mulai detik ini, kau adalah hyung ku. Aku akan melindungi mu dan tidak akan membiarkan mu terluka lagi. Aku akan menjadi mata mu, mewakili mu untuk melihat dunia. Dan aku berjanji akan mengenalkan dunia baru yang indah pada mu. Sekarang kita tidak sendirian lagi, kita bersama saling melengkapi.

Terimakasih sudah berada di sini… Donghae hyung.

.

.

.

ooOOoo Eyes ooOOoo

Langit masih terlihat gelap walau berkas-berkas cahaya kemerahan mulai terlihat sebagai tanda bahwa sang mentari siap keluar dari peraduan nya. Jalan-jalan masih terlihat lenggang. Tak ada aktivitas berarti di pagi ini.

Waktu masih menunjukan pukul 6 pagi. Kebanyakan orang baru terbangun dan mulai bersiap untuk memulai hari nya. Namun seperti nya berbeda dengan seorang pemuda yang masih menyandang status pelajar. Walaupun bel sekolah masih akan berdering 2 jam lagi, ia sudah terbangun dan berkeliling dengan sepeda nya.

Kyuhyun mengelilingi komplek perumahan dengan sepeda untuk mengantarkan susu hangat segar dan koran sesuai alamat-alamat pemesan nya. Sudah setengah jam ia berkeliling. Jaket super tebal dengan syal melilit leher nya, sarung tangan yang melapisi kedua tangan nya, topi rajutan juga sepatu boot. Udara dingin musim dingin tak mengurungkan niatnya untuk menjalani pekerjaan pagi yang ia dapatkan seminggu lalu. Seakan tidak cukup dengan yang di dapat dari bekerja setelah pulang sekolah hingga larut malam, pagi-pagi sebelum sekolah pun, bocah itu harus rela bekerja. Entah di dapat darimana tenaga tanpa habis itu. Hanya sebuah kata yang mendasari. Semangat!

Kring… Kring…

"Paman, semua pesanan sudah di antar" seru Kyuhyun saat sampai di sebuah toko susu.

Seorang namja paruh baya yang tengah sibuk dengan botol-botol susunya tersenyum. Kyuhyun mengembalikan sepeda ke garasi sebelah rumah itu sebelum ia menghampiri sang pemilik toko.

"Kerja bagus, Kyu. Kka minum susu ini, kau pasti kedinginan" ucap paman itu sembari memberikan botol susu hangat pada Kyuhyun.

Senyuman lebar Kyuhyun berikan sebagai ucapan terimakasih. Ia segera mengambil susu itu dan meminum nya. Ia mendesah lega saat kehangatan mengaliri kerongkongan nya. Satu yang membuat Kyuhyun bersemangat adalah paman dan bibi pemilik toko susu ini sangat baik dan perhatian.

"Masih ada sebulan lagi sebelum musim semi" gumam paman itu sambil beralih duduk di belakang meja nya.

"Ne, untunglah tahun ini tidak sedingin tahun kemarin" Kyuhyun menanggapi. Ia bergidik mengingat badai salju yang terjadi tahun lalu. Paman itu mengangguk dan tersenyum lebar.

"Ini upahmu hari ini" paman itu memberikan beberapa lembar uang won kepada Kyuhyun yang di terima anak itu dengan cengiran senang.

"Gomawo ahjussi" ucapnya tulus sembari membungkukan badan nya sekali.

"Tidak perlu sungkan. Itu hasil kerja kerasmu"

"Ne. Kalau begitu, aku pulang dulu"

Kyuhyun pun memberi salam dan hendak melangkah keluar dari toko namun niatnya harus tertahan saat seseorang memanggilnya. Bibi pemilik toko itu menghampiri Kyuhyun lalu memberikan sebuah rantang membuat Kyuhyun mengernyit bingung.

"Itu bubur gandum. Bisa untuk sarapan mu dan hyung mu, Kyu" ucap bibi menjawab kebingungan Kyuhyun.

Kyuhyun pun tersenyum lebar dan dengan mata berbinar ia menatap rantang di tangan nya. Ia beralih menatap wanita paruh baya yang mengingatkan nya pada sosok eomma nya.

"Gomawo ahjumma~" tulusnya. Bibi itu menepuk pundak Kyuhyun lalu mengangguk.

Setelah itu, Kyuhyun pun langsung pamit. Ia segera berlari menuju rumah nya untuk bersiap-siap berangkat ke sekolah.

.

.

Cklek

"Kyu!"

Kyuhyun tersenyum ketika suara ceria itu menyambut kehadiran nya di dalam rumah. Bisa di lihat nya sosok Donghae yang tengah duduk bersila di atas ranjang dengan pandangan menuju arah pintu. Kyuhyun membuka sepatu boot nya dan langsung berlari kecil menuju kasur hangat nya. Dengan sedikit kasar ia merebahkan tubuhnya kembali di kasur.

Donghae meraba-raba kasur hingga akhirnya tangan nya menyentuh pucuk kepala Kyuhyun. Ia tersenyum puas. Dengan lembut ia mengelus dan memainkan surai rambut Kyuhyun yang terlihat memejamkan matanya kembali.

