PRECIOUS EYES
.
Main Cast :
Cho Kyuhyun
Lee Donghae
.
Genre : Friendship, Drama, Angst
.
Rated : T
Warning : Typo(s), bad plot, bored, OOC
Disclaimer : All Cast isn't mine but this plot story is mine!
.
LyELF
-Enjoy Reading!-
.
.
PART 3
ooOOoo Eyes ooOOoo
Krek!
Kyuhyun membuka loker nya di dressing room karyawan yang ada di bagian belakang restoran. Dengan cepat ia menarik ranselnya keluar dari loker dan meletakan nya di sebuah kursi kayu yang ada dalam ruangan itu.
"Lelah nya~" gumam Kyuhyun pelan pada ruangan kosong tersebut. Semua karyawan sudah pulang dan Kyuhyun rela pulang belakangan untuk membereskan beberapa meja dulu.
Tangan kiri Kyuhyun menepuk pundak nya yang terasa memikul beban beberapa kilo dan tangan kanan nya dengan santai membuka setiap kancing pada kemeja seragam waiter nya.
Namja itu menguap lebar menandakan seberapa mengantuk nya dia. Mata Kyuhyun terasa perih dan sangat berat. Entah kenapa hari ini ia merasa sangat lelah dan mengantuk.
Waktu sudah menunjukan pukul 11:45 membuat Kyuhyun semakin mempercepat aktivitas nya. Ia segera berganti dengan kaus yang di bawa nya, memakai mantel tebal nya, melilitkan syal ke leher nya, topi dan sarung tangan pun tak tertinggal.
Setelah nya, Kyuhyun segera keluar dari sana. Berjalan cepat menuju ke bagian depan restoran. Sebenarnya ia bisa keluar lewat pintu belakang namun masih ada seseorang yang menunggu nya di depan.
"Paman, aku pulang duluan," ucap Kyuhyun saat melewati ruangan boss nya.
Paman Shin—sang pemilik restoran pun hanya menjawab dengan senyuman manis dan lambaian tangan. Kyuhyun berlari kecil ke depan. Restoran sudah sepi. Hampir semua lampu juga sudah di padamkan.
Langkah Kyuhyun terhenti, pandangan nya terfokus pada sebuah meja dengan sebuah lampu di atas meja itu yang masih menyala. Dua orang namja tengah duduk di sana sembari berbincang.
Donghae…
Ya, setelah sedikit kehebohan yang di buat oleh namja berwajah childish itu kini Donghae sedang duduk di sana bersama dengan Ryeowook. Donghae menolak pulang bersama Yesung tadi dan memaksa ingin menunggu Kyuhyun pulang. Kyuhyun pun tak bisa memaksa Donghae pulang lagi setelah Donghae menatap nya dengan ekspresi penuh pengharapan.
Ingatan Kyuhyun pun kembali pada saat Donghae meminta tolong agar di ajarkan 2 alat musik—piano dan gitar oleh dua rekan kerja nya di sini. Donghae tidak main-main dengan pernyataan nya di depan umum itu. Terbukti saat ini dengan semangat Donghae yang terus meminta pada Sungmin dan Ryeowook hingga 2 namja itu tak mampu menolak.
Kyuhyun tersenyum melihat tawa renyah di wajah Donghae saat ini. Entah apa yang di bicarakan nya dengan Ryeowook. Namun satu hal lagi yang Kyuhyun sadari tentang Donghae yaitu hyung childish nya itu mudah sekali akrab dengan orang lain. Karakternya yang ceria dan easy going membuat orang-orang nyaman berada di samping nya. Bukti nya Ryeowook yang Kyuhyun tahu sedikit pendiam saja sekarang sudah terlihat akrab dengan Donghae hanya dalam waktu beberapa jam.
"Kalian terlihat senang sekali," celetuk Kyuhyun saat sudah berada tak jauh dari Donghae dan Ryeowook.
"Kyunie!" pekik Donghae girang saat mendengar suara Kyuhyun.
Ryeowook pun menoleh dan memberikan Kyuhyun senyuman manis nya.
"Kau tidak pulang Wookie hyung?" tanya Kyuhyun sambil membalas senyuman Ryeowook.
"Aku akan menginap di rumah Shin ahjussi jadi aku akan pulang dengan nya," jawab Ryeowook membuat Kyuhyun manggut-manggut. Ryeowook memang keponakan dari pemilik restoran ini. Walaupun kedua orang tua Ryeowook tidak setuju jika anak nya bekerja hingga larut malam tapi Ryeowook yang senang bermain piano dan menyanyi tetap nekat bekerja di restoran ini.
"Kyu~" panggil Donghae membuat Kyuhyun beralih menatap hyung nya itu. Kyuhyun mengernyit mendapat ekspresi sedih di wajah Donghae yang sangat jelas terlihat.
"Waeyo?" tanya Kyuhyun membalas panggilan Donghae.
"Apa kau di marahi boss mu? Mianhae, aku tak bermaksud membuat kehebohan tadi. Kaki ku terasa jalan sendiri menuju stage dan langsung meminta Min hyung dan Wookie mengajarkan ku," sesal Donghae dengan ekspresi bersalah.
Kyuhyun hanya tersenyum walaupun dia tahu Donghae tak melihat senyuman nya. Dia mendekati Donghae dan justru mengambil topi Donghae yang tergeletak di meja. Tangan nya mulai memakaikan topi itu ke kepala hyung nya.
"Kyu~" panggil Donghae setengah merengek karena Kyuhyun tak merespon ucapan nya.
"Aku marah, kau membuat ku malu," ucap Kyuhyun membuat Donghae semakin merasa bersalah.
Kyuhyun tersenyum geli melihat ekspresi sedih Donghae, "Aku hanya bercanda. Paman Shin tidak memarahi ku. Kau tenang saja, hyung," jelas Kyuhyun sembari mengelus pundak hyung nya. Donghae pun mulai mengulas senyuman nya.
"Wookie hyung jangan menatap ku begitu," protes Kyuhyun saat menyadari Ryeowook yang menatap nya dengan tatapan aneh.
Ryeowook hanya terkekeh pelan. Entah kenapa Kyuhyun terlihat berbeda di mata nya saat bersama Donghae.
"Sudahlah, ayo kita pulang hyung," ajak Kyuhyun.
Donghae mengangguk dan mulai berdiri.
"Wookie-ah, gomawo sudah bersedia mengajari ku. Aku senang bisa mengenal mu," ucap Donghae dengan senyum childish nya.
"Ne hyung, aku juga. Datang saja kemari saat sore hari sebelum live show dan aku akan mengajarkan mu piano," balas Ryeowook membuat Donghae mengangguk penuh semangat.
"Oke, kami duluan nde hyung."
"Hati-hati."
Setelah memberi salam, Kyuhyun pun menggandeng tangan Donghae dan menuntun nya menuju pintu keluar. Kyuhyun lebih sering menggandeng tangan Donghae walaupun Donghae sudah memiliki tongkat hitam yang bisa menuntun langkah nya sendiri.
Ryeowook memperhatikan sosok dua orang itu hingga mereka keluar dari restoran. Senyuman manis tetap terukir di wajah nya. Donghae orang baik, ceria dan penuh semangat walau memiliki kelemahan tubuh. Dan hal itu yang membuat Ryeowook tak mampu menolak permintaan namja itu untuk mengajarkan piano. Ryeowook tahu bukan hal mudah mengajari Donghae. Namja itu tak mampu membaca dan melihat not-not balok dalam buku musik. Hanya bermodalkan latihan secara praktek dan ingatan kuat untuk mengingat semua nada, teknik dan kombinasi not nanti nya. Tapi Ryeowook yakin saat Tuhan memberikan kelemahan maka Dia tak akan lupa memberikan sebuah kelebihan yang bahkan tak di miliki orang normal.
.
.
Saat ini Donghae dan Kyuhyun tengah berjalan menyusuri jalan menuju rumah mereka. Donghae berjalan dengan tuntunan tongkat nya sendiri saat ini. Sedangkan Kyuhyun berjalan santai di sebelah nya dengan kedua tangan tersembunyi di balik saku jaket nya. Berulang kali ia menguap lebar tanpa Donghae sadari.
"Kyu…" panggil Donghae pelan membuat Kyuhyun menoleh dan menatap Donghae yang hanya memandang kosong hamparan salju di jalanan.
"Waeyo hyung?" tanya Kyuhyun menanggapi panggilan itu.
"Benar kau tidak marah padaku?" Donghae melontarkan pertanyaan yang masih saja mengganjal pikiran nya.
"Kenapa aku harus marah?" Kyuhyun justru balik bertanya.
"Membuat live musik terhenti tiba-tiba dan mengganggu kenyamanan pengunjung yang sedang menikmati nya. Membuat mu malu di depan orang-orang dan membuat kau di panggil boss mu," lirih Donghae memaparkan apa saja yang di perbuat nya tadi.
Kyuhyun terkekeh membuat Donghae mengalihkan tatapan ke arah Kyuhyun, menunjukan ekspresi bingung pada dongsaeng nya itu.
"Aku sudah bilang tidak marah bukan? Sudah hyung jangan di pikirkan lagi. Dan paman Shin memanggil ku bukan karena masalah yang kau perbuat, arrachi?" ucap Kyuhyun menjelaskan. Donghae terdiam sejenak sebelum menganggukan kepala nya.
"Apa hari ini kau senang?" tanya Kyuhyun sambil melirik Donghae kembali dengan ekor mata nya.
Donghae terlihat berpikir sebelum mengangguk dan tersenyum lebar, "Sangat senang~" seru nya membuat Kyuhyun menggulum senyuman.
"Aku ingin segera bisa memainkan gitar dan piano. Minimal salah satu dari itu harus segera ku kuasai. Mungkin aku bisa melakukan sesuatu dengan itu nanti?" gumam Donghae semangat namun di akhiri dengan nada pelan sedikit ragu.
"Haha kau pasti bisa, hyung. Aku yakin itu," semangat Kyuhyun.
"Ne, aku akan berusaha keras! Aku akan buktikan pada mereka bahwa aku bisa melakukan sesuatu. Aku akan buat mereka menyesal sudah meremehkanku," ucap Donghae sadar tidak sadar membuat Kyuhyun menatapnya dengan senyuman getir.
Kyuhyun sangat mengerti apa maksud ucapan Donghae barusan. Jika ada seseorang yang bisa melihat apa yang di rasakan orang lain lewat pancaran mata nya, maka Kyuhyun akan mengerti dan menebak bagaimana perasaan Donghae hanya dengan memperhatikan ekspresi yang di tunjukan namja itu. Di mata Kyuhyun, Donghae masih sangat polos. Semua perasaan hyung nya itu tergambar jelas lewat ekspresi nya sadar atau tanpa di sadari oleh Donghae tanpa bisa di sembunyikan dari Kyuhyun.
Kyuhyun mendekati Donghae dan mengapit lengan hyung nya itu.
"Lupakan hal-hal yang tidak menyenangkan hari ini. Ingat saja semua hal menyenangkan yang membuat mu tersenyum," ucap Kyuhyun pelan mirip sebuah bisikan.
Donghae cukup tercenung dengan ucapan Kyuhyun namun akhirnya tersenyum tipis lalu mengangguk.
"Kau sudah tahu semua nya dari Yesung hyung?" tanya Donghae.
"Eoh? Darimana hyung tahu?" tanya Kyuhyun membuat Donghae terkekeh.
"Kau mengatakan hal seperti itu berarti kau sudah tahu bahwa hari ini aku mengalami hal yang tak menyenangkan," ucap Donghae membuat Kyuhyun manggut-manggut.
"Jangan menyembunyikan suatu hal dari ku, hyung," ucap Kyuhyun.
"Aku tidak bermaksud menyembunyikan sesuatu, aku berniat menceritakan semua yang ku lalui hari ini setelah kita pulang atau besok pagi tapi ternyata kau sudah tahu dari Yesung hyung," terang Donghae.
"Heum… Apa hati mu sakit?"
"Sedikit. Aah~ aku tidak sabar untuk latihan bersama Min hyung dan Wookie" Donghae mengalihkan pembicaraan membuat Kyuhyun hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala.
Mereka berdua pun melanjutkan perjalanan pulang dengan udara yang semakin menusuk tulang. Donghae menceritakan apa saja yang ia sempat bicarakan dengan Sungmin dan Ryeowook, sedangkan Kyuhyun hanya menanggapi dengan respon kecil dan gumaman singkat.
.
Bruk!
Kyuhyun langsung menjatuhkan dirinya di atas ranjang setelah tiba di rumah. Lelah dan mengantuk yang mendera nya sejak tadi sudah tak bisa tertahan lagi. Bahkan ia belum berganti pakaian dengan mantel, syal dan sarung tangan masih terpasang rapi di tubuhnya. Mata nya langsung terpejam sempurna.
"Kyu?" panggil Donghae yang tengah mengganti pakaian nya.
"Kyunie sedang apa?" Donghae kembali bertanya karena Kyuhyun tak membalas ucapan nya.
