How Can I Get Your Love?
Desclaimer: Semua cast bukan punyaku, tapi fic ini murni dari otakku :)
Main character: Kris, Tao
Warning: gaje, OOC, typo, yaoi, dll.
Don't Like Don't Read!
Happy reading ^-^
*Kris POV*
Aku berjalan pulang ke rumah sendirian sambil menundukkan kepalaku. Aku merasa sangat pusing dan bingung. Memang ada yang salah dengan ucapanku kah? Ah, tidak mungkin.
Aku mengatakannya dengan sangat jelas. Lalu kenapa yang ku dapat adalah jawaban yang menggantung seperti itu. kenapa tidak mengatakan 'ya' atau 'tidak'? Ah, aku pusing memikirkannya!
=FLASHBACK=
"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu."
"…" dia hanya menatapku datar tanpa mengatakan apapun.
"Aku… menyukaimu..." aku menyatakan perasaanku dengan perasaan gugup.
"Gege menyukaiku?" tanyanya polos.
"Ne, aku sangat menyukaimu."
"Waah… terima kasih sudah menyukaiku. Eh, aku harus pergi sekarang! Sampai jumpa besok Kris ge!" dan dia pergi meninggalkanku tanpa menjawab pertanyaanku.
"Tunggu! Ta-tapi… apa jawabanmu? Hey… hey!"
=FLASHBACK END=
Sekali lagi, apa yang salah denganku? Tidak ada kan? Ya… aku tau kalau dia memang polos. Tapi aku tidak mengira kalau dia pun akan polos begitu mendengar ada orang yang menyukainya! Dan... hey, aku ini sangat populer di sekolah. Banyak yeoja maupun namja yang menyukaiku. Namun aku hanya menyukai namja polos itu.
"Arrghh!" Aku mengacak-acak rambutku kesal.
Aku tidak mau tau. Bagaimanapun caranya, aku harus membuat dia menyukaiku! Meskipun aku yakin itu akan sangat sulit. Tapi aku harus membuatnya menjadi milikku!
.
.
Pagi telah menjelang. Seperti biasa, kulangkahkan kakiku menuju sekolah. Pemandangan kesibukan pagi hari terlihat di pandanganku. Ada yang menuju sekolah sama sepertiku, maupun pergi menuju kantor. Ini sudah biasa kulihat setiap hari.
Beberapa menit kemudian aku sampai disekolahku, kemudian aku berjalan menuju lokerku. Tapi... hey, sepertinya ada sesuatu yang sangat menarik perhatianku. Siapa lagi kalau bukan namja manis yang aku sukai, Tao. Kulihat Tao sedang memasukkan beberapa buku ke tasnya dari lokernya. Lebih baik aku mendekatinya sekarang.
"Hai Tao!" sapaku ramah.
"Eh? Kris-ge?" Tao terlonjak kaget karena tiba-tiba saja aku berdiri disampingnya.
"Mmm... soal kemarin... aku ingin tau apa jawabanmu."
Tao terlihat bingung. Dia memiringkan sedikit kepalanya. Aigoo Tao... Kyeopta! Tapi tunggu, kenapa dia harus bingung? Padahal dia hanya harus menjawab ya atau tidak kan?
"Tapi... memangya kata-kata Kris ge kemarin harus aku jawab ya?" tanya Tao polos. Aku pun ber-sweatdrop ria.
"Tao, jika kau mendengar pernyataan cinta, kau harus menjawabnya." Jelasku sambil memegang bahunya.
"Ooh... begitu ya..."
Aku mengacak-acak rambutku. Aisshh... Aku tidak menyangka, ternyata kau benar-benar polos Tao. Bahkan kau tidak tau untuk menjawab sebuah pernyataan cinta?
"TAO!" suara dari belakang kami membuyarkan semua lamunanku. Aku dan Tao menoleh ke belakang dan melihat Baekhyun berlari ke arah kami.
"Baekhyun hyung!" jawab Tao.
"Pagi Tao! Eh, ada Kris hyung?" ujar Baekhyun saat melihatku.
Aku hanya tersenyum canggung. Kenapa harus muncul pengganggu di saat seperti ini? Padahal tadinya aku ingin mendekati Tao. Tapi sepertinya kali ini gagal.
