A Star

Chapter Four: Look at the Star

Disclaimer: Bleach © Tite Kubo

-XxX-

"Pagi Rukia…" Sapa gadis Bermata Hazel itu pada Sahabatnya.

"Waaa!" jerit Rukia kaget.

"Rukia? Aku hanya menyapamu, kenapa kau sekaget itu?" tanya Momo bingung.

"Maaf, aku terlalu serius memikirkan sesuatu, hehehehe…" kata Rukia.

"Ichigo lagi, ya?" tanya Momo, tepat sasaran.

"Uhm, begitulah," ujar Rukia, sedikit malu karena ketahuan. "Kemarin itu…"

"Teng teng teng!"

"Sudahlah, nanti saja…"

-XxX-

"Hey Ichigo, kau yakin ikut pelajaran Olahraga? Wajahmu pucat, lho…" ujar Hisagi Khawatir.

"Iya Ichigo, kalau tidak bisa biar kami Izinkan dengan Iba-Sensei.." timpal Toushiro.

"Hey kalian ini, memangnya aku ini anak Perempuan, apa? Tentu saja aku ikut…" ujar Ichigo keras.

"Baiklah-baiklah, tapi kalau nanti keadaanmu memburuk, kau istirahat saja…" kata Uryuu.

"Sudah, sudah, Ichigo pasti bisa, hari ini kita hanya Main Basket, kok…" kata Renji.

"Baiklah…"

-XxX-

"Teng Teng Teng!" bel makan Siang yang di tunggu itu akhirnya berbunyi.

"Jadi Rukia, ada apa?" tanya Momo langsung.

"Uhm, beginni, saat kemarin aku dan Toushiro ke Rumah Ichigo untuk menjenguknya…"

Flashback, Yesterday—

"Hey, ini kan surat yang kemarin.." kataku, melihat surat di meja di sebelah kasur Ichigo.

"Jangan, kembalikan.." katanya, sepertinya memelas.

"Tidak mau, lihat sedikit kenapa.." kataku, mulai membuka amplopnya.

"Kubilang jangan ya jangan!" bentaknya, merebut dengan kasar surat itu dari tanganku.

"Eh, ma-maaf…" kataku.

End—

"Eh? Kenapa ia semarah itu?" tanya Momo bingung.

"Entahlah…"

-XxX-

"Teman-teman, aku ke Toilet sebentar, ya…" ujar Ichigo, saat itu ia dan anak laki-laki lainnya sedang berganti baju di ruang ganti.

"Oke, jangan lama-lama, kita udah laper, nih…" ujar Renji.

"Yaa…"

-XxX-

"Oh iya, ayo jemput Renji dan yang lainnya, kita makan bersama…" kata Rukia ringan, seraya keluar kelas.

"Umm, Rukia, sebenarnya aku tidak menganggu kan?" tanya Momo, mengikuti Rukia.

"Eh? Maksudmu?" tanya Rukia bingung.

"Yah, aku ini kan selalu mengikutimu, padahal aku bukan anggota dari kalian…" kata Momo.

"Tentu saja tidak!" jawab seseorang.

"Eh? Toushiro?" tanya Momo, kaget.

"Ya, tentu saja Tidak, kau kan sahabat Rukia, berarti sahabat kami juga…" kata Toushiro meyakinkan.

"Hehehe, terima kasih…" ujar Momo, mengeluarkan bulir-bulir Airmata.

"Eh? Kok nangis? Aku kasar ya bicaranya? Eh?" tanya Toushiro panic.

"Ahahahaha…"

-XxX-

"Argh! Pergilah kau!" geram Ichigo, ia berteriak sendirian seraya menjambak Rambutnya, karena Kepalanya yang sakit luar biasa itu. Untung saja tak ada orang lain. Tiba-tiba dirasakannya, cairan kental keluar melalui Hidung nya. Darah.

"Astaga!" gumam Ichigo Frustasi, secepat mungkin ia mengambil Tissue Toilet untuk me lap Hidungnya sampai bersih, dan akhirnya Mimisan-nya berhenti. Lalu ia membersihkan wajahnya agar jejak-jejak darahnya Hilang. "Fuhh, merepotkan." Ujar Ichigo, merapikan bajunya dan keluar.

-XxX-

"hey, kau dari mana saja, sih?" komentar Hisagi begitu Ichigo datang.

"Yah, yang penting aku datang, kan?" katanya Cuek.

"Sudah, sudah, ayo makan…" kata Uryuu.

