SASUSAKU LOVE STORY
By:Isa Orange Lover
Naruto milik Masashi Kishimoto dan selamanya bukan punya Isa-chan.
Warning:OOC, Bahasa gak baku, Lama update, Typo, Miss Typo, OOT, dll
Summary:Setelah Naruto dan Hinata jadian Sasuke melemar Sakura menjadi pacarnya, apakah Sakura akan menerima lamaran Sasuke?
Genre:Romance dan Friendship
Sasuke OOC banget!
Happy Reading~
"Na-naruto-kun, se-sebenarnya a-aku mencintaimu." Ucap Hinata.
"Wah, aku juga Hinata-chan aku mencintai mu, jadi kau mau tidak jadi pacar aku?" lamar Naruto.
"Terima aja." Ucap Shikamaru dari tempat persembunyian.
"Sssttttt..." Semuanya langsung memandang Shikamaru dan menyuruhnya diam sambil menaruh jari telunjuknya dibibirnya.
"Maaf." bisik Shikamaru.
"Aku mau Naruto-kun." Balas Hinata dan NaruHina pun berpelukan.
"CIYEEEEEE..., YANG UDAH JADIAN SELAMAT YA!" teriak semua yang melihat adegan itu.
"Heeee!" NaruHina langsung terkejut dan muka mereka semerah tomat kesukaan Sasuke.
"Hem..., Sakura-chan aku mencintai mu jadi...maukah kamu menjadi pacarku?" lamar Sasuke.
"E-eh..! kok tiba-tiba?" tanya Sakura kaget dengan muka yang memerah karena langsung diberi pertanyaan seperti itu oleh Sasuke.
"Karena aku sebenarnya sudah lama mencintaimu hm..., sewaktu kita pertama kali bertemu. Tapi aku selalu saja lupa memberi tahumu dan melamarmu menjadi pacar ku..." Jawab Sasuke dan membuat muka Sakura tambah memerah.
"Jadi... kamu menerima ku atau tidak?" tanya Sasuke.
'Aduh gimana nih? hm...bilang apa ya? susah amet sih! padahal cuman bilang iya atau tidak aja!' Batin Sakura frustasi.
"Sakura!" panggil seseorang berambut merah-Gaara- pada Sakura.
'Terima kasih Gaara.' Batin Sakura senang.
"Ada apa?" tanya Sakura pada Gaara yang mulai mendekat.
"Kamu dipanggil Orochimaru-sensei tuh!" ucap Gaara.
"Untuk apa?" tanya Sakura.
"Gak tau, oh iya ngomong-ngomong Orochimaru-sensei lagi berada diruang lab." Ucap Gaara dan Sakura pun pergi keruang lab.
'Sial tuh guru! manggil Sakura! padahal Sakura lagi gue lamar jadi istri- ehh.., maksudnya pacar gue!' batin Sasuke kesal.
"Yo Sasuke, lagi apa?" sapa + tanya Gaara pada Sasuke.
"Lagi kesel." Jawab Sasuke dingin dan singkat.
"Dingin amet." Ucap Gaara.
"Hn." Sasuke langsung meninggalkan Gaara.
"Tuh orang kenapa sih?" tanya Gaara entah pada siapa.
"Dia lagi kesel gara-gara lo." Jawab Kiba tiba-tiba dan langsung membuat Gaara kaget.
"E-eh..! gue udah ngapain dia?" tanya Gaara.
"Gara-gara lo yang manggil Sakura, lamaran Sasuke jadi ngegantung." Jawab Kiba.
"Bukan gue yang manggil tapi Orochimaru-sensei!" balas Gaara tak mau disalahkan.
"Tapi gara-gara lo Sakura jadi pergi." Balas Kiba.
"Wait the second..., Sasuke ngelamar Sakura?" tanya Gaara yang baru sadar.
"Iya, emangnya kenapa?" tanya Kiba.
"Eh-ehh.., tidak ada apa-apa! oh iya aku mau balik kekelas dulu! Jaa~" Gaara langsung berlari menuju kelasnya dan meninggalkan Kiba yang curiga terhadap Gaara.
Keesokan harinya setelah kejadian itu Sasuke dan Gaara kerumah Sakura pagi-pagi(Ceritanya mereka mau berangkat bareng dengan Sakura.)
"Sakura! bangun! ada temanmu tuh!" panggil lelaki berambut merah-Sasori- pada Sakura dari luar kamar Sakura sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar Sakura sehingga membuat pemilik kamar menjadi terganggu.
"Hiii! Sasori-nii ngegangguin orang tidur aja!" teriak Sakura pada Sasori pada saat sudah membuka pintu kamarnya.
