MY LOVELY SECRETARY
CHAPTER 1
DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO
WARNING : OOC, GAJE, DLL
oxxxXOXxxxo
Seorang direktur muda dari perusahaan terkenal tampak sedang membolak-balik lembaran buku berwarna oranye yang sangat mencurigakan. Rambutnya yang berwarna keperakan bergerak-gerak tertiup angin. Wajahnya ditutupi masker tebal. Sesekali terdengar suara menahan tawa darinya. Ya, itulah Hatake Kakashi, direktur perusahaan Hatake yang terkenal akan kesuksesannya. Namun, apa yang sedang dilakukannya? Bukankah seorang direktur harusnya sibuk? Itulah masalah yang sedang melanda keluarga besar Hatake. Penerus satu-satunya yang sangat diharapkan (baca: Kakashi) kenyataannya sangat tidak dapat diharapkan.
Di umurnya yang ke 19 ini, Kakashi tetap saja tidak dapat menghilangkan kebiasaan dan sifatnya yang 'teramat sangat' kekanakan. Inilah yang menjadi kekhawatitan keluarga besar Hatake. Akhirnya, dengan keputusan dari rapat tahunan, bulanan, dan mingguan keluarga *?* sudah diputuskan bahwa Kakashi akan mendapat sekertaris untuk membantu segala keperluannya.
"Kakashi! Kemari nak! Ada yang ingin ayah bicarakan" panggil sang kepala keluarga besar Hatake.
"Ayah tidak lihat aku sedang sibuk?" jawab Kakashi malas.
"HATAKE KAKASHI! CEPAT KEMARIIII!" teriak sang ayah yang entah sejak kapan telah memegang toa. Kakashi tetap tak beranjak dari tempatnya semula. Habislah sudah kesabaran sang ayah. Ia menghampiri Kakashi lalu menjewer kupingnya dengan tangan kiri. Kemudian, tangan kanannya yang masih memegang toa didekatkannya ke kuping Kakashi yang dijewer.
"KUBILANG, CEPAT KEMARII KAKASHI! APA KAU TIDAK MENDENGARNYA? KAU MAU MELAWAN AYAHMU INI HAH?" setelah semua ini selesai, Kakashi akan pergi ke dokter THT terdekat, itu pasti. Kakashi mengekori ayahnya ke ruang kerja. Disana ia duduk berhadapan dengan ayah semata wayangnya*?* yang tampaknya masih kesal.
"Dengar Kakashi! Kau akan ditemani seorang sekertaris mulai sekarang. Kau akan diajarkan cara memimpin perusahaan. Ini sudah merupakan keputusan final dari keluarga. Kau mengerti?" Kakashi hanya mengangguk-angguk setuju, padahal ia sama sekali tidak mendengar perkataan ayahnya dikarenakan kupingnya yang tiba-tiba tuli dadakan akibat perbuatan ayahnya.
Ayahnya tersenyum puas lalu melambai-lambaikan tangannya seperti anak TK kearah pintu. Dari pintu muncullah sesosok wanita *atau waria?* berambut panjang berwarna hitam yang memakai daster panjang berwarna putih. Lidahnya yang panjang berwarna keungu-unguan menjulur-julur bagaikan ular. Kulitnya berwarna putih pucat seperti mayat. Dan dia adalah… JENG JENG JENG JENG .. O..OROC..HIMA..MARU? (O.O)
Apa? Maaf-maaf, nampaknya ada kesalahan teknis disini. Kita ulangi lagi dari awal.
Ayahnya tersenyum puas lalu melambai-lambaikan tangannya seperti anak TK kearah pintu. Dari pintu muncullah sesosok wanita berambut panjang berwarna indigo yang mengenakan setelan jas kantor untuk wanita. Matanya berwarna lavender pucat memancarkan kelembutan, kulitnya berwarna putih bersih tanpa make up, pipinya sedikit merona merah. Kakashi langsung tersadar dari ketulian dadakannya *?*, sementara ayahnya hanya senyum-senyum tidak jelas *apa mesum?* kearah wanita tersebut.
