MINAAAA-SAAAANN! OGENKIDESUUUKKAA?-DUAAKK! #di tendangKurama-san "ittai yo! Kuramasan! Kemaren di chap 1 kau juga dendang akuuu!" #mewek "chi, jangan berisik!"" ne minna, berhubung jika wia cuap-cuap sendiri di author note itu kesannya garing jadi mulai capter ini dan seterusnya Kurama-san bakalan nemenin wia! Hehehe" #cengegesan "Berisik kau Gakki!" (ngelempar wia ke halaman terakhir Chapter 2.) "ehem, ok reader dan para senpai, dewi ruang dan waktu edan itu sudah aku lempar ke belakang, jadi silahkan nikmati cerita edan ini" "TUNGGU DULUUU!" Wia tiba-tiba muncul "kenapa kau muncul lagi Gakki?" "namanya juga dewi rauang dan waktu Kurama-san!"
Ehem, Buat Minna dan senpai Tachi sekalian, wia ada kuis niih! Yang bisa tebak umur Itachi, Sasuke dan Naruto dengan benar bakalan wia jawab pertanyaanya APAPUN ITU bahkan jika termasuk spoiler cerita loo! Tapi buat yang bener and yang log in aja, soalnya kalo yang gak log in entar gimana wia jawabnya,,
soo.. selamt membaca dan menebak Minna-san! Tenang aja petanyaannya pasti wia bisa jawab kok! Cerita ini udah ada bagannya di otak wia ampek ending kok! Hohoho #kabursebelumdilemparkuramalagi
Disclaimer : Naru-can ituuuu milik wii-DUUUAAAAKKKKK #ditendangKurama-san. Okeh2, milik Masashi kishimoto-sensei tp bentar lagi bakalan jd milik si Sasutemee... hohohoho
Pairing : SasuNaru
Gender : family, friendsip(mungkin), romance(mungkin), hurt/comport dan beberapa Humor gagal
Warning : AU, OOC, Tyipo(s), alur yang kecepetan, menulisan bahasa yang amburadul, masih Sho–ai jadi aman di konsumsi(?) buat yang straig, autor baruuuuu banget dan peringatan peringatan lainnya(?)
Reter : T (kayaknya)
I WILL DO EVERYTHINK FOR YOU
By. Himawari Wia (Dewi ruang dan waktu?)
Capter : 2 Hebbi dan Team Taka
.
.
.
Tidak peduli seberapa seringpun Uchiha Sasuke menelusuri lorong dengan tembok yang di cat bermotif lingkaran itu, ia tidak akan pernah bisa menghilangkan rasa panas-amarah- yang berputar di dasar perutnya.
-888-
"jadi ini orang yang kau rekomendasikan Sasuke-kun?" pemuda berkacamata itu –mencoba- tersenyum ramah –meskipun masih terlihat licik- ke arah Sasuke dan tiga orang yang di bawa pemuda reven itu.
"Hn"
"kau dingin seperti biasanya ya, hahaha" Kabuto tertawa canggung. Lalu menatap satu persatu orang-orang yang di bawa Sasuke.
Seorang pemuda berambut putih kebiruan dan bergigi runcing.
Seorang gadis berkacamata dan berambut merah.
Lalu, seorang pria tinggi besar berambut orange.
"baiklah," kabuto menepuk tangannya satu kali, lalu melanjutkan "aku sudah membaca data kalian, selamat datang di Hebbi dan kalian akan mengurus Hebbi cabang Konoha bersama Sasuke-kun" Kabuto berlalu dari ruangan beberapa saat setelah mendapat anggukan dari tiga orang anggota baru Hebbi. –atau anggota inti baru Hebbi lebih tepatnya-
-888-
Sasuke melangkahkan kakinya keluar dari markas Hebbi, memasuki mobil biru dongkernya. Ia menyenderkan badannya yang entah kenpa terasa begitu lelah hari ini. Memijit pelipisnya pelan dan melihat tanggal yang tertera di ponselnya. Hari ke-2 dari 7 hari skorsingnya.
