Judul : The Past and The future [Sekuel from program TV]
Chapter : The Past
Author : Selichious Zelus
Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol and other.
Pair : Of course ChanBaek or BaekYeol
Genre : Romance, Humor
Length : Twoshoot
Rate : T
Warning : GS! TYPO! Tidak sesuai dengan EYD! OOC! Dll!
.
.
.
The Past
.
.
Baekhyun mengutuk BaekBom.
Baekhyun mengutuk BaekBom—lagi.
Baekhyun mengutuk BaekBom—Sekali lagi.
Baekhyun mengutuk BaekBom—mungkin akan seterusnya seperti ini.
Karena Baekhyun kalah taruhan dengan BaekBom. Kalau taruhan uang, Baekhyun tak masalah. tapi ini tentang penampilan dan juga sifat dari Baekhyun. Bayangkan saja dia harus berpakaian nerd, berbanding terbalik dengan sehari – harinya. Ataupun dengan sifatnya yang harus dingin dan cuek berbeda dengannya yang setiap harinya adalah seorang happy virus, di karenakan dia masuk ke SMA dengan nomor urut 11 dari 356 murid. Bagus? Tentu saja. Tapi kalau dia ingin menang dia harus masuk 10 besar.
Dan itu mengharuskan memasuki masa MOS dengan pakaian mengesalkan ini. rok panjang, kacamata bundar. Kaos kaki yang panjang. Dan juga rambut panjang Baekhyun harus di potong pendek. Er! Dia sangat nerd sekarang. Bahkan teman SMP-nya mentertawakannya.
Hari ini adalah penerimaan murid baru. Hari terakhir MOS. Jangan tanya bagaimana hari – harinya di MOS. Sebagian besar dia lakukan dengan baik dan terkesan sangat rajin, dia kan harus berakting selama 3 tahun untuk menjadi seorang nerd sejati.
Penjahilan? Tidak mungkin terjadi padanya, karena guru – guru melindunginya. Karena penampilan yang nampaknya sangat cerdas—Baekhyun memang cerdas—dan juga pekerjaan MOS-nya yang selalu sangat rapi dan sangat tepat.
Baekhyun menduduki tempat di barisan kedua. Menyendiri. Mana mungkin ada yang mau berteman dengan Baekhyun, jika dia adalah seorang yang nerd dan juga pendiam—untuk masa SMA ini. sementara Baekhyun melihat seorang laki – laki berpenampilan keren, dan di rubungi oleh beberapa siswi. Sepertinya dia tampan. Tapi kenapa rambutnya keriting?
"Keriting ya, mungkin lebih pantas di beri nama Pangeran Keriting"
Laki – laki itu menoleh ke arah Baekhyun. Baekhyun cepat – cepat menutup mulutnya yang mulai bereaksi. Mungkin lebih tepatnya penyakit lamanya tentang mulutnya yang akan ceplas – ceplos.
"Kurasa itu adalah nama yang pantas untukku..aku suka nama itu hehehe, namamu siapa?"
Baekhyun melongo. Laki – laki ini tidak marah? Aneh sekali. Tapi sepertinya yang marah adalah selir – selir namja itu. terlihat dari sepasang mata yeoja yang memandangnya rendah. Baekhyun menunduk tidak mau bertatap dengan selir – selir namja itu.
Baekhyun kau harus menjadi Dingin! Dan juga CUEK!
Walau sebenarnya dalam hati dia ingin sekali berkenalan dengan namja yang tampannya luar biasa ini.
"Bukan urusanmu, lagi pula kurang kerjaan jika kau mengetahui namaku, urus saja selir – selirmu itu" andai saja dia menang taruhan dengan BaekBom mungkin dia akan berkenalan dan tidak berkata seperti itu. Baekhyun menangis dalam hati.
"Iya juga ya, ku anggap pertemuan ini tidak pernah terjadi.. tapi sebentar lagi aku akan mengetahui namamu, dan kau akan mengetahui namaku permaisuriku.. kau kan bilang bahwa mereka selirku hehehe"
Namja itu membalikkan badannya dan meladeni para selirnya itu. sedangkan Baekhyun hanya melongo lagi dengan rona merah yang menghias di pipinya. Permaisurinya?
