Yosssshh! Hosssh! Cuape bis lari-lari maratoon 1 meter.

Kembali lagi dengan ruu, yang mengakui bahwa dirinya adalah author paling GAJE.

Hahaha… daripada ngaku paling cuantik, kan dusta bangetz!

Sepertinya untuk fic chapter 3 berikutnya, ruu bakal bikin lebih ke Humor.

Ruu lagi dikasih ujian nih sama Erika senpai. Senpai yang satu ini berhasil dengan sukses besar bikin ruu mencret-mencret (maaf klo ruu ngomongnya aga seksi. *buugh* maksudnya agak jorok)

Okeh chapter sekarang ruu bikin special buat Senpai-senpai yang udah ngasih review buat fic ruu yang aneh.

Tapi chapter ini khusus buat Erika-chan Kaoru Senpai! (smoga suka senpai!)

Special thanks: Kikoyoe aoi hinamori, Sader 'Ichi' Safer 'ichirugiran' kyo senpai, ojou-chan, Rio-Lucario senpai, Erika-chan Kaoru senpai , Ichi Nightray senpai, yuuna hihara senpai, SoraHinase senpai, Thia2rh. ChikyuLupHJJ, erikyonkichi.

Disclaimer: Bleach tuu punya aku… sayangnya direbut dengan nista oleh mas TITE KUBO (nangis gajeee)

Pairing : always Ichigo X Rukia

Is Hard To Say I LOVE YOU

~chapter 3~

"Nani? Aku meninggalkan shode di kantor, bodoh kau Rukia!" kata Rukia yang langsung berlari ke kantornya yang berada di divisi 3. Rukia ingat meninggalkan pedangnya di ruang kerjanya. Tepatnya disamping kursi kerjanya. Dasar cewek ceroboh. (author dibekem rukia)

Tidak berapa lama kemudian, Rukia pun sampai di kantornya. Walaupun cukup jauh dari tempat tadi, karena memakai shunpo yang kecepatanya tidak bisa dicerna NALAR. Rukia hanya memerlukan waktu sekejap untuk sampai di kantornya.

"Kuharap si Ichigo sudah pulang." harap Rukia sambil berjalan masuk ke dalam kantornya.

"Eeee, Rukia kenapa kamu balik lagi? Nyariin aku?" Tanya seorang yang suaranya sudah sangat-sangat dikenal Rukia.

"OhTuhan,Tuhanku, mahluk ini kenapa masih disini sih?" gumam Rukia yang menyesali kebodohanya karena harus kembali lagi kekantornya.

"Bukan urusanmu kan, Ichigo?" jawab Rukia singkat, sesingkat TUBUHNYA.

"Kenapa kamu dingin banget sih? Kamu bukan es batu kan?" Tanya Ichigo yang heran dengan sikap Rukia.

"Itu juga bukan urusanmu, kozo!" jawab Rukia santai khas 'nii-samanya'.

"Jawab dengan jujur, Rukia." ujar si Orange yang berjalan mendekati Rukia yang berada di depan meja kerjanya.

" Aku kembali kesini hanya mau menggambil pedangku yang tertinggal." jawab Rukia yang bingung sendiri kenapa ia bersikap begitu dingin kepada ichigo "Kau benar-benar bodoh, Rukia!" batin nya.

"Aku bukan bertanya kenapa kau kembali! Aku bertanya, kenapa kamu bersikap dingin kepadaku?" jelas Ichigo "Rasanya aku tak melakukan hal yang membuatmu marah?"

" Seharusnya aku yang bertanya padamu, Ichigo!" kata Rukia membalik pertanyaan pada si rambut Orange. Tanpa melihat Ichigo, Rukia berjalan menuju luar, Rukia berjalan menuju TKP favoritenya. (Eeeh, maksudnya taman kejadian perkara..hm…kayanya author perlu ditinju dulu biar SADAR..BUUghhhh..author udah sadar..trimz atas pukulanya.. kita lanjutkan)

"Haaah? Kenapa kau bertanya balik padaku? Jawab dulu pertanyaanku!" kata Ichigo sudah kesal tingkat tinggi.

"Kenapa selama ini kau menjauh dariku?" tanya Rukia yang melihat langit yang sudah benar-benar gelap. Hitam pekat. Coz ga ada bintangnya dan bulan nya malu-maluin, ngumpet dibalik awan, gak so sweet nie aah. Harusnya ini menjadi adegan super-super rooommaaaannntiiis tiiis.

