~The Dormitory~

.

Super Junior © SM Entertainment

.

Chapter 3 :

An Appeal

.

Rating : T

.

Cast : Super Junior's members and the others support cast.

.

Genre : Romance, Friendship, School Life.

.

Warning : Boys Love, Typo(s), Confusing Plot, AU, a Little OOC, Over..

.

Flames Are Not Allowed!

Don't Like, Don't Read~

.

~oOo~

.


-Kelas 11-B-

"Namanya Hankyung. Dia lahir di Beijing, sama seperti Siwon hyung. Tapi bedanya Siwon hyung hanya numpang lahir saja. Oh ya, Hankyung hyung ini master matrial arts lho. Dia juga murid tahun kedua."

-dan dia juga sekelas dengan Kim Heechul.

.

Ini adalah hari keduanya bersekolah di SM Internasional. Dan juga hari pertama kegiatan aktif di sekolah barunya.

Sebagai siswa istimewa, seharusnya Kim Heechul lebih menjaga sikap. Namun ribuan tanda tanya yang bersemayam dalam otaknya, membuat ia terpaksa memecah konsentrasinya. Alhasil, satu jam pelajaran pertamanya ia habiskan dengan melamun.

Kemarin ia mendadak terserang insomnia, entah karena apa. Yang jelas, semenjak dirinya berjabat tangan dengan namja China bernama Hankyung itu, Heechul merasa sesuatu tiba-tiba memenuhi dadanya. Sesuatu yang sangat hangat, yang ia sendiri tidak tahu apa namanya.

Selain itu, ada kenyataan lain yang juga cukup membuatnya semakin dilanda dilema. Pertama, letak kamarnya dan Hankyung yang ternyata tepat bersebelahan. Semakin dekat jaraknya dengan namja China itu, semakin kuat pula dentuman di dada kirinya.

Belum cukup dengan itu, pagi ini Heechul kembali mendapat sebuah kejutan, kenyataan bahwa ternyata ia dan Hankyung adalah teman satu kelas.

Dan romantisnya, bangku mereka pun juga bersebelahan!

Oh, sungguh Kim Heechul ingin mencium Cho Kyuhyun! *lho?*

.

"Hankyung~", panggil Heechul pelan pada namja di sebelah kanannya yang sedang fokus memperhatikan whiteboard. Ia ingin memastikan sesuatu. Sesuatu yang berhubungan dengan detak jantungnya.

"Hm?", Hankyung mendengung singkat.

"Boleh aku pinjam catatanmu?", tanyanya ragu.

Hankyung menghentikan kegiatan mencatatnya sejenak. Menoleh ke samping kirinya dan tersenyum pada Heechul.

"Tentu saja boleh."

Sedetik, Heechul tercenung..

Lagi-lagi senyum itu..

'Astaga.. Kenapa semakin keras..! Diamlah kau jantung!'

Beruntung ia adalah murid jenius, sekecil apapun presentase konsentrasinya, ia akan tetap bisa mengikuti materi dengan cukup baik.

.

.


-Lapangan Olahraga-

Lee Hyukjae, alias Eunhyuk sedang memusatkan konsentrasinya untuk menetapkan tumpuan yang pas saat memijak nanti.

"1,7 meter! Fighting!", ucapnya menyugesti diri sendiri.

Tap! Tap!

Yak!

Brugh!

Prang~

"Aish!"

"Failed! Next!"

Eunhyuk terpaksa beranjak dari rebahannya. Mengusap pelan pinggulnya lalu berlari kecil mendekati barisan paling belakang.

"Hyukkie fighting!"

Sekilas Eunhyuk menoleh ke sumber teriakan. Lee Donghae melambai ke arahnya. Tersenyum sembari mengepalkan tangannya ke udara. Membuat Eunhyuk menjadi ikut tersenyum. Semangatnya menaklukkan galah lompat tinggi kembali terpompa.

.

.


-Koridor Kelas 10-

"Lee Donghae?"

Seorang namja mungil bersurai karamel terpaksa menghentikan langkahnya tatkala iris coklatnya menangkap siluet seorang namja auburn yang saat itu tengah mengikuti kelas olahraga di lapangan sekolah.