"Kapan hyung bangun?" tanya Kyuhyun tanpa membuka matanya.

"Sejak tadi. Apa kau lelah? Masih mengantuk heum?"

Kyuhyun hanya bergumam pelan untuk menjawab pertanyaan itu. Ia tidak mau berbohong. Dia memang merasa mengantuk. Seminggu ini jujur ia kurang tidur. Donghae tersenyum getir. Sungguh ia tidak tega dengan Kyuhyun yang bekerja mati-matian untuk menghidupi keseharian mereka. Tidak adil menurutnya.

Donghae sempat terkejut saat Kyuhyun memberitahu akan bekerja mengantar susu dan koran juga pagi hari padahal ia pulang sudah sangat larut. Saat itu Donghae menolak tapi Kyuhyun memberikan beragam alasan membuat nya bungkam.

"Kyu…" panggil Donghae.

"Heum?"

"Aku ingin bekerja juga"

Ucapan Donghae sontak membuat mata Kyuhyun langsung terbuka. Dengan tajam ia menatap wajah polos Donghae yang menatap kosong kearahnya. Kyuhyun memperhatikan ekspresi Donghae dengan seksama. Sungguh wajah hyung nya itu sangat polos seperti anak kecil.

"Kyu?" panggil Donghae karena tak mendapat respon dari Kyuhyun.

"Tidak" balas Kyuhyun menanggapi ucapan Donghae sebelumnya. Donghae merengut kesal.

"Tapi tidak adil jika hanya kau yang bekerja. Aku juga ingin bekerja. Kau sendiri yang bilang jika aku pasti bisa melakukan banyak hal" seru Donghae mengutarakan protes nya.

Kyuhyun menghela napas lalu beranjak bangun dan duduk menghadap Donghae.

"Mau bekerja apa?" tanya Kyuhyun pelan.

Mendengar pertanyaan itu, Donghae terdiam. Ekspresi nya menunjukan bahwa namja itu tengah berpikir. Ia sendiri tidak tahu harus bekerja apa. Akhirnya Donghae menyengir lebar lalu menggedikan bahu nya.

"Tidak tahu kan?" Kyuhyun tersenyum geli.

"Aku akan mencari pekerjaan mulai sekarang karena itu biarkan aku keluar rumah sendiri nde? Aku akan berusaha mendapat pekerjaan" ucap Donghae penuh semangat.

"Tidak mudah mencari pekerjaan, hyung" balas Kyuhyun.

"Aku akan berusaha" tekad Donghae lagi membuat Kyuhyun tersenyum senang. Walaupun ia tidak setuju jika Donghae bekerja tapi senang melihat tekad itu. Kyuhyun juga sudah bertekad agar dia saja yang bekerja. Dia tidak mau Donghae kelelahan.

"Tapi aku tidak akan bisa mencari pekerjaan jika kau tidak mengizinkan ku keluar. Sungguh aku sudah cukup mengenal daerah ini dan tidak akan tersesat, Kyu~" Donghae masih membujuk dongsaeng nya kembali. Kyuhyun sudah mengenalkan daerah sekitar sini pada Donghae saat weekend kemarin tapi namja itu tetap tak membiarkan Donghae pergi sendirian.

"Kau boleh berpergian bersama Yesung hyung" ucap Kyuhyun sebelum menguap lebar, aish dia masih mengantuk dan ia yakin di sekolah pasti akan tertidur lagi.

"Yesung hyung kuliah, dia juga bukan baby sitter yang harus menemani ku kemana-mana. Kyunie~" Donghae membuat ekspresi memelas membuat Kyuhyun tidak tega.

Kyuhyun menepuk punggung tangan Donghae lalu beranjak berdiri, "Aah~ aku harus mandi" ucap nya mengalihkan pembicaraan membuat Donghae menggembungkan pipi nya.

"Kyu~"

"Aku mengizinkan mu bekerja jika kau sudah mendapat pekerjaan pasti dan menurutku baik. Dan kau bisa mencari pekerjaan itu bersama Yesung hyung. Dia pasti tidak keberatan" ucap Kyuhyun tegas sebelum masuk ke dalam kamar mandi.

Donghae menghela napas ketika mendengar suara pintu di tutup dan ia yakin Kyuhyun pasti sudah masuk ke dalam kamar mandi. Pikiran nya berputar sekarang. Mencari jenis pekerjaan apa yang bisa di kerjakan olehnya.

Saat di mokpo dulu, Donghae menghabiskan hari nya dengan menangkap ikan. Hasil tangkapan itu bisa ia jual ke pasar. Tapi sekarang ia di Seoul. Dimana ia bisa memancing? Sungai Han? Oh tidak mungkin, memancing di sana tidak akan mendapat hasil apapun. Walaupun pasti ada ikan tapi tidak akan beragam seperti di mokpo dan jika ia mendapat hasil dan menjual nya, Donghae yakin ia di tahan karena di kira melakukan pelanggaran penjualan illegal.

