me: akhirnya bisa update juga. makasih buat kouhai di kostan yang udah rela kamarnya dijajah sampe jam 2 malem

goku: gak penting. review lu tuh udah numpuk, cepetan dibales

me: iye. Yang pertama dari Rui Arisawa

goku: dia bilang G jangan sering tabrakan biar wajah gantengnya gak rusak? che, mending tuh wajah ancur aja sekalian

me: adik sadis. soal takecchi adeknya u-chan apa bukan, ada di chap ini ^^

goku: terus dari Kurea Cavallone. apa-apaan? seneng ada 8059? gw justru males ketemu itu yakyuu baka!

me: *bisik2 ke Kurea-san* bohong tuh, aslinya dia seneng banget di fic ini bisa sama yamamoto

goku: lu bisik2 apa?

me: gak ada. sekarang review Cleisthen Steve. dijelasin di chap depan, tapi di chap ini ada hintnya kok ^^

goku: review dari senpai lu nih, Ciocarlie. Katanya kalo Ugetsu yang minta izin ke gw bakal gw ledakin? Yang ada gw dipanah G, dia tuh protektif banget ke Ugetsu =.=

me: kayak yama nggak protektif aja ke lu. Radar deathfic ya senpai...ehehe, silahkan liat chap depan buat memastikan ^^

goku: Nakyo Hibasawa nanya G itu uke ato seme. Kh, biarpun gak rela bilangnya, dia itu seme

me: ya iyalah dia seme. Dia sama Ugetsu kan lebih 'cantik' Ugetsu, lebih cocok Ugetsu yang jadi uke. Kok kebalik ya sama lu?

goku: jadi lu mau bilang tampang gw cantik! *nyiapin dinamit*

yama: *muncul mendadak di belakang goku, terus meluk goku* Hayato gak cantik kok, tapi imut kayak anak macan :3

me: malah pacaran =.= .ok, review terakhir dari Yuki-kun and Akari-chan. Iya, disini gokyun jadi adeknya G. kalo soal yama...ada di chap ini jawabannya, gak seru kalo ngasih spoiler ^^v .makasih yang buat review dan selamat baca ^^

Disclaimer: KHR punya Amano Akira, saya cuma minjem karakternya

pair: G-Ugetsu, slight 8059 and Alaude-Giotto

warning: OOC, AU, shounen-ai, rada gj

Chapter 1


"Ahaha, lagi-lagi kau dirawat." Ucap Giotto yang tertawa terbahak-bahak saat mengunjungi G.

"Kau tidak lucu." Marah G dengan wajah bersungut.

Tawa Giotto semakin keras. Suara tawa lain terdengar dari seberang ruangan, Ugetsu juga ikut tertawa mendengar pembicaraan mereka.

"Ah, maaf." Kata Ugetsu begitu sadar G dan Giotto menoleh kearahnya.

"Tidak apa-apa. Namaku Giotto." Giotto memperkenalkan diri.

"Asari Ugetsu." Ugetsu membalas ramah.

"Kau kenapa dirawat disini?"

"Bukan sakit parah, keluargaku terlalu cemas sampai mereka menyuruhku dirawat." Kata Ugetsu, senyum yang ditunjukkannya bukan senyum cerah dan G menyadari itu.

"Giotto." Panggil pemuda berambut krem didepan pintu.

"Ah iya. Aku pergi dulu ya G. Ugetsu, bisa tolong jaga dia? Jangan sampai dia keluyuran." Kata Giotto yang masih saja menggoda G, kali ini bahkan dengan mengacak-acak rambut merah G.

"Memangnya aku anak kecil? Sudah sana kencan. Aku belum mau dibunuh Alaude." Protes G, melemparkan pandangan ke Alaude yang masih berdiri dengan ekspresi datar.

"Tadi itu pacarnya?" Tanya Ugetsu.

"Siapa? Alaude? Iya, dia pacar Giotto. Kenapa? Kau merasa aneh?"

Ugetsu menggeleng. "Kau kan tidak bisa memilih menyukai siapa."

Pintu ruangan kembali terbuka, kali ini Gokudera yang datang.

"Kau seperti mumi." Komentar Gokudera melihat kakaknya dibalut perban dimana-mana.

Lagi-lagi Ugetsu tertawa dan G merengut. Gokudera juga ikut tertawa.


Denting suara piano memenuhi rumah Gokudera. G yang baru pulang tertegun mendengar melodi itu. Melodi yang sudah lama tidak didengarnya. Cepat-cepat dia menuju ruang tempat suara piano berasal.

Gokudera menghentikan permainannya saat G membuka kasar pintu ruangan.

"Darimana kau tahu melodi itu?" Tanya G sedikit membentak.

"Huh? Melodi ini? Rekaman di rumah Yamamoto. Kenapa?" Balas Gokudera keheranan dengan sikap kakaknya.

"Jangan memainkannya lagi!" Seru G.

"Suka-suka aku kan! Kau tidak pernah protes aku memainkan lagu apapun, kenapa sekarang tidak boleh?" Kata Gokudera gusar.

"Aku tidak mau mendengarnya lagi! Berani kau mainkan, kuhancurkan piano itu!" Ancam G, membanting keras pintu.

G kembali kekamarnya. Begitu pintu sudah dikunci, dia menyandarkan badannya ke dinding. Melodi tadi…sudah lama dia tidak mendengarnya. Melodi yang membawa kembali luka lama.


