Terima kasih minna udah menyempatkan mereview fanfic-ku ini.
Aku ucapkan benar-benar terima kasih yang sudah meninggalkan jejak review di sini.
Hehehe.. xD
Lebih baik kita lanjutkan saja, ya fanfic ku ini..
Silahkan membaca..
-oooooOOOooooo-
Disclamer : Naruto © Masashi Kishimoto
Pairing : SN a.k.a SasukexFemNaruto
Genre : Romance
Rated : T
-oooooOOOooooo-
-FOR YOU-
Pagi yang cerah mulai menerangi sebuah kamar hotel berbintang itu. Mentari yang hangat mulai membangunkan seorang gadis dengan pakaian seksi di atas ranjang yang begitu besar dan empuk. Terdengar sebuah suara orang sedang makan yang membuatnya harus terbangun dari tidurnya. Dia pun mulai terbangun dari tidurnya yang begitu nyenyak hingga hari sudah menjelang siang. Lalu gadis itu berdiri dan menghampiri asal suara itu. Terlihat seorang laki-laki yang duduk sambil menyantap sarapannya dengan sopan, sedangkan gadis itupun mulai mendekati laki-laki itu.
"Hei tuan, kenapa kau tak membangunkanku?" tanya Naruto pada Sasuke.
"Aku sudah membangunkanmu satu jam lalu. Tapi kau masih saja tidur seperti orang mati, jadi aku malas membangunkanmu." sungutnya.
Mendengar itupun Naruto hanya bisa menggembungkan kedua pipinya lalu duduk di atas meja makan yang sedang Sasuke pakai.
"Ne~ Tuan,."
"Sasuke, kau cukup memanggilku Sasuke. Dan bisakah kau duduk di tempat yang benar? Banyak kursi kosong di sini."
"Ah, sorry." ucap Naruto meminta maaf walau dengan tawa kecil yang menyertai rasa salahnya itu. Lalu dia pun duduk di kursi dengan kakinya memanjat di sela-sela kaki kursi hingga terlihat cara duduk yang tidak sopan. Sedangkan dirinya mulai mencomot makanan yang berada di hadapannya itu. Walau begitu, Sasuke hanya diam saja melihat pemandangan tak senonoh yang tersaji di hadapannya itu. "Ne~ Sasuke, kau belum tahu namaku? Namaku,."
"Dobe! Aku hanya akan memanggilmu Dobe!" potong Sasuke.
"Heh! Baka teme!" sekilas Naruto kesal, hingga berdiri dan menggebrak meja makan di depannya. "Namaku Uzumaki Naruto! U-zu-ma-ki Na-ru-to!" teriak Naruto kesal dengan Sasuke yang seenaknya memberikannya nama panggilan.
"Aku akan menjelaskan semuanya padamu." katanya penuh ketenangan. Mendengar itu Naruto pun kembali duduk di kursinya. "Aku akan menyewamu selama seminggu, dan kau harus mengikuti semua perintahku."
"Ne~Sasuke, bukankah perjanjian kita hanya sehari saja?"
"Aku akan membayarmu, seperti kesepakatan kita kemarin. Perhari sepuluh juta."
" Tu-tunggu teme! Kau serius membayarku sepuluh juta perhari? Berarti sepuluh juta dikali tujuh? Itu angka yang sangat banyak! Kalau kau hanya menginginkan tubuhku, itu tak masuk akalkan?" sahut Naruto kaget dan bingung. Hingga lupa untuk menelan makanan yang masih berada di dalam mulutnya.
"Aku hanya menginginkan kau berpura-berpura menjadi kekasihku selama seminggu, dan setelah itu aku akan membayarmu. Lalu ini ada uang sepuluh juta, dan belilah pakaian yang pantas untuk acara makan malam nanti, kau akan kuperkenalkan dengan Ayahku. Dan jagalah cara bicara dan sopan santunmu itu." kata Sasuke sambil menyodorkan uang sepuluh juta di atas meja, lalu mulai berdiri dari kursinya. "Siang ini aku ada rapat, dan kau bisa membeli baju sesukamu. Aku akan menjemputmu nanti malam." tambah Sasuke, lalu mulai beranjak pergi meninggalkan Naruto.
"Sasuke." panggil Naruto. Dan Sasuke pun membalikkan badannya menghadap suara yang memanggilnya. "Dasimu miring." timpalnya. Lalu Sasuke membenahi dasinya yang miring, namun sudah beberapa menit dasipun masih saja tak tertata rapi. "Biar aku yang benarkan." ucap Naruto sambil membenahi dasi Sasuke. "Nah, kalau beginikan rapi."