Hembusan napas kembali keluar dari bibirnya. Tak mendapat apapun membuat Donghae merebahkan tubuhnya kembali di kasur. Menghentakan kaki nya kesal. Dia tidak mungkin diam membiarkan Kyuhyun susah sendiri sedangkan dia hanya makan tidur. Oh ayolah Donghae berpikir apa yang harus kau kerjakan?

Tanpa Donghae sadari, Kyuhyun memperhatikan hyung nya itu dari balik pintu kamar mandi. Tadi ia sempat lupa membawa handuk membuat nya harus kembali keluar dan mendapati Donghae dengan ekpresi berpikir dan kebingungan.

Bukannya aku mau menghalangi mu bekerja dan membantu mencari sesuatu yang menjadi keahlian mu. Tapi ada satu hal yang ku khawatirkan saat kau mencari pekerjaan itu. Satu hal yang mungkin akan membuat mu kembali terpuruk dan sedih. Tapi semangat mu cukup membuat ku gembira, aku hanya berharap kau akan segera mendapatkan hal menarik yang bisa kau kerjakan.

.

.

.

ooOOoo Eyes ooOOoo

'Mau bekerja? Apa yang bisa di lakukan orang buta seperti mu?'

'Apa kau bisa membaca dan mencatat pesanan dari pengunjung? Ah maaf itu pasti sulit untuk mu'

'Sebagai barista itu tidak mudah. Banyak mesin pembuat coffe dan air panas di sini, pasti berbahaya untuk mu'

'Pekerjaan kami lebih banyak dalam meneliti daftar barang yang keluar dan masuk. Maaf kami tidak bisa menerima mu'

'Hahaha walaupun kami hanya kuli panggul tapi kami bisa membedakan apa yang harus kami bawa. Sedangkan kau? Untuk membedakan saja tidak bisa. Nanti kau salah ambil lagi, kau tidak bisa melihat bukan?'

Nyuuut~

Donghae menyandarkan punggung nya di sandaran kursi halte. Tubuhnya terasa sangat lemas, semua semangat nya seperti menguap entah kemana. Angin dingin berhembus memainkan surai rambutnya yang sedikit tertutupi topi hangat. Pandangan nya lurus ke depan. Wajahnya datar tanpa ekspresi walau terlihat sebuah kesedihan di sana.

Hampir 5 jam ia berkeliling mencari satu pekerjaan saja tapi apa yang ia dapat? Hanya penolakan. Semua orang meremehkan kemampuan nya, memandang dirinya dengan sebelah mata. Tak jarang ejekan terlontar dari mereka membuat hati Donghae berdenyut sakit.

Sebuah realita yang tidak bisa di elakan. Hanya dengan sebuah semangat yang di miliki saja tidak cukup untuk merubah semua nya. Ia harus memiliki keahlian dan kemampuan untuk di buktikan kepada orang untuk mempercayakan sebuah pekerjaan pada nya. Tapi kemampuan apa yang di miliki nya?"

"Minumlah"

Donghae mengalihkan pandangan nya kearah suara yang di dengar nya. Sebuah tangan pun meraih tangan nya dan ia merasakan sebuah kaleng hangat sudah ada dalam genggaman tangan nya.

"Yesung hyung…" gumam Donghae sangat tahu siapa yang sudah duduk di sebelahnya.

Selama 5 jam ini Yesung lah yang menemani nya berkeliling kota untuk mencari sebuah pekerjaan. Donghae memohon pada Yesung agar mau menemani nya sepulang kuliah. Dan Yesung menyanggupi nya, untung hari ini ia hanya ada 1 kelas dan siang tadi sudah selesai.

"Minumlah" ucap Yesung lagi.

Donghae hanya mengangguk lalu meminum hot choco dari kaleng yang sudah di bukakan oleh Yesung itu.

Yesung memperhatikan ekspresi Donghae dengan seksama. Sedih… Ia juga sangat sedih melihat Donghae seperti ini. Hatinya pun tak kalah berdenyut saat mendengar semua penolakan yang di dapatkan Donghae. Sudah berbagai macam alasan dan keyakinan yang Yesung ucapkan bagi orang-orang agar mau memberi kesempatan bagi Donghae untuk bekerja. Tapi hasil nya nihil. Dia saja sangat sedih, bagaimana perasaan Donghae saat ini?

Yesung mengambil tangan kiri Donghae yang menganggur. Menggenggam nya erat memberikan kehangatan lebih pada tangan terlapisi sarung tangan itu.

"Gwenchana. Pasti Hae akan dapat pekerjaan yang sesuai untuk mu nanti. Jangan sedih nde?" ucap Yesung sambil tersenyum lembut walau Donghae tak mampu melihat nya.

"Semua yang di dasari oleh semangat, usaha, kerja keras dan doa pasti tidak akan berakhir sia-sia. Hae harus tetap semangat!" Yesung berusaha memberikan semangat dan dukungan pada namja yang menurutnya sangat polos dan berhati baik ini.