Baekhyun ingin menampar pipinya sendiri.
Dan acara di gedung hall itu di mulai. Dan Baekhyun mengantuk, seperti biasanya akan ada sambutan – sambutan yang malah membuatnya mengantuk.
"Dan penghargaan selanjutnya adalah untuk penerimaan siswa MOS terbaik.. yaitu Byun Baekhyun!" Baekhyun tersentak bangun, dan mengusap matanya. Tidak baik untuk wajah nerd-nya itu. Baekhyun tergesa – gesa menaiki panggung. Seperti dugaannya, banyak sekali menggosipnya mungkin tentang penampilannya yang membuatnya menjadi siswa MOS terbaik.
Saat menaiki panggung hall. Dia bertemu dengan namja tampan itu lagi. dan namja tampan itu memamerkan senyumnya. Lagi – lagi wajah Baekhyun memerah melihat pameran gigi milik namja tampan itu.
"Kita ucapkan selamat bagi Park Chanyeol siswa pemegang rangking pertama saat masuk, dan Byun Baekhyun seorang siswa MOS terbaik!"
Baekhyun melongo—sekali lagi. ternyata namja tampan ini adalah seorang pemegang rangking pertama? Tidak terlihat sama sekali. Bahkan dia terlihat sangat idiot dengan senyuman itu.
"Baiklah! Silahkan untuk memperkenalkan diri kalian masing – masing" ucap kepala sekolah. Pertama mic di berikan kepada Chanyeol. dan Chanyeol menerimanya dengan senyuman idiotnya.
"Park Chanyeol Imnida~~ Panggil Chanyeol ne! cita – citaku akan menjadi seorang pangeran keriting yang bisa rapper, tapi belum tentu juga rambutku akan tetap keriting cokelat sih, tapi salam kenal!"
Semua penghuni hall tertawa. Baekhyun terkejut sekali lagi. kenapa dia malah memperkenalkan dirinya dengan olokan dirinya tadi?!
Setelah mengucapkan perkenalan, Chanyeol memberikan mic kepada Baekhyun dengan senyuman manis Chanyeol yang tampak tulus. Baekhyun secara spontan tersenyum melihat senyuman Chanyeol. sedangkan Chanyeol tampak terpesona dengan senyuman—Nerd—tulus Baekhyun.
Baekhyun menghela nafas. lalu menatap semua orang di hall dengan pandangan cueknya.
"Byun Baekhyun..imnida.. jika kalian tidak senang dengan penampilanku, ataupun melihatku seperti ini, tolong jauhi saja aku."
Hening. Kepala sekolah pun melongo membuka mulutnya. Chanyeol tampak terkejut. Tapi sedetik kemudian dia tersenyum ke arah Baekhyun yang menyerahkan mic-nya kepada Kepala Sekolah yang tetap melongo.
The Past
Pertama kali masuk kelas. Baekhyun harus tersenyum kecut karena semua siswa di sana hanya melihatnya dengan tatapan diam. Baekhyun tahu resiko dengan mengucapkan perkenalan kemarin di hall. Tapi itu juga menjadi senjata ampuh Baekhyun agar tidak ada yang menggodanya ataupun menjahilinya.
Dia duduk sendirian di depan kelas. Dia tidak menyangka Chanyeol akan tertawa sendirian saat di hall. Bahkan di atas panggung. Baekhyun merasa dia di hargai oleh Chanyeol.
Baekhyun menjadi seorang pendiam. Rajin. Dan cerdas.
Bahkan terkesan sangat cerdas. Di segani oleh para guru. Dan di jauhi oleh beberapa murid. Dia bahkan tidak pernah lagi melihat Chanyeol. karena dia akan menghabiskan beberapa waktunya untuk makan siang sendiri di kelas ataupun pergi ke perpustakaan.
Baekhyun bersumpah nanti jika dia selesai 3 tahun taruhan dengan BaekBom dia akan membalasnya!
