Cathz : yey! Cepter 3!

Kuma : cepetan nape?

Cathz : kuma gak asik ni.. iya deh, aku panggil guest star duluu~! Bel-san!Fran-kun!

Bel : shi shi shi, kenapa kau manggil aku? Pangeran sedang main tau.

Fran : konnichiwa, author-san.

Cathz : Cuma bentar kok~ Bel-san bacain disclaimernya deh. Ntar fran-kun bacain endingnya..

Bel : KHR milik Amano Akira. Author hanya ingin pinjem karakternya buat dimainin(?). Kalo author yang punya KHR mah, main chara-nya berubah jadi Hayato-G, Alaude-Hiba, Muku-Spade, Giotto, XS.

Cathz : tapi SS itu punya aku yaaa!

Warning : OOC banget, serta sudah dipastikan kalo crita ini gaje dan aneh, maybe ada mistypo~

Chara dalam fic ini : TYL Xanxus, bukan TYL Squalo.


"Sepertinya aku tertarik padamu."

Kata-kata terakhir yang dibisikkan laki-laki itu terus terulang dalam otak Squalo.

'Kenapa mencium pipiku?' pikir Squalo berulang-ulang sambil mengingat kejadian indah itu.*kyaaaa!*

BLUSH!

'Kenapa mukaku memerah! Jangan pikirin! Jangan!' ulang Squalo dalam hatinya. 'Tapi.. Kalo diingat-ingat, mukanya tampan juga. Matanya itu, membuat aku terpesona, gimana yah.. Rasanya kalo ada didekatnya, aku merasa nyaman dan tenang. Masa aku su-! BEGOO! Kenapa gue malah mikirin dia!' pikir Squalo sambil memukul-mukul bantal disampingnya.

"VOII! Lussuria! Aku la- HUATCHIII!" triak Squalo dengan suara serak.

"Araaa~ Hime-sama kan sedang sakit, jadi jangan banyak teriak-teriak." Jawab Lussuria yang datang membawa semangkuk bubur panas dan obat demam.

Sejak kemarin malam, setelah pulang dari hutan, Squalo langsung pingsan. Setelah diperiksa, ternyata Squalo kena demam karena kedinginan dan kecapekan jalan.

"Hime-samaaa~ makan yaa~ buka mulutnyaa~" kata Lussuria yang berniat menyuapi Squalo.

"VOII! Aku bisa makan sendiri! Uhuk-uhuk!" kata Squalo sambil terbatuk-batuk.

"Mooo~ Jangan memaksakan dirimu, hime~" kata Lussuria dengan im-*hoek*-ut. "Oh ya! Hampir saja aku lupa~ Ini jubah yang kemarin hime-sama pakai~" lanjut Lussuria sambil memberikan jubah itu kepada Squalo.

Squalo hanya diam saat Lussuria meletakkan jubah itu di samping tempat tidurnya.

"Hime-sama? Apa kau mendengarku?" tanya Lussuria yang bingung menatap Squalo yang bengong.

"A-ah iya." kata Squalo yang baru saja sadar dari lamunannya.

"Moo~ Jangan bengong dong~ Hime, aku tinggal dulu ya~ Aku masih harus mengurusi pekerjaanku yang lainnya~" kata Lussuria sambil membuka pintu dan keluar dari kamar Squalo.

Setelah Lussuria keluar, Squalo menatap kearah jubah itu. Ia kembali teringat dengan laki-laki itu.

-Flashback-

"Pakai ini, dan pulanglah." kata laki-laki itu sambil melingkarkan jubahnya di tubuh Squalo.

"Tidak perlu, HUATCHI!"

Melihat Squalo yang bersin-bersin, ia langsung memeluk Squalo dan berkata, "Hangat kan?"

"Bi-Biasa aja tuh! HUATCHI!" jawab Squalo yang lagi-lagi bersin dengan muka memerah.

