Harvest Moon by Natsume Inc.
New Game by bananayoghurt
"Claire, say aaaaaa…"
"Aaaaaa…"
Rasa senang terlihat jelas di wajah kedua anak manusia yang sedang saling jatuh cinta ini. Claire dan Kai saling menyuapi es serut, makanan khas musim panas di pinggir pantai dekat kedai milik Kai. Walaupun panasnya hari itu mencapai 38 °C, namun kedua insan ini tidak menghiraukannya, mereka sudah berada di dunia mereka sendiri di mana bunga bunga musim semi bertaburan seperti komik-komik shoujo. Ya namanya juga lagi jatuh cinta.
"Kai?"
"Ya Claire?" Jawab Kai dengan suara lembutnya.
"Kau tau, aku sangat menikmati masa-masa kita bersama. Kau sangat baik kepadaku, aku merasa nyaman dan tenang jika bersamamu."
"Ya, aku juga Claire."
"Benarkah?" Wajah Claire sangat berseri-seri. Mengetahui Kai mempunyai perasaan yang sama, ia pun berpikir mungkin inilah saat yang tepat.
"Kai, mau kah kau.."
"Ya?"
"Mau kah kau.. Emm, mau kah.. MAU KAH KAU MENIKAH DENGANKU?!"
'Kyaaa! Aku mengatakannyaa!'
Setelah mengatakan, lebih tepatnya meneriakan lamarannya terhadap Kai, Claire langsung menutup wajahnya yang merah dengan kedua tangannya karena malu. Claire dapat mendengar suara jantungnya yang berdegup kencang menanti jawaban dari Kai. Perlahan, Kai meraih kedua tangan Claire yang menutupi wajahnya dan menariknya ke genggamannya. Dengan senyuman menawan dari wajahnya, Kai pun segera menjawab.
"Guk!"
"... Eh?" Dari malu, wajah Claire langsung berubah bingung. 'Guk'? Apakah itu cara anak muda jaman sekarang merespon sebuah lamaran?
"Guk guk guk!"
"EEEH?!"
"GUK GUK GUK GUK!"
"EEEEEH!?"
Claire membuka matanya dengan cepat. Di depan wajahnya bukan lagi sosok Kai si pria idaman, melainkan Jack si anjing kecil teman serumahnya. Pantai yang indah tiba tiba berubah menjadi susunan kayu rapi yang membentuk suatu ruangan. Claire menghembuskan nafasnya kecewa dan duduk perlahan dari tidurnya.
"Aah, Jack! Kau menghancurkan momen indahku bersama Kai. Yaa, walaupun hanya mimpi tapi tetap saja tadi itu tinggal sedikit lagiii."
Claire mengacak-acak rambutnya kesal lalu beranjak dari tempat tidurnya dan melihat ke arah jam dinding. Jam 2 siang. Padahal ia baru saja bertemu dengan Kai tadi pagi, tapi siangnya sudah memimpikan yang jauh jauh saja.
Pekerjaan Claire hari ini tidak terlalu berat karena summer baru saja mulai, hanya menanam bibit baru, menyiramnya, dan memberi makan ayam yang baru hanya ada satu. Sehingga ia punya waktu untuk tidur siang.
"Hoaam, masih siang. Kerjaan udah kelar. Enaknya ngapain ya Jack? Haah, coba saja Kai datang ke sini dan menemaniku menghabiskan hari. Hehehe."
Dasar Claire, sudah bangun, masih saja bermimpi.
.o0o.
Tanggal 7, Summer. Hari ini adalah hari festival ayam yang diadakan tiap tahunnya di Rose Square. Bisa dibilang festival ayam itu adalah permainan adu ayam. Penasaran, Claire memutuskan untuk mendaftarkan ayamnya mengikuti festival. Lumayan, jika ayamnya menang, ayamnya akan mulai menghasilkan telur emas. Tidak mengerti logikanya dimana, yang penting menguntungkan. Haha (?)
"Hai Rick, aku ingin mendaftarkan Chicky mengikuti kontes," tentu Chicky adalah nama ayam milik Claire.