Tok Tok
Sebuah ketukan dari kaca samping mobilnya-yang saat itu di tutup- membuat pemuda beriris onixs itu menoleh kesamping. Dan mendapatkan Karin yang tersenyum dan melambai kearahnya, dengan Juugo dan Suigetsu di belakang gadis berambut merah itu. Sasuke menurunkan kaca mobilnya –tidak mau repot-repot turun dari mobil-. "apa?"
"kau dingin seperti biasanya sasuke-kun!" Karin memajukan bibir bawahnya –mencoba- terlihat imut (yang hanya membuat Sasuke mual)
"kami hanya ingin menyapamu! Kau mau langsung ke Konoha kan?" pemuda bergigi runcing di samping kiri Karin –Suigetsu- tersenyum ke arah Sasuke memperlihatkan gigi-iginya. Yang kemudian hanya di balas anggukan dan mesin mobil yang di hidupkan oleh yang ditanya.
"hari-hati Sasuke" ucap Juugo datar ketika mobil pemuda berambut reven itu melewati mereka bertiga.
.
.
.
"Sasuke-kun masih saja dingin seperti biasanya ya" Karin menghela nafas pasrah dan memperbaiki letak kacamatanya.
"rencana yang kita buat baru akan di mulai sekarang Karin, jadi kau harus membiarkan Sasuke untuk memikirkan tindakan-tindakan kita yang selanjutnya"
"untuk menghancurkan Hebbi kan?" suigetsu menyela ucapan-yang lebih terdengar seperti ceramah dari Juugo- dan mengedipkan sebelah matanya.
"jaga bicaramu Sui. Kita masih berada di markas Hebbi."
Yap. Telah muncul sebuah benalu yang akan menggrogoti Hebbi dari dalam tanpa sepegetahuan anggota Hebbi manapun. Dan benalu itu bernama : Team Taka.
-888-
(mulai dari sini akan di jelaskan apa itu Hebbi, baik dari sudut pandang Naruto, Sasuke ataupun dari sketsa bagan cerita milik author sendiri. Jadi jika reader-tachi lagi bosen baca menjelasan-karena ini akan sedikit panjang- silahkan turuuun terus kebawah sampai nemu -888- ok?)
Bagi seorang Uchiha Naruto –dan juga teman-temannya- Hebbi adalah sebuah organisasi para berandal di Konoha -yang entah bagaimana – bisa di ketuai oleh kakaknya sendiri-Uchiha Sasuke. Sebuah geng anak SMA se-Konoha yang bahkan memiliki markasnya sendiri. Ada beberapa anggota Hebbi yang Naruto kenal seperti teman sekelas Sasuke : Suigetsu, Karin dan Juugo. –bahkan teman sekelas pemuda Blone itupun ada yang merupakan anggota Hebbi-
Sedangkan bagi Uchiha Sasuke Hebbi adalah ular berkepala dua –sama seperti gambar pada bendera organisasi itu sendiri- anggota Hebbi sendiri di kelompokkan dalam dua kelompok, anggota luar dan anggota inti. Mudah mengetahuai mana anggota luar dan juga anggota inti, kau hanya berlu bertanya "apa itu Hebbi?", untuk anggota luar mereka akan menjawab Hebbi adalah sebuah geng yang berisi anak SMA yang urakan dan mengiginkan kebebasan. Sedangkan untuk anggota inti, mereka akan menjawab Hebbi adalah salah satu dari lima geng mafia terbesar di Jepang.
Anggota inti hebbi sendiri tidaklah banyak yang di ketahui oleh Sasuke, yang pemuda reven itu tau hanyalah pemimpin dari setiap cabang Hebbi adalah anggota inti Hebbi, di mana anggota inti Hebbi itu sendiri di pimpin oleh Yakushi Kabuto. –dan seseorang lagi yang berdiri di balik layar- Jadi bisa kalian bayangkan betapa ruetnya Hebbi itu? Sampai wiapun perlu merenung dua malam buat mikirin apa Hebbi itu sebenernya.. #kokmalahcurhat? Oke lupakan.
