Chapter 7 update. Happy reading :D
.
.
Chapter 7
Semakin hari, Kris semakin merasa kesal. Atau lebih tepatnya ia merasa cemburu. Sudah berhari-hari ia tidak bisa mendekati Tao, itu karena Sehun. Kris baru sadar bahwa Sehun merupakan saingannya yang sangat sulit ia lawan.
Kemudian Kris kembali mengingat kejadian di sekolah kemarin. Kejadian ini yang membuat Kris semakin ingin menyingkirkan Sehun.
=FLASHBACK=
Hari ini hujan turun. Padahal sebelumnya, saat pagi cuaca terlihat cerah, tapi cerah untuk sementara. Ketika seluruh siswa akan pulang sekolah, tiba-tiba hujan turun sangat deras.
Kris berjalan di koridor dengan santai. Tentu saja Kris merasa tenang karena ia membawa payung. Pagi ini, sebelum berangkat sekolah ia melihat ramalan cuaca yang mengatakan bahwa hari ini akan turun hujan. Dan benar saja, hujan turun begitu deras.
Kris membuka payungnya lalu ia berjalan untuk pulang ke rumahnya. Tapi ia hanya sendiri. Ya, Kris memilih untuk pulang sendirian dari pada harus melihat kedekatan Tao dan Sehun. Bukan berarti Kris mengalah untuk Sehun, hanya saja ia belum menemukan cara yang sempurna untuk membuatnya dekat dengan Tao lagi.
Tiba-tiba Kris menghentikan langkahnya. Beberapa meter di hadapannya seorang namja berambut hitam sedang berteduh di sebuah halte bus dekat sekolah. Beberapa kali namja itu menengadahkan kepalanya dan seperti berharap agar hujan segera berhenti.
Kris tersenyum. Perlahan ia mendekati Tao. Namun baru beberapa langkah Kris berjalan, seorang namja berambut pirang muncul dan menghampiri Tao. Namja yang Kris ketahui sebagai Sehun itu membawa sebuah payung di tangannya.
Kris dapat melihat dari kejauhan, Sehun mengajak Tao untuk pulang bersama. Dan dianggukki oleh Tao. Mereka berdua kemudian pergi bersama.
Perasaan Kris sangat hancur. Ia kalah cepat dari Sehun.
=END OF FLASHBACK=
Kris menggelengkan kepalanya, mencoba untuk melupakan kejadian itu. Tapi tetap itu saja sulit.
.
.
"Yeay! Akhirnya tugas ini selesai juga!" Tao bersorak riang mengetahui tugas matematikanya sudah selesai.
"Ternyata lebih mudah kalau dhkerjakan bersama ya Tao?" ucap Sehun sambil menutup bukunya.
"Ne. Kalau ada tugas lagi, ayo kita kerjakan bersama!"
"Tentu saja Tao!" Sehun tersenyum dan menunjukkan dua jempolnya.
'DRRTT DRRTT'
Ponsel Sehun bergetar, seseorang meneleponnya. Saat Sehun melihat layar ponselnya, ia tersenyum cerah sebelum akhirnya ia menjawab telepon itu.
"LUHAN HYUNG! Neomu bogoshipeo!" Teriak Sehun.
"Nado bogoshipeo Sehuna~" jawab seorang namja yang Sehun sebut sebagai Luhan.
Tao yang memperhatikan Sehun menaikkan alisnya sebelah. Sehun tampaknya bahagia sekali saat menjawab telepon dari seseorang bernama Luhan. Tapi, siapa Luhan?
"Janji ne, setelah lulus, datanglah ke Seoul."
"Ne, aku janji! Sudah dulu ne Sehuna, banyak tugas yang belum ku selesaikan."
"Kenapa cepat sekali hyung? Aku masih merindukanmu!" rengek Sehun. Tao tertawa. Lama-lama Tao memperhatikan Sehun, ternyata lucu juga di situasinya saat ini.
"Luhan hyung?"
"Hmm?"
"Ppoppo..."
"Ish, kau ini Sehun! Aku tidak mau! Itu memalukan!" tolak Luhan.
