Disclaimer : I do not own Shugo Chara. Characters are belong to PEACH-PIT

Genre : Romance

Rated : T

The Necklace is Yours

Chapter 2

"Halo, Kukai ? Iya ini Tadase. Kamu mau ikut liburan bareng kita besok di pantai Tsukiyomi... Eh ? Tentu saja datang. Oke, sampai besok !" Tadase menutup telepon.

"Gimana ?" Tanya Amu.

"Dia ikut kok."
"Wah, pasti akan ramai nih !"

"Iya.. Ngomong-ngomong sebaiknya kita pulang sekarang untuk mempersiapkan barang-barang."

"Oke !"

* * *

RIMA'S POV

Esoknya...

Aku mengecek barang-barangku untuk yang terakhir kalinya. Lalu segera memasukkan ke mobilnya Utau. Tapi tiba-tiba tasku menjadi ringan. Aku mendongakkan kepalaku. Ternyata Nagihiko.

"Kubantu, Rima-chan." Nagihiko tersenyum padaku sambil membawa tasku. Aku berjalan dibelakangnya. Kali ini aku membiarkannya, toh tasku lumayan berat. Setelah Nagihiko memasukkan tasku ke dalam bagasi, Utau datang bersama Ikuto.

NORMAL POV

"Gimana ? Apa barang-barang kalian cukup di bagasi ?" Tanya Ikuto.

"Cukup kok, tenang saja." Jawab Nagihiko.

"Oh ya, katanya si K-kukai mau datang, kok dari tadi nggak kelihatan ?" Pipi Utau kelihatan bersemu merah.

"Aku sudah datang lho." Kukai tiba-tiba sudah berada di belakang Utau.

"Wakkh ! Jangan mengagetkanku dong ! Lagian, sejak kapan kamu berada dibelakangku ?!"

"Sudah dari tadi."

"Ukh... Hei Kukai ! Waktu sudah sampai nanti, akan kutantang kau makan ramen !" Utau menunjuk Kukai.

"Huh, baiklah. Aku pasti menang."

"Pasangan bodoh..." Rima melewati Kukai dan Utau lalu masuk ke dalam mobil. Yang menyetir Ikuto (A/N jangan tanya kenapa), lalu disebelahnya ada Amu. Di kursi tengah ditempati Nagihiko, Tadase dan Kukai. Di kursi belakang ditempati Rima, Yaya dan Utau. Perjalanan memakan waktu 2 jam.

Di tengah perjalanan...

"Aah ! Yaya bosan ! Kita main sesuatu yuk !" Teriak Yaya.

"Yaya, kita kan baru jalan setengah jam, masa kamu sudah bosan sih ?" Kata Amu menimpali.

"Habisnya kalian semua pada diam-diaman sih ! Rimatan, jangan diam saja dong !" Yaya mengguncang-guncang bahu Rima.

"Jangan berisik, aku lagi dengerin lagu nih." Rima memasang earphonenya lagi setelah tadi sempat lepas gara-gara guncangannya Yaya. Yaya langsung cemberut.

"Ah ! Yaya mau main !! Oh ya, Tadachi. Kamu bawa kartu nggak ?"

"Emm... Bawa sih..." Jawab Tadase.

"Bagus ! Kita main kartu yuk !" Setelah itu, Yaya berusaha mengajak semuanya untuk bermain. Akhirnya semuanya ikut bermain kecuali Ikuto.

"Yang mengocok siapa nih ?" Tanya Kukai.

"Ah, aku saja." Nagihiko mengambil setumpuk kartu dan mulai mengocoknya.

"Mau main apa ?"

"Tepuk nyampuk aja, biar seru. Semua tahu kan cara mainnya ?" Utau bertanya kepada semuanya.

"Nggak tahu..." Rima menjawab.

"Kamu nggak tahu, Rima-chan ?Kalau begitu, kamu mainnya gabung sama aku aja dulu." Kata Amu.

"Nggak usah, Amu-chan. Biar aku saja yang gabung sama Rima-chan. Kan dia duduknya di depanku." Nagihiko menyela.

Rima melotot kepada Nagihiko-tanda kalau dia nggak setuju-tapi Nagihiko membiarkannya."

"Ya udah, ayo kita mulai main !" Kata Utau.

Kartu sudah dibagi sama rata oleh Nagihiko. Lalu dimulailah permainan tepuk nyamuk.

"Rima-chan, kamu lihat dulu ya cara mainnya." Kata Nagihiko. Rima mengangguk pelan.

"Yaya yang menghitung duluan !" Pinta Yaya. Semuanya mengangguk. Urutan mainnya : Yaya, Utau, Kukai, Tadase, Nagihiko lalu Amu. Akhirnya semuanya menghitung dari angka 2-King sambil membuka kartu satu persatu. Kartu yang sama dengan yang diucapkan harus segera ditepuk. Yang terakhir menepuk kartu itu, berarti kartu yang terkumpul harus diserahkan padanya. Pemenangnya bagi yang kartunya sudah habis.

"2.." Yaya membuka kartu AS.

"3.." Utau membuka kartu 5.

"4.." Kukai membuka kartu Jack.

"5.." Tadase membuka kartu King.

"6.." Nagihiko membuka kartu Queen.

"7.." Amu membuka kartu 7.

