TANGLED

...

Main Cast:

Wu YiFan, Kim Junmyeon

...

Other Cast:

Member EXO, Lee Jonghyun (CNBlue)

...

Genre:

Romance

...

Rate:

M

...

Disclaimer:

Remake dari novel dengan judul yang sama karya Emma Case

...

...

5

Hari berikutnya, Junmyeon belum datang ke kantor sampai pukul sebelas. Dan ini sangat tidak biasa bagi Yifan. Junmyeon orang yang selalu tepat waktu. Kalian masih ingat kan tentang bagaimana gigihnya persaingan mereka saat memperebutkan Anderson? Bagaimana persaingan mereka untuk menjadi orang pertama yang tiba di kantor?

Dan kenyataannya sekarang ,Junmyeon belum datang. Dan YiFan tahu alasannya, gadis itu ingin menghindarinya. Pemuda itu tahu ini karena dia pernah melakukannya sendiri lebih dari sekali. Well, menghindari gadis-gadis one night stand-nya. Saat itu YiFan diam-diam menyelinap ke arah lain di klub ketika dia secara kebetulan dan samar-samar mengenali salah satu dari teman kencannya terdahulu. Dan menjadi pihak yang menerima perlakuan ini? Sungguh menyebalkan.

Apakah ini karma untuknya?

YiFan tidak mendapatkan kesempatan untuk bicara dengan gadis itu sampai jam dua. Ketika Junmyeon melangkah masuk ke kantor YiFan, dia benar-benar terlihat cantik. Rambutnya disematkan dengan model yang Luhan sebut French twist. Gadis itu mengenakan gaun hitam yang panjangnya sedikit di bawah lutut. Dengan sepatu hak tinggi dan blazer hitam yang senada.

Junmyeon meletakkan setumpuk papan poster kecil di meja YiFan, bagan-bagan grafiknya menyusut menjadi ukuran notebook seperti yang mereka sepakati.

"Baiklah. Kau benar. Kau yang harus memimpin pertemuan dengan Anderson. Aku akan menjadi cadangan." Junmyeon bicara seperti tidak pernah terjadi sesuatu. Seakan dia tidak gemetar dalam pelukan YiFan dan membuat pemuda itu terangsang dengan tangan lembutnya di kantor ini beberapa jam yang lalu. Gadis itu berubah serius dan hanya memikirkan urusan bisnis. Sama sekali tidak terpengaruh. Dan itu membuat YiFan kesal.

Sangat kesal.

Ketidakpedulian bukanlah reaksi yang biasa YiFan terima dari wanita. Terus terang, ini sedikit sulit untuk diterima.

YiFan merasa rahangnya terkatup saat ia memberitahu Junmyeon, "Bagus. Ini cara yang terbaik untuk melakukannya."

YiFan bukanlah tipe orang yang mudah tersinggung. YiFan bukanlah tipe orang yang membicarakan perasaannya sampai mati seperti suatu aliran baru dari meditasi yang aneh. Tapi YiFan mengharapkan sesuatu dari gadis itu. Suatu pengakuan dari apa yang terjadi semalam, daya tarik ini masih menyedot mereka berdua. Pemuda itu pikir jika Junmyeon menjadi pihak yang akan membahasnya. Lagipula Junmyeon adalah seorang wanita.

Namun ketika yang YiFan dapatkan adalah keheningan. YiFan tidak tahan untuk mendesaknya. "Junmyeon, soal tadi malam—"

Junmyeon memotongnya, "Tadi malam adalah sebuah kesalahan. Itu tidak akan terjadi lagi."

Apakah kalian tahu sesuatu tentang psikologi anak? Tidak? Well, inilah satu pelajaran bagi kalian. Jika kalian memberitahu seorang anak bahwa mereka tidak boleh melakukan sesuatu, tebak apa yang mereka pertama kali coba dan lakukan pada saat kalian tidak melihatnya? Tepat. Mereka akan melakukan hal yang kau larang itu.