Sedangkan Hebbi itu sendiri –menurut sketsa rancangan naskah autor#bahasanyaeeuu...!- Adalah sebuah Organisasi mafia yang di luarnya di pimpin oleh Yakusi Kabuto, dan di pimpin dari balik layar oleh seorang pengusaha licik bernama Orochimaru. Seperi yang di ketahui Sasuke, Hebbi adalah salah satu dari lima mafia paling berpengaruh di jepang, sementara tujuan dari di bentuknya Hebbi oleh sang Orophedo itu sendiri adalah sebagai batu pijakan dalam usahanya – - untuk menuai kesuksesan dengan jalan yang paling mudah. Mulai dari menggelapkan senjata, obat-obatan terlarang, menghancurkan perusahaan lawan, bahkan sampai hal keji berupa membantai keluarga –yang menurutnya- pengganggu.
Untuk mencegah terbongkarnya apa-itu-Hebbi-yang-sebenarnya- Orochimaru membagi anggota inti Hebbi menjadi dua, yang pertama anggota yang tersebar di cabang-cabang Hebbi seperti Sasuke Cs. Yang bertugas untuk memilih anggota luar untuk menjadi anggota inti Hebbi nantinya. Dan yang kedua anggoda yang nantinya bertugas untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan kotor seperti yang wia sebutin di atas tadi.
.
.
Dan tujuan Uchiaha Sasuke menjadi anggota Hebbi adalah untuk menghancurkan organisasi itu sendiri, baik dari luar maupun dalam.
(yap! Segitu doang yang sanggup otak wia –yang super duper minim kapasitas imajinasi ini- jabarkan mengenai Hebbi.)
-888-
Uchiha Naruto menghentak-hentakkan kakinya dengan keras dan tergesa-gesa –tanpa membedulikan sapaan dari beberapa anggota Hebbi yang di kenalnya- memasuki lorong-lorong bercat putih dengan beberapa lukisan yang tertempel di dindingnya.
Menyelusuri markas Hebbi –cabang Konoha-. -ingat pemuda Blone itu tidak tau jika Hebbi memiliki markas lain kan?- untuk menemui ruangan sang kakak yang berada di ujung lorong. Dan begitu ia menemukan pintu dengan kayu jati berwarna coklat –yang nampak berbeda (lebih mewah) dari pintu yang lainnya- itu sang Uchiha sulung dengan senag hati mendobrak pintu yang sebenarnya sama sekali tidak bersalah itu. #poor pintu
"TEMEEEEE! INI HARI KEDUA SKORSINGMU DAN KAU MALAH KELUYURAN KE HEBBI?!" bentak sang Blone bak ibu-ibu yang barusaja memergoki suaminya selingkuh dangan-sangat-tidak-uchiha-sekali dan bebuat sosok sang kakak –yang saat itu sedang mengetik-entah-apa- sedikit telonjak kaget-meskipun tidak kentar- dan menoleh pada pelaku utama yang merusak libur(?) damainya.
"Hn, apa yang kau lakukan di sini Dobe?" Sasuke menaikkan alisnya-menyelidik 'bukankah ini masih jam sekolah?' batinya. Lalu menoleh ke jam digital yang terpasang di mejanya-
"tentusaja menjemputmu Teme-niichan! Aku pulang kerumah dan tidak mendapatkan kau di sana!" Naruto memajukan bibirnya kesal. –jam 04.35 pantas saja Naruto bisa tau dia di sini. Menghela nafas –pasrah- pemuda reven itu mengambil jaket-yang ia gantung di belakang kursi- sesaat setelah menyimpan pekerjaanya dan menghampiri sang adik yang masih saja menggembungkan pipi dan memajukan bibirnya. –merajuk kesal pada sang kakak-
Dalam hati Sasuke tersenyum, ia sangat suka melihat kebiasaan menggemaskan adiknya itu, lalu perlahan-lahan ketika jarak mereka hanya tinggal beberapa langkah lagi, pemuda reven itu menjulurkan tangan putihnya dan menarik kedua pipi tembem sang adik lalu menempelkan jidatnya ke jidat sang adik. –agar dapar dengan jelas melihat ekspresi jengkel Naruto-
"akanku traktir kau ramen sepuasnya di Ichiraku hari dan kita anggap ini semua impas ok?" Sasuke berbisik pelan lalu menjauhkan wajahnya dari wajah sang adik, melepaskan tarikannya dari kedua pipi tembem sang blone dan kemudian menarik tangan tan itu keluar dari markas Hebbi –yang di ikudi dengan berbagai gerutuan dari Naruto- dengan harapan tidak adasatupun anggota inti Hebbi yang melihat adiknya.