Setelah itu semuanya berusaha menepuk kartu yang dibuka oleh Amu. Yang paling cepat menepuk ialah Kukai, lalu dilanjutkan Utau, Nagihiko, Amu, Yaya dan terakhir Tadase.

"Nih, kartunya Tadase. Hahaha !" Kukai mengambil kartu-kartu yang sudah dibuka lalu menyerahkan kepada Tadase. Tadase hanya tersenyum malu seperti cewek (A/N dasar Tadagay..) lalu menerima tumpukan kartu dari Kukai.

"Ukh.. Yang berikutnya aku nggak akan kalah darimu Kukai !" Utau (lagi-lagi) menunjuk Kukai dengan tatapan kesal.

Saat semuanya sudah siap bermain lagi, Nagihiko menoleh kearah Rima. "Sudah mengerti Rima-chan ?"

Rima berfikir sebentar lalu menganggukkan kepalanya "Ya..."

"Kalau begitu, sekarang Rima-tan ikut bermain ya !" Yaya menyerahkan beberapa kartu untuk Rima. Lalu permainan kembali dimulai. Kali ini dari Tadase.

"2.." Tadase membuka kartu 3.

"3.." Nagihiko membuka kartu 7.

"4.." Amu membuka kartu King.

"5.." Rima membuka kartu 5.

Semuanya langsung menepuk kartunya Rima. Kali ini Tadase berusaha untuk lebih cepat menepuknya. Kali ini yang pertama menepuk adalah Utau lalu Kukai, Amu, Tadase, Yaya, Nagihiko dan Rima.

"Ahahaha ! Rima-tan yang terakhir !" Kata Yaya.

Rima hanya mendengus sebal. Lalu tiba-tiba dia menyadari kalau tangannya secara tidak sengaja bersentuhan pada Nagihiko. Cepat-cepat Rima menarik tangannya.

"Kamu kenapa, Rima-chan ?" Tanya Amu.

Rima hanya tersenyum kecil "Nggak apa kok Amu-chan..."

Permainan tepuk nyamuk ini berlangsung selama 30 menit. Pemenangnya adalah Kukai sementara yang kalah adalah Tadase.

"Kenapa aku bisa kalah ?! Heh, Kukai ! Pasti kamu berbuat curang waktu bermain ya ?!" Teriak Utau ketika Tadase membereskan kartunya-hukuman bagi yang kalah.

"Hei.. Hei.. Terima sajalah kalau kamu itu kalah, Utau."
"Enak saja ! Aku nggak bakal ka~" Sebelum Utau melanjutkan kata-katanya, Ikuto sudah menyela.

"Utau, jangan berisik di dalam mobil." Hanya beberapa kalimat dari Ikuto, Utau langsung dibuat diam.

"Hei, Ikuto. Ini cuma perasaanku atau memang kelemahan Utau itu kamu ?" Tanya Amu dengan berbisik. Takut terdengar.

"Yah, mungkin memang begitu." Jawab Ikuto sambil tetap melihat ke depan.

"Berarti Utau benar-benar serius menyukaimu dong..."

"Mungkin untuk sekarang tidak."

"Eh ? Maksudmu ?" Amu mendekati Ikuto.

"Hei, aku sekarang sedang menyetir. Jadi sekarang jangan berbuat macam-macam." Kata Ikuto santai.

Muka Amu memerah "Ih, apaan sih kamu ?!" Amu langsung memalingkan mukanya dari Ikuto. Ikuto langsung tersenyum menyeringai.

* * *

"Ada yang mau ke toilet ?" Tanya Ikuto begitu mampir ke POM Bensin. Dia memarkirkan mobilnya di depan toilet umum.

"Aku mau..." Jawab Amu "Ada yang mau ikut ? Rima-chan ?" Amu hanya menanyakan Rima karena sekarang Yaya sedang tertidur pulas sementara Utau sibuk bermain tepuk nyamuk bersama Kukai. Spertinya Utau terobsesi untuk mengalahkan Kukai.

"Iya, aku ikut." Rima langsung beranjak dari tempatnya dan melirik Nagihiko. Seakan mengerti, Nagihiko langsung turun dari kursinya dan membuka jalan untuk Rima. Setelah beberapa menit, Rima dan Amu sudah kembali ke mobil dan kembali melanjutkan perjalanan.

"Oh ya, tadi aku sempat membeli makanan. Ada yang mau ?" Tanya Rima sambil menyodorkan chiki kepada semuanya. Tapi semuanya menolak. Kecuali Nagihiko.

"Aku mau.." Nagihiko mengambil sebutir chiki lalu dimakannya. Akhirnya chiki itu dihabiskan oleh Nagihiko dan Rima. Lalu suasanya di mobil jadi sunyi, Utau dan Kukai sudah selesai bermain dan langsung tidur, Tadase yang semula menonton mereka juga tertidur karena bosan. Amu yang awalnya agak gengsi karena harus tidur di depan Ikuto akhirnya ketiduran juga. Rima juga langsung tidur setelah menghabiskan chiki miliknya. Begitu pula Nagihiko...

* * *

1 jam kemudian...

"Hei, kalian. Ayo bangun. Kita sudah sampai." Suara Ikuto membangunkan semuanya dari mimpinya masing-masing...

TO BE CONTINUED

* * *

(A/N) Haah ! Chapter 2 akhirnya selesaai ! Aku menyelesaikannya dalam waktu 3 jam ! Padahal besok masih ada ujian yang menantiku ! Yah, pokoknya please R&R !