Tetap tak ada suara yang membalas membuat Donghae mengerutkan dahi nya. Dengan kebingungan, Donghae menghampiri ranjang dan duduk di pinggiran nya. Ia meraba-raba permukaan kasur hingga tangan nya bersentuhan dengan rambut Kyuhyun.
"Kyu, apa kau tidur? Kau belum ganti pakaian kan? Cepat ganti dulu," ucap Donghae sembari mengelus surai coklat Kyuhyun dengan lembut.
Donghae semakin menautkan kedua alisnya. Kyuhyun tetap tak merespon nya. Kebingungan tersirat kecemasan semakin menghantui nya. Donghae mulai meraba lekuk wajah Kyuhyun sekilas dan menggoncang tubuh Kyuhyun.
"Kyu!" panggil Donghae lagi lebih keras.
Akhirnya dengkuran halus mulai tertangkap pendengaran Donghae. Helaan napas lega keluar dari mulut namja itu. Sekarang dia yakin Kyuhyun sudah terlelap. Ingin rasanya membangunkan adik nya itu agar berganti pakaian terlebih dahulu namun ia urungkan niat nya dan membiarkan Kyuhyun tetap tertidur.
Tangan Donghae pun meraba sekitar mencari bantal. Posisi tidur Kyuhyun asal karena namja itu tak mempedulikan bantal atau apa pun lagi. Donghae tersenyum setelah menemukan yang ia cari. Segera ia mengangkat sedikit kepala Kyuhyun dan meletakan bantal di bawah nya.
Dengan perlahan Donghae juga melepas sarung tangan dan syal Kyuhyun. Lalu menyelimuti Kyuhyun dengan selimut nya. Hanya itu yang bisa di lakukan nya untuk Kyuhyun, Ia takut jika mencoba melepas mantel justru Kyuhyun akan terbangun.
Donghae mulai merebahkan tubuhnya di samping Kyuhyun. Tangan nya masih setia memainkan rambut dongsaeng nya perlahan membuat empu nya melenguh nyaman, Donghae tersenyum geli. Dengan hati-hati Donghae mulai meraba wajah Kyuhyun lebih seksama. Mulai dari kening, alis, mata, hidung, pipi, dan bibir Kyuhyun.
"Kau pasti lelah bukan?" Donghae mulai bergumam seorang diri. Meraba wajah Kyuhyun membuat Donghae bisa mendapat gambaran ekspresi yang Kyuhyun tunjukan saat tertidur. Garis wajah Kyuhyun yang terasa keras dan menegang menandakan ada sebuah kelelahan yang sangat namun garis lengkungan di bibir Kyuhyun membuat Donghae mendesah lega. Kyuhyun tersenyum dalam tidurnya.
"Mianhae, aku belum bisa membantu mu Kyu," gumam Donghae lagi.
"Tapi aku janji akan membantu mu suatu saat nanti. Aku tidak ingin kau kelelahan seperti ini lagi," tekad Donghae sembari mendekatkan tubuhnya pada Kyuhyun dan mulai merengkuh tubuh namja yang sudah menjadi dongsaeng nya itu.
"Aku akan berusaha membuat Kyunie selalu tersenyum dan tertawa senang," Donghae mulai memejamkan mata nya walau bibirnya terus berucap.
"Hyung akan selalu menemani Kyunie. Nae yaksoke."
Mendengar seluruh ucapan mu yang samar dalam mimpi ku. Melihat senyuman polos mu itu membuat semua rasa lelah ku menghilang. Tidak ada yang perlu kau lakukan untuk membuat ku senang. Hanya satu hal yang perlu kau lakukan. Tetaplah tersenyum… maka aku pun akan bahagia.
.
.
.
ooOOoo Eyes ooOOoo
Waktu terasa berputar begitu cepat. Hari demi hari hingga minggu demi minggu terlewati begitu saja. Tanpa terasa sudah sebulan sejak pertemuan pertama Kyuhyun dengan Donghae. Kedua nya sudah tinggal bersama selama lebih dari sebulan. Melewati hari bersama dan semakin saling mengenal satu sama lain. Memahami sifat dan karakter masing-masing lebih dalam lagi.
Sudah sebulan pula Donghae kembali menemukan semangat nya untuk berjuang dan belajar akan suatu hal baru. Seperti memulai sebuah kehidupan baru di dalam dunia yang belum pernah ia lakukan.
Sulit…
Tentu saja, semua pembelajaran pasti di awali dengan kesulitan. Ketekunan dan kerja keras akan membuat setiap pembelajaran menjadi lebih mudah seiring berjalan nya waktu.
"Kka coba mainkan lagu itu dengan kunci G," suara Sungmin seakan menggema di rumah kecil tersebut.
Sungmin tengah mengajari Donghae memainkan gitar seperti biasanya. Sudah seminggu ini, namja aegyo itu bersedia datang ke rumah Donghae dan Kyuhyun karena kelenggangan waktu yang di miliki nya.
Donghae mengangguk antusias. Jemari kiri nya mulai menekan senar sesuai kunci dasar yang di ajarkan oleh Sungmin sedangkan jemari kanan nya memetik senar tersebut sehingga mengeluarkan lantunan nada.
"Ah, aniyo. Jari tengah mu di sini dan kelingking mu menekan senar yang paling pinggir," Sungmin mengarahkan jemari Donghae saat di pertengahan lagu yang di mainkan.
Donghae meringis tapi tetap menampilkan senyuman tipis nya. Pandangan mata nya lurus ke depan tanpa memandang gitar yang ada di pangkuan nya sedikit pun. Hanya perasaan yang di gunakan dan ingatan tentang semua jenis teknik dan nada.
"Jang! Kau semakin pandai Hae~" puji Sungmin setelah Donghae berhasil menyelesaikan satu lagu tanpa kesalahan lagi.
"Ini berkat dirimu, hyung. Gomawo," balas Donghae lalu tersenyum lebar.
Donghae mengembalikan gitar milik Sungmin kepada empu nya. Ia mulai merenggangkan jemari nya yang terasa pegal. Belajar gitar tidak semudah yang di pikirkan oleh nya. Bahkan jemari nya terluka dan tersayat oleh senar saat minggu-minggu awal dirinya berlatih.
"Apa masih terasa sakit?" tanya Sungmin sembari memperhatikan jemari Donghae yang cukup memerah.
Donghae menggelengkan kepala nya,"Hanya sedikit pegal," jawabnya.
Sungmin menepuk punggung tangan Donghae beberapa kali, "Setelah terbiasa pasti tidak akan sakit dan pegal lagi," ucapnya yang di balas dengan anggukan kepala oleh Donghae.
"Ah! Sudah hampir jam 6. Apa hari ini kau mau ke restoran lagi?" tanya Sungmin pada Donghae sembari memasukan gitarnya ke dalam tempatnya.
"Tentu saja hyung! Aku harus belajar dengan Wookie sekarang"
Donghae bangkit berdiri dan mulai melangkah menuju lemari untuk berganti pakaian. Tak perlu tongkat maupun meraba lagi, Donghae sudah hafal letak dan jarak dari benda-benda dalam rumah ini.
Sungmin hanya tersenyum memperhatikan Donghae. Namja itu memiliki semangat yang sungguh mengagumkan. Ingatan Sungmin kembali saat pertama kali Donghae berlatih dengan nya. Beberapa jari Donghae terluka namun namja tetap gigih untuk berlatih gitar bahkan piano. Sungmin pun harus berdecak kagum dengan ingatan yang di miliki Donghae. Namja itu cepat sekali menyerap apa yang di berikan dalam pelajaran. Beberapa teknik dari Sungmin juga Ryeowook tak ada yang di lupakan, entah bagaimana caranya.
"Hae…" panggil Sungmin.
Donghae yang tengah memakai jaket tebal nya menoleh ke arah suara Sungmin, "Hyung memanggilku?" tanya nya.
"Apa yang akan kau lakukan setelah berhasil menguasai gitar?" tanya Sungmin membuat Donghae terlihat berpikir. Sungmin memperhatikan ekspresi yang di tunjukan oleh namja tersebut.
"Menghibur?" jawab Donghae ragu lalu menyengir lebar.
"Maksudmu?"
Donghae menghela napas, ia tak segera menjawab pertanyaan Sungmin. Ia beralih mengambil tongkat hitam yang di letakan di samping ranjang lalu menghampiri Sungmin.
"Aku ingin memiliki keahlian khusus dan membuktikan pada orang-orang bahwa aku juga mampu. Aku suka musik. Sejak kecil aku selalu mendengarkan music begitu pula saat aku di sini," ucap Donghae lalu memberi jeda pada cerita nya terlebih dahulu.
"Mungkin aku bisa menghibur orang-orang dengan permainan ku seperti dirimu dan Wookie juga. Aku juga sudah berjanji pada Kyu untuk mencoba hal-hal baru yang membuatku tertarik. Dan mungkin aku bisa membantu Kyu nanti nya dengan kemampuan yang sudah ku pelajari ini," Donghae tersenyum setelah menjabarkan impian nya pada Sungmin.
Sungmin mengangguk paham, "Kau bisa bermain gitar dan bernyanyi seperti ku untuk menghibur orang lain," ucapnya sambil menepuk pundak Donghae.
"Kajja, kita berangkat sekarang"
Sungmin bangkit berdiri dan memakai mantel nya. Ia segera menggendong tas gitarnya lalu beranjak keluar di ikuti oleh Donghae. Kedua nya meninggalkan rumah dan berjalan menuju restoran yang jaraknya tak jauh dari rumah ini.
.
.
Dengan mata berbinar, Kyuhyun menatap amplop putih yang ada di tangan nya. Senyuman senang tak kunjung pudar dari wajah nya sejak menerima ini dari boss nya beberapa saat lalu. Ini adalah bonus akhir tahun. Bukankah hebat? Kyuhyun baru bekerja sebulan lebih namun ia sudah mendapat bonus seperti karyawan lain nya. Walau jumlah nya tidak sebanyak yang lain nya tapi boss nya itu sungguh baik. Ia beruntung restoran ini menerima nya dulu.
"Besok aku akan mengajak Hae hyung jalan-jalan," gumam Kyuhyun pada dirinya sendiri.
Berhubung besok adalah malam akhir tahun maka semua karyawan mendapatkan liburan. Dan karena hal itu juga, Kyuhyun berniat menghabiskan waktu jalan-jalan bersama Donghae. Selama ini ia dan Donghae hanya sering jalan-jalan mengitari pertokoan dan taman dekat kawasan ini karena Kyuhyun harus bekerja setiap hari. Dan tak ada salah nya jika Kyuhyun mengajak hyung nya itu untuk pergi dan mengenalkan tempat lain yang menyenangkan.
Kyuhyun pun tertawa pelan karena membayangkan apa saja yang sudah di rencanakan nya.
"Ah pabbo Kyu! Hae hyung pasti sudah menunggu lama," Kyuhyun menepuk dahi nya sendiri karena melupakan jika saat ini Donghae tengah menunggu sendirian di depan.
Seperti hari biasanya, Donghae akan datang ke restoran untuk berlatih bersama Ryeowook sebelum dan setelah show. Boss sekaligus paman Ryeowook awalnya tidak setuju dengan hal itu karena Donghae pun bukan siapa-siapa di restoran nya namun melihat Kyuhyun, Sungmin dan Ryeowook yang memohon membuat nya luluh juga.
Tak ingin membuang waktu, Kyuhyun segera melesat menuju dressing room untuk berganti pakaian dan mengambil barang-barang nya. Setelah nya ia langsung berlari menuju bagian depan resto.
Lampu sudah di padamkan seluruhnya, hanya penerangan dari luar yang terbiaskan lewat kaca jendela saja yang menjadi sumber terang restoran tersebut.
"Hae hyung…"
Langkah Kyuhyun terhenti saat tiba di depan. Dia mengedarkan pandangan nya ke seluruh sudut ruangan.
"Hae hyung… Eodiga?" gumam Kyuhyun tidak percaya saat tidak mendapatkan sosok Donghae di tempat itu.
Degub jantung nya langsung berpacu. Apa Donghae sudah pulang duluan? Tidak mungkin. Lalu dimana?
Kyuhyun menghela napasnya, mensugestikan dirinya untuk tenang. Dengan berlari kecil ia menghampiri satu rekan kerja nya yang terlihat masih duduk di stand minuman dan sibuk dengan ponsel nya.
"Jaesuk hyung!" panggil Kyuhyun membuat rekan nya itu menoleh.
"Hei Kyu, kau belum pulang?" Jaesuk tersenyum dan bertanya.
Kyuhyun tersenyum sedikit di paksakan. Ia menggelengkan kepalanya untuk menjawab.
"Apa kau melihat Donghae hyung ku?" tanya Kyuhyun langsung pada inti nya.
Jaesuk terlihat berpikir sejenak. Ya, hampir seluruh karyawan sudah mengenal sosok Donghae yang tidak pernah absen datang ke restoran ini walaupun dirinya tidak bekerja di restoran.
"Donghae… Tadi aku melihat nya jalan keluar restoran. Ku kira dia menyusul mu yang sudah di luar," jawab Jaesuk membuat Kyuhyun menautkan alisnya.
"Keluar?" Kyuhyun menunjuk pintu keluar untuk memastikan. Jaesuk mengangguk pasti.
