Daffodil.

Summary: Mary yang 'pindah' di Inner 's Inn mendengar suara yang berasal dari dapur! Mungkinkah itu…. Cerita lepas setelah Mary's Decision! Chap 2 is up!

Disclaimer: Harvest Moon punya NATSUME…

Let the story begin…

—Mary's POV—

"KYAA!" Sebuah teriakan membangunkanku.

"Hmm…?" ucapku sambil perlahan-lahan membuka mataku.

"Mary! Kenapa kau di sini? Aku kira kau siapa! Dan, hei, kemana semua bubuk kariku?" kata Ruby.

Dan perkataan Ruby membuatku teringat apa yang terjadi semalam. Dan memanaslah pipiku.

"Eh…? Aku… tidak tahu," ucapku berbohong sambil menggeleng.

"Hmm, ya sudahlah, toh bubuk kariku tak seberapa. Oh, Mary, cepatlah mandi, aku akan memasak sarapan untukmu," kata Ruby.

Aku mengangguk cepat. Pergi dari dapur, dan segera mandi, bersiap-siap untuk pergi ke peternakan Jack.

EH! Aku lupa aku ingin memberinya hadiah! Oh, gara-gara Phantom sialan itu, aku jadi lupa. Grr…

"Maaf aku terlambat!" seruku pada Jack.

Jack memandangku tajam. "Kau terlambat hampir satu jam!"

"Maaf!"

"Huh… baiklah sebagai hukumannya, kau beri kotak nasi itu!" perintahnya sambil menunjuk bento yang aku bungkus.

"Eh… kotak nasi ini? Ini memang ku buat khusus untukmu," ucapku polos, "nanti siang makan sama-sama di bawah pohon sakura di ladangmu, ya!" Aku memasang senyum termanis yang bisa kupasang. Kuharap senumku ini bisa membuatnya menurut.

Jack menggaruk-garuk kepalanya, jika diteliti dengan teramat sangat dan sepenuh hati, ada sedikit semburat pink di pipinya. HORE! Kau berhasil Mary!

"Baiklah…" dia mengambil bentoku, dan mulai menyuruh-nyuruh diriku seperti biasanya.

"Kau tidak pergi Jack?" tanyaku selagi membersihkan sapinya.

"Maksudmu?"

"Yah… pergi jalan-jalan seperti biasa…"

"Jalan-jalan 'gimana?"

"…" aku berpikir, berhenti meyikat sapi Jack yang bernama Moo itu, "nyari Lumina," jawabku akhirnya setelah berpikir beberapa detik.

Setelah berkata begitu, wajahnya memerah. Dan—menurutku, sambil berusaha menyembunyikan rasa malunya—dia berkata; "Bukan urusanmu."

Aku tertawa kecil. Sudah mulai melanjutkan kegiatan sikat-menyikat Moo. Aku jadi teringat saat dia mengenalkan sapinya kepadaku… Dengan konyolnya dia berkata Moo, dibacanya 'Mu'.

"Hey, kenapa kau senyam-senum sendiri begitu?" tanya Jack.

"Bukan apa-apa," kataku. "Back to the topic, tentang Lumina, tentu saja urusanku. Karena aku saudaranya."

"Hm, terserahlah. Mary, Moo sudah selesai di sikat? Akan aku perah, kau beri saja makan Moo dan kambingku," perintahnya, mengacuhkan perkataanku.

Dengan sedikit kesal, aku menurutinya.

"Makan siang~!" teriak Jack.

Aku menuntunnya, sambil membawa karpet tipis yang biasa di pakai untuk piknik, bento buatanku, juga keranjang berisis teh dan biskuit. "Hei, Jack! Tunggu aku!"

"Mary! Kau lama sekali, 'sih!"

Heh, gimana gak lama? Disuruh bawa banyak 'gini…

Sesampainya di bawah pohon sakuranya, Jack juga tidak membantuku sedikitpun. Saat kutanya kenapa, dia bilang; "Kan kamu yang ngajak, ya kamu yang nyiapin dong." Sejak kapan ada peraturan seperti itu, hah?

"Itadakimatsu~!" ucap Jack.

Dan saat dia membuka bentonya, dia langsung menatapku. Aku jadi salting sendiri. "Ke… kenapa Jack?"

Jack menggeleng, lalu tersenyum. "Terima kasih, ya, telah mengingat ulang tahunku…" Dan sedetik kemudian dia menciumku di pipi. Persis di tempat yang sama dengan kemarin Phantom menciumku!

Spontan aku menjauh darinya, dan mencoba mengganti suasana. "Mm, bukan apa-apa. Tapi kenapa kau tahu aku mengingat ulang tahunmu?"

Jack menjulurkan bento yang belum dimakannya, dan di atasnya, tertulis huruf-huruf dari rumput laut kering yang merangkai sebuah kata dan menjadi kalimat; 'Happy Birthday, my Boss!'. Di bawahnya ada gambar hati. Dan seketika aku memerah. Aku… tidak pernah ingat menambahkan hati itu…

"Kau kenapa Mary? Oh, ya, apakah masakanmu ini benar-benar dapat dimakan?" kata Jack sambil tersenyum meremehkan.

"Jack!"

—Lumina's POV—

Jack… sedang bersenang-senang denan Mary, ya… pantas saja dia tak datang menengokku. Uh, aku mikir apa, sih? Aku kan bukan siapa-siapanya dia! Uhh, sebaiknya kuletakkan kotak musik ini di depan pintu rumahnya. Mary… kalau kau benar-benar dengannya, aku titip dia, ya…

"Aku cari Rock, ah~" ucapku, keluar dari peternakan Jack.

Ah! Itu Rock!

"Rock!"

Chap 2 selesai! Yay! Agak lebih pendek dari chap 1… lagi gak ada inspirasi, sih!

RnR, C&C! Yg mau flame, silakan pm Ly-chan…

Tunggu update selanjuntnya, ya!

~A/N gak penting gak jelas gak usah dibaca:

Untuk na-chan:

Omg. Okay, okay. Jgn panggil aku dengan nama 'itu' lagi. Thx dah baca~ *kaulah pengreview pertama di ceritaku ini…*