"Umm... aku harus ke kelas sekarang," ucapku singkat dan langsung pergi dari hadapan Tao dan Baekhyun.
Aku yakin, mereka pasti saat ini sedang memandangiku dengan tatapan aneh. Ya, aku pun sadar kalau sikapku tadi sangat aneh. Tapi sudahlah, aku akan mendekati Tao dilain waktu.
*Kris POV End*
.
.
*Author POV*
Dua orang namja manis sedang menatap bingung pemandangan di depan mereka. Kedua namja manis itu adalah Tao dan Baekhyun. Mereka sedang menatapi perginya Kris yang menurut mereka terlihat aneh.
"Tao, apa kau tau kenapa Kris hyung bersikap seperti itu?" tanya Baekhyun dengan penasaran.
Sedangkan Tao hanya menanggapinya dengan mengangkat kedua bahunya yang menandakan kalau ia pun tidak tau.
"Sudahlah hyung, lebih baik kita ke kelas saja sekarang," ajak Tao dan diangguki oleh Baekhyun. Akhirnya mereka mulai berjalan menuju ke kelas masing-masing.
.
.
"Hai Tao!" sapa seorang namja berkulit tan, sahabat Tao yang bernama Kim Jongin atau yang lebih akrab dipanggil Kai. Sedangkan yang di sapa hanya menundukkan kepalanya sambil meletakkan tasnya di atas meja.
"Hey, kenapa sikapmu tidak seperti biasanya? Kenapa kau murung begitu?" tanya Kai sambil memandangi sahabatnya itu dengan penuh kecemasan.
"Aku... bingung..." Tao menjawabnya dengan singkat tanpa melihat ke wajah Kai. Ia masih tetap menunduk sambil memandangi lantai.
"Ada apa sebenarnya? Kau bisa ceritakan padaku..." Kai mendudukkan dirinya di kursi yang ada di depan meja Tao.
"Kemarin ada seseorang yang mengatakan kalau ia menyukaiku." Jawab Tao mulai bercerita.
Kai terkejut. Ia membulatkan matanya. Ternyata ada seseorang yang menyukai sahabatnya ini. Tentunya ia sangat antusias dengan orang yang menyukai Tao.
"Wah, bukankah itu bagus? Siapa orang itu?" tanya Kai lagi dengan mata yang berbinar-binar.
Tao mendongakkan kepalanya dan menatap Kai dengan wajah yang tetap bingung. 'Bagus katanya? Memang kenapa harus dikatakan bagus?' Pikir Tao.
"Orang itu adalah Kris ge..."
'BRRRAAAKKK'
Kai berdiri sambil menggebrak meja Tao. Tao melotot ke arah Kai. Ada apa dengan Kai? Kenapa ia harus menggebrak meja segala? Membuat semua murid yang ada dikelas menatap mereka berdua. Untung saja seonsaengnim belum datang. Tapi wajah Kai tidak menyiratkan kalau ia kesal atau marah, malah ia tersenyum begitu lebar. Benar-benar aneh.
Tidak hanya itu, setelah menggebrak meja, Kai mendekati Tao dan memeluknya erat. Semua orang yang berada diruangan kelas pun memandang horor mereka berdua.
"Chukkae Tao! Aku tidak menyangka kalau sahabatku ini pintar sekali memilih kekasih," ucap Kai sambil tetap memeluk Tao erat.
Tao berusaha melepas pelukan Kai karena ia menyadari seisi kelas sedang memandangi mereka berdua. Dan dengan usaha yang sedikit keras, akhirnya ia bisa lepas dari pelukkan Kai.
"Kai! Kenapa kau memelukku? Lihatlah sekeliling kita. Mereka sedang memperhatikan kita."
Kai memperhatikan sekelilingnya. Dan benar saja, semua teman-teman sekelasnya sedang memandangi mereka. Kemudian ia menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum canggung.
"Mianhae Tao. Hehe... Tapi apa yang membuatmu bingung? Bukankah Kris hyung itu sangat sempurna? Dia tampan dan populer. Banyak namja yang iri padanya dan banyak yeoja yang mengincarnya, dan ternyata kau adalah orang yang disukai Kris hyung! Kau benar-benar sangat beruntung!" jelas Kai panjang lebar.