"Kau menyukai pelukanku kan?" tanya laki-laki itu.

-End of Flashback-

BLUSH!

Muka Squalo memerah.

'Begoo! Kenapa muka gue merah gara-gara mikirin si mesum sialan itu!' pikir Squalo dalam batinnya sambil memukul-mukul bantal disebelahnya. *kasian bantalnya dan maaf kalo pake bahasa gaul lagi.. gomen~*

Ia pun turun dari tempat tidurnya dan berdiri mengambil jubah itu.

'Aku harus mengembalikan jubah ini dan akan kupaksa dia mengatakan namanya!' pikir Squalo. 'Tapi, bagaimana cara aku kabur dari tempat ini? Kalo lewat pintu, nanti ketahuan sama si ayam sialan itu. Kalo lewat jendela, hmm..'

Setelah berpikir selama 20 detik, Squalo pun memutuskan untuk kabur lewat jendela karena menurutnya resiko ketahuannya lebih kecil dan penjagaannya tidak terlalu ketat.

"Ok, peralatan untuk kabur sudah beres!" kata Squalo pelan agar tidak terdengar oleh Lussuria.

Squalo pun segera membuka tirai jendelanya dan membuka kunci jendela kamarnya lalu bersiap untuk melompat ke bawah. 'Oke, aku lompat.'

1..

2..

3…!

BRUK!

"Aduh, sialan. Sakit banget." kata Squalo sambil mengusap punggungnya yang terbentur tanah.

Mendengar suara dari dekat semak-semak, para pengawal yang sedang berjaga-jaga pun segera menuju kesana dan melihat Squalo disana.

"Hi-hime-sama? Apa yang anda lakukan disi-!"

BRUK!BRAK!

2 pengawal pun pingsan seketika setelah dipukul oleh Squalo.

'Che! Brisik saja! Aku harus cepat pergi dari tempat ini sebelum yang lainnya datang!' pikirnya.

Ia pun segera berlari kearah hutan barat dengan kekuatan The Flash andalannya. *ni anak sadar gak sih dia lagi demam?*

Berkat kekuatan The Flash-nya, Squalo berhasil mencapai hutan barat dalam waktu 10 menit saja! Saudara-saudari, saya ulangi! Dalam 10 menit saja! Padahal kemarin mereka naik kuda aja bisa 1 jam!

"Hosh.. Hosh.. Akhirnya sampai juga. Aku harus cepat!" kata Squalo sambil berhenti mengambil nafas sebentar, lalu segera berlari menuju Danau Amethyst, tempat dimana ia bertemu dengan laki-laki yang memberinya jubah tesebut.

Dalam sekejap, Squalo langsung sampai di Danau Amethyst dengan kondisi berantakan karena terlalu cepat berlari tanpa memandang apapun yang ada didepannya.

"Sekarang dimana dia? VOIII!"

Teriakan Squalo membuat semua burung-burung disekitarnya langsung pingsan selama 10 detik, dan ikan-ikan mengambang selama 5 menit serta meretakkan 2 batu besar di sekitarnya.

Setelah Squalo berteriak, sebuah suara yang ia kenal memanggil dirinya dari belakang.

"Che! Kau lagi. Mengganggu tidurku saja"

Mendengar suara yang ia kenal itu, Squalo segera membalikkan tubuhnya dan melihat laki-laki yang ia temui kemarin di bawah pohon yang sangat rindang sedang bersantai.

"Kau disana rupanya! Kenapa kau diam saja saat melihatku didepanmu ha!" omel Squalo layaknya ibu-ibu.

"Diamlah sedikit. Kau hanya menyiksa dirimu yang sakit itu kalau kau terus berteriak-teriak." kata laki-laki itu.

"Kata siapa kalau aku sedang sakit! Aku ini sehat-sehat sa- uhuk uhuk! Aku datang untuk mengembalikan jubahmu ini tau! UHUK-UHUK!"

