Met kenal semuanya,, Aku Parfait-Neko..
Aku nggak buat Yaoi, Straight dulu deh..
Lain kali saja aku buat Yaoinya ya..
Aku tidak bisa berbasa-basi lagi, jadi langsung saja membaca fanfic-ku ini. Sankyuu..^^
-oooooOOOooooo-
Disclamer : Naruto © Masashi Kishimoto
Pairing : SN a.k.a SasukexFemNaruto
Genre : Romance
Rated : T
-oooooOOOooooo-
PROLOG
Uchiha Sasuke adalah salah satu pewaris Uchiha Corporation selain kakaknya Uchiha Itachi. Sasuke termasuk orang yang memiliki segalanya, kekayaan, ketampanan, harga diri dan martabat. Bisa dibilang dia adalah orang yang paling sempurna. Dengan kekayaannya, dia mampu membeli apapun yang ia mau, bahkan orang-orangpun bertekuk lutut padanya. Sedangkan dengan ketampanannya, dia mampu memikat hati para gadis di seluruh dunia. Mata Onyx yang hitam itu mampu membuat para gadis jatuh cinta bila ditatap dengan matanya itu.
Namun di usianya yang sudah cukup untuk memiliki pendamping ini, dia belum memikirkan siapa yang pantas untuk menjadi calon pendamping yang akan menjadi istri maupun nyonya besar di keluarganya. Menurutnya, semua wanita yang ia kenal hanyalah seonggok daging yang mengincar harta dan kepuasan batin semata. Dan tak ada satupun wanita yang mampu menarik hatinya.
Hingga sang Ayah pun mempunyai sebuah rencana untuknya. Fugaku, sang Ayah memberikannya beberapa lembar foto wanita untuk dipilih menjadi calon istrinya. Namun tak ada satupun wanita yang di foto itu mampu menggoyahkan hatinya. Hingga suatu hari Ayahnya pun mulai kesal dengan keputusan Sasuke yang selalu menolak calon yang ia pilih untuknya. Akhirnya Fugaku memberinya sebuah pilihan untuknya, yaitu :
Kau harus memperkenalkan calon istrimu dalam jangka waktu 3 hari.
Jika kau tak kunjung menikah dan memperkenalkan calon istrimu padaku, jangan harap aku akan mewariskan seluruh hartaku padamu.
Dan jika kau belum menepatinya, aku akan memberikan hak warismu pada Itachi.
Sasuke pun mulai bingung, dia tak ingin memilih wanita sembarangan untuk dijadikan istri. Maka dari itu dia menyuruh pengawalnya sekaligus orang kepercayaannya untuk mencarikan seorang wanita yang mampu diajak berbisnis dengannya.
"Neji, kau tahu apa yang kumaksud. Jadi segera carikan aku wanita dalam jangka waktu 3 hari. Tapi ingat, jangan mencari wanita dari keluarga yang terpandang." sahut Sasuke menyuruh Neji, orang kepercayaannya untuk mencarikannya seorang wanita. "Kalau kau sudah mendapatkannya, segera lapor padaku."
"Baik, tuan." jawab Neji mengerti apa yang dikatakan tuannya.
Neji pun langsung pergi mencarikan seorang wanita untuk tuannya.
-oooooOOOooooo-
"Hoi, kembalikan bajuku Gaara! Kau sudah meminjamnya selama seminggu!" teriak seorang wanita di jendela lantai atas kontrakkan yang mulai reyot itu pada temannya yang mulai berjalan pergi ke arah jalan besar samping kontrakkannya. Hanya dengan balutan handuk menutupi dada hingga pahanya, dia mulai mengoceh ria di beranda kamarnya. Walau banyak orang yang mulai meliriknya dengan tatapan nafsu serta jijik padanya.
"Besok akan kukembalikan! Aku mau bertemu pacarku dulu." balik teriak Gaara pada Naruto sahabatnya yang sedari tadi sudah mengomel ria karena baju yang ia pinjam tak kunjung dikembalikan.
"Haaa? Pacar baru, ya?"
"Cerewet! Cepat pakai bajumu sana!" sahut Gaara sambil pergi meninggalkan Naruto.
Naruto pun langsung kembali masuk ke dalam kamarnya dan segera memakai baju seksinya. Hari ini dia sedang libur untuk melayani tamu yang sudah memesannya, asal kalian tahu, Naruto adalah seorang wanita panggilan yang menjual diri untuk uang. Baginya uang adalah segalanya dan segalanya butuh uang, hanya dengan menjual tubuhnya dia bisa mendapatkan cukup uang untuk menghidupi dirinya sehari-hari.
