Chapter 2

Rated: T, Indonesian, Romance & fantasy.

Desclaimer :

Super Junior milik SMEnt, orang tua, keluarga, kerabat dan diri mereka sendiri.

Donghae is mine #Kalau boleh loh ^^

Fic ini milik HwiKa.

Rate: T

Pair : HaeKyu slight EunHae –sedikit-

Genre : Fantasy, Romance sedikit Humor.

Warning : BL/Yaoi, OOC, Typo's, Aneh, Alur gaje, dan kekurangan

.

,

,

DON'T LIKE DON'T READ

.

.

,

Kyuhyun duduk di kelasnya, matanya menerawang menatap keluar jendela sudah tiga hari dirinya menetap di bumi tapi tak satu pun cara berhasil ia gunakan untuk mendapat first kiss Donghae.

"Argghh" pekik Kyuhyun frustasi seraya mengacak surai ikalnya.

Segala cara sudah ditempuhnya mulai dari cara lembut hingga kasar namun tak ada yang berhasil malah membuatnya terlihat seperti orang bodoh dihadapan Donghae.

Flashback

Kyuhyun duduk di ruang makan, jarinya mengetuk-ngetuk meja dengan tak sabar karna menunggu Donghae pulang membeli makanan untuk makan malam.

Cklek.

Pintu apartement terbuka lalu muncul sosok namja tampan dengan kantung belanjaan ditangannya.

"Mana makanannya?" Tanya Kyuhyun tak sabar.

Donghae diam berlalu meninggalkan Kyuhyun menuju kulkas dan menyusun bahan makanan yang baru saja dibelinya.

"Yak! Jawab aku" bentak Kyuhyun.

Donghae melirik Kyuhyun sekilas.

"Nanti aku akan memasaknya sekarang aku mau mandi dulu, arra?" jelas Donghae dan meninggalkan Kyuhyun yang merengut mendengar jawaban Donghae padahal perutnya sudah lapar.

Kyuhyun masih kesal mendengar sahutan Donghae rasanya ia ingin segera memangsa Donghae dan menjadikannya budak, pasti menyenangkan membuat Donghae bertekuk lutut dihadapannya.

Namun seringai iblis segera menghapus jejak kesal diwajah pucat Kyuhyun saat sebuah ide melintas di otaknya.

Kyuhyun berlari menuju dapur tempat biasa Donghae mencuci piring kemudian Kyuhyun mengambil baskom kecil dan menampung air yang mengalir dari keran.

Kyuhyun berjalan menuju kamar mandi dan menumpahkan air yang tadi diambilnya tepat di depan pintu kamar mandi, seringai masih terus terpatri dibibirnya. Suara aliran air dari shower masih terdengar di telinga Kyuhyun pertanda Donghae masih mandi. Kyuhyun kembali ke meja makan sambil menahan senyumnya karna membayangkan jebakan yang baru saja dibuatnya.

Selang beberapa menit terdengar suara pintu terbuka itu berarti Donghae sudah selesai mandi lalu..

AAHHH…

BRUK..

Kyuhyun berusaha menahan tawanya 'Itu pasti jeritan Donghae' batin kyuhyun senang.

Kyuhyun segera menghampiri Donghae yang sudah sukses terkapar di depan pintu kamar mandi sambil meringis kesakitan.

"Donghae-ssi, gwaenchana?" Tanya Kyuhyun dengan wajah sok khawatirnya lalu menghampiri Donghae dan tiba-tiba…

Sandal yang dipakai Kyuhyun tergelincir air yang ditumpahkannya tapi bukannya jatuh ke belakang Kyuhyun sengaja menjatuhkan dirinya ke depan tepat diatas tubuh Donghae sesuai rencananya.

Kyuhyun memejamkan kedua matanya saat kedua tangannya berhasil menahan bobot tubuhnya dan jarak wajahnya dan wajah Donghae semakin dekat hanya beberapa centi lagi dapat dipastikan bibir mereka saling bersentuhan.

Kyuhyun membuka kedua matanya dan maniknya tepat menatap manic coklat madu milik Donghae, dan entah kenapa seolah manic itu menghipnotisnya untuk lebih dalam menatap manic coklat madu lembut itu dan melupakan rencananya barusan.

