Part v(Trapped)
.
.
"Ohayou gozaimasu, Sakura-forehead. Huft, berlari maraton dari halte kemari benar-benar membuat tubuhku berkeringat seperti ini. Dan lihat? Make up yang ku pakai dengan susah payah dari tadi pagi akhirnya luntur juga gara-gara keringat sialan!" Sakura sedikit tertawa kecil mendengar celotehan sang keturunan Yamanaka itu, kemudian ia mengeluarkan tisu dari dalam saku jeansnya dan memberikannya pada sahabatnya itu, "Ohayou Ino.. Kau tahu sendiri kan kalau berlari seperti itu akan mengakibatkan banyaknya keringat yang keluar dari tubuhmu? Kenapa kau berlari seperti itu?" Ino menerima tisu tersebut dan menggunakannya untuk membersihkan wajahnya yang terlihat begitu lengket, "Ya mau bagaimana lagi? Jam pertama hari ini 'kan pelajaran sejarah! Sudah begitu Shikamaru tidak menjemputku lagi kuso!" Mereka berdua mulai berjalan beriringan kedalam kampus dengan Ino yang pastinya masih tetap meracau dan Sakura yang dengan sabar mendengarkan keluh kesah sahabatnya, "Memangnya kenapa dengan pelajaran sejarah? Bukankah dari dulu kau begitu membenci yang namanya 'Sejarah'?" Semburat merah mulai menghiasi wajah Ino, dengan tertunduk malu ia mulai meremas-remas rok yang dipakainya, Sakura tahu kalau Ino gugup sekarang. "I-itu karena ... Dosennya Sasuke-sensei .. " Sakura sweatdrop, ia bahkan sempat mengangakan mulutnya, kemudian kembali normal, "Aa.. Ino kau menyukainya?" Mereka berhenti di depan toilet, "Te-tentu saja Sakura! Wanita normal manapun akan menyukainya." jawab Ino. "Oh?! Aku normal kok! Tapi aku biasa biasa saja dengan sensei sejarah itu." Ucap Sakura santai, Ino menggelengkan kepalanya, "Oleh karena itu aku meragukanmu, Hime~ Coba bukalah matamu dengan lebar, Sasuke-sensei 10x lebih baik dan tampan dari mantan tercintamu Naruto yang baka itu! Udah ah aku mau memperbaiki riasan wajahku .. Kau duluan saja jaa~" Sakura melongo, apa katanya? 10x lebih baik dari Naruto? Sakura tahu orang seperti apa sensei-nya itu karena sebelumnya ia pun sudah bertemu dengannya dan bahkan sekarang orang yang menempati apartment sebelahnya itu sensei-nya. Dan untuk pernyataan Ino yang mengatakan kalau Sasuke 10x lebih baik dari Naruto–mantan kekasihnya, maka Ino SALAH BESAR. Sakura hanya bisa geleng-geleng kepala. Kemudian dia pergi menuju kelasnya lebih dulu dan meninggalkan Ino.
.
.
.
FAILED DAMON
.
Sudah hampir 20 menit berlalu namun Ino belum kunjung datang, berulang kali Sakura melihat jam di pergelangan tangannya, sudah hampir 15 menit sensei nya itu berdiri di depan menerangkan tentang sejarah pada era 500 tahun M. "–Memang agak sulit untuk dipahami karena materi ini pastinya belum pernah kalian temui di masa-masa SMP ataupun SMA apalagi SD. Dan juga keterbatasan buku yang ada pada setiap–"
"–Maaf sensei saya terlambat." Sasuke sangat tidak senang dengan kehadiran muridnya yang sangat tidak tahu aturan itu, terutama ketika datang disaat ia sedang menjelaskan panjang lebar. "Hn. Saya tahu, duduk di tempatmu Yamanaka." namun respon dari Sasuke benar-benar mengejutkan siswa-siswi yang lainnya, mereka awalnya mengira kalau Ino akan dibentaknya kemudian diusir secara memalukan, namun kenyataannya? Benar benar di luar dugaan. Ino dengan mata berbinar tersenyum bahagia, ia mengangguk mantap, "Ha'i sensei, arigatou. Demo, hontou ni summimasen.."
.
.
.
"Baik kurasa cukup sampai disini. Tugas minggu depan jangan lupa dikumpulkan karena saya tidak akan pernah mentoleri siapa saja dengan alasan apapun yang tidak selamat siang." Sasuke berjalan meninggalkan ruangan kelas dan seketika itu juga kelas langsung bubaran, "Ya selamat siang sensei." jawab mereka serentak.
"Nani?" Tanya Ino, Sakura menggelengkan kepala merah mudanya kemudian tersenyum manis, "Ah, tidak. Aku hanya heran saja denganmu, tumben kau mengajakku ke perpustakaan? Bukankah sebelumnya kau pernah bilang perpustakaan itu tempat yang membosankan?" Ino tampak berfikir, apa yang dikatakan oleh sahabat pinky-nya ini memang ada benarnya juga, namun kemudian dapat Sakura lihat seringai diwajah cantik sahabat pirangnya itu, "Ah,, aku mengerti Ino .. Haha .." Sakura menggaruk belakang kepalanya yang diyakini tidak gatal itu, sedangkan Ino, ia hanya mengernyitkan dahinya tidak mengerti, "Apa maksudmu jidat?" Tanya Ino horror, "Uchiha-sensei bukan? Kau .. Akan mengerjakan tugasnya makanya datang kemari kan?"
"Kau benar! Ahahahaha~ pokoknya aku harus mendapatkan nilai yang paliiiiiiiiing sempurna~ Aku akan memikat hatinya karena ia akan menganggapku sebagai murid 3C .." Ino mengedipkan matanya, sebelah tangannya bersiap untuk membuka pintu tinggi dan besar di depannya yang tak lain adalah pintu perpustakaan Universitas tercinta mereka. "3C?" Tanya Sakura, Ino mengangguk semangat, "Ya! Aku adalah 3C, Cantik Cerdas dan Cantik ..." 1 detik .. 2 detik .. 3 detik ..