Ichigo berjalan mendekati Rukia. Ia telah terbawa suasana. Pikiran nya yang selama ini ruwet kaya ORANG KEBELET itu, yang membuatnya ingin menjauh dari Rukia pun tiba-tiba kosong melompoong. Hanya ingin mendekat, mendekat sedekat mungkin menuju pemilik cintanya selama 10 tahun ini.

"Kau merasa begitu, Rukia?" Tanya Ichigo yang sekarang sudah berada tepat disampingnya.

"Menurutmu?" Rukia memalingkan pandanganya kearah Ichigo.

"Tolonglah, jawab pertanyaanku dulu." Pinta Ichigo seraya menatap mata Rukia. Ichigo menatap tajam mata violet milik Rukia. Rukia yang sadar bahwa kata-kata Ichigo tidak main-main alias tidak ada nada BERCANDA, langsung mengalihkan pandanganya lagi ke langit malam.

"Jika kau punya pacar di karakura, beritahu aku. Aku akan berkenalan dengannya dan menjelaskan hubungan kita." Jawab Rukia.

Ichigo yang kaget mendengar kata-kata Rukia, cuman bisa cengo plus mangap stadium 4, sampe-sampe dagunya jatuh kebawah.

Kolam yang berada di depan mereka, memantulkan cahaya yang mengalihkan pandangan Rukia ke kolam itu. Ternyata sang bulan sedang tertutup awan. Rukia pun mengalihkan pandanganya ke bulan yang baru nonggol 1/3 bagian itu.

"Hah? Pacar? Maksudmu aku!" sebelum Ichigo menyelesaikan kalimatnya, Rukia telah memotongnya dengan super cepat dan super tajam setajam SILET.

"Ich, kau lamban sekali sih! Kau tambah bodoh ya, Jeruk?" canda Rukia.

"Enak saja kau, midget! Aku tidak bodoh tau!" geram Ichigo.

"Hei! Jangan panggil aku MIDGET donk! Strawberry asem!" bentak Rukia yang marah karena si ichi mengatai kata-kata paling tabu se-dunia jagat. Sampe-sampe Iblis paling kuat pun tidak akan berani mengeluarkan'that words' ke adik ipar Kuchiki Byakuya itu.

Ya, mereka berdua jadi lupa dengan apa yang mereka bicarakan tadi. Pertengkaran mereka yang telah tertunda beberapa waktu, kembali SIARAN lagi. Walaupun mereka seperti 'benar-benar' bertengkar, didalam rongga dada mereka, mereka berdua merasakan hal yang sama yaitu, sama-sama merindukan pertengkaran ini.

"Cukup! Jangan menjelek-jelekan Ni-sama!" bentak Rukia dengan tatapan galaknya yang bisa membuat semua mahluk hidup TEPAR dan KEJANG-KEJANG. Sepertinya ejek-ejekan mereka telah sampai pada topic ni-samanya Rukia.

Ichigo yang merasa bicaranya yang suka gak pake 'FILTER' itu, untuk sekarang ini dia merasa berlebihan membicarakan ni-samanya Rukia.

"Maaf, maaf Rukia. Aku gak bermaksud menjelek-jelekan Byakuya kok!" ujar Ichigo yang sebenarnya merasa kalau si byakuya itu emang jelek. (Haduh aku menuang api dalam minyak. Emm…kayanya ada yang salah ya? Apa ya? Ah bodo amat!).

"Sudahlah! Untung kau STUPID, jadi untuk saat ini kutolerir kebodohanmu itu, Jeruk!" jawab Rukia yang tampangnya benar-benar senga kaya preman kapak merah. (reader tau gak senga tu apa? Kalau gak tau berarti cupu. Hahaha.. songong banget author ini).

Ichigo yang sebenarnya sudah terpancing lagi dengan kata-kata rukia yang benar-benar bisa membuat sang orange 'MEMBUNUH' orang yang mengatakan hal itu kepadanya.(Tapi gak mungkinlah Ichigo membunuh Rukia. Apa kata dunia?)

Ichigo lebih memilih menenangkan otaknya yang sudah menjadi gorengan paling garing, dibandingkan membalas kata-kata Rukia tadi.

