FINALLY…..

by : Daddy Lody

Cats : YEsung, ryeoWOOK
dan beberapa rekan-rekan senasib

Disclaimer :
Mereka adalah mahluk Tuhan yang lagi popular.

Warning : Typos dimana-mana.
yah maklum, namanya juga manusia.

Summary : hmm… read it by yourself. Just unshaped story

Maaf story nya gga menarik, iseng doang. *bow*

Don't Like Don't Read

.

.

.

"inikan hari minggu….. cuaca juga sedang bagus….. kurasa diluar sana bisa membuat otak sedikit fresh…" yesung menatap langit. Yah, ini memang hari yang baik, cuaca sedang sangat cerah.

"Ne, tapi aku memang tak punya rencana untuk pergi keluar…" jawab wookie kembali meneguk sisa minumannya.

.

.

"Kau mau tidak keluar denganku…?" Tanya Yesung pada Wookie.

"hmm….?" Wookie menautkan alisnya menatap yesung.

"Ne…. ayo jalan-jalan keluar… aku mulai bosan selalu berhadapan dengan computer….." kata yesung lagi " kudengar dari donghae ada kedai ice cream yang baru dibuka di namjang….. ayo kesana dan cicipi ice creamnya…" tambah yesung tersenyum penuh harap pada wookie.

"ahh….. jjinjaro…..?" Tanya wookie bersemangat. Yup, sepertinya yesung memang pandai mencari alasan, dia tau benar jika wookie sangat menyukai ice cream. "Ne…. kajja….." kata wookie lagi dengan wajah ceria menerima ajakan yesung.

"Ne….. kau siap-siaplah dulu….. hyung akan siapkan mobil…" kata yesung berdiri dari tempatnya duduk.

Setelahnya wookie bergegas masuk kedalam rumah untuk bersiap-siap, dia sangat senang yesung mengajaknya jalan-jalan hari ini. Entah rasa senang karena dia akan ditraktir atau karena yesung yang mengajaknya pergi, yang jelas wookie merasa senang. Lalu yesung berjalan kegarasi untuk menyiapkan mobil. Senyum tak pernah lepas dari wajahnya. Bagaimana tidak…? Hal seperti ini sangat jarang dia dapatkan. Saat hari libur wookie lebih sering menghabiskannya bersama para sahabatnya,atau pulang kerumah orang tuanya. Setelahnya ya paling didalam kamar saja.

!

!

"kau senang….?" Tanya yesung menatap wookie yang duduk disampingnya saat sedang berada di taman kota.

Seperti yang yesung katakana pada wookie tadi, hari ini dia dan wookie pergi jalan-jalan keluar untuk menghabiskan hari minggu mereka dan mencoba kedai ice cream baru di daerah namjang, daerah kota di seoul.

"ne….. aku sangat senang….." jawab wookie dengan nada ceria, melihatnya membuat yesung tersenyum lega. Karena setidaknya dia memberikan sedikit kesenangan pada orang yang dicintainya itu.

"setelah ini kau tak boleh makan ice cream lagi…" kata yesung tersenyum melihat cara makan wookie yang seperti anak kecil.

"Mwo….? Bukankah hyung bilang akan mentraktirku sampai aku puas….? Hmm…?" wookie menatap yesung dengan mata bulatnya melancarkan aksi protesnya.

"apa 4 cup ice cream belum membuatmu puas…? Kau mau berapa cup lagi…..?" Tanya yesung mengernyit, benar, bukannya yesung pelit tapi yesung hanya tak mau wookie makan terlalu banyak ice cream karena itu bisa membuatnya sakit bukan…..?

"sampai perutku tak muat menampungnya…." Jawab wookie polos membuat yesung melotot sempurna.

"anniya….. hari ini cukup….. nanti jika libur kita kemari lagi dan membelinya…." Kata yesung lembut membuat wookie mempoutkan bibirnya.-imut-

"1 cup lagi hyung…. supaya genap jadi 5 cup…" tawar wookie, entah karena suka ice cream atau wookie termasuk golongan orang rakus, dia tetap merengak minta tambah meskipun ice ditangannya belum habis.

