MY LOVELY SECRETARY

CHAPTER 2

DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO

WARNING : OOC, GAJE, AU, TYPO DLL

NOTES: Maaf, saya baru tahu kalau nama ayahnya Kakashi itu Sakumo, bukan Shirokiba. Terima kasih untuk yang telah memberi tahu saya.

MASAHIRO 'NIGHT' SEIRAN: Wah maaf, tapi saat Night-san bilang fic ini terlalu banyak humor chapter 2nya sudah terlanjur jadi. Jadi saya hanya merubah nama ayahnya Kakashi saja.

Sebenarnya chap 3 juga sudah 3/4, jadi maaf masih gaje dan belum terlalu serius *membungkuk* . Sekali lagi maaf, sebenarnya saya ingin buat gendernya jadi romance/humor, tapi saya takut, karena menurut saya fic ini tidak ada lucu-lucunya. Dan saya tidak punya bakat untuk membuat sesuatu yang lucu *pundung*. Jadi saya pilih romance untuk amannya. Tapi chapter-chapter depan *kecuali chapter 3* pasti saya usahakan lebih bagus lagi.

Suka Ava-kun? Wah sama donk! ^^ tapi sayangnya Ava-kun udah nggak ngeluarin fic baru lagi . saya sudah suka Ava-kun dari sebelum saya buat akun loh! *Night-san: gak nanya!*

Sekali lagi, gomen Night-san *membungkuk lagi*

ENJOY!

oxxxXOXxxxo

Hari minggu adalah hari bebas. Itulah pendapat menurut Hatake Kakashi, karena ia bisa tidur seharian, bisa main sepuasnya dan melakukan aktifitas-aktifitas lainnya yang menyenangkan. Namu, berbeda dengan hari minggu yang sudah-sudah, hari ini Hatake Kakashi bangun jam.. jam.. JAM 5 PAGI SODARA-SODARA? Sakumo bahkan sampai merayakannya dengan berpesta seorang diri di ruang kerjanya yang dihias sedemikian rupa dengan spanduk bertuliskan 'PERAYAAN SEORANG HATAKE KAKASHI BISA BANGUN PAGI SENDIRI!' yang digantungnya di atas jendela sambil menari tarian yang tidak jelas asal-usul dan maksudnya. Oke itu terlalu lebay bahkan menjurus alay, tapi itulah kenyataan yang ada.

Back to the story, jadi pertanyaan terbesar yang saat ini sedang berusaha dipecahkan oleh para ilmuan dunia adalah…'Mengapa seorang Hatake Kakashi bisa bangun pagi tanpa dibangunkan dengan cara kekerasan atau bom dari Deidara *Deidara: Kok aku dibawa-bawa sih un?* dan jawaban yang tepat adalah.. *sfx: ENG…I… ENGGGG!* karena hari ini dia dan Hinata K-E-N-C-A-N! Sebetulnya tidak bisa dibilang kencan, karena sebenarnya hari ini dia dan Hinata hanya pergi ke kantor perusahaan Hatake dan menghadiri beberapa pertemuan saja. Tapi mengapa Kakashi begitu senang? Tentu saja, namanya juga orang lagi fall in love, pasti kalau lagi dekat-dekat dengan orang yang ditaksir perasaan langsung kebawa happy, ya kan Naruto? *Naruto: Kok aku dibawa-bawa sih! Dattebayo!*

Selesai bersiap-siap selama kurang lebih 1 setengah jam dan menghabiskan 1 botol parfum merk H**o B*s akhirnya Kakashi keluar dari 'sarang' persembunyiannya dengan wajah berseri-seri.

"Aduh aduh kenapa niii?" goda Sakumo setelah 'puas' mengadakan pestanya yang tidak jelas itu. Kakashi hanya tersenyum dari balik maskernya.

"Tidak ada apa-apa ko~k!" jawab Kakashi.