Pria juga sama. Ini pasti akan terjadi lagi. Tapi saat ini Junmyeon tidak perlu mengetahuinya.

"Oke."

"Bagus."

"Hebat."

Junmyeon berbisik, "Baik."

Huh?! Baik adalah kata yang lucu, benar, kan? YiFan pikir tidak ada kata seperti itu dalam bahasa Inggris yang menyatakan banyak hal meskipun sebenarnya diucapkan secara singkat.

Berapa banyak istri mengatakan pada suaminya, "Aku baik-baik saja," ketika maksud mereka yang sesungguhnya, "Aku ingin memotong bolamu dengan pisau jagal?" Berapa banyak pria mengatakan pada pacarnya, "Kau terlihat baik-baik saja," ketika maksud mereka yang sesungguhnya, "Kau harus kembali ke gym dan banyak berolah raga." Ini adalah cara yang universal untuk mengatakan bahwa kita sangat bagus sedangkan sesungguhnya kita merasakan hal sebaliknya.

"Baik," YiFan mengulangi, menunduk sambil menatap berkas-berkas di atas mejanya.

Dan kemudian Junmyeon keluar pintu, sedangkan YiFan menghabiskan sepuluh menit berikutnya untuk memutar kembali kejadian tadi malam berulang-ulang dalam pikirannya.

Hei, kalian tahu kata lain apa yang bisa berarti kebalikan dari yang sesungguhnya?

Kacau.

Itulah apa yang akan terjadi pada YiFan jika dia tidak segera berhenti memikirkan urusan ini dan kembali fokus pada pertemuan pukul tujuh nanti malam.


...


Pertemuan makan malam mereka berjalan lancar. Meskipun YiFan yang lebih banyak bicara, namun Junmyeon-lah yang sesungguhnya telah membuat Saul Anderson terpesona. Andai saja saat ini YiFan tidak sedang kesal, YiFan akan mengakui bahwa Junmyeon menghadapi pertemuan ini seperti orang yang sudah ahli.

Tapi sekarang YiFan sedang kesal, jadi dia tidak akan memberitahu siapapun kecuali kalian. Jadi, bisakah kalian menutup rapat rahasia ini dari Junmyeon?

Oke, kita kembali ke kisah Junmyeon dan YiFan.

Junmyeon tertawa pada beberapa cerita dilontarkan Anderson sedangkan YiFan entah kenapa dia merasa tidak suka ketika Junmyeon mulai akrab dengan pria tua itu. Well, mungkin karena Junmyeon tidak pernah bersikap seperti itu kepadanya selama ini. Setelah tawa gadis itu mereda, Anderson permisi untuk pergi ke toilet. YiFan mengambil minuman anggurnya, dia berharap jika ini adalah wiski.

Junmyeon menoleh kearah YiFan, kegembiraan seorang pemula menari di matanya, "Jadi ini benar-benar berjalan dengan baik, bukan? Maksudku, aku sangat yakin dia tertarik, benar, kan?"

YiFan mengangkat bahu, "Tergantung pada apa yang ingin kau jual padanya."

Junmyeon menatap tajam YiFan, gadis itu mencoba meredam suaranya agar tidak memancing perhatian orang-orang sekitarnya. "Apa yang kau bicarakan? Aku menjual kita, proposal kita, perusahaan investasi kita."

Oke, mungkin kalian berpikir jika YiFan bersikap brengsek. Ya, dia tahu itu.

"Benarkah? Karena sepertinya kau menawarkan padanya sesuatu yang benar-benar lain." Ucap YiFan kemudian menatap Junmyeon.

"Apa sebenarnya maksudmu?" tanya Junmyeon tidak mengerti.

"Ayolah, Junmyeon. Kau kuliah di Seoul University. Kupikir kau memahami persis apa yang kukatakan." YiFan mulai jengah dengan sikap Junmyeon yang menurutnya sok polos.

"Aku sudah benar-benar bersikap profesional..."