"yah kim ryeowook….. apa kau tak bisa berhitung…..? justru kalau kau tambah jadi 5 cup itu malah akan menjadi ganjil…" kata yesung mengangkat dagunya. "sejak kapan 5 menjadi angka genap…. Eoh….?" Dengus yesung membuat wookie semakin cemberut.

"aiisshhh… bilang saja kau tak mau membelikannya lagi…" dengus wookie sebal "dasar pelit….." gumam wookie menghentakan kakinya ketanah.

"hehehe…. Bukan begitu…. Aku hanya tak mau kau sakit karena terlalu banyak makan ice….." yesung mengusap kepala wookie lembut membuat wookie terdiam.

'DEG….'

Mendapat perlakuan lembut dari namja yang menyandang status sebagai suaminya itu membuat wookie menjadi gugup. Entah kenapa tapi wookie benar-benar gugup sekarang.

!

_Ryeowook PoV_

"hehehe…. Bukan begitu…. Aku hanya tak mau kau sakit karena terlalu banyak makan ice….." kata yesung hyung membelai kepalaku lembut.

'DEG….DEG…'

Kurasakan jantungku seketika berdegub kencang dan tak beraturan mendapatkan perlakuan selembut ini dari yesung sun…maksudku yesung hyung…
entahlah, tapi ini benar-benar membuatku gugup, sangat gugup. Kenapa aku gugup begini….? Bukankah aku tak memiliki perasaan apapun padanya….? Astaga, kenapa ini….?

"ak…aku tak akan sakit hanya karena ice cream hyung….." kataku mencoba memalingkan wajahku darinya, kurasakan wajahku memanas, kuharap dia tak melihatnya.

"jangan mengatakan hal yang kau sendiri tak tau… kau kira kau itu cenayang bisa tau apa yang akan terjadi nanti….?" Katanya lagi dengan nada suara lembut. Seperti biasanya, yah, yesung hyung selalu bicara dengan nada yang lembut padaku.

"yah…. Kau mendoakan aku sakit hyung….?" tanyaku sebal pada yesung hyung, enak saja dia malah bilang begitu. Dan dia hanya terkikik.

"wookie…wookie….. kau seperti aegya saja…. Kenapa makanmu berantakan begini….?hhnn….?" kata yesung hyung menatapku dan tersenyum.

'DEG….'

Astaga jantungku berdetak cepat lagi, yesung hyung mengusap bibirku untuk membersihkannya dari ice cream yang berceceran di sana dengan lembut. Sungguh membuatku terpaku, yesung hyung memang namja yang sangat baik dan lembut. Dia memperlakukan aku benar-benar seperti seorang suami memperlakukan istrinya, sangat lembut dan perhatian. Berbeda denganku, aku cenderung cuek padanya dan tak peduli dia mau berbuat apa. Jahatkah sikapku ini…..? ayolah, tapi aku melakukannya karena aku tak mencintainya, jika aku mencintainya aku juga akan bersikap lembut padanya. Cinta ya….? Yah, aku tak mencintainya tapi kenapa aku selalu saja merasa aneh, atau mungkinkah aku mulai merasakannya….? Mencintainya…..? mencintai yesung hyung….? suamiku….? Entahlah, aku juga bingung.

"Yesuuung oppaa….."

Tiba-tiba terdengar suara seseorang, tepatnya seorang yeoja, membuat aku dan yesung hyung kaget lalu menoleh keasal suara.

"anneyong yesung oppa…." Kata yeoja itu lagi tersenyum pada yesung hyung setelah sampai didepan kami berdua.

"owh…. ….. anneyong…." Balas yesung hyung menundukan kepalanya pada seohyun. Yah, yeoja itu seohyun, yeoja yang aku lihat beberapa bulan lalu didepan kelas yesung hyung. mau apa dia….?

"yesung oppa….. sedang apa disini….?" Tanyanya lagi dengan nada manja. Ciiih….. sok manja…!