Sayup-sayup G mendengar suara seruling dari kamarnya saat kembali dari ruang dokter yang merawatnya. Seharusnya dokternya yang mengunjunginya tapi memang sifat G yang tidak bisa diam memanfaatkan kesempatan untuk pengecekan agar bisa keluar kamar.

Suara merdu itu berasal dari seruling yang dimainkan oleh Ugetsu. Dia begitu serius dengan permainannya sampai tidak sadar G sudah kembali. Baru saat dia menyelesaikan lagunya dan menyimpan kembali serulingnya dia menyadari G.

"Melodinya bagus." Komentar G.

"Terima kasih. Aku membuat lagu ini untuk adikku. Dia suka dengan suara serulingku." Balas Ugetsu, tersenyum.

"Adikmu pasti bangga punya punya kakak sepertimu. Tidak seperti adik bodohku itu." Ucap G.

"Ahaha, Gokudera itu anak manis kok. Mungkin adikku akan suka dengannya."

"Yang benar saja, tidak lucu kalau adikmu suka dengan adikku. Mana lucu kakak adik…" Namun G tidak melanjutkan ucapannya. Wajahnya sedikit merona.

Ugetsu menatap heran.

G menghela nafas beberapa kali. "Mana lucu kalau adikmu menyukai Hayato sementara…..aku menyukaimu." G mengalihkan wajah, terlalu takut melihat reaksi Ugetsu.

Ugetsu tertegun. Selama beberapa saat tidak ada yang bicara.

"Apa boleh aku menyukaimu lebih dari teman?" G bertanya lagi, masih mengalihkan wajahnya.

"Boleh." Jawab Ugetsu pelan.

G beranjak dari tempat tidurnya menuju tempat Ugetsu, memeluk erat pemuda itu.


"Oi Hayato, kapan pacarmu kesini?" Tanya G saat Gokudera bersiap ke sekolah.

"Entahlah. Kau ada perlu dengannya? Kalau mau kuajak dia nanti." Jawab Gokudera. G mengangguk setuju.

"Aku perlu penjelasan. Kenapa kau menghilang begitu saja, Ugetsu?" Batin G.


"Kalian memang cocok kok." Komentar Giotto setelah G memberitahu hubungannya dengan Ugetsu. "Tapi lucu saja kalian bertemu di rumah sakit."

"Lebih bagus, daripada kau dengan Alaude, di ruang Komite Kedisiplinan dan kau nyaris dibunuh dia."

"Hei hei, tidak perlu menyinggung itu. Oh ya, kalau kau sudah keluar rumah sakit bagaimana kita jalan berempat."

Sekejab saja raut wajah Ugetsu tampak sedih.

"Kenapa?" Tanya G.

Ugetsu menggeleng.

G mendadak memegang dadanya, terlihat sangat kesakitan.

"G, kau kenapa?" Ugetsu menjadi panik.

Giotto memencet tombol memanggil suster.

"Jantungnya." Kata Giotto setelah ada suster datang. G segera dibawa ke ruang lain untuk pemeriksaan lebih teliti.

"Dia kenapa?" Tanya Ugetsu cemas.

Giotto berpikir untuk cerita atau tidak, pada akhirnya dia memilih iya. "Jantung G bermasalah. Dia butuh donor atau nyawanya bisa terancam."

"Kenapa dia tidak dioperasi?"

"Tidak ada donor yang cocok dengannya." Jawab Giotto lemah.


"Gokudera bilang kau mau bicara denganku?" Tanya Yamamoto.

"Kau kenal dengan orang bernama Ugetsu?"

"Uh…itu…" Yamamoto terlihat gugup. "G sendiri kenal dia kapan?"

"5 tahun lalu saat aku dirawat. Jadi kau memang kenal." G memberi tatapan tajam.

"Dia kakakku." Jawab Yamamoto takut-takut. "Marga kami beda karena dia diadopsi keluarga pamanku."

Mata G semakin menyipit. "Dimana dia sekarang?"

Kembali Yamamoto terdiam. "Maaf, aku belum bisa memberitahu tapi yang bisa kukatakan sekarang, dia dekat denganmu. Maaf." Yamamoto membungkukkan badan dan berjalan menjauh.


"Che, dasar Giotto. Dia terlalu cemas, padahal jantungku tidak masalah." Gerutu G setelah kembali ke kamarnya selesai diperiksa. "Gara-gara itu aku harus menghabiskan beberapa hari lagi, padahal lusa aku sudah boleh pulang."

"Lusa kau pulang?" Tanya Ugetsu.

"Harusnya tapi gara-gara tadi diperpanjang beberapa hari, che menyebalkan."

"Kesehatanmu itu penting." Balas Ugetsu.

G berdecak kesal. "Hei Ugetsu, kau sendiri kapan pulang? Sakitmu itu juga apa? Aku tidak pernah tahu."

"Aku tidak ingin membicarakannya." Kata Ugetsu tanpa semangat. Mendadak sepasang tangan berada diatas kepalanya, G.

"Tidak apa-apa kalau kau tidak mau cerita, apapun penyakitmu aku harap kau cepat sembuh." Kata G penuh perhatian dan mencium dahi Ugetsu. G tidak melihat sorot sedih dari mata Ugetsu.


G: woi author! kenapa gw dibuat OOC parah! apalagi pas bagian gw nembak Ugetsu! Terus kenapa lu pasangin Primo sama carnivore mengerikan!

me: suka-suka yang buat dong :p

G: udah bosen idup ya! *nyiapin panah*

me: *cepet2 ngacir* sebelum saya jadi sasaran target G, silahkan review dan klik tombol next buat baca chap selanjutnya *disarankan menyiapkan tisu*