"Kenapa jantungmu berdetak begitu kencang eoh?" suara Donghae membuyarkan lamunannya.

Kyuhyun mengerjapkan matanya beberapa kali memperoleh kesadarannya lalu sadar dengan kata-kata Donghae barusan dan sukses membuat pipinya memanas.

"A..ani" sahut Kyuhyun tergagap karna malu.

Kini seringai iblis seolah berpindah ke Donghae.

Chup..

Donghae kembali mengecup pipi chubby Kyuhyun, membuat Kyuhyun membelalakan kedua matanya terkejut.

"A..apa yang kau lakukan?" Tanya Kyuhyun yang masih terkejut.

Donghae terkikik geli melihat expresi terkejut Kyuhyun yang imut dan membuat ide jahil kembali menghampiri otaknya.

Chup.

Kini pipi chubby Kyuhyun yang satu lagi mendapat bagian kecupan dari bibir Donghae, Kyuhyun segera menarik tubuhnya dan bangkit sambil memegangi kedua pipinya itu, kedua pipinya sudah bersemu pink.

Donghae sudah tak bisa menahan tawanya melihat Kyuhyun yang berusaha menahan malu.

"Aish, kau menyebalkan sekali!" teriak Kyuhyun frustasi.

"Hahaha,,kau benar-benar lucu" ucap Donghae disela tawanya yang kini sudah bangkit berdiri dihadapan Kyuhyun.

Kyuhyun yang kesal segera berbalik menuju ruang tengah dan menutup wajahnya dengan bantal, menyembunyikan semburat pink di pipinya.

Donghae sudah puas terawa kini beranjak menuju dapur untuk memasak.

"Kau mau menjebakku eoh?" goda Donghae dari dapur namun Kyuhyun tak bergeming.

"Jangan berharap banyak Cho Kyuhyun, kau tak lebih pintar dari aku, arra"

"Aish, diamlah" sahut Kyuhyun kesal

"Hahaha, itu hukuman karna kau macam-macam denganku"

"Terserah"

"Oh iya, tadi jantungmu berdetak kencang sekali dan juga wajahmu bersemu merah loh"

"Aish, hentikan Lee Donghae!" teriak Kyuhyun lalu melempar bantal kearah dapur dan jelas sekali tidak mungkin menyentuh Donghae sedikitpun.

Donghae melanjutkan tawanya lagi karna sikap Kyuhyun.

Flashback end.

"Aishhh… namja itu benar-benar menyebalkan" pekik Kyuhyun kesal.

"Aku heran kenapa setiap dihadapannya aku menjadi salah tingkah seperti itu sih?" gumam Kyuhyun.

.

.

.

.

.

.

Kyuhyun duduk di depan layar besar, jemarinya memainkan remote mengganti beberapa chanel dengan kesal karna tidak ada acara yang bagus. Sepertinya Kyuhyun mulai terbiasa dengan kehidupan kaum manusia.

"Huft,, bosan" keluh Kyuhyun lalu melempar remote tv sembarangan ke sofa disebelahnya.

"Tentu saja kau bosan, kau kan bukan manusia" celetuk suara yang menurut Kyuhyun mulai familiar di telinganya.

Kyuhyun menengok melihat Donghae yang sedang menata meja makan untuk makan malam.

"Ya! walaupun begitu aku cukup pintar untuk memahami kehidupan manusia" sungut Kyuhyun tak terima.

Donghae terkekeh mendengar jawaban Kyuhyun "Kajja, kita makan malam dulu" ajak Donghae.

Dengan malas Kyuhyun bangkit dan berjalan menghampiri meja makan dan duduk diseberang Donghae.

"Makanlah supaya kau tidak bosan" goda Donghae dan Kyuhyun hanya bisa mempoutkan bibirnya kesal seperti anak kecil.

'Penyihir macam apa yang memiliki sifat kekanakan seperti ini?' batin Donghae.

"Donghae-ssi, itu apa?" Tanya Kyuhyun menatap beberapa potong daging bakar di piring.

"Oh, itu daging bakar" jawab Donghae lalu memindahkan dua potong daging bakar ke dalam mangkuk Kyuhyun.

