Title : CAN'T YOU JUST LOOK AT ME?
Genre : Romance, Yaoi
Rate : T
Cast : KyuMin, HaeHyuk, other member suju
Disclaimer : milik orang tua masing-masing, milik Tuhan.
Author note : THIS FANFICTION IS YAOI / BOYS LOVE! DON'T LIKE DON'T READ! DON'T BASH MY CAST!
Mian kalau ada typo dan OOC...
Summary : Ada seorang pria yang mencintaimu. Pria itu mencintaimu dengan sepenuh hatinya. Setiap hari, seperti bayangan, dia mengikutimu kemana-mana. Dia tersenyum pada dunia, padahal di dalam hatinya dia menangis. Berapa lama… berapa lama lagi aku harus melihatmu seperti ini saja sendirian? Cinta yang datang seperti angin ini, cinta yang menyedihkan ini. Jika aku tetap menunggu seperti ini, akankah kau jatuh cinta padaku? Mendekatlah padaku sedikit lagi, sedikit saja. Jika aku maju satu langkah, kau mundur dua langkah ke belakang. Aku, yang mencintaimu, bahkan di saat aku berada di sampingmu seperti sekarang.
*** CHAPTER V ***
Sungmin'S POV
Aku meremas ujung sweater yang kupakai saat wajahku sudah begitu dekat dengan Donghae. Aku tidak tahu apa maksudnya menyetujui hal bodoh ini, bahkan di hadapan istrinya sendiri. Namja sialan itu! Dia bahkan tidak berbuat apa-apa untuk menghentikan ini semua.
Mungkin, dua minggu yang lalu, aku akan sangat menginginkan hal ini. Memberikan ciuman pertamaku pada namja yang kucintai. Tapi sekarang aku bahkan tidak menginginkannya sama sekali. Aku tidak mau melakukannya di hadapan orang yang memintaku belajar untuk mulai menatapnya.
Aku merasakan pinggangku ditarik dari belakang dan sedetik kemudian bibirku terkunci oleh sesuatu yang terasa hangat dan lembut.
Aku membelalakkan mataku kaget saat menyadari siapa yang menciumku. Cho kyuhyun. Aigoo! Berani-beraninya dia!
Dia menarik tanganku keluar ruangan tanpa berkata apa-apa dan baru menghentikan langkah saat kami berdua sudah sampai di depan mobilnya.
"Kau mau marah karena aku menggagalkan ciuman impianmu? Aku tidak akan minta maaf. Oke, aku tahu kalau aku egois. Aku sudah memintamu berhenti mencintainya, tidak bisakah? Dia sudah menikah, Sungmin hyung," ujarnya putus asa. "Kau tahu? Aku ini namja baik-baik, tapi aku juga bisa bersikap frontal jika itu menyangkut orang yang aku cintai. Jadi kumohon, berhentilah. Ada aku di depanmu."
"Kau tidak memberiku kesempatan untuk bicara, Cho Kyuhyun," kataku kesal.
"Sudahlah, aku juga tahu apa yang akan kau katakan. Dengar, besok, beri aku waktu satu hari, benar-benar hanya satu hari, untuk membuatmu mengalihkan tatapanmu padaku. Setelah itu, jika kau tetap bertahan untuk tidak mau mencintaiku, aku akan mengalah dan melepaskanmu. Bagaimana?"
"Sepeda?" tanyaku syok saat aku sudah berdiri di hadapannya. Dia menungguku di depan dorm, lengkap dengan masker, topi, dan kacamata hitamnya. Dia menyuruhku memakai pakaian yang sama. Aneh-aneh saja. Bukankah akan terlihat mencolok kalau dua orang naik sepeda dengan pakaian seperti ini?
"Yak, ini musim dingin, kau mau membawaku jalan-jalan kemana? Pagi-pagi begini lagi."
"Ikut saja," ujarnya sambil tersenyum manis.
Dia menunjuk tempat boncengan di belakang tempat dia duduk, memberi tanda agar aku naik.
"Kau mau mengambil kesempatan agar aku memeluk pinggangmu?"
"Maunya sih begitu, tapi alasan sebenarnya adalah karena akan berbahaya bagimu jika aku mengajakmu naik mobil. Kau tahu kan kemampuanku mengemudi?"
Aku tertawa geli dan mengangguk, menuruti permintaannya untuk naik. Dengan ragu aku mengalungkan tanganku di pinggangnya.
"Ck, bagaimana kau mau belajar mencintaiku kalau kau bahkan ragu-ragu untuk memelukku?"
"Aish, kau ini percaya diri sekali!" seruku kesal.
Pantai yang membeku tertutupi es. Sepi, karena sepertinya ini pantai pribadi.
Angin musim dingin langsung menerpaku, membuatku merapatkan jaketku agar terasa lebih hangat.
"Jadi, apa yang akan kita lakukan disini?"
Dia lagi-lagi tersenyum dan menggeleng.
