.

Tidak ada salanya jika kita mundur beberapa langkah kebelakang bukan? Untuk mengurai menang yang kusut, mencerahkam kaca yang buram dan memuaskan rasa ingintau manusia akan sebuah kebenaran. Dan biarkan sang dewi ruang dan waktu memandu kalian dalam sebuah masalalu dengan ruang dan waktu yang random. Tidak akan ada peringatan mengenai dimana sang dewi akan membawa kalian dan kapan waktu itu terjadi, maka dari itu temukanlah jawabannya di sudut hati kalian.

"eerr... Kyuubi di sini. Jadi intinya bocah ababil ini mau bilang kalau di capter ini full flasback." Kurama-san! Kau merusak suasana yang wia buat ssu~!

Disclaimer : Naru-can ituuuu milik wii-DUUUAAAAKKKKK #ditendangKurama-san. Okeh2, milik Masashi kishimoto-sensei tp bentar lagi bakalan jd milik si Sasutemee... hohohoho

Pairing : SasuNaru

Gender : family, friendsip(mungkin), romance(mungkin), hurt/comport

Warning : AU, OOC, Tyipo(s), alur yang kecepetan, menulisan bahasa yang amburadul, masih Sho–ai jadi aman di konsumsi(?) buat yang lulus(?), autor baruuuuu banget dan peringatan peringatan lainnya(?)

Reter : T (kayaknya)

I WILL DO EVERYTHINK FOR YOU

By. Himawari Wia (Dewi ruang dan waktu?)

.

.

.

Capter 6. Terungkap.

.

.

02.24 am - Dinihari

Hatake Kakashi menatap terbelalak Mansion Namikaze yang -sekarang- berubah menjadi lautan api. Pria dengan penutup wajah itu tidak percaya dengan apa yang baru saja di lihat oleh sebelah matanya –karena yang satunya lagi tertutup-. Siang tadi semuanya masih baik – baik saja, ia masih bisa melihat senyum ramah Namikaze Minato ketika ia berkunjung, masih bisa bermain dengan bocah manis bernama Namikaze-Uzumaki Naruto serta memakan masakan enak Usumaki Kushina.

Pria berambut silver itu memang merasa ada gelagat aneh dari dari ketua Anbu itu selama beberapa hari terakhir ini –tepatnya setelah ia membaca laporan mengenai pergerakan Hebbi-. Sudah menjadi rahasia umum jika kelima mafia saling memantau gerakan masing-masing, kususnya pergerakan Hebbi. Dan kini, raut tidak suka dari kepala keluarga Namikaze yang terkadang tertangkap oleh Onixs miliknya dan senyum dari ayah bocah pirang yang belakangan ini terasa mengambang bagi seorang Hatake Kakashi kini terjawab ketika setengah jam lalu salah satu anak buanya di Anbu menggedor-gedor pintu apartemennya –tanpa peduli protes yang akan di terimanya kelak dari para tetangga- untuk memberitaunya bahwa mansion Namikaze mengalami perampokan dan terbakar habis.

Salju turun lebat di atas kota Konoha malam itu untuk kemudian berubah menjadi tetesan hujan, meleleh akibat api besar yang masih membakar mansion Namikaze, membasahi rambut silver seorang Hatake Kakashi. Seolah membantu para pemadam kebakaran –dan beberapa anggota Anbu- yang saat itu memadamkan api. 'nee.. Minato-san, Kushina-san bahkan tuhanpun menangis melihat kepergian orang-orang baik seperti kalian..' Kakashi membatin.

Pemuda beriris onixs itu merasa dunianya runtuh ketika dua buah kantong jenazah lewat di depannya –diangkat oleh para polisi- (bukan lewat sambil loncat-loncat gitu loo ya!) jenazah Minato dan Kushina. Sepasang suami istri yang memperlakukannya –yang tidak memiliki siapapun di dunia ini- seperti sebuah keluarga. Tapi ia masih merasa tuhan mengasihinya, karena Naruto barusaja di temukan di sebuah pondok di hutan Konoha.

.

.

.

Hatake Kakashi, samasekali tidak kaget ataupun menolak, ketika seminggu setelah insiden itu sebuah surat dari Rikudo Sannin –kelompok terkuat sekaligus yang paling berpengaruh di antara kelima mafia- yang menunjuknya sebagai ketua Annbu.

.

.

Ia juga tidak kaget ketika mendapati tatapan tidak percaya dari Senju Stunade, ketika dia datang ke KHS tujutahun kemudian –saat Naruto kelas 1smp- untuk melamar menjadi guru di sana.