"Gomawo hyung, aku duluan."
Setelah mengucapkan itu, Kyuhyun langsung melesat keluar meninggalkan rekan nya yang terlihat kebingungan dengan tingkahnya.
Kyuhyun mengedarkan pandangan nya ke sekitar jalanan depan resto.
Sepi…
Hanya ada beberapa mobil yang masih melaju di jalan raya yang sangat lenggang itu lalu satu dua orang yang berjalan di trotoar.
"Hae hyung!" teriak Kyuhyun memecah keheningan malam. Perasaan khawatir sudah menyelimuti hati nya sekarang. Sungguh ia bingung Donghae kemana, Donghae tidak mungkin pulang mendahului Kyuhyun tapi kenapa Hae keluar?
Dengan tergesa ia mengeluarkan ponsel nya dan mendial nomor Donghae. Pilihan tepat Kyuhyun membelikan Donghae ponsel walau ia harus mengajarkan Donghae cara memakai nya dalam waktu tidak singkat.
"Ayo angkat Hae hyung… Ish!"
Kyuhyun merutuk ponsel nya sendiri saat hanya suara operator yang menyapa pendengaran nya. Dengan kesal ia menendang tumpukan salju di depan kaki nya. Mengedarkan kembali pandangan nya ke sekitar jalan namun sosok Donghae tetap tak terlihat.
Apa yang harus ku lakukan? Dimana Donghae hyung? Apa dia baik-baik saja?
Akhirnya setelah beberapa saat terdiam di depan restoran dan memutar otaknya untuk berpikir, Kyuhyun mulai melangkah menuju arah rumah nya. Ya, mungkin saja Donghae pulang duluan karena menunggu Kyuhyun terlalu lama walau Kyuhyun tidak yakin akan hal itu.
Namun baru beberapa langkah, Kyuhyun berhenti. Ia menoleh ke sebuah gang kecil di sebelah restoran. Gang yang gelap walau ada sedikit cahaya remang. Suara-suara keributan membuat dirinya merasa penasaran. Dengan ragu, ia melangkahkan kaki masuk ke dalam gang, mendekati suara ribut yang ditangkap pendengaran nya.
.
Bruk!
"Setelah menabrak kami, kau ingin pergi saja hah?!"
"Aku sudah minta maaf!"
Donghae memekik keras membuat suara nya sedikit bergema di dalam gang tersebut. Ia kesal pada dua orang yang tidak sengaja di tabraknya saat berada di depan restoran. Berulang kali ia sudah meminta maaf tapi dua orang itu justru menyeretnya ke tempat asing dan lembab menurutnya. Donghae bisa mencium aroma alcohol terkuar dari mulut kedua nya membuat Donghae yakin mereka setengah mabuk.
"Buta! Haha si buta ini menantang kita eoh?" Seorang dari mereka mencondongkan badan nya ke arah Donghae. Ia menunjuk-nunjuk dahi Donghae dengan telunjuk nya dan tawa kembali pecah dari dua orang yang menurut Donghae gila itu.
"Minggir!"
Donghae menepis tangan yang masih menyentuh dahi nya. Ia berusaha berdiri namun dua orang itu mendorongnya sehingga Ia kembali tersungkur di jalanan. Mantel nya sudah di nodai oleh butiran salju.
"Apa mau kalian?!" tanya Donghae dengan nada tinggi. Tatapan lurus ke salju di hadapan nya seakan enggan menatap wajah dua orang pengganggu nya itu.
"Apa yang orang buta lakukan malam-malam?"
"Orang buta—hahaha"
"Buta itu cacat, tidak bisa melihat. Dia tidak bisa melihat kita, man!"
Donghae meraup salju dengan tangan terlapisi sarung tangan nya lalu menggenggam nya dengan erat. Dua orang ini terus saja menghina nya sejak tadi. Tubuh Donghae mulai memanas. Ia tahu tak ada guna nya marah pada dua orang gila itu tapi tetap saja ia merasa panas dengan semua ucapan mereka.
Donghae menghela napasnya. Memejamkan mata nya berusaha meredam amarah yang sudah meletup-letup dalam dirinya. Ingin rasanya memukul dan membuat orang itu bungkam.
"Ukh!" Donghae meringis saat sebuah tangan besar menjambak rambut nya dan membuat wajah nya mendongak.
"So poor you, man. You can't see us, right? Hahaha."
Apa kekurangan seseorang itu lucu bagi orang lain? Apa pantas menjadikan hal tersebut sebagai lelucon, bahan ejekan dan hinaan? Bukan kah menghina kekurangan orang lain sama saja menghina Tuhan yang menciptakan setiap manusia?
Donghae tersenyum tipis mendengar ucapan itu.
"Tidak perlu kasihan padaku. Bahkan ku rasa kemampuan ku lebih hebat dari kemampuan kalian jadi kasihani saja diri kalian sendiri," balas Donghae entah mendapat keberanian darimana.
"Aish! Si buta ini sombong sekali!"
Kembali Donghae harus terjungkal ke belakang saat orang itu mendorong tubuh nya dengan kasar.
"Ayo beri si buta ini pelajaran!"
Seorang dari mereka mulai mengangkat kepalan tangan nya dan mengarahkan nya pada Donghae. Namun baru saja ia ingin melayangkan tinju nya, seseorang memelintir tangan nya ke belakang dan sebuah pukulan keras langsung di terima nya.
"Berani-berani nya kalian menyakiti hyung ku!"
Donghae tersenyum saat mendengar suara yang sangat di kenalnya itu, "Kyu!" pekik nya senang.
"Bitch!"
Seorang lain mulai menghampiri Kyuhyun dan menyerang namun Kyuhyun berhasil menghindar. Kyuhyun melayangkan tendangan kearah perut hingga orang itu mundur ke belakang.
Kyuhyun pun segera menghampiri Donghae.
"Kenapa hyung di sini?! Kau membuat ku cemas!" Donghae meringis mendengar cerocosan dari Kyuhyun di tambah remasan pelan di kedua pundaknya.
"Mianhae, a—"
Brugh!
"Akh!"
"—Kyu!"
Donghae kembali memekik saat ia mendengar suara pukulan dan ringisan dari Kyuhyun yang sudah tersungkur di samping nya. Donghae bisa menebak bahwa dongsaeng nya mendapat pukulan dan hal itu membuat nya geram. Ia masih bisa menerima jika orang memukul dirinya namun tidak jika orang itu memukul dongsaeng nya.
"Kyu?!" Donghae meraba sekitar nya mencari Kyuhyun.
Kyuhyun menghapus noda darah di bibir sudut kiri nya. Tangan nya menggenggam tangan Donghae yang masih meraba sekitar, "Gwenchana," ucap Kyuhyun menenangkan.
Dengan tatapan kesal, Kyuhyun menatap dua orang yang sudah berdiri sembari mengepalkan kedua tangan nya. Jujur Kyuhyun bergidik ngeri melihat dua orang itu. Sebenarnya Kyuhyun tidak pandai berkelahi bahkan bisa di bilang tidak pernah. Entah bagaimana caranya, tadi Kyuhyun mampu melawan dua orang itu dan memukul nya. Namun sekarang ia seakan kembali ke dunia nyata, ia tidak yakin bisa melawan dua orang itu. Kyuhyun menelan ludahnya dengan sulit—otthoke?!
"Si buta dan tikus kecil… Menyebalkan!"
Kyuhyun beralih menatap Donghae dengan kerutan bingung saat hyung nya itu melepaskan genggaman tangan Kyuhyun dan mulai berdiri. Entah mengapa Kyuhyun masih bergeming di tempatnya dan justru asyik memperhatikan hyung nya itu.
"Hyung…" lirih Kyuhyun.
Donghae tersenyum lalu mengangguk, "Sekarang… Jadilah mataku," ucap Donghae membuat Kyuhyun mengernyit bingung.
Donghae menghela napas panjang sebelum mengalihkan tatapan ke arah dua namja itu lalu mulai mengambil ancang-ancang.
"Apa yang mau kau lakukan, buta?!"
Donghae hanya tersenyum tipis mendengarnya. Tatapan nya lurus kea rah kaki dua orang di hadapan nya itu. Kyuhyun pun masih terduduk dengan rasa bingung yang menyelimuti nya.
"Kyu!" Kyuhyun tersentak saat Donghae memanggil nya dengan nada tinggi. Ia tidak menjawab karena tidak mengerti maksud Donghae.
"Bitch! Kita habisi mereka!"
Kyuhyun membulatkan mata nya saat melihat dua orang itu hendak memukul Donghae.
"Hyung! Awas depan mu!" Reflek Kyuhyun berteriak.
Donghae tersenyum sebelum melayangkan tendangan dan tinju nya ke arah depan dan entah sebuah keberuntungan atau apa, dua serangan Donghae tepat mengenai mereka.
Kyuhyun pun terkesiap dan mengerjapkan mata nya tidak percaya dengan aksi hyung nya itu. Donghae memukul dua orang itu? Donghae bisa berkelahi? Wow…
"Donghae hyung, samping!" Kyuhyun kembali berteriak secara reflek saat seseorang hendak memukul Donghae dari arah samping.
Mendengar itu Donghae beralih mengarahkan sikut nya ke arah samping hingga ia berhasil mengikut dada orang yang hendak memukulnya.
'Sekarang… Jadilah mataku."
Ucapan Donghae tadi kembali berputar di otak Kyuhyun. Seperti nya Kyuhyun mulai mengerti maksud nya sekarang. Ia tersenyum bangga memperhatikan Donghae yang masih bergerak sesuai insting dan arahan nya. Walau terkadang hyung nya tetap mendapat pukulan tapi setiap serangan Donghae berhasil mengenai lawan dan itu yang membuat Kyuhyun takjub.
Untuk pertama kali nya, aku harus mengatakan ini… Kau hebat, kau keren hyung! Sungguh aku tidak bisa mempercayai nya. Kau lebih hebat dari bayangan ku bahkan kau melakukan apa yang tidak bisa ku lakukan. Aku bangga pada mu! Setiap orang memang memiliki kekurangan dan kelebihan nya sendiri. Tuhan sangatlah baik dan adil.
.
.
"A…A-akh!"
Donghae meringis saat Kyuhyun menempelkan handuk hangat di pipi nya yang sedikit lebam. Dan entah untuk berapa kali Kyuhyun memutar bola mata nya dan mendengus kesal. Dimana sosok Donghae yang terlihat sangat kuat dan keren tadi? Donghae terus mengeluh sakit saat Kyuhyun mengobatinya wajah tampan hyung nya itu.
"Diamlah, hyung!" decak kesal Kyuhyun saat Donghae berusaha menepis tangan nya.
"Appo, Kyu~"
"Arraso, tapi diamlah! Luka mu harus di obati!" Donghae merengut kesal mendengar ucapan dongsaeng nya itu. Akhirnya dengan terpaksa ia menutup mulutnya walau terkadang ringisan keluar dari bibirnya.
Kyuhyun menempelkan sebuah plester di sudut kening kanan Donghae. Setelah nya ia tersenyum saat Donghae meraba kening nya sendiri untuk mencari tahu apa yang di berikan Kyuhyun.
Kyuhyun menyingkirkan kotak obat dari kasur. Setelah nya, entah apa di pikirkan namja itu, Kyuhyun membaringkan tubuhnya di kasur dan merebahkan kepalanya di atas pangkuan Donghae.
Donghae sedikit terkejut namun tak melontarkan protesnya. Ia justru tersenyum. Ia mengarahkan sedikit meraba wajah Kyuhyun lalu beralih mengusap surai rambut Kyuhyun.
"Aku sangat terkejut…" gumam Kyuhyun sembari memejamkan mata nya, "Aku tidak percaya kalau kau bisa berkelahi, hyung. Harus kuakui kau terlihat keren tadi," lanjut nya.
Donghae terkekeh mendengar pujian dari Kyuhyun.
"Saat kecil banyak anak-anak yang mengejek ku. Aku kesal dan akhirnya memukul mereka secara asal tapi ternyata pukulan ku berhasil mengenai mereka dan akhirnya mereka menangis," cerita Donghae mengenai masa kecil nya saat di Mokpo dulu. Kyuhyun yang membayangkan Donghae kecil pun tertawa pelan.
"Aku juga tidak percaya bisa melakukan nya tapi aku sadar insting ku cukup hebat. Aku bisa merasakan pergerakan udara bahkan aura dari orang-orang yang bergerak di sekitar ku."
Kyuhyun membuka mata nya dan memandang wajah Donghae di atasnya dengan tatapan takjub. Sedangkan Donghae hanya menatap lurus ke depan dengan senyuman geli terpantri di wajahnya.
"Hebat…" kagum Kyuhyun lagi, "Mungkin kau bisa menjadi tukang pukul atau bodyguard saja, hyung!" ucap nya polos.
Kyuhyun meringis saat mendapat jitakan pelan dari tangan Donghae yang sejak tadi mengelus rambutnya.
"Eomma bilang itu tidak baik. Jadi sejak saat itu aku jarang berkelahi lagi. Hanya dalam situasi terdesak aku melakukan nya dan mungkin karena itu insting ku sedikit berkurang haha," ucap Donghae membuat Kyuhyun manggut-manggut.