"Well, kau bisa lebih halus lagi jika kau merobek bajumu dan menyodorkan payudaramu ke wajahnya." Potong YiFan, suaranya semakin kecil ketika dia mengakhiri kata-katanya, kemudian meminum anggurnya.

Ok, ini sama sekali tidak beralasan. Dan YiFan sesungguhnya mempertimbangkan untuk meminta maaf.

Tapi sebelum YiFan bisa merangkai kata-kata, cairan es sudah merembes di celananya dan menuju ke selangkangannya. Junmyeon baru saja menuangkan segelas air ke pangkuannya.

"Apa kau gila?!" bisik YiFan dengan kasar, mencoba untuk tidak membuat keributan saat YiFan melompat dan menyekanya dengan serbet. Sedangkan Junmeyon bersikap acuh seakan tidak terjadi apa-apa.

"Apakah semuanya baik-baik saja di sini?"

Ini suara Anderson. Pria paruh baya itu kembali dan memandang kearah YiFan dan Junmyeon. YiFan mengangkat bahu dengan canggung dan Junmyeon tersenyum dan mengatakan kepadanya, "Semuanya baik-baik saja."

Kata itu muncul lagi. Mengerti maksudnya?

"Kris, baru saja mengalami kecelakaan kecil dengan gelasnya. Kau tahu bagaimana laki-laki, selalu ceroboh." Ucap Junmyeon sambil tersenyum, kemudian melirik tajam pemuda itu.

Anderson tertawa dan kembali duduk, sementara YiFan tengah mempertimbangkan kesempatannya untuk melakukan pembalasan. Salah satu yang YiFan butuhkan sesudah dia mencekik Kim Junmyeon.


...


Satu jam kemudian, mereka menunggu kopi dan hidangan penutup. Junmyeon meninggalkan meja. YiFan berpikir kandung kemih gadis itu pasti dalam kondisi segera akan pecah hingga benar-benar ingin meninggalkannya sendirian dengan Anderson.

Anderson mengamati YiFan sejenak lalu berkata, "Aku suka apa yang telah kulihat malam ini, Kris. Sangat mengesankan."

"Terima kasih, Saul."

Dalam bisnis, selalu menggunakan nama pertama. Itu bukanlah tidak sopan. Ini menunjukkan bahwa kalian orang yang sejajar, berada dalam kedudukan yang sama. Itu sangat berpengaruh.

"Dan berdasarkan apa yang telah kau tunjukkan padaku, aku siap untuk memberikan bisnisku kepada Wu, Kim and Park." Ucap Anderson yang membuat senyuman kecil muncul di wajah pemuda Wu itu.

Ya! Buka sampanye-nya, sayang.

"Aku senang mendengarnya. Kupikir kesepakatan ini akan menjadi sangat menguntungkan untuk kita berdua, kita semua." YiFan meralat perkataannya. Dia tidak bisa melupakan Junmyeon, bukan? Karena ya, seperti yang kalian tahu ini adalah ide Junmyeon.

"Kau dapat sepenuhnya percaya pada aku dan Junmyeon. Kami tidak akan mengecewakanmu." Lanjut YiFan.

Jari-jari Anderson menyentuh gelas kristalnya. "Benar. Tentang itu. Sebelum aku menandatanganinya aku hanya punya satu syarat."

Hal semacam ini terjadi sepanjang waktu. YiFan sering menemui hal ini hampir di semua kliennya. Setidaknya persyaratan kecil untuk sebuah mega proyek, bukan masalah besar.

"Silahkan, Saul. Aku yakin kami dapat menyediakan apa yang kau butuhkan." Ucap YiFan sambil membenahi jasnya.

Anderson menyeringai kecil, "Aku senang mendengarnya. Jadi, kenapa tidak gadis kesayanganmu, Junmyeon, membawa kontrak ke tempatku malam ini, sekitar tengah malam." Anderson memberi YiFan kartu nama, dan seketika pemuda itu merasa seperti ada bongkahan batu di dalam perutnya.

