Angin musim dingin berhembus di cela - cela dedaunan dari pohon – pohon yang tumbuh lebat di hutan pinggiran kota Konoha. Tidak ada bising suara kendaraan ataupun pabrik, tidak ada polusi udara. Begitu tenang dengan udara yang menyejukkan. Tidak heran jika disaat musim panas tiba, hutan Konoha dijadikan tempat untuk berkemah oleh berbagi kalangan dari berbagai kota.
Tapi, bukan hutan Konoha dan keindahannya yang akan menjadi topik cerita ini, melainkan seorang gadis berambut merah panjang dan tiga orang pria yang saat ini mengitari seorang pemuda pirang manis yang tidak sadarkan diri.
Uzumaki Karin,
Uchiha Naruto,
Dan tiga pria yang tidak penting namanya.
Karin mulai kesal karena usaha mereka –Team Taka- selama ini seringkali terhalangi karena Sasuke yang sibuk bermain kucing - kucingan dengan Naruto yang tidak ingin sang kakak masuk Hebbi, gadis berambut merah itu sudah muak karena beberapa kali rapat Team Taka terpaksa dibatalkan karena Sasuke –lagi-lagi- diseret oleh Naruto untuk pulang. Dan kesabaran satu -satunya gadis dari tim yang di pimpin Sasuke itu sudah habis, ia berniat untuk memberikan sang Blonde pelajaran agar tidak mengganggu Sasuke lagi. Ya, pelajaran yang tidak akan dilupakan oleh adik kesayangan Uchiha Brothers itu, yang juga nantinya tidak akan terlupakan oleh gadis berambut merah itu sendiri.
.
.
.
Disclaimer : Naru-can ituuuu milik wii-DUUUAAAAKKKKK #ditendang. Okeh2, milik Masashi Kishimoto-sensei tapi bentar lagi bakalan jadi milik si Sasutemee... hohohoho
Pairing : SasuNaru
Gender : family, friendsip(mungkin), romance(mungkin), hurt/comport
Warning : AU, OC,OOC, Tyipo(s), alur yang kecepetan, menulisan bahasa yang amburadul, masih Sho–ai jadi aman dikonsumsi(?) buat yang lurus(?), autor baruuuuu banget dan peringatan - peringatan lainnya(?)
Reter : T (kayaknya)
Capter 3 : penghianatan
.
.
.
BYUUR!
Naruto membuka matanya ketika merasakan sensasi dingin –dan basah- yang menyelimuti tubuhnya untuk kemudian menemukan Karin yang baru saja menyiramnya dengan seember air.
"kau sudah bangun bocah?" Karin mengangkat dagunya tinggi-tinggi –memasang gaya arogan-.
"apa yang harus kami lakukan padanya bos?" seorang pria tinggi besar bertanya pada karin yang sudah berbalik –berniat pergi dari tempat tersebut-.
"buat bocah itu tidak bisa bergerak, lalu tinggalkan dia!" Karin berbicara membelakangi tiga orang pria yang menyerubungi Naruto mengangkat tanganya dan melambai lalu pergi.
Tiga pria –yang sepertinya- bawahan Karin itu menyeringa keji.
DUAAK! Dan setelah itu, Naruto bisa merasakan nyeri di dadanya.
-888-
"kau dengar? Kemarin kakak Houzuki-kun meninggal." Seorang gadis berambut coklat panjang berbisik kepada temannya yang berambut hitam pendek.
"iya, kudengar kakaknya meninggal karena kecelakaan? Kasihan ya.." si gadis berambut pendek memasang wajah kasihan dan gadis berambut coklat hanya mengangguk.
Dan itu hanya sebagian kecil dari suara - suara-dengan topik yang sama- yang bisa kau dengar pagi itu.
Houzuki Suigetsu berusaha untuk terus berjalan menyusuri koridor-koridor KHS tanpa mempedulikan bisik-bisik yang masuk ke telinganya. Ia tidak peduli, bukan dengan kakaknya yang meninggal pemuda dengan gigi runcing itu sangat terpukul ketika mendapatkan kakak tersayangnya meninggal di suatu pagi, 2 hari yang lalu. Tapi yang berusaha untuk tidak dipedulikannya adalah tatapan kasihan ataupun ucapan belasungkawa sebagai formalitas dari warga KHS yang ditujukan untuknya. Suigetsu tidak memerlukan itu.
