TANGLED

...

Main Cast: Wu YiFan, Kim Junmyeon

...

Other Cast: Member EXO, Lee Jonghyun (CNBlue)

...

Genre: Romance

...

Rate: NC-21

...

Disclaimer: Remake dari novel dengan judul yang sama karya Emma Case

...

...

9

Perjalanan kembali ke apartemen adalah latihan dari ketangkasan mengemudi. YiFan berusaha mati-matian agar mulutnya tetap menempel di mulut Junmyeon dan tidak menyebabkan mereka berdua terbunuh. Gadis itu duduk di pangkuannya dengan cara mengangkangi pinggangnya, sambil terus mencium dan menjilati telinganya, membuat pemuda itu kehilangan akal. Satu tangan YiFan berada di kemudi dan tangan satunya terjepit di antara mereka, meluncur di atas perut, leher, dan payudara sempurna milik Junmyeon yang menggoda pemuda itu melalui kemejanya yang setengah terbuka.

Listen, do not try this at home, kids.

Rok milik Junmyeon tersingkap tinggi di atas pahanya saat dia menggesek dirinya pada kejantanan YiFan yang keras. Junmyeon begitu panas di atas tubuh YiFan, pemuda itu harus menggunakan segenap tekad yang ia miliki agar matanya tidak terbalik. YiFan mencium Junmyeon dengan keras dan memperhatikan jalan dari balik punggung gadis itu. Junmyeon bergerak naik dan turun, memasturbasi YiFan perlahan dengan tekanannya. Pemuda itu berani bersumpah demi Tuhan, saling menggesek sambil mengenakan pakaian lengkap belum pernah senikmat ini.

Kontrol? Penendalian diri? Mereka sudah lama menghilang.

Setelah cukup lama menerima siksaan kenikmatan yang diberikan oleh Junmyeon, akhirnya YiFan menepi di garasi parkir dari gedung apartement-nya. YiFan memarkirkan mobilnya di tempat yang pertama ia lihat dan menyeret mereka keluar dari mobil. Tangan pemuda itu berada di pantat Junmyeon, dengan kaki Junmyeon yang melingkari sempurna di pinggangnya, YiFan mengangkat Junmyeon ke arah lift, bibir dan lidah mereka menari dengan berapi-api.

Oh, kalian harus tahu ini, YiFan tidak mengunci mobilnya. Ia rasa ia juga tidak mengunci pintu apartemennya.

Fuck it.

Siapapun dapat mencurinya. Tapi, pemuda itu punya urusan yang lebih penting sekarang.

Saat memasuki lift Yifan sempat tersandung, namun insiden itu tak lantas mengurangi intensitas gairah dalam tubuh mereka. YiFan menekan tombol menuju lantai paling atas sebelum mengempaskan Junmyeon menempel ke dinding dan mendorong tubuhnya ke arah gadis itu seperti yang selama ini sangat ia inginkan. Junmyeon mengerang dengan panjang dan dalam di mulut YiFan. Ini seperti adegan film Fatal Attraction, tapi tanpa sesuatu yang menyeramkan.

Desahan demi desahan terus membisiki YiFan untuk berhenti berfikiran yang lain-lain. Di samping itu Junmyeon semakin liar saat menciumi leher YiFan dan meninggalkan bekas yang lembab lalu kembali bibir bertemu bibir. Ciuman erotis mereka membuat YiFan melupakan jika pintu lift sudah terbuka beberapa kali dan membuat beberapa penghuni apartement lain yang melihat adegan panas mereka urung menaikinya. Dan YiFan sama sekali tidak peduli tentang itu. Saat ini yang ada di pikirannya adalah kenikmatan seorang Kim Junmyeon. Gadis itu menggigit bibir, leher, membelai dada, menyentuh perut dan semakin liar menjalar ke bagian-bagian penting milik YiFan yang sudah menunggu cukup lama.

"Apa kita harus melakukannya sekarang?" YiFan berdesis mesra.

"Kupikir kau pernah mengatakan sex di lift adalah klise."

"Ini bukan sex," kata YiFan. "Dan aku tidak bisa menentangmu, itu klise atau tidak, kita akan melakukannya. Sentuhlah aku, Junmyeon"

Jantung YiFan berdetak lebih cepat ketika tangan Junmyeon mulai memegang ikat pinggangnya. Itu masih diikat dan YiFan berpikir apakah ia harus membatalkannya. Namun ketika matanya menangkap angka yang tertera di pintu lift, ia berfikir Junmyeon pantas mendapatkan sex yang luar biasa daripada sekedar sex di dalam lift.

