Title : Mystery of Empty House
Cast : Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Xi Luhan
Do Kyungsoo
Oh Sehun
Kim Jongin
Genre : Mystery,Romance,Horror,Sad
Rate : T+
Chapter 2
A/N : Yeeiii!sorakannya mana Chanbaek shipper!#teriak pake toak
Woooyyyyy! #kibar bendera chanbaek kissing…
Terimakasih ya yang udah nge-review di chap 1,,mian di sana author gak banyak :nah itu dah bagus thor!.Author:bakar laptop di pojokan..
Iya soalnya waktu itu Cuma coba2 di sekolah sama ,ternyata mau baru disini,jadi mohon dukungannya ya^.^..Dan mohon maaf kalo di chap 1 banyak bgt kesalahan,itu kesalahan :alasan aja nih author! T_T
Author menghargai kok yang jadi Silent Readers,kalian juga mau baca ff saya mohon tolong tinggalkan jejak anda,biar author tahu patutkah ff ini dilanjutkan?
Oke biar gak banyak cincong lagi…Cekidot!
§
§
§
§
Tak terasa ternyata Baekhyun sudah tinggal di desa ini selama 2 minggu,ia pun sudah mulai akrab dengan penduduk disana,tak jarang juga Baekhyun pergi ke pasar bersama Luhan untuk membeli keperluan mereka. Baekhyun pun hampir hapal seluk beluk desa kecil ini,tapi masih ada yang mengganjal pikirannya,Rumah Eropa yang terletak ditengah hutan tersebut.
Guuk..guuk..guukk..
Suara Monggu memecah lamunan Baekhyun yang sedang berdiri di belakang rumah yang viewnya langsung mengarah ke tengah hutan yang melirik ke bawah,Monggu terus menggonggong ke arah hutan. Ia mengernyitkan keningnya,setahu yang ia baca bahwa anjing itu memiliki indra di hutan terdapat makhluk halus?..
Ia menggelengkan kepalanya,menghilangkan pikiran negatifnya tentang hutan rimbun yang ada di yang di pegang Baekhyun terasa ditarik,ia melihat ke bawah ternyata Monggu berjalan duluan jika Monggu bisa berbicara,ia akan mengatakan "ikuti aku!".Baiklah Baek,buang jauh-jauh imajinasi konyolmu itu.
Mereka terus berjalan hingga Monggu berhenti di depan gerbang besi yang sudah berkarat,semak belukar menyelimuti gerbang tersebut memang tak terlalu tinggi,hanya sebatas meneliti rumah ini dari luar,lihatlah!Bangunan ini sudah ditumbuhi lumut dimana-mana,dan juga pohon benalu menyelimuti sebagian bangunan tersebut. Saking sibuknya Baekhyun memandangi rumah tersebut,ia tak menyadar bahwa pegangannya melemah di tali Monggu.
"Yakk!Monggu!Jangan masuk ke dalam!Monggu!".Baekhyun berhenti tepat di depan pintu utama rumah !Bahkan pintu kayu ini setinggi rumah nenek Luhan . Ia mendongak sambil menganga,benar-benar takjub dengan rumah ini tapi sayangnya tak ada yang mau tinggal disini.
Guuk..guuk..guukk
Suara Monggu terdengar menggema dari dalam,ia mengerutkan keningnya. Dari mana Monggu bisa masuk?bahkan pintu ini lebih berat dari tubuhnya,lalupandangannya beralih kebawah,ternyata terdapat pintu kecil yang memang dikhususkan untuk hewan . Baekhyun memutar matanya..-_-
Guuk..guukk..guukk
Kembali gonggongan Monggu memecah acara melamun Baekhyun,dengan ragu ia membuka pintu tersebut.(sebelumnya ia sudah berkomat-kamit memohon do'a).
Krrieett..
Khas suara pintu yang ada di film-film horror,Baekhyun bergidik ngeri mendengar suara pintunya . Saat ia melangkah,rasanya Baekhyun ingin pingsan ! Berbeda sekali dengan luarnya!Jadi Baekhyun percaya 'jangan pernah menilai sesuatu dari covernya' . Ayolah!,siapa yang tidak mimisan jika melihat ini semua?Tempat ini sangatlah rapi,bersih,bahkan tak ada debu sediktpun . Baekhyun menginjakkan kaki berlumpurnya di karpet merah bersih ini . Karpet ini menghubungkan hingga ke lantai atas . Ia mendongakkan kepalanya sambil menganga,lihatlah!tak hanya artsiktekturnya saja yang bergaya Eropa,bahkan dinding atapnya pun seperti di gereja-gereja mewah yang ada di luar negri,dan juga peralatan disini juga bergaya Eropa,letak property rumahnya,bahkan dapurnya seluas ruang tengah apartemennya. Sepertinya ada yang tinggal disini,pikirnya.