Bisakah kalian juga merasakannya?

"Di sini aku menginap. Kau cukup menyuruh dia membawa berkas-berkasnya...sendirian." seringaian masih tercetak jelas di wajah Anderson.

Kalian pasti pernah melihat acara TV ketika ada satu momen aneh yang mengejutkan dan yang bisa kalian dengar hanyalah suara jangkrik sebagai latarnya? Mengerik-ngerik dengan menjengkelkan. Sekarang adalah salah satu momen seperti itu.

"Aku tidak yakin aku..."

"Oh, tentu saja kau yakin, Kris. Kau tahu bagaimana keadaannya. Ketika seorang pria kerja lembur kau membutuhkan sedikit...kenyamanan. Sebuah selingan." Potong Anderson. YiFan memandang sosok di depannya dan dia mendapati senyuman lebar pada wajah tua itu.

Brengsek! Apa yang sedang dibicarakan oleh si brengsek tua ini? Selingan? Bagaimana jika YiFan menawarkan diri untuk menendang pantat pak tua ini? Apakah itu bisa menjadi selingan?

"Dan gadismu itu menjadi bagian utamanya. Bisnisku akan mendatangkan pendapatan jutaan dolar pada perusahaanmu. Belum lagi klien tambahan yang akan kau peroleh ketika kabar tersiar bahwa aku bekerja sama dengan perusahaanmu. Menurutku pelayanan tambahan selama beberapa jam adalah pengorbanan kecil, bukan?"

Anderson masuk akal, jika dilihat dari sudut pandang seorang pelaku seks menyimpang. Tapi apakah kalian pikir itu penting? Tentu saja tidak. YiFan berdiri. YiFan takut terhadap apa yang akan dia lakukan jika dia terus melihat senyuman sombong dan penuh kepuasan dari Anderson satu menit saja.

YiFan melemparkan selusin uang di atas meja dan mengatakan pada Anderson, "Itu bukan termasuk dalam bisnis kami. Jika ini adalah kesepakatan yang kau cari, di Cheongnyangni 588 sekitar beberapa blok dari sini kau akan mendapatkannya. Aku bukan germo. Dan Kim Junmyeon jelas bukan pelacur. Pertemuan ini selesai."

Setelah itu, YiFan pergi meninggalkan Anderson yang tersenyum marah. "Dasar, bocah. Dia tidak tahu apa yang telah dia lakukan."

Tidakkah kalian bangga pada pemuda Wu itu? YiFan sendiri bangga terhadap dirinya. Meskipun apa yang dia katakan sama sekali tidak memuaskan. Tapi itu sangat profesional dan bermartabat. YiFan sudah berusaha untuk menahan diri. Dia bahkan tidak memanggil Anderson dengan penjilat, bajingan, brengsek yang dia rasa pantas untuk pria tua itu. Tolong ucapkan selamat untuk YiFan.

Dengan amarah yang melingkupi dirinya, YiFan berjalan ke area bar di ruang sebelah. Dapatkah kalian melihat uap yang keluar dari telinganya? Tidak? Well, jelas kalian tidak cukup berkonsentrasi. YiFan berpikir jika pak tua itu punya nyali juga untuk mengusulkan bahwa Junmyeon...Oke, YiFan tidak bisa melanjutkan kata-katanya.

Tapi, dengar, Junmyeon lebih dari sekedar wajah yang cantik. Dia brilian. Lucu. Dan...ya, mungkin gadis itu tidak bersikap baik pada YiFan, tapi YiFan yakin Junmyeon bisa melakukannya jika dia tidak membenci YiFan. Bagaimanapun juga, Junmyeon berhak diperlakukan lebih baik, lebih dihormati, daripada apa yang baru saja dia terima. Jauh lebih baik.

Saat itulah YiFan melihat Junmyeon, berjalan melewati bar setelah kembali dari toilet. Junmyeon melihat YiFan dan menghampiri pemuda itu. Senyuman merekah di wajah cantiknya.