"Jangan bohong akh! Ada apa sich?" tanya Sakumo sambil senyum-senyum. Akhirnya mereka berbincang dengan logat khas penghuni taman lawang. Para pelayan senior yang lewat langsung berpura-pura tidak terjadi apa-apa, sedangkan para pelayan yang masih baru langsung merinding ketakutan dan berlari.

"Itu sudah biasa." jawab salah satu pelayan senior kepada juniornya. 'Biasa?' pikir semua pelayan yang masih junior. Dan dimulailah Hari Minggu yang aneh di keluarga Hatake.

oxxxXOXxxxo

"Se.. selamat pagi Kakashi-san, Sakumo-san." sapa Hinata lembut pada duo Hatake yang telah selesai sarapan. Keduanya hanya tersenyum sambil mengucapkan "Selamat pagi!" secara bersamaan dan penuh semangat seperti anak TK yang sedang memberi salam untuk guru favoritnya.

"Ayah aku pergi dulu." kata Kakashi pada ayahnya.

"Semoga berhasil nanti ya!" jawab Sakumo pada anaknya yang pergi menjauh.

"Tentu saja!" jawab Kakashi sambil melambai-lambaikan tangan. Kakashi dan Hinata lalu berjalan keluar menuju mobil Ferari silver milik Kakashi.

"Ka..kalau boleh sa..saya tahu yang a..anda berdua ma..maksud tadi itu pertemuan hari i..ini ya?" tanya Hinata ragu-ragu. Kakashi memandang Hinata lalu tersenyum penuh arti.

"Iya." jawab Kakashi sambil tersenyum.

"Sa..saya ju..juga berharap anda berhasil." kata Hinata mencoba memberi semangat pada Kakashi. Kakashi hanya terdiam sambil tersenyum penuh arti. Oh Hinata, seandainya saja kau tahu bahwa yang mereka bicarakan tadi adalah dirimu pasti kau tidak akan setenang dan sesenang ini.

Mereka pun masuk ke dalam mobil dan berangkat menuju kantor. Selama 8 menit hanya kesunyian yang menemani keduanya.

"Hinata-san." kata Kakashi membuka topic pembicaraan.

"A..ada apa Kakashi-san?" tanya Hinata sambil melihat Kakashi yang duduk di sebelahnya, lebih tepatnya bangku pengemudi.

"Aku ingin kau memanggilku dengan sebutan kun saja, ng.. biar tidak terlalu formal." jawab Kakashi.

"Eh? Ba.. baiklah Kakashi-kun." Kakashi rasanya ingin terbang ke surga saat Hinata memanggilnya dengan sebutan 'Kakashi-kun'. Kata-kata itu terus terngiang di otaknya seperti kaset rusak yang di setel di radio butut.

"Dan ng.. bo.. boleh aku memanggilmu dengan sebutan Hinata-chan? Eng.. bi.. biar lebih akrab." tanya Kakashi terbata-bata. Hinata menundukan wajahnya perlahan. Menyembunyikan rona merah di kedua pipinya dengan poninya.

"Bo..boleh Ka..Kakashi-kun." bila ada tiang listrik atau tembok beton di sekitar situ, Kakashi pasti sudah menjedot-jedotkan kepalanya di situ, berharap ini semua bukan mimpi. 'Oh kami-sama, semoga ini bukan mimpi!' pinta Kakashi di dalam hatinya.

Perjalanan dilanjutkan dalam hening. Mereka terlalu sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Hingga mereka tidak menyadari bahwa mereka telah sampai di depan Perusahaan Hatake. Mereka tetap diam. Kakashi memang melihat jalan, tetapi karena pikirannya yang diselimuti khayalan-khayalan aneh maka dia hanya focus pada jalan raya di depannya saja. Sementara Hinata sibuk menenangkan hati dan pikirannya sehingga ia sama sekali tidak memperhatikan jalan. Mereka tetap diam hingga mobil Ferari silver Kakashi telah melewati Perusahaan Hatake.

"Ka..Kakashi-kun." kata Hinata membuyarkan lamunan Kakashi.

"I..iya ada apa Hinata-chan?" tanya Kakashi. Hinata tersipu malu.