"Siapa Wookie?", tanya seorang namja berpipi chubby di sampingnya. Ia yang tadi berjalan bersama si namja mungil bername tag Kim Ryeowook, jadi tertular ikut menghentikan langkahnya.

"Nde.. Dia pasti Lee Donghae sunbaenim. Tidak salah lagi!"

Merasa diacuhkan, namja chubby bernama Lee Sungmin itu tiba-tiba berpindah tempat ke hadapan Ryeowook. Menghalangi pandangannya.

"Eh? Sungmin-ah, waeyo?", tanya Ryeowook tanpa dosa.

Bibir Sungmin mengerucut sebal. "Kau itu melihat siapa sih? Kenapa tiba-tiba berhenti tadi?"

Sedangkan Ryeowook hanya bisa nyengir maklum. "Hehe, mianhae Min-ah.. Itu, sepertinya tadi aku melihat orang yang kukenal."

"Siapa?"

"Lee Donghae sunbae. Namjachingu kakak angkatku, Yesung hyung."

.

.


-Break Time-

"Donghae-ya! Hyukkie-ya! Di sebelah sini!", Leeteuk melambai pada dua namja yang tengah sibuk mencari tempat untuk menikmati santap siangnya.

Saat ini Leeteuk, Kangin, dan Victoria sedang melakukan kegiatan rutin mereka saat jam istirahat tiba, yakni mengisi perut. Walaupun kantin SM Internasional luasnya bak convention hall, namun tempat ini juga merupakan area terpadat sesekolah. Dan mencari lokasi 'pewe' untuk menikmati jam makan siang bukanlah perkara mudah.

"Mana Kyuhyun? Tumben belum kemari?", tanya Donghae saat ia dan Eunhyuk telah bergabung bersama Leeteuk dan kawan-kawan.

"Molla. Nanti juga bocah itu pasti datang.", jawab Kangin santai.

.

"Psst, lihat itu! Dia kah murid baru itu?"

"Anggota baru Ocean?"

"Seorang yeoja?"

"Aish! Kau itu buta atau apa? Jelas-jelas dia memakai celana!"

"Omo~ tapi dia cantik sekali!"

"Mungkin saja waria!"

-Siapa kah yang tengah mereka bicarakan?

Benar! Ratusan mata di kantin itu kini sedang tertuju pada sosok namja tinggi semampai, berwajah cantik dan bersurai legam sebahu yang diikat keatas bername tag Kim Heechul.

Sedangkan objek yang menjadi bahan perbincangan?

Tentu saja ia tahu!

Ia tidak tuli, ia juga tidak bodoh hanya untuk sekedar menyadari apa yang sedang mereka bicarakan tentang dirinya.

"Ish..", namja di samping Heechul mendesis pelan.

Nampaknya ia sudah terbiasa akan aura-aura negatif di sekelilingnya.

.

Sekarang Heechul dan Hankyung telah bergabung bersama Leeteuk dan yang lainnya. Mereka berkumpul pada satu meja panjang yang terletak sedikit terpencil dari meja-meja di sekitarnya.

Sudah menjadi kebiasaan bagi mereka para murid asrama Ocean untuk berkelompok seperti ini. Minoritas membuat mereka tersatukan dalam lingkup komunitas tersendiri.

"Aku harap kau tidak usah memperdulikan lingkungan sekitarmu, Heechul-ah.", kata Leeteuk pelan ketika ia menangkap raut keganjilan dari wajah Heechul.

"Memangnya apa yang salah? Sejak tadi pagi, semua orang memperhatikanku dengan cara yang.. well, aneh!"

Sejenak Leeteuk terdiam, hanya untuk mencari dukungan dari teman-temannya mengenai sesuatu yang hendak ia sampaikan.

"Jadi begini", lagi-lagi Victoria-lah yang angkat bicara. "Kau sendiri sudah tahu bukan, kalau kami para murid asrama Ocean adalah termasuk siswa pilihan?"

Heechul mengangguk mengerti.

"Karena kami istimewa, maka dari itulah mayoritas siswa asrama Blue dan Sapphire justru malah membenci kami. Menganggap kami adalah rival sekaligus monster!"

"Mereka hanya iri!", sahut Kangin sambil masih mengunyah steak iga-nya.