Donghae tak berucap lagi, ia asyik memainkan rambut Kyuhyun dengan jemarinya.
"Sepertinya kau begitu di manja orang tua mu, hyung," Kyuhyun kembali berucap, mengutarakan apa yang di pikirkan oleh nya.
Donghae pun mengangguk dengan cepat, membenarkan ucapan Kyuhyun.
"Mereka memang sangat memanjakan ku. Apapun yang ku butuhkan mereka selalu membantu nya. Mereka tak pernah meninggalkan ku sendiri dan selalu mengawasi ku setiap saat," ungkap Donghae, "Aku sangat menyayangi mereka."
Kyuhyun bisa melihat ekspresi sendu di wajah Donghae.
"Karena itu aku sangat kesulitan menjalani hidup ini setelah mereka pergi. Aku harus mulai belajar melakukan semua nya sendiri. Dan mungkin Song Ahjumma membuang ku karena merasa kerepotan," Donghae tertawa getir.
"Pantas saja…" gumam Kyuhyun membuat Donghae mengerutkan dahi nya, "Pantas saja kau kekanakan," ejek Kyuhyun.
Donghae terdiam sesaat sebelum tertawa pelan. Apa dia terlihat sangat kekanakan?
"Ya mungkin… Dan seperti nya kau terlalu dewasa dari usia mu, Kyu. Kita terbalik?" Donghae balas mengejek.
Kyuhyun hanya menarik sudut bibir kanan nya.
"Appa dan eomma pergi saat aku baru berusia 8 tahun dan aku anak tunggal. Sejak saat itu lah aku di tuntut untuk hidup lebih mandiri," Kyuhyun mulai membagi cerita nya. Donghae diam, mendengarkan dengan seksama.
"Tidak mungkin aku bermanja ria pada ahjumma yang memang tidak menyukai kehadiran ku yang bagi nya merusak keharmonisan keluarga nya. Lalu ahjussi pun juga tidak mungkin memanjakan ku karena ia sibuk dengan pekerjaan nya. Sepupu ku acuh tak acuh dengan kehadiran ku."
Kyuhyun tersenyum getir mengingat semua yang di lalui nya dulu.
"Mulai saat itu, aku mulai mengurus diriku sendiri. Mulai dari menyiapkan seragam, mengerjakan tugas sekolah bahkan membantu membersihkan rumah dengan sedikit berharap ahjumma akan menerimaku karena hal itu. Tapi nyatanya itu tak pernah terjadi hingga sekarang."
Donghae tersenyum sedih mendengar cerita dongsaeng nya ini.
"Mungkin karena hal itu, pemikiran ku jadi lebih dewasa dari anak seusia ku. Saat umur 10 tahun saja, aku sudah berpikir mencari kerja untuk mendapat uang. Lalu merencanakan untuk pergi dari rumah itu. Aku tidak bisa bermanja-manja lagi seperti yang lain."
Kyuhyun memiringkan tubuhnya kemudian melingkarkan tangan nya di pinggang Donghae, memeluk hyung nya itu erat dan menyembunyikan wajahnya dalam perut Donghae.
Donghae menghela napas nya. Sedikit banyak ia bisa membayangkan bagaimana sosok kecil Kyuhyun menjalani semua itu tanpa kehadiran orang tua dan mengurus segala keperluan nya sendiri. Ada sebuah perasaan bersyukur yang menyelusup dalam hati Donghae. Setidak nya Tuhan masih sangat baik membiarkan dirinya bersama kedua orang tua nya hingga remaja.
"Kau bisa bermanja padaku mulai sekarang," ucap Donghae setelah Kyuhyun terdiam. Kyuhyun pun tertawa pelan sembari mengeratkan pelukan nya.
"Mungkin akan terasa aneh tapi… Ne, aku hanya akan bermanja pada hyung ku," ucap Kyuhyun yang di akhiri dengan nada yang di buat manja.
Sontak Donghae tertawa mendengar nya. Ia mengacak rambut Kyuhyun gemas.
"Suaramu terdengar imut jika seperti itu," seru Donghae.
"Aku memang imut, hyungie~ Kau senang eoh?"
Donghae kembali tertawa mendengar nada manja Kyuhyun yang semakin di buat berlebihan. Kyuhyun mendongkan wajahnya dan ikut tertawa geli melihat ekspresi Donghae.
"Ah!"
Kyuhyun beranjak duduk di kasur membuat Donghae menghentikan acara tawanya di tengah malam seperti ini.
"Waeyo?" tanya Donghae bingung.
Kyuhyun tersenyum lebar walau ia tahu Donghae tak mampu melihat nya.
"Besok aku mendapat libur, hyung. Kita jalan-jalan nde?" ucap Kyuhyun riang.
"Besok malam tahun baru. Aku ingin jalan-jalan bersama mu dari pagi hingga malam," tambahnya lagi.
Donghae bisa menangkap kecerian dari nada bicara Kyuhyun. Ia pun tersenyum senang.
"Kemana? Tidak sebaiknya istirahat saja, Kyu? Akhir-akhir ini aku rasa kau kelelahan," ucap Donghae dengan nada sedih.
Kyuhyun menaikan sebelah alisnya. Darimana Donghae tahu dirinya memang terasa cukup lelah beberapa hari ini? Apa dia bisa menebak dar suaraku?
Kyuhyun menggelengkan kepala, membuang semua rasa bingung nya. Tidak perlu memikirkan hal seperti itu.
"Ayolah~ Aku mau jalan-jalan satu hari bersama mu," rengek Kyuhyun membuat Donghae tersenyum geli.
Donghae pun mau tak mau harus mengalah, "Terserah Kyu saja," ucap nya membuat Kyuhyun bersorak.
"Bagus! Besok kita akan jalan-jalan. Hmm tapi kemana ya? Hae hyung mau pergi kemana?"
Kyuhyun kembali merebahkan tubuhnya di kasur sembari bergumam dan mengutarakan semua yang sudah di rencanakan oleh nya. Donghae hanya menanggapi dengan gumaman dan jawaban singkat. Toh Ia tak mengenal tempat-tempat mengasyikan di daerah ini. Dan sebenarnya ia tak terlalu peduli harus kemana, yang penting bersama Kyuhyun dan membuat dongsaeng nya itu ceria.
"Pasti sangat menyenangkan, benar kan hyung?"
Kyuhyun mengambil tangan Donghae dan meletakan nya di atas rambut nya sendiri. Donghae yang mengerti maksud Kyuhyun mulai menggerakan tangan nya mengelus surai coklat itu kembali. Entah sejak kapan Kyuhyun menyukai tangan Donghae yang memainkan rambutnya. Ia hanya merasa itu sangat nyaman dan membuatnya semakin mengantuk.
"Aku tidak sabar…"
Dengkuran halus menutup rangkaian kata yang terlontar dari bibir tebal Kyuhyun. Mata namja itu sudah terpejam sempurna.
"Sudah tidur eoh?" gumam Donghae setelah Kyuhyun terdiam dan dengkuran halus menyapa pendengaran nya.
Donghae beralih menarik selimut untuk menyelimuti tubuh Kyuhyun. Dan seperti kebiasaan, Donghae mulai meraba wajah Kyuhyun dengan perlahan. Ini selalu di lakukan nya setelah Kyuhyun tertidur. Dengan cara inilah ia mengetahui bagaimana ekspresi Kyuhyun dan menebak bagaimana perasaan adik nya itu.
"Dongsaeng-ah, kau senang hari ini heum? Haha terus lah ceria seperti ini," gumam Donghae setelah meraba setiap lekukan wajah Kyuhyun.
Donghae mulai merebahkan dirinya di samping Kyuhyun dan ikut masuk ke dalam selimut. Ia memeluk tubuh Kyuhyun seakan menambah kehangatan untuk namja berjarak 2 tahun lebih muda dari nya itu.
"Aku tahu dulu kau menderita. Aku tahu bagaimana perasaan mu saat melakukan semua nya sendirian. Aku sangat mengerti bagaimana sakit dan lelahnya menghadapi semua nya," Donghae memejamkan mata nya namun bibirnya terus menggumamkan rangkaian kata.
"Dan mulai sekarang, kau bisa berbagi semua nya padaku. Tidak perlu menghadapi semua nya sendirian lagi, Kyunie."
Bibir Donghae mulai terkatup sempurna. Dirinya mulai menjelajah alam mimpi membiarkan keheningan dinihari ini kembali menyelimuti.
Aku sangat bersyukur pada Tuhan. Dia membiarkan aku pergi meninggalkan keluarga paman ku. Membuatku merasa bahwa aku akan mulai hidup seorang diri di dunia ini. Namun dugaan ku salah, Tuhan justru mengirimkan satu malaikat penjaga untuk ku. Mungkin aneh… Kau memiliki kekurangan namun aku merasa sangat nyaman dan terlindungi jika berada di dekat mu. Terimakasih sudah menjadi hyung sekaligus malaikat pelindung ku. Terimakasih atas hadiah yang kau berikan, Tuhan.
.
.
.
Langit terlihat cukup cerah hari ini. Awan hitam sepertinya bosan untuk menutupi sang mentari. Sinar matahari cukup hangat pun akhirnya bisa menyinari kota. Walaupun kehangatan nya masih belum bisa mengimbangi udara dingin. Suhu kota hari ini masih berada di bawah 0o C.
Walaupun masih dengan suasana dingin, keadaan kota terlihat ramai. Mereka semua sibuk menyiapkan segala hal untuk malam pergantian tahun yang masih 12 jam lagi. Banyak yang berencana untuk makan dan berkumpul bersama keluarga besar di rumah. Adapun yang lebih memilih keluar rumah dan menikmati semua hiburan di luar.
Hal itulah yang di pilih oleh Kyuhyun dan Donghae.
"Aah~ Akhirnya sampai juga."
Kyuhyun merentangkan tangan nya setelah turun dari bis. Kawasan Han gang Park terlihat jelas di depan sana. Salah satu tempat hiburan murah dan di minati oleh masyarakat Korea. Banyak fasilitas bermain di sekitar kawasan itu dan pemandangan sungai Han tak pernah menyembunyikan keindahan nya.
Kyuhyun langsung menarik tangan Donghae untuk menyusuri kawasan tersebut. Salju masih menghiasi pepohonan dan area tersebut. Dan inilah yang menjadi salah satu daya tarik nya. Hanya satu tahun sekali kawasan Han gang di hiasi salju.
"Sepertinya ramai, Kyu," ucap Donghae saat pendengaran nya menangkap cukup banyak suara.
"Tentu saja, hyung. Kawasan ini memang selalu ramai apalagi saat liburan," balas Kyuhyun.
"Ini adalah taman Han. Taman ini sengaja di bangun untuk mempercantik kawasan sungai Han. Taman nya cukup luas dan tanaman nya juga rapi. Banyak tanaman di sini tapi sekarang hanya ada salju dimana-mana—haha. Ah! Ada beberapa permainan anak di sini sehingga banyak orang tua yang senang membawa anak mereka bermain di sini," Kyuhyun mulai menjelaskan.
Inilah yang selalu di lakukan Kyuhyun jika mengajak Donghae berjalan-jalan. Dia akan menggambarkan bagaimana suasana dan pemandangan yang di lihat nya. Dan Donghae akan membuat gambaran tersendiri di dalam otaknya berdasarkan penjelasan Kyuhyun.
"Ya Kyu!"
Donghae reflek berteriak saat Kyuhyun menarik tangan nya kembali dan berlari cukup kencang. Kyuhyun hanya tertawa mendengar protesan dari hyung nya itu.
"Ini segar bukan hyung?" ucap Kyuhyun tanpa menghentikan larinya.
Donghae sendiri berusaha mengimbangi lari Kyuhyun walau sedikit kesulitan. Beberapa kali ia justru hampiri terpeleset karena licinnya jalan berlapis salju itu.
"Apa nya yang segar? Ini dingin err~" balas Donghae membuat Kyuhyun kembali tertawa geli.
Setelah beberapa saat berlari, Kyuhyun membawa Donghae ke tepi sungai Han. Mereka berjalan menyusuri rerumputan yang sudah tertutupi lapisan salju. Kyuhyun berjalan santai, kedua tangan nya tersembunyi dalam saku mantel. Sesekali Ia menendang salju dengan ujung sepatu nya. Sedangkan Donghae berjalan di samping Kyuhyun dengan tuntunan tongkat hitam nya.
"Sejak dulu, aku selalu mengagumi sungai ini," Kyuhyun mulai membuka suara nya, "Ini hanya sungai biasa tapi sungai ini mengaliri berbagai kawasan di Seoul. Dan sungai pun selalu menjadi salah satu icon kota ini sejak jaman dulu," lanjutnya.
Donghae tersenyum tipis, "Sungai ini pasti indah," lirih nya.
"Ne. Ah! Bukankah laut di Mokpo juga indah, hyung? Aku juga ingin berkunjung ke sana," balas Kyuhyun antusias.
"Entahlah, ku rasa begitu. Hanya saja udara di sana lebih sejuk di bandingkan di sini," Donghae menanggapi.
