FAILED DAMON © MerisChintya97
NARUTO © MasashiKishimoto
.
.
SASUSAKU FANFICTION
.
Just want to say, "If you don't like, don't read!"
.
FAILED DAMON PART VI ( THE FULL MOON NIGHT)
.
Happy Reading .. \( ^ o ^ )/
.
.
Perputaran rotasi bumi terasa begitu cepat. Pergantian siang dan malam bagaikan memutar sebuah video menggunakan tombol percepat sehingga waktu satu minggu terlewat dengan sangat cepat sungguh tidak terasa.
Kicauan burung-burung di luar menambah kesan indahnya pagi yang cerah dengan matahari di ufuk sana yang kini mulai muncul dengan malu-malunya sehingga kini semburat merah di langit mulai terlihat. Berbeda dengan hari-hari biasanya, seorang gadis bersurai merah muda masih terbungkus dengan selimut tebal di atas kasurnya yang sepertinya terlihat nyaman. Namun jika diperhatikan lebih jelas, gadis itu tengah menggigil. Ia terserang demam cuaca.
KRRIIIIIIIIIIIIIIIIINGGGGG—!
Bunyi nyaring dari jam waker membuatnya langsung membuka mata lebar-lebar. Ia menguap kemudian tanpa melepaskan selimut tebal di tubuhnya ia berjalan dengan terseok-seok menarik kakinya yang lemah untuk berjalan keluar kamar setelah sebelumnya mematikan jam waker yang ada di atas nakas tempat tidurnya.
Memang terlalu pagi untuk bertamu, kini waktu masih menunjukkan pukul 06.15am, tapi Sakura yakin penghuni di sebelahnya ini telah bangun dan bersiap karena hari ini ada jam mata kuliahnya pada pagi hari.
TOK,.. TOK,.. TOK,..
Tidak lama, pintupun terbuka. Sakura membungkukkan badannya sopan, "Apa yang kau lakukan? Aku tidak menerima tamu!" Sasuke dengan kesal menutup pintunya kembali. Namun tangan mungil Sakura lebih cepat menahan pintunya, "Tu-tunggu dulu sebentar, Uchiha-sensei." Ucap Sakura, ia menelan ludahnya saat pintu benar-benar tertahan olehnya, "Go-gomennasai hari ini aku tidak bisa mengikuti mata kuliahmu. A-aku kurang sehat.." Dengan perasaan enggan Sasuke kembali membuka pintunya lebar sehingga Sakura tak perlu kembali menahan pintu tersebut. Sasuke berdecih kesal, mata setajam elang itu menatap gadis di depannya yang entah kenapa selalu berhasil membuatnya kesal padahal Sakura tidak melakukan kesalahan apapun. Mata elangnya menatap dari atas sampai bawah penampilan Sakura pada pagi ini. Tubuh gadis tersebut yang memang kecil nan kurus itu terbungkus oleh selimut tebal seperti kepompong dan wajahnya yang memang memiliki kulit putih porselen itu terlihat pucat serta rambut merah mudanya yang tidar tersisir dengan rapi. Mata hijau yang biasanya terlihat cemerlang itu kini meredup serta hidungnya yang memerah. Sakura mengikuti apa yang dosennya itu perhatikan, "Ma-maaf jika penampilanku pagi ini kurang sopan, sensei. Sa-saya permisi untuk mengganti—"
"Alasan kuno!" Ucap Sasuke tiba-tiba. Memotong pembicaraan Sakura yang belum diselesaikan. "Kau berpura-pura seperti ini karena tidak mengerjakan tugas dariku, benar? Cih! Dasar murid pemalas." Ucapnya sarkastik. Sakura melongo mendengar apa yang Sasuke ucapkan. Seharusnya seorang dosen tidak berkata seperti itu pada muridnya yang sedang sakit, bukan? Tapi..
Sakura buru-buru menggelengkan kepala merah mudanya, kemudian dari balik selimut tebal yang membungkus tubuhnya ia mengeluarkan sebuah Map Merah tebal pada dosennya itu. "A-aku telah mengerjakannya. Sekali lagi mohon maaf karena tidak bisa mengikuti mata kuliahmu pagi ini sensei. Permisi." Sakura kembali membungkukkan badannya dan pamit undur diri.
.
.
Lembar demi lembar Sasuke membuka tugas yang dikerjakan oleh Sakura. Bibirnya tidak henti-hentinya berdecak kesal dan tidak puas. Bukan karena tugas Sakura yang asal-asalan, bukan pula karena tugas yang dikerjakan oleh Sakura itu tidak sesuai dengan peraturan yang diberikannya. Tetapi karena apa yang gadis itu kerjakan sesuai dan sempurna dengan apa yang ia harapkan. Dan Sasuke tidak suka itu. Ia bahkan hanya memberikan Sakura nilai C. Sangat tidak adil dan tidak profesional sebagai guru. Mencampuradukan masalah pribadi kedalam pekerjaan.
.
.
FAILED DAMON
.
CRAZZSSHHHHHH! .. Cratt ..
Rambut merah gelap dengan samurai panjang di kedua tangannya serta tanduk di kepalanya yang perlahan-lahan mulai hilang itu mencipratkan darah segar yang baru saja mengotori kedua samurai kesayangannya itu akibat ulahnya sendiri. Langit malam semakin gelap. Malam ini adalah malam yang ditunggu-tunggu oleh para bangsa Iblis.
Bulan Purnama..