"Apa rasanya seperti makanan yang berwarna hijau kemarin? Sungguh aku tidak suka" Kyuhyun menatap ragu daging di dalam mangkuknya.

"Yang berwarna hijau kemarin itu namanya sayur, dan ini jelas berbeda Kyu" jelas Donghae.

Kyuhyun manggut-manggut mengerti lalu melahap daging bakar miliknya, raut wajahnya berubah senang karna indera pengecapnya mendapat sensai baru yang begitu lezat.

"Hm,,mashita" Kyuhyun tersenyum senang.

"Donghae-ssi…"

"Jangan memanggilku seformal itu, kita ini seusia" potong Donghae tanpa menoleh kearah Kyuhyun.

"Eh, jinnja? Kupikir kau lebih muda dariku karna wajahmu sangat manis" jelas Kyuhyun jujur.

"Hm, berapa usiamu?"

"Usiaku 16 tahun, kau?"

"18 tahun"

"Wah, kau lebih tua dariku"

"Kalau begitu panggil aku Hyung saja ne?" Donghae mengangkat wajahnya dan tersenyum.

DEG

Jantung Kyuhyun berdebar-debar melihat senyum Donghae, ada perasaan aneh yang menyapa sudut terdalam hatinya.

Kyuhyun kembali menunduk melanjutkan acara makannya yang terganggu, kini mereka berdua makan dalam diam.

~ooo~

Kyuhyun berdiri di pinggir balkon apartement Donghae menatap kelamnya langit yang hanya ditemani bulan purnama yang bersinar dengan angkuhnya.

"Hah" Kyuhyun menghela nafas berat.

"Leeteuk Hyung, neomu bogoshipoyo" lirih Kyuhyun pilu.

Sudah tiga hari Kyuhyun tinggal di bumi meninggalkan Hyung satu-satunya itu tanpa pamit, apalagi Kyuhyun jelas sangat tahu bahwa Leeteuk tidak mengizinkannya untuk turun ke bumi bagimanapun Kyuhyun memohon padanya.

Sekarang Kyuhyun justru dengan mudahnya turun ke bumi hanya karna cemoohan para Hyungdeulnya. Jujur Kyuhyun kecewa dengan sikapnya yang begitu kekanakan dan kini Kyuhyun harus terperangkap bersama seorang Exorcist, jika Leeteuk mengetahui hal ini Kyuhyun tidak yakin bahwa dirinya masih dianggap sebagai bagian dari penyihir.

"Sedang apa disini?" Donghae menghampiri Kyuhyun dan berdiri disebelahnya.

"Aniya,,aku hanya merindukan seseorang"

"Nugu?"

"Hyungku, namanya Leeteuk Hyung"

"Kau mempunyai Hyung?"

"Ne, dia Hyung yang sangat baik, perhatian dan memiliki wajah seperti malaikat" jelas Kyuhyun berseri-seri mengingat Leeteuk.

"jinnja?"

"Ne, sejujurnya dia tidak mengizinkanku untuk pergi ke bumi, dia benar-benar overprotective tapi aku sangat menyayanginya"

Donghae terdiam, Kyuhyun memalingkan wajahnya menatap Donghae disana terlihat jelas raut kesedihan yang amat dalam.

Kyuhyun menjadi semakin bingung dengan namja disebelahnya ini, terkadang dia bersikap dingin dan menyebalkan tetapi bisa berubah menjadi sangat manis dan menyenangkan tapi sekarang seolah kesedihan yang amat dalam menyelubunginya.

"Waeyo?" Tanya Kyuhyun melihat Donghae yang terdiam.

"Ani.." sahut Donghae datar.

"Hm, sudah tiga hari aku tinggal disini, tapi aku tak menemukan orang lain selain kita berdua. Apa kau tidak memiliki Hyung atau Dongsaeng?" Tanya Kyuhyun.

Donghae tersenyum miris mendengar pertanyaan Kyuhyun, luka yang baru saja ditorehkan beberapa minggu yang lalu seolah digali lebih dalam.

"Hm, aku mempunyai Hyung"

"Nugu? Dimana dia? Kenapa aku tak pernah melihatnya?" Tanya Kyuhyun bertubi-tubi.

