Judul : Seperti Menikah dengan Oh Se Hun
Author : Im Diah
Cast : all member EXO dan Oh Se Na
Rating : PG-13
Genre : Romance, Friendship, Family
Length : Chaptered
Warning : Typo bertebaran, bahasa sangat baku-maklum baru belajar buat fanfic-
Annyeong! Saya-Diah- author baru didunia fanfic. Mohon dukungannya dalam pembuatan fanfic saya, karena saya baru belajar :)
Happy Reading !
Chapter 3.
Satu jam..
Dua jam..
Tiga jam..
-dan kini hampir tiba waktunya makan malam. Tapi Sehun belum juga kembali. Membuat semua member EXO cemas.
"Hey leader, kemana sebenarnya maknae itu pergi?" tanya Kyungsoo.
"Mengapa dia belum menghubungi kita? Kalian makan saja duluan, aku akan pergi bertanya pada manager."
Meja makan sangat sepi, tidak seperti biasanya. Kecuali Baekhyun dan Chanyeol yang asik bermain dengan jari-jari mereka. Semua mengkhawatirkan Sehun. Dan akhirnya Kyungsoo membuka pembicaraan.
"Apa ada yang tau kemana Sehun ?"
Semua menggeleng kecuali Baekhyun dan Chanyeol yang masih asik bermain.
"Apa Sehun ada menghubungi kalian?
Semua menggeleng lagi kecuali Baekhyun dan Chanyeol.
"YA!, dua bocah gila, kalian dari tadi main game di ruang tengah kan? Apa Oh Se Hun ada menyampaikan sesuatu pada kalian?"
"Oh ya, Sehun bilang bahwa ia akan pergi ke rumah sakit, dan akan semakin parah jika ia tidak pergi sekarang juga.." jelas Chanyeol.
"KAU INI! KAMI DARI TADI MENCARI SIAPA YANG TAU KEBERADAAN SEHUN! MENGAPA KAU BARU MENGATAKANNYA SEKARANG?!"
"Hehehe.. Mian, itu karena kau tidak menanyakannya padaku ataupun Baekhyun.." jawab Chanyeol masih tetap bermain.
"Park Chanyeol tersayang, aku bertanya pada kalian semua!"
"Mian, aku tidak mendengarnya." Tetap bermain.
"Isshh!.. Jinjja? Oke, aku akan bilang pada manager untuk memisahkan kalian berdua. Aku tau kalian sedang kasmaran, tapi disaat situasi seperti ini, tolong fokuslah pada member yang lain."
"Tolong jangan pisahkan kami, aku tidak tau apa yang terjadi nanti jika aku tidak sekamar dengan Chanyeol.." Baekyun mengeluarkan ekspresi memelas.
"Sok dramatis!" ejek Tao.
Sekembalinya Suho ke dorm, member EXO langsung berdiri dan melemparinya dengan pertanyaan.
"Hyung, apa Sehun sakit?" tanya Luhan khawatir.
"Tidak, ia tidak sakit. Tapi Sena yang sakit, dan sakitnya akan semakin parah jika Sehun tidak ada disisinya. Benar-benar mempunyai ikatan batin yang kuat. Dan lagi, malam ini Sehun tidak pulang, ia akan menginap di rumah sakit.." jelas Suho.
"Hyung, kau belum makan malam, sebaiknya kau makanlah dulu." Kata Luhan.
Semua member EXO lega karena telah mendengar kabar Sehun. Tapi tidak dengan Kai dan Kris. Mereka malah makin gelisah dari sebelumnya. Kris sudah seperti setrikaan, ia berjalan mondar-mandir sambil mengendong boneka kesayangannya. Membuat Baekhyun dan Chanyeol yang juga ada diruang tengah menjadi pusing melihat tingkah Kris. Sedangkan Kai, sang raja tidur ini sangat gelisah di tempat tidurnya. Ia berguling kesana kemari sampai terjatuh ke lantai.