Tao kembali menundukkan kepalanya dan wajahnya kembali murung. Kai yang melihatnya menjadi kebingungan.
"Aku tidak tau apa yang harus ku katakan pada Kris ge. Tadi pagi, dia meminta jawaban padaku. Tapi aku bingung harus menjawab apa..." jawab Tao innocent.
"Aigoo Tao! Aku kira kalian sudah menjadi kekasih. Ternyata kau belum memberikan jawaban?" Kai menatap Tao dengan tidak percaya. Ia kira tao sudah menjadi namja chingu Kris, tapi ternyata belum.
"Memangnya aku harus jawab apa Kai?" tanya Tao kembali dengan wajah polosnya.
"Aigoo... ternyata kau benar-benar polos baby panda!" Kai mencubit kedua pipi Tao gemas. Ternyata sahabatnya ini sangat polos. Sebenarnya ia tau kalau Tao itu anak yang sangat polos. Tapi ia tidak pernah mengira kalau Tao pun sampai bingung menjawab pertanyaan cinta dari seseorang.
"Tao, dengarkan aku, ne? Kalau ada seseorang yang menyatakan cinta padamu, kau harus menjawabnya. Katakan ya atau tidak. Ikuti kata hatimu. Jika kau menyukai orang itu dan jika menurutmu orang itu baik untukkmu, kau harus menjawab ya. Tapi kalau kau merasakan sebaliknya, katakan saja tidak," Kai kembali menjelaskan secara detail pada Tao. Tao pun mengangguk.
"Jadi, apa jawabanmu untuk Kris hyung?" tanya Kai dengan mata berbinar-binar. Entah kenapa Kai sangat berharap Tao akan menerima pernyataan cinta Kris. Ia hanya ingin Tao mendapatkan seorang kekasih yang baik. Dan menurutnya Kris itu adalah namja yang sempurna untuk Tao.
"Aku... tidak tau..." ucap Tao singkat. Kai menghela napas. Mungkin sahabatnya ini butuh waktu untuk berpikir.
"Hmm... ya sudah, kau pikirkan saja dulu baik-baik, ne? Tapi kalau aku ingin menyarankan agar kau menerima pernyataan cintanya. Kris hyung itu, meskipun terlihat menakutkan, ia adalah orang yang baik. Percayalah padaku Tao! Aku sangat mengenalnya. Aku kan satu club basket dengannya." Kai menepuk pundak Tao sambil tersenyum dan Tao pun membalas senyumannya.
"Xie xie Kai..."
.
.
*SKIP TIME*
'KRRRINGG KRRIINGG'
Tak terasa waktu sekolah pun berakhir. Semua murid keluar dari masing-masing kelasnya dengan wajah sumringah setelah berpikir keras seharian. Termasuk juga dengan Tao dan Kai yang saat ini sedang berjalan keluar gerbang sekolah.
"Tao, aku duluan, ne? Kyungsoo hyung sudah menungguku. Sampai ketemu besok Tao!" Kai melambaikan tangannya pada Tao lalu berlari menghampiri namja manis bermata bulat yang berdiri tak jauh dari mereka sambil tersenyum.
"Ne, sampai jumpa besok Kai!" balas Tao.
Kemudian Tao berjalan sendirian menuju rumahnya tentu saja. Tapi tiba-tiba saja ada seseorang yang berlari di belakangnya dan meraih tangan Tao. Tao sangat terkejut. Ia melihat ke belakangnya dan ternyata orang itu adalah...
"Kris-ge?"
Kris tersenyum sambil memandang Tao meskipun ia sedikit terengah-engah sehabis berlari. Tangannya masih menggenggam erat tangan Tao.
"Tao, apa kau punya janji hari ini?" tanya Kris tiba-tiba.
Tao memiringkan sedikit kepalanya. Menurutnya Kris bersikap sangat aneh. Kenapa tiba-tiba saja Kris menanyakan apa ia punya janji hari ini atau tidak?
"Umm... tidak ada. Memangnya ada apa Kris ge?" tanya Tao penasaran.
"Kalau begitu, ikut aku ne? Kita akan jalan-jalan hari ini. Kajja!" Kris langsung menarik tangan Tao meskipun Tao belum menjawab apapun.
.
.