"Oh, hai Claire. Ok, untik sementara Chicky akan kupegang hingga gilirannya tiba," Rick mengambil Chicky dari tangan Claire dan membawanya menuju kandang berisi ayam-ayam lainnya.
"Baik-baik ya Chicky," Claire melambaikan tangannya ke Chicky. Seperti Ibu yang melepas anaknya sekolah untuk pertama kalinya.
Festival berlangsung sangat seru, tidak disangka-sangka si Chicky lihai juga beradu melawan ayam ayam lainnya. Akhirnya Chicky pun berhasil bertahan hingga babak final dan menang. Waah, Claire sangat senang karena tidak menyangka akan menang di tahun pertama festifal ayamnya.
"Claire, selamat yaa. Chicky pasti telah menerima kasih sayang yang cukup dari mu, sehingga ia menjadi ayam yang hebat. Tetap rawat ia dengan baik ya," Rick mengembalikan Chicky ke tangan Claire.
"Terima kasih Rick. Iya, tentu aku akan terus merawatnya dengan baik," Claire mengelus-elus Chicky yang sudah ada di tangannya dengan sayang.
"Hei Claire! Selamat ya atas kemenangan ayammu, hehe," Kai muncul tiba-tiba entah dari mana seperti seorang ninja.
"K-Kai! Aku tidak melihatmu dari tadi. Eh, i-iya terima kasih," ucap Claire tersipu-sipu plus gugup.
"Sebagai hadiah, kau boleh makan sepuasnya hari ini di kedai ku. Bagaimana?"
Rick yang dari tadi belum beranjak, kesal melihat tingkah womanizer-nya Kai. Tidak tahan, ia mendengus kesal dan pergi meninggalkann mereka berdua. Ia sebenarnya ingin menegur, namun ia tidak ingin menimbulkan keributan, tidak di sini.
"Eh, Rick kau mau kemana? Eeh, terima kasih sekali lagi," ucap Claire yang bingung dengan kepergian Rick yang tiba-tiba.
Rick hanya melambaikan tangan sekali tanpa menoleh ke belakang dan terus berjalan.
"Biarkan saja, dia memang begitu, suka marah tiba-tiba tidak jelas."
"Sepertinya hubungan kalian tidak begitu baik ya?"
"Eh? Em yaa, be-begitu lah, hahaha," ucap Kai sambil menggaruk-garukan kepalanya yang tidak gatal, "Sudahlah, tidak usah pikirkan Rick lagi. Jadi bagaimana? Apakah kau menerima tawaranku?"
"Ya, tentu saja!" mana mungkin Claire menolak ajakan dari si pria idaman. Walaupun Claire tidak suka seafood, tapi untuk Kai, ia akan mencoba mencintai seafood.
.o0o.
"Kalian harus tau, bahkan ia kemarin datang ke pekaranganku dan membawakan makan siang. So sweet banget kaan?"
"Serius? Waah, perhatian banget dia sama kamu Claire. Beruntung banget siiih, ya kan Popuri?"
"Iya, Ann, aku setuju kau sangat beruntung Claire."
Seperti biasa, ketiga perempuan ini selalu makan siang bersama di Inn. Tentunya, namanya juga perempuan, tidak mungkin rutinitas makan siang bersama mereka hanya sekedar makan siang semeja bertiga, namun pasti diselipkan sedikit banyak gosip-gosip dan curhat-curhatan. Akhir-akhir ini, Claire yang selalu aktif curhat tentang hubungannya dengan Kai. Sudah hampir sebulan Claire mengenal Kai, dan semakin baik pula hubungan mereka tiap harinya.
"Aku kasih tau ya Claire, kau itu benar-benar beruntung. Kau tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini. Dulu, aku sempat dekat dengan Kai, tapi karena kakak-ku yang bodoh melarangku dekat dengannya, aku tidak bisa lanjut lebih jauh. Hh, bahkan kakak-ku sempat mengikutiku kemanapun aku pergi karena takut aku akan menemui Kai, hii," mengingat kelakuan kakaknya, Popuri merinding sendiri.