Rukia merasa kata-kata nya sudah berlebihan sampai membuat si Orange terdiam.

"Hei, aku kan cuman bercanda! Masa gitu aja kau tersinggung, Ichigo?" Tanya Rukia.

"…" Tidak ada respon apapun dari si rambut jabrik.

'Krik,krik, krik' bunyi jangkrik telah bersenandung diantara kedua insan yang masih berada ditengah taman yang suasananya cukup romantis. Tapi sayangnya tidak di GUNAKAN, di OPTIMALKAN, di MAKSIMALKAN oleh kedua orang ini. Malam pun semakin kelam, bulan yang tadi nongol 1/3 itu sudah balik lagi ngumpet diawan. Pastilah dingin menguliti kulit-kulit mereka , namun sepertinya hal-hal yang telah disebutkan tadi tidak membuat mereka segera beranjak dari tempat itu.

"Hei, Ichigo." Panggil Rukia. "Kau belum menjawab pertanyaanku." Jelas Rukia yang ingin mengembalikan ke topic pembicaraan.

Otak ichigo langsung menerima kata-kata rukia, namun respon yang diberi Ichigo nihil. Dia hanya menatap wajah menawan milik mahluk yang paling indah bagi jiwa dan raga nya.

"Kenapa kau selalu berusaha menjauhiku?" Tanya Rukia. "Dulu, kau tidak begitu. Kau selalu ada disampingku." Rukia menghela nafas,lalu melanjutkan lagi, apa yang ia ingin katakan pada Ichigo.

"Kau selalu ada jika aku membutuhkanmu." Terang Rukia yang menundukkan kepalanya. Rukia pun memutar ulang memorinya, mengingat akan kebersamaannya dengan Ichigo. Dan Rukia yakin, dirinya maupun Ichigo benar-benar senang.

"Kau selalu membantuku, jika aku ada masalah, jika aku dalam kesulitan. Kau selalu ada, Ichigo." Kata Rukia yang masih memandang rumput hijau yang sekarang tidak terlihat indah karena gelapnya malam.

Ichigo hanya mendengarkan kata-kata yang terjun bebas dari Rukia tanpa mengalihkan pandanganya dari Rukia.

"Tapi, kenapa setelah perang berakhir, kau semakin menjauh?" Tanya Rukia yang kembali menatap mantap semuantab-mantabnya ke mata Ichigo. "Kau selalu bersikap konyol didepanku hingga membuatku marah. Kupikir kau memang tidak sengaja, dan kumaafkan saja. Dan kurasa dan kuanggap itu hal yang biasa." Rukia pun sepertinya masih ingin mengeluarkan perasaannya yang ia timbun dalam-dalam selama ini. Ia pun meremas-remas shihakushou bagian pahanya untuk menahan emosinya dan melampiaskan ke kain yang tidak bersalah.

"Tapi, jelas! akhir-akhir ini kau menjauhiku, Ichigo!" kata Rukia yang melangkahkan kakinya agar mempersempit pit pit jaraknya dengan Ichigo.

"Aku, aku hanya." Terang Ichigo yang merasa mulutnya dilem power glue. Tangannya bergerak ke rambut jabriknya, lalu menggaruknya walau tak terasa gatal. (ichi kan ga ada kutunya, jadi gak gatal dumz, ketombean kalee)

"Hanya apa Ichigo! Hanya apa? Kau takut ada salah paham antara aku dan pacarmu itu? Makanya, kubilang kenalkan aku padanya!" bentak Rukia yang suarnya bisa membangkitkan orang mati. Dia menahan amarah yang lagi ngegolak di hatinya itu. Entah bagaimana perasaan Rukia, yang sebenarnya GAK MAU berkata 'kenalkan aku, padanya!'. NAJIS MUGGOLADOH BANDGET!

Ichigo yang merasa mendengar kata-kata 'PACAR' langsung mengerti inti persoalaan yang dibicarakan Rukia dari awal.

"Bukan, bukan begitu! Aku tidak punya pacar kok." Jelas ichigo muaaanteep tenan.

"Lalu apa, Ichigo? Kenapa kau menjauhiku? Kurasa kita dulu saling mengerti satu sama lain." Ujar Rukia yang tanpa malu mengatakan 'saling mengerti'. (cie..cie..ckckckc..anak jaman sekarang gada malunya!*Dicincang Rukia)

"Tapi sekarang, aku tak mengerti dirimu, Ichigo!" kata Rukia yang kembali menatap mata amber milik Kurosaki Ichigo.