Melihat Squalo yang terus terbatuk-batuk, ia pun menarik tangan Squalo hingga terjatuh dalam pelukannya.

"Vo-voi! Lepaskan aku!" Muka Squalo langsung memerah sesaat setelah laki-laki itu memeluknya dengan erat.

"Tidur." kata laki-laki itu pelan.

"Ha?" tanya Squalo.

"Tidurlah. Aku tahu kalau kau demam dan kecapean sekarang. Jadi, tidurlah, aku akan menemanimu." bisiknya di telinga Squalo.

"Ti-ti-tidak mau. A-a-aku sehat kok." kata Squalo terbata-bata.

"Jangan bohong.. Tidurlah.." kata laki-laki itu sambil mencium kening Squalo dan mengelus rambut silvernya kemudian menutup matanya.

BLUSH!

Muka Squalo memerah bagaikan kepiting rebus dan suhu tubuhnya naik setinggi kapasitas maksimum mesin sauna. Hatinya berdebar-debar.

Squalo yang malu langsung berusaha melepaskan diri dari pelukan laki-laki itu tapi laki-laki itu malah mempererat pelukannya.

'Sialan! Si mesum ini malah mempererat pelukannya lagi! Kalo begini, aku..'

TUK.

Squalo yang suhu tubuhnya naik tiba-tiba langsung tertunduk tidur karena sudah tidak kuat menahan rasa sakit kepalanya.

Merasa bahwa Squalo sudah tertidur, laki-laki itu membuka matanya dan menatap wajah uke Squalo.

'Sudah tidur ya?' pikirnya. 'Dia ini manusia atau alien sih? Uda tau lagi sakit, masih datang kesini. Pake lari pula. Tak kusangka ia akan benar-benar sakit, padahal kupikir dia itu putri tahan banting. Tapi, wajahnya saat tidur ini benar-benar.. Innocent banget..' pikir laki-laki itu sambil menatap wajah manis Squalo yang merupakan turunan dari Mammon(?).

"Selamat tidur, my Principessa Stronzo." bisiknya pelan dan mulai menutup kembali matanya.


Sementara itu di istana.

"Hime-samaa~ Sudah makan belumm?" panggil Lussuria dari luar.

Tak ada jawaban.

"Hime-chan~" panggil Lussuria lagi.

Tetap juga tak ada jawaban.

"Hime-chan~ Pintunya kubuka yaa~" kata Lussuria lagi.

Tetap saja tak ada jawaban apa pun dari dalam.

Karena tak sabar menunggu jawaban Squalo, Lussuria langsung membuka pintu kamar Squalo dan mencari keberadaan Squalo. Namun, ia tidak menemukan putri uke itu dimana pun.

"Squalo.. Dimana kau?~"

Lussuria terus mencari Squalo disegala sudut, dan disegala celah, namun hasilnya nihil.

"Moo~ Dimana dia bersembunyi kali ini?" kata Lussuria.

Setelah berkali-kali mencari Squalo disegala sudut dan celah, ia menemukan secarik pesan diatas meja yang berisi :

Siapapun yang baca! Aku pergi ke hutan barat sebentar! Aku mau mengembalikan jubah seseorang disana! Jangan cari aku karena aku pasti kembali secepatnya!

P.S : ayam ijo! Jangan beritahu ayahanda dan ibunda ya! Aku tidak mau ada masalah lagi!

"Squaloo!"


Kembali ke hutan.

Pasangan mesra itu masih tertidur nyenyak dibawah pohon yang sejuk. *damai amit ya~*

Namun suasana manis yang membuat para reader dan saya pun ingin dipeluk juga sama si "unknown man" ini dihancurkan oleh kebangkitan-eh-bangunnya Squalo.

"Um? Sudah sore? Rasanya aku baru tidur sebentar.." katanya.

