CHAPTER 4!

Rated: T, Indonesian, Romance & fantasy.

Desclaimer :

Super Junior milik SMEnt, orang tua, keluarga, kerabat dan diri mereka sendiri.

Donghae is mine #Kalau boleh loh ^^

Fic ini milik HwiKa.

Rate: T

Pair : HaeKyu, yang lain temukan sendiri.

Genre : Fantasy, Romance sedikit Humor.

Warning : BL/Yaoi, OOC, Typo's, Aneh, Alur gaje, dan kekurangan

.

,

,

DON'T LIKE DON'T READ

.

.

,

Malam telah berganti tugas dengan pagi, membuat sang mentari dengan semangat menyinarkan sinarnya hingga membuat seorang pemuda bersurai kecoklatan yang tengah bergelung di dalam sebuah selimut merasa terganggu dan akhirnya menampakkan sepasang onyx yang mempesona.

"Eunghhh…" lenguh namja dari balik selimut seraya menyipitkan matanya menghalau sinar matahari yang mencoba menerobos retinanya.

"Sudah pagi" gumamnya dengan suara parau khas orang bangun tidur.

Namja bernama Cho Kyuhyun itu mengerjapkan matanya lucu dan mengucek sebelah matanya membuatnya terlihat sangat imut khas uke, selagi itu otaknya bekerja mencoba mengingat kejadian apa yang terjadi kemarin.

Seketika kedua matanya, rasa kesal kembali terasa di dadanya mengingat kejadian kemarin. Tapi seingat Kyuhyun ia sedang duduk disebuah taman dan saat itu hujan sangat deras dan ia sangat tidak perduli, bukan? Lalu siapa yang membawanya kembali ke apartement exorcist gila ini? Lalu tidak mungkin ia berjalan dengan tidak sadar kembali kesini, huh? Itulah yang ada di benak Kyuhyun sekarang ini.

Cklek.

"Kau sudah bangun?"

Seorang namja berwajah tampan muncul dari balik pintu dengan membawa nampan yang diperkirakan Kyuhyun berisi sarapan.

Kyuhyun menatap dingin Exorcist bernama Donghae itu, diam tak menjawab pertanyaan Donghae karna sudah jelas bukan Kyuhyun sudah membuka kedua matanya sempurna, bukan?

Donghae menyimpan nampan tadi di nakas disamping bed Kuhyun lalu duduk disebelah Kyuhyun, menatap Kyuhyun dengan datar lalu tangannya terjulur menyentuh kening Kyuhyun.

Dengan cepat Kyuhyun menepis tangan Donghae dan menatapnya dingin.

"Wae?" tanya Donghae yang merasa namja dihadapannya ini mulai mengeluarkan aura aneh namun kesan imut masih mendominasi namja dihadapannya ini.

Kyuhyun masih menatap dingin Donghae membuat Donghae jengah sekaligus bingung.

"Berhenti menatapku seperti itu, Kyu"

Tapi Kyuhyun tak bergeming dan tetap melemparkan tatapan sinisnya membuat Donghae jengah.

"Baiklah, aku hanya mengantarkan sarapan untukmu" ujar Donghae tenang.

Donghae bangkit berdiri dan berjalan menuju pintu namun langkahnya terhenti dan menengok kearah Kyuhyun sehingga Kyuhyun hanya bisa melihat sebagian wajah Donghae saja.

"Hm, mianhae sudah membuatmu kesal kemarin dan gomawo atas bantuanmu saat di ruang latihan" ujar Donghae datar, lalu berjalan meninggalkan Kyuhyun yang masih menatap punggung Donghae yang perlahan menghilang dibalik pintu.

Entah bagaimana Kyuhyun merasa rasa kesalnya menguar entah kemana setelah Donghae meminta maaf tadi 'Aneh' batin Kyuhyun kemudian mulai mengambil sarapan yang dibawa Donghae dan menyantapnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

'Sudah 6 hari Kyuhyun tinggal bersamaku, walau dia penyihir tapi dia begitu, hmm unik' batin Donghae yang sedang menikmati secangkir kopi di sebuah cooffe shop langganannya.