Baekhyun merasa sangat sendirian. Jadi, saat jam kosong dia mengeluarkan laptopnya dan mulai menstalk orang yang membuatnya jatuh cinta dengan senyuman idiotnya. Tapi Baekhyun bukan hanya stalker biasa. Tapi juga terkadang menghack program seseorang agar untuk mengetahui kegiatan Chanyeol.
Dan terkadang Baekhyun harus menahan nafas saat dirinya mendapat kabar jika Chanyeol kencan dengan seseorang. Baekhyun ingin sekali menangis.
Seperti sekarang di kamarnya. Baekhyun meneteskan air matanya—yang dikatakan BaekBom alay—saat melihat foto selca antara Chanyeol dan juga Krystal anak kelas 1-9 sekelas pula dengan Chanyeol. kenapa dia harus terpisah jarak 8 kelas!? Kenapa kepala sekolah tidak adil untuk menempatkan Chanyeol sekelas dengannya atau paling tidak kelasnya berada di samping kelasnya.
Dia merasa tidak beruntung untuk kelas 1 ini.
The Past
Kelas dua.
Baekhyun merasa semangat untuk melihat akankah dia sekelas dengan Chanyeol atau tidak. dirinya berada di kelas dua ujung tangga, yaitu 2-1. Tidak sulit untuk menemukan namanya. Karena dia mendapat peringkat 1 di paralel. Jadi dia dapat melihat kelasnya di nomor 1.
Saat mencari kelas Chanyeol, dia harus mendapat kenyataan pahit.
Chanyeol berada di kelas 2-4.
Sekali lagi. jarak memisahkan dirinya dan Chanyeol. apa dia tidak mungkin bisa sekelas dengan Chanyeol?
Tapi dia merasa beruntung dengan kelas Chanyeol yang tidak terlalu jauh seperti kelas 1.
Di kelas dua ini. banyak sekali cobaan yang menghadang Baekhyun agar dapat men-stalk Chanyeol. yaitu adanya olimpiade. Sebenarnya dia tidak mau ikut begituan. Tapi karena dia dapat predikat siswa terpintar di sekolah ini, mau tidak mau dia harus ikut.
Fisika, Matematika dan mata pelajaran yang tidak mau Baekhyun sebutkan. Tapi herannya, kenapa Chanyeol tidak pernah ikut olimpiade? Bukankah dia adalah seorang pemegang rangking pertama saat ujian masuk?
Baekhyun dengan penasaran tingkat tingginya. Kembali lagi meng-hack beberapa akun teman Chanyeol yang dia perkirakan tahu tentang masalah pribadi Chanyeol. saat dia membuka beberapa akun dan melihat percakapan salah seorang diantaranya dengan Chanyeol. baekhyun akhirnya paham.
Chanyeol adalah seorang trainer.
WOW sekali bukan?
Baekhyun menghela nafas panjang. Itu berarti dia akan di debutkan di Seoul. Dan artinya lagi, Baekhyun tidak dapat melihat Chanyeol saat debut di Seoul. Baekhyun tidak dapat lagi melihat Chanyeol di Daegu.
Saat Baekhyun terombang – ambing layaknya kapal yang salah satu sudutnya tidak sesuai—ini pengaruh fisika yang Baekhyun pelajari—ada seorang adik kelas yang datang.
Kalau tidak salah namanya Kim Jong In.
Biar katanya keren, dia lebih suka di panggil Kai. salah satu anak populer juga. Baekhyun sempat heran kenapa dia di dekati oleh seorang namja keren—sayangnya warna kulitnya hitam. Baekhyun sempat berpikir Kai ingin sekali dia ajari pelajaran karena dia adalah pemegang peringkat dan juga bolak – balik menang olimpiade.
Karena Kai, waktu Baekhyun untuk menstalk Chanyeol berkurang. Seperti sekarang saat istirahat di mana dia biasanya membuka laptop, sekarang dia berada di kantin bersama Kai.
"Baekhyun Sunbae, yang ini bagaimana?"