Squalo mengangkat kepalanya keatas. Ia melihat laki-laki itu masih tertidur pulas dan masih memeluknya dengan erat.

'Dia tidak melepaskan pelukannya..' pikir Squalo.

"Voi! Lepaskan aku! Aku mau pulang." kata Squalo dan membuat laki-laki itu terbangun.

"Uh, kau ini.. Mengganggu tidurku saja.." kata laki-laki itu dengan suara yang agak berat dan melepaskan pelukannya.

"Aku mau pulang." ulang Squalo sambil berdiri dan bersiap untuk pergi dari tempat itu.

"Sebelum kau pulang, aku minta bayaran." kata laki-laki itu.

"Ha? Bayaran apa?" tanya Squalo.

"Bayaran karena kau sudah tidur di pelukanku." jawab laki-laki itu.

"Aku tidak punya apa-apa untuk membayarmu!" kata Squalo.

"Kalau begitu.." kata laki-laki itu sambil berdiri dan berjalan pelan menuju Squalo.

"Apa yang kau ing-!"

Tanpa peringatan, bibir laki-laki itu menyentuh bibir Squalo yang lembut. Laki-laki itu melingkarkan tangannya di pinggang Squalo untuk membuatnya lebih dekat.

1 detik..

2 detik...

Laki-laki itu melepaskan bibirnya dari bibir Squalo namun tetap melingkarkan tangannya di tubuh Squalo.

Muka Squalo langsung memerah bagaikan kepiting rebus, tubuhnya hangat, dan ia merasa berdebar-debar. Ia menatap ke arah laki-laki itu. Ia melihat wajah laki-laki itu juga sedikit memerah karena malu.

"Hm? Kenapa kau menatapku seperti itu? Kau mau lagi?" tanya laki-laki itu dengan wajah iseng. *croooot!*

Squalo yang mendengar itu langsung kembali ke alam sadarnya dan mulai ngamuk-ngamuk lagi.

"VOII! Kau gila ya!" teriak Squalo.

Laki-laki itu hanya tertawa dan melepaskan pelukannya.

"Hahaha! Abisnya mukamu itu manis sekali, aku jadi susah menahan keinginan hatiku!" kata laki-laki itu.

Squalo yang mendengar alasan bodoh itu, terus mengamuk dan memarahi laki-laki itu selama 10 menit nonstop.

Setelah capek ngomel-ngomel, Squalo menghela nafasnya dan bersiap untuk pergi. Namun sebelum pergi, ia bertanya pada laki-laki itu.

"Namamu. Kau belum memberitahu aku kan?"

"Itu masih rahasia.. Ini, berikan surat ini pada raja dan ratu dan kau akan mengetahui namaku." Kata laki-laki itu sambil memberikan sebuah surat kepada Squalo dan pergi begitu saja.

"Tunggu! Ini surat apa? Vo-!"

Laki-laki itu menempelkan jari telunjuknya di bibir Squalo yang mengisyaratkan agar dia diam.

"Aku harus pulang. Sampai jumpa nanti, my Principessa Stronzo."

Lalu lagi-lagi laki-laki itu pulang dan menghilang tanpa sepengetahuan Squalo.

'Aneh.' Satu kata terlintas di pikiran Squalo.

"Squalo!" panggil seseorang dari belakang.

'Cih! Dia datang!'

Squalo membalikkan tubuhnya dan melihat Lussuria yang datang menjemputnya. Tapi sesaat setelah ia membalikkan tubuhnya, ia langsung merasa pusing dan lemas.

"Squalo!"

Squalo pun terjatuh dan pingsan.


2 jam kemudian..

"Uh? Dimana ini?"

Perlahan Squalo membuka matanya. Ia menengok ke kanan dan ke kiri-nya.

'Di kamar toh.' pikirnya dalam hati.

"Ara? Putriku? Kau sudah bangun rupanya." kata Mammon.

Squalo menengok kearah sumber suara.

