Aihh.. Kagak nyangka bakalan ada yang review juga wkwk :P #PLAK! OK. Disini akoh cuman mau bales review-an dari yang kagak login aja ye.. yang login, cek PM Okeh!
Kalo misalkan ada yang kagak kebales, maaf-maaf aja yee,,, Author juga manusia yang tidak luput dari dosa kukuku~ Reader: Error nih author/ Author: Ah elu,, tau aja.. kebanyakan tugas yang kagak kelar-kelar jadi gini nih.. keluar sikap aslinyaaaa fufufu~ #PLAK. STOP! (Stop girl in the name of love~) Jiaaah malah nyanyi -_- ,,, #OOCidaaak…
Makasih banyak yee buat :
Mako-chan : Yuppss.. begitulah ceritanya xD Lanjut juga review-nya ye ;) *Ngedipin mata
Pinky Kyukyu : Next juga review-nya wahahaha #PLAK.
Cho kyuhyun : Mind to review again mas? Si mas ini rajin euy,, makasih ye udah review mulu di FF aku wkwk.. kali-kali login ye diantos ckck.. *Abaikan
Bella : Lanjuuuuuuuuut juga review-nya :D makasih udah tertarik sama FF akoh xD…
p.w : Aihhhh…. Makasih-makasih *Terharu .. akoh apdetnya kagak lama 'kan~ makasih udah nunggu xD
Semoga suka sama kelanjutannya yoooooo~ Kukuku~ *LaughEvil*
.
.
FAILED DAMON
Disclaimer By : MerisChintya97
NARUTO
Disclaimer By : Masashi Kishimoto
.
Genre : Fantasy, Romance.
Rated : Always T
WARNING : (AU, MissTYPO, EYD, OOC, Alur sesuai mood author)
Ide alami dari pemikiran author. Cerita bergenre Fantasy pertama yang author buat. Jadi, mohon bantuannya^^
.
.
Don't Like, just click back OK!
(Jangan memaksakan untuk membaca -_-)
.
.
Happy Reading!
PART 2
Flashback
"Lalu, apa tugasku?"
"Aku ingin kau merubah manusia ini," Madara menunjuk sebuah gambaran perempuan yang terpampang dengan begitu jelasnya dari arah layar lebar "Menjadi iblis. Yah, kalau tidak sanggup buat saja dia jadi jahat. Amat sangat jahat." Sasuke seperti ingin tertawa mendengar nada bicara Madara yang terdengar begitu ingin melenyapkan itu perempuan. "Kakek, dia itu hanya manusia. Masih bocah pula. Apa yang harus ditakutkan coba? Memangnya dia akan membuat sesuatu yang berbahaya 'eh?" komentar Sasuke sambil tersenyum meremehkan. "Ya,, dia akan membuat sesuatu yang berbahaya bagi bangsa iblis. Dengan sikapnya yang menjijikan itu dia akan berhasil melenyapkan kita semua." Kata Madara. Senyum meremehkan menghilang dari wajah Sasuke. Sebelumnya ia belum pernah melihat Madara memasang ekspresi yang sangat serius seperti itu. Sepertinya manusia perempuan yang diperlihatkan oleh kakek tua-nya itu memang benar-benar berbahaya.
"Mendengarmu berbicara dengan nada seperti ini, sepertinya bocah ini benar-benar menakutkan." Komentar Sasuke, Madara mengangguk menyetujui. "Jadi, aku mempercayaimu untuk mengemban tugas ini. Jangan sampai gagal. Kau pasti tahu betul apa akibatnya jika sampai gagal." Katanya. Senyum mengejek yang memang ala Sasuke itu kembali terpampang di wajahnya. "Heh, bicaramu seperti tetua yang sudah berabad-abad lamanya. Tapi kau begitu murka ketika aku memanggilmu 'Kakek tua'." Ucap Sasuke mencibir. Kemudian dia berbalik meninggalkan singgasana dengan Madara yang masih memandangnya dengan tatapan aneh. Hm.. sepertinya ada sesuatu yang dipikirkan oleh Madara. Lihat, sekarang ia bahkan tersenyum misterius.
.