Guukk..guukk..guukk
Baekhyun mendongak ternyata suara Monggu ada di lantai atas,ia menelan salivanya sekuat tenaganya ia berjalan menaiki anak tangga saat ia sudah di lantai atas,ia mengerutkan keningnya.'Aneh,di mana-mana gelap mengapa hanya di ruangan ini saja yang bercahaya?Sepertinya benar ada seorang yang tinggal disini.'batinnya tetap melangkah lalu sedikit demi sedikit ia menyulurkan (?) kepalanya ke dalam ruangan tersebut.
#Baekhyun POV
Aku takut,benar-benar takut dengan suasana rumah ini apalagi dengan adanya lampu yang menyala di sebuah ruangan ini. Satu-satunya ruangan,karena yang lainnya sangat gelap ditambah hari sudah menjelang malam dengan pelan aku memasukkan kepalaku ke dalam ruangan ini,mataku di tambah shock lagi dengan ruangan ini,hangat benar-benar dugaanku benar seseorang tinggal di rumah ,bukan sesosok makhluk raksasa yang digossipkan oleh warga desa.
Aku berjalan perlahan,aku yakin tadi suara Monggu berasal dari sebuah ranjang yang berantakan dengan sebuah gitar yang ada diatasnya,lalu disudut kamar ada sebuah meja belajar yang penuh dengan buku-buku yang terakhir ada sebuah lemari dan cermin besar disamping jendela kaca yang di luarnya menembus ke hutan !Bahkan luas kamarnya seluas ada yang bergerak-gerak di bawah selimut tebal ini,dengan ragu aku menghela nafas dengan berat ternyata itu Monggu,aku langsung mengambilnya agar tak kabur lagi lalu merangkulnya didadaku,mengelus dengan lembut bulunya yang sama halusnya dengan belaianku.
"Kau tak boleh kabur lagi anjing nakal".Katakan saja aku gila karena sudah berbicara dengan anjing yang pasti tak akan pernah bisa dijawab olehnya,tapi biarkan saja aku sangat sayang dengan anjing kecil dark-brown aku dan Luhan menemukannya saat kami berbelanja ke pasar,tampangnya sangat lelah dan kelaparan,karena aku rasa tak ada yang punya jadi kami berinisiatif akan merawatnya dan akan kami kembalikan jika pemiliknya memintanya. Monggu menjilat-jilat rahangku dan pipiku,geli tapi aku suka karena aku rasa Monggu juga menyayangiku.
"Kka!kita pulang" Saat aku ingin berbalik,sebuah suara yang err..sangat berat dan menyeramkan menghentikan aktivitasku.
"Nuguya?".Aku menelan salivaku susah payah,nafasku tercekat,jantungku berhenti berdetak,dan kini mataku sebesar mata kyungsoo 0.0 . Aku tak berani berbalik,rasanya persendianku kaku seketika.
"A-ak-aku ha-hanya me-meng-mengambil a-anj-anjing-ku.." Oh demi kulit Kkamjong yang tak putih-putih,suaraku sangat susah untuk aku keluarkan . Dan ketika aku berbalik,tak ada siapa di depan pintu.
Seketika waktu berhenti...
1 detik..
2 detik..
3 detik..
4 detik..
Aku mengerjapkan mataku,dan seperti kabel di otakku di pasang. Dengan sekuat tenaga aku belari dan dengan kaki seribu aku menuruni anak tangga yang terasa sangatlah panjang.
"KYAAAAA!" Demi Kkamjong yang hidungnya tidak timbul-timbul,aku benar-benar takut sekarang . Bagaimana bisa hanya ada suaranya saja?Aku terus berlari hingga sampai didepan gerbang,aku memegangi Tuhan tubuhku benar-benar lemah,nafasku terengah-engah .Dan saat aku menegapkan badan,seketika nafasku kembali tepat di depan jendela kaca yang hanya ditutupi oleh korden yang robek-robek dan hanya disinari oleh cahaya bulan . Sesosok raksasa berdiri tegap tengah menghadapku dengan matanya yang bersinar (karena cahaya bulan).
"KYAAAA!EOMMAA!" Aku berteriak lalu berlari dengan langkah seribu menembus hutan yang gelap ,sejak kejadian tersebut suaraku tak berhenti-berhentinya berteriak seperti eomma saat mengomeliku.
"Hah..hah..hah.." Aku mengatur nafasku saat sudah sampai di halaman belakang rumah Luhan . Lampu ruang tengah sudah hidup,berarti Luhan sudah datang. Tadi ia pergi ke kota sebentar karena ia ingin mengambil uang transferan dari eommanya. Entahlah aku juga bingung,aku kira Luhan sudah tidak bergantung lagi dengan orangtuanya.
Cklek..
Pintupun terbuka lalu aku masuk dan langsung menyambar minuman Luhan yang ada di meja. Dia menatapku bingung,lalu mempoutkanbibirnya imut. Dia bilang dia tidak suka jika dia dibilang cantik,tapi kelakuannya seperti gadis remaja yang sedang ngambek. -_-
"Yakk!Aku sudah membelikan kau juga Baek,ini milikkku!" Ia menyambar minuman yang sedang aku masih terengah-engah lalu duduk di atas bantal . Aku menyeka keringat yang di dahiku lalu membuka minuman kaleng yang di berikan Luhan.