.
.
Tampa menyadari sesosok gadis berambut mereh menatap mereka dengan perasaan jengkel.
-888-
Hari itu adalah hari ke lima sasuke di skorsing, dan Naruto baru saja berniat untuk membujuk Kiba –teman sekelasnya- agar mau memboncengnya pulang dengan sepeda yang di miliki bocah pecinta anjing itu –di KHS hanya Sasuke yang cukup bebal untuk membawa motor ke sekolah- tapi sepertinya pemuda beriris safier itu harus mengurungkan niatnya ketika melihat tiga sosok murid berseragam OHS berdiri di depan gerbang sekolah mereka.
Naruto ingat, beberapa minggu lalu Sasuke sempat membuat gara-gara dengan murid dari OHS, menceburkan seorang murid –dari sekolah lain- hanya karena murid itu –sepertinya- menertawakan model rambut pemuda Reven yang menurutnya unik ke dalam sungai berkedalaman 5 meter bukanlah hal baik bukan? Apa lagi jika hal tersebut kau lakukan dengan sangat sengaja. –dan Naruto sangat bersyukur siswa tersebut bisa berenang sehingga tidak terjadi masalah yang sebih serius-
-888-
"ada yang bisa ku bantu?" Dengan sedikit ragu-dan takut- Uchiha termuda itu penyapa tiga siswa dari sekolah lain tersebut. Dan tiba-tiba..
GREP!
Selah satu dari ketiga siswa OHS –satu-satunya gadis di sana- mencengkram kerah seragam KHS milik Naruto. Membuat sang Blone menjinjit-menyamakan tinggi dengan gadis di hadapanya-
"DIMANA UCHIHA SASUKE?! HAAH?!" Bentak sang gadis bermata emas tepat di depan wajah manis berisi tiga garis halus itu. (dan reader –tachi harus tau betapa bersyukurnya Wia karena tidak ada hujan lokal dari si gadis garang yang mengenai wajah unyu-unyu naru-chan )
"tetangkan ditimu Karui" seorang pemuda berambut putih jabrik menepuk bahu sang gadis bermata emas. "cih" sang gadis bermata emas –Karui- melepaskan genggamannnya dengan paksa dari kerah kemeja naruto –membuat si Blone mengambil nafas lega-
"ano.. Uchiha Sasuke yang kalian cari itu adalah kakak ku.." Naruto sempat mendongak –menatap tiga orang di depanya- untuk kemudian menundukkan kepala pirangnya –takut- ketika mendapati pelototan kaget dua dari tiga orang di depannya sedangkan yang satu –seorang pemuada –yang juga- memiliki ramput putih- masih saja memasang tampang bosan seolah tidak peduli dengan urusan kedua temannya.
"oh! Jadi kau adik manusia sombong itu ya?! Beritau aku di mana dia!" Karui lagi-lagi mencengkram kerah seragam Naruto dan membentak bocah Blone itu. Membuat yang di bentak memejamkan mata entah karena takut atau karena hujan lokal yang mengenai wajah manisnya. (dan lupakan sosok himawari wia yang sedang memegang sabit raksasa –siap memenggal kepala gadis itu- kalau saja tidak di ada Kurama-san yang menahannya "inget peramu di sini apa Gakki!")
-888-
"uhuk!" Naruto tersungkur ketanah -dan terbatuk- ketika Karui menyeret si Blone ke gang kecil dan mendorongnya dengan keras sehingga pemuda beriris langit tersebut tersungkur ke tanah. –membuat sebagian seragamnya kotor dan berdebu-
"aku tidak bisa memberi tau kalian di mana kakakku.." masih dengan keadaan duduk di atas tanah, Naruto mendongak menatap tiga orang yang berdiri menjulang di depannya.