"Kau sempat dekat dengan Kai?"
"Iya. Eh, tapi tenang saja Claire! Aku benar-benar sudah tidak ada apa-apa lagi dengannya. Apalagi mengetahui kau suka padanya, aku bahkan tidak akan mencoba untuk dekat lagi padanya. Percaya padaku, aku tidak mau menyia-nyiakan sahabat yang baik sepertimu untuk seorang cowok, hehe."
"Iya, aku percaya. Terima kasih ya Popuri, kau juga sahabat yang baik buatku."
"Ehem, aku ga dianggep nih?" Ann menyaut karena merasa dilupakan. Tawa mereka bertiga pun pecah.
...
"Ngomong-ngomong Claire, kapan kau akan menyatakan perasaanmu pada Kai?" Tanya Ann. Mereka pun kembali ke topik semula.
"E-eh, rasanya terlalu cepat untuk itu," jawab Claire malu-malu.
"Tapi kapan lagi? Sebentar lagi summer akan berakhir dan Kai akan segera meninggalkan Mineral Town. Kau ingin menunggu setahun lagi?"
"Hah? Memang Kai menetap di sini hanya selama summer? Aku tidak tahu, bagaimana ini?"
"Tenang Claire, yang harus kamu lakukan hanyalah nyatakan perasaanmu secepatnya," ujar Ann mantap.
"Hh, ngomongnya sih gampang. Tapi aku belum siaaap. Huaa. Bagaimana kalau dia bilang tidak?"
"Kita tidak akan tau sebelum kau mencoba, dari pada kau penasaran selama setahun, siap tidak siap, kau harus cepat, tidak ada waktu lagi!" Popuri pun ikut antusias.
"Kami mendukungmu Claire!" Ucap Popuri dan Ann serentak.
Claire menarik nafas dalam-dalam, berdiri, dan mengepal tangannya mantap, "baiklah, aku akan melakukannya."
.o0o.
Terlihat langit sangat indah malam ini, bulan sedang pada fase penuhnya dan bintang bintang memenuhi langit dengan kerlap kerlipnya, waktu yang tepat untuk orang yang ingin menyatakan perasaan kepada pujaan hatinya. Ya, Claire sudah bertekad untuk melakukannya malam ini. Rencananya, ia akan memberikan kejutan dengan membawakan nanas, buah kesuakaan Kai, dengan kualitas terbaik yang ia hasilkan selama summer ke rumahnya, lalu basa-basi sedikit dan menyatakan perasaannya. Claire sangat berharap ini semua akan berjalan lancar. Jika ia berhasil, berarti tak lama lagi ia akan kembali ke dunianya. Megingat itu, Claire pun semakin semangat.
"Bagaimana Jack, Apa aku sudah terlihat cantik?"
"Guk!"
"Hehehe, good boy. Sudah jam 8, aku pergi dulu ya Jack, doakan aku agar berhasil."
Claire memilih mengunjungi Kai setelah kedainya tutup. Tentu karena ia tidak ingin mengganggu dan Claire juga harus menyelesaikan pekerjaannya dulu. Claire yang sudah berpakaian lebih rapi dari biasanya pun berangkat menuju rumah Kai. Selama perjalanan, pandangan Claire tidak lepas dari nanas yang ia akan berikan kepada Kai, senyum-senyum sendiri ia membayangkan wajah Kai yang senang ketika menerima nanas darinya. Ya, kalian bisa mengira apa yang akan terjadi apabila kau berjalan tidak melihat ke depan.
GUBRAK!
'Aduuh sakit sekalii, apa aku tersandung ayam lagi? Ah tidak, aku yakin tadi aku menabrak se-'
"Hey, kalau jalan liat-liat dong! Aduuh." ternyata ia menabrak Gray.
"A-ah, maaf aku tidak lihat," Claire yang tadi jatuh teruduk langsung berdiri cepat dan mengulurkan tangannya menawarkan bantuan kepada Gray yang juga terduduk, "kau tidak apa-apa?"