"kebetulan sekali bertemu disini… aku sedang jalan-jalan, mencoba ice cream dikedai baru itu….." jawab yesung hyung ramah sambil menunjuk kedai yang ada dibelakang tempat kami duduk.

Iiissshhh… mau apa sih yeoja centil ini muncul…..? mengganggu saja….. apa dia tak tau yesung hyung sedang bersama istrinya…..? dan yesung hyung… kenapa sikapnya semanis itu padanya sih….? Menyebalkan….! Ehh… tunggu….. kenapa aku jadi kesal begini….? Apa aku cemburu…? Anni….anni….. memangnya aku mencintai yesung hyung….? kan tidak !
tapi jujur aku memang tak suka dia datang kemari, rasanya kesal saja melihatnya bersikap manja pada yesung hyung. tapi kenapa yesung hyung ramah padanya…..? apa mereka pacaran…? Bisa saja kan…? Lagipula setelah aku melihat seohyun bersama yesung hyung didepan kelasnya waktu itu aku sering melihatnya bersama yesung hyung saat dikampus.

"owhh…. Ne…" katanya tersenyum lebar, lalu matanya menatapku yang duduk disebelah yesung hyung. "ehh….. oppa…. Dia siapa….?" Tanyanya pada yesung hyung sambil menunjukku. Tak sopan sekali yeoja ini.

"owh….. dia….?" Kata yesung hyung menepuk punggungku pelan.

"Ne…. aku seperti pernah melihatnya oppa…" katanya menatapku tajam seperti mengamati detail wajahku.

"kenalkanlah dirimu pada teman hyung….." kata yesung hyung tersenyum padaku. Sungguh aku ingin bilang 'shiero', tapi melihat wajah yesung hyung membuatku seperti tersihir saja dan menuruti katanya, tepatnya perintahnya.

"anneyong…. Kim ryeowook imnida….." kataku memasang senyum sebisaku dan menundukan kepalaku.

"Kim Ryeowook…..?" gumam seohyun masih menatapku "nuguya oppa…..?" kini dia beralih menatap yesung hyung

"dia Ryeowook, dia hoobae kita dikampus dia semester 2 difakultas kesenian…. Karena itu mungkin kau beberapa kali melihatnya disana….." jawab yesung hyung menjelaskan pada seohyun.

"owh…. Benar…. Aku ingat pernah bertemu dengannya di klub masak beberapa minggu yang lalu, dia ketua klub masak kan….?" Tanya seohyun pada yesung hyung sambil menggelayut manja.

Ciihh….! Seenaknya menggelayut manja pada suami orang…. …. carilah kekasih sendiri, jangan mengganggu suami orang…! Entahlah, tapi aku tak suka melihatnya, hatiku lagi-lagi seperti ditusuki jarum, terasa nyeri.

"kau juga mengenalnya oppa…?" Tanya yeoja itu pada yesung hyung.

"Ne…. tentu saja aku mengenalnya,, wookie ini kan…." Kata yesung hyung terhenti membuat aku maupun yeoja itu menatapnya.

Apa…? Yesung hyung akan bilang aku ini siapanya….? Apa dia akan bilang aku ini istrinya…..? atau bilang dia suamiku….?

"wookie ini kan dongsaengku….. jadi mana mungkin aku tak mengenalnya….." jawab yesung hyung tersenyum pada seohyun.

Apa….? Dongsaeng….? Yesung hyung mengenalkan aku pada yeoja itu sebagai dongsaengnya….? Tapi jujur aku sedikit kecewa mendengarnya. Yesung hyung mengenalkanku sebagai dongsaengnya bukan sebagai istrinya, meskipun aku tak mau orang lain tau soal pernikahan kami tapi entah kenapa rasanya aku mau yeoja ini tau kalau yesung hyung adalah suamiku. Aku juga tak tau kenapa tapi itulah yang aku rasa.