Seorang pelayan iblis menuntunnya menuju tempat yang berada di belakang istana. Di sana terdapat sebuah lubang berdiameter kurang lebih 5 meter. Sasuke melongokan kepalanya kesana. Lubangnya berwarna hitam pekat tanpa adanya cahaya sedikitpun. Benar-benar gelap, Hampir mirip seperti black hole. "Untuk apa kau membawaku kemari?" Tanyanya sedikit acuh, pelayan yang ada di sampingnya menatapnya dengan mata yang berwarna kuning dengan garis yang membentang di tengah-tengahnya. Seperti mata ular. "Itu adalah tempat yang menghubungkan dunia iblis dan dunia manusia. Anda harus masuk ke sana supaya bisa sampai ke dunia manusia." Jelasnya. "Tidak perlu!" Sasuke memundurkan badannya kebelakang. Berniat untuk kabur sepertinya. "Apa maksud anda 'tuan? Anda akan menyelewang dari tugas lagi?" Empat sudut siku-siku keluar dari kepalanya Sasuke ketika mendengar si pelayan berbicara. "Kau meremehkanku 'hah?" bentaknya. Maklumlah, Sasuke itu 'kan agak temperamental. Si pelayan mulai gugup "Ti-tidak tuan! Bukan—"
"Hn. Aku mengerti. Aku punya cara sendiri untuk kesana. Tanpa perlu melewati jalur yang seperti itu." Sasuke menunjuk-nunjuk lubang hitam yang katanya satu-satunya cara untuk menuju dunia manusia. "Ba-baiklah tuan. Saya lupa anda siapa."
.
.
FLASHBACK END
(===========)
Air mata yang tidak diduga-duga olehnya menetes begitu saja tanpa diperintah. Mata hijau cemerlang yang biasanya cerah itu kini terlihat meredup. Tangan kecilnya meraih kembali ponsel yang ia letakan di atas meja. Membaca kembali isi pesan yang berhasil membuat luka dihatinya.
Kita putus saja ya?
Namun tetap saja pesan tersebut ada, seolah ingin memberitahunya bahwa ini benar-benar nyata. "Aku harus bagaimana?" gumamnya pada dirinya sendiri. Sakura mengambil segelas air mineral untuk diminum olehnya, berharap dengan begitu bisa sedikit menghilangkan sakit di dalam hatinya. Rasa kantuk karena lelah terus-terusan menangis membuat Sakura ketiduran di atas sofa sederhana apartmentnya.
.
.
"NANI? KAU BARU BANGUN? ASTAGA FOREHEAD!" Sakura menjauhkan jarak ponsel dari telinganya saat mendengar sahabat baiknya berteriak dengan begitu histeris. Sakura menguap, ia memperhatikan keadaan sekitar. Hm, ini bukan kamarku. Pikirnya agak sedikit loading. "Aku semalam ketiduran di atas sofa, Ino. Gomenne,.." Setelah loadingnya mencapai angka 100 akhirnya ia sadar kalau ternyata dirinya itu ketiduran di sofa ruang televisi. Suara decihan dapat Sakura dengar dengan begitu jelas, sepertinya ia sudah berhasil membuat Ino kesal. "Kapan kau akan mandi? Kapan akan sarapan? Dan kapan kau akan datang kemari, ha? Ujian seleksi sebentar lagi dimulai!" Sakura menatap jam dinding, "Yaampun, terimakasih sudah meneleponku Ino, aku akan kesana dalam waktu kurang dari 30 menit."
.
.
(============)
"Huft, Sial!" Sasuke kembali memandangi wajahnya di depan sebuah cermin besar yang berada di kamar mandi hotel megah berbintang, yang akan ia tinggali mulai sekarang selama mengemban tugas dari kakek tercintanya itu. Mata onyx miliknya membengkak karena ia menggunakan Sharinggan miliknya untuk teleport ke dunia manusia. Sasuke tidak menyukai wujudnya yang sekarang, tanpa sayap indah kebanggaannya yang biasanya selalu terlipat dengan rapi di belakang punggungnya, tanpa jubah hitam selutut dengan kerah tinggi yang mampu menyembunyikan leher jenjangnya, dan tanpa samurai panjang yang selalu dengan setia berada di balik jubah hitamnya. Dengan penampilannya yang sekarang Sasuke merasa seperti manusia sungguhan, dan ia benci yang namanya 'manusia' karena mereka selalu berhasil merepotkannya.
Tapi untuk sekarang, ia lebih membenci kakek tercintanya itu karena sudah membuat ia terlihat seperti orang bodoh, karena mengikuti petunjuk yang diberikan padanya. Berulang kali ia bertanya kesana kemari, dan tersesat beberapa kali hanya untuk mencari dimana ia akan tinggal hingga pada akhirnya ia berhasil sampai di sini.. "Dasar raja tua tidak tanggung jawab! Berani-beraninya dia memberiku petunjuk sesat bodohnya yang tidak berguna seperti ini! Dia pasti hanya mengerjaiku saja!" Gerutunya sambil memandangi buku panduan yang Madara berikan padanya yang katanya harus Sasuke jadikan sebagai pedoman selama berada di dunia manusia
.