.

.

.

Karena mulai saat itu, seorang Hatake Kakashi hanya memiliki dua tujuan hidup.

.

Pertama, melindungi Namikaze-Uzumaki Naruto.

.

Dan yang kedua, menghancurkan Hebbi.

.

-888-

.

.

"Hahahahaha.. sudah kuduga kau setuju jika Naru-chanku itu manis kan Fugaku!" Minato tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya yanng mulai terasa sakit –terlalu banyak tertawa-.

"Hn" yang hanya di balas gumaman tidak jelas dari yang bersangkutan.

Mereka ada di perpustakaan Uchiha sekarang. Beberapa saat yang lalu Fugaku di buat heran oleh kedatangan Minato –yang dengan wajah serius- mengajaknya untuk berbicara berdua dan ketika mereka memutuskan untuk berbicara di perpustakaan pribadi keluarga Uchiha, pemuda berambut pirang itu malah memulai topik pembicaraan dengan judul 'betapa-manisnya-Naru-chan-ku' Haah..

"jadi maukah kau menjaganya jika terjadi sesuatu padaku dan Kushina nanti?"

"apa madsudmu Minato?" kedua alis Fugaku bertautan.

" Namikaze corp. sekarang sudah sama besarnya dengan Uchiha crop. kan Fugaku?"

"jangan alihkan pembicaraan Minato!" Fugaku membentak. Tidak suka dengan sikap kepala keluarga Namikaze yang terkesan mengulur-ngulus bembicaraan. Ia tidak suka itu karena ia merupakan tipe pembicara yang to the poin, Minato seherusnya tau itu –mengingat betapa lamanya mereka bersahabat.

"akan ku berikan semuanya padamu Fugaku." Minato tersenyum lembut. " Namikaze corp. dan seluruh harta kekayaanya kuberikan untukmu"

"aku tidak memerlukan hartamu. Jangan bertingkah seolah kau lebih kaya dari kami pirang." Pria berwajah tegas itu mencoba mengendalikan emosinya.

"jika yang kau kawatirkan itu Hebi, kita bisa melawannya bersama."

.

.

.

"jadi tolong jaga Naruto jika sesuatu hal buruk terjadi pada kami di kemudian hari nanti." Dengan senyum ramahnya, Seolah tak mendegarkan ucapan Fugaku. Minato menatap lembut Fugaku. Sebuah tatapan seorang ayah yang ingin melindungi anak tersayangnya.

.

.

.

.

.

Uchiha Fugaku menatap datar sepasang makam-yang masih baru dan basah- di depannya. Makam seorang Namikaze Minato dan Uzumaki Kushina.

Kepala keluarga Uchiha itu bebar-benar merasa tak berguna saat ini. Ia yang menawarkan pada Minato untuk menghancurkan Hebbi bersama, karena padaa dasarnya Mafia itu sudah melanggar aturan yang di sepakati oleh 'mereka' bersama. Mereka yang di maksud di sini adalah kelima Mafia dan anggota kepolisian jepang, kesepakatan atau yang mereka perhalus berupa 'janji' di mana kelima Mafia tersebut bertugas untuk mengekang semua kegiatan transaksi jual beli di dunia bawah agar tidak munjul ke permukaan dan memberikan informasi yang di perlukan oleh kepolisian –yang biasanya menenai buronan penjahat-. Sebagai gantinya kepolisian berjanji akan berpura-pura menutup mata mengenai apaun yang terjadi di dunia bawah, selama itu tidak muncul ke permukaan.

Jadi merupakan hal biasa bagi kedua belah pihak jika melihat atau berpapasan di beberapa tempat yang sepertinya tidak cocok dengan seragam mereka.

.

.

-888-

.

"aku menolak."

Suara datar dan –sudah pastinya tegas milik seorang Uchiha Fugaku memecahkan keheningan yang terjadi selama hampir lima menit di ruang tamu Mansion Uchiha itu. Keheningan yang terjadi setelah Namikaze Jiraiya mengumumkan surat wasiat seorang Namikaze Minato-

yang ternyata menyerahkan seluruk kekayaannya pada sang sahabat –Uchiha Fugaku-.

Menghela nafas. Hanya itu yang dapat di lakukan oleh para orang dewasa yang tengah duduk disofa empuk keluarga Uchiha –dengan tidak nyaman mengingat betapa tegangnya situasi saat ini.

