Cathz : akhirnya bisa ke publish juga..
Kuma : uda ah, cepetan! Panggil bintang tamu kali ni, abis tu gue pulang..
Cathz : iya iya, kuma.. sabar ah.. oke, bintang tamu kali ni : MukuHiba!
Kuma : oke, bya!
Cathz : Oi, kuma!
Muku : oya oya.. kenapa aku sama si Hibari? Kau bilang aku sama Tsunayoshi?
Hiba : aku tidak mau dengan si nanas sialan ini! mana Tsunayoshi?
Cathz : iya iya.. ni gue triakin si Tsuna dulu.. (1.2.3) TSUNAAAAAAAAA, SINI LOE!
Tsu : kenapa, cathz-san? Eh? Hi-hi-Hibari-san… Mu-mu-Mukuro-san (gemeteran)
Muku : kufufu, lama tak jumpa Tsunayoshi-kun.. Untuk merayakan perjumpaan kita, ayo kita main..
Hiba : jangan sentuh herbivore-ku,nanas! Dia M-I-L-I-K-K-U!
Cathz : STOOPP! Jangan bikin ribut disini! Kalo kalian mo main sama Tsuna, nanti aja! Kalo kalian menghiraukan perintah gue, gue gak jadi munculin kalian!
Tsu, Muku, Hiba : Iya deh..
Cathz : Muku! Baca disclaimer! Hiba, ntar loe yang minta review sama readers!
Muku : kufufu, apakah kalian tahu KHR milik siapa? Tentu saja milik Amano Akira-sama! Amano-sama adalah pencipta diriku! TAPI! cerita gaje, OOC, n kesannya tolol ini milik Cathz..
Cathz : oke! Good job, Muku-chi! Main sono sama Tsuna! Hiba, giliranmu nanti ya..
Muku : kufufu.. trima kasih, author-ku~ ayo sini, Tsunayoshi-kun..
Tsu : NOOO!
(muku dan tsuna masuk ke kamar dengan pintu berwarna pink. Beberapa saat setelah mereka masuk terdengar suara desahan dan suara-suara seductive lainnya)
Hiba : cih! Ya sudahlah.. Oi, herbivore! Ntar gue minta ruangan khusus ya!
Cathz : oke deh! Ntar gue sediain! Minna-san, story start!
WARNING! Mulai dari cepter ini, karakternya jadi 100% OOC!
15 tahun lebih 11 bulan telah berlalu sejak kejadian itu. Pang-eh-Putri Squalo pun makin dewasa dan cantik *author kena scontro di squalo*. Namun, ada satu hal yang tidak dapat diubah dari sifatnya itu.
"VOIIII! Lussuria! Kau apakan rambutku!" teriaknya.
"Ma~ Squ-chan.. Rambutmu yang indah membuatku berdebar-debar~ Kyaaaa~" kata Lussuria, sang tutor yang mengajari Squalo menjadi *ehem* perempuan.
"Sialan! Lepaskan!"
"Uwaaaa~ Indahnyaaa~"
"Ha? Indah? Apa yang kau lakukan pada ram-? WTH!" teriak Squalo sambil melihat rambutnya yang telah terkepang dengan cantik dari cermin. "Brengsek kau! Scontro di Squaloooo!".
"Uwaaa! Tu-tu-tuan putri, jangan memakai pedang anda disini~! Kami mohon tenanglah.." kata para pelayannya sambil menenangkan amarah Squalo.
Sebetulnya, banyak sekali pangeran-pangeran yang dating untuk melamar Squalo, namun semuanya tumbang karena kekuatan sang putri dan suara yang *ohok-ohok* indah sekali serta sikapnya yang kasar kepada semua orang *namanya juga Squalo, kalo gak ribut namanya bukan Squalo (-_-")*
'Pasti ada cara untuk bebas dari si ayam ijo ini! Tapi, gimana ya?' pikir Squalo sambil meminum afternoon tea-nya. 'Lagipula, kenapa sih, ayahanda memilih ayam ini untuk jadi pengajarku? Kan masih banyak orang selain si ayam sialan ini. Satu hal lagi yang kubingungkan dari ayahanda dan ibunda, aku ini kan LAKI-LAKI? Kok diajari untuk menjadi perempuan sih? Arghhh, pusing-pusing! Bingung-bingung!' pikirnya.
"VOIIII! Lussuriaa! Tambah tehnyaa!" teriak Squalo.
"Hai~ Hai~ silahkan,Squ-chan~" kata Lussuria.