Sesampainya di pintu apartement-nya, YiFan menggerayangi sakunya mencari kunci dengan satu tangan masih mengangkat Junmyeon di atas tubuhnya. Junmyeon menggigit kecil telinga YiFan dan berbisik, "Hurry, Kris."

YiFan mungkin akan menendang pintunya sampai terbuka sekarang jika saja kuncinya tidak berputar. Pada saat pintu mulai terbuka, mereka jatuh masuk ke dalam apartement, dan YiFan menendang pintunya tertutup dengan kakinya. YiFan melonggarkan kaki Junmyeon dari pinggangnya, dan kaki Junmyeon meluncur turun ke lantai, menciptakan gesekan nikmat dalam prosesnya. YiFan perlu membebaskan tangannya.

Dengan bibir mereka yang masih menyatu, YiFan mulai membuka kancing blus Junmyeon. Entahlah gadis itu memang tidak begitu terampil atau ia hanya tidak sabar, karena Junmyeon memasukkan jarinya ke dalam bagian depan kemeja YiFan dan menyentak. Seketika kancing bertebaran di atas lantai.

Kim Junmyeon merobek kemeja YiFan sampai terbuka begitu saja.

How hot is that?

YiFan menemukan kait bra Junmyeon dan membukanya. YiFan ahli dalam urusan ini. Siapa orang yang menemukan kait depan bra? God bless you.

Junmyeon menarik lepas bibirnya dan menempelkan telapak tangannya di atas dada dan turun ke perut YiFan. Mata gadis itu dipenuhi dengan ketakjuban saat mengikuti gerakan tangannya sendiri. YiFan memperhatikan semua yang dilakukan Junmyeon bersamaan dengan jari-jari miliknya meluncur dari tulang selangka Junmyeon, turun ke tengah-tengah dari payudaranya yang mulus, dan di atas lembah yang sangat YiFan sukai sebelum akhirnya berhenti di pinggang gadis itu.

"God, Kris. You're so…"

"Beautiful." YiFan menyelesaikan ucapan Junmyeon.

YiFan menarik tubuh Junmyeon ke arah tubuhnya, melingkarkan lengannya ke tubuh gadis itu dan mengangkat kakinya dari lantai saat ia berjalan mundur ke arah sofa. Apakah dulu YiFan pernah berfikir bahwa menari dengan Junmyeon terasa seperti surga? Tidak. Dada telanjang Junmyeon menempel dengan dada YiFan, inilah bagaimana rasanya surga. Fucking paradise.

YiFan mencium rahang Junmyeon dan mengisap kulit lembut di lehernya. YiFan suka leher Junmyeon, dan dari suara yang bergetar di dalam tenggorokannya, gadis itu suka apa yang YiFan lakukan. YiFan duduk di atas sofa, membawa Junmyeon bersamanya dengan tubuh yang saling menempel satu sama lain, kaki Junmyeon merapat di antara lutut YiFan yang terbuka. Gadis itu menarik bibir YiFan untuk satu ciuman lagi sebelum berdiri dan mundur.

Mereka berdua kehabisan napas dan saling menatap, praktis saling menyerang dengan mata masing-masing. Junmyeon menggigit bibirnya, dan tangannya menghilang di balik punggungnya, YiFan mendengar suara retsleting di turunkan, dan kemudian roknya perlahan meluncur ke lantai. Ini adalah pemandangan paling seksi yang pernah YiFan lihat.

Junmyeon berdiri di depan YiFan dengan memakai celana dalam boy-short berenda warna hitam, blus putih yang terbuka, dan sepatu hak tinggi. Bibirnya bengkak, pipinya memerah dan rambutnya acak-acakan. YiFan melihat sosok Junmyeon di depannya seperti seorang Dewi...sangat suci. Dan cara dia menatap YiFan hampir membuat pemuda itu ejakulasi saat itu juga. YiFan meraih dompetnya dan menarik sebuah kondom keluar lalu menaruhnya pada bantal sofa di sampingnya.

Gadis itu berjalan kearah YiFan...masih memakai sepatu hak tingginya.

Ya Tuhan, Junmyeon benar-benar menakjubkan saat ini dan jika ini hanya sebuah mimpi YiFan ingin mimpi ini tidak pernah berakhir. Begitu indah.

