Daisuki da, Senpai!
Warning!: OOC pasti, abal, GaJe, typos (maybe), Dll,.
Disclaimer: Punya Mas Hiro Mashima! Kalo punya aku, pasti bakal seru (?) /no.
Daisuki da, Senpai!
Characters: Lucy H., Gray F.
Pairing: GrayLu.
Genre: Romance, friendship.
Well, happy reading, Minna-san~! Gomen, ne, kalau gajelas.. soalnya, aku nubi! X3
Daisuki da, Senpai!
Chapter 1: When I Meet You.
Normal POV.
Pagi yang cerah menyambut hari seorang gadis yang baru-baru ini selesai ujian nasional SMP. Suasana hatinya juga cerah.
Hari ini hari yang spesial untuknya. Karena, ia baru saja masuk kesekolah barunya.
Ia baru saja berangkat sekolah. Angin sepoi-sepoi mengibaskan rambutnya yang berwarna pirang, panjang, dan dikuncir twintails. Sinar matahari yang hangat menyengat kulitnya yang putih dan lembut.
"Sekolah baru~. Fairy Gakuen~!".
Ia berjalan terus berjalan hingga tempat pemberhentian bus. Tiba-tiba, ada seorang lelaki yang tampaknya umurnya setahun lebih tua dari gadis itu. Anak laki-laki itu memakai seragam Fairy Gakuen. Gadis itu berpikir dan berniat untuk menyapanya.
"Ohayou gozaimasu, senpai!" sapanya dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.
"Ahh, ohayou mou. Etto, kau murid baru di Fairy Gakuen? Hm.. namamu siapa, kalau boleh tahu?" tanya si senpai. "Iya! Aku anak kelas satu disana! Namaku, Lucy Heartfilia, yoroshiku onegaishimasu!" kata si gadis yang bernama Lucy yang memulai perkenalan. [Oh, ya. Disini, Gray itu senpainya. Hehe'-')/]
"Heartfilia-san? Hmm, watashi wa Gray Fullbuster. Douzo yoroshiku. Oh, ya, bolehkan, aku memanggilmu Lucy?" tanya si anak laki laki bernama Gray itu.
"Ah.. langsung memanggil nama kecil?" Lucy mengerinyit. "E-eh, gomen, kalau keberatan. Kalau begitu, aku panggil kamu Heartfilia saja." Kata Gray sambil menatap Lucy. "Hm? Panggil Lucy juga tidak apa-apa, sih! Habis, nanti kalau manggil Heartfilia, kepanjangan! Nanti, mulutnya sampai berbusa (?) deh, kalau panggil aku begitu.. hihihi." Tawa Lucy.
Gray hanya tertawa kecil. "Hahaha, kalau begitu, kau panggil aku Gray saja, tidak usah pakai senpai juga tak apa-apa.". "Heh? Nanti, aku dibilang tidak menghormati-mu, dong!" kata Lucy.
"Ehm, tidak apa-apa, Lucy. Jika mereka—teman teman angkatanku menganggapmu tidak hormat, aku akan bicara pada mereka! Oh, iya. Kamu dapat kelas X berapa?" tanya Gray.
"Uhm, X-7, etto, Gray!" jawab Lucy. Gray menatap Lucy lalu tersenyum. "Dulu aku juga X-7. Berarti, kita sama, dong."
Lucy hanya mengiyakan dan tersenyum. Tak lama kemudian, bis mereka datang. Tanpa basa-basi, mereka berdua langsung menaiki bis tersebut. Gray mengajak Lucy untuk duduk bersama. Lucy pun langsung tanggap mengiyakan.
Di sepanjang perjalanan, di bis itu, diwarnai oleh candaan Gray dan Lucy…
.
.
"Erza, ayo kita ke kantin! Wendy juga!" ajak Lucy sambil berdiri di depan pintu kelas. "Un! Sebentar dulu, ya, Lucy-Chan. Aku masih mencatat pelajaran yang diberikan Aries-sensei ," jawab gadis berambut biru yang mungil yang bernama Wendy itu.
"Iya, aku juga," sahut Erza sambil menatap papan tulis yang penuh dengan tulisan guru mereka, Aries. Lucy hanya mengangguk dan berjalan ke-arah Wendy untuk melihat sudah sampai manakah catatan Wendy.
