CHAPTER 5

Selamat hingga chapter 5! Yeay! Akhirnya, chapter 5 bisa update!

Sekarang, silahkan nikmati chapter 5 ya!

Jaa ne~

Naruto © Masashi Kishimoto

Sorry Kushina © Namikaze Akane

Genre: Romance, Hurt/Comfort, Crime, and blablabla…

Rated: Teen (Not M!)

Main character: Namikaze Minato and Uzumaki Kushina

Languange: So pasti Indonesia

Warning: Typo, alur abal-abal, and Update pending

Don't like? Don't read!

Don't be a silent reader! Okay?

Ready

Take and…

Action!

Saat sampai di parkiran, Minato kemudian langsung memasukkan Kushina ke kursi belakang. Tanpa fikir panjang, Minato langsung membawa mobilnya dengan kencang ke rumah sakit.

Setibanya di rumah sakit, Minato langsung menggendong Kushina dengan ala bridal style. Kushina kemudian di tangani oleh 2 dokter sekaligus.

"Keluarga Uzumaki Kushina" kata seorang perawat.

Minato yang mendengarnya langsung berlari kecil ke arah perawat tersebut.

"Anda suda di tunggu oleh dokter di dalam" kata perawat tersebut. Minato kemudian masuk ke ruang UGD itu.

Selang oksigen telah di pasangkan ke tubuh Kushina. Bibirnya menunjukkan betapa sesaknya nafasnya saat itu. Tak Minato sangka kalau saja ia tak masuk ke kamarnya tadi, mungkin ia telah membunuh Kushina.

"Apa yang terjadi pada istri saya?" Tanya Minato khawatir.

Sang dokter tersenyum lega dan bangga, "Jika saja anda terlambat menemukan dan membawa nona ini. Mungkin ia sudah meninggalkan anda, tuan muda Namikaze"

Minato juga merasa sedikit lega dengan keadaan Kushina saat ini.

"Lalu apa yang terjadi padanya?"

"Sepertinya ia diracuni dengan karbon monoksida. Biasanya, kasus seperti ini terjadi, saat seseorang meninggalkan teman atau anaknya di dalam mobil dengan keadaan ac yang menyala. Jarang sekali orang melakukan ini di rumah ataupun ke dalam kamar" kata dokter tersebut sambil memegangi dagunya.

"Baiklah. Terima kasih atas pengetahuan anda" Minato kemudian kembali terpaku dengan keadaan Kushina.

. . .

Pi… Pi…

"Namikaze-sama. Namikaze-sama, bangun" Minato kemudian terbagun.

"Hn? Ada apa?"

"Istri anda akan ami pindahkan ke ruang inap. Jadi, anda tolong bergeser"

Minato kemudian menggeser semua barang-barang yang mengganggu kepindahan Kushina.

Grek… Grek… Grek…

Kushina kemudian berpindah ke kamar rawat inap. Ia masih memakai selang oksigen tersebut.

I'd chatch a grenade for ya

Throw my hand on the blade for ya

I'd jump in front of a train for ya

You know I'd do anything for ya

"Halo?"

"Minato. Kau di mana?" tanya Misaki dari seberang sana.

"Hn? Di… Rumah sakit"

"APA? SIAPA YANG SAKIT?"

"Kushina. Ia di racun orang tak di kenal"

"Hah? Ba… Baiklah-"

"Kaa-san tak usah ke sini. Biar aku yang mengurusnya sendiri"

"Ugh… Tapi, Kaa-"

"Sudah. Baiklah, aku tutup. Jaa ne~"

Misaki yang penasaran kemudian kembali masuk ke mobilnya. Ia masih menatap jendela apartement Kushina yang pecah dari bawah.

'Tindak kejahatan yang sangat rapi, Hirota' batin Misaki sambil tersenyum miris.

Beberapa hari kemudian…

I'd chatch a grenade for ya

Throw my hand on the blade for ya

I'd jump in front of a train for ya

You know I'd do anything for ya

"Halo, Kaa-san" jawab Minato.

"Halo, Minato. Bagaimana keadaan Kushina saat ini?" tanya Misaki yang tidak terlalu khawatir karena ia sudah di berikan kesempatan menjenguk satu kali.

"Kushina? Bisa di bilang saat ini dia sudah siuman. Tetapi belum banyak bicara" kata Minato sambil melihat Kushina yang sedang memakan makanan yang di sediakan rumah sakit tersebut.