"Jadi, bagaimana hasilnya, dia bersama kita, kan?" YiFan hanya terdiam tidak tahu harus menjawab apa pada gadis itu.

"Aku tahu itu, Kris! Aku tahu saat kau menunjukkan proyeksi kita dia langsung setuju. Dan aku tahu bekerja sama bukanlah hal yang paling mudah bagi kita, tapi kupikir ayahmu benar, kita adalah tim yang bagus, bukan?" ucap Junmyeon dengan wajah berbinar. Sejujurnya saat ini YiFan sangat tidak ingin menghancurkan harapan indah Junmyeon, ini klien pertamanya. Tapi YiFan juga tidak bisa berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja, bukan?

YiFan menelan ludah. Dia menatap tangan Junmyeon yang memegang lengannya kemudian kembali pada mata polosnya yang manis dan, dan...YiFan tidak bisa melakukannya, YiFan tidak bisa memberitahu Junmyeon yang sebenarnya.

Sedetik kemudian YiFan menghela nafasnya, "Aku gagal, Junmyeon. Anderson tidak tertarik."

Ekspresi wajah Junmyeon berubah. Senyuman manis yang dulu bertengger di bibirnya memudar. "A...apa? Apa maksudmu? Apa yang telah terjadi?"

YiFan menatap sepatu sembilan ratus dolarnya. "Aku mengacaukannya. Bisakah kita segera pergi dari sini?"

Ketika pemuda itu menatapnya lagi, wajah Junmyeon diselimuti oleh perasaan simpati juga kebingungan. YiFan baru saja mengatakan pada gadis itu bahwa ia mengacaukan klien, klien mereka. Dan yang lebih parah tidak ada tanda-tanda kemarahan pada ekspresi Junmyeon. Ya Tuhan, YiFan merasa seperti bajingan sekarang.

"Oke, biar aku yang bicara padanya, mungkin aku bisa memperbaiki keadaan."

YiFan menggeleng, "Tidak, kau tidak bisa."

"Setidaknya, biarkan aku mencobanya." Ucap Junmyeon serius.

"Junmyeon, tunggu..." Tapi gadis itu sudah pergi, ke arah meja di mana Anderson masih duduk menunggu.

Pernahkah kalian berada di jalan tol terjebak dalam kemacetan dari bemper ke bemper? Dan ketika akhirnya kalian sampai di barisan paling depan, kalian menyadari jika kemacetan itu terjadi karena kecelakaan. Mungkin bukan kecelakaan parah, mungkin hanya kecelakaan ringan dan mobilnya telah dipindahkan ke pinggir jalan.

Dan semua kemacetan serta waktu yang terbuang itu disebabkan karena setiap pengemudi yang melewati tempat kejadian tersebut memperlambat kendaraan dan melihat.

Ini konyol, bukan? Dan kalian bersumpah jika melewatinya, kalian tidak akan melihatnya. Oke itu hanya pada prinsipnya, karena ketika kalian sampai di sana, kalian mengemudi melewati pintu mobil yang penyok, lampu berkedip, bemper hancur, apa yang akan kalian lakukan?

Kalian memperlambat mobil dan melihat, kalian sebenarnya tidak ingin, tapi tidak tahan. Ini tidak wajar. Tidak masuk akal. Tapi begitulah sifat manusia. Menyaksikan Junmyeon berjalan menuju Anderson terasa seperti melihat pasca kecelakaan. Dan tidak peduli berapa besar YiFan ingin berpaling, YiFan tetap tidak bisa.

Junmyeon berdiri di samping kursi Anderson, dengan senyum profesional yang sempurna di bibirnya. Jika kalian memperhatikan dengan cermat, kalian akan melihat ketika apa yang Anderson minta masuk ke dalam pikiran Junmyeon. Lihat bagaimana senyumnya membeku?