Donghae tersenyum geli lalu mengangguk. Donghae mengepalkan tangan kanan nya, "Harus semangat!" ucap nya memberi semangat pada dirinya sendiri. Yesung pun terkekeh geli melihat nya.

Mereka pun terdiam, duduk di halte untuk beristirahat sejenak. Yesung memperhatikan kendaraan dan orang-orang yang lewat di depan sana sambil meminum coffe nya. Sedangkan Donghae hanya memainkan kaleng hot choco nya yang sudah habis.

"Sebentar lagi malam" ucap Yesung. Donghae hanya mengangguk mengerti.

Yesung menoleh menatap Donghae yang hanya memandang lurus. Ia tersenyum tipis. Walaupun sudah sedikit lebih semangat dari sebelum nya, wajah Donghae yang polos itu masih menunjukan ekspresi sedih nya.

"Bagaimana kalau kita makan malam di luar saja?" tanya Yesung. Donghae sedikit menoleh walaupun tatapannya tak mengarah pada wajah Yesung. Ia tersenyum lebar.

"Kita ke restoran tempat Kyunie bekerja saja ne hyung?" usul Donghae dengan ekspresi berharap.

Yesung tertawa melihat semangat Donghae, sepertinya hanya nama Kyuhyun yang bisa membuat namja di samping nya kembali bersemangat, lihat saja wajah ceria Donghae saat ini.

"Baiklah, kita makan di sana saja. Kajja!"

Yesung berdiri dan segera membantu Donghae. Ia menggandeng tangan Donghae dan menuntunnya berjalan menuju sebuah restoran di sudut pertokoan. Donghae pun tak melupakan sebuah tongkat hitam dengan motif menarik yang Kyuhyun berikan bersama dengan sebuah ponsel seminggu yang lalu.

.

.

.

Sebuah restoran sederhana bergaya classic modern. Kaca besar menghiasi bagian depan restoran membuat kita bisa melihat bagaiamana kondisi di dalamnya. Pintu besar menjadi akses masuk ke dalam restoran, terlihat beberapa motif dan ukiran indah di sekitar bingkai pintu membuat nya menarik perhatian.

Yesung membawa Donghae ke dalam restoran. Seorang waiter menyambut saat keduanya masuk. Yesung segera menarik Donghae untuk menuju sebuah sofa di dekat sebuah stage lumayan besar di bagian depan. Suasana nyaman dan tenang membuat restoran ini cukup di minati. Hidangan yang di tawarkan pun menarik dengan suasana dalam restoran yang menarik dengan warna-warna di dominasi putih, coklat emas dan hitam. Terlihat minimalis tapi cukup luas.

"Dimana Kyu?" tanya Donghae setelah ia mendudukan dirinya di sofa membuat Yesung tersenyum.

Yesung mengedarkan pandangan nya ke seluruh restoran mencari sosok Kyuhyun. Ia melebarkan senyuman nya saat melihat Kyuhyun tengah mengantarkan sebuah hidangan ke sebuah meja di sudut kanan.

"Dia ada di sana" gumam Yesung memberitahu Donghae.

Donghae hanya menyengir. Pandangan nya tetap lurus ke depan, toh percuma jika ia mengikuti Yesung yang celingak celinguk.

Yesung mengangkat tangan nya saat ia bertemu pandang dengan Kyuhyun. Bisa di lihat Kyuhyun cukup kaget dengan sosok Yesung terutama Donghae. Langsung saja ia menghampiri meja kedua orang yang sangat di kenalnya itu.

"Hae hyung! Sungie hyung!" sapa Kyuhyun saat sudah berada di dekat meja kedua nya.

Donghae langsung mengalihkan pandangan nya kearah suara yang ia dengar, "Kyunie!" panggilnya riang.

"Kalian kemari?" tanya Kyuhyun sedikit tidak percaya.

Yesung mengangguk, "Tadi Hae meminta untuk menemani nya berkeliling jadi sekalian saja kami makan di luar dan dia ingin makan di sini" jelas Yesung.

Senyuman di wajah Kyuhyun sedikit pudar. Ia menatap Donghae intens dan memperhatikan ekspresi di balik senyuman childish yang Donghae tujukan pada nya. Kyuhyun menghela napas seakan bisa menebak apa yang terjadi.

"Lepaskan topi mu saat sudah di dalam, hyung" Kyuhyun melepaskan topi yang masih Donghae kenakan. Ada beberapa butir salju di topi tersebut. Donghae hanya menyengir membuat Kyuhyun tersenyum.

"Dasar anak kecil" gumam nya.

"Ya aku lebih tua dari mu, Kyu!" protes Donghae sambil merengut mendengar ejekan dari Kyuhyun.

Kyuhyun hanya menggelengkan kepala nya lalu beralih menatap Yesung sejak tadi hanya memandangi dirinya dan Donghae sambil terkikik geli.

"Jangan memandangi kami begitu, Sungie hyung" seru Kyuhyun.

"Kalian lucu"

"Kami bukan badut"

Donghae hanya memiringkan kepala nya bingung mendengar perbincangan Kyuhyun dan Yesung.

