Lama ya? Maaf...

pendek ya? maaaaf.. ini mentok loh.. serius

ngga tau kenapa belakangan ini lagi ngerasa tulisan wen itu lg crap paraaah..

mianhae readersnim


CHAPTER 2

HIDDEN SECRETS


Pernyataan Yifan menyayat hati Yixing. Tidak, ia tidak ingin menjadi orang ketiga dalam hubungan Yifan dan Tao. Tapi, mendengar pernyataannya secara tidak langsung menyakiti hati Yixing. Pernyataan Yifan seperti mempertegas batas hubungan antara mereka berdua. Yixing terdiam, otaknya terus berpikir, mencari cara untuk meringankan, atau bahkan melupakan rasa sakit hatinya pada Yifan. Otaknya tertuju pada seseorang yang berada di posisi yang sama dengannya, Minseok.


Minseok sedang asyik menonton acara Running Man di televisi, di sebelahnya ada Luhan yang sibuk memainkan flappy bird di ponsel. Merasa bosan, Luhan mengalihkan perhatiannya dari ponsel dan mengajak Minseok untuk mengobrol. Seperti layaknya sepasang sahabat, obrolan mereka benar-benar lancar, tidak ada kecanggungan di antara mereka. Hingga akhirnya Luhan membahas sebuah topik yang sensitif untuk Minseok. Tentang hubungannya dan Yixing.

"Kau semakin lengket dengan Yixing, Seokkie."

"Aku sudah lelah jadi orang ketiga, Lu." jawab Minseok tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi.

"Maksudmu?"

"Kau tidak tau, Lu? Fans bilang aku itu orang ketiga dalam hubungnmu dan Sehun." ujar Minseok yang kini menghadap ke arah Luhan.

"Tapi kan kenyataannya tidak, Seokkie. Kau malah yang mengenalkanku pada Sehun. Kau juga yang member semangat Sehun untuk menyatakan perasaannya padaku."

Minseok terdiam, lama. Luhan pun ikut terdiam.

"Kau benar-benar mencintai Sehun, Lu?" tanya Minseok tiba-tiba.

"Ne. Aku benar-benar mencintainya."

"Kalau begitu jaga dia baik-baik."

Minseok meninggalkan ruang tengah dorm mereka. Meninggalkan Luhan yang terpaku, masih mencerna maksud ucapannya tadi.


Minseok menghampiri Yixing di kamarnya. Ia melihat Yixing yang sedang berguling-guling tidak jelas di kasurnya. Yixing menutupi kepalanya dengan bantal Minseok. Minseok mengambil bantalnya dari tangan Yixing, membuat Yixing terkejut.

"Kenapa memakai bantalku? Katamu bantalku bau." tanya Minseok. Ia mengingat ucapan Yixing di sebuah acara.

"Hyung... Aku pinjam.. Bantalmu tidak sebau itu kok. Aku bercanda hyung, serius."

Minseok tetap berdiri sambil memegang bantalnya. Bibirnya sudah maju beberapa senti, menandakan kekesalannya terhadap Yixing.

"Aigoo.. hyungku ini imut sekali. Jangan seperti itu,hyung. Mau kucium, eoh?" ujar Yixing bercanda, ia mendekatkan wajahnya pada wajah Minseok.

"YADONG!" Minseok memukuli Yixing hingga keduanya terjatuh di kasur Minseok. Posisi mereka saat ini dapat dibilang sangat mencurigakan. Lihat saja, Yixing yang sedang terlentang di ranjang sambil menahan Minseok yang tidak henti-hentinya memukuli wajahnya dengan bantal. Dan Minseok, duduk diantara paha Yixing sambil terus memukulkan bantalnya ke wajah Yixing dengan kekuatan penuh. Well, mungkin kalian akan berpikin Minseok adalah seorang power bottom.

"Ampun hyung.."

"Minta maaf.." ujar Minseok yang saat ini berhenti memukuli Yixing dengan bantalnya, napasnya terengah-engah.

"Tidak! Habisnya tadi kau benar-benar imut hyung."

Well Zhang Yixing, kau benar-benar cari mati nampaknya.