Siang itu Naruto sedang duduk di beranda dengan segelas jus orange di tangannya, sambil menghisap sebuah rokok dan sesekali kepulan asap keluar dari bibir mungilnya. Dan dia tak sadar bahwa ada seseorang yang tengah memperhatikan aktivitasnya.
-oooooOOOooooo-
Siang itu mobil sport hitam yang dikendarai Neji masuk ke sebuah gang sempit yang kumuh. Karena jalan yang macet, dan Sasuke yang harus segera kembali ke kantor untuk rapat, Neji pun memutuskan untuk mencari jalan lain tapi dia malah tersesat dan masuk ke sebuah gang sempit di pinggiran kota. Karena mobil yang susah berjalan, akhirnya mereka pelan-pelan masuk ke dalam gang itu. Sungguh suasana yang tak pantas dilihat untuk seorang Uchiha, tempat yang kumuh dengan wanita-wanita jalang di dalamnya. Namun ada sesuatu yang membuat Sasuke mengadah ke atas, pemandangan yang begitu berbeda dari pemandangan di sekitarnya. Sasuke mulai membuka pintu mobilnya dan hampir menanjakkan kakinya di tempat itu.
"Tuan, anda tidak bisa ke sini. Lebih baik kita kembali." ucap Neji pada tuannya.
"Memangnya kenapa?"
"Maaf, di sini adalah tempat berkumpulnya wanita-wanita penghibur."
"Maksudmu pelacur?"
"Iya, tuan."
"Tidak, Neji. Lebih baik kau saja yang kembali, ada sesuatu yang harus aku lihat. Lalu tolong kau urus rapat untuk hari ini." perintah Sasuke.
"Baik, tuan." Neji pun menggangguk dan menyanggupi perintah tuannya, karena perintah tuannya adalah mutlak untuknya.
Sasuke pun mulai turun dari mobilnya dan mulai mendekati seorang wanita yang ada di sebuah kontrakkan yang kumuh itu. Dan wanita itu adalah Naruto, seorang wanita panggilan yang sedang bersantai ria di beranda kamarnya. Sedangkan Neji, dia mulai menyetir mobilnya meninggalkan tempat itu.
Sasuke masih melihat Naruto dengan tatapan yang aneh, entah ada suatu perasaan apa yang menyuruhnya untuk mendekatinya. Dia masih menatapnya dengan aneh, hingga memutuskan untuk memanggilnya.
"Hei! Hei, kau yang di atas sana!" panggil Sasuke. Sedangkan orang yang bersangkutan hanya cengok mencari asal suara yang memanggilnya. Dan akhirnya Naruto pun melihat sesosok laki-laki berdiri di bawah yang sedang menatapnya.
"Aku?" tanya Naruto menyakinkan dirinyalah yang dipanggil. "Hari ini aku sedang libur, tuan! Lain kali saja." sahut Naruto dari atas beranda kamarnya.
"Lebih baik kau turun dulu. Ada yang ingin aku bicarakan."
"Baiklah." Naruto pun segera mematikan rokoknya dan menaruh gelasnya di atas meja, lalu turun menghampiri Sasuke.
Setelah dia turun dan mendekati Sasuke, dia pun mulai kaget melihat Sasuke yang berpakaian rapi memanggil dirinya.
"Aku langsung saja, aku ingin kau menemaniku seharian penuh hari ini."
"Maaf, tuan. Sudah aku bilangkan tadi kalau aku sedang libur hari ini. Jadi aku.." sebelum Naruto menyelesaikan bicaranya, Sasuke pun memotong pembicaraannya.
"Aku akan membayarku sepuluh juta untuk seharian ini."
Mendengar itu pun Naruto mulai cengok, mulutnya mulai terbuka dan tak bisa tertutup, matanya melotot seperti mata ikan.
"Se..sepuluh juta?" sahut Naruto kaget.
"Hnn, atau kurang?"
"Cu..cukup! Itu sudah lebih dari cukup!" jawab Naruto shock. "Baiklah. Hanya untukmu, tuan. Aku memberikan waktu liburku untukmu. Tapi asal tuan tahu, aku akan memberikan tubuhku, tapi hanya bibirku yang tak akan aku berikan. Aku tidak mau berciuman, walau ciuman biasa atau frenskiss sekalipun. Kau setuju, tuan?"