Ichigo hanya terbelalak melihat dan mendengar kata-kata yang keluar langsung dari hati Rukia. Ia tidak menyangka bahwa Rukia berpikiran sampai sejauh itu. Ini semua terjadi karena KEBODOHAN seorang Kurosaki ichigo yang merasa kesulitan meungkapkan sebuah kalimat C.I.N.T.A kepada seorang yang sudah jelas-jelas mengharapkanya. Ya, gak jelas-jelas banget sih.

Sekarang otaknya sedang berpikir keras. Dan menyadari yang dilakukanya selama ini SALAH BANDGET. Seharusnya dengan kesalahan begini tu Ichigo udah di tembak mati kaya teroris begitchu. Nie ya, harusnya dia sudah mengatakanya dari dulu, saat dia merasa yakin bahwa perasaannya terhadap Rukia itu benar-benar ada.

"Ayo jawab! Kurosaki Ichigo!" bentak Rukia yang mengetarkan surga dan neraka.

"Ichigo! Jawab!" bentak Rukia lagi. Kayanya Hueco Mundo dah lenyap deeh.

"Kau punya mulut kan? Kurosa~ Hmmmp!"

Tiba-tiba kata-kata Rukia terpotong karena mulutnya telah ditutup oleh sebuah telapak tangan milik Ichigo.

"Kumohon, jangan memanggilku begitu, Rukia." Pinta ichigo seraya melepaskan tangannya dari mulut Rukia.

Hohoho, padahal aslinya Ichigo gak mau ngelepasin tanganya. Coz ini pertama kalinya menyentuh bibir super imuutz Rukia. Tapi, Ichigo khawatir kalau nanti Rukia menggigit tangannya, bisa bener-bener jadi orang CACAT seumur hidup deh. (bukanya khawatir Rukia bakal sulit bernafas ya? Aneeh).

"Makanya kau jawab! Jangan diam saj~"

Grep…

Kata-kata Rukia kembali terpotong. Namun berbeda dengan kejadian tadi. Ichigo tidak mebekam mulut kecil Rukia, melainkan menggengam kedua tangan Rukia. Ia menggengam tangan Rukia sangat kuat. Lalu kedua tangan itu ditarik ichigo, sehingga mempertipis pis pis jarak mereka.

"Ichi..?" Rukia hanya kebingungan melihat tingkah si Ichigo.

Jantung Rukia semakin berdetak kencang kaya lagi kebelet pipis ( Kok gitu? Ya iyalah deg-degan takut ngompol gitchu.. *ditampar abis-abisan sama Rukia).

Bukan hanya karena Ichigo memegang kedua tanganya, tapi karena ia tahu dan mengerti kalau saat-saat seperti ini tuh saat seseorang mau menyatakan C.I.N.T.A

"Ru, Ru…Ruki..emmm..itu" kata Ichigo geragapan yang gagapnya melebihi orang tergagap SEDUNIA.

"Itu apa, Ichi? Tanya Rukia yang pura-pura MALU, karena sebenarnya kesarafan malu milik Rukia tuh dah putus sejak purbakala.

"Itu, itu..emmm..itu" kata Ichigo yang mukanya sudah kaya mie rebus yang kebanyakan kecap.

"Iya? Apa?" kata Rukia sambil pura-pura bego.

Gleeeek…

Ichigo menelan salivanya yang bentar lagi kering kerontang.

"Errrr…errr…" kata Ichigo yang mulutnya sekarang susah digerakan. KUKAKAKU gitu.

"Haah?"

"Emm…Itu…Errr…ya itu.." kata Ichigo yang merasa otaknya sudah tak berfungsi dengan baik. Gemetaranya udah mencapai orang SEKARAT.

Air terjun Niagara sekarang sudah pindah ke pelipis Ichigo, dan suakit perut yang menyerangnya laksana serangan jantung dadakan. Ini gara-gara makan jeruk busuk plus buras busuk kesukaan Ichigo. Ichigo dapet dari Urahara yang katanya kedua makanan LAKNAT itu bekas selametan Urahara buka toko cabang baru. Walaupun Ichigo tau itu makanan udah pada BUSUK, tetep aja dimakan. Ichigo merasa perutnya dicekek abis-abisan sampai berpikir ' lebih baik gw mati aja deh, daripada kesiksa begini'.

