Warning: OOCness, Gajeness, abalness, bashing chara, non AU fic, YAOI, DON'T LIKE DON'T READ

Summary: Disaat jutsu-jutsu andalan para chara di anime Naruto dipergunakan untuk hal-hal yang tidak penting dan menjadi jutsu yang tidak berguna…

Disclaimer

Naruto © Masashi Kishimoto

Useless Jutsu © Kue


Chapter 4 : Jyuuken


"Ohayou, Neji-kun," sapa salah seorang shinobi. Bajunya amburadul, rambutnya berantakan, mukanya acak-acakan. Eh tunggu, dia bukan Naruto. Pantaskah dia bila mukanya acak-acakan? Oh lupakan.

"Hn, ohayou, Sasuke," balas Neji. "Baru pulang misi, ya?" tanya Neji.

"Yeah, seperti yang kau lihat." Kata Sasuke.

"Mukamu acak-acakan, hmph," Neji menahan tawanya. Memang benar kalau muka Sasuke sedang sedikit acak-acakan dengan luka dimana-mana. Sang Hyuuga pun sedikit terkejut dan tidak percaya. Sesulit apakah misinya sampai membuat sang Uchiha di depannya ini terluka cukup banyak?

"Sial, Neji. Aku bukan Naruto! Jelas-jelas mukaku masih lebih rapi daripada muka Naruto. Cih, kau menyebalkan." Sasuke menyilangkan kedua tangannya di depan dada dan berbalik memunggungi Neji. Ngambek ceritanya.

"Pfft. Ahahaha. Maksudku berantakan itu bukan seperti Naruto. Mukamu itu banyak luka goresnya. Jadi terlihat sedikit berantakan." Rajuk Neji. Namun Uchiha tetap tidak bergeming. Neji menghela nafas panjang. "Oh ayolah Sasuke, kau seperti bayi saja. Jangan ngambek dong," kata Neji seraya merangkulnya dari belakang. Suaranya dibuat sedikit manja. Jari telunjuknya iseng mencolek dagu Sasuke yang pipinya sudah bersemu merah.

"Neji, berhenti menggodaku!" kata Sasuke yang langsung membalikkan tubuh, berniat untuk memukul Neji. Tapi Neji dengan sigap menghindar.

KRAK.

"Ugh. Aduh! Pinggangku!" teriak Sasuke.

"Kenapa, Sas? Encok ya? Makanya jangan membalikkan badan tiba-tiba seperti itu, hmph," Neji menahan tawanya lagi.

"Sial kau! Ini gara-gara kau, tahu! Kau menyebalkan! Aku minta putus," kata Sasuke yang bibir bawahnya dimajukan dan mata disipitkan.

"Hee? Berani-benarinya kau minta putus dariku, Sa-su-chan," kata Neji dengan penekanan yang diputus-putus -??- pada kata Sa-su-chan. Sasuke jadi sedikit terkejut, namun tidak terlihat di wajahnya. Biasa, uchiha kan memang jago dalam hal jaga image.

"A, aku hanya bercanda! Oh ayolah. Pinggangku sakit nih!!" teriak Sasuke lagi sambil memegangi pinggangnya.

"Haha, sini kuobati."

"Hee? Kau bisa? Kau kan bukan medic nin" kata Sasuke ragu.

"Diamlah," kata Neji dengan nada yang agak tinggi namun penuh dengan penekanan -??-

Neji lalu membalikkan tubuh Sasuke. Sekarang Sasuke dalam posisi duduk memunggungi Neji. Neji mengaktifkan Byakugan-nya. Lalu..

"Jyuukenhou hake roku-"

"Tu- tunggu Neji-kun!! Kau mau membunuhku ya? Ngapain pake Jyuukenhou segala, eh?" kata Sasuke panik. Keringat dingin membasahi dahinya. Dia takut pacarnya benar-benar akan membunuhnya.

"Diamlah! Atau aku akan benar-benar membunuhmu!" teriak Neji frustasi. Baru kali ini ia merasa kalau pacarnya begitu banyak omong. Haah.

"I- iyaa ampuun! Ta- tapi untuk apa kau menggunakan Jyukenhou?" tanya Sasuke hati-hati. Takut jika Neji benar-benar berkeinginan membunuhnya. Tapi entah mengapa, ada sebuah pikiran lain di kepalanya.