Ia melempar sembarang arah benda persegi empat atau sebut saja ponsel. "Sekarang apa lagi? Setelah membuatku seperti setan bodoh, merebut sayap dan juga seluruh benda milikku, lalu ia mengantinya dengan benda-benda manusia yang menjijikan seperti itu? Cih! Aku bahkan tidak mengerti cara menggunakannya." Gerutunya kembali. 'Kau memang bodoh. Menggunakan sebuah handphone saja tidak bisa masa..' suara telepati memasuki gendang telinganya. 'Ck,, si kakek tua itu menyuruhmu untuk memata-mataiku nii-san?' suara tawa yang berhasil didengarnya membuat Sasuke muak. 'Hahaha kau benar..'
.
Matanya hampir saja terpejam, ketika buku panduan miliknya itu tiba-tiba melayang kearahnya dengan kecepatan yang mengaggumkan dan menabraknya tepat pada muka tampannya. "Adauwh!" teriaknya spontan. Bukunya meluncur turun dari tubuhnya ke pangkuannya. Kakek tua sialan! Batinnya.
Dengan perasaan kesal yang mengebu-ngebu Sasuke membuka buku tersebut dengan kasar. "Fisikku sekarang seperti manusia! Aku juga butuh istirahat sialan!" Sasuke melempar buku tersebut. Ia menyambar jaket panjang yang tersampir di dekat tempat tidurnya dan pergi keluar.
.
.
.
(============)
Sasuke memandang aneh pada sebuah motor sport yang terparkir di basement hotel megahnya itu. Pasalnya di buku dikatakan jika ia harus melakukan tugasnya menggunakan benda tersebut. Setelah memutarinya beberapa kali ternyata ia tetap tidak mengerti bagaimana cara menggunakannya.
"Apa yang sedang kau lakukan 'bung?" Sasuke memicingkan matanya. Sepertinya aku tidak pernah melihat orang ini. Batinnya. Dia berjalan kearah sebuah motor sport yang sama dengan miliknya namun berbeda warna diikuti oleh seorang perempuan anggun dengan rambut indigo berponi-nya itu. Sasuke diam-diam memperhatikan orang tersebut dengan seksama. "Aku duluan,.. jaa" Sasuke tidak menanggapinya.
.
"Hn. Benda ini tidak terlalu merepotkan." Sasuke menyeringai ketika ia berhasil mengendarainya. Dari kecepatan pelan, sedang sampai sekarang ia menggunakan kecepatan tinggi menembus jalanan sore yang mulai lenggang.
.
.
Setelah mendapatkan izin dari sahabatnya, Sakura kini berjalan-jalan di sekitar Tokyo mall untuk sekedar menghilangkan kepenatan yang menghampirinya. Ia merasa heran, bukankah seharusnya sekarang ia merasa marah atau kesal pada pemuda yang sudah mengkhianatinya itu? Kenapa ia sama sekali tidak merasakannya? Hanya perasaan sakit hati saja yang ia rasakan. Sakura berjalan-jalan pelan sambil melihat-lihat berbagai macam barang menarik di samping kiri kanannya. Karena terlalu asyik melihat-lihat, dia tidak sengaja menabrak seseorang yang berjalan di hadapannya.
"Aishh! Apa-apaan kau, ha? Hati-hati kalau jalan." Kata orang yang ditabraknya itu, yang ternyata seorang laki-laki. "Aa.. gomennasai, daijoubu desuka?" Kata Sakura sambil membungkukan badannya berkali-kali di hadapan laki-laki itu.
Laki-laki itu mendongak. Ia menyeringai ketika melihat siapa orang yang sudah seenaknya menabraknya itu, "Gomen? Semudah itu 'kah kau mengucapkan kata maaf setelah membuat semua barang-barangku berantakan?!" Lelaki yang ternyata ditabraknya itu adalah Sasuke, sang pangeran iblis yang dikirim oleh raja iblis ke bumi. 'Secepat ini 'kah aku langsung bertemu dengan manusia menjijikan ini?' seringaian Sasuke bertambah lebar ketika ia melihat perempuan yang menabraknya itu kembali membungkukan badannya.
.
.
TBC
NEXT?