Donghae memutuskan untuk memberikan Kyuhyun waktu sendirian, mungkin namja manis itu masih kesal dengan sikapnya beberapa hari yang lalu dan Donghae menyadari bahwa sikapnya sungguh keterlaluan pada Penyihir Innocent itu.

"Anyyeonghaseyo..."

Sebuah suara lembut menyapa pendengaran Donghae, membuat namja tampan itu mendongakkan kepalanya.

"Ah, annyeong noona-ya" sahut Donghae ramah kepada seorang namja cantik yang mengenakan mantel bulu berwarna putih yang berfungsi menghangatkan tubuh wanita tersebut dari dinginnya cuaca hari ini.

Sang namja cantik mengambil tempat di depan Donghae lalu mulai membaca buku menu yang tersedia dihadapannya kemudian memanggil seorang waitress untuk mencatat apa yang diinginkan sang namja, sedangkan Donghae menunggu dengan sabar hingga yeoja cantik itu selesai dengan aktivitasnya.

Jangan heran kenapa Donghae memanggil sang namja dengan sebutan noona karna sang namja memang terlalu cantik untuk ukuran namja normal dan sang namja cantik tak keberatan dipanggil seperi itu.

"So, How are you Donghae-ya?" tanya sang namja sambil tersenyum manis ke arah Donghae, senyum mempesona yang bisa membuat namja normal akan bertekuk lutut dihadapannya karna mengganggapnya seorang bidadari yang sangat menawan.

Donghae tersenyum tipis "Aku baik- baik saja".

"Bagaimana dengan sekolahmu? Apakah berjalan dengan lancar?" suara lembut itu terdengar lagi.

Bukankah semua pertanyaan dari bibir sang namja seolah dia merupakan bagian dari keluarga Donghae? Tapi sangat mengetahui bahwa Donghae sudah sebatang kara sejak Siwon diambil oleh sang Penyihir, bukan?

"Ofcourse Heechul noona. Jangan terlalu khawatir padaku"

"Hhhh, seharusnya kau ikut denganku saja Donghae-ya. Kau tidak perlu sendirian begini di negara ini, aku jadi merasa bersalah dengannya karna tak bisa menjagamu" ujar Heechul dengan raut menyesal.

"Aku masih bertahan di negara ini juga karena mu Chullie noona, kau sudah sangat membantuku aku tak mau menjadi bebanmu dengan mengikutimu ke Paris" Donghae tersenyum hangat mencoba meyakinkan Heechul.

"Hhhh, kau sama keras kepalanya dengan Siwon-ah" Heechul melipat kedua tangannya menunjukkan expresi kesalnya yang membuatnya terlihat semakin cantik.

Donghae terdiam mendengar nama Hyungnya itu disebut, ya kelebatan kejadian itu kembali berputar di otaknya. Karna penyihir breng*sek itu Hyungnya memutuskan hubungannya dengan namja cantik dihadapannya ini, namja yang sudah Donghae anggap sebagai pengganti Ibundanya. namja yang sudah menjalin hubungan dengan Siwon selama 5 tahun, padahal semuanya berjalan baik-baik saja hingga Kibum muncul merusak kebahagiaan Donghae.

"Donghae-ya, gwaenchana?" Heechul mengibaskan tangannya didepan wajah Donghae.

"Ah, ne..Gwaenchana noona-ya" Donghae tersadar dari lamunannya.

Sepi kembali menyelimuti kedua namja yang tengah sibuk dengan pikirannya masing-masing, mencoba membuka kembali memori indah bersama seseorang yang sangat berarti dalam hidup mereka. Mencoba menyimpan dengan baik setiap detik memori indah tersebut, agar tak terkikis oleh waktu.

.

.

.

.

.

.

.

.

Seorang namja manis sedang duduk melamun di sebuah meja makan sambil sesekali menengok ke arah jam dinding berbentuk clouwn fish yang terpajang cantik di tembok, sesekali sang namja menghela nafas berat.

