FAILED DAMON

CHAPTER III

Disclaimer, Naruto By Masashi Kishimoto

Warning : OOC, MissTypo, EYD, Alur sesuai mood Author, dll

This is my Fiction, so, if you don't like, just go away. It's simple, right? (Jangan memaksakan untuk membaca -_-)

.

.

.

"Gomen? Semudah itu 'kah kau mengucapkan kata maaf setelah membuat semua barang-barangku berantakan?!" Lelaki yang ternyata ditabraknya itu adalah Sasuke, sang pangeran iblis yang dikirim oleh raja iblis ke bumi. 'Secepat ini 'kah aku langsung bertemu dengan manusia menjijikan ini?' seringaian Sasuke bertambah lebar ketika ia melihat perempuan yang menabraknya itu kembali membungkukan badannya.

.

.

.

FAILED DAMON

Happy Reading\^O^/

.

.

"Arghh sudah-sudah! Sana pergi dasar perempuan sial!" Sasuke mendorong tubuh Sakura agar menjauh darinya, namun apa yang Sakura lakukan selanjutnya membuat Sasuke terkejut—"Tanganmu terluka, tuan! Kau harus segera diobati kalau tidak lukamu bisa infeksi!" Sakura memegang erat tangan kanan Sasuke, mata onyx Sasukekemudian mengalihkan pandangannya ke arah tangannya yang memang terluka. 'Sial, pantas saja tadi terasa nyeri.' Rutuk Sasuke, "Yaampun, kami-sama lukamu lumayan dalam, kau terkena pecahan kaca! Tahan sedikit ya ini lumayan sakit." Sakura mengeluarkan kotak P3K dalam ranselnya, yang selalu dibawa olehnya itu kemanapun ia pergi. Setelah Sakura men-sterilkan tangannya dengan cairan antiseptik, ia mencoba untuk mengeluarkan pecahan kaca yang tertancap pada telapak tangannya Sasuke, si sang pria arrogant. Selama pengobatan yang dilakukan di tengah jalan yang mulai sepi itu Sasuke tidak henti-hentinya menggerutu menyumpah serapahi Sakura. Sedangkan Sakura, ia tidak menanggapi ocehan Sasuke sama sekali. Tatapan matanya pun terkesan—datar?

"Selesai. Karena lukamu lumayan parah, sebaiknya kau periksakan lukamu itu ke rumah sakit, terutama luka yang ada di kepalamu, sepertinya benar-benar parah. Oh ya, sekali lagi, hontou ni gomennasai.." Kemudian Sakura membungkukan badannya 90° dan melengos pergi meninggalkan Sasuke yang masih dalam keadaan geram.

"Hei kau pinky! Apa maksudmu dengan 'terutama luka yang ada di kepalamu' hah? Aku hanya terluka di telapak tangan saja!" Sakura menghentikan langkahnya, kemudian ia berbalik dan—"Ah, tentu saja. Kau sejak tadi menggerutu tidak jelas dan mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan, sepertinya luka di kepalamu itu sudah stadium akhir, ya?" Setelah menyadari apa yang dimaksud oleh Sakura, Sasuke menggeram penuh amarah, "Sialan kau!" ingin rasanya Sasuke menebas perempuan yang kini sosoknya semakin jauh itu dengan pedang kusanagi kebanggaanya.

.

.

.

FAILED DAMON

Sasuke melangkahkan kakinya untuk memasuki sebuah bar, perlahan langkah kakinya itu berhasil membuat semua orang—terutama kaum hawa—menatap kagum ke arahnya. Tetapi, sayangnya tatapan mereka Sasuke hiraukan. Ia badmood tingkat dewa sekarang. Pertemuan pertama dengan perempuan pink itu benar-benar berhasil merusak image-nya sebagai pangeran iblis yang cool. Terutama ketika perempuan pink yang berhasil membuat Sasuke uring-uringan seperti sekarang ini mengatainya sudah tidak waras secara tidak langsung. Jika istana kerajaan iblis tahu tentang hal ini, Sasuke benar-benar tidak tahu harus menyimpan muka dimana.

Dan, satu hal yang Sasuke dapat ambil kesimpulan, perempuan pinky itu benar-benar menyebalkan—PRANG

Karena terhanyut dalam emosinya sendiri, tanpa sadar Sasuke telah menghancurkan gelas berisi wine yang ada di tangannya yang masih diperban itu. Sang bartender hanya bisa melohok melihatnya, "Tuan, anda baik-baik saja?" tanya lelaki yang menjadi bartender tersebut dan dijawab hanya dengan gumaman yang memiliki arti yang tidak jelas, "Hn."