"Ayolah hyung... Disini tidak ada siapapun.." ucap Sehun sambil melirik ke arah Tao. Tao hanya memiringkan kepalanya tidak mengerti.
"Ne, arasseo! Muach! Kau puas?"
"Kekeke.. Saranghae Luhan hyung! Muach!" balas Sehun.
"Nado saranghaeyo Sehuna! Annyeong!"
"Annyeong hyung!"
Sehun mengakhiri sambungan teleponnya lalu menatap Tao.
"Kyaaa! Luhan hyung!" Sehun berputar-putar kegirangan di sekitar kamar Tao.
"Luhan itu siapa?" tanya Tao yang masih duduk di depan meja belajarnya. Mendengar pertanyaan Tao, wajah Sehun berubah merah.
"Dia... Namjachingu ku," jawab Sehun pelan sambil menundukkan kepalanya.
"Namjachingu?" Tao terlihat cukup terkejut.
"Ne. Luhan hyung bersekolah di Gwangju. Dulu aku pun begitu sebelum akhirnya pindah ke Seoul," kali ini wajah Sehun menyiratkan sebuah kesedihan. Kemudian ia kembali duduk di kursi yang ada di samping Tao.
Tao mengelus punggung Sehun untuk menenangkannya. Pasti sangat sedih sekali jika harus meninggalkan orang yang paling kita sayangi.
"Tapi setelah lulus, Luhan hyung akan melanjutkan ke universitas di Seoul. Itu berarti, aku akan bertemu dengannya Tao! Yeah!" Sehun kembali memasang wajah ceria penuh semangat.
Tao tertawa kecil melihat tingkah Sehun yang berubah-ubah saat membicarakan namja bernama Luhan. Tadi ceria, tiba-tiba berubah sedih dan akhirnya ceria kembali. Kemudian Sehun melihat ke arah jam dinding di kamar Tao. Ia langsung terkejut karena tidak terasa, sudah sekitar 3 jam ia berada di rumah Tao.
"Tao, sudah dulu ne? Aku baru sadar ini sudah pukul 9 malam. Sampai jumpa besok Tao!" Sehun bergegas keluar dari kamar Tao.
"Ne... sampai jumpa besok Sehun!" jawab Tao.
Setelah Sehun berpamitan, Tao duduk di tepi tempat tidurnya. Mengambil boneka pandanya dan menatapnya.
"Ya, Xiongmao (panda)!" Tao berbicara dengan boneka pandanya.
"Kau tahu kenapa aku jarang melihat Kris ge akhir-akhir ini?" Tao menatap boneka pandanya yang hanya bisa tersenyum. Tao kemudian mencubit cubit Xiongmao gemas.
"..."
"Kenapa tidak jawab Xiongmao!" Tao mulai meninju-ninju wajah Xiongmao.
"..."
"Ah, tentu saja kau tidak akan menjawabnya. Kau ini kan hanya boneka..." gumam Tao sebelum akhirnya ia memeluk Xiongmao lalu tidur di tempat tidurnya.
.
.
Keesokan harinya...
Kris berjalan menuju ruang kelas Tao dengan langkah cepat. Bel istirahat sudah berbunyi beberapa menit yang lalu dan Kris segera berlari menuju kelas Tao. Kris tidak memiliki rencana apapun. Ia hanya ingin menemui Tao setelah beberapa hari ia hanya bisa melihat Tao dari jauh... bersama Sehun.
Ketika Kris berdiri tepat di depan kelas Tao, ia melihat Tao, Sehun dan Kai sedang duduk berdekatan. Mengetahui hal itu, Kris segera bersembunyi di balik pintu kelas. Mereka tampak melihat sesuatu di ponsel yang dipegang oleh Sehun. Sesekali mereka tertawa saat melihat sesuatu yang entah itu apa Kris tidak tahu. Tiba-tiba munculah sebuah ide di kepala Kris. Kris mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Kai.
To: Kkamjong Kai
Ajak Sehun pergi saat aku mendekati Tao. Arasseo?!
Pesan sudah terkirim dan sekarang hanya tinggal memastikan Kai membaca pesan itu dan kemudian Kris bisa masuk ke dalam kelas Tao.