"Mwo….? Dongsaeng…..? kim ryeowook dongsaengmu oppa….?" Tanyanya sedikit tak percaya. "kukira oppa anak tunggal….. aku baru tau oppa memmiliki dongsaeng…"

"Ne… wookie ini dongsaengku yang paling aku sayangi….." yesung hyng membelai kepalaku lembut, sedikit merasa nyaman dengan ini, setidaknya yesung bilang dia menyayangiku kan….?

"tapi dia tak mirip dengan oppa….." kata yeoja itu lagi menatapku dari atas hingga bawah kembali lagi keatas.

"aku kan bilang dia dongsaengku bukan kembaranku….. wajar jika tak begitu mirip…" jawab yesung hyung masih dengan senyum menawannya.

"hahaha…..oppa bisa saja….. " yeoja itu terkekeh. Aiishhh suaranya cempreng…! "kukira tadi dia yeoja…. Habis badannya kecil sih oppa…." Katanya lagi dengan watadosnya.

'MWOOYA…..? dia bilang aku apa…? Yeoja….?' Benar-benar ingin kulempar mulutnya dengan kura-kura peliharaan yesung hyung dirumah. Enak saja bilang aku yeoja, pakai ditambah kata kecil pula….

"hehehe…" yesung hyung tersenyum, kini dia menatapku yang masih dengan sangat tak suka menatap yeoja bernama seohyun itu. "bukan…. Dia bukan yeoja….. "

"iya…. Sekarang aku tau kalau dia itu namja….." jawab seohyun sok manja. Membuatku muak saja…!

"tapi dia memang seperti yeoja…. Cantik….."

'DEG…'

Dadaku berdesir mendengar gumaman yesung hyung baru saja, meski seperti bisikan yang tak bisa didengar yeoja itu tapi aku bisa mendengarnya, yah, sangat jelas ditelingaku. Dia bilang aku….. cantik…. dia bilang begitu. Mendengar kata-kata itu membuatku merona sendiri…. Kenapa denganku….?

"ahhh… oppa, kebetulan ketemu disini, aku mau ke toko buku, ayo temani aku….." kata seohyun tiba-tiba dan merengek manja.

"toko buku….?" Tanya yesung hyung memastikan.

"Ne…. bukankah oppa hobi membaca….. ayo oppa….." kata yesoja itu menarik tangan yesung hyung, kulihat yesung hyung berdiri dari bangkunya.

"Hyung…." panggilku membuat yesung hyung menoleh padaku.

"Ne wookie-ah…"

"hyung temani saja seohyun sunbae…. aku bisa jalan-jalan sendiri…." Kataku dengan nada datar lalu melangkah pergi meninggalkan mereka.

"wookie….." panggil yesung hyung membuatku menoleh "benar tak apa….?" Tanyanya lagi memastikan.

"hehehe….. Ne, tentu saja hyung…." jawabku dengan tersenyum padanya lalu kembali melangkah menjauh.

Tapi jujur, dalam hati aku sedikit merasa tak suka jika yesung hyung lebih memilih pergi dengan yeoja itu. tapi bukankah itu syarat yang kuajukan sendiri. Kami tak boleh mencampuri urusan pribadi satu dan yang lain. dan aku tak mungkin melanggarnya kan….? Yeoja itu kan urusan pribadi yesung hyung.

_RyeoWook PoV end_

_Yesung PoV_

"wookie….." panggilku pada wookie membuatnya menoleh "benar taka pa….?" tanyaku lagi

"hehehe… Ne, tentu saja hyung…." jawabnya tersenyum ceria padaku, lalu kembali melangkah menjauhiku dan seohyun. Tapi mata itu, aku merasa senyumnya terlalu dipaksakan.

"oppa…. Ayo…." Kata seohyun lagi menarik tanganku.

"seohyun….. miandhe…" kataku pelan dan melepaskan tangannya dari lenganku membuatnya kaget "tapi oppa tak bisa menemanimu….." kataku lagi.

"Mwo….? Waeyo oppa…..? bukankah oppa bisa membaca buku juga….." katanya masih coba membujukku.

