Chapter 8 Update. Mianhae chingudeul, hampir sebulan belum bisa update dan sekarang baru sempet. Jeongmal mianhae .

Next chapter is the last chapter...

Happy reading ^^

.

.

Chapter 8

"Zhang Yi Xing, tolong bantu aku."

"Memangnya apa yang bisa kubantu ge?" tanya Lay penasaran karena Kris tidak biasanya bersikap seperti ini.

"Jadilah namjachingu ku," ucap Kris to the point.

"MWO?! Apa kau sudah gila ge?" Lay menatap Kris tidak percaya. Bukankah Kris selama ini terus-terusan mengincar Tao?

"Hanya sementara, tidak ada yang serius. Ayolah... Kumohon bantu aku.." Kris menatap Lay dengan wajah memelas. Melihat Kris seperti ini, Lay merasa tidak tega.

"Tapi... aku dan Suho hyung..."

"Mwo? Jangan bilang dia namjachingu mu?"

"Dia namjachigu ku ge..."

"Bagaimana kaluan bisa... kau tidak pernah bilang padaku?"

"Ini kan urusanku. Kenapa kau mau ikut campur ge?" Lay menyilangkan kedua tangannya di dada.

"Baiklah kalau begitu, aku akan bicara padanya."

Kris kembali masuk ke dalam perpustakaan dengan Lay yang mengikutinya dari belakang. Kris kemudian duduk dan menatap Suho yang sedang fokus dengan buku yang dibacanya. Suho yang menyadari itu pun menatap ke arah Kris yang duduk tepat di depannya.

"Suho-ssi. Bolehkah aku meminjam namjachingu mu?" ucap Kris tanpa basa-basi membuat shock Suho yang mendengarnya.

"T-tunggu.. aku tidak mengerti maksudmu," jawab Suho sambil mengernyitkan dahinya. Kris menghela napas panjang.

"Baeklah, aku akan menjelaskannya padamu," Kris pun akhirnya menjelaskan semuanya pada Suho. Dan Suho pun mulai mengerti maksud Kris.

"Jadi, tolong bantu aku Suho-ssi...

"Umm... baiklah, tapi... tidak boleh ada ppoppo."

"Ne, arasseo."

"Tidak boleh ada pelukan."

"Ne."

"Dan kalian melakukan acting ini hanya untuk tiga hari. Bagaimana?" tawar Suho. Kris menggigit bibir bawahnya. Apakah dia bisa membuat Tao cemburu hanya dengan tiga hari? Tapi, ia tetap harus melakukannya.

"Bagaimana kalau satu minggu?" Kris kembali menawar. Lay yang melihat namjachigu dan sahabatnya seperti itu hanya bisa menatap mereka dengan muka masam. Ia merasa seperti barang dagangan yang seang dijual.

"Aniyo," Suho menjawab dengan singkat dan menyilangkan kedua tangannya.

"Eung... lima hari? Kumohon Suho-ssi!"

"Baiklah, lima hari. Tidak lebih dari itu," jawab Suho sambil menghela napas. Ia memang tidak tega melihat seseorang yang meminta bantuan padanya. Terlebil lagi orang yang meminta bantuan adalah sahabat dari namjachingu nya. Tidak heran kenapa ia dijuluki sebagai 'Angel' di sekolah ini karena sifatnya yang sagat bai, ramah, dan suka menolong banyak orang.

"Gamsahamnida Suho-ssi," ucap Kris tersenyum senang.

"Ya! Suho hyung! Kenapa kau menyetujuinya?!" teriak Lay sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.

.

.

"Hey chagi~ Kau sudah siap?"

Lay yang baru saja keluar dari rumahnya terkejut dengan Kris yang tiba-tiba berdiri di depan rumahnya. Kris tidak bilang bahwa ia akan menjemput Lay untuk berangkat sekolah bersama. Lay menghampiri Kris dengan wajah cemberut. Sebenarnya ia tidak suka dengan rencana ini. Tapi karena Kris adalah sahabatnya, ia tidak bisa menolak hal itu.

"Jangan panggil aku seperti itu! Itu menjijikan!" protes Lay sambil menatap Kris.

"Aniyo! Mulai sekarang, panggil aku chagi dan aku akan memanggilmu chagi juga. Ok?"

Lay hanya menggembungkan pipinya sebagai tanda ia tidak menyukai hal itu.

"Kenapa kau tidak jawab chagi?" tanya Kris lagi yang membuat Lay semakin kesal.

"Ne, arasseo chagi! Cuih!"