Gray tidak menghiraukan tawaran Claire dan bahkan membuang wajahnya, persis seperti saat mereka baru berkenalan. Gray cepat cepat berdiri dan menepuk nepuk celananya yang kotor akibat terjatuh. Claire yang sudah biasa diperlakukan seperti itu oleh Gray tidak mempermasalahkannya. Tersadar, nanas miliknya sudah tidak ada di tangannya. Claire terlhat celingak-celinguk mencari nanasnya, ternyata nanasnya tergelinding kebelakang cukup jauh.
"Ah, untung nanasku tidak apa-apa. Aku minta maaf sekali lagi ya Gray, aku harus pergi, sampai jumpa."
"Tunggu!" Claire menghentikan langkahnya dan menengok ke Gray, agak kaget juga karena tidak biasanya Gray memanggilnya, "jangan bilang nanas itu untuk Kai?"
"Hah? Iya, kenapa memangnya."
"A-aku beri tau, sebaiknya kau jangan terlalu dekat dengannya,"
"Hah? Memang kenapa?"
"Sudah, tidak usah banyak tanya! Dia itu laki-laki tidak benar!"
Mendengar tuduhan Gray tentang Kai, Claire kesal dan mulai menaikan nada bicaranya, "siapa kamu memangnya melarang-melarangku? Dan jangan seenaknya kau menuduh Kai yang tidak-tidak! Bahkan kau tidak punya alasan!"
"Aku bukannya tidak punya alasan! Tapi aku tidak bisa memberi tau alasannya! Sudah, yang pasti kau jangan terlalu dekat dengannya, akhirnya hanya menyakiti perasaanmu saja!"
"Mph, terserah!" Merasa hanya akan membuang-buang waktunya saja, Claire tidak ingin mendengarkan Gray lebih jauh, ia lanjut berjalan meninggalkan Gray menuju rumah Kai.
"Aku sudah mengingatkanmu."
.o0o.
"AAA, bikin kesal saja siih, hhh. Udah ga pernah baik sama aku, kalo ga disapa duluan ga nyapa, disalamin aja ga mau, sekarang, bilang yang nggak-nggak tentang Kai! Ga pengen banget sih ngeliat orang seneng, iiih." Claire gemes sendiri mengingat sikap Gray terhadapnya, "sudahlah, nanti keselmu juga terbayar, Claire, tenang saja."
Akhirnya Claire sampai juga di pantai, bisa dilihat, lampu rumah Kai menyala, berarti Kai ada di rumah. Tidak sabar, Claire bergegas menuju rumah Kai. Seketika ia akan mengetuk, ia mendengar sesuatu dari balik pintu rumah Kai. Sepertinya Kai berbicara dengan sesorang. Claire pun menund niatnya untuk mengetuk pintu.
"Terima kasih ya kamu sudah membawakan makanan kesukaan ku."
"Tentu saja, apa sih yang ga buat kamu, Kai."
Mata Claire membelak, 'tunggu, itu kan suaranya..'
"Haa, seandainya aku tidak harus meninggalkanmu di sini sendiri.."
"Tapi kalau kau tidak pergi, warga Mineral Town akan mulai curiga, dan hubungan kita tidak boleh diketahui oleh siapa-siapa Kai."
'Hah? Hubungan? Tapi, tidak, ti-tidak mungkin dia kan..'
Claire yang kebingungan dan tak percaya dengan apa yang ia dengar, memutuskan untuk membuktikan dengan mata kepalanya sendiri. Perlahan ia mengintip bagian jendela yang tidak tertutup tirai. Mengejutkan, ternyata yang ia dengar dan pikirkan sama dengan apa yang ia lihat dengan matanya sendiri.
"What the- RIIIICCKK?!"
.:TBC:.
Chapter 4 selesaai~
Maaf sempet hiatus hampir 2 tahun, soalnya author lagi (sok) sibuk #alesan
Review sangat saya nantikan
Terima Kasih~
bananayoghurt
