MY LOVELY SECRETARY

CHAPTER 3

DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO

WARNING : OOC, GAJE, AU, TYPO BERTEBARAN, DLL

oxxxXOXxxxo

Kakashi dan Hinata pun mengikuti Sakumo. Mereka lalu di suruh masuk ke mobil milik perusahaan.

"Kita mau kemana ayah?" tanya Kakashi mulai curiga dengan gerak-gerik ayahnya. Sakumo hanya tersenyum penuh rahasia. Sepanjang perjalanan hanya keheningan yang menjadi teman seperjalanan mereka. Mereka bertiga terlalu sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

"Kita sudah sampai di pemberhentian pertama." kata Sakumo sambil memberi isyarat untuk Kakashi dan Hinata keluar.

"Butik?" tanya Kakashi pada ayahnya.

"Tentu saja! Masa kita akan berpesta menggunakan pakaian kantor? 'kan aneh!" jawab Sakumo. Kakashi yang kalah adu mulut hanya diam sambil mengekori ayahnya.

"Selamat datang Hatake-sama!" sapa sang pemilik toko yang memakai name tag bertuliskan 'Mitarashi Anko'. Sakumo tersenyum lalu memberikan aba-aba. Anko mengangguk mengerti dan langsung memanggil salah seorang pegawai laki-laki yang memakai name tag bertuliskan 'Raiga'. Anko pun lalu menyeret Hinata, sedangkan Raiga menyeret Kakashi.

"Apa-apaan ini?" berontak Kakashi.

"Saya akan memilihkan baju untuk anda!" jawab Raiga sambil terus menyeret Kakashi. Kakashi pun hanya pasrah diseret-seret dan disuruh berbagai macam 20 menit kemudian Kakashi keluar dari ruang coba. Ia memakai tuxedo hitam yang dipadukan dengan celana panjang hitam dan sepatu kulit hitam. Sakumo hanya tersenyum sambil mengacungkan jempolnya bertanda ia setuju. Beberapa menit kemudian Hinata keluar dari ruang coba. Ia memakai mini dress di atas lutut berwarna putih dengan kerah berbentuk huruf v, lengkap dengan kalung kecil berbandul kupu-kupu perak dan sepatu high heels warna perak. Kakashi dan Sakumo hanya terdiam takjub.

"Ba.. bagaimana? Ti.. tidak pantas ya?" tanya Hinata.

"Tidak, pantas kok. Kau terlihat sangat cantik." puji Kakashi. Hinata tersipu malu mendengar pujian dari Kakashi.

"Baiklah ayo kita berangkat" seru Sakumo. Setelah membayar mereka pun segera berangkat lagi. Akhirnya mereka sampai di suatu restoran mewah.

"Kita sudah sampai!" kata Sakumo. Kakashi dan Hinata pun turun. Mereka lalu masuk dan mencari tempat yang sudah dipesan oleh Shirokiba.

"I.. indahnya." kata Hinata saat ia melihat tempat itu. Tempat yang Sakumo pilih adalah sebuah tempat out door yang berhadapan langsung dengan sebuah danau. Cayaha bulan dengan bebasnya masuk. Danau kecil yang tenang tersebut dihuni oleh beberapa angsa berbulu putih. Hanya satu kata yang dapat mewakilinya. Romantis.

Mereka bertiga lalu duduk. Meja makan pun terlihat sangat romantis dengan adanya setangkai bunga mawar dan lilin yang menjadi penerang. Mereka bertiga lalu memesan makanan. Mulailah Shirokiba menjalankan aksinya.

PESONA DIRIMU, SEOLAH MENGGODAKU~! GEMULAI TUBUHMU, MEMBIUS DIRIKU~! (WUHU!) KAU TANCAPKAN AKU PANAH-PANAH ASMARAMU, BERKHAYAL KU MASUK DALAM MALAM CINTAMU.. UO…. SAYANG HANYALAH DIRIMU YANG KUSAYANG, MEMBUAT HATIKU PUN BERDENDANG! OH SAYANG~! *maaf kalu liriknya salah ^^'* Hp Sakumo berbunyi. Suasana romantis yang tadi tercipta langsung hancur berantakan. Sakumo lalu Nampak menerima telepon. Ia lalu menatap Kakashi dan Hinata dengan tatapan bersalah.

"Maaf ya, tapi aku tidak bisa ikut berpesta. Ada pertemuan penting yang harus kuhadiri. Sampai jumpa!" kata Sakumo seraya mengambil langkah seribu. Takut piring, gelas, sendok, garpu dan pisau yang berasal dari Kakashi melayang menghampirinya. Kakashi menatap ayahnya cengo. Ia baru tahu kalau nada dering hp ayahnya senorak itu. Tak lama kemudian, datang seorang pelayan yang membawakan pesanan mereka tadi. Kakashi dan Hinata makan dalam sunyi. Hening.

"Hinata-chan." kata Kakashi berusaha mencairkan suasana. Hinata lalu menghentikan aktifitasnya yang sedang memotong steak dan menatap Kakashi dengan pandangan bingung.