"Sudahlah, kalian mau makan apa? Aku masih harus bekerja" ucap Kyuhyun sembari mengeluarkan note dari saku baju waiter nya.

"Aku kimchi bbokeumbbop dan dak gang jung" ucap Yesung yang langsung di catat oleh Kyuhyun.

"Hae mau pesan apa?" tanya Yesung pada Donghae yang masih terdiam.

"Heum… aku bingung" jujur Donghae.

"Dia makan apa saja suka, hyung. Sudahlah, aku harus ke meja lain nya"

Sebelum Donghae melontarkan protesan, Kyuhyun sudah pergi ke meja lain nya menyapa para pengunjung.

"Aku kan belum pesan" gumam Donghae sambil menggembungkan pipi nya kesal. Yesung hanya bisa tertawa melihatnya.

"Tenang saja. Kyu pasti bisa menebak apa pesanan mu" ucap Yesung menenangkan.

Kedua nya pun menanti pesanan di antar. Yesung memberitahu Donghae bagaimana kondisi restoran saat ini. Restoran cukup ramai oleh pengunjung. Beberapa waiter pun menyapa dan mengantarkan pesanan.

Pandangan Yesung beralih menuju stage yang di depan sana. Ada sebuah grand piano berwarna hitam di sana. Dan terlihat dua namja baru saja berada di atas stage. Seorang namja manis langsung duduk di kursi hadapan piano nya dan seorang namja imut duduk di sebuah kursi yang di letakan di tengah stage dengan sebuah gitar di pangkuan nya. Kedua namja itu terlihat tengah check sound untuk pertunjukan live music yang biasa di adakan restoran itu mulai pukul 7 malam.

Setelah beberapa saat menunggu, Kyuhyun kembali menghampiri meja Yesung dan Donghae dengan makanan yang di pesan. Di meja pun sekarang sudah ada nasi goreng kimchi, dak gang jung dan kimchi rice bulgogi yang di pilih Kyhyun untuk Donghae.

"Kyu, apa kau sedang sibuk?" tanya Donghae saat Kyuhyun meletakan piring makanan di meja.

"Heum, lumayan. Waeyo?" balas Kyuhyun.

Donghae hanya menggeleng lalu tersenyum manis.

"Aku ingin berbicara dengan mu nanti, hyung" bisik Kyuhyun pada Yesung sebelum melangkah pergi melanjutkan pekerjaan nya kembali. Yesung hanya mengernyit bingung memperhatikan sosok Kyuhyun yang sudah melayani meja lain.

"Ada apa Yesung hyung?" tanya Donghae tiba-tiba.

"Ah? Aniyo, ayo makan"

Donghae hanya mengangguk lalu mulai makan makanan yang di pesankan oleh Kyuhyun. Ia tersenyum saat merasakan makanan apa itu, rasanya cocok di lidah Donghae. Pilihan Kyuhyun tepat. Yesung dan Donghae pun menikmati makan malam ini dalam tenang. Sesekali Yesung mengajak Donghae berbincang ringan.

"Selamat malam semua nya. Kita bertemu lagi malam ini. Kami akan memainkan beberapa lagu untuk menemani santap malam kalian. Selamat menikmati"

Pandangan seluruh pengunjung teralih menuju stage saat namja dengan gitar berwarna pink bercorak hitam itu bersuara lewat mic nya.

"Ada live musik di stage yang ada di belakang mu" ucap Yesung menjelaskan pada Donghae yang terlihat bingung. Donghae hanya membeo sambil menganggukan kepalanya mengerti.

"Ada dua namja di sana. Seorang akan memainkan piano dan yang lain nya seperti nya gitar. Ah aku rasa kedua nya juga akan bernyanyi"

Yesung memberikan gambaran pada Donghae mengenai apa yang ada di stage. Donghae hanya menanggapi dengan anggukan sembari memakan makanan nya.

Tak berapa lama lantunan suara piano terdengar begitu indah dan merdu. Gitar pun mulai mengiringi permainan piano tersebut. Dan benar apa yang Yesung katakan, kedua namja itu mulai bernyanyi dengan suara merdu nya. Alunan irama yang indah membuat suasana restoran menjadi semakin menyenangkan untuk menikmati makan malam.

Entah mengapa Donghae menghentikan aktivitas makan nya dan memilih menajamkan pendengaran nya ke lagu yang tengah mengalun.

Yesung sedikit mengernyit bingung saat menyadari Donghae tak kembali memakan makanan nya namun sebelum ia hendak menanyakan, ia melihat Kyuhyun berdiri di dekat stand minuman tengah menatapnya sambil melambaikan tangan. Yesung menghela napas mengerti maksud Kyuhyun.

"Hae…" panggil Yesung namun tak ada respon dari Donghae. Yesung pun memegang tangan kiri Donghae yang tergeletak di meja dan sedikit menggoncangkan nya.

"Hae!" panggilnya lagi cukup keras.

Donghae cukup tersentak namun cengiran menutupi rasa terkejutan nya, "Hehe mianhae, waeyo hyung?" tanya nya.