Keningnya sedikit berkerut karena Junmyeon sungguh tidak bisa percaya apa yang baru saja Anderson usulkan, dan kemudian tubuh Junmyeon menjadi kaku dan tidak yakin. Haruskah Junmyeon mengumpatnya? Haruskah dia tertawa lepas atau menolak dengan halus? Sementara otak Junmyeon berpikir, Anderson menggerakkan jarinya. Dapatkah kalian melihat lendir yang menetes dari jari pria brengsek itu? Dan jari Anderson perlahan-lahan menelusuri lengan telanjang Junmyeon.

Saat itu juga YiFan tersadar dari pingsannya. YiFan marah. Sangat marah.

YiFan berjalan mendekat dan memposisikan dirinya di depan Junmyeon. "Sentuh dia lagi maka aku akan melemparmu keluar jendela kaca itu. Dan orang-orang akan mengumpulkan potongan-potongan tubuhmu selama lima puluh empat hari."

Anderson terkekeh. Kedengarannya seperti Crypt Keeper, bukan?

"Tenang, nak."

Dia memanggilku apa? Nak? Apakah idiot ini nyata?

"Kau tahu sesuatu, Kris? Aku menyukaimu." Ucap Anderson.

Sekarang ada konsep yang membuat YiFan sangat takut.

"Aku membutuhkan orang sepertimu." Lanjut Anderson, "Seseorang yang tidak takut mengungkapkan pikirannya. Memberitahuku apa yang dia sebenarnya pikirkan. Tampaknya...syaratku tidak akan terpenuhi. Tapi aku akan tetap menandatangani kontrak denganmu dan perusahaanmu. Bagaimana menurutmu?" Anderson bersandar di kursinya dan meneguk anggurnya. Sepenuhnya yakin bahwa YiFan akan mengabaikan apa yang dia katakan atau lakukan sebelumnya hanya agar YiFan berkesempatan mendapatkan uangnya.

"Aku akan mengatakan tidak untuk ini, Saul. Dengar, kami punya kebijakan dalam perusahaan: Kami tidak berurusan dengan bajingan tolol, impoten, pemakai viagra yang mencoba menggunakan posisinya untuk memaksa perempuan yang cukup muda menjadi anaknya, ke tempat tidur! Pergilah menjajakan omong kosongmu ke tempat lain. Kami tidak membelinya."

Tatapan mereka terkunci satu sama lain seperti dua serigala di Discovery Channel ketika Anderson mengatakan, "Pikirkan dengan seksama, nak. Kau membuat kesalahan."

"Kurasa satu-satunya kesalahan yang kulakukan adalah membuang waktu kami di sini bersamamu. Aku tidak berencana berada di sini lebih lama lagi. Kita sudah selesai." Bentak YiFan

Dan kemudian pemuda itu berpaling pada Junmyeon dan mengatakan padanya dengan lembut, "Kita pergi."

Dengan tangan YiFan di punggung Junmyeon, mereka berjalan ke ruang penyimpanan mantel, YiFan memegang mantel Junmyeon dan membantu gadis itu mengenakannya. Dengan tangan di bahu Junmyeon, YiFan bertanya, "Kau baik-baik saja?"

Junmyeon tidak melihat kearah YiFan, "Ne, Aku baik-baik saja."

Benar . Dan kita semua tahu apa artinya, bukan?


...


Bagi kebanyakan pria, mobil mereka setara dengan wanita yang sempurna. Kita bisa merancangnya untuk terlihat persis sebagaimana yang kita inginkan, dan kita bisa menungganginya dengan keras dan dia tidak akan mengeluh, dan kita bisa dengan mudah menukarnya ketika ada yang lebih baru, model yang lebih muda datang. Ini adalah hubungan yang sangat ideal.

YiFan mengendarai Aston Martin V12. Tidak ada banyak hal di dunia ini yang YiFan cintai, tapi mobilnya adalah salah satunya. YiFan memilikinya setelah dia menutup kesepakatan pertamanya. Dia cantik. Dia adalah kesayangan YiFan. Bukan berarti kalian akan tahu caranya mengemudi saat ini. Ini adalah mode mengemudi khas pria yang sedang kesal. Memegang kemudi dengan kuat, menikung tajam, berhenti mendadak, memencet klakson dengan cara yang sedikit provokatif. YiFan tidak berpikir tentang bagaimana sikapnya akan ditafsirkan oleh Junmyeon, sampai mendengar suara kecilnya yang berasal dari kursi penumpang.