"A.. ada apa Kakashi-kun?" tanya Hinata.

"Maaf soal yang tadi, aku benar-benar tidak sengaja." kata Kakashi berusaha meyakinkan Hinata. Tampang Kakashi saat ini seperti seorang anak yang sedang membela dirinya dari ibunya karena tidak sengaja memecahkan vas bunga puluhan juta milik ibunya.

"Tidak usah dipikirkan Kakashi-kun, aku tahu kau tidak sengaja." balas Hinata sambil tersenyum lembut. Kakashi menarik nafas lega. Mereka lalu melanjutkan 'pesta' yang sebenarnya lebih bisa dibilang makan malam romantis *ketularan Moa* dengan suasana yang lebih santai. Sesekali terdengar tawa pelan dari arah meja mereka berdua. Tiba-tiba entah darimana terdengar suara piano yang sangat merdu. Kakashi pun mendapat sebuah ide.

"Mau berdansa denganku, Hinata-chan?" tanya Kakashi yang sudah berdiri di depan Hinata sambil mengulurkan tangannya. Hinata tampak ragu-ragu namun akhirnya ia menerimanya. Mereka berdua lalu berdansa di bawah cahaya bulan. Keduanya hanyut dalam perasaan masing-masing. Sesekali mereka berbincang lalu tertawa pelan. Mereka terus berdansa, seolah hanya mereka berdua yang ada di sana. Mereka terus berdansa, seolah dunia hanya milik mereka berdua. Mereka terlalu hanyut terbawa suasana sehingga tidak menyadari bahwa Shirokiba sedang merekam mereka dengan handycam sejak tadi.

"Khukhukhu awal yang bagus." kata Sakumo sambil meniru trademarknya Khururu.

oxxxXOXxxxo

Kakashi berangkat kuliah dengan semangat 45. Para dosen dan teman-temannya hanya dapat geleng-geleng kepala seperti orang dugem melihat tingkah Kakashi seharian ini. Saat sedang jam pelajaran, tiba-tiba terdengar ketukan pintu. Sang dosen Sarutobi pun membukakan pintu. Dari belakang pintu, terlihat Hinata dengan pakaian kantor lengkap *tapi yang pakai rok* tengah tersenyum lembut.

"Maaf, anda mencari siapa ya?" tanya Dosen Sarutobi sopan.

"Sa.. saya ingin menjemput Hatake Kakashi. Beliau dipanggil ayahnya." jawab Hinata tak kalah sopan. Sarutobi mengalihkan pandangannya menuju Kakashi.

"Kakashi kemari!" perintah Sarutobi pada murid berambut peraknya itu. Kakashi pun menurut lalu meju ke depan kelas.

"Kau baru boleh pergi sesudah mengerjakan soal ini." kata Sarutobi sambil menyerahkan sepidol dan menunjukan soal pada Kakashi. 'Mati aku' pikir Kakashi, tentu saja karena soal yang diberikan oleh Sarutobi adalah soal tersulit. Cukup lama Kakashi berdiri mematung sambil memegang sepidol.

"Boleh saya bantu?" kata Hinata. Kakashi melihat Hinata sejenak, lalu memberikan sepidol yang ia pegang kepada Hinata. Hinata pun mulai mendekati papan tulis dan mulai mengerjakan soal. 5 menit kemudian soal itu sudah dijawab Hinata.

"Hebat sekali! Jawabanmu benar!" kata Sarutobi. Seisi kelas pun bertepuk tangan layaknya anak TK. Kakashi memandang Hinata kaget.

"Siapa kau nak? Dan berapa umurmu?" tanya Sarutobi.

"Eh? Namaku Hatake Kakashi, dan umurku 19 tahun." jawab Kakashi.

"Bukan kau! Tapi gadis manis ini!" jawab Sarutobi kesal. Hinata tersipu malu karena dipuji.

"Na.. namaku Hyuuga Hinata, da..dan umurku 18 tahun." Sarutobi, Kakashi dan seisi kelas pun ber 'oh'ria. Beberapa detik kemudian mereka ber 'hah'ria dengan kompak. Lemot aja kompakkan.

"Ka.. kau Hyuuga Hinata? Si jenius dari universitas XXX yang mengambil bidang kedokteran dan ekonomi sekaligus yang masing-masing sudah semester 2 itu?" tanya Sarutobi, lebih tepatnya teriak Sarutobi seperti ibu-ibu yang baru mengetahui kalau tetangganya adalah artis idolanya selama ini.

"I.. iya." jawab si tetangga, eh salah, maksudnya Hinata. Kakashi memandang Hinata tak percaya. Ia baru tahu kalau Hinata sejenius itu.

"Ma.. maaf tapi kami permisi dulu." kata Hinata sambil melirik Kakashi. Kakashi langsung tersadar dari lamunannya dan segera mengemasi barang-barangnya. Hinata dan Kakashi pun langsung pamit dan segera berangkat menuju kantor. Sepanjang perjalanan, mereka berdua berbincang-bincang sambil sesekali bersenda gurau.