"Oh… Sayang sekali ya… Minggu-minggu pertama kalian sebagai sepasang pengantin, hanya di habiskan di rumah sakit" kata Misaki agak miris.

"Ya, begitulah" sela Minato dengan sedikit senyuman.

"Ya sudah. Kaa-san akan ke sana nanti. Jaa ne~"

Obrolan singkat itu terputus. Minato kemudian kembali focus ke Kushina.

"Kaa-san. Eh?"

"Hn. Ia bertanya tentang mu. Kenapa? Kau tidak suka?"

"Bukan. Hanya saja…" ucapa Kushina terputus.

"Kenapa?" tanya Minato penasaran.

"Tak perlu aku jelaskan lagi"

"Kenapa? Kan-"

"Aku sedang tidak ingin berbicara panjang lebar. Itu saja" kemudian Kushina kembali menaikkan selimutnya. Ia kembali tidur.

"Kenapa? Kau sejak kejadian itu tidak mau bicara banyak padaku? Hn?"

Tak ada jawaban dari Kushina. Minato kemudian menghela nafas panjang.

"Baiklah jika begitu. Aku keluar dulu. Mau membereskan kamar sebelum kepulanganmu" Minato melangkah keluar.

Sreg…

'Sudah pergi…' Kushina kemudian bangkit dari tempat tidurnya. Ia kemudian keluar dari ruangannya.

Selang infus, terus ia bawa kemana-mana. Kushina mengelilingi rumah sakit itu dengan gerakan yang amat lambat. Kakinya terasa berat ketika ia gerakkan.

"Ukh…" rintihnya.

'Keparat para penguntit yang mengincar nyawaku itu' Kushina terus berjalan dengan langkah yang amat berat.

Banyak para pengunjung rumah sakit yang merasa iba pada Kushina. Dan tak sedikit juga suster-suster serta perawat lainnya yang menawarkannya kursi roda.

"Ojou-sama. Lebih baik anda-"

"Maaf, tapi aku lebih suka berjalan dengan kakiku sendiri di banding dengan bantuan alat-alat medis. Buat apa aku memiliki kaki bukan?"

"Ta-"

"Maaf, aku masih mau berjalan" Kushina kemudian meninggalkan suster yang berniat menolongnya tadi.

. . .

"Kuat juga kau, bocah tengik" kata Hirota sambil tersenyum licik.

"Hh… Tentu saja. Buktinya aku masih bisa bertahan dengan keadaan yang seperti ini. Kau tidak menyangkanya bukan?" kata Kushina sambil tersenyum penuh kemenangan.

"Baiklah, baiklah. Sekarang, aku akan memberikanmu pilihan, sama seperti sebelum kau melayani Sara. Pilihan pertama, bunuh Misaki, Hito, serta Hiruto, lalu kau meninggalkan Minato. Atau yang kedua, bunuh Minato, lalu kau juga harus segera menghilang. Bagaimana?"

"Dasar licik! Kau pikir aku akan semudah itu masuk ke dalam jebakanmu itu? Yang benar saja. Aku bukan anak-anak lagi"

"Baiklah. Yang ketiga, kau, Minato, serta keluarga Namikaze itu aku sengsarakan, dan kalian semua akan mati pelan-pelan"

"Aku memilih yang ke empat. Aku, melaporkanmu pada pihak yang berwenang, menjadi istri serta menantu yang baik bagi keluarga Namikaze, menunggu eksekusimu dengan sabar, dan hidup dengan tenang setelahnya" ucap Kushina tanpa ragu.

"Baiklah, aku meyarankan yang pertama, tetapi karena kau memilih yang ke empat, alias tidak ada, maka kau, akan menunggu detik-detik kematianmu" Hiruto kemudian pergi meninggalkan Kushina di gudang rumah sakit yang gelap tersebut.

Kushina tersungkur, 'Ringkih… Jika kau memaksakan untuk menjadi kuat, akan ada konsekuensinya'

. . .

"Hn? Kushina. Kau… darimana?" tanya Minato bingung.

Kushina kemudian masuk ke ruangannya tanpa menghiraukan perkataan Minato. Kemudian ia langsung masuk ke selimutnya, yang di bantu oleh Minato.

"Ada apa? Kok kau keluar?" tanya Minato yang masih bingung.

"Entahlah. Seolah-olah ada magnet yang menarikku untuk keluar. Magnet dari kegelapan" kata Kushina sambil tersenyum miris.

"Oh. Jadi sekarang-" ucapan Minato terputus dengan dengkuran halus Kushina.

Krr… Krr…

'Tidur terus dari tadi' batin Minato heran.