"Haha.. Ayo kita berangkat!" ajak Kris lalu menggandeng tangan Lay. Tapi kemudian Lay melepas genggaman tangan Kris.

"Kenapa kita harus bergandengan tangan segala?"

"Bukankah sepasang kekasih sering melakukan hal itu?" jawab Kris dengan senyuman.

Lay tidak berkata apapun dan hanya menuruti kata-kata Kris. Ia tidak menyangka bahwa Kris akan mendalami perannya seserius ini. Lay tahu bahwa Kris adalah orang yang akan berusaha keras untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Tapi Lay tidak pernah berpikir bahwa ia akan berpacaran dengan Kris, baik itu sungguhan atau pun hanya untuk kebohongan. Ia hanya menganggap Kris sebagai sahabatnya.

.

.

Pemandangan berbeda tentu saja terlihat di sekolah pagi ini. Kris dan Lay berjalan bersama sambil bergandengan tangan. Para yeoja dan bahkan namja terkejut melihatnya. Mereka saling berbisik-bisik karena berpikir bahwa rumor yang mengatakan Kris adalah namjachingu Lay memang benar.

Kris terus saja menebarkan senyum, sedangkan Lay memilih untuk menundukkan kepalanya. Terlalu malu untuk melihat reaksi yang diterimanya pagi ini.

Kai sedang berjalan di koridor ketika matanya melihat sesuatu yang dipikirnya aneh. Kai berjalan semakin cepat dan ingin memastikan apa yang dilihatnya.

"Kris hyung?" Kai yang berdiri di belakang Kris menepuk pundak Kris. Kris pun menoleh lalu menatap Kai. Begitu juga dengan namja di samping Kris.

"Eoh? Hey Kai!" sapa Kris.

"Lay hyung?" ucap Kai pelan dan membelalakkan matanya.

"Hyung, umm.. Sepertinya ada yang salah denganmu hari ini," ucap Kai. Karena yang ia tahu, Kris sangat menyukai sahabatnya. Tapi apakah karena selalu gagal mendapatkan hati Tao, Kris pun akhirnya move on?

"Aku rasa tidak ada yang salah denganku. Oh, aku lupa mengatakan padamu bahwa sekarang Lay adalah namjachingu ku."

"MWO?!" Kai begitu terkejut.

Tanpa mengatakan apa pun, ia segera berlari menuju kelasnya, berharap Tao sudah tiba disana.

Melihat Kai yang sudah pergi dari hadapannya, Kris menatap Lay dengan seringaiannya yang dibalas dengan tatapan malas dari Lay.

"Benarkan? Ini berhasil! Bahkan Kai saja percaya!" ucap Kris lalu kembali menggandeng tangan Lay.

"Gezz.. Aku membencimu Wu Yi Fan!" balas Lay. Mereka pun akhirnya pergi menuju kelas.

.

.

Kai sampai di depan kelasnya, namun saat ia masuk, Tao tidak terlihat berada disana. Sedikit kecewa, Kai pun duduk di tempatnya. Ia masih sulit percaya dengan apa yang dilihatnya tadi. Kris berpacaran dengan Lay?

"Jadi rumor itu benar? Tapi... Untuk apa Kris hyung mengejar-ngejar Tao?" gumam Kai.

Beberapa menit kemudian, Tao datang bersama Sehun.

"TAAOOO!" teriak Kai saat melihat kedatangan Tao. Tao menatap Kai dengan penuh tanya padahal biasanya ia yang sering berteriak pada Kai, tapi sekarang malah Kai yang berteriak padanya.

"Waeyo Kai?" Tao menghampiri Kai, begitu juga dengan Sehun.

"Kalian sudah lihat apa yang terjadi pagi ini?" Tao dan Sehun menggelengkan kepala bersamaan. Kai menghela napas.

"Kris hyung dan Lay hyung berpacaran!"

Tak ada respon setelah Kai mengatakan hal itu. Tao dan Sehun hanya diam tidak mengatakan apa pun. Kai merasa bingung. Kenapa mereka tidak terkejut? Terutama Tao.

"Kenapa kalian tidak terkejut?" tanya Kai bingung.

"Lay hyung itu siapa?" tanya Tao sambil memiringkan sedikit kepalanya.

"Ah, aku juga ingin menanyakan itu!" tambah Sehun.

"Tao, kau ingat saat kau menghindari Kris hyung dikantin? Dia bersama seorang namja kan? Namja itu adalah Lay hyung." jelas Kai.