"Eh, Hinata-chan."

"A… ada apa?" tanya Hinata sambil memandang Kakashi.

"Aku baru tahu kau sejenius itu. Kau sangat hebat Hinata-chan." jawab Kakashi sambil tersenyum di balik maskernya.

"Te.. terima kasih. Ka.. karena aku harus membiayai hidupku sendiri, jadi aku harus mengatur pengeluaranku. Makanya, a.. aku memilih beasiswa dan kuliah sore, siangnya aku bekerja." Jawab Hinata panjang lebar. Kakashi cengo. Ia merasa kagum pada Hinata sekaligus merasa malu kepada dirinya sendiri. Selama ini dia hanya meminta uang dari ayahnya dan hanya tahu beres saja. Ia juga tidak pernah mencoba bekerja karena ia tahu bahwa perusahaan Hatake pasti diwariskan padanya. Bagaimana ia mau menghidupi Hinata dan anak-anak mereka nantinya?

"Heh? Memangnya keluargamu kenapa?" tanya Kakashi. Hinata hanya menundukkan kepalanya.

"Eh? Ka.. kalau tidak mau jawab juga tidak apa-apa!" kata Kakashi terbata-bata. Menyesali pertanyaannya yang nampaknya menyinggung Hinata. Perjalanan dilanjutkan dalam diam. Kakashi masih merasa tak enak hati dengan Hinata.

oxxxXOXxxxo

"Nanti ada rapat dengan beberapa perusahaan terkenal. Jadi, jangan permalukan ayah." Ucap Sakumo dingin. Kakashi hanya mengangguk tanda mengerti. Sementara itu Hinata tengah sibuk mempersiapkan dokumen-dokumen penting.

"Baiklah kalau begitu, kalian berdua boleh keluar." Kata Sakumo. Kakashi dan Hinata pun keluar dari ruangan khusus milik Sakumo. Mereka berdua berjalan dalam diam.

"Eng, Hinata-chan?" tanya Kakashi memecah kesunyian.

"Y.. ya Kakashi-kun?" balas Hinata sambil melihat Kakashi.

"Ng, 'kan rapat nanti masih lama, bagaimana kalau kita makan siang?" ajak Kakashi. Hinata menimbang-nimbang sebentar lalu mengangguk setuju. Mereka berdua pun langung pergi ke sebuah restoran cepat saji yang berada tak jauh dari perusahaan Hatake. Sesudah pesanan mereka jadi, Kakashi mengajak Hinata ke suatu tempat dengan menggunakan mobilnya. Hinata hanya dapat menurut dan naik ke dalam mobil Ferari Silver milik Kakashi.

"Ki.. kita mau kemana Kakashi-kun?" tanya Hinata.

"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Tenang saja, kita tak 'kan terlambat ke rapat nanti kok." Kata Kakashi berusaha meyakinkan Hinata. Hinata hanya memandangi atasannya yang selalu mengenakan masker itu.

"Oh ya Hinata-chan." Kata Kakashi lagi.

"A.. apa?"

"Soal yang tadi pagi, maaf. Aku tak bermaksud melukai perasaanmu. Aku minta maaf." Jawab Kakashi. Hinata terkikik pelan.

"Kenapa? Ada yang salah?" tanya Kakashi salah tingkah sambil berusaha mencuri-curi pandang kearah asistenya yang cantik itu.

"Ti.. tidak, hanya saja a.. anda terlalu memikirkannya Kakashi-kun. A.. aku sudah me.. memaafkannya kok." Jawab Hinata masih terkikik pelan. Entah mengapa Kakashi jadi merasa lega. Beban yang sedari tadi mengikutinya hilang entah kemana. Kakashi terus berusaha mencuri-curi pandang ke arah Hinata. Berharap dapat terus melihat mahluk ciptaan Tuhan yang tengah duduk disampingnya itu.

.TBC….

Kadar ke-OOC-annya masih tinggi ya? ==' dan nampaknya romancenya belum terlalu banyak, tapi saya usahakan untuk chapter depannya lebih banyak romance. Terima kasih untuk orang-orang yang telah mereview fic gaje ini. Terima kasih untuk masukan-masukannya. Maaf masih banyak typo, soalnya saya tidak pernah memeriksa kembali fic setelah selesai menulis. Raiga itu bukan OC, coba ingat" anime Naruto deh. Raiga itu salah satu pemegang 7 pedang terhebat, yg bibirnya sekseh *Woeks!* itu loh, yg bareng Ranmaru. Tentang lagunya, itu kalo gak salah lagunya Emily ya? Setiap sebelum berangkat sekolah kaa-san selalu nyetel tv di O C*****, dan lagu itu selalu ada. Ototou saya yg paling kecil pasti langsung nyanyi-nyanyi. Mending suaranya bagus, lha ini? Cempreng! Yak, daripada saya curhat melulu mending saya tutup saja. Review please?

^_Lala-chii_^