"Setiap tahun kami menuai prestasi. Bahkan jajaran teratas organisasi siswa pun di dominasi oleh kami para murid Ocean."

"Di sekolah ini kurang lebih ada 1500 siswa. 150 orang dari mereka adalah kita yang masuk di asrama Ocean. Jadi anggap saja sisanya adalah musuhmu."

"Kecuali Lee Hyukjae!"

Heechul melirik ke arah sang empu suara, rupanya Lee Donghae yang menginterupsi. Lalu namja yang berada di sebelahnya itu.. siapa..?

"Eh, annyeong~ Hyukjae imnida.", Eunhyuk melambai singkat pada Heechul. Tersenyum canggung saat obsidian Heechul menatapnya lekat.

Tring!

Kangin meletakkan pisau makan dan garpunya cukup keras. Tanda jika ia telah selesai menyantap hidangannya.

"Kami tidak mencari musuh, mereka sendiri yang membuat istilah itu!"

Dan Kim Heechul hanya mampu membisu. Sejenak ia seperti kehilangan kesadarannya, namun detik berikutnya, sudut bibir tipisnya membentuk pola meruncing yang sangat khas dan sedikit mengerikan. Sebuah seringai.

"Arraseo. Sepertinya ini akan menarik."

.

.


-Kelas 11-C-

Sudah sejak 15 menit yang lalu bel istirahat berbunyi, namun namja bername tag Kim Kibum ini sama sekali tidak tergoda untuk beranjak dari bangku kelasnya.

Bukan karena ia tak suka jam istirahat. Ia hanya terlalu larut dalam dunia ensiklopedia setebal 5 senti di hadapannya.

"Kau tidak ingin ke kantin, Kibum-ah?", sapa seseorang di samping kirinya.

"Tidak. Kebetulan aku tidak lapar.", jawab Kibum tanpa sekalipun memutuskan kontak matanya pada bab Fisika neutron.

Tidak ada sahutan dari ia-yang-di samping-Kibum. Hening sesaat.

"Kalau kau lapar, kau duluan saja Jungmo-ya.", ucap Kibum pada akhirnya, masih tidak menoleh sedikitpun. Karena tanpa menatap pun Kibum sudah hafal jika lawan bicaranya tersebut adalah teman sekelasnya, Kim Jungmo.

Jungmo yang sebenarnya tidak asing lagi dengan tanggapan teman seperjuangannya tersebut, hanya mampu tersenyum simpul. Ia beranjak dari bangkunya. Namun bukannya keluar menuju kantin, ia malah berdiri tepat di sisi kanan meja Kibum.

"Santailah sedikit Kibum-ah.. Masih banyak waktu dan kesempatan untuk mengalahkannya.", ujar namja berambut perak tersebut.

Kibum tahu jika Jungmo sedang berbicara padanya. Ia juga tahu arah dari pembicaraan teman se-asramanya itu. Tapi lagi-lagi, Kibum tidak berniat sedikit pun untuk sekedar mendongakkan kepalanya.

"Lihat. Rivalmu saja masih sempat tebar pesona."

Sedikit mengernyit heran, Kibum akhirnya mengangkat kepalanya, terpaksa sebenarnya. Tapi dengan begitu ia akhirnya tahu apa yang sedang menjadi objek perhatian Jungmo.

Di telusurinya arah pandang Jungmo yang lurus menembus keramaian di luar sana.

Dan di antara padatnya aktifitas yang sedang berlangsung di lapangan olahraga, Kibum bisa dengan cepat menyadari, jika hanya ada satu objek yang mampu menyedot siapapun yang dengan atau tidak sengaja tengah memandangnya.

.

"Kyaaaa~~! Siwon sunbae daebak~~!"

Lengkingan puluhan hoobae yeoja bahkan bisa terdengar dengan jelas sampai ke kelas Kibum yang notabene berada di lantai tiga, saat seorang namja bertubuh atletis berhasil melakukan slam dunk sempurna andalannya.

Sedang namja si objek perhatian, dengan sejuta kharismanya ia melempar senyum 1000 watt-nya disertai lambaian pada para yeoja yang dengan setia ber-fangirling untuknya.

'Cih, dasar tukang pamer!'