"Ne, tapi miandhe oppa benar-benar tak bisa… hari minggu kan waktunya bersama dengan keluarga… oppa sudah janji pada wookie akan menemaninya seharian ini… jadi oppa harus menepatinya….." kataku lagi mencoba menjelaskan pada yeoja didepanku ini.

"oppa…. Tapi ryeowook kan sudah besar…. Dia bisa jalan-jalan sendiri…. Lagipula dia juga bilang kan taka pa-apa jika oppa menemaniku….." kata seohyun masih saja merengek padaku

Sungguh, aku sebenarnya tak tega pada seohyun dan ingin menemaninya tapi bagaimana dengan wookie….? apa aku harus lebih mementingkan orang lain daripada istriku sendiri….? Yang benar saja, meskipun hanya aku yang menganggap adanya pernikahan ini tapi tetap saja dimata hukum, agama, adat istiadat dan dimata Tuhan wookie adalah istriku, walau dia tak mencintaiku. Aku tetap suaminya sekalipun tanpa cinta kan….? Itu tak akan bisa berubah….. aku sudah janji pada wookie mengajaknya jalan-jalan hari ini. Tapi apa yang sudah aku lakukan….? Aku malah disini bersama yeoja lain dan membiarkannya pergi begitu saja. Ahh yesung, suami macam apa kau ini…..? membiarkan istrimu pergi hanya untuk orang lain….? ANNIYO…!

" … bukankah kau juga lebih tua daripada wookie….. jika kau bilang wookie bisa pergi sendiri, kaupun bisa melakukannya…." Kataku lagi mencoba memberi pengertian pada seohyun.

"tapi oppa….."

"miandhe….. oppa benar-benar tak bisa hari ini…." Kataku lagi memotong kata-kata seohyun.

"tapi lain kali, oppa mau pergi denganku…..?" tanyanya lagi padaku.

"hmm…. Jika lain kali oppa akan memikirkannya…" kataku akhirnya.

"jjinjaro…..?" tanyanya lagi dengan semangat.

"Ne… jjinjayo, oppa akan memikirkannya….." kataku pada seohyun, sepertinya dia bisa mengerti. "kalau begitu oppa harus menyusul wookie…. ne….?" pamitku padanya.

"Ne oppa….."

"anneyong….." kataku menundukan kepalaku kearahnya lalu pergi meninggalkan seohyun dan mencari wookie.

Sebenarnya aku ingin bilang pada seohyun kalau aku tak bisa pergi dengannya kapanpun itu karena aku sudah memiliki istri, tapi bukankah wookie melarangku mengatakannya pada orang lain…..? lagipula aku juga tidak mengiyakan ajakannya kan….? Aku hanya bilang akan aku pikirkan, dan itu bukan berarti aku menerima ajakannya nanti. Yah sudahlah tak penting, yang penting sekarang mencari wookie.

_Yesung PoV end_

!

!

_Normal PoV_

"kukira orang sudah menculikmu…." Kata yesung mengulas senyumnya lalu duduk menyebelahi seorang namja yang sedang sibuk menatap kearah depan.

"hy…hyung…" kata namja tadi kaget melihat yesung duduk disampingnya "apa yang kau lakukan disini….?" Katanya sinis

"yah, kim ryeowook….. memangnya aku tak boleh ada disini…..? memangnya aku tak khawatir istriku diculik….?" Dengus yesung pada namja yang tak lain adalah wookie.

"yah, bukannya kau pergi dengan seohyun sunbae…?" Tanya wookie sedikit menyelidik, tapi sungguh hatinya senang melihat yesung disana bersamanya.

"siapa yang bilang…? Aku tak pergi dengannya….." jawab yesung menggeleng.

"bukankah dia meminta hyung menemaninya….? Kukira sekarang kalian sedang membaca kisah romantic berdua di toko buku…." Sungut wookie, terdengar sedikit nada cemburu dari cara bicaranya.

