Warning: OOCness, Gajeness, abalness, bashing chara, non AU fic, bahasa tidak baku

Summary: Disaat jutsu-jutsu andalan para chara di anime Naruto dipergunakan untuk hal-hal yang tidak penting dan menjadi jutsu yang tidak berguna…

Disclaimer

Naruto © Masashi Kishimoto

Useless Jutsu © Cake Vessalius Granzchesta


Chapter 5 : Tayuya's Gejutsu


Akhir-akhir ini Tayuya sering merasa kesal. Kesal terhadap kawan-kawannya itu. Kesal pada dirinya sendiri. Kenapa dia mau saja dibohongi mereka. Jirobou, Sakon, Ukon, Kimimaro mengatakan kalau menjadi bawahannya Orochimaru-sama akan mendapatkan semua yang kita inginkan. Nyatanya? Omong kosong!

Dapat semua yang kita inginkan apanya? Aku minta uang jajan aja gak dikasih!, batin Tayuya kesal. Tayuya duduk sendirian di ruangannya. Pikirannya campur aduk. Bagaimana caranya agar ia mendapatkan uang? Padahal ia ingin membeli komik kesayangannya, Naruto. Dia sudah ketinggalan beberapa volume. Mau beli, tapi dompet lagi kosong. Minta Orochimaru, pasti ga dikasih!

Orochimaru-sama pelit euy! Masa selama di Akatsuki, penyakitnya Kakuzu bisa nular ke Orochimaru-sama, sih?, batin Tayuya lagi. Entah darimana asalnya, Tayuya bisa tahu Kakuzu itu siapa, darimana asalnya, bahkan ia tahu kalau sifat Kakuzu yang super duper pelit itu.

Flashback

"Orochimaru-sama…" kata Tayuya pelan. Dia merasa tidak enak juga. Berada di dalam satu ruangan bersama Orochimaru membuatnya sedikit bergidik.

"Hn?"

"Boleh… minta uang jajan?" kata Tayuya polos.

"Buat apa?" tanya Orochimaru lagi.

"Buat beli.. itu… err.. beli Naruto," Tayuya sedikit takut untuk mengatakannya. Tapi mau gimana lagi? Dia kan sudah ketinggalan jauh.

"Naruto? Aku tidak butuh dia."

"Eh?"

"Aku Cuma butuh Sasuke." Dan detik berikutnya, Tayuya sudah bergubrak ria. Dasar Orochimaru-sama katrok!, umpatnya dalam hati tentu saja.

End of flashback

Nah, sekarang bagaimana upaya Tayuya untuk mendapatkan uang demi membeli komik kesayangannya itu?

-

-

Siang yang cerah, Tayuya memutuskan untuk pergi jalan-jalan ke Konoha. Mumpung lagi nggak ada misi dari Orochimaru-sama. Ia ber-henshin menjadi orang lain. Iya lah, kalau dia ke Konoha tetap dengan wujudnya itu, pastilah dia sudah dikeroyok oleh ninja-ninja Konoha.

Tidak sengaja ia lewat di depan Konoha Book Store. Dan tanpa ba bi bu lagi, ia langsung masuk ke dalam. Ia berdiri di depan rak 'Naruto' dan memasang wajah mupeng. Volume 66 sudah terbit. Begitu melihat volume 66 itu, mukanya berubah masam. Padahal terakhir kali ia baca, baru sampai volume 46.

Muncul niatan untuk mencurinya. Tapi..

Tidak! Tidak! Tayuya menggeleng keras-keras. Ia tidak akan mencuri! Tayuya bertekad akan mencari kerja sambilan supaya bisa dapat uang untuk membeli 'Naruto'.

Akhirnya ia keluar dari Book Store dengan wajah masam. Saat enak berjalan, angin berhembus sedikit kencang hingga membuat dedaunan berterbangan. Sebuah pamflet mendarat dengan mulus di wajahnya. Setelah melihat selebaran itu, muka Tayuya langsung berubah 181°, eh kelebihan satu derajat ya? Sudahlah.

Disitu tertulis, 'Dibutuhkan seseorang yang pandai menghibur! Untuk pesta ulang tahun Jiraiya'. Tayuya sepertinya bersemangat sekali. matanya berbinar-binar. Apalagi setelah melihat tulisan 'Bayaran besar jika memuaskan' di bagian bawah kertas yang tercetak dengan font 4, alias amat sangat kecil. Phew, apakah kalian mencium maksud tersembunyi dari tulisan yang dibuat Jiraiya itu?