"Aniyo. Aku mau ke kamar mandi sebentar nde?" ucap Yesung yang langsung di balas dengan anggukan dari Donghae.

Donghae kembali fokus mendengarkan musik dan lagu yang di mainkan oleh dua namja di stage itu. Senyuman mulai terpantri menikmati alunan nada itu. Donghae memang menyukai musik. Dulu dia suka bernyanyi dan hampir tiap hari ia mendengarkan lagu untuk mengusir rasa bosan nya karena tak melakukan apapun saat di rumah.

Yesung mendudukan dirinya di kursi di depan bar kecil yang meracik berbagai minuman ini. Ia menatap Kyuhyun yang sudah duduk di samping nya dengan tatapan bertanya.

"Waeyo Kyu?" tanya Yesung karena Kyuhyun tak kunjung berbicara.

Kyuhyun menghela napas lalu mengalihkan tatapan nya pada Donghae yang masih duduk manis di meja nya. Yesung pun mengikuti arah pandang Kyuhyun karena penasaran.

"Seharian ini kalian kemana saja hyung? Apa yang kalian lakukan?" tanya Kyuhyun langsung pada inti nya.

"Heum… Hae meminta ku menemani nya mencari sebuah pekerjaan jadi aku menemani nya berkeliling untuk mencari kerja" jawab Yesung apa ada nya.

"Lalu?" tanya Kyuhyun menatap Yesung dengan seksama. Yesung bisa melihat raut cemas di wajah namja yang berbeda 4 tahun darinya itu.

Yesung terlihat ragu untuk menjawab. Ia berpikir mencari kata-kata yang tepat hingga akhirnya hanya senyuman tipis nan getir yang di berikannya pada Kyuhyun yang kembali menghela napas. Kyuhyun sendiri sudah bisa menebak apa yang terjadi.

"Penolakan dengan berbagai macam ucapan menyakitkan?" tebak Kyuhyun membuat Yesung mengangguk sekali.

"Tidak semua nya seperti itu. Tapi hampir semua meremehkan kemampuan nya dan dia…" Kali ini Yesung menghela napas sembari menatap sosok Donghae yang sendirian di sana.

"Ini yang membuat ku sedikit tidak setuju saat ia berencana mencari kerja. Mereka hanya akan menyakiti Hae hyung. Aku bisa melihat kesedihan itu kembali hadir di wajahnya" gumam Kyuhyun sembari meminum minuman yang di pesan nya pada rekan nya.

"Tapi ini lebih baik bagi nya, Kyu. Biarkan saja. Dia harus mengetahui kenyataan di luar agar dia bisa belajar mencari yang terbaik untuk nya. Semakin dia tersakiti maka semakin kuatlah diri nya. Aku percaya Hae pasti mampu" ucap Yesung penuh keyakinan.

Kyuhyun tertawa pelan lalu mengangguk, "Aku juga percaya hyung. Hanya saja aku masih belum tega melihat nya terluka lagi sekarang. Cukup malam itu aku melihat nya begitu putus asa dan tersakiti" balas Kyuhyun sembari memainkan gelas di tangan nya.

Yesung tersenyum maklum. Ia menepuk pundak Kyuhyun. Kedua nya terdiam sejenak memperhatikan suasana restoran. Kyuhyun memang meminta waktu sebentar pada boss nya untuk berbicara dengan Yesung. Dia tak mau Donghae mendengar pembicaraan ini.

"Kyu…" panggil Yesung membuat Kyuhyun kembali beralih menatap nya dengan tatapan bertanya. Ia mengernyit bingung melihat ekspresi yang di tunjukan oleh Yesung.

"Hae…" Kyuhyun langsung mengalihkan tatapan nya saat Yesung menggumamkan nama Donghae sembari menunjuk ke depan sana.

.

Permainan musik dari dua namja di atas stage seketika terhenti saat seorang namja asing berdiri tepat di depan stage sambil memandang lurus kearah dinding di belakang stage. Semua pandangan dan bisikan heran pun terdengar riuh dari para pengunjung yang tengah menikmati music yang sudah terhenti itu.

Entah apa yang di pikirkan oleh Donghae, tiba-tiba namja itu berdiri dan berjalan menghampiri stage dengan patokan suara yang di tangkap pendengaran nya. Batin nya seakan membantu nya melangkah menuju stage tanpa menabrak meja pengunjung lain padahal ia tak mengenal denah dari restoran tersebut. Hingga akhirnya disinilah dirinya. Berdiri tepat di hadapan stage dengan senyuman lebar nan childish di wajahnya.

"Maaf, ada apa anda kemari?" tanya namja dengan gitarnya itu sembari sedikit mencondongkan tubuhnya kearah Donghae.

Donghae tak segera menjawab. Ia masih diam sembari tersenyum dan pandangan lurus pada dinding. Namja dengan gitar itu pun menoleh dan menatap rekan nya yang duduk di samping piano. Kedua nya saling bertatapan bingung.