"Minta maaf!" ujar Minseok yang kembali memukuli Yixing dengan bantal.

"Tidaaak!" ujar Yixing. Tangan Yixing kini sudah menangkap kedua tangan Minseok yang terus memukulinya. Daaan...

"Ah, maaf mengganggu hyung, kalian lanjutkan saja." ujar Chanyeol. Ia langsung menutup pintu, meninggalkan kedua hyungnya yang masih kebingungan dengan maksud Chanyeol.

"Ehm, well.. Aku tidak tau siapa yang seme diantara kalian. Tapi, kuharap jangan terlalu bermain keras, oke? Ya, kalian kan salah satu dancer terbaik di grup ini." ujar Chanyeol lagi. Hanya kepalanya saja muncul dari balik pintu. Kemudian ia langsung kabur, menghindari amukan dari kedua hyungnya itu.

"PARK CHANYEOOOL!" pekik Minseok.


"Aaaahhh.. mataku.. mataku yang suci ini.." teriak Chanyeol tidak jelas.

"Yeol, kecilkan suaramu. Kenapa teriak-teriak tidak jelas eoh? Annoying sekali." ujar Joonmyeon.

"Mungkin Chanyeol sedang kesurupan, hyung." timpal Jongdae dengan wajah tanpa dosa.

"Mungkin Chanyeol hyung habis live streaming video porno." timpal Jongin.

'PLAK'

"Sakit Kyung..." ujar Jongin dengan muka memelas. Rupanya Kyungsoo memukul kepala Jongin.

"Otakmu itu kenapa isinya kebanyakan porno sih! Kau terlalu banyak bergaul dengan Eunhyuk hyung, ya?"

Jongin baru ingin menjawab Kyungsoo. Namun, sebelum sempat menjawab, ia sudah dipeluk oleh Chanyeol.

"Kau memang benar-benar mengerti diriku Jongin-ah. Aku benar-benar tidak salah memilih bias di Exo. Kim Jongin jjang! Kim Jongin saranghaeyo!" ujar Chanyeol yang terus memeluk Jongin seperti koala.

"Oh.. Baiklah, Park Chanyeol, mulai malam ini kau tidur di sofa!"perintah Baekhyun.

Chanyeol yang mendengar perkataan Baekhyun langsung melepas pelukan Jongin. Ia kini memeluk Baekhyun, membujuk kekasihnya itu.

"Untung kita berdua masih waras, Dae-ie." ujar Joonmyeon. Jongdae mengangguk.

"Sudah. Kalian benar-benar berisik. Memang ada apa, Yeol? kenapa berteriak tidak jelas seperti itu." tanya Kyungsoo.

Chanyeol langsung menceritakan apa yang dilihatnya tadi di kamar.

"Tadi, ketika aku masuk ke kamar aku melihat Yixing hyung sedang ditindih oleh Minseok hyung."

Joonmyeon tersedak.

Kyungsoo mengeluarkan ekspresi O_O.

Baekhyun memekik girang.

Jongin senyum-senyum tidak jelas.

Jongdae menyeringai jahil..

"Whoaaa.. Minseok hyung jjang! Dia seorang power bottom yang tangguh!" pekik Baekhyun tiba-tiba.

"Kau tidak salah lihat, Yeol? Dan, Baek bisa saja kan Minseok hyung itu seorang seme." tanya Joonmyeon.

"Mustahil hyung, dalam pikiran fans itu Minseok hyung adalah seorang ultimate uke. Lihat saja wajahnya yang kelewat imut itu, sikapnya yang kalem dan jangan lupa dia itu terlihat harmless. Bahkan aku dan Kyungsoo saja bisa jadi semenya Minseok hyung." jelas Baekhyun yang pada akhirnya sukses membuat Chanyeol tersedak.

"Kau terlalu banyak membaca fanfiction, Baek." ujar Kyungsoo.

"Chanyeol hyung, jelaskan kejadiannya. Yang detail hyung." pinta Jongin dengan senyuman penuh arti.