"Silahkan masuk dan perkenalkan dirimu" kata sang kepala keluarga mengomandoi. Perlahan, gadis itu masuk dengan langkah malu-malu lalu membungkukkan badannya.
"Pe.. pekernalkan, na.. nama saya H.. Hyuuga .. Hinata" jawab si gadis gugup. Kakashi memperhatikan Hinata dengan seksama, dari ujung kepala hingga ujung kaki. 'Manis' adalah kata pertama yang muncul di pikiran Kakashi. Ia mulai senyum-senyum tidak jelas *apa mesum?**Ayah dan anak sama saja* dari balik maskernya.
"Jadi Kakashi, dialah yang akan menjadi sekertarismu, jadi kalian berdua yang akur ya?"
"I..iya mo.. mohon kerjasamanya" jawab Hinata malu-malu.
"Iya mohon kerjasamanya" jawab Kakashi tetap dengan senyuman tidak jelasnya. Setelah itu Kakashi dan Hinata dipersilahkan keluar. Kakashi memulai percakapan dengan pertanyaan yang aneh-aneh. Seperti sudah makan belum, sudah punya pacar belum, kuliah dimana dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang sama sekali tidak nyambung dengan bisnis. Hinata hanya dapat menjawab dengan malu-malu dan canggung. Oh, sungguh pertemuan pertama yang tak romantis sekali.
oxxxXOXxxxo
Hari yang cerah untuk memulai segala aktifitas. Ya, itulah pendapat Kakashi hari ini. Moodnya sedang bagus. Jam sesudah pulang kuliahnya yang biasanya dilewatkannya dengan membaca buku oranyenya yang sangat mencurigakan, kini ia habiskan bersama teman-temannya. Tentu saja Kakashi menceritakan tentang Hinata pada teman-temannya, yang dijawab dengan tawa dari seluruh temannya.
"Ma.. maaf Kakashi-san" tiba-tiba saja Hinata muncul sambil menepuk punggung Kakashi dari belakang. Kontan semua orang kaget akan kemunculan dadakan Hinata. Bahkan sampai ada yang menyemburkan kopi yang sedang diminumnya sangking kagetnya.
"Hi.. Hinata-san, kau membuatku kaget saja" jawab Kakashi sambil berusaha menenangkan jantungnya yang berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang *?* sangking kagetnya. Hinata berkata 'Maaf' tetapi lebih terdengar seperti gumaman karena suaranya yang kecil, lalu membungkukan badan. Teman-teman Kakashi bersuit-suit ria sambil tertawa riang gembira *?* melihat pemandangan 'indah' tersebut (baca: Hinata)
.
"Ada urusan apa Hinata-san?" Tanya Kakashi memulai pembicaraan.
"I.. itu, Shi.. Shirokiba-san i.. ingin bertemu anda" jawab Hinata. Kakashi hanya bergumam kesal. 'Ayah menyusahkan saja, tidak tahu apa anaknya sedang senang? Malah diganggu! Cih, menyebalkan. Paling-paling urusan kantor' umpat Kakashi di dalam hatinya. Inilah salah satu contoh Malin Kundang masa sekarang *ckckck* tolong jangan ditiru ya?
"Haah.. baiklah. Kita berangkat sekarang" ujar Kakashi sambil pergi begitu saja. Hinata hanya mengekori Kakashi sambil berlari-lari kecil mengimbangi langkah Kakashi.
Mereka lalu masuk ke dalam mobil Ferari silver milik Kakashi. Di jalan, Kakashi memulai pembicaraan tidak pentingnya lagi. Tentu saja, mana mungkin seorang Hatake Kakashi melewatkan kesempatan besar seperti ini, betul?
"Ka.. Kakashi-san, nampaknya ini bukan jalan yang benar" tanya Hinata ragu-ragu. Kakashi melirik Hinata sebentar lalu tersenyum di balik maskernya.
