PENERUSAN PENCARIAN

Pencarian ke3

Rumah Pamela

King edward street 105

Jam 13.15

"Tuh kan kosong Fred? "Ryria berkata.

"Eh itu ada tetangganya, coba tanya deh"

"Permisi Sir, apa anda tahu kemana keluarga Wildenowii pindah? "kata Panda.

"Wildenowii si bajingan tua itu? kamu siapa? komplotannya? "kata tuan yang rumahnya di seberang keluarga itu.

"Bukan kita dari Termehek-mehek muggle datang untuk mencari Pamela Wildenowii karena klien kami Fred sangat ingin bertemu Pamela itu"

"Asal kalian tahu ya keluarga itu kabur dari kejaran hutang, apalagi si Johan Wildenowii itu tukang mabuk sama main judi "

"Hah? "

"Kalo kalian ga percaya datang ke tempat minum di ujung jalan tanya yang mana Johan Wildenowii "

"Oh ya terima kasih, Sir "kata Fred lemas.

"Kalo saya boleh bilang mending kamu lupain aja si Pamela itu, cewek itu gak pantes kamu cintain dan kamu cari kayak gini, sama aja bajingannya "

Dari situ tim kaget, setelah tau asal-usul keluarga Pamela itu dan Ryria itu masih tanya-tanya masa sih. lalu tim memutuskan untuk meneruskan pencarian nanti malam.

Malamnya..

Pencarian ke 4

Bar minum ujung jalan

Jam 20.00

"Panda lo yakin mau ikut masuk? kayaknya ga aman buat cewek masuk "

"Ya udah kita nunggu di luar aja deh Mandala, "

"Oke kalo gitu Fred, aku sama tim cowok masuk "

Akhirnya tim cowok pun masuk bar, disana itu penuh sesak dengan bau bir, ruangan agak sedikit pengap dimana disitu banyak yang merokok, dan judi. Gue pun mencoba menanyai seorang pengunjung dekat sebuah sudut ruangan.

"Anda tau Johan Wildenowii? "

HENING SEISI RUANGAN.

"Apa katamu? "kata seorang pemuda mabuk.

Belum sempat kita jawab taunya pemuda itu meneriakkan ke seluruh ruangan nama johan wildenowii dan menganggap kita sebagai komplotannya. Akhirnya tak kurang dari 50 ujung tongkat sihir mengarah pada kami. Disitu kami takut terbayang gimana rasanya di serang oleh segelintir pengunjung bar yang bermata merah dan hilang kesadaran.

"Katakan dimana bajingan tua itu? "

"Kita sama sekali gak tau"kata Fred.

"PERGI ! atau"

"Iya,kami pergi tapi tolong jangan acungkan tongkat kalian ke kami lagi "kata Mandala.

Akhirnya tim keluar dengan muka shock dan perasaan was-was

"Gimana Man? "

"Kita ga dapet informasi apapun "

"Lho? kok bisa "

"Justru tadi kita malah mu diserang, kayaknya bener apa yang di katain tetangga itu"

"Yang ayahnya bajingan itu? "

"Iya buktinya tadi kurang lebih 50 ujung tongkat di arahin ke kita waktu nanya Johan itu"

"bener Fred? "Ryria bertanya dengan lesu.

Fred tak memberikan jawaban tapi hanya dengan anggukan dan muka penuh arti.

Tim disitu menemui jalan buntu gimana kita mau nyari alamat dengan mungkin 50 kutukan di arahkan pada kami memutuskan meneruskan pencarian di bar ujung jalan. ya mungkin kita bakal ketemu ayahnya mela dan tiba-tiba Ryria melihat ayah Pamela itu di sudut jalan.

"Itu ayahnya Pamela Pan"

"Itu? "

"Iya "

"Kejar mas kejar "

Akhirnya di temukanlah ayahnya mela itu di sebuah belokan jalan dan tengah meneguk wiski api sambil tertawa seperti orang sinting. Dan bermata merah menyala layaknya orang kerasukan.

"Tunggu anda ayahnya Mela kan? " Ryria bertanya.

"Dimana Mela sekarang? "lanjutnya.

"Jawab! "

"Mela? Mela hahaha SAYA JUAL, kalian tahu SAYA JUAL"

"DI JUAL? "Fred kaget setengah mati.

"Iya ga denger? SAYA JUAL "

"Eh ngomong yang bener DIMANA MELA? "kata Fred marah.

"Fred jangan emosi, dia lagi mabuk bisa aja dia nyelakain kita kalo kita paksa "Mndala berusaha menenangkan.

"Oke,dimana mela? "kata Fred yang masih bisa meredam letupan emosinya.

"SAYA JUAL "

"Oh anda kasih tau dimana mela dan ini uang 20 galeon untuk anda "kata seorang tim.

