Mengingat banyaknya kesalahan saya di chapter 1 dan 2, akan saya benahi di chapter 3
Update!
Selamat membaca! ^^
Happy people
Chapter 3
Disclaimer : TITE KUBO
"Apa yang kau katakan tadi? Hitsugaya-kun?"
"Eh, tidak ada apa apa kok, sudah siapkan sana? Cepat, nanti aku menyusulmu" , nada bicara yang mulai datar kembali. Kulihat tadi saat dan sebelum dia mengatakan kata kata terakhirnya,wajahnya seakan mengingatkanku, tapi siapakah dia? Apa aku pernah mengenalnya?
"aneh, ugh, kenapa... pusing... sekali... BRUK! "
"hei? Kau kenapa Momo! "
...
...
...
"Apakah Momo berjanji akan mengingatku? Walau kita semakin jauh?" kata Shiro kecil kepada sahabat kecilnya,
"Aku berjanji Shiro-chan... Tapi Shiro-chan mau berjanji untukku? Nanti Shiro-chan kembali? " , menempelkan hidungnya ke hidung Shiro-chan, seperti janji yang biasa mereka lakukan,
" Aku berjanji, Momo-chan..." , mulai melepaskan genggaman tangannya,
" Shiro-chan..hiks...hiks..."
" Aku pasti kembali kok, tenang saja" , mengusap air mataku,
"Hati hati ya, Shiro-chan!" , aku melambaikan tangan sambil sedikit terisak, namun pasti, dia akan kembali...
...
...
"Ugh, pusing... dimana ini?"
"Hei? Sudah siuman? Kau mengkawatirkannku! Dasar, ini, makanlah, aku yang membuatnya, makanlah selagi hangat! " , dengan nada kesal dan menyodorkan sup jagung buatannya ke arahku.
"Eh, iya...terima kasih, Shiro-chan..." , tiba tiba nama itu langsung terucap, melihat Hitsugaya-kun yang kaget mendengar kata kataku barusan.
"Apa yang kau bilang tadi?"
"Eh? Tidak kok, sudahlah, ini jam berapa?"
"Hn, sudah jam 11 malam, cukup lama kau pingsan tadi.."
"Wah, aku terlambat ya, tapi, udara disini sejuk..."
"Tidak kok, belum waktunya mereka bermekaran.."
"Hei, kau tak mengingatku?" ,sekilas kata kata itu terlintas dipikiranku, perpisahan itu serasa menyakitkanku...
"Hei? Ada apa?"
"Shiro-chan?"
"Eh? Kau... mengingatku?" , wajahnya menunjukan ekspresi yang tak pernah kulihat sebelumnya, kaget yang benar benar tak percaya setelah apa yang kukatakan padanya barusan.
"Benarkah? Kau Shiro-chan yang dulu berjanji padaku?"
"Hn, maaf, aku baru kembali... "
"Shiro-chan...aku kangen sekali padamu! Hiks... hiks... hiks... kenapa kau kembali begitu lama? Selama nyaris 10 tahun? Aku kesepian! Hua!"
"Hei? Jangan menangis... nyatanya sekarang aku disini, maafkan aku karena telah membuatmu menunggu..."
"Hiks...Hiks..."
"Momo, Aishiteru..." sambil mendekatkan bibirnya padaku,
"Aishiteru, Shiro-chan..." , kusentuh bibirnya.
Cukup lama aku dan dia berciuman,
"hhhmppp! " , aku meronta mulai sesak nafas, akhirnya dilepaskan ciumannya itu,
"Lihat, sakuranya sudah bermekaran... Momo..."
"Wah, indah sekali..."
"Momo..." , tak sadar tangannya sudah memelukku, nafasnya membuatku merinding, apa yang akan dia lakukan?"
"Sudah lama..."
"Hhmmp..." , dia menciumku, lembut, dengan mudah membuka mulutku, serasa panas di tenggorokanku.
"Hei..." , selanya ditengah ciuman tadi "Mungkin aku benar benar munafik,"
"Maksud Shiro-chan?"
"Karena aku ingin melakukan lebih dari ini..." , mulai menciumku lebih dalam lagi.
Dan melakukan hal yang lebih dari itu? Hei hei, kau tak boleh melihat ini.
Sadarkah? Bahwa aku menjadi orang yang paling bahagia sekarang?
Owari
Makasih atas semua dukungan kalian!
Tak perlu pakai basa basi lagi,
Repiew ya?
