Mina sekarang ini lagi ga mood ngomong jadi langsung aja ke cerita selamat menikmati ^o^

Disclaim : andai SebasCiel punya mina

Pairing : Sebastian x Ciel

Rate : M (mungkin??)

Warning : gaje,, Lemon

Summary : masih balik lagi ke sebas yang cemburuan,, sekarang malah parah. Gimana Ciel ngadepinnya, ya?

~~Say Love To Me~~

Puchii 2

Suatu malam penuh bulan,, di kediaman Phantomive yang tenang di ribuatkan oleh suara ero yang terdengar dari kamar Ciel.

"Ngh… ah.. ah… henti… hyaaa…"

"heheheh.. haa… suara anda terlalu keras bagaimana jika yang lain dengar??"

"Kalau mereka dengar itu semua salah mu."

Mengapa mereka melakukan hal itu kita liat dulu beberapa jam yang lalu.

"Ciel!!!" teriak pangeran Soma seraya mendobrak ruang kerja Ciel. "Main yuu…." Belum sempat Soma melanjutkan kata – katanya Ciel udah nutup pintunya duluan.

"Ciieelll… akukan belum selesai ngomong" terjadi adegan saling menarik pintu. "keluar!! aku sedang sibuk." Jawab Ciel masih menarik pintu ruangannya.

"Buuu…. Akukan bosan main sendiri" balas Soma masih dengan acara mendorong pintunya. "Siapa suruh kamu masih di sini pulang aja sana ke India." Maih dengan saling tarik dan dorong. "Akukan ngga bisa pulang aku belum memperlihatkan sikap dewasaku padamu." Mendorong pintu. "Ngga usah juga ngga apa – apakan." Masih mendorong pintunya. "Ngga bisa begitu." "Udah sana pulang aja!!" "Ciiieeelll…. Ayolaaahhh…" akhirnya adu kekuatan 'siapa yang bisa menarik atau mendorong pintunya' selesai dengan kemenangan Soma.

Tapi karena Soma terpeleset kakinya sendiri insiden inipun di mulai.

BRAK GEDUBRAK KOMPRYANG GLUNDUNG....... insiden yang akan di sesali Soma selamanya telah terjadi dan lebih parahnya lagi kejadian itu di lihat sama Sebastian yang secara tak sengaja lewat.

Insiden yang dilihat Sebastian ialah sebagai berikut : Ciel berada di bawah – Soma di atas – bibir mereka bertautan – baju Ciel terbuka sedikit - perut Ciel terekspos sangat jelas. Hal itu tentu aja membuat Sebastian cemburu walaupun tak di perlihatkan dengan jelas. Tbia – tiba saja muka Soma sudah berubah jadi setengah mumi saking takutnya.

"Maaf sudah mengganggu anda, silakan jika ingin di teruskan." Kata sebastian dengan tersenyum bukan tersenyum lebih tepatnya ekspresi amarahnya. "Hiiiiiyyyyy!!!....." dengan segera Soma berdiri menjauhi Ciel.

"Maaf... maaff... Ciel kumohon maafkan akuu..." menunduk ketakutan. Ciel menghela "sudahlah itu juga bukan kesalahanmu."

"Makasih Ciellll..." memeluk Ciel. "tapi bisa ngga kamu nenangin kakak yang ada di sana. Aku takut di pandangi kayak gitu." Ketakutan di pelukan Ciel. "haaahh... iya, iya sudah Sebastian bawakan aku cemilan." Melepaskan diri dari pelukan Soma. "sesuai dengan perintah anda." Sebastian pergi meninggalkan ruangan tersebut.

"Sudah tenang??" ucap Ciel sambil mengerjakan kerjaannya. "Makasih Ciieelll... kau emang temanku yang paling baiiikkk." Mengejar Ciel dan memeluknya. "lepas..n memeluknya. ng paling baiiikkk.. ebut.

milan."ng ada di . ^^.. gerah tauu..." sergah Ciel.

Sebastian yang basru saja dari dapur melihat Ciel dan Soma berpelukan, Sebastian yang salah sangka menghambur ke ruang kerja Ciel dan mengusir Soma keluar dari ruangan itu. Dengan segera Sebastian menutup pintu dan menguncinya.

"Apa yang kau laku... ummppphh" belum selesai berbicara bibir Ciel sudah di lumat oleh Sebastian. "Lepas.. Sebas.. unghh.." Sebastian mengambil kesempatan saat Ciel hendak berbicara ia memasukkan lidahnya. Lidah Sebastian yang berada dalam rongga mulut Ciel menyapu langit – langit mulut Ciel, dan mengabsen setiap gigi Ciel, tak lupa ia bertarung lidah dengan Ciel dan serangan tersebut di ladeni Ciel.

Mereka berciuman hingga saliva keluar dari pinggir bibir Ciel. "unghh… nhh.. haaa…" Mereka masih dengan perang lidah, dan akhirnya pemenangnya sudah ditentukan tentu saja Sebastian yang lebih dominan.

Sebastian melepaskan bibir Ciel agar Ciel dapat bernafas setelah melakukan ciuman panas dengannya.

Ciel yang tak kuat menahan nafas selama itu akhirnya ia jatuh terduduk. Sayangnya Sebastian tak membiarkannya istirahat. Seabastian menjepitnya antara diding dan badannya. Dilancarkannya serangan ciumannya sekali lagi.

Kakinya yang berada dia antara kedua paha Ciel, digerakkannya dengan gerakan maju mundur.

Lalu apakah yang terjadi selanjutnya silakan baca Puchii berikutnya. ^^

_

_

_

~~TBC~~

Gyaaaaaaaaa....... akhirnya puchi ke 2 dah updett.... maafkan Mina yang sedikit (mungkin lebih) berpikiran Pervert. Maapkan Mina,, yang puchi pertama sedikit bangettt,,, Mina ga bisa mikir apa – apa sih waktu bikin puchi pertama ga da inspirasi sama sekali kecuali untuk yang setting waktu. Yaahhh... pokoknya Ripiu aja deehhh... Mina ga nerima PLAME!!! Hanya RIPIUU…. RIPIUU… RIPIUU…. Dan RIPIUU….