"Yang aku lihat, ketika aku membuka pintu tadi, Minseok hyung sudah berada diatas Yixing hyung sambil memegang bantalnya. Yixing hyung seperti kepayahan menahan tangan Minseok hyung. Well, kalian tau kan tenaga Minseok hyung sekuat apa? Dan jangan lupakan mereka berdua seperti itu dengan napas yang terengah-engah dan wajah yang memerah, lal-"

"STOOP! OH MY PERVERT MIND. Jangan diteruskan, Yeol. Nanti aku ketularan pervert seperti Jongin."

'PLAK' Kyungsoo memukul belakang kepala Baekhyun.

"Aww! Kyungsoo-ah!."

"Otakmu terlalu pervert, Baek. Bisa saja kan mereka berdua sedang bercanda. Ya kan, Jongdae?"

Jongdae hanya mengangguk. Tapi, pikiran Jongdae tertuju kepada enam orang anggotanya. Entah mengapa, firasat Jongdae merasakan ada sebuah kejanggalan dari hubungan Yixing dan Minseok, kedua hyung kesayangannya. Jongdae mendukung hubungan mereka, sangat mendukung malah. Tapi, ia merasa ini tidak benar. Jongdae memang trainee baru bersama Baekhyun, tapi ia sering mendengar cerita Joonmyeon, yang notabene merupakan trainee terlama diantara mereka, tentang hubungan antar member sebelum ia datang. Ia tau sedekat apa hubungan Yixing dan Yifan, kedua hyungnya dari China, sebelum Tao datang. Ia juga tau seberapa manjanya Sehun pada Minseok, yang merupakan hyung tertua mereka, ketika trainee.

Otak Jongdae terus menyusun informasi yang diberikan oleh Joonmyeon. Ia mendapatkan beberapa kesimpulan. Tapi, sebelum mengatakannya, ia harus membuktikannya dulu, salah-salah ia malah kena amukan Yixing dan Minseok.

Jongdae menghentikan lamunannya ketika Joonmyeon menyenggol lengannya.

"Kau kenapa? Dari tadi Baekhyun bertanya kenapa tidak menjawab."

"Maaf, aku bengong tadi, memang ada apa Baek?"

"Menurutmu keren atau tidak kalau Yixing dan Minseok hyung melakukan couple dance?"

"Pasti keren! Kalian sudah lihat, kan? Video ketika mereka latihan bersama Greg Hwang saem? Sudah banyak beredar di Youtube"

"Ah, ya! Itu keren sekali, hyung. Minseok hyung memang benar-benar berbakat. Gerakannya benar-benar tegas, tapi smooth sekali. Yixing hyung juga hebat, dia benar-benar memperhatikan detail dari setiap gerakan." ujar Jongin.

"Tentu saja! Minseok hyung kan hidden card kita" ujar Jongdae, membanggakan hyung tertua mereka.

Tiba-tiba Chanyeol berujar, "Kau tau, aku penasaran jika ada battle dance antar couple siapa yang menang?"

"Maksudmu apa, Yeollie?" tanya Baekhyun.

"HunHan vs LayMin, Baekkie-ah"

Mereka mulai berpikir untuk memilih salah satu dari mereka. Mengingat mereka berempat, ditambah Jongin merupakan dancer terbaik di grup mereka.

"Kurasa SuChen couple yang menang." ujar Minseok dan Yixing yang tiba-tiba datang dengan pakaian rapi dan membawa masker untuk penyamaran.

"Eh… M-m-minseok hyung, Lay Hyung." sapa Kyungsoo.

"Hmm.. Kami berangkat dulu. Jongin, kau tidak latihan dengan Yixing?" tanya Minseok.

"Iya, aku sudah siap kok, tinggal pakai sepatu. Minseok hyung mau kemana?"

"Aku? Janjian dengan Luhan di coffee shop dekat SM building."

"Luhan hyung kemana?"

"Dia menunggu di lobby. Sehun sedang menuju dorm kok. Ayo Jongin-ah." pamit Minseok.

Jongin memakai sepatunya, kemudian ia dan kedua hyungnya pamit dengan anggota lain yang masih tersisa di dorm.