Kibum benar-benar kehilangan nafsu makannya sekarang.

.

~oOo~

.

.


~One Week Later~

.

-Asrama Ocean, 06:15 am-

Semua penghuni asrama Ocean lantai 2 telah berkumpul di meja makan asrama. Dengan sepotong sandwich dan segelas susu di depan meja masing-masing. Mereka siap menyantap menu sarapan pagi ini.

"Lho, di mana Heechul? Dia tidak ikut sarapan?", tanya Leeteuk pada Hankyung yang duduk tepat di depannya.

"Sepertinya tadi dia sudah bangun. Mungkin sebentar lagi kesini.", jawab Hankyung sekenanya.

Setelah itu, semua kembali fokus pada sarapan masing-masing.

Hingga beberapa menit kemudian..

"Annyeong haseyo~"

Sebuah suara namja-coret-yeoja-coret lagi-entahlah, tiba-tiba menginterupsi kegiatan mengisi perut mereka.

Leeteuk dan kawan-kawan serempak menoleh ke pemilik suara. Dan hal pertama yang terjadi setelah itu adalah..

Hening~

1 detik, 2 detik, ... , 5 detik..

"IGE MWOYA?"

Entah suara siapa saja yang berteriak. Namun hal itu sama sekali tidak membuat sang pusat perhatian merasa terganggu.

Ia tetap senantiasa melukis senyum manisnya seperti tidak terjadi apa-apa, tanpa sedikitpun mengindahkan bola mata teman-temannya yang hampir nyaris copot karenanya.

"Hee.. Chul.. ?", Leeteuk tercengang.

Bukan, bukan karena Heechul keluar tanpa busana. Justru sebaliknya, Heechul saat ini berseragam lengkap! Dan perlu di garis bawahi, berseragam yeoja lengkap! Yeoja!

Dengan kemeja junkies plus blazernya, dasi pita yang merupakan dasi seragam wanita, dan jangan lupakan rok seragam biru kotak-kotaknya yang panjangnya jauh di atas lutut. Sepatu pantofel wanita dan stocking sepanjang lutut.

Rambut hitam sebahunya kini berubah warna menjadi coklat keemasan, di kuncir samping dengan sedikit aksen curly. Tidak lupa pita pink yang ikut mempercantik mahkotanya.

Kim Heechul bercross dressing menjadi pelajar wanita yang amat sangat cantik dan err- seksi!

Nyaris tidak ada yang mampu menyadari jika sosok yeoja manis yang kini sedang berdiri malu-malu di hadapan mereka adalah teman baru mereka sendiri, Heechul.

Semua namja yang ada di meja makan tersebut terpukau. Kangin bahkan membiarkan sandwich di mulutnya terjatuh akibat rahangnya yang menganga. Siwon yang notabene pernah melihat sosok Heechul dalam balutan busana wanita, kenyataannya masih tetap bisa terkejut. Dan Hankyung?

Rupanya namja China ini luar biasa takjubnya. Dia menatap Heechul cukup lama dengan pandangan yang sulit di artikan. Tanpa sadar, telinganya merona.

"Aku sudah menyangka, pasti baju itu sangat pas denganmu Heechul-ah.", Victoria memecah keheningan.

Hanya dia satu-satunya penghuni asrama yang tidak merasa terkejut dengan penampilan Heechul.

"Gomawo Vict! Aku suka bajunya..", ucap Heechul riang.

Gluk!

"Kau tidak berencana memakai pakaian itu ke sekolah kan, Heechul-ah?", tanya Leeteuk horor.

Heechul tersenyum penuh arti. Membuat Leeteuk merasakan firasat buruk.

"Bagaimana menurutmu Hankyungie? Aku cantik tidak?", bukannya menjawab pertanyaan Leeteuk, Heechul justru beralih menanyai Hankyung yang masih menatapnya.

Jari-jari rampingnya memilin manja ujung rambutnya, dan mata bundarnya ia kedipkan pelan beberapa kali, sengaja menggoda Hankyung.

"Cantik.."

Entah sadar atau tidak, tapi Hankyung telah menyuarakan isi hatinya, walaupun nyaris berbisik.

"Kyaa.. Gomawo Hannie~ aku sudah menduga kau pasti akan suka.."