"ehh….. wae….? Kau cemburu ya…..?" goda yesung mengerling jahil pada wookie.

"anniyo….. untuk apa aku cemburu….. seperti kurang pekerjaan saja….." jawabnya sinis pada yesung.

"jadi….? Kau merelakan suamimu pergi dengan orang lain….? eoh….?" Hardik yesung gemas pada wookie.

"memangnya aku berhak melarang hyung pergi dengan kekasih hyung…..?" kata wookie pelan dengan nada datar membuat senyum yesung menghilang.

"kekasih…..? kau kira seohyun kekasihku….?" Tanya yesung pada wookie.

"ne… kalian berdua terlihat cocok bersama hyung… daripada bersamaku seohyun sunbae lebih pantas berada disampingmu….." kata wookie tersenyum.

'DEG…'

Nyeri rasanya hati yesung mendengar kata-kata wookie, seperti tersayat pisau, luka yang tak kasad mata tapi sakitnya begitu nyata dirasakan seorang kim jong woon.

"kau bahkan berfikir aku lebih pantas bersama …..?" Tanya yesung tanpa menatap wookie.

"Hmm…. Semua orang bisa melihat itu hyung…." jawab wookie datar dan menganggukan kepalanya pelan.

Memang benar kan…..? seorang namja akan terlihat lebih cocok bersanding bersama seorang yeoja…..? apalagi yeoja cantik seperti seohyun, bahkan namja yang dicintai wookie juga mencintai yeoja bernama seohyun itu kan….? Dan tentu saja daripada bersama wookie, yesung terlihat lebih cocok bersama seohyun. Meski dalam hati wookie tak rela siapapun menjadi pendamping yesung selain dia….? Egoiskah wookie…? tak rela yesung bersama yang lain tapi disisi lain masih mengharapkan thunder juga mencintainya…..

"meski semua orang berfikir seperti itu, kau sudah tau jawabannya kan….?" Kata yesung menoleh menatap tepat kearah mata coklat wookie dan tersenyum.

"hyung….. kenapa kau harus memaksakan diri…..?" Tanya wookie kini juga menatap tajam pada yesung.

"aku merasakannya tanpa paksaan wookie….. aku melakukannya karena aku memang merasakannya…" yesung membelai kepala wookie.

"banyak orang mencintaimu….. banyak yeoja mendambakan dan mengharapkanmu menjadi kekasih mereka hyung…" kata wookie, entah kenapa tangannya terulur menmbelai wajah yesung membuat yesung sedikit kaget.

"apa mereka akan tetap seperti itu saat tau aku sudah menikah…..?" yesung tersenyum manis pada wookie namun syarat dengan luka.

"apa semua karena pernikahan…..? apa jika kita tak menikah kau akan mencoba mencintai orang lain selain aku….?" Tanya wookie membuat senyum yesung memudar.

Sebegitu tak inginkah wookie bersama yesung…..? sampai dia bertanya hal sejauh itu. yesung hanya mengulas senyum tipis, namun jauh didalam hatinya terasa sangat sakit. Bahkan orang yang dia cintai berharap dia mencintai orang lain.

"anniya….. aku hanya akan setia pada istriku…" kata yesung lembut.

"bukankah itu membuatmu sakit hyung…..? sikapku tak pernah sebaik sikapmu…. Aku tak pernah menghargaimu…." Kata wookkie sedikit bergetar.

"hmnn….. bahkan kau tak mencintaiku seperti aku mencintaimu…" ujar yesung.

'PRAAANNKK'

Mendengar kata yesung seperti ada kaca yang pecah didalam hati wookie, begitu jahatkah wookie terhadap yesung….? Tapi kenapa yesung masih saja setia menunggunya sampai dia bisa mencintai yesung….? Tak berhakkah yesung mendapat kesempatan….? Tak berhakah yesung mendapatkan kebahagiaan…?

"Ne… tapi kenapa kau tetap bertahan….?"