"Haha tentu saja, hyung. Kapan-kapan kita ke sana nde? Pasti kau juga merindukan kota mu," ujar Kyuhyun yang di balas dengan anggukan setuju dari Donghae.
"Ah hyung, kau tahu banpo bridge? Sekarang kita bisa melihat jembatan itu dengan jelas dari sini," Kyuhyun menunjuk jembatan besar di atas sana dengan penuh semangat seakan melupakan jika Donghae pun tak bisa melihatnya.
Donghae tersenyum, "Aku pernah mendengarnya. Benarkah jembatan nya sangat besar?" balas nya.
"Ne sangat besar, hyung! Dan saat malam biasanya akan ada pertunjukan air mancur pelangi. Itu sangat indah. Aku cukup sering kemari dan melihat nya," Kyuhyun kembali menjelaskan dengan antusias tinggi.
"Kita harus melihat nya bersama setelah musim semi nanti karena musim dingin seperti ini udara malam sangat dingin. Jadi kapan-kapan kita akan ke sini lagi, oke hyung?"
Kyuhyun menoleh dan mengernyit bingung saat Donghae tiba-tiba saja tertawa geli. Apa yang lucu?
"Waeyo?" tanya Kyuhyun heran.
Donghae mengibaskan tangan nya lalu memegangi perutnya yang terasa tergelitik karena banyak tertawa.
"Ya hyung!" pekik Kyuhyun kesal karena merasa Donghae tengah menertawakan dirinya.
Donghae mengambil napas dalam lalu menghembuskan nya secara perlahan. Bisa terlihat uap tipis keluar dari mulutnya.
"Kyu… Ini pertama kali nya," ucap Donghae membuat kerutan di dahi Kyuhyun semakin bertambah.
Donghae tersenyum geli, "Ini pertama kali nya aku mendengar suara mu yang terlalu riang seperti anak kecil yang sangat senang jalan-jalan."
Kyuhyun termenung sesaat sebelum semburat malu terlihat menghiasi pipi nya. Ia mendengus sebal lalu mengalihkan tatapan nya menuju aliran sungai Han.
"Aku memang masih kecil!" gumam Kyuhyun.
Donghae kembali tertawa mendengar gumaman dari dongsaeng nya itu. Kyuhyun pun semakin merengut kesal karena nya.
"Ya hyung! Berhenti tertawa!" protes Kyuhyun.
Donghae menggelengkan kepalanya, "Akhirnya—ahaha kau mengakui kalau kau masih kecil, Kyunie," ucap nya di tengah tawa geli nya.
Kyuhyun pun semakin tersipu malu, "Ish!" decih pelan namja yang sudah menggembungkan pipi nya kesal.
Tak menghiraukan Donghae yang masih tertawa, Kyuhyun kembali menarik tangan Donghae dan melangkah pergi. Tawa Donghae masih bisa terdengar, membuat Kyuhyun memutar bola mata nya malas.
"Tertawa saja terus, hyung. Puaskan tawa mu! Kau menyebalkan!" decak kesal Kyuhyun. Donghae menepuk-nepuk punggung tangan Kyuhyun yang menggenggam tangan kirinya.
.
.
"K-kyu! Kyu~"
Kyuhyun menyeringai puas saat melihat Donghae yang terlihat panik berdiri di atas papan ski nya. Dengan ekspresi takut, Donghae merentangkan tangan nya untuk menyeimbangkan tubuhnya agar bisa berdiri di atas papan yang sepertinya bergerak sendiri ini. Ini pertama kali nya Donghae berdiri di atas hamparan salju dengan papan ski.
Tak kunjung mendapat keseimbangan membuat Donghae memutuskan untuk berjongkok. Kyuhyun pun tertawa melihat nya.
Saat ini Donghae dan Kyuhyun sedang berada di kawasan iceline, tak jauh dari han gang park.
"Ini pembalasan ku, hyung."
Kyuhyun terkekeh sebelum membenarkan posisi topi rajutan nya lalu memutuskan meluncur di area ski, meninggalkan Donghae yang masih berjongkok di pinggiran area.
"Kyunie!" pekik Donghae keras membuat orang lain menatap nya heran.
Setelah puas meluncur beberapa kali, Kyuhyun kembali menghampiriDonghae. Ia menggenggam tangan hyung nya dan membantu Donghae berdiri.
"Haha maka nya jangan menertawakan ku!" seru Kyuhyun membuat Donghae merengut kesal, "Kau menyebalkan," gumam Donghae.
Kyuhyun tersenyum geli, "Sudahlah. Kka coba berdiri sendiri. Jaga keseimbangan mu."
Kyuhyun mulai melepaskan tangan nya membuat Donghae kembali goyah. Kyuhyun hanya menggelengkan kepala melihat ekspresi Donghae yang menurutnya lucu—panik bercampur takut.
"Kyu, sudahlah. Kau saja yang bermain. Aku akan menunggu di luar, nde?" pinta Donghae kembali menggenggam lengan Kyuhyun erat.
"Ayolah hyung, di coba dulu," balas Kyuhyun.
"Tapi aku takut!" tegas Donghae.
"Hyung, jebal~ untuk ku? Coba dulu. Ini pasti menyenangkan. Tidak perlu takut, ada aku di sini," rengek Kyuhyun dengan nada sedikit manja membuat Donghae menggigit bibir bawahnya pelan.
"Tapi ini percuma. Setelah aku bisa berdiri, aku juga tidak akan mampu meluncur seperti kau," Donghae mengutarakan apa yang di pikirkan nya sejak tadi. Ia yakin setelah dia bisa mengunai papan ini, ia pun tak mungkin bisa meluncur. Jika meluncur, Donghae pastikan akan menabrak sesuatu nanti nya.
Kyuhyun tersenyum tipis, mengerti maksud ucapan Donghae.
"Aku akan menuntunmu. Kau harus mencoba nya nde? Temani aku bermain," bujuk Kyuhyun lagi.
"Hyung~~"
Donghae menghela napas nya, sebelum ia melontarkan penolakan nya kembali, Kyuhyun sudah merengek seperti itu. Ia bisa membayangkan bagaimana ekspresi yang di tunjukan Kyuhyun saat ini.
"Arra, semua untuk mu," ucap Donghae, "Tapi jangan meninggalkan ku!"
"Siap!"
Kyuhyun tertawa senang mendengar penyanggupan dari hyung nya itu.
Mereka pun kembali fokus pada permainan—err lebih tepatnya kembali fokus pada usaha Donghae untuk berdiri seimbang di atas papan seluncurnya. Kyuhyun sendiri bingung, kenapa Donghae bisa begitu kesulitan berdiri di atas papan beralas rata itu, permainan ini bahkan menurutnya lebih mudah dari bermain ice scating yang menggunakan sepatu khusus. Donghae hanya mengatakan bahwa jika dia berdiri maka papan nya terasa bergerak licinnya salju dan itu membuat nya takut. Yah, sudahlah.
Setelah Donghae tidak takut berdiri di atas papan nya, Kyuhyun mulai menuntunnya untuk meluncur—berjalan pelan. Sering kali Kyuhyun tertawa begitu pula dengan Donghae.
Waktu menunjukan pukul 4 sore, itu berarti sudah 2 jam mereka menghabiskan waktu di kawasan ice line ini. Donghae mulai berani meluncur sedikit demi sedikit dan tentu saja dengan pengawasan ketat dari Kyuhyun yang setia berada di samping nya.
Merasa cukup lelah, Kyuhyun menuntun Donghae menuju ke bawah pohon besar berhiaskan tumpukan salju di sisi area luncur.
"Kau hebat, hyung," puji Kyuhyun membuat Donghae menyengir lebar.
"Haha aku bisa meluncur! Ternyata itu memang menyenangkan, Kyu," ucap Donghae dengan mata berbinar dan ekspresi ceria. Kyuhyun hanya terkikik geli.
Kyuhyun bersandar sejenak di dahan pohon yang terasa dingin, memperhatikan orang-orang yang tengah asyik meluncur.
"Ah! Apa kau haus, hyung?" tanya Kyuhyun saat melihat penjual minuman hangat di dekat tempat penyewaan papan ski di depan sana.
Donghae mengangguk sembari ikut menyandarkan punggung nya di pohon.
"aku akan beli hot choco dulu. Kau tunggu di sini, nde?"
"Mwo? Aku ikut~"
"Itu cukup jauh. Lebih baik kau istirahat saja di sini. Aku akan segera kembali."
Donghae pun akhirnya mengangguk pasrah.
"Ingat, jangan kemana-mana!" Kyuhyun memperingatkan.
"Ne!"
Setelah mendengar jawaban itu, Kyuhyun langsung meluncur kembali dengan papan nya menuju penjual minuman itu, meninggalkan Donghae sendiri.
Donghae memejamkan mata nya dan menajamkan pendengaran nya. Banyak sekali suara yang di dengarnya walau terasa jauh. Suara asing yang terasa bertumpuk dalam pendengaran nya dan hal itu membuat Donghae pusing dan terasa mual.
Donghae memijat pelipis nya sesaat dan mulai mengatur napas nya dengan baik.
"Aku bisa, aku pasti bisa. Lupakan trauma itu, Hae. Kau pasti bisa. Ini semua demi Kyu. Buat dia senang."
Sugesti itu Donghae lontarkan untuk dirinya sendiri. Sudah berjam-jam ia menahan perasaan ini, menyembunyikan rasa tidak nyaman nya di tengah kerumunan orang banyak dalam waktu lama.
Dengan sedikit tergesa, ia merogoh saku jaket nya. Ia memerlukan musik. Sebuah lagu yang bisa membuat nya tenang dan tak perlu mendengar banyak suara asing lagi.
Pluk!
"Ish!"
Donghae merutuk dirinya sendiri saat ipod yang Kyuhyun berikan pada nya jatuh begitu saja di atas tumpukan salju.
Donghae pun berjongkok. Tangan nya meraba permukaan salju yang dingin, mencari dimana ipod nya. Meraba ke sekitarnya namun tak kunjung menemukan nya.
Aktivitas Donghae terhenti saat ia mendengar suara gesekan papan dengan salju mendekat kearah nya. Apa Kyuhyun sudah kembali? Cepat sekali—pikirnya.
"Hyung mencari apa? Mencari ini ya?"
Donghae mengernyit saat sebuah suara anak kecil yang justru menyapa pendengaran nya. Donghae terdiam sejenak sebelum mengarahkan pandangan nya ke asal suara.
"Eoh? Apa kau sudah menemukan ipod ku? Kka berikan pada ku sekarang," ucap Donghae riang sembari menyodorkan tangan nya ke arah suara tadi.
Dua anak di hadapan Donghae saling melemparkan tatapan bingung saat Donghae mengarahkan tangan nya ke hadapan area kosong bukan ke arah mereka. Salah satu dari mereka mendekati Donghae dan mengibaskan tangan di depan mata Donghae.
"Dia buta!" pekik nya.
"Benarkah? Kau tidak bisa melihat kami, hyung?" tanya anak lain nya.
Donghae menghela napas nya, "Ne, aku tidak bisa melihat kalian. Bisa kembalikan ipod ku?" pinta nya dengan sabar. Donghae cukup maklum dengan keterkejutan 2 anak itu. Namun ia mengernyit saat mereka justru tertawa.
Dua anak itu saling tatap lalu tersenyum. Mereka mundur beberapa langkah.
"Hei!" sentak Donghae yang menyadari pergerakan itu. Ia pun beranjak berdiri, "Jebal berikan ipod nya."
"Kau mau ini?" tanya seorang anak. "Kalau begitu… Ayo kejar kami!" teriak anak yang lain nya.
Donghae membulatkan mata nya saat mendengar suara luncuran papan menjauhi dirinya. Mereka kabur!
"YA!" teriak Donghae kesal.
"Kami di sini, hyung. Cepat kemari!"
Donghae menggeram kesal. Dua anak itu mengerjai nya. Ingin rasanya ia menjitak kepala dua anak itu segera. Tapi dia tidak mungkin menghampiri mereka. Donghae mulai bimbang.
Dia sudah berjanji pada Kyuhyun untuk menunggu di sini dan dia juga tidak mungkin mengejar dua anak itu.
Tapi ipod nya… Ipod milik Kyuhyun yang di hadiahkan pada nya pertama kali.
Donghae mulai menggenggam tongkat ski nya. Masih dapat di dengarnya suara teriakan dua anak itu, seperti nya mereka memang memberi kode untuk Donghae agar mengejar. Donghae pun memejamkan mata nya, berusaha menajamkan pendengaran nya lebih lagi dan mulai memakai insting kuatnya. Tak ia pedulikan rasa pusing dan mual karena banyak nya suara yang di tangkap pendengaran nya. Perlahan namun pasti, Donghae mulai bergerak menghampiri suara anak itu.
Beberapa kali ia hendak terjatuh bahkan menabrak beberapa orang yang tengah berbincang bahkan meluncur, hingga ucapan kesal di tujukan untuk nya. Donghae hanya bisa meminta maaf dan kembali mengejar dua anak yang tertawa senang karena mendapat permainan baru.
Dan apakah dirimua tahu Lee Donghae-ah?