"A..ano kita memang sudah melewati perusahaan atau memang hanya pi..pikiranku saja ya?" tanya Hinata sambil mengalihkan pandangannya kearah kaca jendela. Kakahi pun melihat kaca jendela mobil dan sadarlah ia kalau..

"Ya ampun! Kita sudah jauh sekali dari perusahaan!" teriak Kakashi. Terpaksa mereka memilih jalan memutar meskipun agak jauh. 'Aduh kebanyakan ngayal tentang masa depan sih, bisa gawat kalau telat nih' Kakashi terus mengutuk dirinya sendiri. Sementara itu Hinata tetap terdiam sambil memainkan kedua jari telunjuknya. Terkadang Kakashi suka mencuri-curi pandang ke arah Hinata.'Lucu' pikir Kakashi lalu tersenyum lembut.

oxxxXOXxxxo

"HUAHAHAHAHAHA..ADUH! ADUH! PERUTKU! AHAHAHAHAHA! SAKIT! HAHAHA!" Sakumo tertawa terpingkal-pingkal bahkan sampai guling-gulingan di atas karpet mendengar alasan Kakashi dan Hinata telat sampai di kantor. Saat ini di hadapannya, duduk Kakashi yang sedang manyun-manyun dan Hinata yang sedang menundukan kepalanya.

"Ma..maaf Sakumo-san ga.. gara-gara kelalaian saya kami ja… jadi terlambat." kata Hinata dengan nada penuh penyesalan. Ia menggigit bibir bawahnya. Kakashi langsung melotot kearah ayahnya.

"Eh? No.. Nona Hinata, ini bukan kesalahan anda kok." kata Sakumo berusaha menghibur. Kakashi nampak makin jengkel dengan kelakuan ayahnya.

"Sudahlah ayah! Hinata-chan ayo kita ke pertemuan saja!" kata Kakashi sambil menarik pergelangan tangan Hinata. Hinata yang terlalu kaget hanya menurut ditarik-tarik oleh Kakashi. Sakumo tertawa pelan.

"Anak itu benar-benar cepat emosi ya." kata Sakumo entah kepada siapa. Namun sesaat, ia seperti teringat sesuatu.

"Tunggu dulu, tadi Kakashi memanggil Hinata dengan embel-embel chan? Berarti…" Sakumo terdiam sejenak. "BERARTI HUBUNGAN MEREKA ADA KEMAJUAN! BERHASIL! BERHASIL! BERHASIL! HORE!" Sakumo berteriak kegirangan seperti orang kesurupan sambil menyanyikan lagu Dora. Ia pun mulai menelepon sebuah restoran mewah. Nampaknya ia memiliki sebuah kejutan.

"Ayah memang keterlaluan! Masa anaknya sendiri ditertawakan!" omel Kakashi sepanjang lorong menuju tempat pertemuan.

"Ka..Kakashi-kun ano.." wajah Hinata memerah.

"Dasar! Orang tua macam apa itu?" Kakashi masih terus mengomel sampai-sampai ia tidak mendengarkan Hinata.

"Ka..Kakashi-kun." wajah Hinata semakin memerah.

"Ku kutuk jadi batu baru tahu rasa!"

"Kakashi-kun." kata Hinata sambil menarik-narik lengan jas Kakashi. Kakashi bebalik menghadap Hinata.

"Ada apa Hinata-chan?"

"Itu…"

"Wah wajahmu merah! Kau sakit?" tanya Kakashi cemas. Hinata menggeleng perlahan lalu tangan kirinya menunjuk tangan kanannya yang sedari tadi digandeng oleh Kakashi.

"Ma..maaf" kata Kakashi lalu melepas tangan Hinata. Wajahnya kini semerah wajah Hinata.

"Ti..tidak a..pa-apaa" jawab Hinata pelan sambil menunduk, mencoba menyembunyikan wajahnya yang memerah dengan poninya. Kakashi dan Hinata pun melanjutkan perjalanan mereka ke tempat pertemuan dalan diam. Mereka masih malu dengan kejadian yang baru saja terjadi. Sementara itu Shirokiba terus membututi mereka sambil senyum-senyum tidak jelas.