Hup!

Dan dalam sekali lompat, Heechul memeluk Hankyung dari samping, membuat namja China itu sedikit limbung karena aksi spontan dari Heechul.

Uhuk!

Kyuhyun yang kebetulan duduk di sebelah Hankyung mendadak tersedak. Bagaimana tidak, tubuh Heechul yang sedikit condong mau tidak mau membuat rok mininya tersingkap. Kyuhyun bahkan bisa melihat pakaian dalam Heechul dengan cukup jelas. Matanya melotot sempurna.

"Ya! Kau bahkan memiliki bokong yang bagus! Kau ini sungguh namja jadi-jadian eoh?"

Uhuk!

Kali ini gantian Kangin yang tersedak. Ucapan frontal Kyuhyun benar-benar membuat semua yang ada di ruangan itu blushing parah. Tak terkecuali Hankyung yang masih dalam pelukan Heechul.

Ctik!

Namun tidak untuk Heechul, ucapan Kyuhyun justru membuat sisi evilnya kembali bangkit. Kedua tanduk imajinernya langsung tumbuh mencuat di kepalanya.

"Apa katamu, bocah?", geramnya.

"Aku bilang kalau kau namja jadi-jadian!", sahut Kyuhyun santai. Bahkan ia masih sempat mengunyah sandwichnya.

Pletak!

"Aw.."

Satu pukulan mendarat telak di pipi Kyuhyun.

"Dasar bocah setan mesum~! Mati kau bocah! Mati! Mati! Mati!"

-dan disusul dengan pukulan-pukulan lain yang memberondongnya.

.

.

Namja titisan evil bernama Cho Kyuhyun itu berjalan cepat menuju UKS. Sesekali menyentuhkan ujung jarinya ke tulang pipi kirinya. Meringis kecil dan mengumpat dalam hati.

Ia tidak menyangka jika Heechul akan semenyeramkan itu jika sedang bermain tangan. Dia di pukuli habis-habisan. Tapi bukan pukulan Heechul yang membuatnya meringis kesakitan seperti ini, melainkan sebuah cakaran yang tidak sengaja Heechul lontarkan saat Kyuhyun mencoba menjambak rambutnya tadi. Hasilnya, satu garis melintang menghiasi pipi kirinya.

Brak!

Tanpa permisi Kyuhyun langsung masuk ke dalam ruangan yang di dominasi warna putih tersebut. Ia sudah tahu jika pagi-pagi seperti ini, penjaga UKS pasti belum datang.

Merasa hanya dirinya yang berada di ruangan itu, ia lantas melangkah brutal menuju cermin yang tergantung di sisi kiri tempat tidur.

"Cih! Dasar sialan! Wajahku jadi tidak tampan lagi dengan bekas cakaran seperti ini! Aish, apa kata yeoja-yeoja yang memandangku nanti? Cho Kyuhyun yang tampan wajahnya terkena cakaran kucing jadi-jadian? Menggelikan!", ucap Kyuhyun sibuk bermonolog dengan lebaynya.

"Ani. Kau tetap tampan kok."

'Eh? Cermin ini bisa berbicara! Wow, dan dia mengatakan kalau aku tetap tampan? Ah, aku jadi ingin memelukmu, cermin~'

Kyuhyun mulai berhalusinasi. Ah bukan, bukan berhalusinasi. Suara tadi itu nyata, tapi bukan cermin yang mengatakannya.

Sejenak Kyuhyun merinding. Dia tidak pernah bertemu hantu selama ini. Di dunia ini yang mampu membuatnya merinding hanya death glare eommanya dan aura setan Heechul. Tapi sekarang, mendengar suara tanpa wujud bukan berarti hal yang lucu baginya.

"Ya! Siapa kau?", teriaknya ke seluruh penjuru UKS. Mata obsidiannya dengan awas mengantisipasi segala bentuk pergerakan yang mungkin terjadi. Kyuhyun bisa berkelahi dengan sangat baik. Tapi musuh yang tak terlihat jelas bukan tandingannya.

Srug..

