Chapter 6 Update. Jeongmal mianhae kalau update nya terlalu lama, dan mianhae karena belum sempat ngebalas ripyu-ripyu chingudeul :(

Happy reading ^^

.

.

Chapter 6

"Ta dah! Ini kamarku!"

Setelah mereka saling berkenalan, Tao mengajak Sehun untuk melihat-lihat kamarnya. Tampak mata Sehun menatap setiap sisi dari kamar Tao. Dindingnya dicat dengan warna biru muda. Terdapat satu tempat tidur dengan sprai putih bersih. Di samping tempat tidur ada meja dan kursi yang Sehun pikir adalah tempat Tao untuk belajar.

"Kau menyelamatkanku Tao," ucap Sehun sambil menatap Tao yang sedang meletakkan tas punggungnya di atas meja belajar.

"Hm? Menyelamatkanmu?"

"Ne. Sebelum kau muncul, aku hanya bisa diam dan mendengarkan eomma ku dan eomma mu mengobrol. Aku seperti dilupakan," Sehun menyilangkan kedua tangannya di dada ketika mengingat kejadian tadi.

"Hahaha... Sudahlah jangan diingat lagi. Duduklah disini," Tao menyuruh Sehun untuk duduk di tepi tempat tidurnya, dan Sehun pun menurutinya.

Kemudian mata Sehun tertuju pada sebuah boneka panda yang diletakkan di dekat bantal dan Sehun pun mengambilnya.

"Kau suka panda?" tanya Sehun tanpa melepas pandangannya pada boneka panda di tangannya.

"Ne. Boneka panda itu dari Kris ge," jawab Tao dengan senyum.

"Kris itu siapa?"

"Oh iya, aku lupa kau belum mengenalnya. Hehe.. Dia adalah.."

"Namjachingu mu?" Sehun menyela kata-kata Tao.

"Eh? Aniyo! Dia hanya teman," balas Tao pelan sambil menundukkan kepalanya.

"Jeongmal? Hanya teman?" Sehun kembali bertanya.

"N-ne. Ah, sudahlah jangan dibahas lagi!" protes Tao.

Tao berdiri dari tempat tidurnya dan berjalan ke lemari seraya mengambil baju dan celananya. Sehun menatap Tao bingung. Apakah Tao marah karena kata-katanya tadi?

"Tao, kau mau kemana?"

"Aku mau mandi dulu. Kau tunggu saja sebentar." ucap Tao. Ia berjalan ke kamar mandi yang terdapat di ujung ruangan.

Sehun tertawa melihat tingkah Tao. Padahal mereka baru saja berkenalan, tapi rasanya ia sudah merasa akrab ketika berbincang-bincang dengan Tao. Seperti teman lama yang kemudian bertemu lagi.

.

.

"Kau sedang melihat apa Sehun?" Tao baru saja keluar dari kamar mandi. Ia mengenakan T-shirt berwarna merah dan celana pendek selutut berbahan jeans. Tao berjalan mendekati Sehun sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk.

"Lihat Tao! Itu kamarku!" Sehun menunjuk keluar jendela. Kamar Tao berada di lantai dua begitu pula dengan Sehun. Sehingga saat Tao membuka jendela kamarnya, ia bisa melihat kamar Sehun dengan jelas.

"Oh, itu kamarmu?"

"Ne. Kalau begitu, kita bisa mengobrol dengan mudah. Iya kan Tao?"

"Tentu saja tidak. Jaraknya kan lumayan jauh Sehun!" jawab Tao.

"Oh iya, kau benar juga. Hehe..."

"Chagiya, ayo kita pulang!" terdengar suara eomma Sehun dari lantai bawah.

"Tao, aku harus pulang sekarang. Kau juga sekali-kali mainlah ke rumahku, ne?"

"Ok. Annyeong Sehun!" Tao melambaikan tangannya. Kemudian ia berjalan untuk membuka pintu kamarnya.

"Annyeong Tao. Jaljayo.."

.

.

Keesokan paginya...

"KAI! Kau tahu? Kemarin itu seru sekali!"

Kai yang baru saja datang dan duduk di kursinya langsung disambut dengan ocehan sahabatnya. Ia yakin sekali, ini pasti tentang Kris lagi.

"Memangnya kemarin ada apa?" tanya Kai yang pada akhirnya penasaran juga dengan apa yang dikatakan Tao.

"Kemarin itu juga sangat menegangkan!" ucap Tao sambil menempelkan kedua tangannya di pipi.