"Gege, kita akan kemana?" Tanya Tao penasaran.
Kris menghela napas, membuat Tao kebingungan. Ia menatap Kris penuh dengan tanda tanya. 'Kenapa dengan Kris ge?' batin Tao.
"Sebenarnya... aku juga tidak tau kita akan kemana..." jawab Kris sambil menundukkan kepalanya.
"Eh?" Tao terkejut. Ia menghentikan langkahnya. Ia kira Kris akan membawanya ke suatu tempat, tapi ternyata dugaannya salah besar. Padahal Kris duluan yang memaksanya untuk ikut bersamanya.
"Lalu kita mau kemana, Ge? Sudahlah, Tao mau pulang saja!" Tao membalikkan badannya, bersiap untuk pergi, tapi dengan cepat Kris meraih tangan Tao untuk mencegah perginya Tao.
"Eh, jangan pergi dulu! Bagaimana kalau kita pergi ke tempat yang kau inginkan? Aku yang bayar." Tao kembali memandangi Kris. Wajahnya berbinar-binar.
"Wah! Benarkah Kris ge?" tanya Tao antusias.
"Ne! Sekarang, kau mau kita pergi kemana?
"Mmm..." Tao meletakkan telunjuk kanannya ke dagunya. Ia sedang berpikir tempat mana yang akan ia kunjungi. Dan melihat itu, Kris benar-benar ingin mencubit pipinya. Menurutnya, Tao sangat lucu.
"Gege, aku juga bingung mau kemana. Sudah kita jalan dulu saja," ucap Tao sambil menggandeng tangan Kris.
Kris merasa jantungnya berdetak lebih cepat ketika Tao menggenggam tangannya seperti ini. Wajahnya pun memanas. Tapi ia merasa sangat nyaman dan ingin terus seperti ini bersama Tao.
"Kris-ge! Aku lapar. Ayo kita makan dulu di cafe itu!" ajak Tao. Kris hanya mengangguk. 'Kapan lagi bisa makan bersama Tao,' pikirnya.
Mereka pun memasuki sebuah cafe dan langsung duduk di dekat jendela. Lalu seorang pelayan mendatangi mereka dan menawarkan menu.
"Kau mau pesan apa Tao?" tanya Kris pada Tao.
"Aku mau pesan chocolate cake dan strawberry juice," jawab Tao dengan cepat.
"Baiklah, kami pesan chocolate cake, strawberry juice dan cappucino satu, ne?" ujar Kris pada pelayan itu.
"Ya, tunggu sebentar." Pelayan itu pun meninggalkan mereka untuk mengambil pesanan mereka.
Setelah beberapa menit kemudian, pesanan mereka pun datang. Tao tampaknya sangat exited menikmati kuenya. Ia segera menyendokkan kue itu ke mulutnya.
"Hmm... gege~ ini sangat enak!"
"Jinjja? Kau menyukainya?"
"Ne!" jawab Tao lalu kembali memakan kuenya.
Saat Tao sedang memakan kuenya, Kris terus memandangi Tao dengan intens. Pandangannya terus ia tujukan pada Tao. Menurutnya, Tao sangat polos, tapi tetap menarik dimatanya. Ia sangat menyukai Tao.
"Gege! Jangan melihatiku seperti itu terus! Aku kan sedang makan. Kalau gege mau kue ku, pesan saja sendiri!" protes Tao pada Kris. Entahlah, tapi ia merasa sangat gugup ketika Kris terus memandanginya seperti tadi.
"Aku lebih tertarik memakanmu daripada memakan kue itu," balas Kris. Tao melebarkan matanya, terkejut. Ia langsung berdiri dari kursinya dan bersiap untuk pergi.
"Eh, Tao! Kau mau kemana?" dengan cepat, Kris kembali meraih tangan Tao.
Tao menatap Kris dengan raut wajah penuh ketakutan. Tapi Kris tetap tidak mengerti dengan sikap Tao. 'Apa ada yang salah dengan kata-kataku tadi?' batin Kris.
"A-aku mau pergi... Aku baru tau kalau Kris-ge seorang kanibal." Ucap tao polos.
Kris pun ber-sweatdrop ria. Ia tidak menyangka kalau Tao akan berkata seperti itu. Sungguh, ia merasa tidak mengerti, kenapa ia bisa menyukai namja sepolos Tao. Tapi menurutnya, Tao itu benar-benar cute.
