Minna... ^0^)/ Flaesy kembali ne... ada yg kangen kah?#plak
Gomenne.. Flaesy lamaaaaa banget updatenya T-T
tapi yang penting Flaesy update lagi , hehe xD
Langsung saja, chap 3 Emotions in Rhythm ~ ^^
Disclaimer: La Corda D'Oro © Yuki Kure
Story: Emotions in Rhythm © Flaesy Kujyou
Rated: T
Pair : Len X Hino
Peringatan : Ancur, Gaje, OOC, de es be.
~Selamat Membaca~
.
.
~Emotions in Rhythm ~
Kahoko dan Ryoutaro masih menunggu giliran mereka. Mereka cukup tegang karena peserta lainnya mengeluarkan seluruh kemampuan mereka dalam audisi ini.
Ryoutaro sangat bersemangat saat menunggu gilirannya. Sedangkan Kahoko sedari tadi sedikit gelisah karena dia merasa ada sepasang mata sedang memperhatikan dirinya, dia tahu itu aneh karena semuanya sedang fokus pada permainan para peserta dan mana mungkin ada yang memperhatikan Kahoko.
Tapi tidak untuk sepasang mata yang sedari tadi tidak fokus dalam penilaian untuk para peserta. Si pemilik mata itu adalah Len. Len sedari tadi memperhatikan Kahoko yang duduk disebelah Ryoutaro, Kahoko terlihat begitu gelisah. 'Apakah dia gelisah karena audisi ini?' pikir Len.
"Bagaimana menurutmu Len?" tanya Hiroto tiba-tiba.
Dan itu membuat Len sedikit terkejut. "Hmn.. lumayan," ucapnya datar.
Hiroto hanya bisa tersenyum saat mendengar jawaban Len. Len memang selalu begitu, dia tidak pernah menjawab dengan kata selain 'Lumayan'.
Kini giliran Ryoutaro untuk memperlihatkan kemampuannya dalam bermain biola pada Len. "Doakan aku," ujar Ryoutaro pada Kahoko.
Kahoko mengangguk. "Tentu,"
Setelah mendengar jawaban Kahoko, Ryoutaro pun melangkahkan kakinya menuju panggung. Dan dia mulai memainkan irama biolanya dengan indah di depan Len.
Tatapan Len tetap sama dengan yang sebelumnya. Tatapannya seperti mengatakan dia tidak terkesan dengan irama yang dimainkan oleh peserta.
Berbeda dengan tatapan Kahoko. Tatapan Kahoko begitu menggambarkan bahwa dirinya sangat kagum akan irama permainan Ryoutaro. Dan Len melihat tatapan Kahoko yang tertuju pada Ryoutaro. 'Sepertinya perempuan itu menyukai laki-laki yang bernama Ryoutaro ini,' pikir Len sambil menatap Ryoutaro.
Setelah Ryoutaro menyelesaikan permainannya, Ryoutaro langsung turun dari panggung sambil menatap Kahoko yang sedang memperlihatkan kedua ibu jarinya. Seperti mengatakan permainan Ryoutaro sangatlah bagus.
Ryoutaro tersenyum. "Sekarang giliranmu, berjuanglah!" ujar Ryoutaro.
Kahoko mengangguk antusias. "Tentu saja,"
Saat mendengar namanya dipanggil. Kahoko langsung berjalan menuju panggung dan sebelum memulai permainannya, dia sempat menatap Len yang juga sedang menatap dirinya.
Kahoko menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya dengan pelan. Lalu dengan santainya dia mainkan irama yang begitu indah.
Awalnya tatapan Len sama seperti sebelumnya. Tapi beberapa menit kemudian tatapannya berubah seperti ada keterkejutan disana.
'Bukankah ini irama permainan yang cukup sulit untuk dimainkan?' pikir Len. Len menatap Kahoko yang sedang konsentari dalam permainannya. 'Iramanya memang cukup indah, tapi jika diasah sedikit lagi permainanya pasti akan bagus dan iramanya akan sangat indah,' pikir Len lagi.
Len berdiri dari tempatnya duduk dan dia langsung mengambil biolanya. Len mendengarkan iramanya sebentar, lalu dengan santainya dia mengikuti irama yang sedang dimainkan oleh Kahoko.
Kahoko terkejut saat mendengar irama biola yang bukan dari biola yang sedang dia mainkan dan dia semakin terkejut lagi saat mengetahui irama itu berasal dari Len yang juga sedang memainkan irama biola yang sama dengannya.
"Fokus dalam permainanmu," bisik Len. Kahoko pun fokus kembali dalam permainannya.
Para peserta yang masih menunggu giliran mereka pun terpana saat melihat permainan duet antara Kahoko dan Len. Mereka sangatlah mempesona saat berduet bersama.
Ryoutaro yang melihat itu pun sangat kagum akan permainan Kahoko. Kagum karena Kahoko bisa membuat Len memainkan biolanya.
Saat Kahoko turun dari panggung, para peserta lain langsung memberi selamat pada Kahoko. Walau Kahoko belum dinyatakan berhasil kebabak selanjutnya, tapi para peserta lain sudah yakin Kahoko akan berhasil.
"Kau hebat Kahoko!" ujar Ryoutaro saat Kahoko sudah berada dihadapannya.