"Kalian nonton film horor ya?"

"Bukan Kai! Kemarin, Kris ge mengajakku makan cake!"

"Apanya yang menegangkan? Bukankah itu biasa saja?" jawab Kai datar. Tao menggembungkan pipinya.

"Aku belum selesai. Jadi waktu itu Kris ge tidak membawa uang dan aku pun begitu. Jadi kami melarikan diri dan dikejar pemilik cafe itu dan pelayannya!" lanjut Tao

"Mwo? Hahaha... Kris hyung tidak membawa uangnya? Lalu kalian melarikan diri? Hwahaha!" Kai tertawa terbahak-bahak.

"Itu tidak lucu Kai! Tapi menegangkan! Jantungku rasanya berdetak kencang saat kejar-kejaran kemarin! Tapi aku merasa aman saat Kris ge..."

Kai menaikkan satu alisnya. Kenapa tiba-tiba saja Tao berhenti bercerita? Atau jangan-jangan ada sesuatu? Kai memajukan sedikit badannya dan menatap Tao dengan seringaiannya.

"Saat Kris hyung apa, hm?"

"Ish! Kau ini mau tahu saja Kai!" Tao mendorong tubuh Kai sedikit ke belakang. Pipi Tao bersemu merah mengingat saat Kris menggenggam tangannya. Dan hal itu terlihat jelas oleh Kai.

"Kau kan yang tadi menceritakannya padaku! Lihat, pipimu memerah Tao!" Kai menunjuk ke kedua pipi Tao.

"Sudahlah Kai. Aku tidak mau cerita lagi!" ucap Tao sambil menutupi wajahnya.

Tiba-tiba bel masuk berbunyi. Semua murid duduk di kursinya masing-masing karena sebentar lagi pelajaran akan dimulai. Tidak lama kemudian, seonsaengnim pun masuk ke kelas bersama seorang namja.

Seluruh kelas menjadi ribut karena kedatangan namja itu. Terutama para yeoja yang terus mengatakan 'tampan,' 'cool,' dan pujian-pujian lainnya pada namja itu. Sedangkan para namja takut tersaingi oleh ketampanannya murid baru itu.

"Annyeonghaseyo chingudeul. Jeoneun Oh Sehun imnida. Bangapseumnida."

Tao membelalakkan matanya. Benar-benar suatu kebetulan ia bisa satu kelas dengan namja yang tidak lain dan tidak bukan adalah tetangga barunya. Padahal kemarin Sehun tidak mengatakan bahwa ia juga akan bersekolah di sekolah yang sama dengan Tao.

Kai melihat ke arah Tao yang sejak tadi terus memperhatikan murid baru itu.

"Hey Tao. Kau kenapa? Apa kau mengenalnya?" bisik Kai.

"Ne, dia tetangga baruku. Aku tidak menyangka dia akan sekolah disini juga," jawab Tao. Dan Kai menganggukkan kepalanya.

"Nah, Sehun-ssi, kau bisa duduk di kursi kosong itu." Seonsaengnim menunjuk ke sebuah kursi yang ada di belakang Tao.

"Ye, seonsaengnim," jawab Sehun dengan sopan. Kemudian ia berjalan ke kursinya dan ia pun baru menyadari keberadaan Tao.

"Tao?" Sehun membelalakkan matanya.

"Hai Sehun! Kenapa kau tidak bilang kalau akan sekolah di sini juga?" tanya Tao.

Sehun meletakkan tasnya di atas meja lalu duduk dikursinya.

"Ah, aku lupa mengatakannya. Tapi kau juga tidak memberitahuku dimana sekolahmu," balas Sehun.

"Eoh, hehe.. Kau benar juga Sehun."

Kai yang sejak tadi memperhatikan Tao dan Sehun mulai berpikir. Kelihatannya mereka sangat dekat. Apa mungkin Sehun bisa menjadi penghalang untuk Kris dalam mendapatkan Tao? Memang ia pun suka mengganggu Kris saat Kris mendekati Tao, tapi itu beda cerita. Ia hanya bercanda saja. Sedangkan Sehun?

Kai mengambil ponselnya dan mencari kontak Kris. Ia pun mengirimkan pesan pada Kris.

To: Kris hyung

Sepertinya kau akan punya saingan Kris hyung. Kekeke :D

.

.