"S-sudahlah! Lupakan kata-kataku tadi! Lanjutkan saja makanmu. Dan satu lagi, aku bukan kanibal." Tao memandang Kris datar. Ia kembali ke kursinya dan memakan kuenya kembali. Tapi ketika ia mengetahui Kris kembali memandanginya, ia memasang glare tajam pada Kris.
"Gege! Kau memandangiku lagi! Lihatlah ke arah lain! Jangan memandangiku terus seperti itu!"
"Ne..." jawab Kris singkat, lalu mengalihkan pandangannya dari Tao.
Kris menatap keluar jendela. Memandangi orang yang sedang berlalu lalang. Sebenarnya ia lebih suka memandangi Tao daripada harus memandang keluar jendela. Tapi mau bagaimana lagi? Tao terus-terusan protes padanya. Tapi sesekali, ia kembali melirik tao dari sudut matanya.
'Tao benar-benar anak yang menarik.' Ucapnya dalam hati.
.
.
Setelah sekitar tiga puluh menit Kris dan Tao berada di dalam cafe, akhirnya mereka memutuskan untuk keluar.
"Hwaah gege~~ aku benar-benar kenyang..." ucap tao sambil memegang perutnya.
Kris hanya terkikik mendengar ucapan Tao yang menurutnya seperti anak kecil. Tapi bagi Kris, itu sangat lucu.
"Nah, sekarang kita mau kemana?" tanya Kris.
"Ayo kita jalan dulu Kris-ge! Mungkin nanti dijalan aku menemukan sesuatu yang ingin aku kunjungi," jawab Tao.
"Geurae, kajja!" Kris menggenggam tangan Tao dan mereka pun pergi.
.
.
"Kris-ge, Kris-ge! Ayo, kita kesana!" Tao menarik-narik tangan Kris setelah ia melihat sesuatu yang menarik pandangannya.
Mereka memasuki salah satu toko yang menjual berbagai aksesoris lucu dan berbagai boneka yang bisa dijadikan sebagai hadiah.
Kris mengernyitkan dahinya. Serius? Mereka masuk ke tempat ini? Apa tidak salah? Ia benar-benar tidak menyangka kalau sebenarnya Tao sangat menyukai sesuatu yang terlihat 'girly'. Tanpa ia sadari, Tao sekarang sedang megelilingi toko itu dengan mata berbinar-binar.
"Gege, coba lihat boneka ini!" teriak Tao dengan gembira. Kris tersadar dari berbagai pikirannya dan langsung menghampiri Tao.
"Ada apa Tao? Mmm... apa kita tidak salah pergi ke tempat ini?" tanya Kris sedikit canggung.
"Lho? Tentu saja tidak salah Kris-ge. Coba lihat boneka panda ini ge. Ini lucu ya~~ Belikan untukku ya Kris-ge~" Tao memohon pada Kris sambil mengedip-kedipkan matanya cepat. Melihat hal itu, Kris berpikir kalau Tao semakin terlihat imut. Dan pada akhirnya ia mengangguk mengiyakan permintaan Tao.
"Yeay! Kris-ge benar-benar baik!" ucap Tao sambil berjingkrak-jingkrak. Kemudian Tao mengambil boneka panda yang sudah menjadi incarannya sambil menggandeng Kris menuju kasir.
Tapi kemudian Tao menghentikan langkahnya dan pandangannya tertuju pada suatu benda. Kris pun mengikuti arah pandangan Tao. Ternyata Tao sedang menatap padu dengan gantungan ponsel yang dipajang di toko itu.
"Gege, kita beli yang ini juga ya!" Tao mengambil dua gantungan dengan bentuk yang berbeda. Yang satu berbentuk panda dan yang lainnya berbentuk naga.
Kris tersenyum tipis, lalu mengangguk. Tao pun kembali tersenyum riang sambil kembali berjalan menuju kasir.
.
.
Hari pun berlalu begitu cepat, dan saat ini langit sudah tampak berwarna jingga. Kris menatap namja manis yang berjalan dengan riang disampingnya sambil membawa boneka panda yang dibelikan olehnya. Ia merasa senang bisa berjalan-jalan bersama namja manis yang ia sukai ini. Dan baginya, hari ini sangat berharga dan tidak akan pernah ia lupakan.