"Sudah brapa kali kubilang? Jangan panggil aku dengan sebutan aneh itu!"
CLING!
"Sekali lagi kau memanggilku dengan sebutan aneh itu, kupotong jambul ayam kebanggaanmu itu" kata Squalo sambil mengarahkan pedangnya ke Lussuria.
"Hu uh!~ Muka tidak manis kalau sedang marah..~" jawab Lussuria sambil menjauhkan pedang Squalo dari depannya.
"Berisik! Jangan panggil aku manis! Kalau kau panggil aku dengan sebutan bodoh itu lagi, kulempar kau ke hutan!" kata Squalo dengan tampang kesal.
Tiba-tiba, Squalo terdiam.
'Hutan ya.. Sepertinya aku menemukan rencana bagus.. Shi shi shi' *loh? sejak kapan squ-chan jadi bel-chan?*
"VOIII! Besok aku ingin jalan-jalan ke hutan! Temani aku!" katanya dengan penuh api dimatanya(?).
'He? Tumben sekali hime mau ke hutan?' pikir Lussuria.
"VOII! Apa jawabanmu, ayam!"
"Baiklah!" jawab Lussuria.
-KEESOKAN HARINYA-
"VOIII! Ayam ijoo! Uda siap blom?" panggil Squalo denga suara merdunya.
"Yaaaa~ Sudahhh~" jawab Lussuria dengan "imut"nya.
"Oke! Kita jalan!" kata Squalo dengan semangat Extra Jossnya(?).
Hutan yang akan dijelajahi Squalo dan Lussuria terletak di sebelah barat istana mereka dan merupakan perbatasan kerajaannya dengan Kerajaan Vongola. Jaraknya memang cukup jauh dari istana dan sangat jarang dikunjungi oleh rakyat karena tempat itu sangat luas, sekali sangat luas, sekali lagi saudara-saudara sangat lu-*ditampar sama kuma* dan kurang menghasilkan SDA. Apa itu SDA? SDA adalah kepanjangan dari Sumber Daya Alam. SDA terbagi jadi dua yaitu SDA yang dapat diperbaharui dan yang ti-*kena kill sama kuma dan masuk rumah sakit untuk 4 tahun*.
*back to story* Setelah berkuda selama 1001 malam-eh-1 jam, mereka pun sampai di depan pintu masuk hutan barat.
'Menurut penelitianku, ditengah hutan ini ada padang bunga. Itu tempat yang pas untuk meninggalkan si ayam ini. Dia pasti langsung terlena syalalala(?) dengan bunga-bunga disana.' pikir Squalo.
"VOII! Kita jalan masuk sekarang! Cepat!" triak Squalo dengan suara indahnya yang membuat burung-burung disekitarnya pingsan selama 5 detik.
"Wait for meee~ my cutey princesss~" kata Lussuria dengan ke"imut"an yang infinity.
Mereka berdua pun masuk kedalam hutan tersebut. Sunyi senyap. Cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah diantara dedaunan menerangi jalan mereka yang gelap*saudara-saudara, ini bukan malam*. Setelah 10 menit menjelajahi hutan yang cukup gelap itu, mereka pun sampai di Taman Bunga Seribu yang terkenal sangat indah dan terletak cukup jauh dari pintu masuk.
"Kyaaaaa~~! Banyak banget bunganya! Wah, yang itu lucu, ahh! Yang ini juga indah! Kyaaa! Hatiku berdebar-debar!" kata Lussuria dengan "berisik"-nya dan sok imut.
'Kufufufu(?), sudah kuduga! Si ayam ini pasti terlena dengan bunga disini. Oke! It's time to escape and enjoy my life! Bya-bya, ayam~!' batin Squalo yang langsung kabur dengan kekuatan superr!
CIUNNNGZZ!
Dengan kekuatan The Flash dari Superhero, Squalo langsung sampai di Danau Amethyst, yang membatasi kerajaannya yaitu Kerajaan Arcobaleno dan Kerajaan Vongola. Kenapa disebut Danau Amethyst? Karena keunikan tempat ini adalah batu yang menghiasi danau ini berwarna ungu dan airnya pun berwarna keunguan yang katanya sih, sehat buat penyakit apapun.
"Lha? Disini ada danau toh? Baru tahu aku" kata Squalo yang sampai disana dengan aman damai sentosa tanpa ayam ijo.
Segera setelah Squalo sampai, ia segera duduk dan bersantai menikmati hidupnya yang biasanya diganggu oleh ayam dan pelajaran-pelajaran yang tidak jelas apa maksudnya.