Bel istirahat baru saja berbunyi dan Sehun ingin sekali untuk berkeliling sekolah. Sayangnya ia belum mengenal siapa pun. Akhirnya ia ingin mmengajak Tao untuk mengantarkannya berkeliling sekolah.

"Tao, ayo antarkan aku keliling sekolah ini. Aku belum begitu tahu apa saja yang ada disini," ajak Sehun.

"Boleh juga, kajja Sehun!" ucap Tao setelah memasukkan bukunya ke dalam tas. Kemudian mereka berdua berjalan keluar kelas.

Di sepanjang perjalanan, Tao selalu menunjukkan berbagai tempat yang ada di sekolah seperti ruang guru, aula, kantin, dan juga danau yang ada di belakang sekolah tempat mereka sekarang berada.

*Kris POV*

Pagi ini aku mendapatkan pesan yang tidak mengenakkan dari Kai. Aku terus saja memikirkannya. Saingan? Apa maksudnya itu?

Aku berjalan bersama Lay menuju kelas kami setelah kami mengunjungi kantin. Tapi aku benar-benar penasaran dengan apa yang dimaksud oleh Kai. Mungkin sekarang aku harus menemui Tao sekarang.

"Lay, kau duluan saja, aku ada urusan sebentar," kataku.

"Pasti ini tentang Tao. Iya kan?" kenapa tiba-tiba Lay jadi seperti Kai yang suka menunjukkan seringaiannya? Ah sudahlah, lupakan saja.

"Ne. Sampai jumpa di kelas." Ucapku kemudian pergi.

"Ne! Hwaiting ge!" balasnya.

Aku pun berlari untuk mencari Tao. Disaat istirahat begini, Tao jarang berada di kelasnya. Sedangkan tadi saat di kantin, aku tidak melihatnya. Mungkin ia sekarang berada di danau itu. Aku mempercepat lariku agar dapat segera tiba di tempat itu.

Dan pemandangan mengejutkan ketika aku sampai disana. Tao bersama seorang namja yang tidak aku kenal. Apa ini yang dimaksud Kai?

"Jadi, dia sainganku huh?" gumamku.

Dilihat dari fisiknya, namja itu memikiki rambut pirang, cukup tampan dan tinggi. Tapi tentu saja aku yang lebih tampan. Dan kelihatannya aku juga lebih tinggi dari namja itu.

Tapi melihat Tao yang sedang mengobrol dengan namja itu membuatku sedikit cemburu. Dan bisa kulihat, mereka terlihat sangat akrab. Hey, padahal aku yang sudah lebih lama mendekati Tao! Namun yang terjadi hanyalah kekacauan dan kegagalan. Tao pernah mengatakan aku kanibal, Tao pernah marah padaku setelah menonton film horor, kabur dari cafe karena tidak membayar pesanan, Kai yang terus mengganggu, ditambah lagi namja itu?!

Aku pun memutuskan untuk kembali ke kelasku dengan muka kesal. Aku tidak bisa berlama-lama melihat Tao dengan namja yang entah aku tidak tahu namanya. Lay yang melihatku begini hanya memasang wajah bingung.

"Kau kenapa Kris ge?"

"Aku harus menyingkirkan namja itu!"

"Eh? Sebenarnya ada apa ge? Aku tidak mengerti!"

"Tapi pertama-tama, aku harus mencari tahu siapa dia sebenarnya!" ucapku tanpa menghiraukan kata-kata Lay. Ya, setelah aku tahu siapa namja itu, aku harus menyingkirkannya!

.

.

*Author POV*

Tao dan Sehun bersiap untuk pulang bersama. Mereka berjalan keluar dari kelas sampai akhirnya mereka melihat seorang namja berdiri di depan pintu kelas. Namja itu menatap tajam Tao dan Sehun sambil menyilangkan kedua tangannya di dada. Sehun tampak bingung dengan namja asing dihadapannya.

"Wah ada Kris ge! Kris ge, kenalkan, ini Sehun. Sehun, ini Kris ge," Tao memperkenalkan Kris pada Sehun dan begitu juga sebaliknya.

"Annyeonghaseyo seonbaenim. Oh Sehun imnida. Bangapseumnida," Sehun memperkenalkan dirinya dengan sopan.

"Kris," balas Kris dengan jawaban yang sangat singkat. Ia tidak peduli dengan apa yang Sehun katakan. Tao dan Sehun mengernyitkan dahi mereka mendengan jawaban singkat Kris. Tapi Tao juga merasa heran karena tidak biasanya Kris bersikap seperti ini.