.

.

.

Niat Sasuke untuk mabuk-mabukan semalaman pupus sudah ketika lagi-lagi telepati dari sang kakak mengganggunya dengan mengatakan kalau ia harus beristirahat karena besok, Sasuke akan kembali menjalankan tugasnya yang lebih susah. Tentu saja membuat Sakura—perempuan yang kini mulai Sasuke benci— untuk menjadi jahat.

"Si pinky itu memang sudah menjadi iblis yang menakutkan!" Ucap Sasuke pada Itachi ketika mereka melakukan telepati. "Hm? Menakutkan bagaimana maksudmu?" Sasuke mendengus kesal, kemudian ia menatap cermin besar yang ada di depannya tajam, "Karena dia sudah mengataiku tidak waras secara tidak langsung, aniki!" dan, hal selanjutnya berhasil membuat Sasuke memutus sambungan telepati dengan sang kakak secara sepihak. "Sial! Aniki berani menertawakanku.. awas saja kalau aku kembali ke istana nanti!"

.

.

.

FAILED DAMON

Sakura memasukan benda-benda kenangan akan dirinya dengan sang mantan kekasih kedalam box. Matanya menatap sendu foto dirinya yang tengah berfoto dengan seorang pemuda berambut pirang yang tengah tersenyum lebar ke arah kamera, tanpa terasa setetes cairan bening turun membasahi pipi chubby-nya, "Semoga kau bahagia dengan Hinata, Naruto..-kun.." ucapnya sedikit parau.

Matahari dari ufuk sana dengan malu-malu mulai menerbitkan sinarnya, Sakura bahkan baru sadar kalau ternyata dirinya tidak tidur semalaman. Waktu benar-benar tidak terasa, Sakura terlalu sibuk dengan barang-barang penuh kenangan antara dirinya dengan Naruto, sang mantan kekasih.

"Baiklah, hal pertama yang harus kulakukan adalah.. mandi! Kemudian bersiap-siap menuju kampus, Kami-sama.. semoga aku lulus tes! Amiiiiin…"

Bunyi shower mulai terdengar ketika Sakura telah berada di dalam kamar mandi.

.

.

.

"Huh? Are..? Chiyo-baasama, sepertinya apartment sebelah akan ada yang mengisi, ya?" Sakura celingukan melihat kamar sebelah apartmentnya sedang dibersihkan oleh orang-orang yang Sakura kenal sebagai kenalan nenek Chiyo. Chiyo, pemilik sekaligus orang yang merawat wilayah apartment ini mengangguk mengiyakan, "Hai, tetapi orang yang akan mengisinya dari tadi belum datang juga. Nenek curiga kalau orang itu hanya main-main saja akan membeli kamar apartment di sebelah kamarmu itu." Sakura tertawa riang mendengar penuturan dari nenek tua di depannya, "Nenek terlalu paranoid, Sakura yakin kok orang itu pasti akan datang. Kalau begitu, Sakura berangkat dulu ke kampus yaa.." Chiyo-baa membalas lambayan tangan Sakura. "Hati-hati, Sakura-chan.."

.

.

.

FAILED DAMON

Papan pengumuman hasil test yang telah dilakukan dua hari yang lalu telah keluar dan dipajang dengan rapi di mading Universitas Tokyo, orang-orang pun mulai berhamburan datang dan berdesak-desakan hanya untuk sekedar melihat hasil test-nya. Sakura, yang notabane berbadan kecil otomatis tidak bisa ikut bergerumbul diantara orang-orang yang sedang berdesak-desakan itu. Yang ada, Sakura malah ditendang dari sana.

"SAKURAAAAA—!" Mendengar namanya dipanggil, Sakura menengokan kepalanya dan mendapati teman semasa perjuangan SMA-nya itu tengah berlari ke arahnya. Kemudian dengan cepat Ino menghambur kedalam pelukan Sakura. "Omedetto! Kita keterima! Horeee… banzai banzai.." Sakura membulatkan matanya, "Ka-kau.. serius?" Ino mengangguk. "Kalau kau tidak percaya lihat saja sendiri kesana." Sakura segera menggelengkan kepala merah mudanya ketika matanya mengikuti arah jari telunjuk Ino yang menunjuk pada kerumunan orang-orang yang masih—bahkan semakin banyak orang-orang yang bergerombol. "Iya aku percaya padamu, Ino." Mata Sakura menyipit membentuk seperti bulan sabit menandakan bahwa Sakura tengah tersenyum begitu manis. Ino yang melihat senyum Sakura hanya merona, "Sudah forehead! Senyumanmu itu membuatku ingin memakanmu, kau tahu!" dan detik berikutnya gelak tawa diantara keduanya mulai terdengar. Dari dulu, Ino memang sudah gemas kalau melihat senyum Sakura. Ia bahkan sempat iri kenapa senyum miliknya tidak bisa semanis senyum Haruno Sakura, sahabatnya.