Senyum licik terlihat di wajah Tayuya. Ha! Sekali dayung, dua pulau terlampaui!, batin Tayuya.

-

-

11 November 2009 at Konoha Pub

"Baiklah saudara-saudara! Ini adalah penampilan yang dipersembahkan oleh Tayu-san!" teriak Sakura, yang saat itu menjadi MC― dengan terpaksa.

Tayuya maju ke panggung lalu ber-ojigi. Tepuk tangan berhenti. Ia lalu meniup serulingnya. Asap mengepul terlihat di belakangnya. Tak disangka-sangka, Orochimaru muncul, dan seluruh undangan langsung berteriak histeris, seperti melihat banci kaleng yang menari striptease.

Namun dengan genjutsunya, Tayuya membuat para undangan menjadi tenang kembali dan melihat aksi panggungnya.

Ia menaruh sebuah kendi besar di depan Orochimaru. Sasuke, Sakura, Naruto, dan semua ninja menelan ludah. Berpikir apakah yang akan dilakukan orang ini selanjutnya?

Tayuya meniu serulingnya lagi. Dan inilah yang mengejutkan. Tsunade dan Jiraiya membelalakkan matanya. Melihat Orochimaru melenggak-lenggok seperti penari perut. Kini baju Orochimaru telah berganti menjadi baju khas seorang penari perut. Tayuya terus memainkan serulingnya. Membuat Orochimaru bergoyang semakin mirip ular.

Orochimaru masuk ke dalam kendi. Lalu tangannya keluar sambil digoyang-goyangkan seperti ular. Lalu tubuhnya keluar lagi. Sekarang Orochimaru melakukan goyangan yang membuat air liur Jiraiya menetes dengan deras.

-

-

"Terima kasih banyak Tayu-san. Anda benar-benar menghibur!" kata Jiraiya sambil berpose ala nice guy.

"Sama-sama. Saya senang bisa membantu. Dan terima kasih untuk upahnya." Tayuya ber-ojigi lalu pulang, meninggalkan pub dengan perasaan senang. Ah! Ada yang kelupaan!

Tayuya langsung berbelok arah menuju Konoha Book Store. Ia langsung memborong dua puluh jilid Naruto, yang membuat sang penjaga kasir ternganga sekaligus senang karena ada setumpuk uang yang akan masuk mesin uangnya. Tayuya lalu pulang dengan perasaan senang, tanpa tahu apa yang akan terjadi padanya keesokan harinya.

-

-

"Ampuuun, Orochimaru-sama! Gyahahahaha. Hen.. hentikaaan. Uh, gyahahahaha. Ampuuuuun," teriak Tayuya disela tawanya.

"Kaurang ajar kau! Mempermalukan aku di depan umum seperti itu! Sekarang rasakan! Serangan kitikan ularku. Tertawalah sampai kau mati!"

O W A R I

Omake

Di sebuah ruangan yang kecil, terdengan suara-suara kecil. Entah bisikan atau kikikan. Ternyata di ruangan itu terdapat Kabuto dan yang lainnya sedang menonton 'aksi' Orochimaru di pesta ulang tahun Jiraiya kemarin. Susah payah Kimimaro menahan tawa sampai air mata keluar dari sudut matanya. Sementara Kabuto, ia memukul-mukul meja sembari memegangi perutnya dan menahan tawa.

Yang lain?

"Gyahahahahahaha! Aku tidak tahu kalau Orochimaru-sama bisa se-'liar' itu! Gyahahahaha!!"

-

Kesimpulan: Walaupun kau memiliki dendam kesumat dengan atasanmu, jangan pernah kau sesekali mencoba untuk membalaskan dendammu itu jika tidak mau terkena hukuman darinya.

OWARI (lagi)


Phew! Akhirnya niatku menistai Orochi terlaksana juga! Gyahahahaha! *dililit ulernya Oro*

Well, gomen apdetnya lama. Gomen juga, buat Azuka a.k.a Angel yang minta Itachi, tapi samapi sekarang masih belum terealisasi –halah–. Masih belum nemu jutsu apa yang pas buat menistai Itachi mu itu.

Ratingnya sekarang naik jadi T lhoo! *digamprat*. Setelah kupertimbangkan, emang nih fic abal kudu naik satu tingkat untuk rating. Karena di chapter sebelumnya ada adegan yaoi-nya, dan saya dengan bodohnya membiarkan dalam rating K+ *kabur dari hujan pisau*

Okeh! Kutunggu review dari kalian semua *kedip-kedip najong*. Jya na!

REVIEW? *nyodorin kue kering tiga toples*

.Cake Vessalius Granzchesta.