Suigetsu memasuki kelas 7-1 dan menghempaskan diri disebuah bangku yang terletak di pojok kiri ruangan –dekat jendela-. Melipat kedua tangannya di atas meja dan menenggelamkan kepala tetapi harus mengangkatnya lagi ketika merasakan ada seseorang yang berdiri tepat di samping bangkunya. Untuk kemudian menemukan sosok Uchiha Sasuke yang berdiri angkuh di sana.
"Aku bisa membantumu membunuh orang yang membunuh kakakmu." Suigetsu mebelalakkan matanya kaget. Bukan karena ucapan yang dilontarkan oleh Sasuke mengenai kakaknya yang dibunuh–ia sudah tahu itu-. Tapi dengan sifat tenang yang dimiliki pemuda reven saat mengatakan kalimat itu seolah –olah itu bukanlah berita bahwa-kakak-teman-sekelasmu-terbunuh melainkan harga ikan asin yang dibeli oleh ibu author ffn ini.
Dan setelah beberapa saat mengalami konspirasi hati(?) sebuah seringai muncul dikedua belahan bibir Suigetsu, memperlihatkan gigi-giginya yang seperti taring itu.
-888-
Suigetsu menaikkan alisnya-campuran kaget dan tidak mengerti- ketika menemukan seorang gadis berambut merah dan seorang pria tinggi besar berambut orange duduk d sebuah sofa biru dongker ketika ia memasuki ruangan bersama Sasuke. Markas Hebbi cabang Konoha.
Suigetsu berjalan menuju sofa dengan empat kursi yang mengelilingi satu meja tersebut, duduk disalah satu sofa yang ada-mengikuti Sasuke-.
Sepintas Suigetsu melirik ke arah Juggo-pemuda dengan rambut orange- ia tahu siapa Juggo sebenarnya pemuda itu adalah anak bermasalah ketika mereka masih kelas 1 SMP, lelaki berbadan besar tersebut pernah mengalahkan sebuah geng anak SMA urakan yang beranggotakan 50 anak brandalan sendirian. Catat: SENDIRIAN. Hal tersebutlah yang membuat Juggo masuk dalam nama – nama penghuni KHS yang bisa diingat Suigetsu.-mengingat begitu cueknya pemuda bergigi runcing itu. Tapi begitu mereka menginjak kelas dua-saat di mana Juggo sekelas dengan Sasuke- pemuda itu tidak lagi dikabarkan terlibat perkelahian apapun. Dan Suigetsu tahu itu semua karena Juggo hanya akan berkelahi jika Uchiha Sasuke memerintahkannya. Kesetiaan.
Lalu pandangan Suigetsu beralih ke arah gadis berambut merah. Uzumaki Karin. Juga salah satu dari sedikit orang yang bisa Suigetsu hapal namanya. Tidak banyak yang tahu jika gadis berkacamata itu adalah seorang hecker –Suigetsu tahu karena tadi Sasuke yang menceritakannya- dan kenapa Suigetsu bisa hapal nama Karin itu karena gadis berambut merah tersebut selaluuuu mengikuti Sasuke dan berteriak "SASUKEE-KUUUUNN! AKU MENCINTAIMUUU!" kemanapun pemuda Uchiha itu pergi. Cinta.
Sejak pembicaraan mereka dua hari yang lalu, dan mengetahui apa itu Hebbi yang sebenarnya serta tujuan dari bergabungnya Sasuke pada organisasi itu Suigetsu sepakat untuk bergabung di Hebbi. Iya bersumpah bagaimanapun caranya ia akan menghancurkan Hebbi demi sang kakak. Dendam.
.
.
.
.
Hanya sampai dendamnya terbalas dan setelah itu ia akan menjadi orang pertama yang akan menghianati Uchiha Sasuke.
