Cathz : yahoo! Saya kembali dengan new chapter..

Kuma : jangan kebanyakan teriak mulu, cathz! Panggil bintang tamu kali ni cepetan! gue sibuk ni!

Cathz : nyuuu... okelah kalo gitu! Berdasarkan perundingan saya dengan kuma, saya telah menetapkan *bla bla bla bla bla*, GokuYama!

*plok plok plok!*

Goku : kenapa gue mesti sama si yakyuu baka ini?

Yama : kan gak apa-apa.. jangan marah-marah mulu lah.. (sambil ngelus-ngelus rambut gokudera)

Cathz : hihi.. goku lucu de.. mukanya malu-malu sama yama... (seneng banget karena guest kali ni goku..)

Goku : a-a-apaan si lu, yakyuu baka! Hoi, author gila! Sini loe!

Cathz : kuma, sisanya tolong urus ya! Gue mo kabur! *ngacir.. syuttt~*

Kuma : author sama goku sama aja berisiknya... yama, kau baca disclaimernya. Sekarang gak pake lama.. *death glare ala hibari*

Yama : *glek! sweatdrop* KHR itu gak bakalan jdi milik cathz-san, kalo SS emank hasil karya otak dia. KHR adalah milik AMANO AKIRA-SAMA yang jauh di Jepang sono.. Uda ni, kuma..

Kuma : oke, sono pergi, kejar dan tangkap si author bego itu.. SEKARANG*deathglare* crita mulai! Action!

Kira-kira 2 bulan setelah si Mammon 'main' sama Verde, Mammon pun mengandung.

"Oi, Verde! Kira-kira anak kita perempuan atau laki-laki yah?" kata Mammon.

"Kamu maunya perempuan atau laki-laki? Aku sih, yang mana aja oke.." jawab Verde.

"Aku sih, pengennya perempuan berkulit putih seputih salju, bibir semerah darah, rambut hitam sehitam kayu eboni...(kok jadi kayak snow white?)"

"Kalo anak kita laki-laki, gimana dong? Masa mau kulit kayak salju, bibir merah darah sama rambut hitam kayak eboni? Ntar anak kita kayak banci dong!"

"Ya enggak lah! Kalo anak kita laki-laki...(mysterious aura appear) Kita ajarin kayak perempuan.."

"Ha? Coba ulang lagi kata-katamu?"

"Ihhh! Kuping dipasang dong! Aku bilang kalo anak kita laki-laki, kita ajarin kayak perempuan ajaaa!"

Verde bengong dan gak konek gara-gara perkataan Mammon selama 2 menit...

"OMG! Kau uda gila ya, Mammon? LAKI-LAKI kau suruh belajar jadi perempuan?"

"Haaah.. Kau ini bener-bener lemot aseli ya.. Otakmu itu isinya apa sih? Aku gak bercanda loh, dengan kata-kataku tadi, aku itu SERIUS.."

Akhirnya Verde pun berpasrah hati dan terus memikirkan pernyataan Mammon yang akan mengajari anaknya seperti perempuan jika anaknya benar-benar laki-laki.

Setelah 9 bulan lamanya Mammon mengandung seperti layaknya manusia biasa, ia pun melahirkan seorang anak.

"Haah, Mammon, anakku.. Bagaimana nasibnya ya? Penasaran.." kata Verde sambil duduk menunggu kelahiran anaknya yang pertama dan berharap agar Mammon mengubah pikirannya tentang anak laki-laki yang akan ia ajari etika perempuan di ruang kerjanya atau sebut saja laboratoriumnya yang tercinta.

BRAK! Suara pintu memecahkan kekhawatiran Verde dalam laboratoriumnya.

"Yang Mulia! Anak anda telah lahir!" kata seorang pelayan kerajaan tersebut sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah akibat berlari.

"Be-benarkah?"

Setelah mendengar kabar itu, Verde segera berlari menuju ruangan tempat sua-eh-istrinya bersalin.

BRUK! Suara pintu pun terbuka dan Verde dapat melihat Mammon dalam keadaan kecapekan karena bersalin.

"Ohok uehek uehek! Hah Hah Hah. Biarkan aku mengatur nafasku dulu" kata Verde yang sudah cukup tua *author disengat listrik sama Verde* kepada Mammon yang hampir pingsan karena capek.

"Tabib, anakku perempuan atau laki-laki?" kata Verde sambil terengah-engah.

"Selamat, Yang Mulia. Anak anda.. "

"DEG! Perasaan apa ini? Kenapa perasaanku tidak enak? Jangan-jangan.." kata Verde dalam batinnya.

"Laki-laki, Yang Mulia."