. . .

"Tadaimaaaa…" Misaki masuk bersama dengan Hito dan Hiruto.

"Okaeri" jawab Minato dan Kushina. Kushina sdang makan, ia di suapi oleh Minato.

"Oh, sedang makan. Lanjutkan saja, jangan hiraukan kami" Misaki tersenyum canggung dengan kehadirannya di sana.

"Kaa-san mau bicara dengan Minato kan? Tak apa, aku bisa makan sendiri" Kushina kemudian mengambil mangkok dari tangan Minato.

"Ooh.. Gomen ne Kushina" Two Mi itu kemudian keluar.

. . .

"Kaa-san. Kushina, ia berubah total. Dari yang dulunya cerewet, nggak mau di bantu sama sekali, malah jadi pendiam, ringkih dan mudah down" keluh Minato ke Misaki.

"Lalu?" tanya Misaki. Sontak itu membuat Minato menjadi bingung.

"Apa kau mau menceraikannya dengan keadaannya itu?" lanjutnya.

Minato benar-benar bimbang, ia harus memilih, antara egonya dan kebaikan Kushina selama ini.

"Aku…"

"Hatimu lemah. Karena kau belum mencintainya sepenuhnya. Jangan karena kau baru mengenalnya, kau tidak memikirkan hatinya itu" Misaki kemudian meninggalkan Minato untuk berfikir.

. . .

'Egoku, dan kebaikan Kushina selama ini. Jika di fikir, presentasinya lebih besar ke kebaikan Kushina' batin Minato terus mengatakan hal yang sama.

Ia mencari udara segar di luar rumah sakit. Ia keluar menuju dome besar di kebun sayap kanan.

Kemudian ia melihat Sara dengan tangan yan menutupi mulutnya. Seperti ia ingin muntah.

'Hn… Sara? Untuk apa dia kesini?' Minato kemudian mengikuti Sara ke sebuah ruangan.

'Dokter Spesialis Kandungan?' Minato semakin penasaran. Ia kemudian berdiri di ambang pintu.

"Selamat Ojou-sama. Anda sedang hamil" ujar seorang dokter dari dalam.

"Ta… Tapi… Ba… Bagaimana mungkin?" Sara semakin bingung. Ia tak percaya bahwa dirinya tengah hamil. Begitu juga dengan Minato.

"Apa maksud anda? Apa anda belum menikah?" Dokter itu kaget dengan keadaan Sara saat ini.

"A… Apa anda tidak bisa melakukan aborsi?" Minato kaget setelah mendengar semua percakapan Sara dengan dokter tersebut.

"Gomen ne. Aku tidak mau membunuh seseorang. Jika aku menyediakan aborsi, aku tidak sanggup menanggung semua dosanya kelak"

"Aku mohon… Hiks… Berapapun harganya… aku akan membayarnya… Hiks…"

"Gomen ne. Aku tidak mau. Walaupun sebanyak apapun anda membayarku, aku tidak akan melakukannya. Jujur, dulu aku ingin memiliki anak, dan di umur pernikahanku yang ke 5, aku baru memiliki anak. Sedangkan kau, sebelum menikah, sudah mendapatkan anak. Gomen, aku tidak dapat membantumu"

"Tapi tolong… Hiks…"

"Silahkan anda keluar"

Minato kemudian segera menghindar. Tapi terlambat, Sara sudah membuka pintu. Ketika ia membuka pintu, ia langsung memeluk Minato dengan erat.

"HUAAAA…. HIKS… MINATO…" tangis Sara. Minato hanya bisa kembali memeluk Sara.

"Mi… Minato!" Misaki kemudian menarik Minato dari pelukan Sara.

"Kau, perempuan jalang! Berani-beraninya kau merebut anakku dari pelukan menantuku"

Plak…

Satu tamparan melayang ke Sara. Minato yang melihatnya tidak dapat berbuat apa-apa.

"Gomen kalau aku mengganggu kehidupan yang seharusnya ku miliki. Jangan salahkan aku karena aku telah merebut anakmu dari pelukan menantumu itu" Sara kemudian membungkukkan badannya dan segera meninggalkan ibu dan anak itu.

TBC

Gomen minna-san! Akane, nggak bisa ngepublish kelanjutan NLWSS dalam 2 hari kedepan. Tetapi, besok, baru bisa! *APA BEDANYA?!*

Oke, tunggu chapter 6 Sorry, Kushina dan Chapter 1 'My Idol, My Boy Friend'

Jaa ne~