"BUAHAHAHAHAHAHA..." Ino terkejut, ternyata ia mengatakannya dengan volume suara yang tidak bisa dibilang pelan, karena seluruh penghuni perpustakaan kini menertawakannya, kecuali Sakura pastinya, Ino kesal, ia menghentakan kakinya kasar dan pergi meninggalkan perpustakaan begitu saja, "Ano .. Ino! Kau mau kemana?!" teriak Sakura. Diapun mengikuti arah pergi sahabatnya itu.
.
.
.
Bruk! "Ah, maaf aku sedang terburu-buru mengejar sahabatku jadi tidak bisa melihat jalan dengan benar, be-benar benar maaf.." Sakura merapikan barang-barangnya yang berceceran di lantai, sedangkan orang yang ditabraknya tidak bergeming sama sekali, mata zamrud miliknya menatap tajam benda-benda yang baru saja dimasukan oleh sang pemilik kedalam tas selendangnya, "Kau baik-baik saja? Saya benar benar meminta maaf. Permisi." Pemuda tersebut masih tidak bergeming, kemudian ia putar kepalanya untuk melihat perempuan yang telah menabraknya yang kini berjalan memunggunginnya, "Jadi, malam itu benar-benar meleset, eh? Siapa gadis itu .. " Batin pemuda tersebut.
"Woy Gaara! Ban mobilku kembali kempes, bantu kakakmu ini ke bengkelnya?" Pemuda yang ternyata bernama lengkap Sabaku Gaara itu hanya mendengus, menolak ataupun tidak hasilnya tetap sama, jadi ia tidak terlalu memperdulikannya dan pergi begitu saja. "Aishh! Benar benar adik tidak berperasaan." Gerutu Kankuro.
FAILED DAMON
"Ada apa Itachi? Kau ingin memberitahuku bahwa adikmu itu belum berhasil merubah manusia menjijikan itu walau waktu sudah hampir 3 minggu? Hahaha.." Madara kembali membelakangi Itachi, ia menatap bola kristal di depannya, Itachi menggeleng-gelengkan kepalanya, "Ini bukan soal itu, ada masalah yang lebih penting lagi.." Itachi diam, ia tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya, Iblis tampan ini hanya berharap Madara memberikan respon berupa rasa penasaran, dan benar saja, "Benarkah? Apa itu menarik? Cepat jelaskan." Selama beberapa waktu mereka habiskan dengan pembicaraan yang sepertinya memang penting, wajah Madara mengeras, ia menggebrak meja kesal kemudian pergi begitu saja.
"Kau kaget kakek tua? Akupun begitu .. " Ucap Itachi sarkastik.
.
.
.
"Hoaah.. Kau lagi lagi membuatku terkejut sensei.." Sakura menglus dadanya, ia kembali mengendap ngendap sebelum..
"Perempuan macam apa kau ? Tahu jam berapa sekarang?" Sakura diam, ia membalikan badannya, kemudian telunjuknya ia arahkan ke bibirnya sebagai petunjuk agar Sasuke diam, kemudian ia berbisik, "Tolong pelankan suaramu, sensei.. Akan gawat kalau nenek Chiyo tahu aku pulang jam segini.." Ucap Sakura, "Kau akan kena marah besar.." Sakura mengangguk, tetapi detik berikutnya, wajah polosnya menegang, ia membalikan badannya dan,
"NENEK CHIYO!" Teriaknya.
.
.
FAILED DAMON
.
.
"Aku menemukannya.." Temari dan Kankuro keduanya menghentikan aktivitasnya sejenak, kemudian merekapun menatap adik bungsunya penasaran, "Apa?" tanya Temari. Gaara menghela napas, "Bangsa iblis terkutuk itu..aku menemukannya, ia bahkan ada di kampus yang sama denganku." Ujar Gaara dingin, mata zamrudnya bahkan menyiratkan rasa kebencian yang begitu dalam. Temari shock, "Kau serius? Apa mereka tahu kitapun telah bangkit kembali?" Gaara menggelengkan kepala hitamnya, "Kurasa tidak. Aku cukup rapi dalam menyembunyikan jati diriku." Kankuro menghela napas lega, "Syukurlah."
"Tapi.. " Kankuro kembali menatap adiknya itu, apalagi? Apa ini anak akan kembali membuat kita gusar? Batin Kankuro, "Aku sedikit melakukan kesalahan pada malam itu, aku.. Melemparkan belati ciri khas keluarga Sabaku padanya. Namun, kurasa Iblis sialan itu tidak mengetahuinya karena.." Gaara menjeda kata katanya membuat Temari geram, "Langsung saja katakan bodoh! Karena apa?"
"Belati itu sekarang ada ditangan salahsatu keturunan Haruno.. "
.
.
.
TOBECONTINUE
Bandung, 13 Mei 2014 | 03.13am.
A/N : Hallo minna-san, gomennasai telat lagi :( .. Aku sibuk kerja casualan untuk mengisi hari liburku sebelum kelulusan tiba di salahsatu resto yang ada di Bandung, dan disana aku sebagai seorang Waitress, aku berdiri terus selama 8 jam T_T Huaaaaa kakiku pengkor ini #Malahcurhat -_- jadi harap dimaklumi yaa ...
Terimakasih banyak untuk yang sudah membaca lalu menyempatkan dirinya untuk meninggalkan jejak berupa review, sangat berterimakasih..
Sekian, sampai jumpa di next chap ~ XD
Signature,
MerisChintya97