Dua anak yang kau kejar itu sebenarnya tidak memegang ipod mu. Mereka hanya memegang sebuah ranting pohon. Ipodmu masih tergeletak rapi di bawah pohon tempat kau berdiri tadi.
Satu hal yang harus kau ingat apa kata orang tua dulu… Jangan mudah percaya pada siapapun orang yang baru kau temui.
.
.
Kyuhyun terdiam membeku di tempatnya. Tak ada sosok Donghae di depan pohon ini. Donghae hilang lagi? Oh Tuhan… Jantung Kyuhyun kembali bertalu. Ia takut terjadi sesuatu lagi pada Donghae.
"Hae hyung!" teriak Kyuhyun keras sembari mengedarkan pandangan nya ke sekitar. Ia merutuk dirinya sendiri karena meninggalkan Donghae sendiri tadi. Seharusnya ia mengajak Donghae saja. Tapi ia juga kesal karena Donghae mengingkari janji nya. Harus nya hyung nya hanya diam di sini menunggu nya bukan pergi dan menghilang seperti ini. Intinya tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar.
"Hae hyung!" Kyuhyun kembali berteriak memanggil. Orang-orang yang mendengar teriakan Kyuhyun pun menoleh kearahnya.
Sesuatu yang terlihat mengkilap di hamparan salju dekat pohon menarik perhatian Kyuhyun. Ia pun mendekat dan berjongkok untuk mengambil benda cukup mencolok itu.
"Ipod ini…" gumam Kyuhyun mengenali ipod milik nya. Perasaan Kyuhyun semakin tidak enak.
Tak mempedulikan sebuah kantong cup berisi 2 hot choco yang terjatuh begitu saja di salju, Kyuhyun segera berdiri dan menyimpan ipod nya.
"Hae hyung!"
Kyuhyun kembali meluncur cepat sembari berteriak memanggil Donghae, menyusuri area luncur untuk mencari hyung nya itu.
.
"HUWWAAAAA~"
Orang-orang mengalihkan tatapan nya menuju area luncur yang lebih tinggi bagaikan sebuah bukit buatan kecil. Teriakan keras seorang namja yang terlihat meluncur bebas dari sana menjadi perhatian pengunjung lain nya.
"Tolong! Huwwaaa~"
Donghae—namja itu tak mampu mengendalikan papan luncurnya. Ia meluncur bebas dari area yang lebih tinggi ke lebih rendah dengan permukaan salju yang licin. Ia tak bisa mengontrol apalagi menghentikan nya. Tangan nya terasa kaku untuk di gerakan. Ia hanya mampu berteriak meminta pertolongan.
Namun entah apa yang di pikirkan orang-orang itu, bukan nya menolong, mereka justru sibuk menghindari Donghae agar mereka tidak saling bertabrakan. Sesekali Donghae bisa mendengar pekikan kesal orang-orang yang mencapnya sebagai pengganggu.
"Awas pohon!"
Donghae mampu mendengar suara pekikan itu dari semua suara yang di dengarnya. Namun otaknya tetap tak mengizinkan sarafnya bekerja untuk menghentikan laju luncuran nya. Tangan nya hanya menggengam erat tongkat ski yang terus bergesekan dengan permukaan salju.
Mata Donghae mulai terpejam seakan pasrah jika nanti nya ia harus bertabrakan dengan pohon cukup besar yang sudah di lihat nya di depan sana. Bertabrakan dengan pohon tidak akan membuat mu mati bukan?
Sreett—Slassh!
BRUGH!
Nyuuttt~
Akhirnya tabrakan itu terjadi. Namun Donghae tak langsung bertabrakan dengan pohon kokoh itu. Ia justru menabrak tubuh seseorang yang tiba-tiba muncul di depan nya. Suara tubrukan antara punggung orang tersebut dengan pohon masih dapat di dengar oleh Donghae yang sedikit meringis.
"Ukh…"
Donghae membulatkan mata nya mendengar suara ringisan dari orang di hadapan nya, "Kyu?" gumam nya tidak percaya.
Memang Kyuhyun lah yang muncul di hadapan Donghae sebelum dirinya menabrak pohon, alhasil Donghae bertubrukan dengan tubuh dongsaeng nya itu dan Kyuhyun menggantikan posisi Donghae menghantam pohon.
"Kyunie!" pekik Donghae mulai panik karena Kyuhyun tak membalas gumaman nya dan suara ringisan sakit terus di dengar Donghae.
Apa Kyuhyun terluka? Apa yang terjadi?—Donghae mulai panik.
Kyuhyun memejamkan mata erat. Rasa nyeri membuat nya tak mampu membalas ucapan Donghae. Bukan punggung nya yang terasa nyeri walau tetap ada rasa sakit di sana. Tapi dada nya lah yang menjadi pusat sakit nya. Secara tidak sengaja, Donghae menyikut dada Kyuhyun dengan keras saat bertabrakan tadi. Sikutan itu terasa menohok paru-paru nya membuat dada nya terasa sesak.
"K-Kyu? Gwenchana? Kau terluka?" Donghae terus bertanya dengan panik apalagi saat Kyuhyun terbatuk beberapa kali di tambah hembusan napas Kyuhyun yang terdengar terputus-putus.
"Kyu~" Mata Donghae mulai memanas. Ia merasa bersalah. Sungguh jika Kyuhyun terluka, ia pasti akan menghukum dirinya sendiri.
"Kyu—"
"Su-dah ku bilang hah… ja-ngan pergi ke-mana-mana…" ucap Kyuhyun terbata. Tangan nya masih memegangi dada nya sendiri.
"Mianhae Kyu, aku… Mianhae," hanya ucapan sesal yang bisa Donghae lontarkan. Mendengar suara Kyuhyun yang terbata itu membuat Donghae yakin dongsaeng nya itu sedang menahan sakit.
Donghae hendak berteriak meminta tolong pada orang lain namun Kyuhyun menggengam tangan nya erat. Kyuhyun memandang wajah panik Donghae dengan tatapan sayu.
Grep!
Donghae sedikit tersentak saat Kyuhyun memeluknya. Dan setetes air mata pun berhasil lolos dari sudut mata kanan nya. Ia takut Kyuhyun terluka parah.
Kyuhyun mengatur napas nya yang mulai stabil. Rasa sesak dan nyeri di dada nya mulai menghilang secara perlahan membuat nya bisa mendesah lega.
"Tenanglah, aku baik-baik saja," ucap Kyuhyun dengan nada pelan. Donghae pun sedikit bernapas lega walau ia tidak percaya sepenuhnya.
"Kau membuat ku takut. Aku cemas mencari mu. Dan telat sedetik saja, aku datang. Kau pasti sudah menabrak pohon," ucap Kyuhyun lagi, "Apa kau baik-baik saja?"
"Ne. Gomawo Kyu…" balas Donghae membuat Kyuhyun tersenyum tipis.
Kyuhyun melepaskan pelukan nya lalu memegang kedua pundak hyung nya. Dengan seksama ia memperhatikan wajah Donghae, memastikan hyung nya itu tidak terluka seperti tadi malam.
"Sungguh kau baik-baik saja?" tanya Donghae sembari mengulurkan tangan nya dan menyentuh pipi Kyuhyun.
"Ne," jawab Kyuhyun singkat.
Donghae pun mulai tersenyum kecil, "Syukurlah," gumam nya sembari mengelus pipi Kyuhyun.
"Kenapa pergi? Kenapa tidak menunggu ku tadi? Itu berbahaya, hyung," tanya Kyuhyun setelah nya. Donghae tersenyum getir.
"Tadi ada dua anak yang mengambil ipod mu yang kau berikan untuk ku. Ipod ku jatuh dan mereka mengambil nya. Bukan nya memberikan nya padaku, mereka justru kabur. Aku hampir menangkap mereka tapi mereka justru mendorong ku hingga aku terpaksa meluncur bebas seperti itu," cerita Donghae jujur.
Kyuhyun mengernyit bingung mendengar cerita Donghae. Ia mulai mengeluarkan ipod dari dalam saku jaket nya.
"Ipod ini maksud mu?" Kyuhyun menyerahkan ipod nya kepada Donghae.
Donghae cukup terkejut namun ia tetap meraba ipod yang ada di tangan nya itu. Senyuman lebar mulai terlihat di wajahnya. Ia kira ia akan kehilangan ipod ini.
"Bagaimana ini ada pada mu, Kyu?" tanya Donghae antusias.
Kyuhyun menghela napasnya, "Aku menemukan itu di dekat pohon tempat kau menunggu tadi," ucap nya membuat Donghae cukup tercengang.
"Aku rasa dua anak itu mengerjaimu, hyung."
Donghae terdiam sebelum tertawa miris, menertawakan kebodohan nya sendiri, "Mianhae Kyu…" lirih nya.
Kyuhyun menggelengkan kepala nya. Itu bukan sepenuhnya salah Donghae. Kyuhyun beranjak berdiri, ia meringis saat baru menyadari punggung nya yang terasa sakit dan persendian nya yang cukup ngilu. Meregangkan otot tubuhnya sesaat sebelum membantu Donghae berdiri.
"Sudahlah, kita pergi saja dari sini." ajak Kyuhyun. Donghae mengangguk setuju.
"Kita makan saja sekalian mengobati luka mu," usul Donghae.
"Mwo? A—"
"Jangan mengelak. Pasti ada yang terluka dan sakit bukan? Kita obati lukamu!" tegas Donghae membuat Kyuhyun meringis.
"Aku sungguh tidak terluka, hyung. Punggung ku hanya sedikit sakit," jujur Kyuhyun.
Kyuhyun mendorong punggung Donghae lalu menuntun nya untuk pergi sebelum Donghae mengeluarkan suaranya lagi, "Sudahlah, sekarang kita pergi dari sini."
.
.
ooOOoo Eyes ooOOoo
"Kyu, kita dimana?" tanya Donghae saat ia mendengar banyak sekali suara di sekeliling nya. Bahkan suara ini lebih banyak dari yang ia dengar saat berada di iceline.
Kyuhyun tersenyum memperhatikan palang gerbang berwarna merah dan di ujung depan sana ada sebuah pavilium dengan warna merah dan hijau yang mendominasi.
"Kyu?"
Akhirnya Kyuhyun mengalihkan tatapan nya pada Donghae, "Ini pavilium bosingak."
Donghae menautkan alisnya tidak mengerti tempat ini.
"Untuk apa kemari? Kita tidak pulang?" tanya Donghae lagi.
Kyuhyun menghela napas terlebih dahulu lalu kembali memperhatikan kerumunan orang yang sudah memenuhi kawasan pavilium, "Di sini ada sebuah lonceng besar bosingak. Setiap malam tahun baru, lonceng itu akan di bunyikan untuk penyambutan. Jadi banyak orang yang berkunjung dan menikmati detik-detik menyambut tahun baru di sini."
Kyuhyun meraih tangan Donghae dan mulai menuntun hyung nya itu untuk segera berjalan kembali, "Kajja."
Donghae yang hendak meminta Kyuhyun untuk pulang pun harus mengurungkan niat nya. Lagi dan lagi, ia tak tega merusak keceriaan Kyuhyun.
Setelah makan, Kyuhyun memang mengajak Donghae untuk menaiki bis lagi selama beberapa menit. Dan di sinilah mereka. Sebuah pavillium yang sangat terkenal dan ramai saat event-event seperti malam ini.
Tidak peduli dengan udara yang semakin mendingin, orang-orang rela berkerumun di kawasan ini untuk menyambut detik-detik malam tahun baru. Sejak sore saja kawasan ini sudah ramai dan sekarang masih pukul 8 malam.
Di luar halaman pavilium, di adakan sebuah bazaar yang menjual berbagai macam barang, mainan, makanan dan minuman. Ada pula yang menjual perlengkapan tahun baru seperti topi, terompet hingga kembang api. Lalu juga ada acara-acara penyambutan dari pemerintah, pengurus pavilium dan beberapa artis sebagai perwakilan rakyat.
Kyuhyun menarik Donghae untuk bermain ke sebuah stand. Permainan melempar tomat ke papan sasaran. Kyuhyun melempar beberapa kali sembari tertawa. Ia juga meminta Donghae untuk mencoba. Dengan ragu, Donghae melemparkan tomat itu dan lemparan nya tepat ke wajah penjual nya. Dan hal itu sukses membuat Kyuhyun harus meminta maaf berulang kali.
Kyuhyun kembali menarik Donghae untuk pindah stand lain. Kyuhyun menceritakan apa yang terjadi di stand tadi dan kedua nya pun tertawa bersama. Mereka pun membuat dua buah terompet kecil untuk persiapan nanti.
Tak terasa waktu berjalan sangat cepat. Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam dan tiga jam lagi, lonceng akan di bunyikan. Suasana kawasan pavilium semakin ramai.
Donghae dan Kyuhyun mulai berjalan memasuki halaman pavilium untuk mendekat lebih lagi. Entah mengapa sejak beberapa saat lalu kedua nya terlihat terdiam seakan bergelut dengan pikiran nya sendiri. Tak ada yang bersuara. Mereka hanya berjalan berdampingan, Kyuhyun masih menggandeng tangan Donghae karena tidak mungkin hyung nya berjalan dengan tuntunan tongkat di tempat seramai ini.