Tanpa Kris sadari, mereka sudah sampai di sebuah rumah dengan dua lantai yang cukup besar dan Tao pun menghentikan langkahnya.
"Nah, kita sampai! Kris-ge, xie xie untuk hari ini. Itu rumahku. Aku masuk dulu ya ge. Sampai jumpa besok!" Tao berjalan masuk ke rumahnya setelah berpamitan pada Kris.
Tapi tiba-tiba saja Tao berhenti sejenak dan kemudian kembali menghampiri Kris. Kris merasa bingung, kenapa Tao kembali menghampirinya.
"Aku lupa satu hal ge..."
"Apa itu?" tanya Kris.
Tao membuka tasnya dan mengeluarkan dua buah gantungan handphone yang tadi dibelikan oleh Kris. Kemudian Tao memberikan salah satu gantungan dengan bentuk naga kepada Kris.
"Ini untuk gege."
"Kenapa kau memberikanku yang bentuk naga ini?"
"Menurutku, Kris-ge kalau digambarkan itu seperti naga. Terlihat kuat, dan selalu membawa keberuntungan, seperti naga." Jelas Tao.
"Keberuntungan?"
"Ne, seperti hari ini. Tao sangat beruntung bisa berjalan-jalan dengan gege. Dan gege juga memberikanku boneka panda dan gantungan ini."
"Kalau begitu, aku akan mengambil yang ini. Kau simpan saja gantungan naga itu." Dengan cepat, Kris mengambil gantungan berbentuk panda dari tangan Tao. Tao terkejut dengan tindakan Kris.
"Eh, tapi Kris-ge... Tao kan mau yang it-"
"Kau bilang naga itu pembawa keberuntungan. Jadi kau simpan saja itu. Anggap saja dengan itu kau bisa selalu mendapatkan keberuntungan. Araseo?" ucap Kris sambil mengelus rambut Tao. Sedangkan Tao mengedipkan matanya cepat. Wajahnya terasa memanas saat Kris mengelus rambutnya, hingga pipinya pun memerah.
"Baiklah kalau begitu, sampai jumpa besok baby panda. Annyeong!" Kris mencubit pipi Tao pelan kemudian ia berjalan meninggalkan Tao.
Tao masih tetap berdiri ditempatnya tak bergerak sedikitpun. Tubuhnya terasa sangat kaku dan wajahnya masih terasa panas. Ia memegang dadanya. Jantungnya berdetak kencang. 'Aigo... Kenapa aku seperti ini? Ada apa denganku?' batin Tao.
.
.
Tao membaringkan tubuhnya diatas tempat tidurnya sambil memandang langit-langit kamarnya. Ia mengingat-ingat kembali apa yang telah terjadi hari ini. Bagaimana ia merasa senang bersama dengan Kris. Meskipun ia pikir kalau Kris sedikit aneh, tapi ternyata ia memang orang yang baik seperti apa yang dikatakan Kai.
'Jadi, apa jawabanmu untuk Kris hyung?'
'Aku... tidak tau...'
'Hmm... ya sudah, kau pikirkan saja dulu baik-baik, ne? Tapi kalau aku ingin menyarankan agar kau menerima pernyataan cintanya. Kris hyung itu, meskipun terlihat menakutkan, ia adalah orang yang baik. Percayalah padaku Tao! Aku sangat mengenalnya. Aku kan satu club basket dengannya.'
Tao kembali mengingat kata-kata Kai. Ia merasa bingung. Apa yang harus dilakukannya? Haruskah ia menerima pernyataan cinta Kris?
Tapi disisi lain, Tao masih belum yakin dengan hatinya. Ini pertama kalinya ia mendapatkan pernyataan cinta dari seseorang. Dan ia pun belum pernah merasakan yang namanya jatuh cinta.
"HWAAA! Aku bingung!" Tao mengacak-acak rambutnya. Terlalu banyak memikirkan hal itu membuatnya semakin pusing.
Tao memiringkan tubuhnya dan memeluk boneka panda pemberian Kris yang ia letakkan disampingnya. Kemudian ia menutup matanya dan tertidur.
.
.
TBC