Akhirnya Kris memutuskan untuk menjenguk Sena di rumah sakit. Dan ia berpamitan pada Chanyeol dan Baekhyun. Tapi..
"Ge? apa yang gege bicarakan dengan mereka?" tanya Lay.
"Oh, aku akan menjenguk Sena, jadi aku memberitahu mereka untuk menyampaikannya pada yang lain."
"Lain kali jangan menitipkan pesan apapun pada dua bocah nakal itu. Otak mereka sangat lamban untuk mencerna semua perkataanmu."
"YA! Gege, teganya kau!"
Lay hanya menjulurkan lidahnya dan beranjak pergi. Kris tertawa dan menepuk pundak Chanyeol dan Baekhyun pelan. Sedangakan dua bocah nakal itu memberi tatapan kosong satu sama lain.
Kembali kepada Kai. Setelah terjatuh ke lantai, ia memutuskan untuk mencari Suho dan meminta izin untuk keluar.
"Hyung, bolehkah aku keluar sebentar. Tiba-tiba saja aku merindukan eomma, dan appa nanti akan mengantarku kemari saat aku sudah tertidur."
"Apa rindumu sangat parah? Tidak bisakah besok saja pulangnya, ini sudah malam."
"Tidak bisa, hyung. Apa kau mau menyanyikan seluruh album Michael Jackson untukku agar aku bisa tidur?"
"Separah itu kah? Baiklah kau boleh—"
"Gomawo, Hyung. Saranghaeyo.." lalu Kai mengecup pipi Suho. Dan si pemilik pipi hanya terbengong.
Butuh nyali besar untuk Kai bisa mendatangi rumah sakit ini. Ia yang tak pernah dapat kesempatan mendekti Sena, kini tiba-tiba muncul menjenguk Sena tanpa member EXO yang lain. Tapi kini, pergi menjenguk Sena adalah sebuah penyesalan untuknya setelah ia melihat Kris ada di ruangan Sena. Hanya berdua, tanpa orangtua Sena dan Sehun. Patah hati. Kai menutup kembali pintu kamar Sena.
"Hyung, apa yang kau lakukan disini?" tanya Sehun yang tiba-tiba berdiri di belakang Kai.
"Aku mengkhawatirkanmu." Ucap Kai dengan ekspresi datar.
"Benarkah? Apa kau kesepian karena tidak ada patner untuk menjahili yang lain?"
"Iya," ekspresi Kai masih datar.
"Ada apa denganmu? Ayo masuk dulu, ada Kris hyung didalam."
"Karena itu aku ingin pulang sekarang. Aku sudah melihatmu, aku manjadi lega. Aku pergi."
Sehun bingung.
Hati Kai begitu sakit. Entah dengan apa akan ia sambung hatinya yang patah. Dengan lemas Kai berjalan pulang. Ia berhenti sebentar saat melihat sebuah taman yang ada air mancurnya. Ia berjalan dipinggir air mancur itu. Sepertinya Kai benar-benar galau. Pikiranya begitu kacau dan membuatnya salah melangkah. Dan terceburlah ia kedalam kolam. Ia pulang dengan basah kuyup.
"Mengapa kau basah kuyup? Apa diluar sana hujan?"
"ya, sangat deras."
"jinjjayo?" Kyungsoo penasaran dan membuka jendela. "Tidak hujan kok," Sambungnya.
"Bukan disitu, tapi disini," Kai menunjuk dadanya dan membuka bajunya. "Apa kau tidak bisa melihat tsunami didalam hatiku? Bahkan dadaku pun berlumuran darah."
"Apa kau mabuk? Cepat ganti bajumu dan tidurlah."
Dengan sedikit dorongan Kyungsoo memasukkan Kai ke kamar mandi. Walaupun sudah melakukan apa yang ia inginkan, yaitu pergi ke rumah sakit, tapi hati Kai makin gelisah karena melihat pemandangan yang lebih menyeramkan daripada film horror yang sama sekali tidak ia sukai.