'Tempat yang tenang.. Damai dan tentram tanpa si ayam untuk seharian. Mana pernah aku menikmati hidup seperti ini? Tiap hari kerjanya Cuma belajar dansa, table manner,berjalan dengan anggun, tutur kata, dan pelajaran gak berguna lainnya lah! Coba hari-hariku seperti ini, pasti menyenangkan.. Pasti rasanya benar-benar damai~' kata Squalo dalam hatinya.
Tiba-tiba ada suara yang memanggilnya dari belakang.
"Hei, siapa kau?"
Squalo segera membalikkan badannya dan terkejut melihat sesosok pria dibelakangnya. Pria itu tinggi, berpakaian cukup rapi, dan sepertinya ia adalah seorang bangsawan.
"VOII! Harusnya aku yang bertanya seperti itu! Kau mengganggu waktu santaiku tau!" jawab Squalo dengan nada ketus andalannya*gaplok!*.
"Hoi, brengsek! Aku dari tadi tidur disini dengan damai. Tau-tau ada manusia berambut perak datang tanpa diundang! Harusnya aku yang marah!" jawab laki-laki dengan nada yang kurang lebih mirip dengan Squalo.
"Che! Baiklah! Aku Squalo, putri tapi pangeran Kerajaan Arcobaleno! Sekarang kau siapa,ha?" kata Squalo
"Yang mana yang bener! Pangeran ato putri?" tanya laki-laki itu.
"Gini ye mas, saya ini sebenarnya laki-laki tapiii sama orangtua saya diajari jadi perempuan… Ngerti gak?" jawab Squalo *maaf kalo ada beberapa kata-kata gaul, berhubung ngetiknya uda ngantuk jadi males.. hehehe, mohon dimaafkan!*
"Aku ingat.. Kau adalah putri yang disebut-sebut sebagai putri terganas sepanjang masa itu ya… Tak kusangka kalau aku akan bertemu denganmu, putri TOA ." kata laki-laki itu dengan menekankan kata-kata TOA. *author ditebas sama Squ-chan*
"VOIII! Apa kau bilang tadi! Sialan! Hoi! Sebutkan namamu sebelum kute-!"
BYUUR!
Tanpa sadar, Squalo pun tercebur kedalam danau itu dan membuat sekujur tubuhnya basah.
"Sialan! Ini semua gara-gara kau tau, Tuan Tanpa Nama!" teriak Squalo sambil memeras bajunya.
"Berisik kau! Makanya lihat-lihat dong! Che! Merepotkan saja.." kata laki-laki itu sambil berjalan kearah Squalo.
"VOII! Apa yang kau la-!"
Laki-laki itu membantu Squalo keluar dari air dan menggendongnya ala pengantin baru yang sangat membuat wajah Squalo memerah bagaikan kepiting rebus.
"VO-VOIII! Turunkan aku! Aku bisa berjalan sendiri!"berontak Squalo yang menutupi wajah merahnya.
Laki-laki itu hanya melihat Squalo yang berontak karena gendongannya dan berkata, "Kau pasti sangat manis kalau diam dan tdak berontak seperti ini. Makanya, D-I-A-M atau kulempar kau ke atas pohon".
Mendengar kata-kata itu, tentu saja wajah Squalo makin merah dan membuatnya merasa sangat-sangat senang *mungkin?*.
-Squalo POV-
Kenapa wajahku panas seperti air onsen begini?
Apa mungkin karena ia menyebutku 'manis'?
Aku saja belum pernah puji sebagai anak manis oleh kedua orangtuaku.
DEG-DEG!
Getaran apa ini, dalam hatiku?
Tidak mungkin aku menyukainya!
Aku baru saja mengenalnya!
Perasaan apa ini?
-End of Squalo POV-
"Duduk disitu dan jangan kabur." kata laki-laki itu.
Squalo hanya dapat mengangguk dan terduduk diam dibawah pohon yang cukup rindang.
"Voi!" katanya dengan nada yang sedikit memelas(?).
"Apa?" jawab laki-laki itu.
"Kenapa kau menyebut aku manis?"
"Karena wajahmu itu memang manis."
Lagi-lagi Squalo terdiam dan tidak dapat berkata apa-apa saat laki-laki itu memberika jawabannya.
"Hoi, tundukkan kepalamu!" printah laki-laki itu.