"Maafkan aku."

YiFan melirik cepat padanya. "Kau minta maaf untuk apa?"

"Aku tidak pernah bermaksud mengirimkan sinyal semacam itu, Kris. Aku tidak pernah mendekati klien. Aku tidak menyadari bahwa..." Junmyeon menghentikan ucapannya.

Ya Tuhan.

Kenapa wanita selalu melakukan ini? Kenapa mereka begitu semangat menyalahkan dirinya sendiri ketika seseorang memperlakukan mereka seperti sampah? Seorang pria akan memarut lidahnya dengan parutan keju sebelum mengakui jika dia telah berbuat kacau.

Ketika mereka berusia enam belas tahun, Chanyeol berkencan dengan Seo Joohyun. Suatu hari ketika dia berada di kamar mandi, Seohyun membuka laci kaos kakinya dan menemukan catatan dari dua gadis lain yang Chanyeol kencani pada saat bersamaan. Seohyun mengamuk. Tapi kalian tahu? Pada saat Chanyeol selesai bicara padanya—setelah dia membuang barang bukti—tidak hanya Chanyeol meyakinkan pada Seohyun bahwa dia membaca catatan yang salah, tapi juga Seohyun meminta maaf kepada Chanyeol karena menggeledah barang-barangnya. Luar biasa, bukan?

YiFan menepi ke pinggir jalan dan menghadap kearah Junmyeon, "Dengarkan aku, Junmyeon. Kau tidak melakukan kesalahan apapun."

"Tapi kau bilang, tentang blusku...dan wajahnya..."

Bagus. Sekarang Junmyeon berpikir jika dia memang sudah berbuat salah, hanya karena komentar Yifan tentang penampilannya di depan Anderson. Sempurna.

"Tidak, aku bersikap brengsek. Aku tidak sungguh-sungguh. Aku hanya berusaha untuk membuatmu jengkel. Dengar, dalam bisnis ini beberapa orang pria adalah orang brengsek yang berkuasa. Mereka terbiasa mendapatkan apapun yang mereka inginkan, termasuk wanita."

YiFan tidak ingin melihat kesamaan antara Saul Anderson dan dirinya sendiri. Tapi keduanya memang sulit untuk dilewatkan. Mendengarkan kata-kata Anderson malam ini membuat YiFan merasa...sangat jahat...bagaimana YiFan telah memperlakukan Junmyeon dalam beberapa minggu terakhir. Ayahnya menginginkan YiFan untuk membantu Junmyeon, membimbing gadis itu. Tapi sebaliknya, YiFan membiarkan kejantanannya dan rasa persaingannya yang terlalu aktif menguasai keadaan.

"Dan kau seorang wanita yang cantik. Ini tidak akan menjadi terakhir kalinya hal semacam ini terjadi. Kau harus punya kulit yang tebal. Kau tidak boleh membiarkan orang lain mempermainkan kepercayaan dirimu. Kau sempurna pada pertemuan tadi. Sungguh. Seharusnya sudah sukses."

Junmyeon memberi pemuda itu senyuman kecil. "Terima kasih."

YiFan kembali ke jalan, dan mereka berkendara dalam keheningan. Sampai Junmyeon berkata, "Ya Tuhan, aku butuh minuman sekarang."