Namun, ia mendapat pertolongan dan support dari batinya sendiri.

"AYO KATAKAN ICHIGO!KATAKAN! KAU LAKI-LAKI KAN? LUPAKAN DERITA GROGI &SAKIT PERUTMU! AYOOOO SEMANGAAAAT 45! KIBARKAN BENDERAMU! Batin ichigo.

"A…aaa…aaaaa" ternyata tidak seperti batin Ichigo yang sudah berkoar-koar DAHSYAT semangat. Ternyata aslinya 100%, 360 derajat, BERBEDA.

"A, apa?" kata Rukia yang mulai aneh melihat ekspresi Ichigo yang mukanya berpijar gaje.

"A…ak…aku" terpotong lagi kata-kata Ichigo yang sedikit demi sedikit GAK ADA kemajuan sama sekali!

Sekarang Ichigo mulai cemas abis-abisan, karena ada sesuatu yang mau keluar dari lubang selain mulut. Ini merupakan hasil reaksi kimia dari JERUK BUSUK dan BURAS. Setelah dihidrolisis oleh asam sulfat 1.25% yang berada di lambung Ichigo, biasanya menghasilkan gas H2S yang baunya normal-normal saja. Namun, karena yang dimakannya menggunakan kata BUSUK, jadi tidak aneh kalau BAUnya jauh melampaui konsentrasi normal.

"Tuhan, kenapa yang mau keluar itu lubang yang dibawah? Kalau begini lebih baik aku bunuh diri aja deh." Batin Ichigo yang sudah setengah mati kesulitan menahan 'itu'.

Rukia hanya bisa menunggu Ichigo yang mangap-mangap kaya ikan koi.

"Tuhhhaaaaannn, bantu aku! Tolong! Saat ini saja! Bantu aku mengatakan AKU CINTA KAMU, padanya! SEKARANG!" batin Ichigo yang sudah berpasrah menunggu pertolongan Tuhan YME.

"Aku…itu…emmm…eeerrr…kk..kamu!" kata Ichigo yang mulai ga jelas coz kesadaranya sudah diambang batas. Otaknya sudah tidak berfungsi lagi. Saraf motoriknya sudah kaku. Pandanganya sudah agak kunang-kunang. Yang pasti "itu"nya udah diujung tanduk.

"Aku? Itu? Emm? Er? Kamu?" Tanya Rukia yang mengmbalikan semua kata-kata ngawur ichigo.

"Arrrrrghhhh! Susah amat sih bilangnya! Mulutku gak kompromi amat sih! Astagaaa! Susah banget! Susah! Ayo mulutku yang indah, katakana A.K.U C.I.N.T.A. K.A.M.U… Ayo!" batin Ichigo yang sedang benegoisasi dengan mulutnya sendiri.

"Ru…ki…aa.. Aa…ku..Emmm…A…aaaa" kata Ichi yang kata 'aaaa'nya itu menadakan gas H2S super itu sebentar lagi siap meroket.

BENCANA ALAM AKAN SEGERA TIBA!

One

Two

Pada hitungan sebelum Three

"Aaa….."

Krikkkk kriiiikkk…bunyi jangkrik

Preeeeeeeettt… bunyi yang berasal dari belakang ichigo

Sraaaaakkk…... bunyi yang entah dari mana asalnya

Wushhhhhh… bunyi angin

Hening…

Wajah ichigo udah kaya vampire setengah zombie. Ichigo hanya bisa berpasrah ria, dan menunggu hasil reaksi atas kejadian paling MEMALUKAN selama ini.

Tidak ada reaksi apa-apa dari Rukia.

"Thanks God, thanks. Sepertinya tidak terdengar oleh Rukia. Hufth, hampir saja~ Setelah ini aku bakal tobat ah, dan bersujud padaMU!" batin Ichigo yang merasa TUHAN berada dipihaknya. ( I'm besides you, my son)

Ternyata tuhan tidak mau membuat seorang hambanya membunuh dirinya sendiri disaat ia mau menyatakan cinta. Ironis banget dum klo ampe kejadian, iya kan? Dimulai lagilah perjuangan Ichigo untuk mengeluarkan kata-kata AKU CINTA PADAMU. Ichigo memulainya dengan mangap-mangap ria.