"Oh, ne! Aku ingat!" jawab Tao. Sedangkan Sehun hanya memperhatikan percakapan antara Kai dan Tao karena memang ia belum mengenal namja yang dimaksud kedua temannya ini.

"Kenapa kau masih tidak terkejut Tao? Kau tidak cemburu?" Kai semakin frustasi mendengar jawaban dari Tao. Sampai ia pun merasa bingung kenapa ia yang merasakan hal itu, seharusnya Tao yang merasakannya.

"Cemburu itu apa Kai?" tanya Tao dengan polosnya.

"MWO?!" teriak Kai tidak percaya. Akhirnya ia pun merasakan apa yang dirasakan Kris karena kepolosan Tao. Kai meletakkan kepalanya di atas meja. Ia sudah lelah untuk menjelaskannya pada Tao yang tetap saja tidak bisa mengerti.

Sehun yang melihatnya hanya tertawa. Ia baru mengetahui betapa polosnya Tao hingga tidak mengerti cemburu itu apa.

.

.

Jam istirahat sedang berlangsung. Tao sedang berjalan menuju lokernya untuk mengambil beberapa buku. Ketika sampai, ia membuka lokernya dan mengambil beberapa buku yang dibutuhkannya.

"Hey, Tao!"

Tao terdiam ketika seorang namja memanggilnya. Ia mengenal betul suara itu. Tao pun membalikkan badannya. Dan benar saja, seorang namja tinggi berambut pirang sekarang ada di depannya. Tapi ia tidak sendirian. Kris sedang merangkul seorang namja berlesung pipi yang tidak terlalu tinggi.

"Kris ge?"

"Tao, aku ingin mengenalkan seseorang padamu. Ini Zhang Yi Xing atau yang sering dipanggil Lay, namjachingu ku."

"Oh! Annyeonghaseyo Lay ge. Bangabseumnida."

Tidak sesuai dengan perkiraan Kris, Tao malah memperkenalkan dirinya pada Lay dengan wajah ceria. Tidak nampak ada sedikit pun rasa cemburu di wajah Tao. Apakah rencana yang satu ini juga akan gagal?

"Bangabseumnida Tao..." jawab Lay canggung. Ia juga tidak percaya jika respon Tao akan seperti ini.

""Kris ge, Lay ge, Tao mau ke kelas dulu,ne? Annyeong!" setelah itu Tao pergi dari hadapan kris dan Lay yang sedang terdiam dengan mulut terbuka. Mereka kemudian saling menatap.

"Jadi karena itu kau sampai susah payah membuat berbagai rencana ge?" tanya Lay.

"Sekarang kau mengerti kan? Tao memang sangat polos..." jawab Kris kemudian menghela napas.

Hingga di keesokan harinya, Kris berusaha lebih keras, begitu juga dengan Lay meskipun ia tidak menyukai yang dia lakukan saat ini. Mereka terus saja berjalan bersama kemana pun mereka pergi, berharap agar Tao melihat mereka dan pada akhirnya Tao merasa cemburu.

Dan ketika mereka tidak sedang menyadari keberadaan Tao, namja penyuka panda itu tidak sengaja melewati kelas Kris dan Lay. Ia melirik dari luar kelas yang pintunya sedang terbuka itu. Tao dapat melihat Kris yang sedang mengobrol bersama Lay dan mereka saling tertawa. Entah mengapa ada rasa tidak suka dalam diri Tao saat melihat hal itu.

Tao terus terdiam di luar kelas Kris dan Lay, memperhatikan mereka. Tiba-tiba Tao melihat Kris yang sedang mengacak-acak rambut Lay, mengingatkannya dengan kejadian saat ia dan Kris pertama kali pergi bersama dan Kris mengelus rambut Tao di depan rumahnya. Tao menggigit bibir bawahnya, dan kemudian berlari menuju kelasnya.

Tao masuk ke dalam kelasnya dengan tergesa-gesa. Ia duduk di tempatnya dengan kepala tertunduk. Tak lama setelah itu, Kai dan Sehun pun masuk ke dalam kelas lalu duduk di kursi dekat Tao. Mereka masih belum sadar dengan keadaan Tao sampai akhirnya mereka melihat Tao yang terus menundukkan kepalanya.

"Tao, gwaenchanhayo?" tanya Sehun sambil memegang pundak Tao. Tao mengangkat sedikit kepalanya, menatap datar ke arah Sehun dan Kai. Tapi kemudian, Tao kembali menundukkan kepalanya.