"aku tidak pernah mengerti jalan pikiran Minato." Uzumaki Mitto hanya dapat meminyat pelipisnya pelan. Berusaha mengurangi denyutan nyeri di kepalanya akibat masalah ini.

"Minato pasti memiliki rencana. Kau harus menerimanya Fugaku." Senju Sunade, -mantan- istri Jiraiya membuka pendapat untuk kemudian menyenderkan punggungnya di sandaran sofa. Kepalan wanita berusia lebih dari setengah abad namun masih terlihat cantik itu berdenyut.

"aku tidak bisa menerimanya." Ucap sang kepala keluarga Uchiha. Ia tidak menyangka pembicaraannya dengan Minato beberapa hari sebelum meninggalnya si pirang Namikaze itu menjadi hal yang nyata. 'Minato dan kekeras kepalaannya' batin Fugaku.

"lalu soal Naruto-?"

"aku akan tetap menganggapnya sebagai anakku sendiri." Fugaku menjawab pertanyaan Uchiha Obito bahkan sebelum sang sepupu menyelasaikan pertanyaannya. Ya, seperti salah satu –atau mungkin satu satunya permintaan jika saja pemberi warisan itu di golongkan dalam perindah- yang di tulis Minato untuknya adalah untuk merawat dan menjaga Namikaze Naruto dan menjadikan bocah pirang –yang saat ini masih terbaring tidak sadarkan diri- itu sebagai salah satu bagian dari keluarga Uchiha. Dan bahkan tanpa wasiat itupun Fugaku berniat untuk melakukan hal yang sama.

"yaah.. kita memang harus menyembunyikan Naruto dari Hebbi, besar kemungkinan Orochimaru mengira anak itu sudah tewas beberapa jam setelah ia tinggalkan di hutan konoha ketika badai salju itu." Kakashi berujar pelan "tanpa memperhitungkan kedatangan kita tentunya" lanjutnya lagi.

Dan untuk beberapa saat suasana kembali hening.

Fugaku masih kuekuh dengan pendapatnya -menolak harta yang di wariskan Namikaze Minato- Ia tidak memerlukan uang Minato sepeserpun. Jika yang di kawatirkan oleh pemuda pirang yang kini tengah tiada lima hari yang lalu itu adalah biaya hidup Naruto, Fugaku dengan senang hati akan menanggung semuanya mengingat bocah Blonde itu sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri. Tanpa beban. Tanpa masalah.

"begini saja." Semua mata menoleh pada pria berambut putih panjang-Jiraiya- yang saat itu mulai membuka suaranya kembali, memecah keheningan yang berlangsung selama hampir 10 menit itu.

"kita tidak boleh menolak permintaan terakhir seseorang bukan?" semua orang –kecuali sang kepala keluarga Uchiha- mengangguk setuju, menimbulkan senyum lega di wajah Jiraiya.

"selain itu, jika tidak ada yang mengambil alih perusahaan Minato, ada kemungkinan Orochimaru akan merebut perusahaan tersebut." Dan dengan penjelasan singkat tersebut, Jiraiya sukses mendapatkan perhatian penuh dari seeorng Uchiha Fugaku.

"Hn" ayah dari Uchiha Itachi dan Uchiha Sasuke mengeluarkan suaranya -pentanda ia mulai melunak-.

"jadi, sampai Naruto cukup umur untuk mengurus perusahaan ayahnya, kau yang mengambil alihnya untuk sementara. Bagaiman?"

Sesaat terbersit dalam benak Fugaku wajah Minato yang tersenyum kepadanya beberapa bulan yang lalu, ketika dua keluarga itu pergi ketaman bermain bersama, lalu senyum kedua anaknya –yang sangat jarang muncul itu- ketika bersama si bocah Blonde. Dan Uchiha Fugaku tidak bisa untuk tidak mengangguk. Menerima tawaran Namikaze Jiraiya. Hanya sampai Namikaze-Uzumaki Naruto cukup umur untuk memimpin sebuah perusahaan, dan setelah itu Fugaku berniat untuk mengembalikan samua yang memang milik si Blonde.

.

Tapi, tidak semua hal dapat berjalan sesuai rencanakan Fugaku? Apa lagi dengan adanya Dewi Ruang dan Waktu edan yang kini terkikik geli di belakangmu.

.

.

-888-

.

.

Kacau.

Hanya itu kata yang memenuhi kepala keluarga Uchiha yang saat ini bersandar pada pintu salah satu kamar pasien di Rumah Sakit Konoha. Menatap anak bungsunya –yang sekarang sudah tidak menjadi bungsu lagi, mengingat bertambahnya seorang lagi anggota keluarga Uchiha- yang kini tengah menyuapi seorang bocah Blonde yang setengah berbaring di ranjang pasiennya.