Donghae tertawa hambar "Dia sudah pergi".

Kyuhyun mengernyit bingung, tidak mengerti maksud Donghae 'Apa yang dimaksud pergi itu sama dengan mati?" batin Kyuhyun.

Donghae seolah mengerti arti raut wajah Kyuhyun

"Dia belum mati tapi jiwanya sudah mati, dia tak akan bisa mengingatku lagi sekalipun Tuhan memberi kesempatan bagiku untuk bertemu dengannya" jelas Donghae dengan mata menerawang menatap bulan purnama.

Kyuhyun dapat merasakan kesedihan Donghae, ingin rasanya Kyuhyun memeluk tubuh Donghae tapi niatnya diurungkan

'Cho Kyuhyun apa yang kau lakukan? Dia ini mangsamu! Kenapa kau menjadi lemah seperti ini? Pabboya!" rutuk Kyuhyun dalam hati.

Dongahe menatap Kyuhyun yang tengah memukul-mukul kepalanya sendiri.

"Gwaenchanayo?" Tanya Donghae .

"Eh? Aniyo, nan gwaenchana" sahut Kyuhyun tergagap.

"Hm, Dasar Penyihir aneh" cibir Donghae.

"Mwo?"

"Ya, kau itu selain aneh ternyata kau juga Pabbo" lanjut Donghae menyeringai.

"Aish, kau ingin bosan hidup ya?"

"Lalu kau mau apa? Menciumku eoh?" Donghae semakin menjadi-jadi.

"Baiklah jika kau yang meminta" seringai Kyuhyun perlahan melangkah maju mendekati Donghae.

Donghae masih berdiri dengan santainya tak bergerak sedikitpun

"Jika kau masih ingin melihat matahari esok dan bertemu dengan Hyungmu, pikirkanlah lagi" Donghae mengeluarkan sebuah buku berwarna hitam dari balik punggungnya.

Glup.

Kyuhyun menelan salivanya 'Sial! Kenapa sulit sekali begitu ada kesempatan seperti ini! Ugh" batin Kyuhyun kesal.

"Hm, aa,,,aniyo aku masih ingin hidup dan bertemu Hyungku kok" Kyuhyun tersenyum ngeri menatap buku yang digenggam Donghae.

"Baguslah" sahut Donghae santai dan berjalan meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun menghentakan kakinya kesal karna tak berhasil mengeksekusi Donghae untuk kesekian kalinya.

"Hei, kau mau tidur tidak? Aku mengantuk, kau mau tidur diluar lagi eoh?" teriak Donghae.

Kyuhyun melotot mendengar teriakan Donghae, semalam dirinya ketiduran di sofa akibat menonton tv begitu terbangun untuk pindah ia segera ingat bahwa pintu itu diberi mantra dan dia masih sangat sayang terhadap kedua tangannya jadi dia tidak bisa masuk, berteriak memanggil Donghae pun tidak ada gunanya karna Donghae sepertinya berlatih menjadi orang mati.

"Yak, aku mau tidur. Bukakan pintu kamarnya untukku!" Kyuhyun berlari menghampiri Donghae dan tak lupa ia membawa benda hitam mungil milik Donghae.

.

.

.

.

.

.

.

Kyuhyun menyantap sarapan paginya, menurutnya makanan di bumi sangat lezat walau tidak kalah lezat dengan masakan Ryeowook. Donghae juga menikmati sarapannya dengan khidmat.

Ting..Tong..

Bunyi bel membuyarkan konsentrasi Kyuhyun dan Donghae yang asyik menyatap sarapan. Donghae segera bangkit dan berjalan menuju pintu, karna penasaran siapa yang bertamu sepagi ini Kyuhyun ikut mengekori Donghae hingga ruang tengah mengintip siapa yang datang.

Seorang namja bersurai blonde dengan wajah tampan menyapa Donghae sumringah, keduanya terlihat mengobrol sebentar namun Kyuhyun bisa menyimpulkan Donghae tidak terlalu tertarik dengan namja blonde itu karna wajahnya sangatlah datar tidak ada expresi, atau memang mungkin wajah Donghae sudah seperti itu.

Setelah agak lama Donghae berbalik berjalan menuju ruang makan, Kyuhyun segera berlari kembali ke posisi semula.