"Ya! Kau ini kenapa Tao?! Katakanlah sesuatu!" kini Kai mulai merasa khawatir.

"K-Kris ge..."

"Aah.. Kau bertemu dengan mereka?" tebak Kai. Tao menganggukkan kepalanya.

"Tapi kenapa wajahmu murung begitu Tao?"

"Aku tidak sengaja melewati kelasnya Kris ge, dan aku melihat Kris ge dan Lay ge. Mereka kelihatan sangat dekat. Tapi aku tidak tahu kenapa... Hanya saja, aku tidak suka melihatnya..." Tao menjelaskan dengan suara pelan, namun masih dapat terdengar jelas oleh Kai dan Sehun.

"Itu yang namanya cemburu Tao," ucap Kai.

"Eoh? Cemburu?" Kai dan Sehun menganggukkan kepalanya bersamaan.

"Itu artinya kau menyukai Kris hyung, Tao." tambah Sehun.

"Aku menyukai Kris ge?"

"Ne! Jadi sekarang, katakan kalau kau juga menyukainya Tao!"

"Tapi Kai, sayangnya Kris hyung sudah punya namjachingu sekarang!"

"Ah, kau benar Sehun. Aku lupa tentang hal itu.."

Tao kembali menundukkan kepalanya setelah mendengar percakapan kedua temannya. Ya, Kris sudah memiliki namjachingu sekarang. Terlalu terlambat jika Tao menjawab pernyataan cinta yang pernah Kris katakan.

.

.

Tao dan Sehun berjalan bersama di koridor setelah bel pulang sekolah berbunyi. Wajah Tao masih murung, sama seperti saat jam istirahat tadi. Sehun tidak tahu harus melakukan apa untuk membuat Tao kembali ceria.

"Tao, sudahlah... Jangan pikirkan hal itu lagi, ne?"

Sehun mencoba menghibur Tao. Tapi sepertinya itu gagal, karena Tao tetap saja terdiam dan menundukkan kepalanya. Sehun menghela napas, tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Ia tidak suka jika suasana terasa canggung seperti ini.

"Hah? Ada Kris hyung! Ups..." Sehun membungkam mulutnya setelah menyadari apa yang dikatakannya. Ia melirik ke arah Tao, dan Tao pun akhirnya mendongakkan kepalanya, menatap kris dari kejauhan. Kris terlihat sedang menunggu seseorang.

"Kris ge!" sapa seorang namja bernama Lay yang melambaikan tangannya dan berlari menghampiri Kris. Kris terlihat gembira saat Lay datang menghampirinya.

Kemudian Kris merangkulkan tangannya di pundak Lay dan tiba-tiba saja ia membisikkan sesuatu pada namja di sampingnya itu. Entah apa yang Kris bisikkan pada Lay, tapi setelah itu Lay hanya mengangguk sambil tersenyum. Dan mereka pun berjalan pergi sambil bergandengan tangan.

Tao melihat semua itu. Ia merasa tidak suka. Sangat tidak suka melihat Kris yang terus saja bersama Lay. Tapi Tao tidak bisa melakukan apa pun, karena memang ia bukan siapa-siapa untuk Kris.

*Kris POV*

Aku sedang menunggu Lay. Kami akan pulang bersama. Ia bilang akan sampai beberapa menit lagi, tapi sampai sekarang belum juga datang. Aku menghela napas. Menunggu itu memang menyebalkan.

Tiba-tiba saja saat aku menolehkan kepalaku ke sebelah kiri, aku melihat Tao sedang berjalan bersama Sehun. Huh, Sehun lagi? Kenapa dia selalu saja dekat-dekat dengan Tao? Tapi, tunggu dulu. Wajah Tao terlihat murung. Ada apa dengannya? Apa dia sedang sakit? Ia terlihat terus saja menundukkan kepalanya.

"Kris ge!" aku kenal suara itu. Lay sedang berlari ke arahku. Ah, kebetulan sekali, waktu yang sangat tepat. Aku mencoba tersenyum senatural mungkin ketika Lay menghampiriku dan ku rangkul pundaknya.

"Tao ada di belakang kita. Ayo kita mulai acting kita lagi," bisikku pada Lay. Lay pun mengangguk dan tersenyum padaku.

Kemudian aku menggandeng tangan Lay dan kami mulai berjalan pergi. Aku tidak tahu bagaimana perasaan Tao sekarang karena tentu saja aku tidak bisa membalikkan wajahku meskipun aku merasa sangat khawatir dengannya.

"Tao mianhae..." gumamku.

.

.

TBC...