"Tidak ada. Disini tempat yang tepat untuk merenung, kau tahu?"
Dia melangkah menuju kursi kayu panjang dan duduk disana sambil memandang jauh ke arah laut. Aku mengikutinya sambil memainkan pasir yang kuinjak dengan kakiku. Sudah lama aku tidak bermain ke pantai, sejak aku menjadi trainee perusahaan.
Aku menghirup udara pantai yang segar, membiarkan bau asin air laut merasuk ke hidungku. Aku menoleh ke samping dan mendapati Kyuhyun sedang menutup matanya.
"Kyuhyun-ah, kalau hanya begini bagaimana aku bisa jatuh cinta padamu?"
Dia tersenyum tanpa membuka matanya.
"Hal pertama yang diperlukan adalah rasa nyaman. Aku ingin kau merasa nyaman di sampingku. Dalam keadaan hening seperti ini, kau bisa merasakannya dengan lebih mudah."
Nyaman. Untuk hal ini dia lulus dengan mudah. Aku merasa sangat nyaman berada di sampingnya.
Aku menyandarkan kepalaku ke sandaran kursi dan menutup mata. Dalam cuaca sedingin ini, entah kenapa tiba-tiba aku merasa hangat.
Kyuhyun'S POV
Aku terkejut saat dia menyandarkan kepalanya ke bahuku. Apa ini tandanya dia merasa nyaman berada di sampingku?
"Ujian pertamamu lulus, Cho Kyuhyun. Aku merasa nyaman bersamamu," gumamnya dengan suara pelan.
Aku meletakkan daguku ke atas kepalanya, menghirup aroma rambutnya yang harum.
"Gomaweo," bisikku.
###
"Aku tidak tahu lagi harus berapa kali lagi terkejut karenamu. Sepeda, pantai, dan sekarang mall? Kau sudah gila, ya?"
"Kita kan sudah menyamar. Tenang saja. Ada yang harus kuambil."
Dia mengerucutkan bibirnya. Mall sedang ramai-ramainya sekarang karena masih dalam rangka tahun baru, makanya dia takut dikenali.
"Kau takut ada yang mengenalimu? Memangnya ada yang kenal denganmu?" gurauku.
"YAK! Yang aku pikirkan itu kau tahu! Kau itu kan terkenal sekali! Aku bisa dibunuh oleh fans-fansmu itu kalau mereka tahu kau jalan denganku!"
"Aku akan melindungimu. Tenang saja. Lagipula nanti saat kau menjadi kekasihku, kau juga akan menghadapi mereka."
"Cih, percaya diri sekali kau, Tuan Cho Kyuhyun."
Sungmin'S POV
Aku melirik sekelilingku dengan takut. Sepertinya ketakutanku tidak beralasan.
Aku menatap pasangan di dekat kami dengan iri. Mereka berdua saling berpegangan tangan, terlihat mesra sekali.
Kenapa setan ini tidak melakukan hal seperti itu? Tempat ini ramai sekali dan kemungkinan aku menghilang dalam kerumunan sangat besar. Tidak bisakah dia menggenggam tanganku untuk menunjukkan bahwa dia takut aku menghilang dari sisinya?
"Kau mau seperti mereka?" tanyanya tiba-tiba sambil menunjuk ke arah pasangan yang dari tadi kuperhatikan.
"Ani," dustaku.
"Ramai-ramai atau tidak, aku akan tetap bisa melihatmu. Kau tidak akan terlepas dari tatapanku, karena itu aku tidak menawarkan diri untuk menggenggam tanganmu. Tapi… kalau kau memang menginginkannya, aku tidak keberatan."
Dia mengulurkan tangannya ke arahku. Aku menatapnya ragu, setengah terpana karena ucapannya tadi.
"Kau boleh menolaknya."
Aku menggeleng dan menyambut uluran tangannya itu, merasakan kulitnya yang hangat menyentuh tanganku yang dingin. Dia mengeratkan genggamannya di tanganku, menarikku lebih mendekat ke sisinya.
"Kau tahu rasanya menggenggam tanganmu seperti ini? Rasanya seperti seluruh dunia ada dalam genggamanku. Bukankah kau adalah duniaku? Jadi Lee Sungmin-ssi, apakah kau pikir aku akan melepas dengan mudah apa yang sudah berhasil kugenggam dengan susah payah?"
###
Kami memasuki sebuah toko perhiasan yang cukup sepi. Sepertinya si penjual mengenal Kyuhyun, karena tanpa berkata apa-apa dia langsung menyerahkan sebuah bungkusan kepada namja itu.
Kyuhyun membuka bungkusan itu dan mengeluarkan sebuah kotak lalu mengulurkannya padaku.
"Aku tidak suka perhiasan."
"Untuk yang satu ini kau pasti suka."
Aku mengambilnya dengan tatapan penasaran dan membukanya perlahan.