"Kajja, kita berangkat sekarang" titah Donghae

"Tapi makanannya belum habis Hyung" Kyuhyun menatap sedih makanan dihapannya.

"Sudahlah, nanti kubuatkan lagi" hibur Donghae sambil menyandang tas punggung merahnya.

Kyuhyun tersenyum senang dan ikut menyandang tas birunya lalu berjalan mengikuti Donghae.

~ooo~

Kyuhyun sudah berada di dalam sebuah mobil BMW M-5 berwarna kuning, Kyuhyun duduk di jok belakang sementara Donghae duduk disebelah namja bersurai blonde yang diketahui bernama Lee Hyukjae atau lebih akrab dipanggil Eunhyuk yang juga sunbae mereka disekolah.

Eunhyuk sesekali menoleh menatap Donghae yang asyik memandang keluar jendela, senyum aneh tersemat dibibir Eunhyuk membuat Kyuhyun penasaran sebenarnya apa yang ada dipikiran Eunhyuk.

Kyuhyun menggunakan kekuatan sihirnya untuk membaca pikiran Eunhyuk dan expresinya seketika berubah setelah mengetahui apa yang ada dipikiran Eunhyuk.

'Namja ini benar-benar mesum! Tak akan kubiarkan dia mendekati Dongahe Hyung sedikitpun' ujar Kyuhyun dalam hati.

"Donghae-ya" panggil Eunhyuk membuat Donghae memalingkan wajahnya menatap Eunhyuk.

"Hm, waeyo sunbae?" Tanya Donghae datar.

"Aish, jangan panggil aku seperti itu, panggil aku Hyung saja eoh?" ujar Eunhyuk tersenyum manis sedangkan Dongahe hanya manggut-manggut saja.

Kyuhyun mendengus keras mendengar ucapan Eunhyuk membuat kedua orang didepannya menengok namun Kyuhyun memasang wajah tak peduli dan mengeluarkan benda hitam dari dalam sakunya dan mulai memainkannya, Kyuhyun benar-benar jatuh cinta dengan benda hitam bernama PSP itu.

"Nanti pulang sekolah kita latihan dance bersama, ne?" ajak Eunhyuk.

"Loh bukankah jadwal latihan kita itu besok, Hyung?"

"Ah itu benar, tapi aku ingin latihan berdua saja bersamamu, Eotte?" Eunhyuk menanti jawaban Donghae.

"Hm, baiklah" sahut Donghae santai, dan Eunhyuk tersenyum puas mendengar jawaban Donghae.

Kyuhyun menatap kesal namja blonde itu 'Licik' gumam Kyuhyun, Kyuhyun sadar bahwa namja blonde itu menyukai Donghae dan ingin menjadikan Donghae sebagai namjachingunya apalagi ditambah dengan otak yadongnya itu membuat kyuhyun menganggap Eunhyuk sebagai "rivalnya" untuk mendapatkan first kiss Donghae.

'Huh, lihat saja aku yang akan mendapatkan ciuman pertama Donghae' yakin Kyuhyun dalam hati.

~ooo~

Bel istirahat sudah berdengung sejak beberapa menit yang lalu namun Kyuhyun masih duduk diam di kursinya, matanya menatap bangku kosong dihadapannya karna sang pemilik yang selalu membolos ke ruang OSIS membuat dirnya semakin kesal karna kesmpatannya semkin berkurang untuk mendapatkan mangsanya itu.

"Membosankan, berjalan-jalan keluar mungkin lebih baik" gumam Kyuhyun.

Sepanjang jalan Kyuhyun terus berpikir bagaimana caranya membuat namja menyebalkan aka Donghae itu segera bertekuk lutu dihadapannya.

'Cara lain? Apa ya? ah,, kenapa aku jdi babo begini sih!" rutuk Kyuhyun.

"Kyuhyun-ssi" panggil seseorang membuat Kyuhyun memalingkan wajahnya.

Seorang namja berwajah aegyo berlari kecil menghampiri Kyuhyun, Kyuhyun ingat namja yang merupakan sunbaenya ini sangat terkenal di sekolahnya karna wajahnya yang super aegyo itu namanya Lee Sungmin.