.
.
"Lalu ini aku dan Luhan hyung piknik di taman saat musim semi. Bunga sakura sedang bermekaran, jadi kami memutuskan untuk pergi piknik," Sehun menunjukkan fotonya bersama Luhan di ponselnya.
"Sepertinya aku harus mengajak Kyungsoo hyung piknik seperti itu juga. Aku ini kan namja yang romantis!" ucap Kai. Tao dan Sehun tertawa mendengarnya.
Tapi kemudian, Kai merasakan ponselnya bergetar. Ia mengambil ponsel di saku baju seragamnya. 'Kris hyung?' gumam Kai sangat pelan saat melihat siapa yang mengirim pesan itu. Dan saat Kai membukanya, ia mengernyitkan dahinya. Tapi Kai sangat mengerti maksud Kris.
Kai memandang keluar kelas dan menyadari keberadaan Kris di balik pintu karena memang Kris sedang menunjukkan sebelah wajahnya dan menatap langsung padanya. Kai mengangguk. Memberikan isyarat agar Kris memulai rencananya.
Kris pun masuk dan dengan cepat dudud di kursi kosong tepat di depan Tao. Tao dan Sehun tampak terkejut saat melihat Kris yang tiba-tiba muncul di depan mereka. Tapi Kris hanya menatap Kai tajam, bermaksud agar Kai membawa Sehun pergi.
"Tao, a-aku dan Sehun akan pergi dulu sebentar. Nanti kami akan balik lagi." Kai segera berdiri dan menarik tangan Sehun.
"Kenapa aku harus ikut denganmu Kai?" tanya Sehun bingung.
"Sudah ikut saja!" bisik Kai di telinga Sehun.
"Memangnya mau kemana Kai?" tanya Tao masih di tempat duduknya.
"Eung.. I-itu.. Kami akan pergi membeli ice cream!" jawab Kai asal. Kris menepuk dahinya sendiri. Kenapa Kai harus membuat alasan seperti itu? Ice Cream... Tao sangat suka ice cream!
"Ice cream! Aku mau ikut!"
"JANGAN!" teriak Kai.
"Memangnya kenapa Kai?" Tao mem-pout-kan bibirnya. Ia merasa sangat kecewa.
"I-itu karena..." Kai tidak tahu harus menjawab apa. Ia sudah kehabisan kata-kata.
"Tao, mianhae!" ucap Kai pada akhirnya. Kemudian ia berlari dan tidak lupa untuk menarik tangan Sehun dan membawanya ke suatu tempat.
.
.
Tao kembali duduk di tempatnya dengan lemas. Kai dan Sehun bersikap sangat aneh tadi. Tapi memangnya kenapa? Tao tidak mengerti. Kris segera berpindah tempa duduk disebelah kanan Tao lalu merangkul pundaknya.
"Kau kenapa Tao? Kau kesal?" Kris berpura-pura tidak mengetahui perasaan Tao.
"Tentu saja Tao kesal ge! Tao kan juga mau ice cream..." jawab Tao dengan suara lirih.
"Nanti aku yang akan mentraktirmu ice cream, ok?"
"Jinjja? Tapi.. Ah, paling Kris ge tidak membawa uang lagi seperti waktu itu..."
Sebuah kalimat yang membuat Kris tidak bisa berkata apa pun. Kris memandang ke seisi ruangan kelas Tao, memastikan tidak ada yang mendengar kata-kata Tao barusan. Karena jika orang lain yang mendengarkan, itu akan jadi sangat memalukan. Untungnya saja, semua siswa yang ada di kelas Tao sibuk dengan urusannya masing-masing. Kris bisa bernapas lega.
"Aku tidak akan seperti itu lagi Tao! Tapi, bisa kau rahasiakan tentang kejadian di cafe itu Tao?" ucap Kris sambil berbisik.
"Tapi Kai sudah tahu ceritanya," jawab Tao jujur.