-888-
Suigetsu membuka mata ketika merasakan hembusan angin musim gugur berhembus cukup keras dan menerbangkan rambut putih kebiruannya. –ia berasa di atap markas Hebbi sekarang- Menoleh sekilas pada layar NoteBook –yang saat itu menampilkan beberapa E-mail yang baru saja dikirimnya- pemuda itu mendengus ketika menyadari ia baru saja mengenang kejadian beberapa tahun yang lalu.
Kesetian, Cinta dan Dendam.
Suigetsu kembali tersenyum geli, pada awalnya pemuda itu mengira dialah orang pertama yang akan keluar atau dikeluarkan oleh Hebbi karena berhianat. Ia melirik sekilas –lagi- pada layar NoteBook yang memperlihatkan beberapa E-mail yang baru saja dikirimnya pada Sasuke. E-mail mengenai rencana Karin.
Setelah tahu apa tujuan sebenarnya Sasuke membentuk Team Takka, tanpa Suigetsu sadari dialah orang yang paling setia dan jujur pada Sasuke. Setelah Juggo tentunya.
BRAAK!
Juggo terbelalak dan tersentak kaget ketika melihat Uchiha Sasuke membanting leptopnya, membuat benda naas(?) tersebut benjadi dua bagian.
"ada apa Sasuke?" Juggo berusaha untuk tetap mempertahankan ketenangannya ketika merasakan aura pembunuh dari adik Uchiha Itachi itu.
"kita pergi Juggo." Dan ketika ia mendengar suara berat yang terdengar seperti geraman itu Juggo hanya dapat mengangguk mengikuti sang Uchiha keluar dari ruangannya.
.
.
"Sasukee-kuu~n!" Karin berlari menghampiri Sasuke, sepertinya gadis itu berniat untuk menemui sir even di ruangannya. Dan,
DUAK!
Untuk ke dua kalinya, mata Juggo terbelalak, Uchiha Sasuke baru saja menendang Uzumaki Karin hingga terbentur di dinding-
"uhuk!" -dan memuntahkan darah dari mulutnya.
"kau tau aku tidak pernah membedakan gender saat memilih anggota." Pandangan Juggo beralih dari Karin, menatap Sasuke yang berdiri angkuh di depan gadis berambut merah itu. Ia masih belum mengerti apa yang terjadi saat ini.
"dan itu juga berlaku dalam pemberian hukuman bagi penghianat!" dan Uchiha Sasuke berlalu pergi meninggalkan mereka berdua. –Juggo yang masih belum mengerti dengan apa yang terjadi dan Karin yang belum sanggup berdiri.
TBC
Author Note:
Okeeehhh, wia tau capter kalau capter ini manah udah jelek pendek lagii… gonenne minna-san
Ini semua karena bahan untuk cerita belum adaaaa….Tapi wia bakalan updan cap 4 secepatnya koook! (semoga) sekarang wia lagi di kampus , minjem leptop temen buat ngetik,.. jadi gak bisa balas review maaf yaa.. nanti kalau wia ke warnet wia balas review minna san Gomennee~ (nasib orang yang PC nya rusak)
#yureka : terimakasiii… review lagii yaa… :D
#kurotsukiyani : makasi udah review dadeee~~ review lagii yaa… :D
#muma X3 : makasih udah review momaa~~ review lagii yaa… :D
# GerhardGeMi : terimakasiiii…. Senengnya di panggil senpaaiii.. ini udah pdateee review lagii yaa… :D
#DobeTeme-chan : wia benerbener minta maaf karena salah nulis namanya DobeTeme-chan di capter kemariii… terimakasih banyak masih mau eview fic wia lagiii… #hugg
Oh yaaaa~~ OTANJOUBI OMEDETOU NARUUUU-CHAAAAAAAANNNNN!
See you next cap minna! Kalau banyak yang review wia update kurang dari 7 hari deeh!
Aah, kuramasan gak muncul nemenin wia sekarang soalnya lagi galau buat nyiapin kemunculannya di beberapa capter kedepan,
Special thank to : Rarha GreenZee yang udah mau membetta capter ini.. :3