"Hhh, kenapa namja ikan itu belum pulang? Ini sudah malam sekali" Kyuhyun meletakkan dagunya diatas meja membuat bibir tebalnya mengerucut imut.

"Lagipula aku sudah sangat lapar" Kyuhyun mengusap perutnya yang mengeluarkan bunyi khas orang kelaparan.

Sungguh malang nasib Kyuhyun, Donghae meninggalkannya sejak pagi hingga malam dan itu berarti Kyuhyun sudah melewatkan jatah makan siangnya dan sekarang sudah hampir jam makan malam. Kenapa Kyuhyun tidak memasak? Oh ayolah Kyuhyun sungguh tak pandai dalam hal ini meskipun otaknya sangat jenius walau jenius kedua setelah Kim Kibum.

"Aku pulang"

Suara pintu terbuka serta suara yang mulai familiar di telinga Kyuhyun merasuki pendengarannya. Kyuhyun segera berlari ke arah pintu masuk menyambut namja yang sedari tadi memenuhi otaknya.

Kyuhyun terkejut melihat Donghae melangkah masuk bersama seorang, hm yeoja cantik. Ya, Kyuhyun sungguh bingung pikirannya sibuk mencerna siapa yeoja ini gerangan hingga tak sadar ia melamun di tempatnya berdiri.

"Jangan melamun sembarangan" Donghae menepuk kening Kyuhyun seraya berjalan masuk.

"Eh.."

"Donghae-ya, siapa namja itu?" ujar heechul yang kini sudah duduk di sofa dengan anggun bersama Donghae.

Kyuhyun masih membatu di tempatnya, otaknya benar-benar bekerja keras dan mulai menyimpulkan siapa yeoja itu.

"Mau sampai kapan kau membatu disana eoh?" tanya Donghae datar menatap Kyuhyun yang masih berdiri.

"Hng.." Kyuhyun berjalan mendekati Donghae seraya mengelus tengkuknya sendiri.

"Dia teman sekolahku, noona-ya" jawab Donghae.

Heechul mengangkat sebelah alisnya menatap Kyuhyun dari ujung rambutnya hingga ujung kaki dengan tatapan menyelidik sekaligus meremehkan.

"Kenapa menatapku seperti itu?" Kyuhyun merasa risih ditatap seperti itu.

"Ya! Kurang ajar sekali kau mengomentariku!"

"Aku tidak suka ditatap seperti itu!" Kyuhyun tak mau kalah.

"Ya! Kau mau mati eoh?" Heechul berdiri menatap galak Kyuhyun.

Kyuhyun tak gentar, balas menatap galak Heechul. Pikiran jahil Kyuhyun mulai bekerja ia menatap gelas berisi air di sebelahnya berdiri, mencoba mengendalikan gelas tersebut agar tumpah tepat di atas kepala Heechul.

Pletak.

"Auw, appo" Kyuhyun mengelus kepalanya.

"Rasakan bocah kurang ajar, hahaha" Heechul tertawa puas.

Kyuhyun terkesiap, kesal dan bingung menjadi satu.

"Aigoo, wajahmu uke sekali" ujar Heechul mencubit pipi chubby milik Kyuhyun

"Hentikan. Kalian seperti anak kecil" Donghae menengahi, lalu menggandeng Kyuhyun ke kamarnya.

Kyuhyun hanya pasrah dirinya dibawa Donghae, 'Kenapa kekuatanku tak bekerja?' ujarnya dalam hati.

.

.

.

.

.

.

.

.

Disinlah Kyuhyun duduk di lantai teratas gedung sekolahnya, menikmati semilir angin yang menyentuh permukaan kulit pucatnya membuat beberapa surai kecokelatannya melambai indah. Cuaca siang itu cukup mendung membuat Kyuhyun sedikit bergidik menahan dinginnya angin.