"Annyeong. Donghae imnida" Donghae membungkukan badan nya memberi salam sembari mengenalkan dirinya. Kedua namja di stage itu pun semakin mengerutkan dahinya.

"Ah ne, ada apa Donghae-ssi?" tanya namja dengan gitar itu lagi. Ia sedikit melambaikan tangan nya di depan mata Donghae saat merasa Donghae tak memandang nya. Dan dugaan namja itu tepat, namja di hadapan nya ini—Donghae tidak bisa melihat.

"Siapa nama mu?" tanya Donghae lagi.

"Mwo?"

"Siapa nama yang memainkan gitar?" Donghae mengulang pertanyaan nya dengan antusias.

Namja di hadapan Donghae itu mengerjapkan mata nya bingung namun ia tetap menanggapi dan menjawab seluruh pertanyaan Donghae.

"Aku yang memainkan gitar. Lee Sungmin imnida" ucap namja bernama Sungmin itu sambil mengulas senyuman canggung.

Donghae menganggukan kepala nya, "Lalu yang bermain piano?"

"Ah yang bermain piano itu… Kim Ryeowook. Sebenarnya ada apa?" tanya Sungmin yang semakin penasaran.

Sebenarnya Sungmin tidak masalah dengan pertanyaan Donghae tapi ini bukan saat yang tepat. Pengunjung memandang mereka dengan bingung dan sedikit protes membuat Sungmin tidak enak. Dia ingin melanjutkan permainan nya namun tidak mungkin juga mengabaikan Donghae yang berdiri tepat di depan stage ini.

"Itu… A—"

"Hae hyung!"

Donghae cukup tersentak saat mendengar suara pekikan pelan Kyuhyun yang juga menarik lengan nya. Kyuhyun tersenyum meminta maaf pada Sungmin, Ryeowook dan pengunjung lain nya.

"Apa yang kau lakukan di sini, hyung?" bisik Kyuhyun sembari berusaha menarik Donghae untuk beranjak dari depan stage dan menjadi pusat perhatian seperti itu.

Donghae merengut kesal. Ia tak membalas ucapan Kyuhyun. Ia justru melepaskan genggaman tangan Kyuhyun.

"Sungmin-ssi, Ryeowook-ssi…" panggil Donghae membuat Sungmin dan Ryeowook saling melemparkan tatapan bingung.

Donghae mundur selangkah lalu kembali membungkukan badan nya kepada Sungmin dan Ryeowook yang cukup terkejut walaupun terbingung. Kyuhyun sendiri hanya bisa tercengang di tengah kebingungan nya.

"Tolong ajarkan aku cara memainkan gitar dan piano. Aku ingin bisa memainkan dua alat musik itu. Tolong bantu aku"

Sungguh kau membuat ku terkejut dengan tingkah mu. Tiba-tiba kau memohon di hadapan banyak orang untuk sesuatu yang tidak terduga. Namun aku sadar. Inilah awalnya. Akhirnya kau menemukan nya. Menemukan sesuatu yang menarik perhatian mu. Kau berniat untuk belajar dan aku bisa melihat seberapa antusias dan semangat mu lewat ekspresi polos yang kau tunjukan. Semangat, usaha, kerja keras dan doa. Ya jika semua di lakukan secara tekun, hasil yang baik pasti sudah menunggu.

.

.

-To be Continued-

.

.

Annyeong~

Haha ff ini memang khusus buat HaeKyu moment :3

Hae tersiksa ya~ sekali-kali gpp kkk

Niat awal mau buat 2shoot/3shoot tapi kayaknya bakal berchapter -_-"

Terimakasih untuk semua readers dan dukungan kalian /bow/

See ya~

.

Replying Riview :

Changmin loppie : Hae nangis karena ingat ortu dan semua ejekan orang-orang buat dia hehe Masih kurang banyak kah HaeKyu moment nya?._. Hae bisa lihat lagi atau enggak, di tunggu saja kelanjutan nya ^^ gomawo~

Kyuzi : Heyoo saeng~ ketemu lagi kkkk iya nih akhir-akhir ini aku juga gak ada bacaan di ffn, setuju banget, mending nunggu next chap ff daripada gak ada bacaan -_- sip~ makasih dukungan nya, fighting! Gomawo~

Cece : Haha iya nih sebagai hadiah udah lama gak share cerita baru jadi sekalian banyak aja xD gomawo~

Arum Junnie : /kasih tisu/ mollayo, lagi pengen liat Hae menderita T.T denger backsound nya rooftop prince yang Ali-Hurt itu jadi begini deh /nangis peluk Kyu #eh/ sip~ memang Hae mau di buat begitu kkk udah ketebak deh. Gomawo~

FiWonKyu0201 : Terimakasih udah suka~ semoga gak kepanjangan n buat ngantuk ya ahaha ini cepet gak? ._. gomawo~

Kyuwook : realita hidup itu chingu, dalam keluarga pasti masih ada aja yang gak suka sama yang lain nya. /apasih ini/ kkk~ gomawo~

haekyuLLua : I'm comeback~ haha iya sebagai bonus 3 sekalian /padahal baru di ketik chap 1 semua #plak/ haha iya di the wind, winter blows si hye kyo buta ya, aku malah belum nonton drama nya -_-" iya sekali-kali kyunie jadi baik n dewasa xD