Kemudian Junmyeon berlutut di antara kaki YiFan dan membuka kancing celana pemuda itu. Pada saat yang bersamaan Junmyeon menjaga tatapan matanya tetap terkunci dengan mata YiFan. Dengan gerakan refleks YiFan mengangkat pinggangnya, dan seperti sudah tahu tugasnya Junmyeon menarik lepas celana panjang dan boxer pemuda itu. Kejantanan YiFan langsung berdiri, bangga, keras, dan sangat siap. Mata Junmyeon bergerak turun menatap benda yang sebentar lagi akan memuaskannya. Dan YiFan membiarkan gadis itu memuaskan pandangannya; lagipula ia juga bukan tipe orang pemalu.

Setelah beberapa detik Junmyeon kembali menatap mata YiFan. Kali ini disertai dengan senyuman nakal yang muncul dari bibir merahnya, sedetik kemudian gadis itu membungkuk ke arah kejantanan di depannya, bibirnya hampir mengenai kejantanan Yifan, namun dengan gerakan cepat YiFan meraih, menarik, dan membawa Junmyeon kembali ke dalam ciuman panas. YiFan tidak tahu apa yang Junmyeon rencanakan—well, sebenarnya YiFan punya gambaran—tapi jika YiFan tidak segera masuk ke dalam lubang hangat Junmyeon, ia rasa ia benar-benar akan mati.

YiFan mengangkat tubuh Junmyeon dengan memegang pinggangnya, dan lutut gadis itu berada di kedua sisi tubuh YiFan. Pemuda itu menahannya dengan satu tangan sedang tangan yang satunya menggeser ke samping renda yang berada di kedua kaki Junmyeon. YiFan memasukkan dua jari ke dalam lubang gadis itu.

Oh Tuhan. Dia juga sudah siap.

YiFan mendorong seluruh jarinya masuk ke dalam, dan mereka berdua mengerang dengan keras. Junmyeon terasa begitu basah...dan panas. Miliknya mencengkeram dengan pas di sekeliling jemari YiFan. Mata YiFan terpejam saat mengetahui betapa luar biasa rasanya Junmeyon di sekeliling kejantanannya. YiFan memompa jarinya keluar masuk, dan Junmyeon mulai menunggangi tangannya. Gadis itu merintih...mengerang...terengah menyebut nama YiFan.

It's like a music to my frigging ears.

Mendengar desahan Junmeyon membuat libido YiFan naik, ia sudah tidak tahan lagi. YiFan meraih kondom dan merobeknya dengan giginya. Junmyeon mengangkat tubuhnya saat YiFan akan memasang kondom itu di kejantanannya. Namun secara tiba-tiba Junmyeon mendorong tangan pemuda itu menjauh. Dan apakah kalian tahu kelanjutannya? Ya, Junmyeon memasangkan kondom di kejantanan pemuda itu.

Ya Tuhan.

YiFan merasa ada sengatan listrik ketika jari-jari putih itu menyentuh batang kemaluannya, sangat nikmat. Dengan gerakan cepat YiFan menarik celana dalam renda milik Junmyeon. YiFan ingin Junmyeon telanjang, tak ada yang menghalangi. Dengan suara robekan dan jepretan, YiFan merobek celana dalamnya lepas. Kini terlihat jelas bibir peach kemerahan dan berkilau tengah berkedut seakan memanggil pemuda itu, YiFan bersumpah demi Tuhan ia akan memberikan perhatian yang sepantasnya pada vagina Junmyeon. Tapi YiFan tak bisa menunggu sekarang.

Pandangan mata YiFan tertuju ke arah Junmyeon...Mata cokelat gelap itu kembali berhasil menarik Yifan persis saat pertama kali pemuda itu melihatnya.

Gorgeous.

Perlahan, Junmyeon menenggelamkan vaginanya pada kejantanan YiFan. Untuk sesaat, tak ada satu pun dari mereka yang bergerak. Atau bernapas. Junmyeon begitu ketat...fuck...meskipun terhalang kondom, YiFan merasakan dinding vaginanya meregang untuknya.

Dan saat itu YiFan membisikkan namanya seperti doa. "Junmyeon."

YiFan memegang wajah Junmyeon dan menariknya kearahnya. YiFan harus mencium gadis itu. Bersamaan dengan itu Junmyeon mengangkat tubuhnya, menarik kejantanan YiFan hampir sepenuhnya keluar sebelum akhirnya dengan mulus meluncur ke bawah, membawa kejantanan YiFan kembali ke dalam dirinya.