'Kenapa hal semudah kemarin tak bisa kulakukan, hanya kontak mata saja tak berhasil?' batin Kyuhyun

Raut wajahnya sangat serius memikirkan hal ini, meski Kyuhyun masih penyihir pemula namun hal sekecil itu tak bisa dilakukan menimbulkan pertanyaan besar bagi si bungsu Cho.

Langit semakin menghitam bahkan suara gemuruh di langit mulai terdengar namun Kyuhyun belum menyadarinya, bukankah berbahaya jika tak segera bergegas dari tempatnya?

"7 hari yang menyenangkan bukan di dunia manusia?"

Kyuhyun tersentak, tubuhnya menegang seketika mendengar suara yang amat dibencinya itu. Tubuhnya berputar ke belakang memastikan itu hanyalah kesalahan pendengarannya saja, ya telinganya memang sedikit memiliki masalah.

"Apa kau tak merindukanku Kyuhyunie?" suara itu kembali terdengar seiring kedua iris mata yang berbeda itu bertemu.

Hening tercipta kala dua iris mata itu berteu dan sibuk menyelami pikiran masing- masing dengan kekuatan yang tak terlihat.

"Kim Kibum"ujar Kyuhyun pelan namun menyiratkan rasa benci.

Sudut bibir namja bernama Kibum itu tertarik ke atas memperlihatkan seringaian.

Bruk.

"Arghh"

Punggung Kyuhyun tepat mengahantam tembok mengirim rasa sesak ke dadanya, tak perlu ditanya ulah siapa itu karna hanya ada dua namja di lokasi tersebut. Kekuatan Kibum memang berbeda dengan Kyuhyun yang hanya mengangkat gelas dengan kontak mata saja tak bisa.

"Sepertinya kau belum bisa mendapatkan mangsamu itu Kyu" sindir Kibum yang kini sudah tepat berada di depan Kyuhyun.

Kyuhyun masih terengah mencoba mencari cara melawan Kibum dengan kekuatannya yang seadanya atau bahkan sudah tak ada sama sekali.

"Itu menurutmu" Kyuhyun menyeringai, meski kekuatannya tak ada bandingannya dengan Kibum ia tetap berusaha menjaga kehormatannya tentu saja.

"Oh ya? Kalau begitu lawan aku Kyu"

Dan sekarang Kyuhyun merasa lehernya seperti sedang dicekik padahal Kibum hanya berdiri santai sambil menatapnya. Kyuhyun mencoba melawan dengan segala kekuatan telepati yang ia miliki namun hasilnya nihil cengkraman di lehernya tak kunjung lepas hingga kini wajahnya mulai memerah.

"Kenapa Kyu? Seharusnya kemampuanmu lebih baik jika kau 'berhasil' dengan misimu itu" Kibum menekan kata 'berhasil' pada kalimatnya membuat seringai Kyuhyun menghilang dari bibir Kyuhyun.

"uhuk...uhukk" Tubuh Kyuhyun merosot seiring dengan lepasnya cengkraman di lehernya, paru- parunya mencoba menghisap oksigen sebanyak mungkin mencukupi kebutuhannya yang tadi terhambat.

Kibum ikut berjongkok dihadapan Kyuhyun, salah satu tangannya terulur memegang rahang Kyuhyun memaksa Kyuhyun menatap wajahnya.

"Kau sedang jatuh cinta Kyuhyun" Kibum menatap dalam iris Kyuhyun.

Tubuh Kyuhyun membeku, lidahnya pun kelu untuk berkata. Entah ia tak bisa membantah karna itu tak mungkin terjadi atau membantah karna semua itu benar adanya.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari Kibum, ada rasa takut di hatinya namun bukan takut akan tindakan Kibum yang mungkin akan menyiksanya lagi tapi takut Kibum mengetahui apa yang ia rasakan.

"Aku berharap kau berhasil tapi kurasa kau gagal total Kyu" Kibum berkesimpulan.

Kyuhyun serasa tertohok dengan perkataan Kibum yang merupakan saingannya selama ini.