Semua peralihan menejemen dan tanggung jawab Namikaze corp. telah beres bersama bergantinya nama perusahaan tersebut menjadi Uchiha crop. cabang Konoha. Hal tersebutlah yang membuat Fugaku tidak dapat langsung menemui si pirang –mengingat begitu banyaknya hal yang mesti di urus- membuatnya pergi kerumah sakit di keesokan harinya.

Tapi sebuah fakta mengenai hilangnya ingatan sang Namikaze-Uzumaki terakhir itu cukup untuk membuat rasa lelahnya –yang sempat hilang- kembali muncul. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Fugaku memijit pelipisnya tanpa sadar.

"itu Tou-san kita Naru." Lamunan Fugaku buyar ketika mendengar suaran anak revennya. Pandangannya yang tadinya menunduk beralih kearah duapasang mata berbeda warna yang kini menatapnya.

"Tou-chan!" yah, Fugaku benar-benar merasa bersyukur sifat ramah dan hiperaktip bocah pirang yang kini mengulurkan kedua tangan mungilnya dan memasang senyum limajari kearahnya tidak berubah sama sekali.

Sasuke sedikit membelalakkan matanya ketika melihat sang ayah –yang tadinya hanya bersender di pintu masuk- melangkahkan kakinya menuju ranjang Naruto dengan sebuah senyum hangat di wajahnya. Ya. Uchiha Fugaku tersenyum, untuk kemudian memeluk si Blonde dengan hangat. Membuat bocah yang kini menjadi yatim piatu –tanpa ia ketahui itu- merasakan pelukan hangat seorang ayah. Persetan dengan ingatan Naruto yang hilang. Persetan dengan semua harta Minato.

Dengan merasakan kehangatan dari si Blonde dalam dekapannya ini, Fugaku tau ia masih memiliki banyak waktu. Sangat banyak waktu. Sampai Naruto dewasa, sampai Naruto ingat siapa dirinya. Bahkan jika ingatan si Blonde tidak juga kembali, Fugaku tidak akan pernah mempermasalahkannya. Karena Naruto merupakan bagian dari Uchiha sekarang, anak dari Uchiha Fugaku dan Uchiha Mikoto, serta adik dari Uchiha Itachi dan Uchiha Sasuke. Karena Bocah mungil yang baru saja menginjak usia 5 tahun dalam dekapannya ini kini adalah seorang Uchiha Naruto.

.

.

Dan, di balik pintu sana, Mikoto hanya dapat menyeka airmata bahagianya melihat hubungan ayah-anak itu. Yaah, sepertinya keluarga Uchiha akan semakin hangat kedepannya.

.

.

-888-

.

.

Wia bingung mau bilang apa. Yah pokoknya ini Omake!

Ah dan ini sedikit (sangat) lebih panjang dari yang sebelum - sebelumnya.. hehe

.

.

OMAKE

"INI RAMEN INSTAN EDISI TERBATAS TTEBAYOOUU!"

Dukk!

Ruang tamu keluarga Uchiha malam itu terisi oleh teriakan bahagia seorang Uchiha Naruto dan di susul oleh suaran kepala seorang Uchiha Sasuke yang beradu dengan meja di depannya –frustasi melihat tingkah adik Blondemya yang sangat berlebihan itu-. Mikoto terkikik geli dan Itachi hanya tersenyum melihat tingkah adik-adiknya.

Hari ini adalah hari ulang tahun ke-10 si Uchiha bungsu. Di rayakan dengan sangat sederhana –berbanding terbalik dengan perekonomian keluarga kaya-raya tersebut-. Ulang tahun yang berisi sebuah cake orange tingkat tiga -100-persen buatan Uchiha Mikoto- dan berbagai makanan kesukaan tiap – tiap anggota keluarga yang ternyata berbeda-beda itu –juga buatan Kaa-san dari tiga anak tersebut-. Acara di mulai dari menyanyi lagu ulang tahun yang di nyanyikan dengan kidmad oleh Trio Uchiha (Mikoto-Itachi-Naruto) yang di iringi oleh gumaman tidak jelas Sasuke –terlalu malu untuk bernyanyi- dan tanggapan "hn" dari Fugaku.