"AP-!"
"tapi kalian boleh memukulku sebagai pengganti Nii-sanku! Jadi tolong maafkan dia!" dan kali ini, ketiga murid OHS tersebut membulatkan mata mereka dengan serempak.
"kau yakin bocah?" Karui menyeringai –meremehkan menatap Naruto –yang kali ini memcoba bangun dari keterpu-eh dari jatuhnya. Naruto hampir saja berdiri dengansempurna tepat sesaat sebelum-
DUAK!
Karui menendang Naruto -tepat di perutnya. Membuat pemuda blone itu terhuyun dan jatuh ketanah –lagi- Tapi Naruto tidak akan melawan. Jika ini akan membuat mereka memaafkan kakaknya, ia tidak keberatan untuk terluka, lagi dan lagi. Pemuda pirang itu berpikir, jika dia bisa menjadi pelampiasan dari orang-orang yang membenci sang kakak yang berusia dua tahun lebih tua darinya itu, maka tidak akan ada yang membenci Sasuke lagi. Tapi-
DUAK!
Karui memukul Naruto –lagi- kali ini di pipi dengan tiga garis halus itu, membuat bibir cerry si blone berdarah. –Manusia bukanlah mahluk sesederhana itu kan Naruto?
"Grrr!" Karui menggeram kesal –karena tidak mendapatkan perlawanan yang berarti dari bocah pirang yang kini menunduk itu-.
Grep! –atau mungkin, manusia memang mahluk yang sederhana..
Ia baru saja merniat untuk memberikan satu pukulan lagi di wajah Naruto –yang kini terdapat lebab di beberapa tempat- tapi sebuah tangan berkulit kecoklatan menggenggam pergelangan tanagnnya. Gadis berambut merah itu menoleh kesamping dan mendapati Omai –pemuda berambut putih jabrik- menggeleng. Memberi isyarat untuknya agar berhenti.
Menepis tangan Omai kasar Karui berbalik menyusul pemuda berambut putih dengan tatapan malas -yang sedari tadi hanya memperhatikan teman-temannya- yang ternyata sudah beranjak meninggalkan tempat tersebut lebih dahul.
Omai menghampiri Naruto yang masih terduduk di tanah –tidak mampu berdiri- lalu menarik salah satu lengan si blone. –membantunya berdiri- dan menepuk nepuk beberapa bagian tubuh bocah munggil itu –bermadsud menyingkirkan debu yang ada di sana-
"Sasuke itu.. benar-benar beruntung memiliki adik sepertimu." Omai tersenyum. Lalu berjalan menyusul teman-temannya.
"Tu- TUNGGU!" suara teriakan Naruto membuat ketiga siswa OHS tersebut berbalik, dan menemukan si Blone yang membunggkuk ke arah mereka.
"jika nanti kalian bertemu dengan Nii-sanku lagi, tolong katakan padanya bahwa Hebbi bukanlah tempat yang bagus untuknya, tolong.. tolongg suruh dia keluar dari Hebbi,. ONEGAI!" naruto semakin membungkuk memohon pada siswa OHS tesebut. Mereka tercengang sesaat dengan perkataan pemuda beriris sebiru langit musim panas itu. Tapi kemudian pemuda dengantatapan malas menghampiri Naruto, menepuk puncak kepala si pirang membuat yang bersangkutan mendongak.
"aku tidak bisa janji bisa menasehati kakakmu yangkeras kepala itu-"
"- tapi akan kuberitau dia bahwa apa yang telah di lakukannya saat ini membuat adik manisnya besedih." Pemuda dengantatapan malas itu tersenyum ke arah naruto, membuat si blone –yang tadinya bebelalakkan matanya- memasang senyum lima jari andalannya. –walaupun harus meringis kesakitan di akhir-
Mau tidak maumembuat Karui dan Omoi –yang melihat kejadian tersebut tersenyum juga. Dan empat orang yang tadinya –nyaris- bermusuhan itu tertawa, merajut sebuah persahabatan baru.
.
.
.
Tanpa menyadari sesosok gadis berambut merah panjang yang menatap mereka dengan tatapan muak.