"Hey, Hey, aku membuat pudding semangka untuk kalian, kalian suka, kan?" tanya Momo.

"Tentu saja!" kata Toushiro.

"hahahahahaha!"

-XxX-

"Teng teng teng!" bel pulang berbunyi, dan Rukia sangat deg-degan, mengingat ia Pulang dengan Ichigo.

'Bagaimana jika kami berkelahi sampai tidak berteguran? Bagaimana jika ia menyesatkan ku Karena ia dendam?' pikiran pikian it uterus bermunculan di kepala Rukia.

"Ya ampun Rukia, dia tidak mungkin berbuat apa-apa padamu, kok!" yakin Momo.

"Huhm, oke, oke," kata Rukia, beranjak dari Kursi nya. "Eh, iya, kau pulang berduaan ya? Sama Toushiro?" tanya Rukia, menggoda Momo.

"Ya, Yah, apa salahnya?" kata Momo, wajahnya merah padam.

"Ahahahahaha, ya sudah, semoga berhasil…" kata Rukia, lalu keluar kelas, menuju kelas 2-3. "Ichigo mana, ya?" tanya Rukia, melongok ke dalam Kelas 2-3.

"Aku disini." Ujar seseorang di belakang Rukia.

"Kyaa!" kata Rukia kaget. "kau ini jangan mengagetkan orang seperti itu, donk!" omel Rukia.

"Hahaha, lagian kau ini, aku menjemputmu kenapa jadi kau yang menjemputku, hahahaha…" kata Ichigo geli, dan entah kenapa Rukia merasa wajahnya memanas melihat Ichigo yang tertawa.

"A-ayo kita pulang…" kata Rukia, mendahului Ichigo berjalan.

"Hey, ini kan Hari Sabtu, kau senggang, kan?" tanya Ichigo.

"Hmm, iya sih, aku boleh keluar, yang penting sebelum jam 7 aku harus sudah dirumah…" kata Rukia.

"Oke, pasti sempat.." kata Ichigo, menggandeng Rukia dan berlari.

"hey~! Pelan-pelan!"

-XxX-

"Nah, kita Sampai…" ujar Ichigo, membawa Rukia ke Padang bunga yang sangat Luas sekali.

"Wah! Semanggi berdaun Empat!" kata Rukia.

"Disini cukup banyak macam bunga, aku senang sekali ke sini…" kata Ichigo.

"Uhm, Ichigo, ini untuk mu…" kata Rukia, menyerahkan Semanggi berdaun empat-nya pada Ichigo.

"Uhm, terima kasih…" ujar Ichigo, entah hanya perasaan rukia, tapi wajah Ichigo saat itu memang memerah. "Ah, Rukia, coba kau lihat ke atas…" kata Ichigo.

"Wah, bintangnya sudah Muncul!" kata Rukia, terhanyut dengan pemandangan Alam yang sangat Indah itu.

"Bagus, kan?" kata Ichigo, tersenyum.

"Iya, indah sekali…" kata Rukia.

"Huum, Rukia, aku, mau Minta maaf, kalau selama Ini, aku selalu berkata kasar…" ujar Ichigo, seraya memalingkan Wajahnya yang merah padam.

"Eh? Ti-tidak apa, kok…" kata Rukia, wajahnya ikut memerah.

Lalu setelah itu hening, saling terhenyak dengan Pikiran masing-masing.

"Hey Rukia, kau lihat bintang yang di dekat bulan Itu?" tanya Ichigo, memecah keheningan.

"Ya…"

"Dari sini, cahayanya terlihat kalah dengan Bulan, kan?"

"ya?"

"Namun pada tempatnya, cahayanya jauh lebih besar ketimbang Bulan," kata Ichigo, lalu menggenggam kedua tangan Rukia. "Sama seperti aku, yang tidak terlihat mendukungmu sembuh, tapi sebenarnya aku, sangat berharap kau sembuh…" kata Ichigo, dengan wajah merah padam, namun ia tetap menatap mata Violet Rukia.

"te-terima kasih…" kata Rukia, mengeluarkan bulir-bulir airmata.

"Sama-sama," kata Ichigo, tersenyum tipis. "Rukia, boleh ku minta bantuanmu?" tanya Ichigo.

"Ya?" tanya Rukia.

"Tolong, panggilkan… Seseorang…" gumamnya tak jelas.

Bruk!

Ichigo Ambruk di sebelah Rukia dengan wajah sangat Pucat.

"Ichigo? Ichigo?"

-to be continued-

Dee: Akhirnya bisa Update~

Megu: Mohon Reviewnya~