Kahoko hanya bisa tersenyum saat Ryoutaro memujinya seperti itu. walau dia dipuji, tapi dia masih memikirkan kenapa Len tiba-tiba mengikuti irama yang sedang dia mainkan.
Kahoko pun menatap kearah panggung. Ketempat Len berada, tapi kini Len sedang berbicara dengan Hiroto.
"Kau menyukai permainan peserta yang bernama Kahoko itu ya?" tanya Hiroto saat Len baru saja duduk kembali.
Len menatap Hiroto. "Sepertinya begitu, sensei tau kan. Irama yang tadi seharusnya susah untuk dimainkan, tapi dia dengan mudah memainkannya dan dapat menghasilkan irama yang indah. Dan aku pikir dia itu seperti aku, butuh diasah ditangan yang benar," ujar Len sambil tersenyum.
Hiroto mengangguk mengerti dengan senyuman yang masih terpajang diwajahnya.
.
.
.
Sepulang dari audisi, Ryoutaro mengajak Kahoko untuk pergi kesebuah cafe untuk merayakan keberhasilan Kahoko. Tapi Kahoko bersih keras mengatakan itu belum pasti karena pengumuman untuk lolos kebabak 20 besar akan diumumkan 3 hari lagi.
Bukan Ryoutaro namanya kalau tidak bisa memaksa Kahoko dan jadilah mereka berdua merayakan keberhasilan yang entah benar terjadi atau tidak, disebuah cafe langganan Ryoutaro.
Di cafe, mereka hanya mengobrol dan sesekali Ryoutaro melemparkan sebuah lelucon yang langsung membuat Kahoko tertawa.
Tapi obrolan mereka terhenti karena ada seorang perempuan yang dulunya adalah teman sekelas Ryoutaro saat Ryoutaro masih memaikan Piano. "Hai, Ryotaro," sapa perempuan itu.
Ryoutaro sedikit terkejut saat melihat perempuan itu. "Oh.. he.. hai Manami," sapa balik Ryoutaro sedikit gugup.
Perempuan yang bernama Manami Mori itu tersenyum pada Ryoutaro. "Oh iya, kenalkan dia sahabatku. Kahoko Hino," ucap Ryoutaro sambil memperkenalkan Kahoko pada Manami.
Kahoko tersenyum. "Kahoko Hino, salam kenal," ujar Kahoko sambil menyodorkan tangannya.
Manami pun menyambut tangan Kahoko. "Salam kenal Kahoko, aku Manami Mori teman sekelas Ryoutaro dulu," ujar Manami sambil tersenyum manis.
"Kau sendiri?" tanya Ryoutaro setelah menyelesaikan sesi perkenalan tadi.
"Ya, aku sendiri. Sekedar meminum secangkir cappucino," ucap Manami.
Ryoutaro mengangguk. "Bagaimana kalau kau gabung bersama kami?"
"Oh, tentu," ucapnya sambil mengambil tempat duduk disebelah Kahoko.
Ryoutaro pun asyik mengobrol bersama Manami dan melupakan bahwa disana ada Kahoko. Kahoko menyadari Ryoutaro memiliki perasaan lebih pada Manami, terlihat dari sorot mata Ryoutaro yang begitu teduh dan senang.
Ada rasa cemburu yang muncul dihati Kahoko. Tapi Kahoko hanya bisa meredakan rasa cemburu itu karena dia bukanlah siapa-siapa bagi Ryoutaro.
Dia hanyalah seorang sahabat yang sudah dianggap adiknya sendiri. Kahoko hanya bisa tersenyum masam, 'Hanya sahabat,' pikirnya.
.
.
.
TBC
Balasan Review :
dci : Arigatou ne.. sudh mau mereview ^^ . review lagi ne ^w^
krist : wah sampai penasaran begitu ya? haha XD Arigatou ne.. Flaesy usahakan update terus tapi nggak bisa kilat ne T-T . review lagi ya..
desi : Himitsu~ masih rahasia kak :3 , lihat saja nanti#modus . haha XD review lagi kak ..
Resy Sagitarius : Yup.. gaje terus tetap semangat#plak . hehe XD , review lagi ne
Chanomile : daku sangat berterimakasih karena dikau mau memfav fic ini*terharu. haha XD , Flaesy ditendang sama kucing tetangga(?). review lagi ne..
ririsakura : Siiip.. Flaesy usahakan semua akan update, tapi kalau ada ide ne -w- . hehe XD , review lagi ne
cicie : oke.. lanjut terus ne.. XD . review lagi.
Lyn Kuromuno : Gomenne.. kalo kemarin kependekan dan sekarng juga ne T-T . Flaesy nggak tau mau panjangin dimananya T-T#plak . review lagi ne ..
XxThe-Crest-Of-AnubisxX : Flaesy nggak tau kalau Hino itu nama marganya, hehe XD . tapi Flaesy udah ganti kok *nyengir gaje* . review lagi ne...
Baiklah hanya segini saja dulu XD .. Flaesy bingung..
Oiya Flaesy nggak bisa update kilat ne.. karena ide munculnya jarang banget sekrng -w- . sepertinya ide lagi mampir kerumah tetangga dan lupa dateng ke otak Flaesy#plak . hehe XD
oke.. Flaesy mohon reviewnya ya XD .
jaa... :D