"kau hanya perlu menunggu waktumu saja untukku beri pelajaran Uchiha Naruto"
-888-
"adu, du, duh! Pelan pelan Gaara-nii" Sabaku no Gaara hanya dapat menghela nafasnya setelah mendengar rengekan sakit dari mahluk pirang di depanya ini.
Mereka ada di rumah Naruto saat ini, Itachi sedang pergi ke Suna untuk mengurus sebuah proyek di sana, sementara Sasuke sedang berada-entah-di-mana -dan Naruto sudah terlalu lelah untuk memikirkan di mana kakak pantat ayamnya itu berada- jadi di rumah itu hanya ada Naruto dan Gaara, dan pemuda berambut merah batta itu tau Sasuke akan menghajarnya jika ia meninggalkan adik pirangnya sendirian di rumah.-terutama dalamkondisi babak belur seperti sekarang ini-
"Zzz..." Gaara menoleh ke samping kananya dan menemukan Naruto yang sudah tertidur lelap.-mereka ada di kamar si blone saat ini- 'kapan anak ini tidur?' Gaara menggalihkan pandangannya dari wajah tidur Naruto ke jam dinding yang tergantung di sana, 07.15 yaah.. sepertinya setelah semua yang terjadi hari ini, wajar jika pemuda pirang manis itu kini kelelahan dan tertidu lebih awal.
-888-
Gaara baru saja menutup pintu kamar Naruto dan turun kelantai bawah –berniat menaruh kompres, alat P3K dan mengambil minuman untuk dirinya sendiri- dan menemukan Uchiha Sasuke yang duduk di sofa ruangtamu dengan menyandarkan kepalanya di pinggiran sofa.
"mana dia?" dan pemuda Sabaku tersebut tidak perlu berpikir keras untuk tau siapa 'dia' yang di madsud oleh si reven.
"di kamarnya, tidur" dan jawaban singkat itu sudah cukup untuk membuat Uchiha Sasuke beranjak dari sofa ruang tamu mereka dan menuju ke lantai dua rumah dua lantai tersebut.
-888-
Tangan berkulit seputih porselen itu menutup pintu kamar dengan warna orange dominan tersebut dengan hati-hati, agar tidak membangunkan sosok yang sedang tertidur lelap di atas kasur dengan bedcover rubah tersebut. Melangkah perlahan lalu duduk di tepi kasur, tangan Sasuke terulur untuk mengelus seruai pirang sang adik, mata sekelam lagit tak berbintang itu menatap lebam bitu yang terdapat di ujung bibir sang Uchiha bungsu.
Sasuke membungkukkan punggungnya, medekatkan wajahnya ke wajah tidur damai sang adik. Dan mengecup pelan lebam biru di ujung bibir cerry tersebut. ("lebahnya lo ya Minna, bukan bibir.. hehee" "kau merusak suasana saja Gakki!")
.
.
.
.
"maafkan aku Naru" bisiknya pelan ketika wajah mereka sudah berjauhan, 'tapi ini baru saja di mulai..' lanjutnya dalam hati.
-888-
Uchiha Naruto melirik jam tangannya, masih jam 4 sore. Ia berjalan dengan riang melewati gang kecil -jalan pintas-menuju tempat pemberentian bus yang akan di naikinya, suasana hati Si Blone saat ini sedang sangat baik karena Annikinya –Itachi- akhirnya pulang setelah 4 hari berada di Suna -karena urusan bisnis-. Sang Uchiha bungsu itu sengaja pulang lebih awal –dalam artian tidak menunggu kakaknya terlebih dahulu- (skorsing Sasuke sudah berakhir) dan berbelanja di Mini Market untuk membeli bahan makanan –ia berniat untuk memasak udon- hari ini.
Tapi langkah riang pemuda beriris sebiru langit itu terpaksa terhenti ketika dua orang bertubuh tinggi besar menghadang jalannya. Naruto mendongak menatap dua orang pria tinngi besar di depannya dan seorang wanita berambut merah di belakang ke tiga pria tersebut. Ia tau siapa wanita tersebut. Karin, salah satu anak buah Sasuke di Hebbi.–dan perasaanya mulai tidak enak-
DUAK!