"Cepat kamu bersiap-siap ke sekolah! ada temanmu tuh yang menunggumu kan kasian." Ucap Sasori.
"Eh..? teman? siapa Ino?" tanya Sakura.
"Bukan, tapi Sasuke dan hm...anak berambut merah." Jawab Sasori.
"Tumben mereka mau ngajak aku pergi kesekolah bersama." Ucap Sakura entah pada siapa.
"Udah jangan bahas itu lagi, lebih baik kamu bersiap-siap ke sekolah!" ucap Sasori sambil mendorong Sakura masuk kembali kekamarnya dan Sasori pergi kebawah lebih tepatnya dapur untuk menyiapkan sarapan, ibu dan ayah Sakura juga Sasori lagi sibuk dengan tugas kantor mereka yang berada diluar negeri. Setelah Sakura bersiap-siap, Sakura langsung turun kebawah dan memakan roti selai strawberry kemudian memakai sepatunya dan keluar.
"Kau lama juga ya." Ucap Gaara.
"Hehehe.., gomen baru bangun." Balas Sakura sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Hn. Ayo kita berangkat." Ucap Sasuke tiba-tiba dan merekapun berjalan menuju kesekolah dengan berjalan kaki yang kebetulan tidak jauh dari rumah Sakura.
Sesampainya disekolah ada beberapa siswi fans Sasuke dan Gaara men-deathglare Sakura yang lagi berjalan bersama Sasuke dan Gaara. Sakura yang dari tadi di-deathglare oleh fans Sasuke dan Gaara hanya bisa membalas deathglare itu dengan deathglare andalannya ditambah aura tubuhnya yang menyeramkan sehingga fans Sasuke dan Gaara menjadi ketakutan.
"Jidat, tadi waktu kamu berjalan dengan Sasuke dan Gaara kamu cocok banget deh." Ucap Ino.
"I-iya, apa lagi kalau dengan Gaara." Tambah Hinata.
"Yang lebih cocok itu Sakura dan Sasuke." Ucap Ino pada Hinata.
"Tapi rasanya yang cocok itu Gaara bukan Sasuke." Balas Hinata.
"Apanya yang cocok coba?" tanya Ino.
"Warna rambut." Balas Hinata.
"Warna rambut nggak sama." Balas Ino.
"Sama, merah dan merah." Balas Hinata.
"Sakura itu warna rambutnya merah muda." Ucap Ino.
"Tapi sama-sama merah." Balas Hinata.
"Terserah." Ucap Ino tak ingin memperpanjangkan masalah.
"Oh iya, kemarin Sasuke menenbakmu kan?" tanya Ino.
"Be-betulkah? Sasuke menembak Sakura?" tanya Hinta sedangkan Ino hanya menganggukkan kepalanya.
"Dimana? kapan? apakah kamu menerimanya atau tidak? ayo jawab!" tanya Hinata bertubi-tubi.
"Tumben kamu kepo amet." Ejek Ino.
"Sekali-kali gak masalah kan?" tanya Hinata.
"Iyalah." Jawab Ino.
"Sakura-chan, kenapa kamu tidak jawab pertanyaan ku?" tanya Hinata.
"Aku lupa apa yang tadi kamu tanyakan." Jawab Sakura sambil menggaruk belakang kepalanya.
"Dimana dan kapan Sasuke menembakmu?" tanya Hinata.
"Ditaman waktu Naruto selesai menembakmu atau melamarmu menjadi pacarnya." Jawab Sakura.
"Kok aku gak lihat Sasuke ngelamar kamu?" tanya Hinata.
"Entahlah." Jawab Sakura.
"Ngomong-ngomong, kamu terima dia nggak?" tanya Hinata.
"Aku belum menjawabnya." Jawab Sakura.
"Kenapa?" tanya Hinata.
"Karena waktu itu Orochimaru-sensei memanggilku." Jawab Sakura.
"Hm..., Ino-chan Hinata-chan aku mau buang air kecil dulu ya. Jaa~" Sakura langsung saja keluar dari kelas dan menuju kearah toilet wanita dan saat selesai buang air kecil, Sakura mencuci tangannya kemudian bertemu dengan Karin juga Tayuya dan Shion yang setia mengikuti Karin dari belakang.
"Kau gadis yang berjalan dengan Sasuke-kun dan Gaara-kun tadi kan?" tanya Karin pada Sakura yang masih mencuci tangannya, tapi Sakura tetap tidak memperdulihkannya dan membuat Karin menjadi kesal. Malahan Sakura hampir keluar dari toilet wanita itu.
"Woy! Jidat lebar berambut gulali aku lagi bicara pada mu!" panggil Karin pada Sakura yang memegang knop pintu.