Holy God.

YiFan rasa tidak ada yang pernah terasa senikmat ini—tidak ada. Tangannya memegang pinggul Junmyeon, membantu gadis itu menunggangi kejantanannya dengan gerakan yang stabil. Mulut mereka sama-sama terbuka, berciuman dan terengah-engah.

"YiFan...YiFan..." Junmyeon mengucapkannya setiap kali kejantanan Yifan menghantam kamaluannya.

YiFan memposisikan diri untuk duduk tegak, ia sangat mengetahui jika tekanan tambahan terhadap klitoris akan terasa lebih nikmat untuk Junmyeon. Dan YiFan tidak salah. Junmyeon menghempas ke arahnya lebih keras, lebih cepat, tangan YiFan menekan ke dalam pinggul gadis itu. YiFan menciumi leher putih Junmyeon dan menekuk kepalanya sendiri, menjilat turun menuju puting Junmyeon yang mengeras. YiFan memasukkan tonjolan berwarna pink kecokelatan itu ke dalam mulutnya dan mengisapnya. YiFan memutar lidahnya di sekeliling payudara Junmyeon, membuat tangan gadis itu mencengkeram rambutnya saat dia mengerang.

YiFan tidak akan bertahan lama. Tidak mungkin. YiFan sudah menunggu ini terlalu lama, sangat menginginkannya. YiFan mengukuhkan kakinya di lantai dan mulai mendorong naik, menusuk ke dalam lubang Junmyeon, lalu mendorong pinggul gadis itu ke bawah dengan keras. Ini kenikmatan. Keras, dalam, kenikmatan yang basah, dan YiFan tak pernah ingin ini berakhir.

Junmyeon melemparkan kepalanya ke belakang dan merintih keras. "Yes…yes…Kris."

YiFan mengutuk dan memanggil nama Junmyeon, mereka berdua hampir kehilangan akal. Hilang kendali. Karena rasanya begitu nikmat.

Kemudian Junmyeon meneriakkan nama YiFan, dan YiFan tahu jika gadis itu telah meraih orgasme pertamanya.

God, I love her voice.

Yifan merasakan milik Junmyeon berkontraksi di sekeliling kejantanannya, menghisap kuat seluruh kejantanannya. Kaki gadis itu menempel di paha YiFan, sedangkan tangannya mencengkram kuat bahu YiFan, semuanya mengepal kencang dan kaku. Dan YiFan hampir mencapai puncak karenanya.

"Junmyeon, Junmyeon…fuck…Junmyeon."

YiFan mendorong keatas lagi dan lagi. Lalu dengan hentakan yang cukup kasar YiFan mencapai klimaks-nya, lama dan keras. Cairan kenikmatan berwarna putih dan panas menyembur dari kenjantanannya. Ini tidak seperti apa yang pernah ia rasakan sebelumnya. Kepala YiFan jatuh pada sandaran sofa.

Setelah denyutan mereda, lengan Yifan memeluk tubuh Junmyeon, membawa dada mereka menyatu dan kepala gadis itu bersandar di lehernya. YiFan merasa detak jantungnya mulai kembali normal. Dan kemudian Junmyeon tertawa, dengan suara rendah dan puas.

"Oh Tuhan...tadi begitu...begitu..."

Sekarang YiFan juga tersenyum. "Aku tahu."

Jika kalian penasaran, acara bercinta mereka seperti getaran yang menggoncang bumi. Di luar skala Richter. Cukup kuat untuk menghancurkan sebuah negara pulau kecil.

YiFan mengelus rambut Junmyeon... so frigging soft. YiFan membungkuk dan mencium gadis itu lagi. Begitu sempurna.

Malam yang hebat. YiFan pikir ini bisa menjadi malam terbaik dalam hidupnya. And it's only just started.


...


Junmyeon memekik saat YiFan berdiri dan membopongnya, kakinya melingkar di sekitar tubuh pemuda itu, menuju kamar utama.

YiFan belum pernah membawa seorang wanita ke kamarnya sebelumnya. Ini aturan. Tidak ada kencan sembarangan di apartement-nya, oh...bahkan YiFan tidak pernah mempertimbangkannya. Jadi, selama ini apartement-nya aman dari gangguan gadis-gadis one night stand-nya. Tapi bagaimana jika salah satu dari gadis-gadis itu ternyata tahu tempat tinggalnya? Dapatkah kalian mengatakan bahwa gadis tersebut adalah Penguntit Gila?