Kyuhyun menautkan kedua alisnya bingung.

"Bisa kita bicara berdua?" Tanya Sungmin to the point saat sudah berada didepan Kyuhyun.

Kyuhyun memandangi wajah Sungmin, di kedua pipinya terlihat semburat merah dan Kyuhyun bukan namja yang terlalu bodoh untuk mengartikan hal itu.

Tring…

Ide cemerlang kembali mampir ke otaknya yang sejak tadi buntu.

'Aku yakin sunbae ini menyukaiku' Kyuhyun memandangi Sungmin dengan seringainya

'Jika aku berhasil mendapatkan ciumannya, kekuatanku akan bertambah dan dengan mudah aku bisa mengalahkan exorcist gila itu, hahaha Kau sangat pintar sekali Cho Kyuhyun'

"Tentu saja sunbae, dengan senang hati" sahut Kyuhyun bahagia sambil memegangi kedua bahu Sungmin membuat Sungmin tersenyum malu.

Grep..

"Uwaa.." tiba-tiba tubuh Kyuhyun ditarik ke belakang dari ekor matanya Kyuhyun sangat tahu siapa yang menariknya.

"Kalau kau berani menjadikannya budak aku tak akan segan-segan menulis namamu di buku suci ini sekarang juga" desis Donghae tepat di telinga Kyuhyun membuatnya seketika merinding.

"Mianhe, jika kalian ingin berbicara aku harus ikut" Dongahe tersenyum memandang Sungmin.

Sungmin yang kesal dan cemburu menghentakan kakinya kesal dan menatap tajam dua orang dihadapannya.

"Kalian berdua pacaran ya!" tuduh Sungmin ga terima.

"Eh?" Donghae dan Kyuhyun melongo bersama.

Lalu terdengar desis bisik-bisik disekitar mereka berdua, Kyuhyun yang panik hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.

Sedangkan Donghae masih tenang dan menatap sekelilingnya.

Donghae langsung merangkul Kyuhyun membuat Kyuhyun terskesiap.

"Ne, kami berdua pacaran, ada yang keberatan?" ujar Donghae santai.

Deg…

Jantung Kyuhyun rasanya berhenti berdetak mendengar ucapan Donghae, kedua matanya menatap tangan kekar Donghae yang berada dipundaknya.

"Aku ini sangat possessive, jika ada yang berani mendekatinya, rasakan sendiri akibatnya" ujar Donghae dengan senyum manisnya seolah tak sadar kata-kata yang diucapkannya merupakan sebuah ancaman.

Donghae melirik Kyuhyun yang masih terkejut lalu memainkan buku suci miliknya didepan Kyuhyun membuat Kyuhyun menahan nafas kesal akibat ulahnya.

Lalu tiba-tiba korodor itu mendadak sepi setelah Donghae mengumumkan kepemilikannya atas Kyuhyun.

"Sudah sana masuk ke kelasmu, sebentar lagi bel masuk" ujar Donghae datar lalu berjalan meninggalkan Kyuhyun yang memandangnya tajam.

'Arrgghhh, kau benar-benar menyebalkan Lee Donghae!' teriak Kyuhyun dalam hati.

.

.

.

.

.

.

.

Jantung Kyuhyun terus berdegup kencang mengingat kejadian saat istirahat tadi, sejujurnya ada prasaan senang saat Donghae nengaku bahwa dirinya adalah namjachingu Donghae namun dengan segala kekerasan kepalanya ia yakin dirinya tak mungkin menyukai namja yang seharusnya menjadi musuhnya itu.

TETTTTT..

Bel pulang sudah berbunyi, para siswa kegirangan mendengar bel tersebut dan langsung meninggalkan kelas. Kyuhyun masih duduk dibangkunya dan menatap tas merah diatas bangku itu yang merupakan milik Donghae entah kemana namja itu hingga belum kembali ke kelas.

"Kau belum pulang?" sebuah suara bass menyapa pendengaran Kyuhyun.

Donghae berdiri diambang pintu kelas menatap Kyuhyun lalu berjalan menghampirinya, jantung Kyuhyun terasa berhenti untuk kesekian kali melihat DOnghae.