'Oh, jadi ini Kris, namja yang disebut-sebut Tao kemarin,' pikir Sehun.

'OH. SE. HUN. Aku tidak akan membiarkannya mengambil Tao dariku!' ucap Kris dalam hati.

.

.

Perjalanan pulang yang biasanya menyenangkan sekarang tidak ada lagi. Rasanya bagaikan menjadi orang ketiga! Tao dan Sehun berjalan di depan sambil terus mengoceh tentang berbagai hal. Sedangkan Kris berjalan dibelakang beberapa langkah dari Tao dan Sehun.

Kris merasa kesal. Sangat kesal. Ingin sekali ia memisahkan Tao dari Sehun. Tapi bagaimana caranya? Jika tiba-tiba saja ia mendorong Sehun untuk menjauh dari pujaan hatinya, Tao pasti akan sangat marah pada Kris karena Sehun adalah temannya. Tapi, jika Kris tiba-tiba memegang tangan Tao dan menyeretnya pergi, pasti orang lain akan menganggap bahwa Kris adalah seorang penculik.

Dua pilihan yang sama-sama tidak mengenakkan.

"Aku sangat suka bubble tea. Coklat adalah rasa bubble tea favoritku!"

"Memang bagaimana rasanya Sehun?" tanya Tao penasaran. Ia belum pernah mencoba bubble tea.

"Sangat manis dan segar. Kau harus mencobanya Tao!"

"Wah jinjja? Kapan-kapan kita ke cafe bubble tea ne?"

"Ne!" jawab Sehun penuh semangat karena memang bubble tea adalah minuman favoritnya.

"Bersama Kris ge juga!" Tao melirik ke arah Kris dengan senyuman. Kris yang mendengar namanya disebut oleh Tao langsung merubah ekspresi wajahnya seketika.

"Ah, ne..." ucap Kris dengan senyum canggung.

"Ssstt... Tao," Tao kembali menatap Sehun.

"Ada apa Sehun?"

"Kenapa Kris hyung sikapnya begitu dingin? Dan kelihatannya dia tidak menyukaiku?" bisik Sehun.

"Kris ge memang terlihat orang yang dingin, tapi sebenarnya dia sangat baik Sehun," jawab Tao berbisik pada Sehun.

"Jinjja?" Sehun sebenyarnya tidak tahu, atau ini hanya perasaannya saja. Tapi rasanya Kris benar-benar tidak menyukainya. Sejak awal, Kris sudah memberikan tatapan tajam padanya. Memang apa yang salah dengan dirinya?

Ketika Kris melihat Tao dan Sehun berbisik-bisik, ia merasa semakin cemburu. Apa yang mereka bicarakan? Itulah yang terus dipikirkan Kris.

Ketika Kris melihat Tao dan Sehun berbisik-bisik, ia merasa semakin cemburu. Apa yang mereka bicarakan? Itulah yang terus dipikirkan Kris.

"Wah, sudah sampai. Sudah dulu ne Kris ge, Sehun. Annyeong!" Tao melambaikan tangannya.

Kris baru sadar kalau mereka sudah tiba di antara rumah Tao dan Sehun. Ia terlalu sibuk memikirkan cara untuk menyingkirkan Sehun.

"Annyeong Tao, annyeong Kris hyung," ucap Sehun juga. Ia membungkukkan badannya, bersikap sesopan mungkin. Tapi saat ia menatap wajah Kris, ia kembali menatap tajam Sehun. Sehun semakin bingung.

"Ne annyeong," jawab Kris jutek. Kemudian ia kembali melanjutkan perjalanannya.

Tao dan Sehun mengernyitkan dahi mereka lalu saling menatap. Bingung. Itulah yang mereka rasakan. Terutama Tao. Tidak biasanya Kris bersikap dingin seperti itu.

Setelah itu Tao dan Sehun berjalan masuk ke dalam rumahnya tapi kemudian Sehun kembali menatap Tao.

"Tao, sore ini datanglah ke rumahku ne?" ajak Sehun.

"Mmm.. Ok Sehun!" jawab Tao sebelum ia masuk ke dalam rumahnya.

Kris yang belum jauh berjalan dengan otomatis segera membalikkan badannya. Ia mendengar semua itu. Kris mendengar sangat jelas. Tao akan berada di rumah Sehun sore ini? What?! Seriously?! NO!

.

.

TBC...