Kai menyodorkan buku MTK-nya yang berisi tentang Logaritma yang tergolong susah di mengerti karena menghafal banyak rumus. Baekhyun menatap buku MTK Kai sejenak sambil memakan bulgogi yang tadi dipesankan Kai—keuntungan mengajari Kai adalah dia dapat makan gratis.
"Eumh, Kai.. lebih baik jangan menggunakan rumus ini, ini terlalu susah.. lebih baik gunakan rumus yang ini.. nanti pangkatnya di pindah ke depan. Jadinya seperti ini" Baekhyun mencoret – coret buku Kai. Kai tampak serius melihat pekerjaan Baekhyun. terkadang Baekhyun menaikkan kacamatanya.
Dan keuntungan lainnya mengajari Kai adalah dapat melihat Chanyeol yang sedang di kantin. Ini benar – benar sangatlah keuntungan besar dimana Baekhyun dapat melihat Chanyeol leluasa dan memotretnya dengan diam – diam.
"Baekhyun Sunbae, bagaimana kalau nanti…"
—Sret
Chanyeol menarik Kai. tangannya menggantung, layaknya memeluk leher Kai. Baekhyun sempat melongo dapat melihat Chanyeol sedekat ini akhirnya. Selama setahun lebih setelah perkenalan di Hall sekolah. Chanyeol tampak memperlihatkan wajah dinginnya. Baekhyun tidak pernah melihat wajah Chanyeol yang begitu sangat dingin.
Chanyeol menarik Kai menjauh dari Baekhyun.
Kantin begitu hening karena kejadian barusan, tapi beberapa saat kemudian ramai kembali. Sementara Baekhyun tetap menganga tak percaya. Apa hubungan Kai dengan Chanyeol? kenapa selama ini dia men-stalk Chanyeol tidak pernah mendengar, melihat Kai?
The Past
Besok adalah ujian tahun kedua dan penentu naik kelas. Tapi Baekhyun enggan untuk belajar. Rambutnya yang dia potong pendek sekarang panjang sebahu. Baekhyun di rumah dengan Baekhyun di sekolah sangatlah berbeda. Baekhyun memakai pakaian one-piece dan celana pendek serta banyak jepit di poninya agar tidak menutupi mata sipitnya. Dia memakai kacamata, tapi saat Baekhyun memakai kacamata itu dengan pakaiannya saat ini, dia terlihat sangatlah cantik.
Baekhyun membaca hasil kegiatan stalk-nya. Terkadang dia juga menaikkan kacamatanya yang melorot.
"Baekhyun kau sedang apa?"
Baekhyun memang tidak pernah suka kelakuan oppanya. Selain suka membuat taruhan yang aneh – aneh—dan anehnya BaekBom selalu menang—BaekBom juga tidak punya tatakrama hanya kepada adiknya—Baekhyun.
"Tidak kah kau punya tangan untuk mengetuk? Tidak kah kau punya mulut untuk berkata permisi? Tidak kah kau kau punya mata untuk melihatku yang sedang sibuk"
BaekBom hanya mencibir kata – kata puitis yang keluar dari mulut adiknya. Kalau begini BaekBom menyesal membuat taruhan yang membuat adiknya semakin cerdas.
"Palingan kau sedang men-stalk pangeran keritingmu"
"Diam Kau! Selama taruhan ini! ini adalah hal ternormal yang pernah aku lakukan bodoh!" Baekhyun menatap BaekBom dengan tatapan—sipit—tajamnya. BaekBom hanya menjulurkan lidahnya. Lalu berlari ke arah tempat tidur Baekhyun dan tidur di sana.
"Hei Baek—"
"Jangan panggil aku Baek! Kau juga Baek! Panggil dengan normal!"
"Iya! Iya! Baekhyun! kau tidak pernah merasa bahwa toko bunga ibu sekarang tengah masa kritis?"
Baekhyun berhenti mengetik. Menatap BaekBom yang sepertinya tengah serius. Baekhyun memiringkan kepalanya. "Yah, aku tahu itu.. tapi almarhum ibu tidak mau kan toko kesayangannya di tutup. Setelah aku menyelesaikan sekolah ku aku akan meneruskan toko itu. kau tetap berkuliahlah. Sampai S2" BaekBom tersenyum melihat Baekhyun.