"Hnn.."
Setelah perjanjian disepakati, Sasuke pun mengajak Naruto ke sebuah hotel berbintang. Dan sesampainya di sana, semua orang mulai melirik dan mencuri pandang menatap Naruto. Semua orang mulai berbisik-bisik membicarakan wanita itu. Wanita penghibur yang berani masuk ke dalam hotel ternama.
"Tuan, hotel biasa sudah cukup. Kenapa kita.." sahut Naruto mulai bingung.
"Tidak usah menaggapi orang-orang yang melihatmu." ketus Sasuke dingin.
"Hufh.." sungut Naruto sambil menggembungkan kedua pipinya. Kemudian Sasuke pun memesan kamar untuknya, dan setelah selesai merekapun langsung menuju ke kamarnya. Saat ingin naik liff, ada sepasang suami istri yang memperhatikan Naruto dari segi penampilan dan dandanan yang menggoda itu. Melihat itu Naruto semakin kesal dibuatnya, dia mulai menaikkan salah satu kakinya dan menyandarkannya di dinding, lalu sedikit demi sedikit mulai membuka rok mininya. "Sayang, sepertinya ada semut yang masuk ke dalam celana dalamku." gumam Naruto. Dan setelah liff terbuka, Naruto pun masuk duluan dan di susul Sasuke. Sedangkan pasangan suami istri itu hanya diam dan tak berani masuk ke dalam liff. Dan terdengar sayup-sayup sang istri mulai memarahi suami yang sedari tadi melihat Naruto. "Maaf tuan, aku mulai kesal melihatnya." kata Naruto. Sedangkan Sasuke hanya diam saja. Sesampainya di kamar yang sudah Sasuke pesan barusan, Naruto mulai senang melihat kamar yang sangat luas dibanding kontrakkannya itu. Kamar yang begitu megah dan indah itu benar-benar membuatnya senang. Naruto mulai berlari-lari menyusuri satu persatu sudut-sudut ruangan dan sedangkan Sasuke mulai duduk di sebuah sofa yang empuk.
"Kau bisa berbuat apapun di sini. Terserah kau mau melakukan apa. Jika kau lapar, kau bisa memesan makanan lewat telepon itu, itu akan menyambungkanmu ke resepsionis." kata Sasuke.
"Benarkah? Wah, senangnya." jawab Naruto senang. Lalu tiba-tiba Naruto duduk di pangkuan Sasuke membuat Sasuke sedikit terkejut. "Ne, tuan~ Aku tahu kau adalah orang kaya dan terpandang, tapi kenapa kau mau melakukan hal ini dengan wanita murahan sepertiku? Kaukan bisa memilih wanita yang lebih baik dariku. Kau itu tampan, kaya dan memiliki semuanya, tapi aku heran, kenapa kau bisa memilihku?" tanya Naruto pada Sasuke.
"Tidak usah berbicara yang aneh-aneh. Kau tak berhak mencampuri urusanku, cukup kau menemaniku dan aku akan memberikanmu uang."
"Hmm~" sungut Naruto sedikit kesal. Ini memang bukan urusannya, hanya dengan Sasuke memberinya uang saja itu sudah cukup. "Kalau begitu, kau mau pilih yang mana?" tanya Naruto sambil menyodorkan beberapa alat pengaman pada Sasuke. "Bukannya aku terlalu mementingan keamanan, sih. Aku hanya.."
"Sudah malam, lebih baik kau tidur." kata Sasuke dan mulai berdiri dari duduknya.
"Heh? Bukannya kita akan melakukan hal itu?"
"Tidurlah."
"Hei, tuan. Kaukan sudah membayarku."
"Aku memang membayarmu, tapi bukan untuk melakukan seks. Beristirahatlah. Besok aku akan menjelaskan semuanya."
"Tapi,.. Ya sudahlah." Naruto pun mulai menyerah untuk mendapatkan penjelasan dari Sasuke, dan akhirnya memutuskan untuk tidur.
Lalu Sasuke pun menelpon Neji, orang kepercayaannya.
"Neji, Tolong besok siapkan makan malam di rumah utama dan bilang kepada Ayah kalau aku akan ke sana membawa apa yang ia inginkan." ucap Sasuke.
"Baik, tuan."
-oooooOOOooooo-
To Be Continued…
Hehehe,,
Sampai ketemu di Chapter selanjutnya, ya.
Akan kuusahakan untuk secepatnya mengupdatenya..
Salam hangat..