"molla… aku tak tau…. tapi yang jelas bagaimanapun perasaanmu terhadapku tak akan merubah keadaan….. aku tetap mencintaimu, dan akan menunggumu sampai kau bisa mencintaiku, meski itu berarti aku harus menunggumu selamanya…" kata yesung membuat wookie benar-benar tak bisa lagi bertahan.

'tes….'

'tes….'

Air mata yang sejak tadi coba ditahan wookie, tak bisa untuk tidak menetes. Entah kenapa mendengar kata-kata yesung dia seakan mendapat tamparan. Bukankah dia beruntung….? Diluar sana banyak orang mencintai, mendambakan bahkan merengek untuk mendapatkan hati yesung, tapi yesung tak pernah memberikannya meski hanya sedikit. Hati itu tetap dijaga hanya untuk wookie, tapi apa yang wookie berikan sebagai balasan….? Dengan mencintai namja lain….?

'GREPP…'

"hyung….hiks….." wookie mendekap lengan yesung dan terus terisak.

"wookie-ah….." yesung kaget mendapati wookie menangis, di tariknya tubuh kecil wookie dalam pelukan hangatnya, setidaknya memberi sedikit ketenangan.

"hiks…..hyung…. miandhe….. mian aku selalu menyakiti perasaanmu….." kata wookie masih terisak dipelukan yesung.

"kau tak pernah menyakiti perasaanku wookie-ah….. kau tak perlu minta maaf….. seharusnya aku yang minta maaf karena membuatmu menangis seperti ini… miandhe….." kata yesung mengusap lengan wookie lembut.

Untuk beberapa saat yesung membiarkan wookie menangis dipelukannya, bukankah yesung juga menyukainya….? Memeluk wookie saat dia menangis, sudah lama yesung ingin melakukannya saat wookie menangis tapi dia tak pernah bisa melakukannya, karena wookie tak akan pernah mau yesung memeluknya.

"sudah sore… kita pulang ne…..?" kata yesung menarik tubuh wookie yang sejak tadi diam dipelukannya.

"Ne…." jawab wookie dengan suara serak karena menangis.

"aiiisshhh….. istriku…. kau jelek sekali" kata yesung tersenyum dan mengusap sisa air mata disudut mata wookie.

"yah, kau mengejekku….?" Kata wookie mengerucutkan bibirnya kesal.

"hehehe… tersenyumlah, kau akan terlihat lebih manis jika tersenyum…" yesung menarik hidung wookie pelan dan terkikik, setidaknya wookie sudah bisa ceria lagi bukan…?

"appo…" kata wookie mengusap hidungnya.

"gomawo untuk hari ini….. kau mau menghabiskan waktu bersama hyung… " kata yesung tersenyum menatap sang pujaan hati.

"Hmm….. Ne… gomawo yo….." sahut wookie menganggukan kepalanya sambil mengerjap –imut- kearah yesung.

Pukul 6.10 PM waktu yang ditunjukan didasbord mobil yang dikendarai yesung ketika mereka kembali kerumah setelah seharian menghabiskan waktu bersama. Dan untuk pertama kalinya wookie dan yesung berbicara dari hati kehati seperti tadi, dan itu membuat keduanya merasa lega. Setidaknya ada hal yang kini mereka ketahui bukan….?

!

!

!

Wookie terlihat duduk dibangku salah 1 tribum di ruang klub dance, matanya sedari tadi terus memandang kearah seorang namja yang sedang melakukan gerakan dance dangan sangat sempurna, bibirnya tak pernah berhenti tersenyum. Yah, dialah thunder, namja yang selama ini disukai wookie sejak lama. Tapi sayangnya thunder tak pernah mengetahuinya. Maksudnya tak pernah mempedulikannya, meski begitu wookie tetap saja mencintainya.

'dddrrrtt….dddrrrtttt….'

Tiba-tiba ponsel wookie bergetar didalam saku celananya, merasa acara menonton sang pujaan hati terganggu dengan kesal wookie merogoh sakunya dan menjawab teleponnya.

"Yeobseo…."

.

.

TBC

.

.

Mian ceritanya kacau…