Mungkin Baekhyun semakin dingin karena taruhannya. Tapi taruhannya bukan karena apa. karena dia tidak mau melihat Baekhyun menyelewengkan sekolahnya. Lebih baik dia melihat Baekhyun bertambah dingin tapi tetap menjadi siswa berprestasi dari pada melihat Baekhyun mempunyai banyak teman tapi mengecewakan ibunya yang ada di surga.
"Kalau begitu aku mau belajar untuk ujian semester 2-ku.. kau juga besok akan ujian lagi pula besok kau harus tetap menyiapkan sarapan" kata BaekBom dan keluar dari kamar Baekhyun. sedangkan Baekhyun hanya menghela nafas.
Ping!
Baekhyun menatap layarnya. Ada seseorang men-chatnya, seseorang yang membuatnya dapat tegar.
Creepy smile: Haaai~
Baekhyun tersenyum dan akhirnya mengetik balasan kepada si 'Creepy smile'-nya.
Baek-B-Con : Hai juga^^
Creepy smile : Apa ada sesuatu yang ingin kau ceritakan tentang Chanyeol?
Baek-B-Con : No comment -_-
Creepy smile : Hahaha…iya aku ngalah deh :p sudah belajar?
Baek-B-Con : Belum '-')/
Creepy smile : Kalau begitu selamat tidur ^^
Creepy smile off
Baekhyun menganga. Creepy smile memang begini. Selalu tidak nyambung, tapi itu yang membuatnya nyaman dan meringankan beban selama ini. sepertinya suatu saat Baekhyun harus bertemu dengan Creepy smile.
The Past
Baekhyun melihat papan pengumuman. Dia peringkat satu paralel lagi. mengesalkan dan juga datar. Baekhyun tidak pernah sedatar ini melihat dirinya peringkat satu lagi. ini membosankan. Baekhyun berharap dia menurun untuk 3 tahun ini.
Kelas ketiga ini dia berharap ada sesuatu yang berbeda.
The Past
Baekhyun belajar dan belajar.
Membuat BaekBom gigit jari khawatir melihat Baekhyun yang hanya mengurusi buku. tapi akhirnya ide pintar—jahil sebenarnya—terlintas di benaknya. BaekBom menyuruh Baekhyun mengirim Chanyeol sebuah surat cinta. Dan ini respon Baekhyun.
"KAU GILA BAEK! Aku tidak pernah ingat bahwa otak cerdasmu itu melenceng sejauh ini! homina homina! Keluarlah kau roh jahat dari tubuh oppaku!"
BaekBom berakhir dengan ikatan dan buah apel yang membungkam mulutnya layaknya akan di panggang. Sementara Baekhyun mengeluarkan ritual – ritual aneh.
Dan akhirnya setelah bujukan, rayuan, ancaman BaekBom. Baekhyun akhirnya menyerah dan menulis surat untuk Chanyeol yang berakhir sangat mengenaskan. Lagi – lagi BaekBom berakhir seperti babi panggang yang mulutnya di sumpal oleh apel.
Keesokan harinya, Baekhyun menyisipkan surat itu ke loker beserta makan siang yang dia masukkan. Dengan kekuatan ninja dia dapat menghilang di kerumunan siswa yang ada di lorong loker itu—itu karena badannya kecil bukan karena dia punya ilmu hitam kok.
Dan sorenya. Chanyeol membuka loker dan mendapati surat serta makan siang hanya tersenyum dan memasukkannya ke dalam tas.
The Past
Baekhyun menangis bombay.
Secara harfiah Baekhyun memang menangis karena bombay yang dia iris. Dan juga secara maknawi dia menangis karena mendapat kabar dari hasil stalk-nya bahwa Chanyeol akan debut setelah lulus SMA.
BaekBom hanya bisa menatap Baekhyun khawatir plus tegang. Melihat adiknya yang 3 tahun akhir – akhir ini waras menjadi gila hanya karena seorang laki – laki.