Bagi para pecinta cerita Vampire, Serigala dan semacamnya pasti tahu ada makna apa saat bulan purnama tiba. Namun Vampire Dracula Serigala dan lain lainnya itu hanyalah sebuah dongeng belaka dan hanya sebuah mitos yang masih dicari tahu kebenarannya. Tapi untuk para bangsa Iblis yang memang ada dan nyata namun manusia di muka bumi tidak begitu tertarik dengan yang namanya Iblis atau setan. Mereka lebih tertarik dengan dongeng Vampire, Dracula, Serigala dan semacamnya. Malam bulan purnama adalah malam dimana kekuatan mereka akan meningkat dan mendapatkan peringkat dari masing-masing pemimpin clan Iblis. Tentunya tidak dengan mudah begitu saja, mereka harus menghabisi sedikitnya 10 gadis atau perjaka manusia dengan senjata kesayangan para iblis tersebut disaat bulan purnama tiba. Dan begitulah yang lelaki berambut merah gelap itu lakukan.
GRRHHHHH—! AAUUUUUUNGGG—!
Gaara mengaung seperti seekor Serigala, tetapi pada kenyataannya ia adalah seorang keturunan bangsa Iblis Sabaku.
.
.
Berbeda dengan para bangsa Iblis lainnya yang berlomba-lomba untuk mendapatkan kekuatan disaat bulan purnama tiba, Sasuke sangat membenci bulan purnama. Ia adalah keturunan murni bangsa Iblis tertinggi, Uchiha. Sehingga setiap malam bulan purnama tiba, kekuatannya akan bertambah berkali-kali lipat tanpa melakukan apapun. Dan ia akan kehilangan kendali karena efek tersebut dan itulah yang ia benci saat bulan purnama tiba. Ia tak bisa mengontrol dirinya. Seperti saat ini, ia meraung-raung kesakitan di apartmentnya, mata sharinggannya tak bisa terkontrol sehingga kini telah membentuk segel mangekyou sharinggan. Seluruh tubuhnya dipenuhi oleh tanda kutukan hitam, kuku-kuku di tangan dan kakinya mulai tumbuh runcing, serta giginya yang mulai tumbuh taring yang tajam dan sayap kebanggaannya kini telah tertancap dengan indah di punggungnya. Sasuke terus mengerang kesakitan. Lampu apartmentnya mulai redup dan menyala padam menyala padam layaknya lampu yang korslet.
.
.
Sakura jatuh terduduk. Ia membekam mulutnya sendiri. Apa yang dilihatnya kini benar-benar di luar pemikiran manusia pada umumnya. Dada Sakura berdetak kencang, matanya kini masih terbelalak tidak percaya. Dengan tergesa ia segera keluar dari apartment dosennya itu. Ia menutup pintu dengan pelan. Pada awalnya ia merasa sangat khawatir dengan keadaan tetangga sebelahnya saat ia mendengar erangan kesakitan yang begitu keras dan ia langsung saja berlari keluar untuk melihat keadaan tetangga sekaligus dosennya. Namun apa yang dilihatnya benar-benar membuatnya shock.
Dengan langkah kaki yang berat serta bergetar karena ketakutan. Ia kembali memasuki apartmentnya.
"Hah .. hah .. hah .. " Sakura menatap sekeliling. Ia yakin tadi lampu apartmentnya masih menyala kenapa sekarang menjadi gelap? Pikirnya. Namun itu tidak penting. Sakura menekuk lututnya dan membenamkan kepalanya diantara tekukan kedua lututnya. Sakura kembali mengingat kejadian barusan. "Tadi itu .. apa ?" gumamnya.
TAK!
Deg. Suara tombol lampu menyala berhasil membuatnya terkejut dan refleks menegakkan kepalanya. Mata emeraldnya terbelalak kaget, "U-uchiha sensei ..." Ucapnya pelan.
Sasuke menyeringai. Masih dalam keadaan dirinya yang seperti Iblis, ia berjalan mendekati Sakura. Sakura yang menyadari jika Sasuke mendekat, ia memundurkan tubuhnya namun gerakannya terhalang oleh pintu. Dengan cepat ia menarik panel pada pintu tersebut, tetapi dengan cepat pula Sasuke menarik tubuh Sakura seringan kapas kemudian melemparkannya dengan kasar keatas kasur hingga ranjang tersebut berdecit. Sakura tergagap, "Kau sangat tidak sopan, Haruno! Masuk dan keluar di dalam tempatku tanpa izin dariku. Dan sekarang, akupun melakukan hal yang sama. Kita impas, bukan?" Bulu kunduk Sakura meremang. Terutama ketika ia hendak menegakkan tubuhnya, Sasuke menindih tubuh Sakura tidak mengizinkannya untuk bergerak sehingga kini Sakura kembali terbaring. "Ma-maafkan aku, Sensei.. aku .. aku tadi hanya khawatir.." ucap Sakura dengan takut-takut, ia bahkan memejamkan matanya saat mengatakan itu. Benda tajam dan dingin terasa menyentuh lehernya, Sakura membuka matanya dan terbelalak, ia terkejut saat melihat Sasuke tengah mengarahkan kusanagi pada lehernya. "Aku ingin sekali melenyapkanmu sekarang juga, manusia!" Ucapnya dingin.
.
.
ToBeContinue
Maaf baru bisa updet sekarang teman teman TTATT)/ Aku terserang WB ~ Oh iya, minal aidzin walfaidzin yaa para warga FFN dan yang baca serta yang review ceritaku ({}) Arigatouuu untuk yang sudah meluangkan waktunya memberikan komentar di kolom reveiw setelah membaca fanfic-ku ..
See youu next time ..
NEXT?
REVIEW YAA!