"Dan harusnya hari ini kau kembali ke kerajaan dengan kebanggaan Kyu" Kibum tersenyum meremehkan sambil berdiri lalu berjalan menjauh dari Kyuhyun lalu menghilang.

Kyuhyun tergugu di tempatnya mencoba mencari kebenaran pada dirinya sendiri dari perkataan Kibum tadi.

'Apa aku jatuh cinta?'

'Tapi dengan siapa?'

Pertanyaan itu berputar dipikiran Kyuhyun lalu sekelebatan bayangan Donghae melintas di benaknya.

'Tidak mungkin, tidak mungkin'

Kyuhyun menggelengkan kepalanya kuat- kuat, menepis pikiran itu, pikiran terburuk yang akan membuatnya menjadi pecundang sekaligus pengkhianat. Pengkhianat kerajaannya, kaum penyihir, sekaligus pengkhianat kakak kandungnya sendiri.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Seorang namja dengan pakaian serba putihnya berjalan masuk melewati beberapa pelayan yang menunduk patuh sebagai rasa hormatnya kepada namja ini, langkahnya penuh wibawa dan wajahnya cukup tampan meskipun terkadang terlihat cantik jika moodnya sedang sangat baik.

Sang manja mulai menduduki singgasananya sebagai pemimpin dari kaumnya, kaum yang menjadi tanggung jawabnya secara turun temurun dari ayahandanya kemudian kepadanya dan mungkin akan ia berikan kepadda adiknya. Ia tak cukup rakus dengan kekuasaan, ia ingin adiknya tercinta ikut bertanggung jawab atas kaumnya.

"Hyung pulang Kyu" ujarnya pelan dengan senyum malaikatnya.

"Teukie Hyung, kkau ssudah pulang?" ujar namja imut dengan suara yang bergetar.

"Ne, Wookie. Apa kau lihat Kyuhyunie?" tanya namja bernama asli Cho Leeteuk itu.

"Ngg, Kyu emm.." Wookie semakin salah tingkah, mengingat seharusnya Kyuhyun pulang hari ini karna tepat 7 hari sudah Kyuhyun berada di dunia terlarang itu.

Leeteuk memandang namja imut bernama Ryeowook itu dengann bingung sekaligus curiga, apa yang membuatnya begitu gugup untuk mengatakan dimana adiknya itu. Insting sebagai saudara Leeteuk merasa terjadi sesuatu yang buruk selama ia pergi.

"Katakan yang sebenarnya dimana Kyuhyun, Wookie" desak Leeteuk tak sabar melihat gelagat resah dari Ryeowook.

Ryeowook semakin takut melihat ekspresi Leeteuk yang menatapnya penuh curiga.

"Kyuhyun sebentar lagi kembali, Hyung" suara lain menjawab pertanyaan Leeteuk sekaligus mengalihkan pandangannya dari Ryeowook.

"Kyu pergi kemana, Yesung-ah?"

"Dia pergi bersama Kibum" sahut Yesung tenang seraya mengusap cangkang peliharaannya.

Ryeowook bernafas lega selamat dari ancaman amukan Pemimpin mereka.

"Kibum? Apa yang mereka lakukan?" Leeteuk bingung, karna setahunya Kyuhyun dan Kibum seringlah bertengkar dan sekarang mereka pergi bersama? Apa selama ia pergi banyak yang berubah?.

Ryeowook menatap yesung yang hanya menggidikan bahu tanda tak tahu menahu, bukan tak tahu lebih tepatnya berpura- pura tak tahu karna ia tahu kejadian yang sebenarnya dan menunggu Kyuhyun kembali dengan selamat atau berharap Kibum menyeret Evil Kyu itu kembali kesini.

Tap

Tap

Suara derap langkah membuat ketiga namja itu menatap sumber suara yang menampakan sesosok namja yang berjalan sambil tersenyum menyeringai dengan 3 orang yeoja cantik, Yoona, Tiffany, Yuri dan seorang namja bernama Siwon

"Kyuhyun tak akan pulang Hyung" ujarnya.