"Hm.., siapa? aku?" tanya Sakura.
"Iya!" balas Karin.
"Nama gue bukan Jidat lebar berambut gulali tapi nama aku itu Sakura!" balas Sakura.
"Terserah gue mau manggil lo apa! btw, kau itukan yang tadi pagi berjalan dengan Sasuke-kun dan Gaara-kun?" tanya Karin.
"Iya, emangnya kenapa?" tanya balik Sakura.
"Ku beri tahu satu hal padamu, jangan mendekati Sasuke-kun kalau tidak.."
"Kalau tidak apa?" tanya Sakura.
"Kami akan menghajarmu." Lanjut Karin.
"Asal kamu tahu ya! aku ini teman masa kecilnya Sasuke-kun dan kemarin dia melamarku menjadi pacarnya!" balas Sakura tak mau kalah.
"Melamar? mana munkin dia ingin melamar wanita dengan wajah yang pas-pasan seperti kamu.. cih, dia pasti akan melamarku. jangan bermimpi kau!" Ucap Karin
"Astaga, kau ini ketinggalan berita amet ya. Kalau gak percaya tanya aja pada orang-orang yang kemarin pergi ketaman sekolah pada waktu istirahat pasti mereka bilang iya. Aku ini gak pernah bermimpi gituan, emangnya gue kurang kerjaan? jadi bermimpi gituan." Ucap Sakura sedangkan Karin yang tadi mendengar ucapan Sakura menjadi marah dan lansung mendorong Sakura kedinding dan akan melayangkan tinjuan kearah wajah Sakura.
Tapi Sakura langsung menahan tangan Karin dan memutarnya sehingga Karin kesakitan. Tayuya dan Shion yang melihat Sakura memutar lengan Karin tidak tinggal diam, mereka ingin meninju Sakura tapi dengan cepat Sakura menghindar dan menendang lutut Tayuya dan Shion sehingga Tayuya dan Shion terjatuh kelantai. Kemudian, Sakura mendorong Karin sehingga Karin terjatuh juga kelantai.
"Cih, ternyata kalian lemah sekali ya? dan ngapain tadinya kalian sok jago ingin ngehajar aku kalau aku dekati Sasuke?" tanya Sakura.
"Kau...tunggulah pembalasan kami!" teriak Karin.
"Pembalasan apa?" tanya Sakura.
"Kau ingin melapor ke guru? dasar pecundang." Ucap Sakura.
"Bukan, tapi pembalasan yang setara dengan apa yang tadi kau lakukan dengan kami." Ucap Karin tapi ucapannya dihiraukan oleh Sakura yang sudah pergi dari situ. Sakura dengan perasaan senang sedang karena sudah berkelahi(aneh, kok malah senang?) berjalan menuju ke kelasnya. Dan selama pelajaran Sakura senyum-senyum sendiri sehingga membuat Sasuke mengira calon pacar sudah tidak waras.
"Sakura..., kenapa kamu senyum-senyum sendiri?" tanya Sasuke.
"Aku cuman senang karena mendapat mangsa baru." Jawab Sakura.
"Mangsa?" tanya Sasuke.
"Maksudmu kau habis berkelahi atau apa?" tanya Sasuke.
"Aku dari berkelahi dan dia sempat sok jago tapi ternyata dia orangnya lemah banget." Jawab Sakura.
"Oh." Balas Sasuke dan kemudian Sasuke maupun Sakura kembali focus kepelajaran.
Tak terasa sudah waktu pulang, seluruh murid langsung keluar dari sekolah menuju rumahnya dan ada juga yang masih didalam kelas untuk piket. Sakura lagi berjalan kerumahnya sendirian dengan kesal karena Ino dan Hinata lagi kencan dengan pacarnya, Gaara yang lagi piket dan Sasuke yang lagi ada urusan penting.
"Kenapa gak ada yang mau temani aku pulang.. mereka semua lagi sibuk... Ino juga udah beberapa kali kencan dengan Sai sampai-sampai dia jarang bermain atau jalan-jalan bersamaku, dasar Ino itu lebih sayang pacar dari pada sahabat!" Ucap Sakura pada dirinya sendiri sambil berjalan menuju kerumahnya dan sesekali jika ada batu kerikil ia menendangnya.
"Hai cewek." panggil 4 preman dengan tubuh yang sangat besar.
"Mau apa kalian?" tanya Sakura sambil menatap preman-preman itu dengan sinis.