Kyuhyun menghela napas berat. Tangan nya terangkat dan menyentuh dada nya lalu menepuk nya pelan. Rasa sesak dan nyeri, sama seperti saat di iceline kembali datang menyerangnya. Ia sendiri tak tahu kenapa namun rasanya sangat menyesakan. Berulang kali ia menepuk dada nya untuk menghilangkan rasa sesak namun usahanya sia-sia.
Sedangkan Donghae… Dia memilih untuk menundukan wajahnya sejak tadi. Ia ingin menyembunyikan wajah pucat nya dari Kyuhyun. Sungguh Donghae merasa tidak tahan. Kepalanya berdenyut sakit dan terasa penuh oleh banyaknya suara yang tertangkap pendengaran nya. Suara asing yang bahkan sudah tak mampu di bedakan olehnya. Semua itu membuat nya semakin pusing dan mual.
"Ukh…"
Kyuhyun tersentak dan reflek memeggangi Donghae saat hyung nya itu limbung ke depan.
"H-hyung, ada apa?" tanya Kyuhyun khawatir. Ia bingung kenapa Donghae terus menunduk, ia berusaha melihat wajah hyung nya namun Donghae semakin menunduk dalam.
"Hyung…"
Donghae memejamkan matanya erat. Sungguh ia tak ingin mengecewakan Kyuhyun namun ia sudah tak bisa bertahan.
"K-Kyu…" lirih Donghae terbata yang membuat Kyuhyun sulit mendengar nya di tengah kerumunan dan berisiknya orang-orang ini.
"Waeyo hyung?" Kyuhyun kembali bertanya dengan cemas.
Donghae menghela napasnya lalu mengangkat wajahnya sedikit. Kyuhyun langsung membulatkan matanya melihat wajah pucat Donghae yang sudah seputih mayat hidup.
"B-bisa kita per-gi dari s-sini?" Donghae berucap terbata dengan napas nya tersengal.
Sontak Kyuhyun langsung panik di buatnya. Ia tidak mengerti kenapa Donghae seperti ini, "Apa hyung sakit?!" tanya nya lagi. Donghae menggeleng lemas.
"Lalu kenap—"
"Per-gi Kyu. Kepala ku pusing."
Mendengar hal itu, tanpa pikir panjang lagi Kyuhyun langsung membawa Donghae menembus kerumunan orang untuk keluar dari kawasan pavilium tersebut. Ia merangkul dan menggenggam tangan Donghae seakan membagi kekuatan nya. Dan entah kemana hilangnya rasa sesak dan nyeri yang menyerang dada nya tadi. Ia hanya memikirkan kecemasan nya pada kondisi Donghae yang tiba-tiba berubah seperti ini.
.
"Silahkan menikmati."
Kyuhyun tersenyum pada waitress yang mengantarkan dua cangkir coffee dan sepiring cookies dan cake ke meja mereka.
Setelah waitress itu pergi, Kyuhyun kembali mengalihkan tatapan nya pada Donghae. Hyung nya masih saja terdiam sejak tiba di sini. Wajah Donghae sudah tidak pucat lagi dan Kyuhyun bisa bernapas lega.
Kyuhyun meraih kedua tangan Donghae yang terkulai di atas meja. Ia mengarahkan tangan itu pada cangkir coffee yang masih mengepulkan asapnya, "Minumlah."
Donghae mengangguk lalu mengambil cangkir itu. Bisa ia rasakan uap panasnya membuat Donghae mulai meniup-niup terlebih dahulu sebelum menyesap sedikit coffee nya.
Kyuhyun tersenyum memperhatikan hal tersebut. Ia mulai beralih menatap keadaan luar gedung lewat jendela kaca yang ada di sebelah kanan meja nya. Memperhatikan suasana luar terlebih kearah kawasan pavilium bosingak yang terlihat ramai dan padat. Saat ini mereka tengah berada di salah satu coffee shop di Jongno tower yang berada di dekat kawasan pavilium.
Gedung berlantai 33 ini terlihat cukup ramai juga. Bagi mereka yang juga ingin menyambut detik-detik tahun baru dengan mendengar lonceng bosingak namun tak mampu menahan dingin nya udara luar, biasanya akan mendatangi gedung ini dan memandangi kawasan pavilium dari sini.
"Mianhae…"
Suara Donghae membuat Kyuhyun kembali menatap hyung nya itu.
"Sudah baikan?" tanya Kyuhyun. Donghae hanya tersenyum lalu mengangguk.
"Mianhae sudah mengacaukan semua nya, Kyu," ucap Donghae lagi penuh penyesalan.
Kyuhyun pun balas tersenyum, "Memangnya ada apa dengan mu, hyung? Kau membuat ku takut tadi."
Donghae tak segera menjawab namun Kyuhyun sabar menunggu hingga hyung nya itu mau bercerita.
"Aku tidak bisa berada di tengah kerumunan orang banyak seperti tadi dalam waktu lama," Donghae mulai bersuara. Kyuhyun mengernyit bingung mendengar penuturan tersebut.
"Maksudnya?" tanya Kyuhyun bingung.
"Terlalu banyak suara yang ku dengar saat berada di tengah kerumunan orang seperti tadi. Itu semua membuat kepala ku pusing dan aku merasa mual," jelas Donghae, "Semua suara itu seperti memenuhi kepala ku. Jika hanya sebentar ataupun berjauhan, aku masih bisa bertahan. Namun kalau suah berkerumun di sekitar ku orang sebanyak itu, aku tidak bisa."
Kyuhyun cukup terkejut dengan kejujuran itu. Ia sama sekali tidak tahu jika Donghae tak bisa bertahan di tengah kerumunan banyak orang dalam waktu lama. Kesal pada dirinya sendiri, Kyuhyun mengacak rambutnya.
"Aish, kenapa kau tidak bilang padaku, hyung? Aah aku jadi merasa bersalah. Mianhae. Kalau aku tahu, aku tidak akan membawa mu ke tengah kerumunan orang seperti itu," seru Kyuhyun dengan penuh rasa bersalah.
Donghae tersenyum kecil lalu menggeleng. Ia meraba meja untuk mencari tangan Kyuhyun kemudian menggenggam nya.
"Gwenchana. Harus nya aku yang minta maaf karena tidak bisa memenuhi permintaan mu," balas Donghae.
Kyuhyun menghela napas lalu balas menggenggam tangan Donghae, "Dengar… Bagiku bisa menghabiskan waktu bersama mu saja, itu sudah lebih dari cukup. Kau tahu? Kemarin aku bingung harus mengajak mu kemana agar kau senang, tetapi ternyata aku salah memilih."
Donghae cukup terharu mendengar ucapan Kyuhyun. Ia mengangguk lalu menunjukan senyuman childish nya, "Aniyo. Aku sudah sangat senang hari ini."
"Ne. Dan ku mohon, jangan pernah menyembunyikan sesuatu lagi dari ku hyung," ucap Kyuhyun membuat Donghae mengangguk pasti.
Kedua nya terdiam sejenak. Donghae tengah asyik menikmati music yang mengalun dalam coffee shop ini sedangkan Kyuhyun masih tertarik memperhatikan keadaan di luar.
"Kau sendiri? Apa kau senang hari ini, Kyunie?" Donghae bertanya memecah keheningan di antara mereka.
Kyuhyun terkekeh pelan, "Bukankah aku sudah mengatakan nya, aku sangat senang hyungie~"
Donghae pun tertawa mendengar nada manja Kyuhyun.
"Akhirnya aku bisa merasakan merayakan tahun baru bersama anggota keluarga lagi. Rasanya sangat menyenangkan," Kyuhyun tersenyum tipis tanpa menoleh kearah Donghae. Ia tetap memandang keluar jendela bahkan sesekali memandangi pantulan dirinya di kaca.
"Bukankah setiap tahun kau juga merayakan nya dengan keluarga paman mu?" tanya Donghae heran.
"Aniyo," Kyuhyun menghela napasnya, "Aku tidak pernah merayakan nya bersama mereka. Aku tidak ingin merusak suasana jadi setiap malam tahun baru aku selalu beralasan merayakan nya bersama teman walaupun akhirnya aku pergi ke game center."
Kyuhyun tertawa mengingat apa yang ia lalu tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya. Bagaimana kaget nya pemilik game center saat melihat Kyuhyun yang selalu datang setiap malam natal ataupun tahun baru, menghabiskan waktu seorang diri dari pagi hingga malam.
Kyuhyun menoleh saat merasa Donghae menggenggam tangan nya lebih erat. Donghae tersenyum lembut membuat Kyuhyun balas tersenyum geli melihat nya, "Aku baik-baik saja."
Donghae hanya mengangguk tanpa mengatakan apapun. Walau Kyuhyun tak mengutarakan nya, Donghae bisa menebak bagaimana perasaan Kyuhyun sebenarnya namun ia tak ingin memperpanjang hal kecil ini.
Kyuhyun beralih menatap meja di sebrang kiri meja nya. Sebuah keluarga sedang asyik berbincang sambil berfoto bersama.
"Ah!" Kyuhyun melepaskan genggeman tangan Donghae lalu beranjak berdiri. Ia beralih duduk di sebelah Donghae.
Donghae yang menyadari Kyuhyun pindah duduk di samping nya hanya terdiam walaupun ia bingung kenapa.
"Hyung, kita berfoto nde?" Kyuhyun mengeluarkan ponsel dari saku mantel nya lalu segera mengarahkan kamera pada dirinya dan Donghae.
"Mwo?"
"katakan… Kimchi~"
Kyuhyun merangkul Donghae sehingga hyung nya itu lebih mendekat. Ia tersenyum lebar mengarah pada kamera. Donghae terlihat bingung namun ia tetap tersenyum dengan tatapan mata kosong lurus ke depan tanpa memandang kamera.
Klik!
Suara tanda kamera itu telah mengambil gambar kedua nya dan menyimpan nya ke dalam file foto. Kyuhyun tertawa melihat hasil foto mereka. Ia tak pernah berpikir untuk berselca seperti ini bersama Donghae karena pada dasarnya ia juga jarang sekali berfoto.
"Ya hyung, senyum mu kaku sekali," komentar Kyuhyun membuat Donghae menyengir dan mengelus tengkuknya sendiri.
"Kka, kita selca lagi!"
Akhirnya Kyuhyun dan Donghae pun terlarut dalam kegiatan selca mereka. Berselca, berbincang singkat mengomentari hasil foto dan tertawa saat melihat pose-pose yang lucu dari foto itu.
Hingga tanpa mereka sadari waktu berjalan lebih cepat. Waktu sudah menunjukan pukul 23 : 59. Donghae dan Kyuhyun menghentikan kegiatan nya lalu ikut berhitung mundur bersama seluruh pengunjung shop ini untuk menyambut datang nya tahun baru.
"5… 4… 3… 2… 1…"
TENG… TENG…
Yang pertama kali terdengar adalah suara lonceng bosingak. Karena mereka berada dalam gedung berlantai 33 ini, mereka mendengarkan suara lonceng itu lewat sebuah speaker yang langsung terhubung dengan pavilium. Walaupun begitu para pengunjung terlihat menikmati suara lonceng yang terdengar merdu itu.
Lonceng di bunyikan sebanyak 33 kali. Sembari menunggu lonceng yang berbunyi, Donghae dan Kyuhyun memejamkan matanya. Melantunkan doa permohonan dan ucapan syukur dari tahun baru yang baru saja datang.
Setelah bunyi lonceng selesai, barulah puluhan kembang api di luncurkan ke angkasa. Kembang api dengan beragam warna dan bentuk itu mulai menghiasi langit tengah malam sekitar Jongno-gu. Bisa terlihat banyak sekali kembang api lain nya selain dari arah pavilium. Dari gedung tinggi ini, hampir seluruh kawasan Seoul terlihat dan langit kota ini terlihat sangat indah dengan percikan kembang api.
"Hyung~ ini indah sekali!" Kyuhyun mengomentari sembari memandangi kembang api itu dengan mata berbinar.
"Ada yang warna merah, biru, kuning, pink, hijau dan lain nya. Bentuk nya seperti air mancur dan bunga."
Donghae tersenyum sembari memejamkan matanya menikmati pemandangan yang di gambarkan sendiri oleh pemikirannya berdasarkan apa yang di katakan oleh Kyuhyun. Hanya seperti ini saja, ia sudah merasa tenang dan bahagia.
Donghae tersentak saat tiba-tiba Kyuhyun memeluk nya dan menyandarkan kepala di pundak nya.
"Terimakasih sudah berada di sini dan menemani ku, hyung," bisik Kyuhyun membuat Donghae tersenyum dan mulai mengulurkan tangan nya mengelus surai rambut dongsaeng nya itu.
"Nado Kyunie," balas Donghae.
"Semoga kita bisa terus bersama hingga tahun-tahun berikutnya," Kyuhyun mulai mengutarakan doa yang sempat ia lantunkan dalam hati tadi.
"Selalu sehat dan bahagia. Tidak ada kesedihan lagi," Donghae menimpali.