Sekali lagi Kris diam terpaku. Kai tahu kejadian di cafe itu! Bagaimana jika Kai menyebarkan hal itu? Oh, No! Ingin sekali rasanya Kris berlari menuju rumahnya, masuk ke dalam kamarnya, bersembunyi di bawah tempat tidurnya dan tidak pernah muncul kembali.
.
.
"Kita mau kemana?" Sehun sudah mulai terengah-engah karena Kai terus saja menuntunnya untuk berlari. Tapi kemana tujuan mereka sebenarnya?
"Ah, sudahlah kita ke kantin saja. Aku juga sudah capek!" jawab Kai.
"Kenapa tidak dari tadi saja kita kesini? Kenapa kita harus mengelilingi seisi sekolah?!" protes Sehun.
"Mianhae. Itu karena aku juga tidak tahu harus kemana."
"Huh, sudahlah. Aku ingin membeli minum dulu. Ahjumma, aku pesan chocolate milkshake satu!"
"Hey, aku juga mau!"
.
.
Setelah mendapatkan pesanan mereka dan membayarnya, Sehun dan Kai memutuskan untuk duduk-duduk sejenak di kantin. Keduanya terus saja mengipas-ngipasi diri mereka dengan tangan. Mereka merasa lelah setelah tadi berlari mengelilingi sekolah.
"Yo! Kai!" seorang namja memanggil Kai dari belakang. Kai menoleh lalu tersenyum.
"Chanyeol hyung! Baekhyun hyung!" sapa Kai.
Chanyeol dan Baekhyun kemudian duduk bersama Kai dan juga Sehun. Sehun memandang datar saat melihat dua orang namja yang Kai sebut sebagai Baekhyun dan Chanyeol. Tentu saja itu karena Sehun belum mengenal mereka.
"Oh, jadi dia murid pindahan itu. Siapa namanya?" tanya Baekhyun pada Kai.
"Haha.. Aku lupa kalau kalian belum saling kenal. Hyungdeul, ini Sehun. Sehun, ini Baekhyun hyung dan Chanyeol hyung," ucap Kai.
"Annyeonghaseyo sunbaenim. Oh Sehun imnida. Bangabseumnida." Sehun segera bangun dari duduknya dan memperkenalkan diri dengan formal. Baekhyun dan Chanyeol justru tertawa melihatnya.
"Tidak perlu terlalu formal begitu. Panggil saja kami hyung," jawab Chanyeol dengan masih sedikit tertawa.
"Ne, hyung," balas Sehun kemudian duduk kembali di tempatnya dan meminum chocolate milkshake nya lagi.
"Kelihatannya kalian sedang lelah sekali. Hari ini ada pelajaran olah raga?" tanya Baekhyun setelah melihat Kai dan Sehun berkeringat cukup banyak.
Kai berdiri dan merangkul Baekhyun dan Chanyeol sehingga mereka membentuk lingkaran. Namun tidak dengan Sehun. Sehun menggembungkan pipinya, ia merasa ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh tiga namja dihadapannya.
"Eung... ini karena Sehun," ucap Kai dengan sangat pelan, takut Sehun akan mendengarnya.
"Memang kenapa dengannya?" tanya Chanyeol dengan raut wajah bingung.
"Sejak Sehun pindah ke sekolah ini, Kris hyung jadi sulit untuk mendekati Tao. Itu karena Sehun selalu bersama Tao. Jadi, tadi Kris hyung mengirim pesan padaku untuk membawa Sehun kemana saja agar dia bisa mendekai Tao," Kai menjelaskan.
"Ooh.." ucap Baekhyun dan Chanyeol bersamaan. Mereka bertiga kembali duduk di tempatnya masing-masing.
"Jadi ini karena 'dia' cemburu? Hahaha..."
"Ne, Chanyeol hyung. Tapi ini membuatku kerepotan!" Kai mengacak-acak rambutnya sendiri.
"Sehun-ah, sepertinya kau harus berhati-hati dengan Kris hyung," ucap Baekhyun memperingati Sehun.
"Ne, hyung. Sejak pertama kali melihat Kris hyung, sepertinya dia langsung tidak menyukaiku. Tapi, memangnya kenapa hyung?" tanya Sehun penasaran.