"Uang? galeon? berikan berikan"

"Dimana Mela? "tanya Panda.

"Saya jual, ke bangsawan Musgrave di jalan SAXECOBURG no 10 "desisnya sambil terus meraup raup kantung galeon itu.

"Anda benar kan? "

"Iya cek saja kalo tak percaya"katanya sambil terus mencoba meraih galeon itu.

Disitu gue bener-bener gak nyangka seorang ayah bisa jual anaknya sendiri dan gue membatin gila apa ya tu orang jual anaknya sendiri? Terus yang semakin miris ternyata menurut Ryria bangsawan musgrave itu memang kaya tapi mereka berdarah panas yakni pemarah, dan tempramental.

Pencarian ke5

Saxecoburg 10,

Jam 22.00

Tim pun mendatangi alamat yang dituju,ternyata memang benar sebuah istana kecil namun megah berwarna ungu dan keemasan menjulang.

"Ayo masuk "

"Permisi bisa kita ketemu dengan Pamela Wildenowii? "

"Beliau sibuk tolong tinggalkan pesan "kata suara mesin pendeteksi tamu.

Mendengar itu Fred yan geram langsung menghantam alat penerima tamu itu dan ngamuk-ngamuk.

Kegaduhan pun terjadi maka keluarlah Anthony Musgrave itu dengan berbalut baju keemasan

"Ada apa ini? " katanya dengan suara dingin dan mata setajam elang.

"SAYA CARI PAMELA WILDENOWII"teriak Fred geram

"Tak bisakah kau berbudi baik? "katanya dingin dan angkuh.

"Bisa saja lihat" teriak Fred geram.

"Fred udah Fred "Mandala berusaha menenangkan.

"oh bawa si Pamela, pelayan! " teriak Anthony Musgrave itu.

Akhirnya pelayan itupun masuk dan membawa seorang wanita berambut panjang, cantik tapi mukanya biru-biru hidungnya mengucurkan darah, jalannya pun terseok-seok pincang. Dari situ gue fikir ini pasti udah terjadi sebuah penyiksaan hebat.

"Mela? "rintih Fred.

"Fred? Ryria? "lirihnya sambil menangis dan menyeka hidungnya yang berdarah.

"Mel,kenapa kamu bisa gini? "lirih Ryria.

"Aku-aku, "Pamela terus terisak sambil menyeka darah di hidungnya.

"Kamu apakan pamela? Jawab! "kata Fred sambil mengacungkan tongkat ke arah muka Anthony musgrave itu.

"Aku siksa, karena dia selalu mencoba kabur dan menemui kekasihnya Fred"

"Oh kalau begitu pas,aku FRED!"

"OH JADI KAU? "geram Anthony itu.

"Bawa kabur Mela, Panda sama yang lain, Ry cepet! "teriak Fred.

"Pelayan tangkap mereka"

Lima orang pengawal musgrave itu bukannya menahan kami tapi yang mengejutkan justru mereka membius tuan mereka sendiri.

"STUPEFY! "teriak mereka.

"Sebaiknya kita kabur dari si bangsawan itu"

"Kami juga sudah lama ingin lepas dari jerat kesewenangan dia" kata seorang pengawal.

Akhirnya kami berhasil kabur dan pergi melarikan Pamela ke

Esok pagi,

"Mel? "lirih Fred sambil terus menatap mela lekat-lekat.

"Fred"katanya lirih.

"Terima kasih, buat kalian tim Termehek-mehek muggle tanpa kalian mungkin saya belum bebas"

"Sama-sama Mel"kata semua tim.

"Fred? "kata Mela lirih.

"Ya? "

"Maaf,

maafkan aku membuat kamu menunggu,

maaf jika saya bukan orang yang akan mendampingi kamu,maaf membuat kamu kecewa"

"Tak apa Mel, "

"Aku akan pergi Fred "

"Ya aku tahu, kau akan pergi bersama lembaga kesejahteraan wanita kan dari kementrian sihir? "

"Ya jujur aku mendapat banyak traumatik sedikit perlindungan mungkin bisa meringankan trauma ku, "kata mela berlinang.

"Semoga kamu bahagia Mel"

Akhirnya pertemuan terakhir di selimuti dengan linangan dan senyum kebahagiaan dari bibir Pamela bagaimanapun sekarang dia tah, dia bebas dan tahu ada orang yang mencintai dia setulus Fred.

"Akhirnya saya Panda, Mandala pamit"seraya menutup pintu rumah sakit itu dan terputarlah lagu soundtrack film itu.

Saat cinta memang harus diakhiri,,

karena cinta takkan bisa dimengerti.

(a/n):akhirnya fic ini selesai..fic pertama nih, hehe

Fiuhh..bersediakah anda meninggalkan review? .