Namun tidak dengan gadis yang sedang berada di pelukannya ini. YiFan tidak berpikir dua kali untuk membaringkan Junmyeon di tengah-tengah tempat tidurnya. Gadis itu memperhatikan YiFan, berlutut saat pemuda itu menanggalkan kemeja tanpa kancingnya dan menyingkirkan kondom yang sudah terpakai. Junmyeon menggigit bibir sambil tersenyum, dia melucuti blusnya sendiri yang masih tergantung di lengannya. Oh yeah—dan dia masih mengenakan sepatu hak tingginya.

Nice. So very, very nice.

YiFan merangkak mendekati Junmyeon dan berlutut di tengah tempat tidur. YiFan membuai wajah cantik Junmyeon dengan tangannya saat dia mencium gadis itu dengan lama dan panas. YiFan siap untuk mulai lagi. Kejantanan YiFan sudah berdiri kokoh dan siap, keras menusuk perut Junmyeon. Tapi ronde ini, YiFan ingin berlama-lama. YiFan mengagumi tubuh Junmyeon selama berbulan-bulan dan sekarang YiFan berencana untuk mengeksplorasi setiap incinya, secara intim.

YiFan membungkuk dan membaringkan Junmyeon kembali. Rambut gadis itu tersebar di belakang kepalanya dan jatuh di atas bantal pemuda itu. Junmyeon terlihat seperti seorang peri dalam dongeng mitologi, dewi seks kaum pagan dari legenda Romawi.

Atau bintang film porno yang pintar berakting.

Lutut Junmyeon terbuka dengan sendirinya, dan YiFan mengambil posisi di antara kakinya. Ya Tuhan...Junmyeon sudah sangat basah. YiFan bisa merasakan betapa basahnya Junmyeon di bawah perutnya ketika gadis itu mendorong dan menggesek kearahnya. Diam-diam memohon, lagi.

Dengan rakus YiFan menciumi seluruh bagian tubuh Junmyeon, mulai dari leher, tulang selangka, dan akhirnya berhadapan dengan payudaranya yang kenyal. Tangan Junmyeon meremas bahu YiFan saat pemuda itu menjilati lingkaran di sekitar pusat yang berwarna merah muda kehitaman. Napas Junmyeon berubah cepat dan memburu. YiFan menjentikkan lidahnya di atas puting Junmyeon dengan cepat hingga gadis itu mengerang menyebut namanya.

Setelah Junmyeon menyelesaikan erangannya, YiFan menutup mulut gadis itu dan menyedotnya dengan keras. Selama beberapa menit, YiFan bergantian menjilat, mengisap, dan menggesek puncak runcing kecilnya. Reaksi Junmyeon begitu liar, YiFan tidak bisa menahan diri kecuali berganti ke payudaranya yang lain dan memberikan perhatian yang sama pada payudara indahnya.

Pada saat pemuda itu bergerak turun lebih rendah lagi, Junmyeon menggeliat di bawahnya, mengangkat pinggang dan menggesek dirinya pada setiap bagian tubuh YiFan yang bisa dia jangkau.

It's shameless.

Beautiful.

Dan meskipun YiFan sangat menginginkan Junmyeon sekarang, tapi dia ingin sedikit berlama-lama dengan kegiatan ini. YiFan menyadari betapa nikmat rasanya cara Junmyeon menggesek tubuhnya. Dan YiFan memiliki kendali penuh atas apa yang ia lakukan sekarang. YiFan yang berkuasa. Dan ada satu hal yang tak sabar ingin pemuda itu lakukan. Sesuatu yang ia impikan sejak pertemuan malam itu di klub Howie. YiFan menjilat turun ke tengah-tengah perut Junmyeon, kemudian merangkak lebih rendah lagi. YiFan melepas sepatu hak tinggi Junmyeon dan menjilat turun sampai pahanya hingga ia berhadapan dengan targetnya: sebuah garis rapi dari rambut ikal gelap Junmyeon.

Milik Junmyeon di cukur pendek, rapi, dan kulit di sekitar vaginanya sehalus sutra. YiFan tahu karena saat ini YiFan sedang menggigit di sekitar segitiga kecil yang terawat rapi milik gadis itu. Pria menyukai vagina yang hampir benar-benar bersih. Dan tidak, itu tidak ada hubungannya dengan fantasi mesum terhadap anak pra-puber. Gagasan bahwa seorang wanita nyaris tak berambut itu...nakal. Merangsang.