"Tidak, kami cuman mau menghajar mu karena telah menghajar majikan kami!" ucap preman itu dan langsung melayangkan tinjuan kearah Sakura tapi Sakura dengan lincih menghindari serangan itu dan kemudian preman-preman lain melayangkan juga tinjuan kearah Sakura tapi dengan lincah Sakura menghindarinya dan melayangkan tinjuan kearah preman-preman itu.
"Ini belum berakhir." Ucap preman yang dibelakangnya terlihat 6 preman, ada yang membawa kayu dan alat-alat lainnya.
"Woy! kalian curang! udah banyak pake alat lagi, dan juga kalian ini lagi ngelawan perempuan yang kecil!" ucap Sakura yang tidak terima karena ada preman yang membawa senjata, dengan terpaksa preman itu membuang senjatanya dan melayangkan tinjuan dan preman lainnya menendang tapi Sakura berhasil menghindari serangan itu tapi lama-kelamaan Sakura menjadi lelah dan ada preman yang hampir meninju wajah Sakura tapi tangannya langsung ditahan oleh tangan seseorang.
Sakura yang dari tadi menutup matanya karena tinjuan yang hampir mengenai mukanya membuka matanya dan alangkah kagetnya Sakura melihat preman-preman itu sudah kalah. Dan saat Sakura mengalihkan pandangannya ia melihat Sasuke yang lagi mengulurkan tangan kearahnya dan ia pun mengapai tangan Sasuke.
"Kau ini kenapa berkelahi dengan preman?" tanya Sasuke.
"Bukan aku yang mulai kok, sumpah..!" Ucap Sakura.
"Terus siapa?" tanya Sasuke.
"Hm..., oh iya Karin bilang dia ingin memberiku pelajaran yang setimpal dengan apa yang kulakukan padanya waktu ditoilet wanita." Jawab Sakura.
"Hhh.., Karin itu...awas kau." Gumam Sasuke dengan nada yang sangat rendah dan perasaan marah.
"Ha? apa yang tadi kau katakan?" tanya Sakura.
"Bukan apa-apa kok. Oh iya apa kau baik-baik saja?" tanya Sasuke.
"Aku baik-baik saja kok, terimah kasih telah mengkhawatirkan ku." Ucap Sakura.
"Hm.., ayo naik kemobil ku biar aku mengantar mu ke rumahmu." Perintah Sasuke dan Sakura pun naik ke mobil Sasuke dan Sasuke juga masuk kedalam mobilnya dan menjalankannya menuju kerumah Sakura.
"Hmm.., Sasuke kukira tadi waktu kesekolah kau tidak membawa mobil?" tanya Sakura.
"Tadi waktu aku pulang, aku mengambil mobil untuk pergi kerumahmu dan mengajakmu pergi jalan-jalan tapi ibumu bilang kamu belum pulang jadi aku menuju kearah sekolah dan melihatmu lagi berkelahi dengan preman-preman tadi." Jawab Sasuke.
"Tapi kurasa aku tidak sempat mengajak mu jalan-jalan karna sudah hampir malam." Sambut Sasuke dan suasana menjadi hening.
"Hmm..., jawaban mu atas lamaranku apa?" tanya Sasuke.
"Hm..., gimana ya? iya aja deh. Karna sebenarnya... aku juga menyukaimu sewaktu pertama kali bertemu." Ucap Sakura.
"Jadi..., kita sudah jadian?" tanya Sasuke.
"Yuph." Jawab Sakura dan saat sudah sampai didepan rumah Sakura, Sasuke menghentikan mobilnya.
"Kita sudah sampai." Ucap Sasuke.
"Terima kasih ya." Ucap Sakura sambil tersenyum dan hampir membuka pintu mobil Sasuke tapi... Sasuke menahan tangan Sakura yang satu dan menariknya kemudian mencium bibir Sakura dengan lembut, Sakura yang dicium cuma pasra karena tenaganya sudah terkuras habis sewaktu melawan preman-preman tadi. Dan setelah keduanya kehabisan oksigen mereka langsung mengakhiri ciuman tadi.
"I-itu ciuman pertamaku." Ucap Sakura.
"Itu juga ciuman pertamaku, bukan kamu saja." Balas Sasuke.
"Hm..., aku masuk kerumah dulu dan sekali lagi terimah kasih telah mengantar ku." Ucap Sakura kemudian keluar dari mobil Sasuke dan ketika Sasuke akan berangkat ia melambaikan tangannya ke arah Sasuke kemudian ketika mobil Sasuke tidak nampak lagi ia kemudian masuk kerumahnya.
TO BE CONTINUE...
Akhirnya chap ini udah jadi, maaf baru update ya...
rasanya banyak typonya deh? jika benar mohon maaf kan aku ya..
review ya dan terimah kasih sudah membaca fic ini^^
