Happy people
Chapter 2
Chara: TITE KUBO
"maaf? Untuk apa?"
"aku bersalah, tak bisa melindungimu... karena aku laki laki... aku merasa bersalah, sangat bersalah padamu..."
Kenapa? Dadaku sesak, kulihat wajahnya, kenapa sangat murung? Kenapa? Tapi kenapa jantungku berdebar debar? Apakah? Aku... menyukainya?
"hei? Kau melamun?"
"eh? Maaf...aku terpikirkan sesuatu..."
"apa? Apa yang kau pikirkan?"
"ti...tidak ada apa...apa apa kok..."
Aku takut kalau ketahuan bila aku sepertinya menyukainya.
"sudahlah, ayo pulang?"
"yep"
"kakimu sudah tak apa?"
"yep, ukh!"
"hup... itu tidak apa apa? Namanya kamu memaksa kakimu untuk berjalan!"
"eh? Tadi tidak apa apa kok!"
"sudahlah... pegangan yang erat ya..."
"eh? Digendong lagi?"
"yep... sampai rumah! Dan tak ada protes!"
Kenapa? Walau aku tak seharusnya begini, tetapi tetap kubiarkan, supaya begini selalu, nafasnya, begitu memburu, kudengar suara jantungnya, kenapa bertedak kencang? Kenapa aku mulai gugup? Dan, sepertinya aku pernah melihatnya? Tapi dimana?
"hei? Melamun lagi?"
"eh? Sudah sampai ya?"
"bodoh, setelah ini, kita kekiri atau kekanan?"
"eh, kekanan..."
"hei? Dari tadi kau itu melamun apa sih?"
"melamun?"
"hn, hei? Kau tidak ingat aku ya?"
"hei? Apa benar kita pernah bertemu?"
"ah, sudahlah... belum waktunya kuceritakan ini"
"ceritakan saja sekarang!"
"sudahlah, hei? Ini rumahmu? Kau tinggal sendiri ya?"
"iya, sudah dong, turunkan aku?"
"eh! Iya! Maaf!"
He? Baru kali ini kulihat pipinya memerah? Astaga! Manis sekali!
"hei? Benar pipimu itu tak apa kan? Mulai membengkak lho?"
"eh? Benarkah?"
"sudah! Sini, coba kulihat?"
Kyaaaa! Dia mendekatkan pipinya ke pipiku? Apa yang akan dia lakukan?
"eh? Hitsugaya kun? Apa?yang kau...laku..."
"hei? Jangan berpikiran negatif dahulu, sudah ya... aku pulang dahulu, hati hati di rumah! Sampai jumpa besok!"
"eh iya, sampai jumpa Hitsugaya kun!"
"hn"
Keesokan harinya...
"huwa! Pohon sakuranya! Wah, tak sabar melihatnya mekar nanti malam..."
"oi!"
"lho? Hitsugaya kun? Kok bisa disini?"
"hei, kau tak mendengarkan ya? Aku bilang sampai jumpa besok, jadi aku kesini"
"hue? Ehehe... aku yang salah..."
"wah? Permisi... pohon sakura yang indah..."
"yah... silahkan duduk, akan kubuatkan teh dan kue mochi, sebentar ya"
"hn"
Di dapur...
" wah, senangnya bisa melihat mekarnya sakura nanti malam..."
"oi, ada yang bisa kubantu?"
"eh, tidak perlu, aku bisa ko.. auwh!"
"hei, bagaimana sih? Terkena percikan air panas ya?"
"he-eh, tidak apa apa kok, sudah, ini sudah selesai, ayo ke taman belakang"
"hn"
...
...
" wua! Aku tak sabar nanti malam!"
"kenapa?"
"eh, Hitsugaya kun mau menemaniku sampai nanti malam tidak? Untuk melihat sakura bermekaran?"
"hn? Sepertinya menyenangkan? Oke, kutemani"
"asyik! Kalau begitu, aku mau buat makanan yang enak enak!"
"kubantu! Dan tidak ada protes!"
Wah, gayanya yang berbicara begitu, begitu cool dan keren, walau kadang tatapan matanya terlihat dingin, tapi, mungkin itu yang 'kusuka' darinya.
"hei? Melamun lagi?"
"eh, iya, jadi, apa yang kita lakukan sampai nanti?"
"hn,"
"apa dong? Pikirkan?"
"jalan jalan mungkin?"
"tidak bisa, nanti kita tak bisa membuat makanan yang enak lho"
"terus apa?"
"bagaimana, kalau mengunjungi temanku? Atau kita mengundang beberapa orang? Untuk ikut melihat bunga sakura?"
"tidak! Itu tidak perlu, sudahlah, mungkin kita perlu bersih bersih rumah saja?"
Sepertinya ada yang aneh dari Hitsugaya, tapi apa? Hah. Sudahlah, yang terpenting nanti bisa berduaan dengan Hitsugaya kun.
"wah,ternyata tak banyak yang bisa dibersihkan disini? Hei apa ini?"
"eh? Itu?"
Aku ingat! Itu benda yang kucari selama ini! Sepertinya, dulu setelah tragedi mengenaskan yang terjadi padaku, aku tak bertemu sahabat lamaku lagi.
"eh,kita buka nanti malam saja ya, ayo, beres beres dulu?"
"hn"
Setelah selesai bebersih, waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, dan itu waktunya aku untuk membuat makanan untuk nanti malam...
Di dapur...
"Hitsugaya kun? Ayo, sudah waktunya kita membuat makanan nya?"
"eh? Iya" , jawabnya murung
"kenapa? Ada yang salah?"
"eh? Tidak, nanti saja..."
"eh? Ya sudah, aku ke menyiapkan bahan bahannya dulu."
"hn"
"sebentar ya?"
"kenapa kau tak mengingatku?"
"eh?"
To be continued...
Repiew ya... ^^