YiFan menggesek hidungnya ke dalam jalur kecil yang kesat dan menghirup. Junmyeon terengah-engah dan merintih di atas pemuda itu dengan mata tertutup dan mulut terbuka.

Asal kalian tahu, pria tidak mengharapkan seorang wanita berbau seperti sabun Winter Pine atau Niagara Falls atau apa pun yang diiklankan produk-produk feminin. Ini vagina, seharusnya berbau seperti vagina. That's the fucking turn on.

Aroma Junmyeon khususnya telah membuat YiFan meneteskan air liur seperti hewan yang kelaparan. YiFan menggosok lagi, mencium bibir luarnya yang montok. Oh Tuhan.

Tangan Junmyeon mencengkeram selimut.

"God, you smell so good, I want to eat you all night."

Dan YiFan mungkin saja benar-benar akan melakukannya.

YiFan menjilat celah basahnya, dan tubuh Junmyeon melengkung ke atas sambil mengerang. YiFan menekan pinggul gadis itu ke bawah dengan tangannya, menahannya agar tidak bergerak saat YiFan melakukannya lagi, dan Junmyeon menjerit lebih keras lagi.

"That's it, Junmyeon. Let me hear you."

YiFan sangat menyadari tentang hal ini bahwa dia adalah orang pertama yang pernah melakukan ini kepada Junmyeon. Dan ya, sebagai seorang pria, fakta itu membuat pemuda itu merasa lebih baik lagi.

Kalian tahu siapa Neil Armstrong, bukan?

Sekarang katakan pada pemuda itu siapa orang kedua yang menginjakkan kaki di bulan. Atau, ceritakan pada YiFan orang lain yang kalian tahu yang sampai ke bulan sesudah dia. Kalian tidak bisa, benar kan? Itulah mengapa hal ini sangat menarik.

She'll never forget this.

She'll always remember…him.

Mungkin itu chauvinistik dan egois, tapi itulah yang sebenarnya.

Dengan gerakan naik turun, berulang kali, YiFan menjilati vagina Junmyeon dari ujung ke ujung. Dan tak henti-hentinya cairan kewanitaan Junmyeon mengalir deras, manis dan kental. Sungguh lezat. YiFan menekan kedua paha Junmyeon secara terpisah, menyebar paha gadis itu lebih lebar lagi, kemudian Yifan mendorong lidahnya masuk dan keluar lubang vagina gadis itu, membuat Junmyeon merasakan bercinta dengan lidahnya. Kepala gadis itu berguling dari sisi ke sisi saat erangan bernada tinggi bergema dari tenggorokannya. Mendapat perlakuan seperti ini membuat Junmyeon lupa daratan, dan jari-jari kakinya menekan di bahu YiFan. Gadis itu kembali mengalami orgasme-nya meskipun hanya dengan lidah. Ini adalah pengalaman tak terlupakan baginya.

YiFan membiarkan Junmyeon menikmati orgasmenya, tapi YiFan tidak menyerah. Tidak mungkin. Dalam satu gerakan, YiFan mengisap klitoris Junmyeon yang sudah mengeras ke dalam mulutnya dan menyelipkan dua jarinya ke dalam lubang vagina Junmyeon. Lalu giliran YiFan lah yang mengerang. Cairan panas gadis itu melapisi jemarinya, hampir membakar. YiFan tak bisa menghentikan pinggulnya untuk berputar dan menggeseknya ke tempat tidur. Persetan. YiFan masih memompa keluar masuk tangannya, YiFan meratakan lidahnya dan menggesek dengan stabil, melingkari klitoris Junmyeon.

"Kris! Kris!"

Mendengar Junmyeon menjerit semakin membuat YiFan lebih bersemangat lagi. Pemuda itu menggerakkan jemarinya lebih cepat, seirama dengan lidahnya, dan mendongak...ia sangat ingin melihat bagaimana Junmyeon kehilangan kendali. YiFan bersumpah ia bisa klimaks hanya dengan menonton wajah gadis itu saat ini. Raut wajahnya menunjukkan kenikmatan sepenuhnya, dan YiFan tak tahu siapa di antara mereka yang lebih puas.

"Oh God, oh God, oh God…God!"