"Aku ada latihan dance sekarang, lebih baik kau ikut denganku" Donghae menyampirkan tasnya ke punggung sedangkan Kyuhyun masih membatu di tempatnya.

"Kajja" Donghae berjalan duluan dan Kyuhyun masih diam di tempatnya.

Donghae memandang Kyuhyun jengah "Ck, ada apa denganmu? Kajja, jangan buang-buang waktu" Donghae kembali dan menarik tangan Kyuhyun.

Kyuhyun menghempaskan tangan Donghae kasar

"Aku bisa jalan sendiri" ujar Kyuhyun ketus, Donghae menggidikan kedua bahunya tak perduli.

.

.

Hentakan music dengan alunan nada beat memenuhi ruangan yang hanya terdapat tiga orang namja, dua orang namja asyik menari mengikuti alunan nada dari music itu sedangkan namja satu lagi sibuk berkutat dengan benda hitam dipojokan.

"Hah..hah…" terdengar desahan nafas yang memburu dari dua orang yang sedang beristirahat sehabis melakukan gerakan dance yang bgitu rumit.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya menatap Donghae yang terlentang diatas lantai, peluh membasahi wajah putihnya begitu juga poninya yang ikut basah membuatnya terlihat semakin mempesona.

"Donghae-ya, kau sangat hebat sekali" puji namja blonde yang ikut terlentang disebelah Donghae.

"Gomawo Hyung, kau juga"

Kyuhyun menatap tajam namja blonde bernama Eunhyuk itu.

Eunhyuk duduk disebelah Donghae yang masih terlentang mengatur nafasnya, Eunhyuk memandangi Donghae intens membuat Donghae risih sendiri.

"Waeyo, Hyung?"

"Hm, aniyo. Kau terlihat sangat manis"

Donghae menautkan kedua alisnya tak mengerti dengan ucapan sunbaenya itu, perlahan wajah Eunhyuk memangkas jarak diantara Donghae, Donghae yang ingin bangkit sangat terlambat untuk melakukannya.

Kyuhyun membelakakan matanya yang mengtahui pasti apa yang akan dilakukan Eunhyuk dengan kondisi seperti itu Donghae sudah pasti tak bisa berkutik.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

Akhirnya dipublish juga, dengan susah payah dan harus mengumpulkan semangat untuk melanjutkannya dan juga tantangan saengiku barusan untuk update hari ini.

Untunglah ada saengiku "Shin HyunKa" yang sudah mengingatkanku untuk melanjutkan fic ini, walau aku sebenernya ga yakin dengan lanjutannya ini yang menurutku sangat membosankan tapi sekali lagi aku berpikir ini hanyalah FANFIC jadi yesungminlah sesuka hatiku saja, hehehehe ^^.

Gomawo untuk yang sudah review ^_^

Ini balasan Review kemarin:

Cloud'yeppa : iya, Kyu emang imut. Ini udah ^^

Park Chan Byul : iya Kyu uke kok, iyah ini udah, mian kalau membosankan.

Yeye: iyah mian saya masih baru di dunia per-fancfican.

Kyukyukyu: iya Kyu uke, udah nih ^^

Marvelous: gomawo semangatnya, ni udah dilanjut mian kalau jelek.

Blackyuline: iyah, ini sudah dilanjut. Mian jelek begini.

KyuKi Yanagishita : hehehe, kayaknya ga ada deh, aku masih lum bisa bikin yadong begitu . ni udah mian membosankan begini.

Cho kyurin: iyah ni udah dilanjut ^^

Gaemdin : syukurlah ada yang ketawa hehehe kupikir ni humor gagal, iya uda dilanjut mian tidak sebagus yang diharapkan

Beta Reader: ne, arraseo. Gomawo atas reviewnya.

Dew'yellow : iyah nih udah dilanjut kok, mian jelek begini.

Kyuminjoong : ne, sudah dilanjut kok ^^

Aiikiu : gomawo ada yang bilang lucu ^^, silahkan dilihat walau belum selesai dan mian kalau jelek.

Gaemfish: udah dilanjut..

ShadowPassingTrough: thanks, ini sudah dilanjut ^^

.

.

.sekian dulu silahkan di REVIEW chingu ^^

No Bash, please…