"Ya~ bisakah kau tidak berteriak? Kepalaku makin pusing mendengar teriakanmu itu..", ucap sebuah suara yang berasal dari balik tirai tempat tidur yang tertutup. Suara yang sama dengan yang memuji Kyuhyun tadi.

Mendengar itu Kyuhyun terdiam. Sebelah alisnya terangkat. Perlahan ia buka tirai putih yang menyembunyikan si pemilik suara tersebut. Dan setelah tirai terbuka, voila! Ternyata memang ada manusia lain selain Kyuhyun yang berada di ruangan itu. Kyuhyun lega.. Setidaknya suara itu berwujud.

"Kau siapa?", tanya Kyuhyun pada sosok yang saat ini tengah berbaring di salah satu ranjang UKS. Sosok itu menyelimuti dirinya sampai seluruh tubuh. Dan sekarang ia sedikit menurunkan selimutnya sebatas hidung, hanya untuk melihat orang yang tengah mengganggu tidurnya tadi.

"Aku juga murid di sini. Aigo.. Kepalaku pusing sekali..", jawab sosok itu sambil memejamkan kedua matanya.

Tanpa sengaja Kyuhyun melihat bulir-bulir keringat yang membasahi dahi orang yang sedang terbaring di depannya. Reflek Kyuhyun menyentuhkan tangannya ke bidang lebar itu.

"Panas.", katanya.

Merasa ada yang menyentuh dahinya, sosok tersebut seketika membuka lebar matanya. Dan hal pertama yang terekam oleh syaraf pengelihatannya adalah, seorang namja brunette yang memiliki perawakan bak pangeran di negeri dongeng. Impuls bola mata itu mengerjap imut.

"Kalau kau sakit, lebih baik kembali saja ke asrama. Suhu badanmu panas sekali.", ucap Kyuhyun seraya menarik kembali tangannya.

"A-ani, aku baik-baik saja. Aku hanya pusing sedikit.", kilah sosok yang masih setia bergelung di bawah selimutnya tersebut.

"Kau murid kelas berapa?", tanya Kyuhyun kemudian.

"Sepuluh."

Namun sayang, Kyuhyun tidak bisa mendengar jawaban dari siswa itu dengan jelas karena ia menutup mulutnya dengan selimut.

"Kelas berapa?", ulang Kyuhyun.

Mengetahui Kyuhyun yang tidak bisa mendengarnya, ia pun akhirnya menarik selimutnya sebatas leher. Memperlihatkan wajahnya yang dalam sedetik mampu membuat seorang Cho Kyuhyun terkesiap.

"Aku kelas sepuluh."

Akhirnya Kyuhyun bisa mendengarnya. Suara lembut yang berasal dari kedua belah bibir plump berlekuk huruf M yang sangat eksotis.

Manik kelam Kyuhyun seketika terkunci pada objek yang ada di hadapannya. Sepasang bola mata foxy, hidung mancung, pipi chubby yang begitu mulus, dahi lebar dan bibir yang kissable.

Demi Tuhan, suara yang tadi memujinya benar-benar berasal dari...

Seorang malaikat..

.

.

.. To Be Continue ..

.

.


Annyeong~

Maaf ya chapter ini lebih pendek.. *nyengir*

Maaf juga kalau kesannya chap ini serba nanggung n' keburu-buru..

Tapi mulai chapter depan, saya akan bikin lebih panjang per-chapternya..

Ga apa apa kan?

Jadi please be patient oke? ^^)b

.

Terima kasih yang teramat dalam saya tujukan untuk para readers yang sudah berkenan membaca FF ini.. *deep bow*

.

Saya mau kenalan lebih jauh sama kalian, boleh? Ntar yang review, tolong sebutin nama sama line-nya ya, biar saya enak manggilnya.. buat silent reader, ayo muncul donk darling~ jangan malu-malu, saya ga gigit kok.. ^^v

.