"Aku ingin beli sesuatu dulu, Hinata-san" sebenarnya ini hanyalah salah satu trik Kakashi untuk mengulur-ngulur waktu. Hinata hanya mengangguk tanda mengerti. Mereka lalu pergi ke mini market yang ada di sana. Setelah selesai, Kakashi mengajak Hinata mengelilingi pertokoan dengan alasan 'ingin beli kado untuk teman'. Kakashi terus mengajak Hinata pergi ke berbagai tempat dengan berbagai alasan hingga mereka telat 3 jam dari waktu yang sudah dijanjikan. Akhirnya, karena sudah kehabisan ide untuk mengulur waktu Kakashi dan Hinata pergi ke kediaman Hatake.
oxxxXOXxxxo
"APA SAJA YANG KAU LAKUKAN HAH? APA KAU TAHU INI SUDAH TELAT 3 JAM DARI WAKTU YANG DIJANJIKAN KAKASHI? DAN LAGI, APA YANG KAU LAKUKAN PADA NONA HINATA HAH?" teriak Shirokiba pada anak semata wayangnya menggunakan toa yang disambungkan ke speaker dengan volume paling maksimal. Nampaknya Kakashi harus pergi ke dokter THT lagi. Beruntung Hinata sudah disuruh memakai penyumbat telinga super oleh Shirokiba, sehingga ia tak mendengar apa-apa.
"Aku hanya membeli beberapa kebutuhanku saja ayah sungguh~!" dalih Kakashi. Shirokiba hanya bergumam 'Hm'.
"Lalu mengapa kalian bisa telat sampai 3 jam?"
"Kan barang-barang yang kubutuhkan banyak dan tersebar di beberapa tempat ayah~ jadi lama~" dalih Kakashi,lagi. Shirokiba mengangguk mengerti dan melepaskan penyumbat telinga Hinata.
"Nah Nona Hinata, kau boleh pulang sekarang. Nampaknya sudah malam" kata Shirokiba lembut, berbeda sekali dengan saat ia berbicara dengan Kakashi yang terkadang sering memakai toa.
Hinata tersenyum lembut lalu pamit keluar. Kakashi yang melihat kepergian Hinata terlihat seperti seorang anak kecil yang melihat permen yang ingin dibelinya sudah laku terjual.
"Hey Kakashi, kau menyukai Hinata ya?" goda Shirokiba. Baru pertama kali ini ia melihat putranya bertingkah seperti ini.
"Hmm.. mungkin memang aku menyukainya" jawab Kakashi.
"Eh, benarkah? Kalau begitu cepat lamar dia. Ayah ingin cepat-cepat punya cucu. Seandainya ibumu masih hidup, mungkin ia akan senang" jawab Shirokiba. Matanya menerawang jauuuuhhh sekali sampai tidak kelihatan *?* . Apa ini sikap seorang ayah?
"Kalau melamar, nampaknya terlalu cepat" jawab Kakashi sambil berfikir.
"Terserahlah, tapi ayah ingin cepat punya cucu" nampaknya pernikahan merupakan hal yang sangat gampang di mata kedua orang ini ya, sehingga mereka membicarakannya seolah-olah tanpa beban. Sementara itu Hinata sedang bersin-bersin hebat di taxi yang menuju apartemennya.
"Ngomong-ngomong ayah ingin membicarakan apa?" Tanya Kakashi memecahkan lamunan indah sang ayah.
"Oh iya, ini tentang perusahaan" Kakashi langsung menyesal telah menanyakannya. Dan dimulailah ceramah panjang lebar dari sang pemimpin Perusahaan Hatake.
….TBC….
Hua akhirnya chap 1 selesai juga senangnya~~ ^^. Maaf masih aneh, masih gaje, masih gak nyambung, dan masih jelek. Maklum, saya author baru di sini ==, mohon dukungan dan bimbingan dari para senpai ya? Dan untuk para readers yang belum punya akun, bikin ya? Karena saya juga dulu begitu loh…! *readers: gak nanya!* Tentang nama Shirokiba, itu bukan OC, coba tonton Naruto Shippuden yg pas penyelamatan Gaara, ada episode yg Nenek Chiyo nunjuk-nunjuk Kakashi sambil nyebut Shirokiba trus pas Naruto tanya kata Kakashi itu bapaknya. Terakhir….. Review please?