Naruto bisa melihat seringai dari Karin tepat beberapa saat sebelum ia merasa nyeri yang amat sangat di belakang kepalanya -dan pandangannya mulai mengabur-. Naruto sembat mendengar bunyi BRUK sebelum ia tidak dapat merasakan apapun . Dan Uchiha termuda baru menyadari adanya seseorang yang sudah memukul kepalanya dari belakang.
"saatnya memberimu pelajaran karena selalu mengganggu Sasuke-kun, Naruto!" karin menyeringai.
TBC
.
.
Ada yang pingin tau kenapa Naru bisa tau markas Hebbi gak?
.
.
OMAKE
Juugo baru saja keluar dari Mini Market untuk membeli beberapa makanan ringan –titipan Sasuke dan Suigetsu- tapi langkah pemuda berbadan besar dengan wajah setan namun berhati malaikat terrsebut terhenti, ketika mendapati seorang bocah pirang manis -berseragam SMP KHS- mendongak menatapnya dengan mata biru bulat yang berbinar.
"kau Juugo-senpai kan? Temannya Sasu-niichan" bocah itu menunjuk Juugo tepat di dagu pemuda itu –karena tidak cukup tinggi-
"I.. iya" dan Juugo dapat membayangkat wajah Suigetsu yang tertawa terbahak-bahak ketika melihatnya berbicara dengan gagap menghadapi bocah SMP. Tapi ini bukan bocah SMP biasa, ini adalah Uchiha Naruto adik Uchiha Itachi dan Uchiha Sasuke dan dari pengalaman Juugo, semua Uchiha adalah iblis. –tidak peduli se-malaikat apapun wajah mereka.
"jadi, Juugo-senpai pasti tau di mana Nii-chanku sekarang kan? Iya kan?" sebuah cengkraman di ujung seragam Juugo membuat pemuda berambut orange itu mau tidak mau menunduk metatap Naruto yang kini menatapnya dengan pupy eyes yang penuh harapan.
"tidak" Juugo memalingkan wajah dan menjawab dengan cepat sebelum hal buruk terjadi. Ya, sebeblum hal buruk terjadi... sebelum-
"HUUWWEEEEEEE... Jadi Senpai tidak tau Nii-chanku di manaa?!" –hal buruk terjadi..
"AKU TAU! AKU TAU! AKU TAUUUU!" Juuggo berteriak alay. Dengan buru-buru (dan panik) Juugo menggendong Naruto yang menangis dan menepuk-nepuk mundak bocah pirang tersebut. –tampa menyadari seringai licik dari si Blone dalam gendongannya- #poor Juugo
Aurhor Note :
Nyahoo Minnaa~! Ketemu lagi ama Wia!(lambai lambai) Dan Kuramasan-san! (narik tagan Kurama)
Kurama-san adalah tokoh faforit Wia setelah Naru-chan, heheee, wia ucapin HONTOUNI ARIGATOU GOSAIMASU buat para reader dan senpai tachi yang membca dan terutama yang merivew dan memfaforit juga memfollow cerita wiaa… Terimakasi banyaaaaaakkk….!
Dan, ini dia balasan eview buat yang gak login! Yang Login wia bales lewat PM biar romantic yaaa! "jangan ngegombal Gakki!"
GerhardGeMi :Terimakasi sudah bilang fic Wia menariiikk! "kau buat anak ini cengir-cengir tidak jelas seharian" ini wia sudah lanjut, reviewlagii yaa…. ()
DobeTene-chan : INI UDAH LANJUUUUUUUTTT! #bletak! "jangan teriak teriak Gakki!" Terimakasi udah bilang cerita wia kereeennn!
Naahh... wia tunggu revie dari reader dan senpai tachi! Tolong beritau wia di mana salahnya yaa..
See you di capter 3! tapi mungkin akan agak lama karena bahan referensinya(aadegan waktu sasunaru di lembah akhir) belum di kasi ama temen wia … "jangan ngasi spoiler Gakki" "oh iyaa!"
Di tunggu jawaban dari Minna soal kuis wia! Jaa nee!