"Ba—"
"Jangan panggil aku Baek! Panggil yang normal huhuhu"
BaekBom hanya menatap Baekhyun dengan emot -_- sepertinya Baekhyun sudah hafal dengan BaekBom.
"Kau sudah ujiankan? Berarti sebentar lagi akan ada prom night kan?" Baekhyun hanya mengangguk. Sementara BaekBom hanya menarik nafas panjang.
"Bagaimana kalau kau dandan selama hari itu saja—ah ralat selama malam prom night saja untuk menjadi Baekhyun sebenarnya. Kan pagi harinya adalah penghargaan siswa lulusan, benarkan?"
Baekhyun berhenti mengiris bawang bombay. Menatap BaekBom dengan pandangan tulus Baekhyun.
"Baekhyun berhenti menatapku sepertiku itu. lihatlah ingusmu itu! menjijikkan!"
Dan Baekhyun melempar pisau yang hampir mengenai kepala BaekBom saat itu juga.
The Past
Baekhyun menatap tampilan dirinya di kaca besar.
Dress panjang selutut dengan warna dark blue, rambut panjangnya dia urai dengan hiasan bunga. Serta poni yang membuatnya tambah imut. Dia tidak tampak seperti Baekhyun di sekolah.
BaekBom yang ada di sampingnya menatap puas hasil kerjanya.
"BaekBom oppa, sepertinya kau harus membuka salon"
"Dan berakhir dengan menjadi namja – namja kemayu dan jalang itu? iuuh~ memikirkannya membuatku mual"
Baekhyun tertawa. Ini adalah prom night yang dua bulan lalu di bicarakan oleh BaekBom. Seperti perkataan BaekBom, pagi hari tadi adalah hari bersejarah yang paling biasa di mana Baekhyun adalah siswa teladan tahun ini. dan membuat appanya bangga dan terkejut.
Bangga karena Baekhyun menjadi siswa teladan.
Dan Kaget melihat Baekhyun cantiknya menjadi seperti ini. karena penampilan Baekhyun di sekolah dan di rumah sangatlah berbeda. tapi Baekhyun hanya menunjukkan mata tajamnya ke arah BaekBom saat membaca situasi appanya yang kaget.
"Jja~ sekarang kau adalah cinderella hari ini, tapi aku bertaruh pasti kau tidak akan jadi putri dansa"
"Dengan berpakaian seperti ini membuatku sangat bangga oppa"
BaekBom tersenyum dan keluar untuk mencari kunci mobil. Sementara Baekhyun sibuk kembali menata dirinya tanpa tahu bahwa sebuah Chat keluar dari komputernya.
Creepy smile : Sampai bertemu di prom night, cantik
The Past
Baekhyun tahu kalau semua orang akan kaget melihatnya seperti ini. tapi dia tidak pernah tahu kalau dia akan menjadi pusat perhatian. Dia berpikir bahwa dia akan menjadi kembang dinding, tapi laki – laki selalu mengerubunginya dan meminta dansa bersamanya dan Baekhyun menolaknya dengan halus.
Sungguh selama 3 tahun ini baru pertama kali dia di puji cantik oleh semua laki – laki.
Pesta dansa ini membuat Baekhyun menggerutu tidak karuan karena dia tidak dapat melihat Chanyeol. dia pasrah dan duduk untuk minum beberapa jus untuk menghilangkan stresnya karena Chanyeol.
Samar – samar dia dengar bahwa nama Chanyeol di sebut sebagai pangeran dansa dan Sulli putri dansa. Baekhyun tersenyum getir. Sulli memang cantik dan memang pantas bersanding dengan Chanyeol.
Baekhyun berjalan – jalan dengan segelas jus strawberry-nya. Tiba – tiba dia menabrak seseorang. Jus strawberry-nya tumpah. Baekhyun menatap horor siapa yang dia tabrak. Baekhyun buru – buru menunduk dan meminta maaf.
"Maafkan aku! Maaf! Maaf telah merusak pakaian formalmu dengan minumanku! Maaf!"