"Kungsoo hyung, apa kau sudah tidur?"
"He-em, aku baru ingin tertidur. Ada apa?"
"Aku ingin bercerita, hyung."
"ceritalah. Akan aku dengarkan," kyungsoo langsung bangun dan bersandar di dinding.
"Tidak jadi, aku mau tidur."
"KAU INI! Kau mengerjaiku ya?! Awas saja, walaupun kau tersambar petir atau dimakan buaya sekalipun, aku tidak akan bangun untukmu lagi!" Kyungsoo melemparkan bentalnya pada Kai. Tapi Kai sama sekali tidak bergerak.
Pagi ini begitu cerah, kyungsoo pun memasak makanan yang sangat enak. Semua member jadi bersemangat, kecuali Kai. Hatinya patah, semangatnya lumpuh, selera makannya juga menurun. Bahkan semangatnya untuk menjahili member lain bersama Sehun lenyap sudah.
"Hyung, ada apa denganmu? Apa kau marah padaku? Maafkan aku jika aku tak sengaja membuatmu marah.." Sehun yang sedari pagi diacuhkan oleh Kai merasa tidak nyaman dan menanyakannya.
"Tidak, keadaanlah yang seharusnya meminta maaf padaku. Aku sedang tidak ingin bercanda denganmu, Sehun, jadi maaf. Biarkan aku sendiri dulu.." sehun hanya bisa terdiam melihat punggung Kai yang berjalan meninggalkannya sendiri di halaman belakang.
Kesedihan Kai berlarut larut dan hanyut. Sudah hampir seminggu semangat Kai hilang.
"Aku ingin kalian membuat Jong In seperti dulu, cari tau dan bantulah ia menyelesaikan masalahnya. Jika kalian gagal, terpaksa aku meminta manager untuk mengurus ini. Aku yakin Jong In akan marah jika kita mengadukan ini pada manager, jadi tolong usaha keras kalian untuk membantu Jong In.." Suho sudah tidak tahan lagi dengan perilaku Kai, apalagi saat ia mendapati Kai melampiaskan kejenuhannya dengan merokok. Benar-benar membuat Suho marah. Dan saat dikelas, Kai juga tidak memperhatikan pelajaran sama sekali. Ia lebih sering menghabiskan waktunya di ruang musik sendirian.
Diluar hujan sangat deras, rencana Suho untuk mengajak member EXO untuk makan malam diluar pun gagal. Biasanya saat hujan seperti ini, Kai lebih suka menghabiskan waktunya untuk tidur. Tapi kali ini ia menghabiskan malam dengan bermain hujan menggunakan tangannya. Bukanlah diri Kai yang sebenarnya. Hati Kai masih patah, ia memutuskan untuk mengobatinya dengan bercerita kepada Sehun. Sungguh bukan waktu yang tepat, disaat Kai ingin mengobati lukanya, ia malah tersiram air cuka dan membuat lukanya semakin perih karena kecemburuan.
"Sehun, apa kau punya waktu luang?" tanya Kai yang mendapati Sehun sedang berjalan dilorong kamar.
"Sebenarnya tidak, aku baru saja akan pergi ke kemar Kris hyung. Ada sesuatu yang harus kuceritakan. Tapi setelah itu aku bisa menemuimu, hyung.."
"Tidak perlu, lupakan saja," air mata Kai menetes tanpa sepengetahuan siapaun. Ia berjalan gontai menuju kamarnya. Lengkap sudah penderitaanku. Seminggu lalu aku melihat kris hyung dengan Sena, dan malam ini aku mengetahui bahwa Sehun semakin dekat dengan Kris hyung. Oke, aku akan benar-benar melupakan Sena, gumam Kai.
Kai sedang meluapkan rasa kesalnya dengan menangis dikamar dan mengunci pintu. Membuat Kyungsoo kebakaran jengot karena tidak dibukakan pintu. Sedangkan di kamar Kris, suasana yang Kai pikir penuh tawa, ternyata tidak. Kamar itu juga hening. Keseriusan terlihat jelas diwajah Sehun dan Kris.