Tidak lama kemudian, Wendy dan Erza selesai mencatat dengan waktu yang hampir bersamaan. "Selesai juga~" kata Wendy sambil memijit-mijit jarinya karena pegal. "Yosh! Kalau begitu, ayo kita ke kantin!" seru Lucy dengan sebuah senyuman menyambut di wajahnya.
Wendy dan Erza tersenyum dan bangkit dari kursi mereka masing masing dan mulai berjalan bersama Lucy untuk pergi ke kantin sekolah mereka.
-Skip time, langsung di kantin-
"Wendy, kau mau pesan apa?" tanya Erza sambil melihat menu kantin mereka hari ini. "Un~, aku mau roti sandwich dan susu saja, deh!" cetus Wendy sambil menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya yang mungil. "Bagaimana denganmu, Erza?".
"Aku… aku mau pesan cheese cake saja." Jawab Erza. "Lucy, kau mau pesan apa? Kok, diam saja?". "Hah?! E-etto.. maaf, aku habis melamun.. aku mau pesan bento saja, lah!" kata Lucy. "Oke, akan aku pesan'kan." Ujar Wendy sambil tersenyum. Lucy dan Erza hanya mengangguk.
Wendy pun memesan satu buah cheese cake yang di pesan oleh Erza, satu bento, dan roti sandwich dan susu untuk dirinya sendiri. Setelah memesan, mereka menerima pesanan mereka dan memulai mencari tempat duduk.
Tak lama kemudian, sebuah meja dengan 2 buah kursi panjang yang kosong muncul (?) di mata mereka [Gomen, maksudnya, mereka menemukannya.. BAHASAKU ANEH YAAA!?].
"Disini saja, Luce." Sahut Erza sambil duduk disalah satu kursi panjang itu. Lucy mengangguk dan duduk di depan Erza. Wendy duduk disebelah Erza. Mereka pun mulai memakan makan siang mereka.
"Ano.." sahut Lucy di sela sela 'acara' makan mereka. "Nani, Lucy-Chan?" tanya Wendy yang baru mau memasukkan sandwichnya kedalam mulutnya yang mungil. "Etto, apakah kalian kenal dengan Gray?" tanya Lucy.
"Ahh, tentu saja!" jawab Wendy langsung tanggap. "Aku… aku tidak kenal." Balas Erza sembari menyendok cheese cakenya.
"Aku tadi pagi berkenalan dengannya, di halte bus. Dia orangnya sangat baik! Sudah begitu…" kata Lucy misterius. "Apa?" tanya Wendy. "Tidak, bukan apa-apa," jawab Lucy. "Souka na.." timpal Erza.
Mereka pun melanjutkan makan mereka tanpa berkata-kata sedikit pun.
.
.
.
"Jaa na!" sahut Erza. "Jaa ne, mata ashita!" balas Wendy dan Lucy berbarengan. Lucy mulai berjalan membelakangi Erza. Begitu juga dengan Wendy karena rumah mereka satu arah. "Lucy-Chan," panggil Wendy. "Umm, ya?" jawab Lucy sambil menengok ke-arah Wendy.
"Bagaimana kau bisa kenal dengan Gray nii-.. maksudku, Gray-senpai?" tanya Wendy.
"Tadi aku hanya bertemu di tempat pemberhentian bis. Lalu, aku melihat dia memakai seragam Fairy Gakuen.. aku pun tertarik berkenalan padanya. Dia baik sekali!" jawab Lucy.
"Souka na~, kalau begitu, tadi saat makan siang Lucy-chan mau ngomong apa?".
- Flashback –
"Aku tadi pagi berkenalan dengannya, di halte bus. Dia orangnya sangat baik! Sudah begitu…" kata Lucy misterius. "Apa?" tanya Wendy. "Tidak, bukan apa-apa," jawab Lucy. "Souka na.." timpal Erza.
- Flashback end -
"Ahh, itu.." kata Lucy flashback dan tiba-tiba saja wajahnya memanas. "Dia itu.. tam-.. tampan!". "Eeeh… jadi Lucy-Chan suka sama Gray-senpai?!".
"Itu…"
.
.
.
To Be Continued!
Etto, ceritanya bagus gak? Je-jelek ya? Maklum, aku newbie DX O-Oke.. mohon di review! kalau di review, bakal bikin chappie selanjutnya~!