Kai, Baekhyun dan Chanyeol saling melempar pandangan. 'Haruskah Sehun diberitahu mengapa Kris hyung tidak menyukainya?' itulah yang sedang mereka pikirkan saat ini. Kemudian Kai menggelengkan kepalanya, mengisyaratkan pada Baekhyun dan Chanyeol agar tidak mengatakannya, dan mereka berdua mengangguk.
"Eung... pokoknya kau harus berhati-hati dengan Kris hyung, Sehun! Arasseo?" ucap Kai.
Sehun tidak mengerti. Sepertinya banyak hal yang disembunyikan Kai, dan dua orang namja yang baru dikenalnya ini. Tapi meskipun bingung, Sehun tidak mau ambil pusing. Dan ia pun mengangguk.
"Ne, aku akan berhati-hati dengan Kris hyung."
.
.
Jam istirahat masih berlangsung. Kris masih berada di kelas Tao dan mengobrol tentang berbagai hal dengan panda kesayangannya.
"Jadi, kapan kita akan ke cafe Bubble Tea Kris ge?"
"Bagaimana kalau hari Sabtu minggu ini sepulang sekolah?"
"Ok, gege! Tao juga ingin mengajak Sehun!" jawab Tao riang.
"Kenapa kau ingin mengajaknya Tao?" Kris memandang Tao sambil mengeryitkan dahinya. Ia tidak setuju dengan apa yang dikatakan Tao.
"Karena Sehun suka Bubble Tea!" balas Tao singkat.
"Tao, bisakah kau tidak dekat-dekat dengan Sehun?" ucap Kris dengan nada serius.
"Memangnya kenapa ge?"
"Aku.. Aku tidak suka dengannya," balas Kris. Ia memalingkan pandangannya dari hadapan Tao.
"Kenapa Kris ge tidak suka dengan Sehun? Sehun orang yang baik."
"Bukan itu maksudku! Meskipun aku jelaskan, kau tidak akan mengerti Tao! Argh, sudahlah!"
Kris bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan Tao. Ia keluar dari kelas Tao tanpa ragu. Kris tidak suka saat Tao menyebut nama Sehun. Dan Kris juga tidak suka ketika Tao terus mengingat Sehun. Tapi ada satu cara di benaknya yang sudah dipikirkannya. Satu cara terakhir yang akan dicobanya.
.
.
Tao terdiam. Kris baru saja membentaknya. Air mata pun muncul di pelupuk matanya. Tao tidak mengerti kenapa Kris membentaknya. Tao juga tidak mengerti mengapa Kris tidak menyukai Sehun.
Sehun adalah temannya. Sehun adalah orang yang baik. Dan tadi, Kris menyuruhnya agar tidak dekat-dekat dengan Sehun. Tao sungguh tidak mengerti mengapa Kris berkata seperti itu.
Beberapa menit kemudian, Kai dan Sehun kembali ke kelas mereka dan menyadari bahwa Kris sudah tidak ada disana. Namun, mereka menemukan Tao melipat tangannya di meja sambil menyembunyikan wajahnya. Kai dan Sehun mengernyitkan dahinya. Kenapa dengan Tao? Apa dia sedang tidur? Tapi Kai tahu pasti tentang Tao. Ia bukan tipe orang yang suka tidur di kelas meskipun saat sedang istirahat.
"Tao.." Kai mengguncang pundak Tao dengan pelan. Ingin memastikan Tao baik-baik saja. Tao pun menatap Kai dan Sehun yang berdiri disampingnya. Kedua namja yang melihat kondisi Tao begitu terkejut. Tao sedang menangis. Kedua matanya sembab dan di pipinya basah karena air mata.
"Aigo! Kenapa kau menangis Tao?" Sehun duduk di samping Tao dan merangkul pundaknya.
"Hwaaa! Kris ge! Kris ge!" tangisan Tao semakin keras. Seisi kelas memandang aneh kearahnya, tapi ia tidak peduli.
"Sshh.. Tao, berhentilah menangis.." bujuk Kai. Tao pun menurut dan mencoba menghentikan tangisannya, tapi ia masih sesenggukan.