Lalu sampai pada acara make a wish dan potong kue. Naruto memberikan potongan kue pertamanya kepada sang ayah –yang kemudian di hadiahi kecupan di dahi oleh yang bersangkutan dan teriakan histeris Mikoto yang melihat adegan manis tersebut- kue kedua dari Naruto adalah untuk Mikoto, dan kalian bisa bayangkan seberapa kesulitannya Sasuke memisahkan si Blonde dari pelukan maut Kaa-san mereka.

Uchiha Itachi sudah memasang senyum bahagianya ketika melihat si bungsu meletakkan cake di piring-siap memberikannya pada penerima ketiga- ia bahkan sudah menjulurkan tangannya ketika melihat Naruto berjalan ke arahnya. Tapi senyum pemuda dengan sepasang tanda lahir di wajahnya itu memudar ketika uluran tangan sang adik tidak terarah padanya, melaikan kepada Uchiha Sasuke yang duduk di debelahnya. Dan beberapa saat kemudian, kita bisa melihat sosok Uchiha Itachi yang pundung di pojokan ruang tamu mansion Uchiha dengan tidak elitnya. #pooritachi

"tanks" Sasuke berujar datar –meskipun dalam hati senang bukan main- ketika menerima kue ketiga dari sang adik pirang. "hehehe" dan Naruto hanya tersenyum.

Si pirang menghampiri kakak sulungnya –yang saat itu masih pundung di pojokan- sesaat setelah mengambil kue bagian sang kakak.

"Nii-chan," itachi menoleh ketika mendengar suara Naruto di dekatnya-

Cup~

-untuk kemudian mendapat sebuah kecupan ringan dari si Blonde tepat di pipinya –mereka sama-sama berjongkok di pojokan sekarang-. "untuk Nii-chan" Naruto menyodorkan potongan kue kepada sang kakak pertama yang masih terbengong –mencerna apa yang terjadi-.

.

Dan untuk beberapa saat kemudian kalian dapat melihat dinding dan lantai di sekitar Uchiha Itachi berubah menjadi warna pink dengan motip hati yang bertebaran di mana-mana.

Dan hal terakhir adalah acara buka-kado dengan Hasil :

Sebuah sweter orange tebal dan hangat dari Mikoto.

Sebuah bedcover bermotif rubah ekor sembilan dari Itachi

Sebuah boneka rubah ekor sembilan setinggi satu meter dari Sasuke

Daaannn... eng ing eng!

10 jenis ramen edisi terbatas dengan masing-masing berisi 10 bungkus di setiap merk dari Uchiha Fugaku (DARI MANA IA MENDAPAT KANNYAAA? O.o)

End of Omake

WIA BENAR BENAR GAK TAUUUUUU SSUUUUU~~~~~! Uweeeeee (TT^TT)

kenapa begitu publis banak banget kata yang ilang ssu~~~ uweee~

setiap kata yang ada ama Uchiha .Crop ilang ssu~ serta beberapa kalimat yang ketuker gtu ssu~ kenapa~ Gomenne reaer..

ah, sebagai per mintaan maaf wia akan jawaab pertanyaan-pertanyaan yang sering kali di tanyaain ama reader dan sebpai-tachi~

1. kyuubi ama naruto itu saudara?

jawab : Bukaaaaaannn ssu~ bisa di liat dari nama keluarganya, begiti susunan keluarga di imajinasi wia, Jiraiya ama Stunade itu dulunya nikah, punya anak dua, nah saudaranya minato itulah Tou-sannya kurama.. Nagato juga gitu, disini Uzumaki Mitto itu punyak anak lebih dari satu, dan salah satunya Kushina, Nagato itu anak dari saudaranya Kushina, tapi sengaja gak wia ceritain siapa karena takut malah jadi oc. maaf kalau terasa aneh.. imajinasi wia cuman sampai segitu sih.. hehe Gomenne,,

2. Naruto itu anak tunggal Minato dan Kushina?

jawab : yaap! anak tunggal~

3. apa sau itu tau kalau naru bukan adik kandungnya?

jawab : Tauuu~ bisa di lihat dari cepter 5 kemaren, sasu kawatir ama naru ampe ikut ke pondok berarti mereka udah kenalan dari kecil kan? hehee

4. gimana perasaan sasu ke naru?

jawab : itu.. ehem, Sasu suka ke naru. hehee bahkan sejak naru belom hilang ingatan. tapi begitu naru jadi adiknya dia nyobak ngubah perasaanna jadi perasaan seorang kakak.

yap segitu aja yang bisa wia jelasin...

benar-benar maaf atas kesalahannya di capter ini~

wia akan berusaha lebih keras di capter berikutnya..

Dakara.. RnR please?