Pikiran jika Neji membuatnya pingsan dengan Jyuukenhou, lalu Neji membawanya ke sebuah ruangan kosong, lalu…

'Cih! Apa yang kupikirkan, bodoh!' teriak Sasuke dalam hati.

Sesaat kemudian, Neji melancarkan Jyuukenhou-nya pada pinggang Sasuke. Sasuke yang diberi 'pijat refleksi' gratis Cuma bisa merem melek menahan sakit sekaligus keenakan. Dasar.

"Kupikir kau memang cocok jadi tukang pijat, Neji…"

-

-

Beberapa hari kemudian…

'Panti pijat Hyuuga,' begitulah yang tertulis di depan pintu rumah keluarga Hyuuga. Tidak disangka, ya. Ternyata dia benar-benar mendengarkan saran Sasuke dan melakukannya.

"Neji! Kau kedatangan tamu istimewa," hata Hizashi.

"Siapa?"

"Lihat saja sendiri."

Dan detik berikutnya, Neji melihat kehadiran dua sosok yang membuat jantungnya hampir berhenti.

"Fu, Fugaku-sama," kata Neji tergagap. Dia terkesima melihat calon mertuanya datang ke mansion Hyuuga. Ada apakah? Oh! Ternyata dia ingin dipijat saudara-saudara!

Fugaku terlungkup di depan Neji, bersiap untuk mendapatkan 'pijat refleksi'nya. Dengan Sasuke di sampingnya dan Hizashi di samping Neji.

Hiashi dan Fugaku pun mengobrol panjang lebar. Hizashi pun tidak segan menceritakan masa kecil Neji, yang menurut Neji, itu amat sangat memalukan. Oh, silangan otot-??- muncul di dahi Neji.

Neji meruntuk ayahnya dalam hati, 'ayah sial. Ngapain sih pakai cerita yang itu. Malu-maluin saja!'

Neji yang semakin kesal, akhirnya dia 'menotok' Fugaku, dengan Jyuuken-nya, sembarangan. Ia tak peduli jika tak sengaja menutup atau memutus aliran chakranya. Ia tidak peduli lagi. Ayahnya menyebalkan!

-

"Sudah," kata Neji singkat.

Fugaku yang berniat berdiri, tiba-tiba jatuh lagi. Badannya serasa tidak bisa digerakkan. Hizashi yang merasa aneh lalu mengaktifkan byakugannya.

"Neji!" teriak Hizashi yang kemudian langsung memperbaiki aliran chakra Fugaku. "Anak bodoh," kata Hizashi yang langsung memberikan jitakan di kepala Neji.

"Kau berniat mencelakakan aku, eh? Hyuuga?" kata Fugaku dengan nada dingin pada Neji. Neji hanya diam saja sambil memegangi kepalanya yang sedikit pusing akibat dijitak Hizashi.

"Kalau begitu, kau tidak kuijinkan mendekati Sasuke lagi!" kata Fugaku marah dan langsung pergi dengan menghentakkan kaki. Sasuke cengok. Neji pingsan.

Kesimpulan: Jagalah emosimu, terlebih lagi pada ayahmu. Dan jangan sekali-sekali melampiaskan kemarahanmu pada calon mertuamu, kalau tidak mau 'sesuatu' yang amat sangat buruk akan menimpamu.

OWARI



Muahahaha. Manteb dah ngebash Neji XDD

Kasihan yah, ditolak mentah-mentah sama camer. Bwakakakakak. Dasar Hyuuga! Oh iya, chapter ini entah kenapa jadi Yaoi -__- tiba-tiba kepikir bikin NejiSasu, sekalian aja ngebash mereka berdua. Huahahaha. Oh iya, setiap chapter ga ada hubungannya sama chapter yang lain ya. Jadi kalu misal di chap ini Neji yaoi, mungkin di chapter depan dia jadi straight. Fufufu.

Dan terimakasih untuk para readers dan reviewers. Yang bahkan sampai mereview tiga chapter *peluk-peluk*. Terimakasih banyak!

Nee, REVIEW? *nyeka darah yang keluar dari bibir*