Review Answer:

Syubidubidu : annyeong~~ gomawo sudah baca + review~ ini sudah lanjut, semoga ga mengecewakan ya.. :D

Ressijewelll : nado~~ aku juga suka Haehyuk.. kkk.. :p ini uda lanjut chingu~ gomawo uda baca + review.. :D

The : siiippp~~ menurut aku juga ini too slow~ tapi tenang, alurnya aku usahakan dibikin sesedang mungkin.. xD gomawo reviewnya.. :))

rhie sparkyu'min : ini juga pendek ya chingu? huwe~ mianhee.. :( chap depan aku mau bikin lebih panjang, janji.. ^^v gomawo ya reviewnya~~ :D

Lee HyoJoon : bwahaha~ ternyata ini dikau my uke chagiya~~? gomawo ya reviewnya~~ yosh! Hanchul jjang! *ga nyante*

cloud3024 : hola chingu~~ gomawo ya reviewnya.. :D bagaimana dengan chap ini? *wink* kkk..

Desysaranghaesuju : wokeeehh~~~ demi kamu, aku bakal lanjut terus~~ hehe.. gomawo~~ :D

Chang Ki Men : siap! ini pure pair kok chingu~~ :) maaf ya chap ini masih pendek.. chap depan aku usahakan lebih panjang.. yaksok! ^^v gomawo reviewnya.. :D

Lee EunGun : cheonmaneyo chinguya~~ gomawo reviewnya.. *bow bow*

kucing liar : chap kemarin sibum belum ada ya? ^^a mian ya~~ badai pasti berlalu, chingu~ *plak* sip sip..! ini uda lanjut.. gomawo reviewnya~ :D

RyeoCi69 : wkwk~ ayo tebak yewook masuk asrama apa? kkk.. :p gomawo ya chingu reviewnya.. :D

Lee Shurri : hehe, mianhae ya uda bikin kamu bingung.. apa chap ini juga masih membingungkan? ^^a gomawo reviewnya~ gomawo sarannya~ *hug*

Kim Minra1709 : hanchul orang tua kamu? omo~ yang sabar ya nak punya mommy kaya' ichul.. wkwk.. *diuleg heenim* xD gomawo sarannya~ gomawo reviewnya~ *hug*

Reita : annyeong~~~ uwa~ gomawo ya reviewnya~ gomawo juga buat review yang di Calling You sama TnL.. aku terharu loh~ :'D

Gaemdin : aw~ kamu bener-bener penasaran sama yg berkelahi pas di teaser ya? kkk.. ayo tebak siapa mereka? Yosh~! I love Hanchul soooo muchh~~~ hehe.. soal Kyumin, aku usahakan mereka punya porsi jumbo(?) juga~ *plak* gomawo ya reviewnya.. :D

Choi Hye Soo : KyuChul war! Hahahaha~~ siap chingu, ini uda update.. gomawoo ya~~

ika zordick: omo~ sunbaenim? *deep bow* gomawo reviewnya~~ siap chingu, aku bakal mertahanin jalan ceritanya~ :D

Viivii-ken : yupp~ ini pure couple~ :D aigo chingu~ gomawo ya reviewnya.. semoga chap ini engga mengecewakan.. :))

Cloud'sHana : chingu~~ mian chap ini yewook belum muncul~ tapi uda ehm, nyenggol2 dikit kan? Hehehe.. :D gomawo reviewnya.. tunggu ya yewooknya..

cacacaMinnieYuu : hehe, mianhae chap ini kyumin masih dikit.. next chap, aku usahakan mereka lebih banyak muncul.. gomawo reviewnya.. :D

KimJWandMe : awww~~ gomawoo chingu~~ *hug back more tightly* :'D siap, yewooknya mohon ditunggu ya.. :))

Choi Boom : sippo~~ ini sudah dilanjut..! gomawo reviewnya ya.. :D

YunieNie : yeah~~ Hanchul does trully exist~~! *membara* gomawo ya reviewnya.. *hug*

Choi Sung Mi : haluu chingu, itu pacar donghae uda ke mention loh.. *nyengir* jangan timpuk saya pake sandal wookie~ *kaburr* gomawo reviewnya.. :D

.

Oh ya, sekali lagi, saya harap tidak ada pair war disini..

Silahkan kritik saya kalau saya salah, asalkan jangan bash pairingnya.. Oke? :)

.

I really need your feedback~ ^^

GamsaHAE~ SarangHEE~ ^o^

.

P.S : Saya ada rencana mau buat ff remake yang akan ditaruh di rate M. Tapi genderswitch but always pure couple. Kira2 ada yang mau baca engga ya? *galau T^T*