Yesung dan Ryeowook menatap terkejut dongsaeng mereka sambil bertanya dalam hati apa maksud perkataannya.

"Maksudmu, Kim Kibum?"

"Kyuhyun jatuh cinta dengan seorang Exorcist" seringai Kibum semakin lebar.

Tbc

Next chapter

.

.

.

.

.

"Mianhae Hyung, jeongmal Mianhe"

"Tidak mungkin, ini tidak benar! Aku yang akan menjemputnya sendiri hidup ataupun mati!"

"Lakukan sekarang! Aku tak ingin kau mati, pabbo!"

"Chullie, benarkah ini kau?"

.

.

Finally lanjut yeeyyyy, mianhae untuk para reader yang menunggu hingga selama ini dan akhirnya ini dilanjutkan. Semoga tidak mengecewakan bagi reader #BOW# ^^

Jeongmal mianhae baru dilanjut sekarang mengingat kesibukan seohwi sendiri yang tahun kemarin menjadi mahasiswa baru dan sangat amat sibuk hingga ini tidak dilanjut- lanjut tapi melihat eiview ang banyak hwi jadi merasa bersalah dan bersemangat melanjutkannya lagi. Tapi seohwi janji akan melanjutkan dan menyelesaikan ff ini secepat mungkin. Mohon dibantu doanya ^^

.

.

Balasan review chapter 3

Blackyuline: uda dilanjut. Mianhae lama bgt ^^ #bow

Kyuhaefangirl: gomawo, sudah di update mianhe membuat menunggu ^^ #bow

Park Chan Byul: ne gwaenhanayo chingu ^^ semoga lebih ngerti di chap ini ^^ mian menunggu ya #bow

Evil cho: ne sudah dilanjut, maaf lama ^^ #bow

Kyukyukyu: hehehe apa sudah banyak disini? Belum kayaknya ya hahaha, diusahakan kok. Mian menunggu^^ #bow

Special407: hehe semoga ini lebih panjang ^^ maaf menunggu lama #bow

: hm iya sih itu kalo tinggal langsung tulis namanya aja terus mati kayak buku deathnote dong hehe, makanya aku bkin beda disini ^^ budaknya dijawab di chapter ini. Mianhae menunggu lama #bow

KimLeechiLici:hehe uda aku lanjut semoga lebih jelas ya ^^ mianhae lama #bow

Aminielfis: sudah dilanjut, mian lama #bow ^^

Dew'yellow: udah di update, mian lama chingu ^^ #bow

ShadowPassingThrough: I'm sorry make you wait for a long time, but hope you like it with this chapter ^^ #bow

Cloud'yeppa: sudah dilanjut, mian lama ^^ #bow

Choi Sukhyun: sudah dilanjut chingu, mian lama ^^ #bow

Raihan: ne mian lama ya chingu, ini lanjutannya ^^ #bow

Fitri MY: sudah dilanjut, mian lama ^^ #bow

Ffhappiness: ne gwaenchana ^^

Guest: sudah, hope you like it ^^ #bow

Minniechangkyu56: sudah dilanjut chingu, mianhe lama ^^ #bow

Aninkyuelf: sudah dilanjut mian lama chingu ^^ #bow

Choi Sora: sudah dilanjut, mianhae lama chingu ^^ #bow

Nashya: iya sudah dilanjut mian lama ^^ #bow

Uchimaki Konoichi: semoga jelas di chap ini, mianhae lama #bow ^^

Arum Junnie: ini HaeKyu chingu hehe, mian lama semoga jelas disisni ^^ #bow

Guest: maaf kelamaan, sudah dilanjut ^^ #bow

SimbaGyu: maaf kelamaan, sudah dilanjut semoga suka ^^ #bow

Cloud jung jae: sudah chingu, maaf lama ^^ #bow

Haehyuk bbuing bbuing: iya sudah dilanjut mianhae lama ^^ #bow

.

.

DONT FORGET REVIEW CHINGU

IT'LL SUPPORT ME TO WRITE AGAIN ^^

THANKS