"Hnn.." gumamnya lalu pergi bergitu saja. "Dan satu lagi, jangan pernah sekalipun mengangkat telepon dari siapapun yang menelpon ke sini."
Dan beberapa saat Sasuke pergi dari kamar itu, Naruto pun mulai tertawa lebar dan senang. Lalu mulai berlari-lari dan menjatuhkan diri di sebuah ranjang empuk tempat tidurnya semalam. Kemudian Naruto pun menelpon Gaara, sahabatnya.
"Halo Gaara, ini aku Naruto."
"Naruto? Kau kemana saja semalaman ini?"
"Aku ada pelanggan. Tahu tidak, aku dikontrak selama seminggu dengan bayaran sepuluh juta perhari ditambah lagi uang untuk membeli baju."
"Hah, gila! Yang benar saja, kau tidak bohongkan?" sahut Gaara tak percaya.
"Aku tidak berbohong, ini saja aku sedang di hotel berbintang."
"Apa dia sudah membayarmu?"
"Belum, tapi seminggu sesudahnya dia akan membayarku jadi untuk beberapa hari ini aku tidak akan pulang."
"Oh, begitu. Tapi hati-hati, ya. Jaga dirimu baik-baik."
"Hmm~ kau juga." Dan setelah itu Naruto menutup teleponnya. Kemudian beberapa detik pun telepon bordering dan Naruto pun mengangkat telepon itu. "Halo?"
"Jangan mengangkat telepon sembarangan." ucap seseorang di telepon itu dan orang itu adalah Sasuke.
"Kau yang menelponku!" gertak Naruto.
"Hnn, kau sudah membeli baju?"
"Belum, setelah ini aku akan membelinya."
"Oh, sekali lagi jangan mengangkat telepon dari siapapun."
"Iya." Dan setelah telepon itu ditutup oleh Sasuke, tiba-tiba telepon itu kembali berdering dan Naruto pun mengangkatnya kembali. "Halo?"
"Sudah kubilang jangan mengangkat telepon dari siapapun." ucap Sasuke mempermainkan Naruto.
"Makanya kau jangan menelponku!" sungut Naruto kesal.
"Hnn," kemudian Sasuke kembali menutup telepon itu dan tidak menelpon Naruto kembali. Entah sejak kapan dia mulai tersenyum sendiri jika mengingat kelakuan Naruto itu. Hal itu bisa membuatnya tertawa dan senang untuk mempermainkannya terus menerus. Namun di balik senyumannya itu, dia tak bisa memperlihatkannnya pada siapapun.
-oooooOOOooooo-
Siang itu Naruto mulai berjalan menuju kota dan mencari butik pakaian yang terkenal di kota itu. Dia ingin tampil secantik mungkin untuk orang itu, karena ini adalah perintahnya. Lagipula bayaran untuknyapun tak hanya sedikit, makanya dia ingin membuat Sasuke senang pada dirinya walau dalam hal sekecil apapun. Setelah menemukan toko yang dimaksud, Naruto pun langsung masuk begitu saja dan melihat-lihat baju yang akan dia beli untuk acara nanti malam. Gaun yang begitu indah dan casual sudah terpampang di depan mata, namun dia tak sadar bahwa beberapa pasang mata telah memperhatikannya dengan tatapan yang menghina dan merendahkan.
"Bisa saya bantu, Nona?" ucap salah satu servant di butik itu.
"Ah, berapa harga baju ini?" tanya Naruto.
"Itu sangat mahal."
"Aku bisa membelinya, berapa harganya?" tanya Naruto sekali lagi.
"Itu mahal sekali, Nona. Kau tidak akan mampu membelinya." sahut pemilik butik itu pada Naruto dengan nada merendahkan. Naruto hanya terdiam bisu mendengar ucapan orang itu. "Wanita sepertimu tidak cocok membeli baju di butik kami." timpalnya hingga membuat Naruto kesal dan pergi dari butik itu sambil menahan air mata yang mulai keluar.
Akhirnya Naruto memutuskan untuk kembali ke hotel, namun saat di dalam hotel dia tidak sengaja melihat Sasuke yang sedang duduk bersama rekan bisnisnya. Dengan sikap Naruto yang seperti itu, dia pun menghampiri Sasuke dengan polosnya.
"Sasuke, bagaimana ini? Aku tidak diperbolehkan masuk ke dalam toko. Aku diusir dari toko itu." rengek Naruto. Mendengar itu Sasuke terkejut melihat kedatangan Naruto yang merusak rapat bisnisnya itu. Sasuke pun menarik tangan Naruto, dan mengajaknya pergi.