"AYO ICHIGO!KATAKAN !KATAKAN" batin Ichigo yang geregetan dari tadi. " Yang satu kan udah keluar, MELEPES bebas dengan gampang banget lagi! Masa yang ini susah?" lanjut batin Ichigo.

"A… Aaaaa…aaaa" Ichigo pun sepertinya sudah tidak ada disini. Sekarang ia hanya robot yang hanya bisa mengatakan "aaaaaaa" saja. Baju hitamnya sekarang sudah dibasahi keringat hasil dari air terjun Niagara miliknya.

Rukia pun mengikuti posisi mulut Ichigo yang bermangap-mangap ria mengeluarkan kata "aaaaaaa..aaaa nya".

"Aaaa…aaa…" masih berlanjut kata yang gak guna itu, meluncur mullllusss dari mulut Ichigo.

"Aaaaa…aaaa"

"Aa… A..ayo ki…ta pulang, Ru…Ru..kia."

1 detik

2detik

3 detik

TIDAKKKKKKK! MULUT LAKNAT!

Oh Tuhaaaannnn…

Tuhaaaaannnn…..

Inaalilahhi… Astaga… Amitaba… Omsuastiasu (bener ga nulisnya?)

Mulutku iniiiiiii…

"Hancur sudah hidupku" batin ichigo. "Hancur sudah". Ichigo yang merasa kalah tehadap mulutnya hanya bisa pasrah. Ia telah menghilangkan kesempatan yang sangat-sangat berharga dalam hidupnya. Itulah KEBODOHAN seorang Kurosaki Ichigo. Sulit.. sulit mengatakan cinta pada Rukia.

"Haaaah?" kata Rukia tidak percaya. Mulutnya dah mangap kaya ikan cue.

"I…i…yaaa… Ayo kita pulang." Kata Ichigo sembari melepaskan genggaman tangan Rukia, lalu memalingkan mukanya selanjutnya badannya. Dan kemudian melangkah menjauh menjauhi Rukia.

"Jadi aku menunggunya selama itu untuk mendengarkan kata ayo kita pulang?" batin Rukia. "Oh tuhan, apa yang kulakukan tadi?" gumam Rukia.

Ichigo yang sudah berjalan mendekati pintu masuk menuju ruangan kantor Rukia yang cukup gelap karena lampunya tidak dinyalakan.

"Kenapa kau diam saja?" Tanya Ichigo yang tidak mau memandang Rukia.

"Benar, aku terlalu berharap banyak padanya." Gumam Rukia yang masih menunduk.

Rukia berjalan menunduk mendekati Ichigo. Tidak lama, Rukia berhasil mendahului Ichigo. Ichigo pun sama, ia menunduk tidak mau melihat Rukia. Rukia pun menggambil shode nya yang berada di samping mejanya yang merupakan tujuan utamanya kembali kekantornya itu. Keduanya pun melewati pintu yang menuju luar kantor dan meninggalkan kantor rukia bersama-sama, namun tidak ada suara yang terdengar dari keduanya. Mereka bisu, bisu setriliun kata. Yang terdengar hanya langkah kaki. Sampai meninggalkan kantor divisi 3 yang sudah sepi dari tadi karena memang sudah jam pulang, mereka lebih memilih melem mulut mereka. Melem rapat-rapat.

Akhirnya…

Ruuu bikin Ichi nyatain cinta juga…hehehe,Walaupun gak jadi sih…

Muup kalau chapter ini panjang bgt!

Buat Erika-chan Kaoru, maaf klo fic chapter ini super duper gak lucu…

Maaaf, hountou ni gomen ne…

Selanjutnya setting akan di rumah Byakuya… mau mewujudkan Impian terselubung ruu yang pgen Byakuya makan mangga sembari ngegosip (*plaaaak)

Wokeeee….siiiiip…

Ayooo…berikan review yang pedas buat ruu supaya mencret-mencret yang mengeluarkan suara prat-pret-prot…

Arigatou buat semua para readers, apalagi yang beri review…

Nanti ruu kasih… kasih apa ya? Bingung…. Kasih mencret aja ya? Mau gak?

Hahaha… okelah…sip

Langsung capcus ajaaa senpai…klik yang tulisannya

Review this chapter…