Tanpa bertanya, secara otomatis Squalo langsung menundukkan kepalanya dan laki-laki itu mulai mengeringkan rambut Squalo dengan selembar kain.
Squalo yang biasanya tidak pernah mengijinkan siapa pun mengeringkan rambutnya kali ini ia hanya bisa terdiam dan membiarkan laki-laki yang baru saja ia kenal itu mengeringkan rambutnya.
"Hee, tak kusangka putri berisik sepertimu bisa diam seperti putri lainnya." kata laki-laki itu.
"Berisik kau." jawab Squalo dengan keketusan tingkat tinggi.
"Rambutmu.. halus juga ya.. Wajahmu juga manis. Pantas semua orang mengira kau perempuan." lanjut laki-laki itu.
"Diam dan jangan sebut aku manis lagi." Lagi-lagi Squalo menjawab laki-laki itu denga nada ketus. "Voi, siapa namamu? Kau belum menyebutkannya."
"Itu rahasia. Nanti kau juga tahu kok." jawab laki-laki itu. "Oke,Setidaknya rambutmu tidak sebasah tadi. Angkat wajahmu. Aku sudah selesai"
Squalo mengangkat wajahnya dan menatap laki-laki itu mengibas-ngibaskan kain yang ia pakai untuk mengeringkan rambut Squalo. "Voi, terima kasih."
"Hah? Apa yang kau katakan tadi?" kata laki-laki itu sambil bengong karena melihat putri TOA ini mengucapkan "TERIMA KASIH". Menurut rumor yang ia dengar, si TOA ini tidak pernah mengucapkan terima kasih kepada siapa pun walaupun itu orangtuanya.
"Aku bilang TERIMA KASIH! Budek amat sih? Memangnya salah kalau aku bilang begitu?"
"Terserahlah. Pakai ini, dan pulanglah." kata laki-laki itu sambil melingkarkan jubahnya di tubuh Squalo.
"Tidak perlu, HUATCHI!"
Melihat Squalo yang bersin-bersin, ia langsung memeluk Squalo dan berkata, "Hangat kan?"
"Bi-Biasa aja tuh! HUATCHI!" jawab Squalo yang lagi-lagi bersin dengan muka memerah.
"Kau menyukai pelukanku kan?" tanya laki-laki itu.
BLUSH!
Muka Squalo memerah untuk kesekian kalinya dan membuat laki-laki itu tertawa kecil melihat wajah Squalo yang terus-terusan memerah karena godaannya.
"Kufufu(?), aku harus pulang." kata laki-laki itu.
"VOI! Kau belum menye-!"
Sebelum Squalo sempat menyelesaikan kata-katanya, tanpa peringatan laki-laki itu mencium pipi Squalo.
"Sepertinya aku tertarik padamu. Sampai jumpa nanti, Principessa Stronzo."
Dan ia pun menghilang dari hadapan Squalo.
Cathz : SELESAI!
Kuma : WTH..
Cathz : Loh, kuma? Sejak kapan balik?
Kuma : abis ada hibari sih, jadi aku balik
Cathz : makanya jangan pulang cepet-cepet.
Kuma : Kenapa ceritanya berubah dari draft?
Cathz : karena kayaknya asik sih.. *ngeliat Tsuna yang uda hampir mati gara Muku dari kejauhan* MUKU! TSUNAA! Uda selese mainnya?
Muku : Kufufu, terima kasih author-ku yang tersayang. Sekarang diriku mohon pamit ya..
Cathz : yaaa~! Bya-bya!
Kuma : Tsuna? Main apa sama Mukuro?
Tsu : tidak bisa dijelaskan, Kuma-san.
Hiba : mana giliranku, author gaje?
Kuma : ho? Hibari? Uda datang toh? Minta aja teks-nya sama cathz. *dalam hati nahan teriak*
Cathz : ho? Hibari-san! Ini teksnya! Kau ingin cepat-cepat main dengan tsuna kan?
Hiba : sudah kau siapkan kamarnya sesuai dengan permintaanku?
Cathz : udah kok
Hiba : Readers, saya minta REVIEWNYA ya. *senyuman malaikat*
Cathz : te-terima kasih, hibari san *nahan nosebleed liat senyum hibari*. Silahkan menuju ruangan pink di sebelah kanan.
Hiba : ayo sini, herbivore.
Tsu : NOT AGAIN!
(lagi-lagi, di dalam kamar hibari dan tsuna terdengar desahan dan suara-suara seductive lainnya)
Kuma : Thank you for reading! Don't forget to ripiu fic ini ya!