"Baek?gwenchana?Apa terjadi sesuatu tadi?" Ouwwhh Luhan kau seperti malaikat sekarang,tentu saja terjadi sesuatu bahkan sangatlah menyeramkan . Aku hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Lalu kenapa kau berpeluh dan juga kau seperti di kejar-kejar oleh ribuan anjing saja" Luhan memberiku tissue lalu aku mengelap keringat yang tak henti-hentinya keluar dari pori-pori kulitku.
Aku menghembuskan nafas dengan berat dan panjang lalu menatap lekat Luhan."Lu,apa kau tahu tentang rumah yang ada di tengah-tengah hutan itu?".Ia mengangguk dengan kerutan yang nampak jelas di keningnya.
"Iya,kenapa?Ah!Jangan bilang kau melewati rumah itu tadi?" Mata Luhan sudah seperti mata Kyungsoo kini 0.0 . Aku menggeleng lalu mengenggam tangannya erat.
"Lebih dari itu,aku masuk kedalamnya!",seketika nafas Luhan juga ikut tercekat lalu memasang wajah..entahlah..seperti khawatir,terkejut,bingung,dan'apa kau sudah gila?'.
"Jinja?lalu apa kau melihat makhluk raksasa itu?" Luhan ikut menggenggam tanganku.
"Lebih dari itu Lu,aku mendengar suaranya." Dan Mata Luhan seperti ingin copot sekarang juga.
"Ba-bagaimana bisa?"
"Ini semua gara-gara Monggu yang langsung masuk . Aku juga ikut masuk,tapi aku dibuat terkejut saat masuk ke dalamnya . Berbanding terbalik dengan kondisi bangunan yang ada di luarnya , rapi dan bersih tapi hampir semuanya gelap."
"Be-benarkah?tapi katanya ada makhluk menjadi penghuninya?"
"Iya awalnya aku percaya saat melihat kondisi luar bangunan,tapi aku langsung menepis jauh-jauh pikiran tersebut saat memasuki ruang tengah . Dan saat aku ingin mencari Monggu yang terletak di lantai atas,ada sebuah ruangan yang satu-satunya bercahaya . Aku masuk dan ruangan itu sangatlah hangat,bahkan ada sebuah suara yang berat berkata "nuguya?" lalu aku berbalik tapi tak ada seorangpun berada disana dan aku lari sekuat tenaga." Aku benar-benar menggebu-gebu menceritakannya,apa itu berlebihan?,tapi biarlah yang penting sekarang Luhan tahu.
"Benarkah gossip itu?Lalu kau melihat sosoknya?" Luhan memerengkan kepalanya dengan dahi berkerut
"Ne!sosok yang sangatlah tinggi,badannya tegap dan matanya seperti menghipnotisku . Lalu aku berteriak dan segera berlari ,aku takut Lu,tapi aku juga penasaran dengan rumah itu."Aku mengelus daguku dengan jari lentikku.
"Kau serius?Apa ini untuk ide buku mu?"
"Iya aku serius,hhmm mungkin aku akan menjadikan misteri tersebut menjadi buku ku dan harus memecahkan misteri ini."Aku mengepalkan tanganku,tapi Luhan hanya memandangku malas.
"Yak!Byun Baekhyun aku peringatkan,kau harus berhati-hati!Kau tak boleh masuk sangat dalam !itu hanya pekerjaanmu!Jika kau kenapa-napa?Aku harus bilang apa nanti dengan eomma dan appamu,hah!?"Luhan seperti eomma saja sekarang,aku mengangguk malas lalu kembali meminum minuman yang sudah tak dingin lagi.
Tok..Tok..Tok
"Biar aku saja,lebih baik kau ganti baju penuh keringat" ucap Luhan lalu berjalan menuju ke mengedikkan bahu lalu masuk ke kamar.
#Baekhyun POV END
#Luhan POV
Siapa yang bertamu semalam ini?diluar juga sedang hujan !mungkin itu Jung ahjuma yang akan mengembalikkan penyetrikaanku yang dipinjam kemarin?Huuhh,,orang tua,tak bisakah besok saja?
"Sudah ku bilang ahjuma besok sa-" seketika perkataanku terhenti saat membuka pintu.
"KYAAA!"refleks aku berteriak saat seseorang yang entahlah sangat aku benci berada di depan pintu. Dengan bodohnya ia tersenyum dengan eyesmile-nya . Aku mendelik..
"KAU!" Aku menuding orang ini dengan telunjukku..
"Anyyeong!"
BLAR!...
***TBC***
Huft..#usap ingus
Akhirnya selesai juga chap 2 ya author minta maaf dengan chap 1 yang banyak banget typo dan kata2nya ilang ,padahal udah author seleksi(?) 2 baru di publish,banyak banget yang ilang..Mungkin karena saya baru disini,saya akan belajar lebih banyak lagi..
Gomawo untuk semuanya,,^.^
Don't be SILENT READERS!
Riview-nya juseyo..
Saranghae .. mmuuaaacchhh#dicium chanbaek