Kyuhyun tersenyum lalu mengangguk. Ia melepaskan pelukan nya dan terkekeh pelan, "Saling melengkapi, melindungi dan memberi kekuatan. Intinya Hae hyung harus berada di samping ku setiap saat."
Donghae pun terkikik geli mendengar penuturan Kyuhyun, "Baiklah, kau juga," Mereka kembali tertawa.
"Hanya itu yang kau minta, hyung?" tanya Kyuhyun setelahnya.
"Heum, kau sendiri?" Donghae justru balik bertanya membuat Kyuhyun menggembungkan pipinya.
"Aku bertanya lebih dulu," gumam Kyuhyun membuat Donghae kembali terkekeh.
"Beritahu aku apa saja harapan mu," pinta Donghae.
Kyuhyun mengelus dagu nya seakan berpikir keras lalu tersenyum misterius, "Ra-ha-sia~" eja Kyuhyun pelan.
"Aish, bukankah tadi kau bilang tidak boleh ada rahasia? Ayo beritahu aku~" bujuk Donghae.
Kyuhyun terkikik geli dengan ekspresi Donghae sebelum ia menyerah dan mulai memberitahu apa saja harapan nya.
"Apa ya? Hm…" gumam Kyuhyun membuat Donghae memusatkan perhatian dan pendengaran nya pada Kyuhyun seorang.
"Aku harap tahun ini aku bisa lulus dalam ujian masuk universitas dan mendapatkan beasiswa penuh. Lalu aku juga berharap agar Hae hyung bisa sukses kelak, apapun yang kau lakukan. Dan… Hmm aku ingin membuka sebuah toko untuk kita berdua—haha, walaupun aku tidak tahu bagaimana caranya."
Donghae tersenyum geli mendengar semua harapan yang Kyuhyun minta. Kyuhyun menjabarkan nya dengan nada ceria dan itu membuat Donghae senang, "Semoga semua nya terwujud, amin."
Kyuhyun tertawa mendengar ucapan hyung nya itu. Jika semua harapan nya bisa terwujud… Sungguh ia akan merasa sangat bahagia.
"Kka, sekarang beritahu aku apa harapan mu, hyung?" pinta Kyuhyun.
Donghae hanya terdiam saja membuat Kyuhyun merengut, "Ya, kau curang hyung! Cepat katakan, jangan diam saja."
Donghae tersenyum geli mendengar decak kesal Kyuhyun. Ia menghela napas sebelum merubah posisi duduknya menjadi menyamping dan menghadap kearah Kyuhyun. Ia memegangi kedua pundak Kyuhyun yang terlihat bingung namun sangat penasaran dengan harapan Donghae.
Donghae mengangkat wajahnya. Kyuhyun pun mulai memperhatikan wajah hyung nya itu. Dan seakan terhipnotis, Kyuhyun menatap ke dalam manic mata Donghae yang terlapisi selaput abu-abu. Ingin rasanya Kyuhyun melihat warna dari manic indah itu. Ingin sekali melihat sinar dan pancaran dari manic yang selalu menunjukan kekosongan itu.
"Harapan ku hanya ada satu…"
Donghae mulai membuka suara nya. Dengan arahan batin nya, Donghae mengulurkan tangan kanan nya dan menyentuh pipi Kyuhyun. Meraba sesaat wajah Kyuhyun dan mengelus pipi dongsaeng nya itu.
"Apa?" tanya Kyuhyun yang semakin penasaran.
Donghae menunjukan senyuman childish nya, "Aku berharap… Agar bisa melihat wajah dongsaeng ku ini. Satu kali saja aku sangat ingin melihat secara langsung wajah mu, Kyu."
Hati Kyuhyun langsung berdesir hebat mendengar harapan Donghae. Tanpa di perintah, air mata mulai mengalir dari kedua sudut matanya.
"Jika itu bisa terjadi… Aku akan melihat mu dan akan merekam semua gambar mu dalam hati ku."
Kyuhyun tersenyum kecil. Entah mengapa ia merasa sangat sedih sekaligus senang. Kyuhyun kembali memeluk Donghae dengan erat.
"Hyung…" lirihnya berulang kali.
Donghae sedikit terkejut, bukan karena pelukan Kyuhyun namun ia terkejut saat leher dan pundaknya terasa basah. Ia bisa menebak, dongsaeng nya itu sedang menangis.
"Gomawo Hae hyung," ujar Kyuhyun dengan suara sedikit bergetar nya, "Aku sangat berharap agar harapan mu juga bisa terkabul."
Donghae tersenyum lalu membalas pelukan Kyuhyun. Berulang kali ia mengelus punggung dan rambut Kyuhyun dengan lembut untuk menenangkan dongsaeng nya yang masih terus terisak tangis dalam pelukan nya.
Satu harapan yang begitu sederhana, namun itu adalah harapan terindah yang pernah ku dengar. Sungguh kau ingin melihat ku, hyung? Aku sangat bahagia mendengarnya. Aku pun sangat berharap agar bisa melihat manic indah mu memancarkan sinarnya kembali. Mulai saat ini, setiap hari aku akan berdoa pada Tuhan agar harapan kita ini bisa terwujud.
.
.
-To be Continued-
.
.
Mianhae baru bisa apdet sekarang. Ehehe lye sedikit galau buat ngetik kelanjutan nya mau gimana, ini aja baru selesai di ketik -_-v.
Maaf jika cerita nya semakin membosankan dan muter-muter, gak langsung intinya. Ya, lye gak bisa buat cerita cepet keseringan jalan cerita nya lambat gini /peace/
Oke, terimakasih untuk semua yang telah membaca, follow, fav dan review ff ini^^
See ya next chap~
-LyELF-
.
Replying review :
Nureazizah : iya. Sekarang SJFF udah mulai langka apalagi brothership. Aku juga butuh ff dari author2 lain nya tapi susah nyari yang brothership /sigh/ oke, I'll be stay with this genre haha gomawo~
Shinjoo24 : ada kelemahan pasti ada kelebihan nya ahaha hae mulai belajar menjadi dewasa buat jadi hyung baik untuk Kyu kok. Oke, gomawo~
Changmin loppie : nah begitulah, contoh semangat Hae! #eh. Haha ne gomawo~
Cece : haha ff bcmb kemarin haekyu kayak kucing anjing jadi sekarang haekyu di buat so sweet deh. Mian gak bisa asap, gomawo~
: selamat datang hehe ne sabar aja tunggu lanjutan nya ya, gomawo~
ChikaKYU : hati jadi hangat? Gimana caranya chingu? Haha semoga bisa jadi perenungan juga ya. Oke, gomawo~
FiWonKyu0201 : ehehe syukur deh kalo ngena feelnya. Oke, gomawo~
ChoNara : ne, di ff ini sengaja buat banyak fic. Mungkin bisa jadi perenungan juga buat readers jadi bukan cuma buat hiburan hehe ne, mian lama lanjutnya. Gomawo~
Im dayoun : wah seperti nya kita salah paham. Hehe ne aku emang author yang masih harus banyak belajar dan aku selalu terima saran dan feed kok. Dan bener kata kamu, umumnya hyung lebih dewasa dari dongsaengnya dalam cerita. Tapi di FF ini aku bermaksud membuat sebuah fase perubahan dari Hae yang manja mulai mandiri dan dewasa dengan adanya Kyu sbg adik begitu pula sebaliknya yang Kyu biasanya hidup sendiri dan mandiri sejak kecil mulai bisa berbagi pada Hae. Ya, mungkin chap ini bisa sedikit menjelaskan maksud ku. Dan untuk masalah sulit mudah nya membayangkan sebuah cerita, mungkin itu berbeda pada setiap orang karena readers yang lain pun tak masalah dan mampu membayangkan alur cerita ini dengan baik. Okelah, jadi kita damai ya? /kapan berantemnya?/ ahaha maaf kalo ada salah kata, gomawo~
Vha Chandra : yap kamu benar! Iyadong, aku gak tega buat dia pengangguran terus /eh/ haha sabar saja menunggu, gomawo~
AngeLeeteuk : ne, sekali-kali mau munculin sifat kyu yang omongan nya emang tajem kayak real walaupun kayaknya di sini tajem banget (?) haha aniyo, mungkin beberapa member muncul sebagai selingan. Fokus nya ke HaeKyu aja. Buat anniv Kyu? Tanggal 27 dong? Ahahai ne, gomawo~
Elfishy : tenang, Hae juga akan nyanyi kok nanti nya haha jadi bersalah bikin anak orang nangis. cupcup, jangan sip, gomawo~
Lovely yesungielf : tadi nya juga mau langsung di buat nyanyi aja tapi gak tau ini otak justru buat Hae bljar gitar/piano dulu haha sip, gomawo~
Kyuwook : terkadang kita harus keras untuk menyadarkan orang yang mental nya udah sangat down ahaha sip, gomawo~
Evilkyu Vee : haha spesialis brotership? Kok kayak dokter aja ada spesialis nya. Ne, di sini emang khusus buat cerita brother/friendship. Oke, gomawo nde~
Arum Junnie : yap gitu deh. Oke gomawo nde~
Poppokyu : chap awal memang fokus ke hae dulu setelahnya baru bagian kyu nya. Hehe oke gomawo~
Bella0203 : iya saeng, aku yang ngetik aja sampe nangis. Ngetik itu sama dengerin lagu-lagu mellow, rasanya nyesek haha bukannya 1 hari, aku malah apdet nya 1 minggu, oke sip /di bantai/ kkk gomawo~
Haexhyuk : benarkah? Syukur deh haha sip sudah lanjut, gomawo~
haekyuLLua : kamu suka Killua kah? /nyeleweng/ kkk~ kyu manja juga kok cuma masih ketutup sikap dewasa sama mandirinya aja. Bener saeng! TeukHaeKyu… gak tau kenapa kalau bikin cerita brothership antara mereka feel nya dapet banget. Aaahh~ my brothershipper /crazy #slapped/ oke, gomawo~
Riekyumidwife : eonni tumben sekali dirimu menitikan air mata baca ff. senangnyaa~ /eh/ hahaha ayo mau di kabulin req eonni di ending nya atau biarin mereka hidup bahagia? /apaini/ kkk oke, gomawo~
Gyu1315 : gak terlalu lama muncul? Mau aku muncul nya lama aja, dua bulan gitu? Ahaha tangan gatel mau nulis terus jadi gak bisa lama-lama deh. Sip, gomawo saeng~
Arumfishy : di tunggu chap selanjutnya ya hehe gomawo~
Anonymouss : oh gitu, iya ngerti kok. Haha benarkah? Ya mungkin kebetulan kamu liat nama ku di ff wonkyu, atau aku yang lupa ripiu kalo di ff lain /slaped/ tebakan kamu…. Lihat nanti aja yahaha gomawo~
Aulia : bukan ngebut tapi emang aku udah ngetik sampai chap 2 kemarin tapi chap 3 ini baru selesai ketik makanya lama haha ne, gomawo~
Ndah951231 : hayo tebak-tebak apa aja nih? Haha ne, silahkan main tebak-tebakan apa yang akan terjadi. Gomawo~
Dew'yellow : aigoo aku gak apa-apain fishy kok. Salah ndiri si Hae setuju tanda tangan kontrak main peran kayak gini di ff ini /slaped/ hahaha sip, gomawo~
MissBabyKyu : waduh si Kyu kesian di ciumin mulu wkwk ya, memang kebanyakan mental orang kayak Hae pasti banyak yang down dan merasa gak berguna padahal kadang mereka jauh lebih hebat dari orang normal hehe sip, gomawo~
Hikmajantapan : jah, hae kehilangan hyuk nya? Haha nanti di pertemukan deh /eh/ wkwk sip, gomawo~
Dewi : don't crying hehe ini lebih lama, mianhae. oke, gomawo sudah riview~
Yolyol : begitulah, sebuah rasa senasib sepenanggungan bisa mendekatkan seseorang /kata buku #eh/ haha gomawo~
NaraKim : /kasih tisu/ haha oneday have a miracle (?) oke gomawo~
heeeHyun : yap gitu deh, tapi di chap awal masih nyeritain gimana susahnya Hae, abis itu baru beralih ke Kyu hehe oke, gomawo~
KyuHaELF : /kasih tisu/don't be sad chingu-ya hehe gomawo~
SelliHae : sad ending gak ya? Angst selalu sad ending kah? Aku belum pernah buat sad ending haha mungkin bisa di coba /eh/ ne, gomawo~
Widypan : seminggu lama ya? Haha mianhae gak bisa updet cepet. Ne, gomawo~
ChoiChahyun : ne, sengaja membuat banyak quotes di ff ini, ya mungkin bisa di ambil maksud nya. Yap, Hae akan segera dapat kerja tapi pasti gak akan mudah hehe gomawo~
Gyurievil : sabar chingu, semangat ngerjain tugasnya. Ne, sifat kyu di sini gak manja banget haha sip, gomawo~
Jmhyewon : wkwk si fishy ikhlas kok jadi peran buta di sini kemarin dia udah tanda tangan kontrak #eh. Haha siap buat hae menderita~ oke, gomawo~
Ekha sparkyu : selamat datang (?) haha duet ya? Nanti di pikirin deh. Sip, gomawo yaa~