AngeLeeteuk : haha biasanya Kyu manja ato cuek ya? Sekali-kali buat dia dewasa gpp toh di sini dia udah di tinggal ortu umur 8 tahun dan hidup bareng om-tante nya doang, otomatis dia harus mandiri (?) btw, buat ff lagi dong chingu~ gak ada bacaan nih dif fn .-. /nyeleweng/ kkk gomawo~

ChikaKYU : Mereka berdua ntar kesiksa kok, tenang aja /plak/ haha ne gomawo~

Fishydew : HaeKyuHae (?) sip sudah lanjut, gomawo~

Kkyu32 : heyo~ ketemu(?) lagi haha iya senasib sependeritaan kkk wah jinja? Gomapta~

MissBabyKyu : iya poor babyhae .-. realita kehidupan mungkin haha gak lama" banget kan ini? gomawo~

Guest1 : iya ini di lanjut kok~ gomawo..

Lovely yesungielf : ya begitu lah. Di real life juga banyak yang begitu .-. hae nangis keinget keluarga dan semua yang di lalui nya hehe gomawo~

Vha Chandra : heyoo~ ketemu lagi haha bagaimana kisah berikutnya? Apakah dugaan kamu benar? Saksikan chapter" berikutnya! /slap/ haha gomawo~

Shinjoo24 : Haha iya sama~ aku juga TeukHaeKyu brothershipper, mau TeukHae, HaeKyu atau KyuTeuk love it~ /gak penting/ haha gak ada petir badai ulala membahana(?) kok, hae Cuma keinget n putus asa aja haha gomawo~

KyuChul : heyoo~ sip ini udah lanjut. Gomawo~

Hikmajantapan : nahloh hyuk nya ikut baca? #eh kkk gak di apa-apain kok, aku gak tega berbuat macam2 (?) pada babyHae haha gomawo~

Ndah951231 : Apakah dugaan kamu benar? Apa yang terjadi pada HaeKyu nanti? Nantikan saja chap selanjutnya karena aku juga gak tahu /plak/ xD ne gomawo~

Dewi : /kasih tisu/ haha syukur deh kalo chemistry mereka bisa tersampaikan. Hohoho dugaan kamu tepat! Hae putus asa~ /kasih piring cantik (?)/ ne gak lama kan? Gomawo~

Fitri MY : ne sudah lanjut kok, gomawo~

Anonymouss : HaeKyu, KyuHae, beda ya? ._.)? haha aniyo, Aku gak ngeshipperin couple apa2, abis suka semua nya~ /plak/ semua couple suka, kalo di FF tergantung cerita nya. Gak sampe nge-shipp. Hehe waeyo? ._. ne sudah lanjut, gomawo~

Riekyumidwife : Eonniii~ /hug/ kkk wah tumben sampai netesin air mata eonn, sampaikah feel nya? Kkk~ hayo eonn kenapa ma ff ini. Aku niat buat ff ini sesuai req kamu waktu itu loh /nahloh, inget?/ tapi gak tahu deh wkwk gomawo eonn~

heeeHyun : haha iya 3 ff sekaligus soalnya udah lama gak update jadi gitu deh haha begitulah, brothership mereka selalu bikin iri apalagi kalo liat video-videonya SJ brothership aaah~ bisa liat gak ya Hae nya? Haha nantikan chap2 selanjutnya, gomawo~

nureazizah : jinja? Ne gomawo~

haexhyuk : eaaa tuh Hae ada yang mau jadi matamu uhuk! xD sudah lanjut, gomawo~

arumfishy : hae putus asa .-. haha sudah lanjut, gomawo~

Elfishy : /kasih tisu/ sampaikah feel nya? Syukur deh haha ne sudah di lanjut, gomawo~

Dayoung : Ada alasan kenapa hae lebih keliatan manja n kayak anak kecil di banding Kyu. Gak selalu dongsaeng yang manja. Tergantung bagaimana didikan mereka saat kecil. Maaf kalau jadi gak bisa bayangin n jadi aneh. Gomawo~

Choi chahyun : mereka sama2 kesiksa kok Cuma si Kyu belum keliatan aja menderita nya haha ne begitulah, gomawo~

Aulia : heyo saengie~ haha jinja? Makasih kalo suka ff2 ku. Ini gak lama kan? Hehe gomawo~

KyuHaELF : haha lihat saja nanti apakah Hae bisa liat lagi atau tidak? Aku juga gak tahu /plak/ ne gomawo~

NaraKim : Jinja? Feel dan pesan nya bisa sampai ke kamu? Syukurlah~ haha hae putus asa dengan semua nya setelah inget ortu n semua yang dia laluin haha gomawo~

Bella0203 : heyooo saengie~ haha syukur deh kalo feel nya terasa. Ne ini udah lanjut, gak lama kan? Gomawo~

.

KamsaHaemnida~ ^^

LyELF