"Ibunda?" tanya Squalo. "Apa yang ibunda lakukan disini? Bukankah ibunda sedang membantu ayah mengatasi keuangan kerajaan kita?"

"Ibu mendengar kabar kalau kau menghilang jadi ibu cemas. Tadi ibu mau mencarimu tapi saat ibu mau pergi, Lussuria kembali dan membawamu yang pingsan. Jadi ayahmu menyuruh ibu untuk merawatmu." jawab Mammon. "Sekarang bagaimana kondisimu?"

"Sudah mendingan kok. Ibunda kembali saja. Aku baik-baik saja kok." kata Squalo.

"Tidak apa-apa kok. Lagipula ada 2 hal yang ibu ingin tanyakan padamu." kata Mammon.

"He? 2 hal?" tanya Squalo dengan lemot dan tampang cengo. *author masuk RS krn ditebas Squ-chan*

"Ibu ingin kamu jujur." kata Mammon dengan tampang serius. "Apa yang kau lakukan dihutan dan darimana kau dapatkan surat ini?" lanjut Mammon sambil menunjukkan surat yang tadi Squalo dapat dari laki-laki itu.

"Etoo~ aku bertemu seseorang di hutan kemarin. Trus dia menolong aku yang tercebur kedalam danau dan memberikan aku jubahnya supaya aku tidak kedinginan. Lalu, tadi saat aku mau mengembalikan jubahnya, dia memberiku surat ini." Jawab Squalo.

"Oh, lalu kau tahu siapa orang itu?" tanya Mammon.

"Entahlah, mungkin dia hanya rakyat biasa yang tinggal di dekat sana?" jawab Squalo asal pada Mammon.

"Tidak mungkin. Surat ini berlambangkan tanda Kerajaan Vongola." kata Mammon dengan tampang bingung.

"Hahi?(?) Apaan tuh, lambang Kerajaan Vongola?" tanya Squalo dengan tampang lemot dan bloon mode on-nya.

"Disini tertulis : Kami dari Kerajaan Vongola mengundang kalian semua untuk menghadiri pesta dansa yang diadakan pada tanggal Log2 bulan CosTan-1." kata Mammon *maaf author lagi gila gara-gara belajar logaritma*. "Eh, ada kertas tambahannya? Tulisannya : Kau harus datang! Dari pangeranmu."

'Pasti si sialan itu yang nulis kertas tambahan itu.' pikir Squalo.

"Kita harus pergi! Ini undangan istimewa! Ibu akan memberitahu ayahmu" kata Mammon dengan semangat dan segera berlari meninggalkan Squalo sendirian.

"Ibunda uda gila ya?" kata Squalo sambil bengong memikirkan pesta dansa itu.

Sementara itu di Kerajaan Vongola.

Seorang pria sedang duduk di balkon sambil meminum wine-nya. Ia menatap langit dan tersenyum licik.

"Kutunggu kau, my Principessa Stronzo."


Cathz : selesai~ uda tepar nih~ dari jam 3 kerjainnya baru selese sekarang..

Kuma : itu pake nonton KHR dulu kan?

Cathz : Cih, ketauan..

Kuma : ya iya lah, lu kan kalo abis nonton suka senyam senyum sendiri liatin Hayato.

Cathz : kuma juga kalo liatin Hibari langsung senyum.

Kuma : ...

Cathz : Uda deh, Fran-san! Revieww!

Fran : *langsung nengok* minna-san, review onegaishimasu.

Cathz : makasih uda mao bacaa! maaf kalo ada kesalahan!

Fran : kok dikit amat bagian gue?

Cathz : abis mo gimana? Udah sono pulang.

Fran : *langsung pulang karena uda bosen*

Kuma : jangan lupa ripiu ya minna-san!

Announcement : Minggu depan aku gak apdet SS ma SoM ya! Aku mau liburan!

Selamat Berlebaran bagi yang merayakan!