"Neji, tolong gantikan aku." sahut Sasuke menyuruh Neji menggantikannya di dalam rapat itu.
"Baik Tuan."
Kemudian Sasuke menarik Naruto keluar dari hotel itu dan mengajaknya pergi ke butik yang mengusir Naruto barusan. Sesampainya di sana, semua pelayan termasuk pemilik toko menyambut kedatangan Sasuke dengan sopan dan senang. Namun pelayan-pelayan itu termasuk pemilik butik itu terkejut melihat Sasuke yang datang bersama Naruto, orang yang mereka usir barusan.
"Bisa saya bantu, Tuan?" sambut pemilik toko dengan sopannya.
"Apakah orang ini yang mengusirmu, Dobe?" tanya Sasuke pada Naruto, sedangkan Naruto hanya diam dalam kebingungan. "Tolong layani Nona ini dengan layanan yang terbaik dan sopan. Hari ini aku bisa memaafkanmu, dan jika kau mengulangi kejadian ini lagi, aku tidak akan segan-segan lagi untuk kapan saja membuka toko baju di samping tokomu."
"Tapi Nona ini," sahut salah satu servant di toko itu.
"Diamlah!" bentak pemilik toko itu. "Maafkan kami, Tuan. Kami,"
"Mintalah maaf padanya."
"Maafkan kami Nona, kami tidak bermaksud begitu."
"Ya, tidak apa-apa." jawab Naruto.
"Tidak usah berbasa-basi lagi, cepat layani Nona ini. Berikan gaun dan sepatu yang terbaik di toko ini." perintah Sasuke.
Akhirnya setelah Sasuke turun tangan, Naruto pun dilayani dengan baik dan sopan. Semua orang memperlakukannya bak seperti Ratu, dalam sekejab semua menjadi tunduk dengan satu kata Sasuke. Walau Naruto tahu dia mengancam pemilik toko ini dan akan membuatnya bangkrut.
Dan setelah Naruto mendapatkan apa yang semua ia butuhkan, Sasuke pun mengantarkan Naruto kembali ke hotel dan berjanji akan menjemputnya kembali nanti malam. Lalu Sasuke kembali ke rapat bisnisnya yang sempat tertunda barusan.
-oooooOOOooooo-
Malam harinya, Naruto berdandan secantik mungkin untuk acara dinner yang dibuat oleh Sasuke. Karena dirinya akan diperkenalkan kepada Ayahnya sebagai seorang kekasih. Lalu beberapa menit kemudian Sasuke datang menjemputnya di kamar. Dan saat Sasuke membuka pintu kamar itu, ia mulai terdiam saat melihat seorang wanita tengah berdiri di hadapannya. Dengan busana yang memikat dan menggoda, gaun hitam berenda yang terurai indah membungkus setengah kakinya dan sepatu hak tinggi yang membuatnya tampak ellegan. Dan rambutnya memang sengaja disanggul ke atas agar cocok dengan gaunnya malam ini. Itu semua membuat seorang Sasuke mampu tercengang melihat dandanan Naruto yang membuatnya tampak berbeda dari sebelumnya.
Kemudian Naruto menggandeng tangan Sasuke dan mulai turun ke arah lobi dimana mobil sport hitamnya tengah di parkir dengan seorang supir di dalamnya yang tak lain dan bukan adalah Neji. Lalu Neji mengantarkan mereka ke kediaman keluarga Sasuke, dimana Ayah dan Kakaknya Itachi ada di sana.
Setengah jam kemudian. Mereka akhirnya sampai di kediaman keluarga Sasuke. Neji pun membuka pintu mobil dan mempersilahkan Naruto dan Sasuke turun dari mobil itu.
"Ne~ bagaimana kalau ada yang mengenalku?" tanya Naruto cemas.
"Tidak ada yang akan mengenalimu. Bersikaplah seperti biasa, tapi tetap jaga sopan santunmu." Kata Sasuke.
Naruto begitu cemas dan kaku saat dirinya sampai di depan rumah kediaman keluarga Sasuke ini. Dia takut jika ada orang yang akan mengenali dirinya, tubuhnya mulai bergetar dan dia takut akan salah tingkah jika sudah berhadapan di depan orang yang disebut Ayah itu.
-oooooOOOooooo-
To Be Continued…
Akhirnya Chapter 2 selesai juga,,
Semoga Aku bisa segera mungkin menyelesaikan Chapter 3..
Dan aku terima kasih sudah membaca fanfic ku ini,,
Sampai jumpa di Chapter selanjutnya..
Arigatou Gozaimasu.. n_n/