"Nah, karena kau sudah lebih tenang, mau membicarakan apa yang terjadi Tao?" ucap Sehun. Dan Tao mengangguk.
"Kris ge.. hiks.. membentakku. Hiks.. Dia bilang, aku.. hiks.. tidak boleh dekat-dekat.. hiks.. denganmu Sehun." Tao menjelaskan dengan suara serak dan sesenggukkan.
"Mwo? Memangnya kenapa denganku? Dan.. Bagaimana bisa-" Sehun menghentikan kata-katanya. Ia ingat yang dikatakan Kai agar lebih berhati-hati dengan Kris. Dan sekarang, ia baru saja mendengar bahwa Tao tidak boleh berdekat-dekatan dengannya.
"Kai, kau bilang aku harus berhati-hati dengan Kris hyung kan?"
"Umm.. Benarkah? M-mungkin?" Kai menjawab dengan ragu. Sebenarnya Kai ingin mengatakan alasan kenapa Kris tidak menyukai Sehun. Hanya saja, Kai tidak enak untuk mengatakannya, karena ini juga bukan sepenuhnya salah Sehun. Kris hanya salah paham. Kris tidak tahu kalau sebenarnya Sehun sudah memiliki namjachingu.
"Tapi aku mendengar jelas kau mengatakan itu Kai. Atau mungkin... Oh! Kris hyung menyukaimu!" tebak Sehun dan menunjuk pada Tao. Tao mengusap air matanya.
"Mmm.. Kris ge memang mengatakan hal itu berkali-kali," jawab Tao.
"Kris hyung sudah menyatakan cinta pada Tao berkali-kali. Tapi karena Tao terlalu polos, Kris selalu gagal. Dan sekarang kau muncul, Kris hyung mengira bahwa kau adalah saingannya," bisik Kai pada Sehun. Akhirnya Kai mengatakan hal itu.
"Ah.. Jadi maksudmu Kris hyung cemburu? Karena aku?" Kai menganggukkan kepalanya.
"Haha.. Lucu sekali. Ok.. Aku akan berhati-hati dengan Kris hyung, meskipun sebenarnya ini hanya salah paham."
Tao hanya menatap kedua temannya penuh kebingungan. Tao tidak bisa mendengar apa yang dibisikkan Kai pada Sehun. Tao juga tidak mengerti dengan apa yang dimaksud Sehun dengan berhati-hati pada Kris. Kedua temannya ini penuh dengan rahasia.
.
.
Kris mengitari seisi sekolah. Ia belum menemukan orang yang dicarinya. Tidak ada di kelas, tidak ada di kantin, bahkan di setiap koridor. Tapi Kris bukan orang yang dengan begitu saja menyerah. Kris akan mencari orang itu. Sampai akhirnya ia melewati perpustakaan dan melihat seseorang yang dicarinya. Orang itu adalah Lay. Tapi Lay tidak sedang sendirian. Ia terlihat sedang membahas sesuatu dengan Kim Junmyeon atau biasa dipanggil dengan Suho, sang ketua OSIS sekolah ini.
Kris masuk ke dalam perpustakaan dan menghampiri Lay. Dan Lay sadar dengan kehadiran Kris.
"Kris ge?"
"Suho-ssi, bisa aku pinjam Lay sebentar? Aku ingin bicara dengannya," ucap Kris pada Suho.
"Oh, ya. Tentu saja," jawab Suho dengan angelic smile nya.
Dan setelah itu, Kris pun menarik tangan Lay keluar dari perpustakaan.
"Ya, Wu Yi Fan! Kau pikir aku ini barang yang bisa kau pinjam? Dan kenapa kau menarikku seperti it-"
"Kau tahu kan, aku bukan orang yang suka memohon. Tapi aku harus melakukan ini." Kris memotong kata-kata Lay. Kris berbicara dengan nada serius.
Lay merasa bingung dengan apa yang Kris katakan. Memang Kris bukanlah orang yang suka memohon atau pun berkata 'tolong.' Tapi memangnya Kris akan memohon untuk apa?
"Zhang Yi Xing, tolong bantu aku."
.
.
TBC