"Santai saja, ini Cuma pakaian biasa. Lagi pula ini prom night kan? belum tentu setelah pesta kelulusan ini aku akan bertemu denganmu.. Baekki"
"Eh?! Kau tahu namaku?!"
"Tentu saja!"
"Da-Darimana?"
"Baek-B-Con, salam kenal aku adalah Creepy smile. Jadi mau dansa denganku?"
Baekhyun pingsan di tempat.
The Past
Esoknya Baekhyun menangis. Dia benar – benar sangat menyesal. Karena kemarin adalah hari terakhir Chanyeol di Daegu. Kenapa dia kemarin pingsan di tempat sih.
BaekBom kehilangan akal.
Akhirnya Baekhyun membuka toko bunga milik ibunya, dan menata ulang. Banyak sekali pegawai yang dia pecat karena baginya pegawai yang ada di sana tidaklah becus, kecuali satu orang yaitu Minseok—atau lebih suka di panggil Xiumin. yeoja berpipi gembul itu sangat menyayangi bunga – bunga.
Baekhyun mengubah beberapa penampilan tokonya dengan merombak tempat – tempat bunga. Serta dekorasi.
Tapi tiba – tiba suara lonceng berbunyi.
"Mian tapi kami ma—"
Mulut Baekhyun membisu melihat Chanyeol yang melihat – lihat bunga yang belum tertata rapi.
"Boleh aku membeli bunga ini?" Baekhyun secara otomatis mengangguk. Chanyeol tampak akan mengeluarkan dompet.
"Itu gratis, karena hari ini kami akan mendekorasi ulang. Semoga anda menemukan orang yang pantas untuk Lily putih itu" Baekhyun memberi hormat dan Chanyeol sudah hilang. Xiumin berbisik, "Siapa?"
"Bukan siapa – siapa"
The Past
Hari ini Baekhyun sangat lelah. Karena mendekorasi ulang ternyata sangatlah menguras tenaga. Apalagi appanya dinas keluar kota dan BaekBom ujian semester di universitasnya. Jadilah dia dan Xiumin saja yang bekerja.
Saat akan membuka pintu. Baekhyun dapat melihat lily putih dengan surat yang terselip. Dia menoleh ke arah kanan dan kiri untuk melihat siapa yang mengiriminya. Tapi dia tidak dapat melihat siapa pun. Jadilah dia membuka surat itu.
"Sampai bertemu lagi manis? Huh?"
Sementara di salah satu sudut. Terdapat seorang namja yang mengamati Baekhyun dari mobilnya. Chanyeol tampak puas melihat Baekhyun menggenggam lily putihnya. Dia mengamati foto screen locknya yang membuatnya ingin memeluk Baekhyun. foto saat dia memakai dress di prom night dan sedang menyesap jus strawberry-nya.
"Haaah~ sampai jumpa Byun Baekhyun, Baekki, B, atau Bacon.. ku harap kau masih ingat dengan perkenalan kita 3 tahun lalu dan juga masih ingat denganku suatu saat nanti" Chanyeol menjalankan mobilnya, menjauh dari rumah Baekhyun.
.
.
.
TBC
.
.
.
A/N:
The past and The future—sekuel program TV telah di hapus oleh pihak ffn
Zelus gak tahu kenapa bisa di hapus padahal kan Zelus gak salah apa – apa. T-T ini Zelus repost, oh ya yang nunggu beberapa ff Zelus mianhe ya.. Soalnya LepLep [panggilan sayang buat laptop Zelus] lagi di perbaiki. Gara – gara sering di buat game sama adek tercinta -_-
Oh ya..
FFN juga di block di laptopnya Zelus, bahkan di handphone-nya Zelus juga -_-
Jadi mohon sabar ya reader T-T
Terima kasih yang sudah nge-mention Zelus, pesan fb Zelus, dan PM di akun ini. :3 terima kasih sudah begitu perhatian pada Zelus.
Zelus pamit dulu ya..
Bye Bye
Oh iye.. tolong review lagi nde? :3