Lalu tubuh Junmyeon menjadi kaku seperti papan. Tangannya menarik rambut pemuda itu, dan YiFan merasakan paha Junmyeon menjepit kencang kepalanya, dan ia tahu Junmyeon sudah sampai di sana.

Setelah beberapa saat Junmyeon mengendurkan pegangannya, dan YiFan memperlambat lidahnya untuk menjilat vagina Junmyeon dengan santai. Ketika Junmyeon semakin melemaskan tubuhnya, YiFan duduk, menyeka wajahnya dengan tangan, dan memasang kondom baru.

Oh yeah, YiFan baru saja mulai.

YiFan mencondongkan tubuhnya ke arah Junmyeon, dan gadis itu menariknya ke bawah dan menciumnya dengan keras. Junmyeon terengah di antara bibirnya, "Sangat...luar biasa."

Kepuasan dan bangga terpompa melalui pembuluh darah YiFan, tapi pemuda itu bahkan tidak bisa tersenyum. Karena YiFan sangat ingin bercinta dengan Junmeyon sekarang. YiFan masuk kedalam dirinya dengan mudah. Vagina Junmyeon begitu licin namun ketat seperti kepalan tangan yang basah. YiFan merasa vagina gadis itu mencengkeram kejantanannya saat ia menarik keluar dengan lambat dan meluncur masuk kembali.

YiFan mulai mendorong lebih cepat. Lebih keras. Lengannya lurus di kedua sisi kepala Junmyeon sehingga YiFan dapat melihat kenikmatan yang berkelip di wajah cantiknya. Payudara Junmyeon bergoyang setiap kali YiFan menyodok ke depan, dan YiFan hampir mengisap salah satu payudaranya.

Tapi kemudian Junmyeon membuka matanya dan mendongak menatap YiFan. Dan pemuda itu tidak bisa berpaling. YiFan merasa seperti seorang raja seperti makhluk abadi. Dan setiap penguasaan diri yang ia miliki seketika lenyap. YiFan mendorong ke dalam dirinya, cepat dan tanpa ampun. Kenikmatan panas yang murni mengembang di dalam perutnya dan turun ke bawah paha YiFan.

Oh Tuhan.

Tubuh mereka bertumbukan bersama berulang-ulang, keras dan cepat. YiFan mengaitkan satu tangan di bawah lututnya dan mengangkat kaki Junmyeon ke atas bahunya. Milik Junmyeon terasa semakin ketat, dan YiFan tidak tahan untuk tidak mengerang, "Junmyeon..."

"Yes, like that. God, yes! Kris…" Dan kemudian tubuh Junmyeon berubah menjadi kaku lagi di bawah tubuh YiFan, matanya tertutup ketika suara erangan tercekat keluar dari bibirnya.

Saat itulah YiFan melepaskannya. YiFan menghentak ke dalam dirinya untuk terakhir kali sebelum orgasme paling intens dalam hidupnya mengalir kedalam tubuhnya. YiFan mengerang dengan keras, membanjiri kondom yang ada dalam rahim Junmyeon sampai meluap. Lengan pemuda itu lunglai dan badannya sepenuhnya jatuh di atas tubuh Junmyeon. Gadis itu tampaknya tidak keberatan. Pada saat YiFan turun, Junmyeon menciumnya, mata, pipi, mulutnya. YiFan berusaha keras untuk menarik napas, dan kemudian YiFan balas menciumnya.

Un-fucking-believable.


...TBC...


Ohoo...im back again... lama ya? Kekeke~ mianhe, saya sudah berusaha untuk update cepat ditengah kesibukan. Sekali lagi maaf...

Langsung saja ucapan terima kasih saya yang tiada henti kepada para reader yang masih setia membaca ff ini. Terutama kepada: dirakyu, kmskjw21, lu shixun, Oh SeRa Land, wukim9091, dhearagil, hae15, everadit, SungReaYoo, Guest, NopwillineKaisoo, Emmasuho, LiezxoticVIP, joonmily, KrisHo Wonkyu, j12, honeykkamjong, PikaaChuu, doremifaseul, Guest, Raemyoon, Anggunyu, HamsterXiumin, nabilaanjani13.

Oh, ya, yang bertanya siapa itu jiminy crickret, itu tokoh kartun sayang, biasa kalo YiFan sudah marah dia akan melampiaskannya kepada siapa saja. :D

And i'm a girl. Do I look like a boy? :D

Akhir kata selamat menikmati cerita ini. ^^