Kekhawatiran Verde yang terbesar pun menjadi kenyataan. Anaknya laki-laki. Ia pun lemas setelah mendengar kata tabib kerajaan itu. "OMG. Kenapa anakku mesti laki-laki? Bagaimana nasibnya nanti?" katanya dalam hati."Mana anak itu, tabib?"

"Ini." Tabib memberikan anak itu kepada Verde dan ia pun menggendong anak itu. "Anu, Yang Mulia. Hati-hati ya, anak ini punya suara yang agak err~.."

Countdown dimulai.

5

4

3

2

1!

"!"

"Yah, beginilah suara anak anda, Yang Mulia. Sangat EXTREME.." kata sang tabib.

Verde yang sudah mau pingsan saat mendengar suara anaknya, mulai stress.

"Ver.." panggil Mammon yang sudah bangun dari istirahatnya selama 2 jam.

"Ya?" jawab Verde.

"Anak kita laki-laki ya?"

"I-iya.."

"Aku, ingin merayakan kelahirannya..."

"Baiklah. Akan kuadakan pesta besok malam.. Istirahatlah malam ini.."

"Terima ka..sih.."

Setelah Mammon kembali tertidur, Verde pun mulai mempersiapkan pesta kelahiran 'putri'-nya dibantu oleh para pelayan.

^^CERITANYA UDA BESOK MALAMNYA^^

Para rakyat pun mulai berkumpul di ruang pesta. Dan tentunya dari berbagai macam kalangan.

Tujuan mereka cuma satu, yaitu melihat sang 'putri'.

"Selamat malam, rakyatku. Terima kasih sudah datang ke pesta ini." Kata Verde yang membuka acara ini.

"Kalian pasti sudah tahu. Kemarin, Ratu telah melahirkan seorang anak perempuan pertamanya dengan selamat. Dan pada hari ini, sang Ratu ingin merayakan kelahirannya dengan kalian semua!"

"Putriku ini, akan kuberi nama Squalo. Dan ialah calon penerus kerajaan ini!".

PLOK PLOK PLOK PLOK!

Semua rakyat pun bertepuk tangan setelah sang raja menyelesaikan kata-katanya.

Namun,..

"Shi shi shi, uda selesai bicaranya? Gantian pangeran yang ngomong ya.."

Tiba-tiba muncul suara yang aneh dan asap hitam mulai mengisi ruangan tersebut.

"Belphegor! Ngapain kau kesini!" teriak Verde.

"Shi shi shi, habisnya, kau tidak mengundang aku sih. Jadi aku datang untuk memberikan hadiah untuk putrimu yang manis itu.." kata Belphegor, seorang penyihir yang tinggal di dekat perbatasan kerajaan.

"Anakmu akan tertusuk jarum mesin pintal dan tertidur untuk selama-lamanya pada ulang tahunnya yang ke-16.. Shi shi shi, ia takkan bangun tuk selamanya.." kata Bel sambil membuat lingkaran kutukannya. "Itu saja hadiahku, sampai jumpa nanti!".

Bel pun menghilang setelah memberikan sang 'putri' sebuah hadiah yang indah.

"OMG... Uda gak kuat aku urus beginian.." kata Verde sambil memegang kepalanya dan mengacak-acak rambutnya.

"Tenang, Verde. Aku tahu ini akan terjadi,dan aku akan mencoba meringankan kutukan ini." Kata Mammon dengan tenang.

"Wahai, putriku yang manis. Kau akan tetap tertusuk jarum pintal pada umurmu yang ke-16,namun kau tidak akan tidur untuk selama-lamanya. Jika ada seorang pangeran yang datang dan menciummu, maka kau akan terbangun dari tidurmu. Tetapi, jika tak ada seorang pun yang datang dalam kurun waktu 5 tahun, maka kau akan tertidur selamanya."

Demikian setelah Mammon mengucapkan kata-kata mantra itu, rakyat pun kembali pulang ke rumah mreka masing-masing

Cathz : hosh, hosh.. capek ni gue.. yama? Mana si kuma?

Yama : pulang. Katanya banyak kerjaan di rumah. Ah, goku-chi! Kamu capek ya?

Goku : uda tau pake tanya lagi! Ni gara-gara si author sial ni!

Cathz : kok salahin gue? Kan gue jujur karena muka lu emank lucu!

Goku : muka gue gak lucu dan gak akan lucu!

Mukuro : *dateng gak diundang* kufufufu.. apa yang kau lakukan padanya,Gokudera Hayato?

Cathz : mu-mu-mukuro? Ngapain kesini? Giliranmu kan minggu depan?

Mukuro : pengen liat muka author... kufufufu.. *seme mode on!*

Cathz : ooo,*gak peduli*.. ya uda deh. Muku, goku, ma yama mintain review ya~

Mukuro : readers yang terhormat..

Yama & Goku : minta reviewnya!

review please! butuh banyak masukan dari senior2

~arigatou gozaimasu~