Pertemuan dilewati dengan suasana tegang. Bukan ketegangan antara Kakashi dan kliennya, tapi ketegangan diantara Kakashi dan Hinata. Shirokiba hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku anaknya. Seingatnya, Kakashi adalah orang yang agresif. Kakashi juga sudah mengalami banyak kisah cinta dengan banyak gadis, malah terkadang selingkuh dengan 3 orang. Bahkan, Kakashi pernah selingkuh dengan 6 gadis sekaligus, tapi baru kali ini Sakumo lihat Kakashi benar-benar 'serius' jatuh cinta dengan seorang gadis. Sungguh suatu kemajuan yang sangat pesat.

Maka dari itu Sakumo ingin mendukung 'cinta pertama' anaknya degan segala cara, namun bukan dengan cara menghalalkan segala cara, karena Sakumo tidak mau memakai dukun, santet, pellet, pesugihan, susuk dan segala ilmu hitam lainnya, takut dosa katanya.

Akhirnya pertemuan pun usai. Kakashi dan Hinata masih tetap terjebak dalam keheningan. Sakumo pun mulai menjalankan aksinya.

"Kakashiiiii…. Anakuu!" teriak Sakumo berlari-lari mendekati Kakashi sambil merentangkan tangannya lebar-lebar dengan gaya slow motion.

"Siapa kau? Aku 'tak mengenalmu!" teriak Kakashi sambil berusaha menghindar dari pelukan 'maut' ayahnya.

"Anak durhako! Ku kutuak kau jadi batuuuu!" kata Sakumo dengan logat Minak yang ancur-ancuran plus berlinangan air mata. Suara halilintar, badai dan topan pun tiba-tiba muncul entah dari mana.

"Tunggu! Dari mana datangnya petir dan topan ini?" tanya Kakashi, oh ternyata Kakashi masih memiliki akal sehat juga. Sementara itu Hinata hanya diam membatu melihat 'Drama' ayah dan anak yang dipertontonkan oleh duo Hatake secara gratis tis tis tis tis!.

"Ehem.. lupakan kejadian yang tadi, nah Kakashi, Nona Hinata karena kalian baru saja menghadapi klien kalian yang pertama maka aku mengadakan pesta kecil-kecilan untuk merayakannya." kata Sakumo mencoba mengumpulkan seluruh wibawanya sebagai seorang pemimpin keluarga besar Hatake yang sempat hilang entah kemana.

"Eh? Pe… pesta? A… apa itu tidak terlalu berlebihan?" tanya Hinata.

"Hm, pesta ya? Bagaimana Hinata-chan kau mau ikut?" tanya Kakashi sambil menoleh kearah Hinata. Hinata berfikir sejenak lalu mengangguk pelan.

"Baiklah kalau begitu! Ikut aku semuanya!" teriak Sakumo mengomandoi. Kakashi hanya geleng-geleng kepala. 'Mengapa aku mendapat ayah yang aneh seperti ini?' tanya Kakashi dalam hati.

.TBC….

Yak inilah chapter 2! Semoga saja sudah jauh lebih panjang dan lebih bagus. Entah mengapa saya sangat menikmati menistakan Kakashi dan Sakumo Hahaha *Diraikiri Kakashi* hmmm…. Entah mengapa saya membuat mereka berdua sangat OOC, jadi seperti bukan Kakashi *untuk Kakashi Fc maaf yaa* mungkin sebenarnya lebih cocok diperankan oleh Naruto atau Kiba, tapi saya merasa hanya Kakashi lah yang pantas untuk peran ini *cieilah*. Saya mengerjakannya saat sedang sakit, lebih tepatnya pusing, jadi mungkin banyak yang aneh dan GaJe. Bukannya makin waras saat sakit, eh malah jadi tambah gila ^^, terakhir review please?