Gelang. Gelang yang sama persis dengan gelang yang sekarang melingkar di tangannya. Aku memang sudah lama menyukai gelang itu. Pasti Ryeowook yang memberitahunya, karena dialah yang tahu bahwa aku menyukai gelang yang dipakai Kyuhyun.
"Gomaweo," ucapku dengan suara tercekat.
"Jadi kau tidak menolaknya? Baguslah."
###
Setelah makan malam, dia mengantarku kembali ke dorm, kali ini menggunakan taksi karena cuaca malam hari jauh lebih dingin. Dia mengantarku sampai ke depan pintu dorm, membuatku merasa harus mempersilahkannya masuk demi sopan santun.
Dia menggeleng dan bersandar ke dinding di samping pintu.
"Jadi… apa aku berhasil?"
"Ne?"
"Apakah aku berhasil membuatmu menatapku?"
Aku hanya diam, mencoba menggodanya.
"Hmm… sepertinya tidak. Tapi setelah kerja kerasku seharian… bisakah kau memelukku sekali saja sebelum aku melepasmu?"
Aku melangkah mendekatinya dan melingkarkan tanganku di pinggangnya, memeluknya ringan. Hanya pelukan ringan, tapi tetap saja jantungku berdetak tak terkendali.
"Jadi kau mau melepasku begitu saja? Payah! Ternyata Cho Kyuhyun yang terkenal dengan keevilannya hanyalah seorang namja yang payah dalam masalah percintaan."
"Payah? Kau kan menolakku, jadi aku bisa apa lagi?"
"Memangnya aku mengatakan bahwa aku menolakmu? Kau hanya menarik kesimpulan sendiri dari tadi tanpa membiarkanku bicara."
Dia mencoba melepaskan diri dari pelukanku, tapi aku tidak membiarkannya begitu saja. Kalau aku menatap matanya mana mungkin aku bisa bicara dengan mudah.
"Berhentilah memaksaku menatapmu, karena sekarang aku sudah melakukannya."
Aku merasakan tubuhnya menjadi rileks dan tangannya menarik punggungku mendekat.
"Benarkah? Jadi kalau begitu apa kau akan meninggalkan S.O.U.L karena alasanmu untuk berada di sana sudah tidak ada lagi?"
Aku tertawa geli dan menggeleng.
"Aku sudah menemukan alasan baru untuk bertahan. Bukan Lee Donghae lagi, tapi Cho Kyuhyun."
Kali ini dia berhasil melepaskan pelukanku, matanya menyusuri wajahku perlahan dengan senyum tersungging di wajahnya.
"Apa aku sudah pernah bilang bahwa kau itu cantik sekali? Kalau belum aku akan mengatakannya. Cho Sungmin ssi, kau cantik sekali."
"Cho Sungmin?"
"Ne. Waeyo?"
"Kedengarannya tidak cocok!"
"Mwo?"
"Lee Sungmin lebih bagus."
"Jadi kau mau menikah dengan Lee Donghae agar margamu tetap menjadi Lee? Atau siapa lagi namja yang marganya Lee? Aku kan sudah bilang bahwa kau hanya boleh menatapku saja? Kau…."
Aku menghentikan ucapannya dengan satu kecupan kilat di bibirnya.
"Tuan Cho, kau terlalu banyak bicara dan pencemburu sekali."
Dia tertawa dan menarikku lagi ke pelukannya.
"Saranghae," bisiknya pelan.
"Nado saranghae."
"Tapi Sungmin~a, kenapa aku tidak pernah melihatmu menatapku?"
"Itu karena aku selalu memperhatikanmu ketika kau sedang tidak memperhatikanku, Tuan Cho babo."
"Begitukah? Memangnya kapan aku berhenti menatapmu? Aish, terserahlah, pokonya mulai sekarang kau hanya boleh melihatku. Jangan melirik namja lain. Lihat aku saja. Arasseo?"
Aku baru akan membalas ucapannya saat tiba-tiba suara di belakang kami merusak suasana ini.
"Minnie, Kyuhyun, apa kalian mau membuat skandal, hah? Kalau ada orang yang melihat bagaimana? Yang tinggal di lantai ini kan banyak!"
Aish, Kim Heechul, kau hadir di saat yang benar-benar tidak tepat!
*** END ***
Yeii...akhir-a cerita ini selesai juga...fiuhhh /lap keringat
mianhae kalau ending-a mengecewakan dan tdak sesuai harapan kalian...
dan moment2 kyumin-a hanya sedikit atau tdak ada sma sekali..hehehe
And thanks to all my reviewers dari chapter 1-5..
makasih juga buat yang nge-fav dan nge-follow ff ini...dan makasih juga buat Siders walaupun gak review ya udahlah gapapa...
saya juga gak bisa maksa dan inti-a saya bertetima kasih untuk semuanya yang mau baca cerita ini..
oke balasn review-a menyusul...krna saya akn membuat kolom khusus untuk balasn review-a..
and the last..
give me last review!