Komentar Junmyeon membuat YiFan terkejut, seperti bukan Junmyeon yang mengatakannya. Dalam penilaian YiFan, Junmyeon adalah seorang yang jujur dan berhati-hati dalam berperilaku. Berterus terang. Jenis gadis yang nyaris tidak pernah minum. Tidak menyantap makanan berlemak, dan menyedot debu di belakang sofa tiga kali seminggu. Pada saat ini YiFan baru menyadari bahwa meskipun wanita disampingnya sudah mengisi ruang permanen dalam pikirannya, YiFan benar-benar tidak tahu banyak tentang diri gadis itu. Tidak lebih seperti saat pertama kali YiFan mendekatinya pada beberapa minggu yang lalu di klub.

Dan bahkan ini menjadi suatu kejutan yang lebih besar ketika YiFan secara tidak sengaja mengakui pada diri sendiri bahwa ia juga ingin mengenal Junmyeon lebih dekat.

Selama ini, tujuannya mengenal seorang wanita hanya sekedar untuk mengetahui apakah wanita suka melakukan seks dengan pelan dan manis atau secara keras dan kotor, serta atas, bawah atau dari belakang. Tapi interaksi yang sudah YiFan dapatkan dengan Junmyeon berbeda dari wanita manapun. Kim Junmyeon berbeda.

Junmyeon persis seperti permainan kubus rubik. Membuat kalian begitu frustasi sampai ingin melemparkannya keluar jendela. Tapi kalian tidak melakukannya. Tidak bisa. Kalian terdorong untuk terus bermain sampai bisa menyelesaikannya. Sekalipun itu sangat sulit.

"Kau serius?" YiFan bertanya.

Junmyeon mengangkat bahu. "Ya. Ini merupakan malam yang buruk...beberapa minggu yang buruk, sebenarnya."

YiFan tersenyum dan memindahkan mobil kesayangannya ke gigi lima.

"Aku tahu tempatnya."

Apa? Kenapa lagi-lagi kalian menatap YiFan seperti itu? Kalian jangan khawatir. YiFan tidak punya rencana mempermainkan Junmyeon dengan alkohol sampai gadis itu kehilangan kesadaran lalu menyerahkan tubuhnya dengan suka rela padanya. Tapi...jika Junmyeon kebetulan sangat mabuk dan merobek baju YiFan di gang belakang bar, jangan berharap YiFan akan memukulnya dengan tongkat, melainkan YiFan akan memukulnya dengan...

Oke, kesampingkan segala leluconnya, ini adalah babak baru bagi Junmyeon dan YiFan. Suatu awalan baru. YiFan berjanji akan bersikap gentleman. Sumpah pramuka!

Tapi, YiFan belum pernah menjadi pramuka!


... TBC ...


Hai...

Menunggu lama kah? Semoga tidak ya.

Bagaimana dengan chap ini? Apakah kalian cukup bangga dengan sikap YiFan yang membela Kim J di depan Anderson. Saya sendiri sangat bangga, ketika Wu Fan mengatakan hal itu. Kekeke~

Bagi yang masih bingung, sebenarnya tunangan Junmen itu Jonghyun mana? Di chap sebelumnya sebenarnya sudah saya jelaskan ya di A/N jika ini Lee Jonghyun CNBlue. Bukan Jonghyun Shinee atau Jonghyun yang lainnya.

Oke, seperti biasa, ucapan terima kasih kepada: hasari28, SungRaeYoo, Duo Bubble-Kim316, KrisHo WonKyu, akiko ichie, dhearagil, chanB, j12, dirakyu, LiezxoticVIP, PikaaChuu, aif gii myeonnie, nam mingyu, alexandra n xing, orang, honeykkamjong, Putri, hae15, LittleMyeon, anon, cottonmyeon, XG-Lay 34 Army, Raemyoon, nugu, joonmily, aquaryoung21.

Yang masih setia mereview ff ini, saya membaca review kalian dan saya cukup terharu sekaligus senang dengan apresiasi kalian, serta yang baru pertama kali review disini selamat bergabung dear. ^^

Bagi yang masih malu-malu untuk review, tenang aja saya masih setia menunggu kalian. :D

Saran dan kritik yang membangun masih saya harapkan, demi kemajuan tata bahasa serta tulisan saya. Akhir kata,

Terima kasih.