"Hyung, Sena sudah menceritakannya semua padaku.."
"Lalu, apa yang ia katakan?"
"Hyung, aku pikir kau sangat dekat dengan Sena karena kau merindukan adik perempuanmu dan mengangap Sena itu seperti adikmu. Tapi ternyata tujuanmu bukan itu. Aku minta maaf, hyung. Sebenarnya Sena tidak memintaku untuk mengatakan ini, tapi aku tidak ingin kau sakit hati karena ulah adikku. Aku tau kau menyuai Sena, tapi sayangnya Sena tidak.." jelas Sehun.
"Oh Se Hun, tidak bisakah Sena sendiri yang menatakannya langsung padaku? kenapa aku harus mendengarnya darimu?"
"Justru itu, hyung. Kau sudah menyatakan perasaanmu pada Sena, dan Sena tidak akan pernah mau menerima atau menolakmu. Ia akan diam dan menganggap ia tidak pernah mendengar apa –apa. Aku tidak ingin perasaanmu berarut-larut terhadap adikku hyung. Aku minta maaf karena ulah adikku ini.."
Jam dinding itu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Tapi tanda-tanda Sehun keluar dari kamar Kris belum ada. Di dalam kamarnya, selain menangis, Kai juga masih memperhatikan keadaan diluar. Kai pikir Sehun akan tidur dikamar Kris, jadi ia memutuskan untuk melupakan semuanya dan tidur juga. Tapi ia terbangun ketika seseorang mengetuk pintu kamarnya.
"Kyungsoo hyung, aku akan membukakanmu pintu, asal kau mau berjanji tidak akan memukulku atau mengeluarkan sepatah katapun saat menginjak lantai kamar ini.." teriak Kai dari dalam kamar.
"Ini aku, Sehun.."
"Ada apa malam-malam kemari?" Kai membukakan pintu.
"Bukannya tadi aku sudah bilang, aku akan menemuimu saat urusanku dan Kris hyung selesai."
"Dan bukannya aku juga sudah bilang untuk melupakannya? Kau seperti bocah idiot!"
"Aku manjadi idiot karena Jong In, guruku tersayang ini juga seorang idiot.."
"Kau mau apa?" Kai menutup pintu dan merebahkan dirinya lagi ke tempat tidur.
"Jong In hyung, apa kau meyukai adikku?"
"YA, YA, SUKA, SANGAT SUKA. AKU SANGAT MEYUKAI ADIKMU.." mendengar pertanyaan Sehun, Kai langsung bangkit dari tempat tidur. Menjawab pertanyaan Sehun itu dengan sangat bersemangat dan sedikit berteriak. Bahkan ia mengguncang-guncang pundak Sehun. Ohh.. kemanakah Kai yang tadi lesu (?).
"Tenanglah sedikit, hyung. Huuh, untunglah kau juga memiliki perasaan yang sama, jadi aku tidak mengkhawatirkan tentang adikku yang akan patah hati karena cinta pertamanya."
"Maksudmu?"
"Hyung, adikku juga menyukaimu. Tapi kau tida pernah muncul dihadapannya."
"Benarkah?" Kai pun tertawa dan loncat kesana kemari seperti monyet liar. "Bagaimana aku mau mendekatinya jika Kris hyung sudah mendahuluiku.." sambungnya seketika lesu kembali.
"Makanya kau gesit sedikit. Aku baru saja menyampaikan pada Kris hyung soal ini. Jadi kau jangan terlalu kelihatan seperti orang yang sedang jatuh cinta."
"Jelas tidak akan, aku tidak mungkin menari-nari diatas penderitaan orang lain, apa lagi itu penderitaan keluarga kita sendiri."
TBC
Im Di Ah imnida. Bangapseumnida.
Jangan lupa tinggalkan jejak review baik kritik atau saran :) menuju chapter berikutnya ..
