Stories
Chapter 3: Ending
.
.
"Oh tidak." Gumam Ivan. Wajahnya sudah sepucat White house. "Dokter, ada yang manggil." Kata Kiku polos. Tiba-tiba, Crack! Crack! Crack! Pintu bangsal terpotong. Menampakkan sesosok Natalya, adik Ivan. Tak perlu aba-aba lagi, Ivan menggendong Kiku, dan langsung terjun dari jendela untuk menghindari Natalya. Dan tentu saja, dikejar olehnya. "Dokter?" panggil Kiku yang masih bingung dengan apa yang sedang terjadi. "Kiku, Selagi kita berlari, boleh aku bertanya?" Tanya Ivan. "Sejak kapan, kau mulai mendengar suara-suara mengerikan itu?" Lanjutnya. Kiku tampak berpikir sebentar, dan menjawab. "Lupa." "KAKKAAAKKKK! AYO MENIKAH!" seru Natalya. "HUAAAAA!" seru Ivan sambil mempercepat langkahnya. Ivan terus berlari sambil berusaha menyesatkan Natalya. Setelah 5 jam 59 menit 18000 detik (?) Akhirnya Ivan berhasil menyesatkan Natalya. "Akhirnya, da." Kata Ivan. Namun, ia segera menatap Kiku yang wajahnya sangat pucat, dengan ekspresi horror. Baru saja Ivan membuka mulutnya, sebuah suara datang. "Ju Hua?" Kiku menoleh kearah datangnya suara. Seorang pemuda cina, berambut hitam diikat, dan mata coklat menatap Kiku dengan tatapan aneh. "Nii…San" kata Kiku lirih, tapi masih bisa didengar oleh Ivan, dan pemuda cina tersebut. "Kiku, kau kenal, Yao?" Tanya Ivan. Kiku hanya mengangguk. "Aiyaaa! Ivan! Sedang apa kau bersama Ju Hua?"Tanya Yao. "Wajar dong, diakan Pa…Pasienku." Jawab Ivan yang nyaris memanggil Kiku pacarnya. Ahh, cinta muda..#Plak!
"Oh iya, Diakan Sakit Jiwa." Setelah mengatakan hal itu Yao tertawa, Sementara Ivan sudah mulai bernafsu untuk membunuh Yao. "Nii-san…" kata Kiku. Tawa Yao terhenti, dan Ia segera menatap tajam Kiku. Membuat Kiku semakin mengeratkan pelukannya ke Ivan. "Jangan pernah memanggilku seperti itu lagi!" bentak Yao. Membuat Kiku kaget, dan panik. Kiku melepaskan pelukannya, dan segera berlari ketakutan. Sayangnya, ia tak melihat ada sebuah truk yang melaju kearahnya. "KIKU!" Seru Ivan. Tapi terlambat, Tabrakan tak terhindar lagi. Tubuh mungil Kiku terhempas ketanah dengan kepala yang berdarah. Ivan segera menghampiri Kiku. Orang-orang perlahan-lahan mengerumuni Kiku, dan Ivan. Sementara sang sopir melarikan diri. "Kiku, bisa kau buka matamu, da?" Tanya Ivan. "Dokter, sakit." Rintih Kiku matanya sayu, denyut nadinya melemah. "Tenang, da. Kita akan kerumah sakit, dan kau akan sembuh." Kata Ivan sambil tersenyum tulus. Kiku hanya tersenyum, dan berkata. "Aishiteru, Ivan-kun." Denyut nadinya terhenti, bersamaan dengan datangnya Ambulan. Keesokkan harinya, Pemakaman diadakan. Tapi Ivan tak menghadirinya. Ia hanya menatap dari kejauhan. "Kita akan bertemu lagi, Kiku." Gumam Ivan. Natalya, yang saat itu berdiri disamping kakaknya, terlonjak kaget. Ia segera menoleh kearah kakaknya, dan mendapati kakaknya menabrakkan diri ke sebuah mobil, membuat Ivan tewas seketika.
10 tahun kemudian
"Huaaa!" tangis seorang anak kecil berambut hitam yang sangat mirip dengan Kiku. "Kenapa?" Tanya sebuah suara. Anak itu menoleh kesamping, mendapati sesosok anak kecil yang mirip dengan Ivan. "A-aku tersesat." Jawab Anak pertama. "Oh, Namamu siapa? Kalau aku, Nikolai." Kata Nikolai. "Kuro." Jawab Kuro. "Rumahmu dimana?" Tanya Nikolai. "Di dekat supermarket." Jawab Kuro. "Wah! Rumahku dekat sana! Ayo, kuantar pulang!" kata Nikolai. Kuro hanya mengangguk, dan berjalan pulang bersama Nikolai. Tanpa mereka sadari, sebuah perasaan tumbuh di hati masing-masing.
THE END.
Hanny: HUAAA! Maaf readers, Endingnya kurang memuaskan! Saya harus segera menyelesaikan fic ini, berhubung computer saya kena Internet Positif, dan ini saya ngetik di hp. Sekali lagi maaf! Ah ya, dan untuk para readers, Orang yang bermata zamrud, dan berambut pirang itu si Arthur. Maaf kalau Chap selanjutnya bikin bingung. (T-T) Tapi! Saya juga berterima kasih atas review-review kalian! Doakan saja Saya membuat FF baru lagi. Dan tentunya, dengan Crack Pairing! Oke segini aja dulu! Semoga saja saya akan mengetik FF dengan Crack-Pairing yang ngeCrack, yaitu Germania X Japan! Ngoahahahaha!#Plakk!