"Ne, Sakura, apa kau akan langsung pulang?" Sakura menggelengkan kepalanya, "Iie, aku belum mengurus administrasi. Kau mau pulang?" Ino mulai melirik jam tangan biru yang melingkar di pergelangan tangannya, kemudian Ino tersenyum canggung, "Gomenne Sakura, aku tidak bisa menemanimu. Shikamaru sudah menjemputku di luar." Dan Sakura hanya bisa tersenyum sebagai respon—"Daijoubu yo, Ino.."

.

.

.

"Aa.. ittai.. go-gomen." Sakura menepuk-nepuk pantatnya yang jatuh lumayan keras ke lantai koridor Universitas Tokyo, sedangkan sang penubruk hanya mendecih kesal. Mata mereka tanpa sengaja saling bertemu dan—"KAU!" Ucap mereka berbarengan.

"Demi Lucifer, aku tahu aku memang punya banyak dosa! Tapi, kenapa baru saja aku menginjakan kaki di sini harus langsung bertemu kembali dengan makhluk sepertimu, hah?" Mereka sama-sama bangkit dengan sendirinya, Sakura mengerutkan alisnya, "Kau .. belum ke rumah sakit ya?" tanya Sakura dengan menampilkan wajah polosnya.

"A-apa maksudmu, hah?" Glek. Onyx Sasuke untuk pertama kalinya dalam sejarah hidupnya merasa begitu terjerat kedalam kolam hijau permata indah di depannya sekarang, Sasuke kemudian diam terpaku mendengarkan kembali ocehan seperti anak kecil dari Sakura. "Sepertinya luka di tangan tuan sudah sembuh, tapi sayang sekali ya luka di kepala tuan itu sepertinya semakin parah.." dan berikutnya, bisa dilihat dengan jelas segitiga siku-siku mulai muncul di dahinya Sasuke, tangannya pun mulai mengepal dan akan melayangkan pukulan pada perempuan mungil di depannya,"Kau mengataiku gila, ya?" geram Sasuke, "Ahahaha.. kau benar-benar pemarah.." Sakura menyipitkan matanya, ia tertawa dengan riang dan bebas membuat Sasuke secara tidak sadar menghentikan tangannya yang akan melayangkan pukulan pada Sakura.

"Be-berhenti tertawa! Dasar iblis kecil!" Sasuke memalingkan wajahnya, tidak kuat jika harus lama-lama memandang wajah perempuan pinky yang kini dengan polosnya tertawa riang. "Kau .. lucu.." Seketika itu juga Sasuke merasa ada ribuan kupu-kupu yang hinggap di hatinya yang dingin. Sasuke tidak mengerti kenapa dirinya sekarang. "Kuso!" rutuk Sasuke masih menghindari kontak mata secara langsung dengan Sakura.

.

.

.

TBC

.

.

Bandung, 27 Desember 2013, pukul 07.53 WIB.

A/N: Hallo, moshi-moshi :P .. Selamat pagi .. Ohayou gozaimasu XD

Setelah semalam saya meng-update ff Love In My Konoha University, pagi ini saya meng-update ff FAILED DAMON .. Horeeeee… baru kali ini saya benar-benar kagak bisa tidur nyenyak sebelum meng-update ff -_-

Utang fanfiction saya yang lumayan banyak itu sedikit demi sedikit saya bayar hahaha..

Maaf sekali karena lama meng-update-nya. Tahulah minggu kemarin saya baru menyelesaikan ff TRAPPED ALONE dan belum membuat sequel-nya :( Untuk ff ini, akan mulai ada fantasi-nya sekitar beberapa chapter lagi, ketika Madara mengizinkan Sasuke untuk menggunakan kekuatannya.

Terimakasih banyak untuk yang sudah membaca dan menyempatkan dirinya mereview ff saya ini. Hontou ni Arigatou gozaimasu..

Meskipun untuk sekarang, mungkin saya akan jarang membalas review, tapi saya selalu membaca review-an dari kalian dengan senang hati. Terutama untuk yang review login, saya akan usahakan untuk membalas review kalian lewat PM :D

Sekali lagi, Arigatou Gozaimasu..

Mind to RnR? See you next chappppp….

Signature,,..

MerisChintya97